Tata Cara Mengurus Jenazah yang Benar Menurut Islam

2 September 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

Tata Cara Mengurus Jenazah

Kewajiban dari muslim yang masih hidup terhadap yang sudah meninggal adalah mengurusnya. Hukum mengurus jenazah adalah fardhu kifayah. Sehingga orang-orang sekitar wajib melakukan tata cara pengurusan jenazah. Lalu, seperti apakah tata cara mengurus jenazah yang benar menurut Islam? Berikut ini adalah informasi yang bisa membantu Anda dalam memahami hal yang satu ini.

Tata Cara Mengurus Jenazah yang Benar

Dalam sebuah hadits, Rasulullah bersabda “Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Hak muslim kepada muslim yang lain ada enam.” Beliau bersabda, “Pertama, apabila engkau bertemu, ucapkanlah salam kepadanya. Kedua, apabila engkau diundang, penuhilah undangannya. Ketiga, apabila engkau dimintai nasihat, berilah nasihat kepadanya. Keempat, apabila dia bersin lalu dia memuji Allah (mengucapkan ‘alhamdulillah’) doakanlah dia (dengan mengucapkan ‘yarhamukallah’). Kelima, apabila dia sakit, jenguklah dia dan keenam apabila dia meninggal dunia, iringilah jenazahnya (sampai ke pemakaman).” (HR Muslim).

Sebagai seorang muslim, sudah sepatutnya kita peduli dengan apa yang dialami oleh saudara kita. Dalam islam, ada beberapa orang yang berhak dalam mengurus jenazah, yaitu:

1. Orang yang diwasiatkan dengan syarat, orang tersebut bukan orang fasik atau ahli bidah.

2. Ulama atau pemimpin agama.

3. Orang tua dari jenazah tersebut.

4. Anak dari jenazah ke bawah.

5. Keluarga terdekat.

6. Kaum Muslimin.

Berikut ini adalah tata cara yang harus dijalankan dalam mengurus jenazah benar menurut Islam.

1. Memandikan Jenazah

Berikut adalah langkah-langkah untuk memandikan jenazah:

  • Menutup aurat jenazah menggunakan kain.
  • Membersihkan gigi, lubang hidung, lubang telinga, celah ketiak, celah jari tangan, kaki, dan rambut dan kotoran jenazah dengan menekan perutnya perlahan agar kotoran dapat keluar.
  • Menyiram seluruh badan jenazah menggunakan air sabun.
  • Menyiram jenazah menggunakan air bersih sambil berniat sesuai dengan jenis kelamin jenazah.
    • Niat memandikan untuk jenazah perempuan: Nawaitu ghusla adaa’an hadzihil mayyitati lillahi ta’aalaa.
    • Niat memandikan untuk jenazah laki-laki: Nawaitu ghusla adaa’an hadzal mayyiti lillahi ta’aalaa.
  • Siram dan basuh jenazah dari kepala hingga ujung kaki menggunakan air bersih, mulai dari sebelah kanan kemudian kiri masing-masing tiga kali.
  • Miringkan jenazah ke kiri untuk membasuh bagian lambung kanan sebelah belakang, kemudian miringkan jenazah ke kanan untuk membasuh bagian lambung kiri sebelah belakang.
  • Siram menggunakan air bersih dilanjutkan dengan air kapur barus.
  • Wudhukan jenazah seperti sebelum shalat.
  • Buka sanggul rambut perempuan dan biarkan rambut terurai untuk dibersihkan kemudian keringkan dengan handuk dan kepang.
  • Beri wangi-wangian yang tidak mengandung alkohol sebelum mulai dikafani.

Baca juga: Tata Cara Memandikan Jenazah Menurut Islam (+ Video)

2. Mengkafani Jenazah

Untuk proses ini, jenazah laki-laki akan berbeda dengan jenazah perempuan. Untuk jenazah laki-laki, tata caranya adalah:

  • Bentangkan tiga lembar kain kafan yang telah dipotong sesuai ukuran jenazah. Susun dengan meletakkan kain yang paling lebar di bagian paling bawah. berikan wewangian pada setiap lapisan kain tersebut.
  • Siapkan tiga sampai lima utas tali dan diletakkan tepat di bawah kain yang paling bawah.
  • Letakkan jenazah secara hati-hati dan dibaringkan diatas kain kafan yang sudah disiapkan.
  • Tutup bagian anggota badan tertentu dan semua lubang pada bagian tubuh, lalu selimutkan kain kafan selembar demi selembar dimulai dari yang paling atas.
  • Lalu ikat dengan tali yang telah disiapkan agar kain tidak lepas.

