Syariat Islam: Tata cara menguburkan jenazah Muslim

30 April 2020 by no comments Posted in tata cara menguburkan jenazah muslim

Bagi seorang muslim yang masih hidup, merupakan kewajiban untuk menguburkan kaum muslimin yang telah meninggal. Hukumnya sendiri fardu kifayah (kewajiban kolektif). Menguburkan jenazah tidak hanya sekedar menimbun jenazah dengan tanah begitu saja. Ada aturan tertentu yang telah ditetapkan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala tentang tata cara pelaksanaan penguburan ini mengenai perlakuan yang harus dilakukan dan doa yang harus dipanjatkan.

Aturan dalam Islam perihal penguburan ini menunjukkan bahwa Islam sangat memuliakan manusia. Tidak hanya ketika baru lahir di dunia dan semasa hidup, tapi setelah meninggal jenazah harus diperlakukan dengan baik.

Kewajiban dalam mengubur jenazah adalah dengan mengubur jenazah pada satu liang lahat yang dapat mencegah tersebarnya bau dan dimangsa binatang buas, serta menghadapkan ke arah kiblat. Untuk lebih sempurnanya, mengubur jenazah dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

  1. Sebelum dikuburkan, jenazah harus disalati terlebih dahulu. Islam memerintahkan agar jenazah segera dikubur atau dimakamakan.
  1. Kaum muslimin yang masih hidup hendaknya mengantar jenazah ke kubur dengan cara memikul keranda jenazah karena termasuk dalam amal kebaikan. Ketika mengantar jenazah ke pemakaman, hendaknya untuk menjaga ketenangan, menyegerakan pemakaman, berdiri di sisi makam untuk beberapa saat, dan menaburkan tanah setelah pemakaman.
  1. Lubang kubur hendaknya telah dipersiapkan terlebih dahulu sebelum jenazah tiba di. Lubang kubur dibuat cukup dalam, kira-kira setegak badan orang dewasa atau 50 hasta dengan lebar lebih kurang satu meter. Lubang kubur dibuat cukup dalam agar tidak mengeluarkan bau dan tidak mudah dibongkar binatang buas.
  1. Di dasar lubang yang telah dibuat, dibuat kembali lubang yang lebih sempit untuk meletakkan jenazah. Lubang sempit ini biasa disebut oleh masyarakat sebagai liang lahat. Ada dua cara untuk membuat liang lahat ini.

Pertama, berbentuk relung sempit selebar dan sepanjang badan jenazah yang terletak di tengah-tengah kubur atau lubang yang pertama. Kedua, berbentuk relung sepanjang dan selebar badan yang terletak di salah satu sisi kubur.

  1. Mengubur jenazah berarti memasukkan jenazah ke liang lahat tersebut dengan hati-hati. Pada saat memasukkan jenazah ke liang lahat, jenazah diletakkan dalam posisi miring. Diperbolehkan meletakkan tanah yang dikeraskan untuk mengganjal punggung dan menyangga kepala jenazah.
  1. Setelah itu, tali-tali yang mengikat jenazah dibuka dan bagian muka serta kaki dibuka sedikit agar pipi kanan dan ujung kaki jenazah menempel di tanah.
  1. Kemudian liang lahat ditutup dengan papan atau kayu, lalu ditimbun dengan tanah. Timbunan tanah pada liang lahat boleh ditinggikan kurang lebih satu jengkal dan diberi tanda dengan batu nisan.
  1. Setelah penguburan, orang yang hadir di pemakaman disunahkan menaburkan tanah ke arah kepala jenazah sebanyak tiga kali. Selain itu, disunahkan pula orang-orang yang hadir untuk memohonkan ampun bagi jenazah. Hal ini dipertegas oleh hadits Rasulullah Salallahu ‘alaihi wassalam, yang artinya:

Dari Utsman, “Nabi Salallahu ‘alaihi wassalam jika selesai menguburkan jenazah, berdirilah beliau, lalu bersabda. ‘Mintakan ampun saudaramu dan mintakanlah supaya ia berketetapan, sebab ia sekarang sedang ditanya’.” (H.R. Abu Dau dan Hakim)

Source:https://www.kenangan.com/blog/tata-cara-menguburkan-jenazah-menurut-syariat-islam

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *
*

Related Story