Penjelasan Mati Suri Dalam Islam

24 September 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

mati suri dalam islam

Informasi tentang mati suri dalam Islam menjadi topik yang banyak dicari. Umat manusia memang tidak ada yang mengerti dan tahu bagaimana datangnya rezeki, jodoh, hingga ajal. Semuanya sudah diatur oleh kehendak Allah. Namun dari ketiga hal itu, ajal atau meninggal memang yang paling sulit dimengerti karena bisa terjadi kapan saja dan di mana saja. Tapi hal ini pasti selalu datang dalam kehidupan setiap umat yang memiliki nyawa.

Berbicara mengenai kematian, apakah Anda pernah mendengar tentang mati suri? Secara harfiah, mati suri adalah keadaan di mana telah dilakukan berbagai usaha untuk menghidupkan kembali seseorang yang sudah meninggal. 

Tapi bagaimana pandangan Islam tentang mati suri? Anda dapat mengetahui penjelasan selengkapnya melalui informasi di bawah ini.

Mati Suri dalam Islam

Mati suri dalam dunia medis dijelaskan sebagai sebuah kondisi ketika seseorang hidup kembali setelah dinyatakan meninggal dunia. Kondisi ini sering disebut juga sebagai near-death experience (NDE) atau pengalaman mendekati kematian. 

Secara medis, mati suri sudah dinyatakan meninggal dan tidak ada hubungannya dengan tingkat kesadaran seseorang. Namun ketika berhasil sadar, maka orang yang mati suri bisa berada dalam keadaan yang normal.

Untuk pandangan Islam tentang mati suri sendiri memang tidak pernah dibahas secara gamblang. Namun ada penjelasan dalam ayat Al-Qur’an yang menjelaskan tentang hal ini. Lebih tepatnya dari Surat Az-Zumar ayat 42:

“Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya, maka Dia tahan jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditetapkan. Sesungguhnya yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berpikir.”

Dari ayat di atas, sebenarnya Anda bisa mulai mengerti bagaimana pandangan Islam tentang mati suri. Sebenarnya Islam tidak melihat kematian bukanlah sebagai benar-benar mati. Namun hakikatnya hanya melakukan perpindahan alam kehidupan. Hal ini menjadikan Allah sangat mudah dalam mengambil rohnya dan mengembalikannya. 

Sama seperti ketika Anda sedang tidur, roh manusia berada dalam genggaman Allah. Ketika manusia bangun maka roh itu dikembalikan. Jadi mati suri merupakan sesuatu hal yang sangat rasional terjadikan berdasarkan pandangan Islam dalam melihat kematian.

Baca juga: Tanda – Tanda Kematian Menurut Islam

Mati Suri yang Dinilai Menakutkan

Melihat kematian yang selalu dekat dengan kehidupan kita memang tampak menakutkan. Hal itu sangat wajar karena tidak semua orang siap untuk mati.

Membahas tentang mati suri lagi, dalam Al-Qur’an juga sempat dijelaskan bahwa kondisi ini berarti ada salah satu ujung tali roh yang terlepas. Namun dia tetap hidup kembali karena ujung lainnya masih terikat dengan tubuhnya. Dengan begitu orang tersebut bisa kembali hidup. Ya, kondisi mati suri memang terlihat seperti orang tidur. Namun ketika dicek dalam medis, maka dinyatakan sudah meninggal.

Jadi dalam Islam, roh diibaratkan sebagai tali yang ujungnya terikat dengan tubuh. Jika salah satu ujung talinya terlepas dari badan, maka roh manusia akan melayang-layang. Kondisi inilah yang dikenal sebagai mati suri.

Jadi itulah informasi tentang mati suri dalam Islam. Semoga informasi ini dapat menjadi ilmu baru bagi Anda. Kematian memang tidak pernah bisa diprediksi, itulah mengapa Anda membutuhkan bantuan kavling makam untuk mempersiapkan diri. Al Azhar Memorial Garden telah menyediakan taman pemakaman berdasarkan syariat Islam dan dikelola secara profesional. Klik di sini untuk mendapatkan informasi lebih lengkap.

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda * wajib diisi
*

Artikel Terkait