Tata Cara Mengganti Nisan Makam

29 December 2021 by no comments Posted in artikel

tata cara mengganti nisan makam

“Bagaimana tata cara mengganti nisan makam yang perlu diperbarui?”, jawaban dari pertanyaan ini adalah topik yang akan kita bahas pada artikel ini. Namun sebelum itu, kita tahu bahwa setiap barang dan makhluk hidup memiliki batas umurnya masing-masing. Untuk makhluk hidup, kita memiliki batasan usia di mana pada akhirnya kita akan meninggalkan dunia ini dan pergi kepada kehidupan yang selanjutnya. 

Meskipun kita tidak mengetahui waktu pasti dari usia seseorang, yang pasti setiap manusia akan melewati masa kematian. Untuk barang, batasan usia dari sebuah barang dapat kita ketahui berdasarkan bahan dan cara kita merawatnya. Barang seperti perabotan rumah atau barang elektronik yang kita gunakan akan bertahan dalam jangka waktu yang lama saat kita merawatnya dengan baik. Hal ini termasuk nisan makam dalam setiap makam yang ada. 

Nisan atau penanda kubur merupakan suatu penanda untuk orang yang telah meninggal agar saat kita ingin melayat atau takziah, kita dapat mengenali kuburan mereka. Umumnya, nisan makam terbuat dari batu. Hal ini karena batu merupakan material yang sangat kuat, bahkan bertahan sangat lama apapun musim yang terjadi. Namun batu pun memiliki batasan, di mana pada suatu saat nisan makam tersebut perlu digantikan dengan yang baru. 

Dalam memasang batu nisan yang baru, terdapat tata cara atau hukum yang perlu kita perhatikan. Berikut ini adalah penjelasan mengenai tata cara mengganti nisan makam yang nantinya dapat Anda praktikkan dengan benar. 

Bagaimana Tata Cara Mengganti Nisan Makam Menurut Islam?

Pemasangan nisan pada makam dalam hukum Islam sendiri sebenarnya dianjurkan untuk dilakukan. Hal ini sejalan dengan yang diteladani oleh baginda Rasulullah SAW yang dijelaskan oleh Imam Khatib as-Syirbini dalam kitab Al-Iqna yang berbunyi demikian;

وَأَنْ يَضَعَ عِنْدَ رَأْسِهِ حَجَرًا أَوْ خَشَبَةً أَوْ نَحْوَ ذَلِكَ لِأَنَّهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَضَعَ عِنْدَ رَأْسِ عُثْمَانَ بْنِ مَظْعُونٍ صَخْرَةً وَقَالَ : أَتَعَلَّمُ بِهَا قَبْرَ أَخِي لِأَدْفِنَ إلَيْهِ مَنْ مَاتَ مِنْ أَهْلِي 

“Hendaklah meletakan batu, kayu, atau benda serupa di atas makam pada bagian kepala jenazah. Karena Rasulullah SAW meletakkan batu besar di atas makam bagian kepala Utsman bin Mazh‘un. Rasulullah SAW bersabda ketika itu, ‘Dengan batu ini, aku menandai makam saudaraku agar di kemudian hari aku dapat memakamkan keluargaku yang lain di dekat makam ini.”[1]

Dengan demikian menandai makam dengan batu nisan merupakan hal yang diperbolehkan dan dianjurkan. Namun sebelum menggantinya dengan yang baru, kita pasti perlu mencabut batu nisan yang lama. Dalam mencabut nisan yang lama, kita membutuhkan keterlibatan dari para ahli yang dapat memprediksi apakah mayat tersebut masih dalam proses pembusukan atau tidak. Jika mayat masih dalam proses pembusukan, maka pencabutan nisan tidak boleh dilakukan.

Baca Juga: Bagaimana Hukum Memasang Kijing Makam?

Sebaliknya, jika proses pembusukan sudah selesai, maka batu nisan tersebut boleh dicabut. Proses pembusukan mayat dalam kuburan itu sendiri ada yang membutuhkan waktu 15 tahun, 25 tahun sampai 70 tahun. Hal ini memang berbeda-beda bergantung kepada iklim dari setiap daerah. Jadi hal ini perlu Anda perhatikan dengan baik. 

Jadi mengganti nisan tentu saja diperbolehkan untuk dilakukan asalkan mayat yang ada di dalam kubur tersebut sudah selesai melewati proses pembusukan yang ada. Hal ini tentu dilakukan agar tidak merusak mayat dalam kuburan tersebut. Berbicara mengenai nisan, pasti Anda memerlukan kavling makam terlebih dahulu sebelum nantinya dapat mengistirahatkan orang yang telah meninggal.

Jika Anda sedang mencari makam kavling dengan pelayanan profesional dan berdasarkan syariat islam, Anda dapat mencarinya di Pemakaman Islam Al-Azhar Memorial Garden Karawang.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *
*

Related Story