Lalu, untuk jenazah wanita maka tata caranya adalah:

  • Disunnahkan mengkafani jenazah perempuan dengan lima lapis kain, dimana tiga lapis untuk menutupi seluruh tubuh, satu sebagai kain basahan, dan satu sebagai kerudung di kepalanya.
  • Bentangkan dua kain kafan dan berikan wewangian di setiap lapisan kain tersebut, lalu letakkan jenazah diatasnya.
  • Letakkan kain sarung untuk basahan dibawahnya
  • Letakkan kain kafan sebagai kerudung
  • Letakkan jenazah pada kain kafan secara perlahan, jangan sampai menyakiti
  • Jenazah disedekapkan seperti posisi sholat. Tutup dengan kapas pada seluruh lubang pada tubuh.
  • Tutup jenazah dengan kain sarung di antara pusar sampai lututnya
  • Pasangkan baju kurung dan kerudungnya. Kepang rambut menjadi dua atau tiga bagian jika panjang.
  • Selimutkan seluruh tubuh jenazah dengan kain kafan selembar demi selembar dan ikat tali agar kain tidak lepas.

Baca juga: Inilah Tata Cara Mengkafani Jenazah yang Benar

3. Menyolatkan Jenazah

Tata cara dalam menyolatkan jenazah adalah seperti di bawah ini:

  • Niat
    • Niat sholat untuk jenazah laki-laki yakni: “Ushollii ‘alaa haadzal mayyiti arba’a takbirootin fardhol kifaayati ma’muuman lillaahi ta’aalaa.”
    • Niat sholat untuk jenazah perempuan yakni: “Ushollii ‘alaa haadzihill mayyitati arba’a takbirootin fardhol kifaayati ma’muuman lillaahi ta’aalaa.”
  • Berdiri bagi yang mampu
  • Membaca surat Al-Fatihah di takbir pertama
  • Membaca sholawat takbir kedua
  • Berdoa untuk jenazah di takbir ketiga
    • Untuk jenazah laki-laki: “Allahummaghfirlahu warhamhu wa ‘afihi wa ‘fu anhu wakrim nuzulahu wa wasi’ madkholahu wagsilhu bilma’i watsalju wal bardi wa naqqihi minadzunubi walkhotoyaya kama yunaqqi atssaubulabyadhu binaddanasi wa abdilhu daaron khoiron min daarihi, wahlan khayrun min ahlihi, wa zaujan khoyron min zaujihi waqihi fitnatalqobri wa ‘adzabi nnar.”
    • Untuk jenazah perempuan: “Allahummaghfirlaha warhamha wa’aafihaa wa’fu ‘anhaa wa akrim nuzulahaa wawassi’ mudkholahaa waghsilhaa bil maa-i wats tsalji wal barod. Wa naqqihaa minal khothooyaa kamaa naqqoitats tsaubal abyadho minad danas. Wa abdilhaa daaron khoiron min daarihaa wa ahlan khoiron min ahlihaa wa zaujan khoiron min zaujihaa wa adkhilhal jannata wa a’idzhaa min ‘adzaabin qobri au min ‘adzaabin naar.”
  • Doa kembali di takbir ke empat:
    • Doa untuk jenazah laki-laki: “Allahumma tahrimna Ajrahu walataftinna bakdahu.”
    • Doa untuk jenazah perempuan: “Allahumma la tahrimna uhroha waltaftina bakdahu.”
  • Salam

4. Menyegerakan Untuk Dikuburkan

Selanjutnya adalah untuk segera menguburkan jenazah.

  • Bila mayat yang dikubur berjenis kelamin perempuan, dianjurkan untuk membentangkan kain di atas kuburnya pada waktu dimasukkan ke liang kubur. Sedang, untuk mayat laki-laki tidak dianjurkan.
  • Letakkan jenazah di tepi lubang menghadap kiblat sambil membaca doa “Bismillâhi wa ‘alâ sunnati Rasûlullâhi shallallâhu ‘alaihi wa sallam.”
  • Buat bantalan untuk pipi jenazah.
  • Susun papan kayu atau yang semacamnya dengan posisi agak condong agar tidak langsung tertimpa tanah di atas jenazah.
  • Disunahkan untuk melepaskan tali-tali ikatan, mulai dari tali-tali di kepala hingga kakinya.

Itulah dia tata cara dalam mengurus jenazah menurut Islam. Semoga informasi ini bisa berguna nantinya. Apabila Anda membutuhkan bantuan dalam mencari tempat pemakaman sesuai dengan syariat Islam, maka Pemakaman Muslim Al-Azhar Memorial Garden bisa menjadi pilihan Anda. Kunjungi website kami sekarang juga.

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda * wajib diisi
*

Artikel Terkait