Hukum dan Tata Cara Memindahkan Kuburan Lama

29 Desember 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

tata cara memindahkan kuburan lama

Tata cara memindahkan kuburan lama harus dilakukan dengan hati-hati. Menggali ulang kuburan tidak boleh dilakukan sembarangan, selain bisa merusak sisa dari jenazahnya, Anda juga bisa melanggar hukum dari agama yang sudah ada.

Berikut adalah tata cara untuk memindahkan kuburan lama ke kuburan yang baru:

Bagaimana Hukum Memindahkan Kuburan dalam Islam?

Ada beberapa perbedaan pandangan mengenai hukum memindahkan kompleks pemakaman. Menurut jumhur ulama kecuali Mazhab Hanafi, pemindahan kompleks makam diharamkan.

Namun, Mazhab Syafi’i membolehkan pemindahan kompleks pemakaman hanya karena darurat. Sedangkan Mazhab Maliki membolehkan pemindahan pemakaman dengan syarat tidak terjadi perusakan pada tubuh mayat; tidak menurunkan martabat mayat; dan pemindahan tersebut dilakukan atas dasar kemaslahatan.

Baca Juga: Hukum Memindahkan Makam Dalam Kacamata Islam

Menurut Syekh Abu Zakaria Al-Anshari pada Fathul Wahhab (Mesir: At-Tijariyatul Kubra: tanpa tahun), jilid 11, halaman 211,

Haram membongkar kuburan sebelum mayat hancur sesuai dengan pendapat para pakar tentang tanahnya setelah penguburannya, untuk dipindahkan ataupun lainnya, seperti mengkafani dan menyalati. Sebab dalam hal itu terdapat perusakan terhadap kehormatan mayat. Kecuali karena darurat, seperti dikuburkan tanpa disucikan dengan dimandikan atau tayamum, sedangkan mayat itu termasuk orang yang harus disucikan.

Bagaimana Tata Cara Memindahkan Kuburan Lama?

Syekh Salim bin Sumair al-Hadhrami dalam bukunya, Safinatun Najah, menyebutkan bahwa ada empat hal yang harus dipenuhi dan alasan boleh memindahkan kuburan. Dalam bukunya, dia mengatakan:

Mayit yang telah dikubur boleh digali kembali dengan empat alasan: 1) untuk memandikannya bila kondisinya masih belum berubah, 2) untuk menghadapkannya ke arah kiblat, 3) karena adanya harta yang ikut terkubur bersamanya, dan 4) bila si mayat seorang perempuan yang di dalam perutnya terdapat janin yang dimungkinkan hidup.” (Beirut: Darul Minhaj: 2009, hal. 53)

Dari keterangan di atas, dijelaskan lagi oleh Syekh Nawawi Al Bantani dalam bukunya, Kasyifatus Saja. Beliau menjelaskan alasan dan cara yang diperbolehkan untuk memindahkan jenazah yang ada di dalam kubur menurut Islam adalah sebagai berikut:

Pertama, jenazah yang telah dikubur tetapi tidak dimandikan sebelumnya, maka kuburnya wajib digali kembali. Kemudian jenazah diambil dan dimandikan dengan catatan kondisi jenazah tidak berubah dan tidak berbau.

Baca Juga: Tata Cara Memandikan Jenazah Menurut Islam (+ Video)

Kedua, jenazah yang dikubur tidak menghadap ke arah kiblat, maka kuburnya harus digali kembali untuk memindahkan posisi jenazah agar menghadap ke arah kiblat.

Baca Juga: Mempersiapkan Makam Islam untuk Keluarga Muslim

Ketiga, ada harta yang terkubur bersama jenazah, seperti cincin emas atau yang lainnya, sehingga wajib membongkar kembali kubur untuk mengambil harta itu. Padahal kondisi mayat sudah berubah, baik pemilik harta itu memintanya atau tidak.

Oleh karena itu, jika jenazah yang dikubur di tanah yang bukan haknya atau kain kafan yang digunakan untuk membungkusnya adalah hasil rampasan, maka tanah kuburan itu wajib digali meskipun kondisinya telah berubah.

Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk mengembalikan tanah atau kain kafan yang menjadi hak pemiliknya jika pemiliknya tidak rela atau meminta untuk dikembalikan. Namun, jika pemiliknya rela dan tidak menuntut dikembalikan, kuburan tidak perlu digali lagi.

Bagaimana jika harta yang terkubur sebelumnya ditelan oleh mayat saat masih hidup?

Jika harta itu adalah milik pribadi orang yang meninggal, maka kuburan tidak perlu digali lagi. Namun, jika harta yang ditelan itu milik orang lain dan menuntut untuk dikembalikan, maka kuburnya harus digali lagi, perut mayat dibedah, hartanya diangkat dan dikembalikan kepada pemiliknya. Namun, jika ahli waris bersedia membayar untuk pengembalian harta, maka tidak perlu menggali ulang, menurut pendapat mu’tamad.

Keempat, membongkar kubur jika mayat wanita hamil dan bayinya mungkin masih hidup, maka kuburnya wajib digali kembali. Kemungkinan janin ini hidup jika usia kehamilan sudah mencapai 6 bulan atau lebih.

Jika Anda sedang mencari pemakaman yang memenuhi syariat Islam, maka Al-Azhar Memorial Garden dapat menjadi jawaban Anda. Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa mengunjungi website resmi kami di sini.

Semoga bacaan mengenai hukum dan tata cara memindahkan kuburan lama tadi dapat membantu Anda memiliki pemahaman lebih dengan bahasan terkait.

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda * wajib diisi
*

Artikel Terkait