Pengertian Yaumul Jaza, Akhir dari Hari Kiamat

2 December 2021 by no comments Posted in artikel

pengertian yaumul jaza

Umat Muslim hendaknya memahami hari kiamat yang jelas tertulis dalam Al-Qur’an atau hadits Rasulullah SAW. Hari kiamat sendiri terdiri pun tidak serta-merta terjadi, tapi melewati beberapa bagian (yaumul) hingga mencapai akhirnya, yakni yaumul jaza. Pengertian yaumul jaza dan kondisinya pun dijelaskan secara gamblang dalam kitab suci kita.

Pengertian Yaumul Jaza

Yaumul jaza (يوم الجزا) berasal dari bahasa Arab yang artinya hari pembalasan seluruh amal manusia. Di masa ini, semua manusia akan dikumpulkan untuk mendapatkan ganjaran atau balasan dari semua perbuatannya semasa hidup. Masa ini pula menjadi akhir dari hari kiamat, tepatnya setelah manusia dihisab atau ditimbang segala amal dan perbuatannya.

Ganjaran dari perbuatan yang dilakukan oleh manusia semasa hidup hanya dua, yakni surga dan neraka. Mereka yang beriman dan banyak melakukan perbuatan baik saat hidup akan beroleh surga dengan segala kenikmatan yang dijanjikan dalam Al-Qur’an. Pun sebaliknya, orang yang tidak mau beriman semasa hidupnya akan ditempatkan di neraka yang berisi siksaan tiada akhir.

Al Qur’an pun mencatat tentang hari pembalasan ini dalam Surat Al Mu’min ayat 17, isinya:

لْيَوْمَ تُجْزَىٰ كُلُّ نَفْسٍ بِمَا كَسَبَتْ ۚ لَا ظُلْمَ الْيَوْمَ ۚ إِنَّ اللَّهَ سَرِيعُ الْحِسَابِ

Artinya: Pada hari ini tiap-tiap jiwa diberi balasan dengan apa yang diusahakannya. Tidak ada yang dirugikan pada hari ini. Sesungguhnya Allah amat cepat hisabnya.

Tidak ada pengurangan pahala ataupun penambahan keburukan dalam yaumul jaza. Semua manusia yang sudah dihisab akan mendapatkan balasan yang sudah ditentukan. Hisab yang akan dilakukan oleh Allah SWT juga cepat, jadi jangan pernah meremehkan hari pembalasan ini dan menganggap yaumul jaza masih lama datangnya.

Surat An-Najm ayat 31 juga menjelaskan tentang yaumul jaza yang akan terjadi di hari akhir nanti.

وَلِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ لِيَجْزِيَ الَّذِيْنَ اَسَاۤءُوْا بِمَا عَمِلُوْا وَيَجْزِيَ الَّذِيْنَ اَحْسَنُوْا بِالْحُسْنٰىۚ

Artinya: Dan milik Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. (Dengan demikian) Dia akan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat jahat sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan dan Dia akan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik dengan pahala yang lebih baik (surga).

Balasan untuk Manusia pada Yaumul Jaza

Seperti yang disebutkan, ada dua jenis balasan untuk manusia pada yaumul jaza, yaitu surga dan neraka. Namun, Al-Qur’an juga rinci menjelaskan tentang kedua balasan ini. Umat Muslim sebaiknya mengetahui setiap janji Allah SWT pada yaumul jaza nanti.

1. Surga sebagai Tempat Indah di Akhirat

Al-Qur’an juga menuliskan gambaran keindahan surga yang terdapat dalam Surat Muhammad ayat 15. Isinya:

مَثَلُ الْجَنَّةِ الَّتِيْ وُعِدَ الْمُتَّقُوْنَ ۗفِيْهَآ اَنْهٰرٌ مِّنْ مَّاۤءٍ غَيْرِ اٰسِنٍۚ وَاَنْهٰرٌ مِّنْ لَّبَنٍ لَّمْ يَتَغَيَّرْ طَعْمُهٗ ۚوَاَنْهٰرٌ مِّنْ خَمْرٍ لَّذَّةٍ لِّلشّٰرِبِيْنَ

وَاَنْهٰرٌ مِّنْ عَسَلٍ مُّصَفًّى ۗوَلَهُمْ فِيْهَا مِنْ كُلِّ الثَّمَرٰتِ وَمَغْفِرَةٌ مِّنْ رَّبِّهِمْ

Artinya: “Perumpamaan taman surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa; di sana ada sungai-sungai yang airnya tidak payau, dan sungai-sungai air susu yang tidak berubah rasanya, dan sungai-sungai khamar (anggur yang tidak memabukkan) yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai madu yang murni. Di dalamnya mereka memperoleh segala macam buah-buahan dan ampunan dari Tuhan mereka….

