Husnul Khotimah atau Khusnul Khotimah? Apa Perbedaannya?

2 September 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

husnul khotimah atau khusnul khotimah

‘Husnul khotimah’ atau ‘khusnul khotimah’? Banyak yang bingung mana penulisan yang benar antara keduanya. Hal ini akan menyangkut kepada salah satu cita-cita umat muslim yang diinginkan setiap orang. Kira-kira mana yang benar dan apa yang menjadi perbedaan diantara keduanya?

Husnul Khotimah atau Khusnul Khotimah

Banyak yang menganggap bahwa perbedaan dari keduanya hanyalah dari cara penulisan. Namun hal ini sangat keliru. Mati dalam keadaan baik merupakan hal yang diidamkan banyak umat muslim di dunia. Kejadian ini biasa disebut dengan husnul khotimah bukan khusnul khotimah. Mengapa begitu?

Husnul khotimah (حسن الخاتمة) berasal dari kata حسن (husn), yang berarti baik, bagus. Serta kata الخاتمة (al-khatimah), yang berarti penghabisan, penghentian, penutup, kesimpulan, bagian terakhir. Jadi, husnul khotimah bisa diartikan sebagai akhir kehidupan seseorang dalam kondisi yang baik alias diridhai Allah SWT.

Sedangkan itu, kalimat khusnul khotimah ( خسن الخاتمة ) memiliki arti “akhir yang hina”. Bila salah menggunakannya maka artinya akan sangat berbeda. Jika seseorang mendoakan muslim lainnya khusnul khotimah, maka ini bisa berarti mendoakan keburukan.

Namun, pada penerapan atau penggunaannya dalam bahasa Arab kalimat خسن dengan huruf خ bermakna hina atau tidak baik. Namun kalimat ini sendiri jarang atau hampir tidak pernah dipakai, atau digunakan bersama dengan kata الخاتمة. Kalimat yang sering digunakan untuk akhir yang tidak baik adalah سوء الخاتمة atau Su’ul Khatimah

Meraih Husnul Khotimah

Mengutip buku Meraih Husnul khatimah karya Abdullah Ibnu Muhammad Al-Mutlaq, husnul khatimah dapat diraih seorang Muslim jika orang tersebut meningkatkan taqwanya kepada Allah SWT. Sebagaimana Allah perintahkan dalam Surat Ali Imran ayat 102 yang berbunyi:

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰتِهٖ وَلَا تَمُوۡتُنَّ اِلَّا وَاَنۡـتُمۡ مُّسۡلِمُوۡنَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim.”

Imam Sufyan Al-Tsauri menyebutkan beberapa kiat-kiat untuk mendapatkan akhir yang husnul khotimah, yaitu:

  1. Menjaga iman dan ketakwaan secara istiqomah kepada Allah SWT.
  2. Berusaha sungguh memperbaiki lahir dan batin.
  3. Senantiasa berdoa kepada Allah agar diwafatkan dalam keadaan iman.
  4. Perbanyak dzikir kepada Allah dalam keadaan apapun.

Baca juga: Apa Arti Husnul Khotimah? Dan Cara Agar Meninggal Husnul Khotimah

Tanda Husnul Khotimah

Sebagai seorang manusia, tentu kita tidak bisa menilai apakah seseorang meninggal dalam keadaan husnul khotimah atau tidak. Namun ada beberapa hadis yang menunjukan sejumlah tanda bahwa seorang muslim meninggal secara husnul khotimah. Tanda-tanda tersebut adalah sebagai berikut ini:

  1. Mengucap kalimat syahadat saat akan meninggal
  2. Meninggal dunia dengan kening berkeringat
  3. Mati syahid
  4. Meninggal saat nifas, ataupun saat sedang hamil bagi wanita
  5. Ketika hartanya ingin dirampas orang lain
  6. Meninggal ketika ribath (menjaga wilayah perbatasan) di jalan Allah
  7. Meninggal dalam keadaan melakukan amal shalih

Itulah informasi mengenai perbedaan dari husnul khotimah atau khusnul khotimah. Perbedaan ini seharusnya tidak membawa perpecahan apabila kita saling menyediakan waktu untuk mempelajarinya. Marilah kita sebagai muslim saling mendoakan yang baik satu sama lain, meraih husnul khotimah yang kita idam-idamkan. Sekian informasi yang bisa kami berikan, semoga bisa membantu Anda. Apakah Anda sedang mencari pemakaman yang sesuai dengan syariat-syariat Islam? Jika iya, maka Anda harus tahu makam modern Al-Azhar Memorial Garden. Ini adalah pemakaman sesuai syariat Islam yang bisa menjadi pilihan Anda. Kunjungi website kami sekarang juga untuk informasi lebih lanjut.

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda * wajib diisi
*

Artikel Terkait