Pengertian Yaumul Hisab, Sudah Siap Menghadapi Hari Itu?

11 November 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

pengertian yaumul hisab

Ada tiga dunia yang akan dilalui oleh ruh manusia, yaitu dunia yang kita tinggali saat ini, alam kubur, dan akhirat di surga dan neraka. Akhirat biasanya terjadi setelah kiamat datang melanda bumi ini dengan segala tanda-tandanya. Baik ruh manusia yang ada di dunia maupun alam kubur, semuanya akan mengalami yaumul hisab sebelum memasukinya. Penting bagi umat Muslim untuk memahami pengertian yaumul hisab serta berbagai dalil pendukungnya.

Pengertian Yaumul Hisab dan Beberapa Dalilnya

Kata “hisab” (الحساب) dalam bahasa Arab berarti menghitung. Jadi, yaumul hisab berarti hari perhitungan saat Allah SWT memperlihatkan semua amalan yang dilakukan oleh umat Muslim. Allah SWT berfirman mengenai hari perhitungan ini dalam Surat Al-Ghasyiyah ayat 25-26.

إِنَّ إِلَيْنَا إِيَابَهُمْ (25) ثُمَّ إِنَّ عَلَيْنَا حِسَابَهُمْ (26)

Artinya: “Sungguh, kepada Kami-lah mereka kembali. Kemudian sesungguhnya (kewajiban) Kami-lah membuat perhitungan atas mereka.”

Pada hari yaumul hisab tiba, semua amalan manusia yang baik dan buruk akan diperlihatkan dan diperhitungkan. Dari semua amalan itu, akan diputuskan apakah ruh manusia akan mendapatkan keridhoan dari-Nya atau murka-Nya. Manusia pun menjadi makhluk pertama yang dihisab oleh Allah SWT dengan segala amalan yang dilakukan. Meskipun manusia diciptakan lebih terakhir di bumi ini, kita mendapat giliran pertama untuk dihisab oleh Allah SWT.

Baca Juga: 7 Amalan Masuk Surga Tanpa Dihisab Yang Bisa Anda Lakukan

Rasulullah Muhammad SAW pun pernah bersabda mengenai giliran hisab ini.

نَحْنُ الآخِرُونَ السَّابِقُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Artinya: “Kita adalah orang-orang yang belakangan, namun terdahulu pada hari kiamat.

Amalan yang Dihisab oleh Allah SWT

Banyak orang yang berpikir bahwa amalan yang dihisab hanyalah berupa ibadah, terutama kewajiban salat yang sudah ditunaikan. Mereka pun mengingat bahwa salat adalah amalan pertama yang dihisab, sebab berkaitan dengan hak Allah SWT. Lagipula, amalan ini juga yang Ia senangi di antara amalan lainnya.

Hal ini terbukti dalam sabda Rasulullah SAW yang berbunyi:

إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ صَلاَتُهُ فَإِنْ صَلُحَتْ فَقَدْ أَفْلَحَ وَأَنْجَحَ وَإِنْ فَسَدَتْ فَقَدْ خَابَ وَخَسِرَ

Artinya: “Sesungguhnya amalan hamba yang pertama kali dihisab pada hari kiamat adalah salatnya. Jika salatnya baik maka dia pasti beruntung. Namun jika rusak salatnya maka dia pasti merugi.”

Namun, ada juga amalan kedua yang akan dihisab oleh Allah SWT, yaitu hubungan antara manusia dengan sesamanya. Karena itu, hendaknya kita juga menjaga hubungan yang baik dan meringankan beban mereka selama hidup. Rasulullah Muhammad SAW juga bersabda:

أَوَّلُ مَا يُقْضَى بَيْنَ النَّاسِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فِى الدِّمَاءِ

Artinya: “Yang pertama kali diadili di antara manusia pada hari kiamat adalah tentang urusan darah.”

Proses Yaumul Hisab di Akhirat

Rasulullah Muhammad SAW juga memberikan beberapa gambaran mengenai yaumul hisab di akhirat kelak. Lewat hadits riwayat Ibnu Abi ad-Dunya dan ath-Thabrani, beliau mengatakan bahwa semua manusia akan dikumpulkan, mulai dari manusia pertama hingga manusia terakhir.

يَجْمَعُ اللهُ الأَوَّلِيْنَ وَالآخِرِيْنَ لِمِيْقَاتِ يَوْمٍ مَعْلُوْمٍ قِيَامًا أَرْبَعِيْنَ سَنَةً شَاخِصَةً أَبْصَارُهُمْ يَنْتَظِرُوْنَ فَصْلَ الْقَضَاءِ

Artinya: “Allah mengumpulkan semua manusia dari yang pertama sampai yang terakhir, pada waktu hari tertentu dalam keadaan berdiri selama empat puluh tahun. Pandangan-pandangan mereka menatap (ke langit), menanti pengadilan Allah.”

Saat manusia merasakan kesusahan yang semakin memuncak di yaumul hisab, mereka akan mencari orang yang bisa memberikan syafaat. Tujuannya adalah agar Allah SWT bisa mempercepat keputusan hisab tersebut. Nabi-nabi seperti Adam, Nuh, Ibrahim, Musa, dan Isa bin Maryam didatangi untuk dimintai syafa’at, tapi mereka menolaknya.

Baca Juga: Syafaat Al-Quran di Alam Kubur dan Akhirat

Hingga manusia itu akhirnya datang ke nabi terakhir dalam Islam, yaitu Rasulullah Muhammad SAW. Mereka meminta syafa’at kepada beliau, dan Rasulullah pun memberikannya atas izin Allah SWT. Umat manusia pun akhirnya diberi keputusan mengenai hisab mereka dan bisa merasakan akhirat tersebut. Itulah proses yaumul hisab berdasarkan hadits HR Bukhari dan Muslim.

Kesimpulannya, pengertian yaumul hisab adalah hari perhitungan setelah kiamat untuk menghitung semua amalan yang dilakukan oleh manusia. Selagi masih diberi kesempatan untuk hidup, persiapkan diri dengan amalan sehingga kita berkenan di hadapan-Nya saat berpulang nanti. Kematian memang menjadi hal yang misterius, tapi segalanya bisa kita persiapkan saat ini, termasuk mempersiapkan lahan makam berbasis syariah Islam di Al-Azhar Memorial Garden.

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda * wajib diisi
*

Artikel Terkait