2. Wajah yang Berseri saat Masuk Surga

Allah SWT juga menjanjikan bahwa manusia yang masuk surga akan selalu berwajah gembira. Itulah tanda bahwa mereka bahagia karena berhasil menjalankan perintah Allah semasa hidupnya. Surat Al-Ghasyiyah ayat 8-16 menulis bahwa

وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ نَاعِمَةٌ

لِسَعْيِهَا رَاضِيَةٌ

فِي جَنَّةٍ عَالِيَةٍ

لَا تَسْمَعُ فِيهَا لَاغِيَةً

فِيهَا عَيْنٌ جَارِيَةٌ

فِيهَا سُرُرٌ مَرْفُوعَةٌ

وَأَكْوَابٌ مَوْضُوعَةٌ

وَنَمَارِقُ مَصْفُوفَةٌ

وَزَرَابِيُّ مَبْثُوثَةٌ

Artinya: “Pada hari itu banyak (pula) wajah yang berseri-seri, merasa senang karena usahanya (sendiri), (mereka) dalam surga yang tinggi, di sana (kamu) tidak mendengar perkataan yang tidak berguna. Di sana ada mata air yang mengalir. Di sana ada dipan-dipan yang ditinggikan, dan gelas-gelas yang tersedia (di dekatnya), dan bantal-bantal sandaran yang tersusun, dan permadani-permadani yang terhampar.”

3. Neraka sebagai Tempat Penyiksaan

Ada pun mereka yang tidak beriman dan melanggar perintah Allah semasa hidupnya dijanjikan neraka. Kondisinya sangat terbalik jika dibandingkan surga, seperti digambarkan dalam Surat An-Nisa’ ayat 56:

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا بِآيَاتِنَا سَوْفَ نُصْلِيهِمْ نَارًا كُلَّمَا نَضِجَتْ جُلُودُهُمْ بَدَّلْنَاهُمْ جُلُودًا غَيْرَهَا لِيَذُوقُوا الْعَذَابَ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَزِيزًا حَكِيمًا

Artinya: “Sungguh, orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti dengan kulit yang lain, agar mereka merasakan azab. Sungguh, Allah Maha-perkasa, Maha Bijaksana.”

4. Balasan dan Siksaan Neraka

Manusia hendaknya menyadari pula balasan yang akan masuk neraka nantinya, seperti yang digambarkan di Surat Ibrahim ayat 16-17.

مِنْ وَرَائِهِ جَهَنَّمُ وَيُسْقَىٰ مِنْ مَاءٍ صَدِيدٍ

يَتَجَرَّعُهُ وَلَا يَكَادُ يُسِيغُهُ وَيَأْتِيهِ الْمَوْتُ مِنْ كُلِّ مَكَانٍ وَمَا هُوَ بِمَيِّتٍ ۖ وَمِنْ وَرَائِهِ عَذَابٌ غَلِيظٌ

Artinya: “di hadapannya ada neraka Jahanam dan dia akan diberi minuman dengan air nanah, diteguk-teguknya (air nanah itu) dan dia hampir tidak bisa menelannya dan datanglah (bahaya) maut kepadanya dari segenap penjuru, tetapi dia tidak juga mati; dan di hadapannya (masih ada) azab yang berat.”

Baca Juga: Mengetahui Perbedaan Siksa Kubur dan Siksa Neraka

Setelah mengetahui pengertian yaumul jaza dan balasan yang akan didapatkan di atas, hendaknya kita sebagai manusia senantiasa memperbanyak amalan perbuatan baik semasa hidup. Tidak hanya perbuatan, kita juga bisa mempersiapkan tempat peristirahatan terakhir di bumi untuk diri sendiri dan keluarga yang sesuai dengan syariat Islam di Taman Pemakaman Islam Al-Azhar Memorial Garden Karawang.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *
*

Related Story