Pengertian Amal Shaleh dan Penerapannya

2 Desember 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

pengertian amal shaleh

Allah SWT menjanjikan surga bagi umat Muslim yang setia dan mengerjakan amalan semasa hidupnya. Amal sbaleh merupakan satu dari tiga jenis amalan yang harus dilakukan dalam Islam. Umat Muslim juga harus paham dengan pengertian amal shaleh dan keistimewaannya karena dianggap sebagai pelengkap kesempurnaan iman mereka.

Penilaian terhadap amal yang dilakukan oleh manusia pun bergantung pada Allah SWT. Satu hal yang penting, Dia menilai amal yang dilakukan oleh seseorang berdasarkan niatnya. Termasuk pula menerapkan amal shaleh, Allah SWT melihat sikap hati manusia dalam menjalankan amalan tersebut.

Pengertian Amal Shaleh dan Dua Amalan Lainnya

Islam mengenal tiga jenis amal, yaitu amal ibadah, amal jariyah, dan amal shaleh. Di antara ketiganya, amal shaleh dianggap mampu membuat keimanan seseorang lebih kuat. Balasan yang Allah SWT janjikan terhadap pelaku amal shaleh adalah pahala dan kebaikan atas hidup mereka.

Baca Juga: Lakukan 5 Amalan yang Menemani di Alam Kubur Ini

Amal shaleh adalah setiap perbuatan baik dan bermanfaat yang dilakukan secara lahir maupun batin. Jenis amal ini hendaknya dilakukan secara sungguh-sungguh, baik dalam menjalankan ibadah maupun menunaikan kewajiban Islam lainnya. Sejatinya, amal shaleh ini mencakup kedua amal Islam lainnya, yakni amal ibadah dan amal jariyah.

Islam juga mengajarkan habluminallah dan habluminannas yang tercantum dalam kedua jenis amalan di atas. Amal ibadah artinya pengabdian kepada Allah SWT, diambil dari kata abada yang artinya melayani, mengabdi atau menyembah. Pengabdian kepada Allah SWT ini disebut dengan habluminallah, artinya hubungan manusia dengan Allah.

Perintah ibadah setiap umat Muslim hendaknya dilakukan hanya kepada Allah SWT, seperti dalam Surat Az-Zumar ayat 11.

قُلْ اِنِّيْٓ اُمِرْتُ اَنْ اَعْبُدَ اللّٰهَ مُخْلِصًا لَّهُ الدِّيْنَ

Artinya: Katakanlah, “Sesungguhnya aku diperintahkan agar menyembah Allah dengan penuh ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama.

Allah SWT membentuk manusia pun karena ada tujuannya, yaitu agar mereka mengabdi hanya pada-Nya. Hal ini tertulis dalam Surat Az-Zariyat ayat 56, isinya:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ

Artinya Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.

Satu lagi adalah amal jariyah, yaitu perbuatan baik yang dilakukan tanpa pamrih untuk kepentingan bersama. Amal jariyah ini mencakup hubungan manusia dengan sesamanya atau makhluk Allah SWT. Sesuai namanya, amal jariyah tidak akan terputus meski pemberinya sudah meninggal.

Amal jariyah juga disebut dengan wakaf, sebab manusia akan menyumbangkan objek atau benda yang dimilikinya hanya untuk kepentingan bersama. Itulah alasan amalan ini tidak akan terputus, sebab benda amalan tersebut masih membawa manfaat besar bagi kepentingan bersama.

Baca Juga: 10 Manfaat Sedekah yang Harus Diketahui

Rasulullah Muhammad SAW lewat haditsnya pun bersabda mengenai amal jariyah ini.  “Bila anak Adam meninggal dunia, terputuslah amalnya, kecuali tiga (hal): sedekah jariah, ilmu yang diambil manfaatnya, dan anak shaleh yang mendoakan orang tuanya” (HR Muslim).

Penerapan Amal Shaleh dalam Kehidupan

Hendaknya kita sebagai manusia juga menerapkan amal shaleh dalam kehidupan kita. Amal shaleh adalah pelengkap kesempurnaan iman. Artinya, iman kita kepada Allah SWT juga ditunjukkan dalam berbagai perbuatan amal, baik dengan bentuk ibadah kita kepada-Nya atau melakukan kebaikan terhadap sesama.

Banyak sekali contoh penerapan amal shaleh dalam kehidupan kita, baik kepada Allah SWT maupun kepada manusia. Amalan kepada Allah SWT bisa berupa menjaga salat lima waktu, melaksanakan ibadah puasa Ramadhan, menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya, dan lain-lain.

Amal shaleh sebaiknya dilakukan pula kepada manusia sehingga keimanan kita pun semakin diperlengkapi. Kita bisa memberikan sedekah kepada fakir miskin dan kaum dhuafa, berbuat baik terhadap sesama, menolong sesama manusia dan makhluk Allah SWT lainnya, dan sebagainya.

Baca Juga: Mengenal Perbedaan Infak dan Sedekah yang Harus Anda Pahami

Umat Muslim yang baik hendaknya tidak hanya memahami pengertian amal shaleh di atas, tapi juga menjalankannya. Niscaya, Allah SWT akan menjanjikan surga di akhirat bagi orang yang setia melakukannya. Selagi memenuhi diri dengan amal shaleh, umat Muslim juga bisa menyiapkan pusara bersyariat Islam hanya di Al-Azhar Memorial Garden. Hubungi tim kami segera untuk mengetahui informasi lebih lengkapnya.

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda * wajib diisi
*

Artikel Terkait