Hukum Ziarah Kubur bagi Perempuan yang sedang Haid

29 September 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

ziarah kubur

Ziarah kubur sudah menjadi tradisi bagi umat Muslim di Indonesia. Tradisi ini biasanya berlangsung selama bulan Ramadhan atau menjelang Idul Fitri. Terlepas dari banyaknya umat yang melakukan, ibadah satu ini memang tidak wajib dilakukan. Orang Muslim pun tidak dianggap berdosa apabila tidak melaksanakan ziarah kubur.

Ibadah ini pun bersifat sunnah, artinya tidak wajib dilakukan. Namun, ada baiknya setiap umat Muslim melakukan ziarah kubur agar ingat akan hari kematian, termasuk perempuan. Meskipun begitu, ada pula yang mempertanyakan apakah perempuan yang sedang haid boleh melakukan ziarah kubur?

Hukum Ziarah Kubur

Sebelum mengetahui lebih dalam tentang topik ini, ada baiknya kita mengetahui hukum ziarah kubur secara umum. Hukum mengenai ziarah kubur diriwayatkan dalam hadits HR Ibnu Majah, yang berbunyi: “(Dulu) Aku melarang kalian ziarah kubur, maka (sekarang) berziarahlah kalian ke kuburan, sesungguhnya ziarah kubur membuat kalian zuhud di dunia dan mengingatkan kalian pada akhirat.”

Doa yang harus diucapkan saat ziarah kubur pun tetap ditujukan kepada Allah SWT, bukannya mayit yang dikunjungi. Doa dan zikir yang dibacakan dengan niat pahala yang ditujukan untuk mereka yang meninggal akan sampai kepada yang didoakan. Kita pun bisa mendoakan agar mereka mendapatkan pahala dan dilapangkan kuburannya.

Dalam kitab Al-Adzkar, Imam Nawawi menjelaskan bahwa doa untuk orang yang meninggal akan bermanfaat kepada mereka. “Diriwayatkan dari Nabi Muhammad bahwa sesungguhnya beliau bersabda, ‘Tidak ada perumpamaan mayit di kuburnya kecuali seperti orang tenggelam yang ingin ditolong. Mayit menunggu doa yang ditujukan padanya baik dari anaknya, saudaranya ataupun temannya. Ketika doa itu telah tertuju padanya, maka doa itu lebih ia cintai daripada dunia dan seisinya’.”

Baca juga: Doa Ziarah Kubur: Adab, Tata Cara

Bolehkah perempuan Haid Melakukan Ziarah Kubur?

Bagi yang bertanya-tanya apakah boleh perempuan haid melakukan ziarah kubur, jawabannya adalah ya. Meskipun sedang datang bulan, ziarah kubur tidak termasuk dalam sepuluh perkara yang diharamkan. Ini adalah sepuluh perkara haram yang harus dihindari oleh perempuan yang sedang haid: 

  1. salat 
  2. thawaf
  3. menyentuh mushaf
  4. membawa mushaf 
  5. berdiam di dalam masjid
  6. membaca Alquran
  7. puasa 
  8. thalaq 
  9. lewat di dalam masjid jika khawatir mengotori dengan darahnya
  10. bercumbu pada bagian antara pusar dan lutut.

Meskipun ziarah kubur tidak termasuk dalam larangan saat perempuan sedang haid, mereka tidak boleh melakukan sepuluh perkara di atas saat melakukannya. Misalnya, perempuan yang haid tidak boleh membaca ayat-ayat pendek atau berada di masjid saat melakukan ziarah kubur. Kegiatan mereka hanya sebatas berwudhu, berdoa, dan berzikir.

Baca juga: Saat Berziarah Kubur Baca Doa ini

Lagipula, kitab Irsyadatus Saniyah menyebutkan bahwa perempuan dianjurkan untuk melakukan ziarah kubur nabi, para wali, dan orang saleh. Tidak ada perbedaan signifikan mengenai ziarah kubur untuk perempuan yang sedang haid dan tidak. Berarti, ziarah kubur boleh, bahkan dianjurkan untuk wanita yang sedang haid sekalipun.

Hadits Imam Alhakim dalam kitab Al-Mustadrak pun menyebutkan bahwa Rasulullah SAW menganjurkan putrinya untuk melakukan ziarah kubur.

أَنَّ عَائِشَةَ أَقْبَلَتْ ذَاتَ يَوْمٍ مِنَ الْمَقَابِرِ فَقُلْتُ لَهَا: يَا أُمَّ الْمُؤْمِنِينَ، مِنْ أَيْنَ أَقْبَلْتِ؟ قَالَتْ: مِنْ قَبْرِ أَخِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي بَكْرٍ، فَقُلْتُ لَهَا: أَلَيْسَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُورِ؟ قَالَتْ: نَعَمْ، «كَانَ قَدْ نَهَى، ثُمَّ أُمِرَ بِزِيَارَتِهَا

Artinya: Suatu hari Aisyah dating dari kuburan. Lalu aku bertanya, ‘Wahai Ummul Mukmunin, anda dari mana?.’ Dia menjawab, ‘Dari kuburan saudaraku, Abdurrahman bin Abu Bakar.’ Aku bertanya lagi padanya, ‘Bukankah Saw. telah melarang ziarah kubur?.’ Dia menjawab, ‘Benar, beliau memang dulu melarangnya kemudian beliau memerintahkannya.
Kesimpulannya, perempuan yang sedang haid pun diperbolehkan melakukan ziarah haid, asalkan mereka tidak melakukan sepuluh larangan yang disebutkan. Al Azhar Memorial Garden menjadi lokasi pemakaman serta tempat ziarah di Karawang yang nyaman untuk melakukan ziarah kubur meskipun sedang haid. Kami menyediakan beberapa fasilitas seperti tenda dan kursi, sehingga anggota keluarga yang sedang haid pun tetap bisa melakukan sunnah ini dengan nyaman. Klik link ini untuk melakukan ziarah di tempat kami.

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda * wajib diisi
*

Artikel Terkait