Meninggal di Usia Muda Menurut Islam

10 February 2022 by no comments Posted in artikel

meninggal di usia muda menurut islam

Apakah Anda pernah mendengar perkataan bahwa orang baik itu cepat meninggal? Sebenarnya ada penjelasan tentang meninggal di usia muda menurut Islam. Sebagai umat Islam, Anda patut memahami tentang hal ini. Banyak wawasan dan ilmu yang dapat mendasari tentang perkataan itu. Simak informasi selengkapnya di bawah ini.

Bagaimana Pandangan Meninggal di Usia Muda Menurut Islam?

Pada dasarnya, setiap kelahiran dan kematian umat Islam ditentukan oleh Allah SWT dan tidak mungkin diubah. Namun pasti ada saja kejadian di sekitar Anda tentang seseorang yang baik namun meninggal di usia muda. Kondisi seperti ini dapat dengan mudah menimbulkan pertanyaan kenapa orang baik cepat meninggal.

Baca Juga: Apakah Kematian Seseorang Adalah Bagian dari Takdir?

Ustaz Abdul Somad (UAS) telah memberikan penjelasan kenapa orang baik dan sholeh lebih cepat wafat. Menurut UAS, alasan mengapa orang baik pergi duluan karena Allah SWT sayang dengan dia. Itulah mengapa dia lebih cepat pergi. Namun bagi yang dipanjangkan umurnya, berarti memiliki waktu hidup lebih lama untuk menebarkan lebih banyak manfaat.

Baca Juga: Pengertian Amal Shaleh dan Penerapannya

UAS mencontohkan bagaimana banyak orang baik yang berumur panjang, seperti Mbah Moen atau Dr Mahathir Muhammad. Mbah Moen meninggal usia 90 tahun, sedangkan saat ini Mahathir berumur 96 tahun dan masih sehat. 

Pernyataan UAS didukung oleh salah satu hadits tentang orang yang dianggap Rasulullah SAW terbaik:

عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِى بَكْرَةَ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ رَجُلاً قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ النَّاسِ خَيْرٌ قَالَ مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَحَسُنَ عَمَلُهُ قَالَ فَأَىُّ النَّاسِ شَرٌّ قَالَ مَنْ طَالَ عُمُرُهُ وَسَاءَ عَمَلُهُ 

Artinya: Abdurrahman bin Abu Bakrah, dari bapaknya mengatakan seorang laki-laki berkata, “Wahai Rasûlullâh, siapakah manusia yang terbaik?” Beliau menjawab, “Orang yang panjang umurnya dan baik amalnya.” Dia bertanya lagi, “Lalu siapakah orang yang terburuk?” Beliau menjawab, “Orang yang berumur panjang dan buruk amalnya.” (HR Ahmad).

Selain itu, dalam surat Yunus ayat 49, juga dijelaskan tentang hakikat kematian dan kehidupan:

قُل لَّآ أَمْلِكُ لِنَفْسِى ضَرًّا وَلَا نَفْعًا إِلَّا مَا شَآءَ ٱللَّهُ ۗ لِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ ۚ إِذَا جَآءَ أَجَلُهُمْ فَلَا يَسْتَـْٔخِرُونَ سَاعَةً ۖ وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ

Arab latin: Qul lā amliku linafsī ḍarraw wa lā naf’an illā mā syā`allāh, likulli ummatin ajal, iżā jā`a ajaluhum fa lā yasta`khirụna sā’ataw wa lā yastaqdimụn

Artinya: Katakanlah, “Aku tidak berkuasa mendatangkan kemudharatan dan tidak (pula) kemanfaatan kepada diriku, melainkan apa yang dikehendaki Allah”. Tiap-tiap umat mempunyai ajal. Apabila telah datang ajal mereka, maka mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak (pula) mendahulukan(nya).

Tetap Berbuat Baik Sepanjang Hidup

Melalui penjelasan yang telah diberikan di atas, UAS memiliki harapan kepada seluruh umat Islam bahwa jangan ada lagi yang berpikir kalau orang baik lebih cepat meninggal. Apalagi malah berpikir untuk menunda taubat atau tidak melaksanakan kebaikan agar diberi umur panjang terus.

Baca Juga: Tata Cara Sholat Taubat Sesuai Sunnah Rasul

Pada akhirnya, muslim yang baik sudah seharusnya melaksanakan perintah Allah SWT sekaligus menjauhi larangannya. Apalagi semua yang diperbuat di dunia akan dipertanggungjawabkan pada saat kematian menjemput.

Kematian adalah hal pasti yang dapat terjadi di dalam kehidupan kita. Persiapan harus dilakukan sejak dini, selain berbuat kebaikan, bisa juga dengan menyiapkan kavling makam. Al Azhar Memorial Garden telah menyediakan taman pemakaman berdasarkan syariat Islam dan dikelola secara profesional. Klik di sini untuk mendapatkan informasi lebih lengkap.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *
*

Related Story