Meninggal Karena Wabah Menurut Islam

29 Desember 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

meninggal karena wabah menurut islam

Sudah hampir 2 tahun kita hidup berdampingan dengan pandemi Covid-19. Pandemi ini sudah mengakibatkan banyak orang meninggal karena terjangkit virus tersebut. Tidak peduli apa latar belakang mereka, baik agama, suku, jenis kelamin, pendidikan atau pun pekerjaan, pandemi ini menyerang semua orang yang tidak memiliki imun tubuh yang kuat. Dari sini muncul pertanyaan, “bagaimana pandangan mengenai orang yang meninggal karena wabah menurut Islam?”.

Apakah mereka termasuk orang yang berdosa karena mereka adalah orang-orang yang berada dalam keadaan tidak menguntungkan. Atau apakah mereka merupakan orang yang sangat beruntung karena dianggap sebagai orang yang mati syahid? Mati syahid sendiri dalam KBBI merupakan saksi Allah SWT atau orang yang rela mati karena membela agama. Untuk mengetahuinya, simak penjelasan berikut untuk mengetahui jawabannya. 

Apa Pandangan Islam Mengenai Meninggal Karena Wabah?

Seseorang dikatakan mati syahid apabila orang tersebut meninggal karena taun atau wabah, karena sakit perut, korban tenggelam, korban yang tertiban reruntuhan dan karena jalan Allah. Menurut Islam, meninggal karena wabah memiliki dua arti yang berbeda tergantung sifat dan amal dari orang tersebut. Mereka yang selama hidupnya berbuat baik serta bertakwa kepada Allah SWT merupakan orang yang mati syahid. Hal ini karena wabah merupakan rahmat bagi orang-orang muslim yang dari Allah SWT. 

Baca Juga: 7 Keutamaan dan Keistimewaan Mati Syahid

Apabila saat terjangkit suatu wabah orang tersebut terus bersabar meminta perlindungan dan jawaban dari Allah SWT, namun pada akhirnya meninggal sambil terus menunggu Tuhan. Hal ini menandakan bahwa orang tersebut meninggal syahid karena hal ini terjadi atas kehendak Allah. Oleh karena itu, orang yang meninggal karena wabah tersebut akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mati syahid. Hal ini seperti tertulis dalam kitab Sahihnya nomor 3474 yang berbunyi demikian;

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ : سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الطَّاعُونِ، فَأَخْبَرَنِي أَنَّهُ عَذَابٌ يَبْعَثُهُ اللَّهُ عَلَى مَنْ يَشَاءُ، وَأَنَّ اللَّهَ جَعَلَهُ رَحْمَةً لِلْمُؤْمِنِينَ، لَيْسَ مِنْ أَحَدٍ يَقَعُ الطَّاعُونُ فَيَمْكُثُ فِي بَلَدِهِ صَابِرًا مُحْتَسِبًا، يَعْلَمُ أَنَّهُ لَا يُصِيبُهُ إِلَّا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَهُ، إِلَّا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِ شَهِيدٍ.

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anhu, istri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkata; “Aku pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tentang masalah tha’un lalu beliau mengabarkan aku bahwa taun/wabah adalah sejenis siksa yang Allah kirim kepada siapa yang Dia kehendaki dan sesungguhnya Allah menjadikan hal itu sebagai rahmat bagi kaum muslimin dan tidak ada seorangpun yang menderita taun lalu dia bertahan di tempat tinggalnya dengan sabar dan mengharapkan pahala dan mengetahui bahwa dia tidak terkena musibah melainkan karena Allah telah mentakdirkannya kepadanya, maka dia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mati syahid”.

Namun bagi orang yang tidak percaya kepada Allah SWT atau kafir, terkena musibah dapat diartikan sebagai azab. Mereka menerima azab karena orang-orang tersebut telah melanggar aturan dari Allah SWT. Oleh karena itu sangat penting bagi kita untuk memerhatikan bagaimana cara kita hidup, agar saat kematian itu datang kita tidak lagi takut tentang siksa di alam kubur. Kita memang mengharapkan kematian yang baik, dalam arti tidak meninggal karena kejadian buruk apa pun.

Namun jika akhirnya kita meninggal karena wabah, menurut Islam kita akan meninggal syahid. Sebelum semua itu terjadi, ada baiknya apabila kita mempersiapkan diri kita, termasuk mempersiapkan kavling makam. Jika Anda sedang mencari kavling makam berdasarkan syariat Islam, maka Al Azhar Memorial Garden adalah tempat yang tepat. Klik di sini untuk mendapatkan informasi selengkapnya. 

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda * wajib diisi
*

Artikel Terkait