7 Nasehat Kematian dalam Islam yang Perlu Dipahami

10 November 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

nasehat kematian dalam islam

Banyak sekali nasehat kematian dalam Islam yang harus dipahami oleh umat-Nya, mulai dari ayat Al-Qur’an hingga hadits. Semua nasihat itu berguna agar umat Muslim senantiasa mengingat bahwa kematian adalah hal yang pasti. Mereka juga semakin diingatkan untuk memperbanyak amalan selagi masih diberi kesempatan untuk hidup di dunia ini.

Sejatinya, kematian merupakan hal yang jarang diingat oleh manusia selama masih hidup. Manusia cenderung memikirkan hal-hal yang bisa memuaskan hasrat hidupnya, seperti kesenangan ataupun kegembiraan. Saat membuka ayat Al-Qur’an atau hadits pun, mereka berusaha menghindari beberapa ayat atau nasehat yang berhubungan dengan kematian.

Beberapa Nasehat Kematian dalam Islam yang Bisa Menjadi Pengingat

Islam menyimpan banyak sekali nasehat mengenai kematian atau ajal di dalamnya. Rasulullah Muhammad SAW pun dengan tegas mengingatkan setiap umat Muslim akan kematian. Beliaulah yang mengatakan bahwa ziarah kubur adalah ibadah sunnah yang berguna untuk mengingatkan kita akan kematian.

Nasehat kematian dalam Islam sebenarnya memiliki kegunaan yang banyak untuk hidup kita. Kita senantiasa diingatkan untuk memperbanyak amalan dalam kehidupan. Islam pun mempercayai adanya kehidupan tanpa kematian, dan orang yang taat akan medapatkan kuburan yang lapang serta ketenangan saat beristirahat. Sedangkan orang yang durhaka akan mendapatkan siksa kubur hingga akhirat.

Baca Juga: 4 Amalan Penyelamat Siksa Kubur Yang Dapat Membantumu

Marilah kita bersama-sama senantiasa mengingat dan merenungkan beberapa nasehat kematian dalam Islam dari ayat Al-Qur’an dan hadits.

1. Surat An-Nisa ayat 78

Di manapun kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu berada di dalam benteng yang tinggi dan kukuh. Jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan, “Ini dari sisi Allah,” dan jika mereka ditimpa suatu keburukan, mereka mengatakan, “Ini dari engkau (Muham-mad).” Katakanlah, “Semuanya (datang) dari sisi Allah.” Maka mengapa orang-orang itu (orang-orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan (sedikit pun)?

Ayat ini mengingatkan manusia bahwa kematian pasti datang pada setiap orang, kapanpun dan di mana pun itu.

2. Surat An-Nahl ayat 61

Maka jika datang waktu kematian mereka, tidak bisa mereka tunda dan dan mendahulukannya sedetikpun”. Ayat ini menjadi pengingat bahwa menunda atau mempercepat kematian adalah hal yang mustahil. Semuanya ada dalam kendali Allah SWT.

3. Surat Al-Mulk ayat 2

Dialah Allah yang menciptakan kematian dan kehidupan, untuk menguji siapa diantara kalian yang terbaik amalnya.” Sejatinya, kematian dan kehidupan sama-sama merupakan fase hidup dari Allah SWT. Yang paling penting adalah perbanyak amal dan pahala sehingga kita layak untuk menghadap-Nya saat berpulang.

4. Surat Qaf ayat 19

Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari darinya.” Sakaratul maut merupakan salah satu proses dalam menjelang kematian, terlebih jika meninggal dalam keadaan sakit.

5. HR Ahmad

Rasulullah SAW bersabda bahwa kematian bisa datang kapan saja, bahkan waktunya pun tidak bisa kita duga. Karena itu, kita harus memperbanyak amalan dan perbuatan baik sehingga tidak menyesal saat berpulang. Sabda ini tertulis dalam hadits riwayat Ahmad: “Mati mendadak suatu kesenangan bagi seorang mukmin dan penyesalan bagi orang durhaka.

6. HR Muslim

Rasulullah SAW juga meminta agar umat Muslim harus memperbanyak ibadah sehingga bisa mengenal Allah SWT dan berbaik sangka padanya. “Janganlah seorang mati kecuali dia dalam keadaan berbaik sangka terhadap Allah,” sabdanya dalam hadits riwayat Muslim.

Bersama Bukhari, sahabat Nabi lainnya, Muslim pun mencatat nasihat lain tentang kematian. Nasihat itu adalah perkara yang mengikuti suatu mayit saat wafatnya. “Ada tiga perkara yang mengikuti mayit sesudah wafatnya, yaitu keluarganya, hartanya, dan amalnya. Yang dua kembali dan yang satu tinggal bersamanya. Yang pulang kembali adalah keluarga dan hartanya, sedangkan yang tinggal bersamanya adalah amalnya.” (HR Bukhari dan Muslim).

7. HR Bukhari

Hadits riwayat Bukhari mencatat dua nasihat Rasulullah Muhammad SAW mengenai kematian. Yang pertama adalah larangan untuk meminta kematian pada Allah SWT apapun alasannya. “Janganlah ada orang yang menginginkan mati karena kesusahan yang dideritanya. Apabila harus melakukannya hendaklah dia cukup berkata, “Ya Allah, tetap hidupkan aku selama kehidupan itu baik bagiku dan wafatkanlah aku jika kematian baik untukku.

Nasihat kedua adalah memberikan tuntunan kepada orang yang sedang sakaratul maut untuk mengucapkan kalimat syahadat. Mengucapkan kalimat syahadat ini diharapkan membuat mayit bisa meninggal dalam keadaan Islam atau sudah bertaubat. “Tuntunlah orang yang menjelang wafat dengan ucapan la ilaha illallah (maksudnya, agar dia mau meniru ucapannya)”

Kiranya, semua nasehat kematian dalam Islam ini hendaknya menjadi perenungan dan pengingat bagi kita semua semasa hidup. Selain mengingat nasehat ini, umat Muslim pun dianjurkan juga untuk melakukan ziarah kubur sebagai ibadah sunnah mereka. Anda dan keluarga pun bisa menyiapkan tempat peristirahatan terakhir yang berbasis syariah Islam di Al-Azhar Memorial Garden.

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda * wajib diisi
*

Artikel Terkait