Memikirkan Makna Hidup Ketika Mengunjungi Pemakaman

11 January 2019 by no comments Posted in artikel

Sebagai manusia, rumah masa depan kita adalah kuburan alias pemakaman. Kalau berbicara tentang pemakaman pasti yang terpikir adalah suasana yang seram, sunyi, penuh pepohonan dan aneka bentuk liang lahat itu sendiri. Ternyata, ada pemakaman yang sesuai syariat islam dan tempatnya cukup nyaman tertata rapi.

Beberapa waktu lalu saya di undang oleh Republika Online untuk berkunjung ke Al-Azhar Memorial Garden yang berada di Karawang, Jawa Barat. Dari Jakarta menuju kesana cukup memakan waktu 2 jam saja. Kalau dengar kata Al-Azhar mungkin sudah tak asing lagi di telinga sebagian banyak orang termasuk saya sendiri yang kebetulan rumah saya dekat dengan Sekolah Al-Azhar Bintaro.

Yang saya tahu kalau Al-Azhar itu hanya Yayasan di bidang pendidikan dan wakaf saja tapi ternyata Al-Azhar juga memiliki Pemakaman yang di namakan Al-Azhar Memorial Garden, mau tahu lebih lengkap tentang pemakaman ini? Berikut ini ulasannya:

Setelah keluar Tol Karawang timur kita melewati jalan yang banyak sekali hilir mudik aneka truk kontainer karena seperti yang kita ketahui Karawang itu merupakan daerah industri jadi banyak pabrik yang ada disana. Tak jauh dari keluar tol terlihat gerbang dengan tulisan Al-Azhar Memorial Garden. Dari melihat gerbang yang terlihat megah mungkin banyak yang berfikir mewahnya area pemakaman ini.

Al-Azhar memberikan layanan Pendidikan seperti TK, SD, SMP, SMA dan Universitas. Al-Azhar juga melayani sosial amil dan zakat juga pengurusan jenazah. Seiring berjalanya waktu ketika para pengurus meninggal banyak yang tidak memiliki tempat atau sulit dan yang akhirnya di buatlah Al-Azhar Memorial Garden ini.

Sebagai muslim juga tentunya kita menginginkan pemakaman yang sesuai syariat Islam bukan hanya asal di makamkan saja. Bagaimanapun juga kita adalah khalifah yang walaupun sudah meninggal juga masih sebagai khalifah. Syariat pemakaman dalam Islam ditujukan untuk memperlakukan jenazah dengan hormat.

Al Azhar Memotial Garden juga memiliki layanan prosesi pemakaman syariah yaitu menangani prosesi pemakaman, mulai dari rumah duka hingga ke Al-Azhar Memorial Garden dan pemindahan makam, dari makam lama ke Al-Azhar Memorial Garden.

Setelah di jelaskan oleh ibu Maya kami semua berkeliling naik bis menuju tempat pemakaman. Wahh, suasana yang nyaman, bersih sudah terasa ketika kita melewati jalan yang di setiap pinggirnya berjajar pohon-pohon.Terlihat juga para petugas kebersihan yang sedang membersihkan areal makam. Al-Azhar Memorial Garden ini memiliki luas 25 hektar dan saat ini sudah 3.000 lahan yang terjual namun baru 100 lahan saja yang sudah terisi.

Kalau kita membeli lahan pemakaman disini, kita hanya membayar uang di muka saja tidak perlu memikirkan biaya kebersihan makam setiap bulannya. Ada program wakaf juga di Al-Azhar Memorial Garden ini yaitu jika satu makam ada yang beli maka satu makam lagi di wakafkan untuk makam kaum Dhuafa dan untuk pemakaman kaum dhuafa juga menyatu dengan makam lainya alias tidak di pisah-pisah.

Berkunjung Al-Azhar Memorial Garden membuat saya terus termenung memikirkan segala amal perbuatan saya yang saya pikir belum cukup untuk bekal ketika saya mati nanti. Berfikir juga apa nanti ketika saya meninggal saya akan di makamkan dengan syariat Islam atau tidak ya oleh orang-orang terkasih saya yang masih hidup?

Ingin Berlangganan Artikel Islami?

Dengan berlangganan, Anda akan mendapatkan info setiap kali kami menerbitkan artikel.

Data nama dan email Anda adalah amanah kami, dan tidak akan disalahgunakan.

Silakan share:

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *
*

Related Story