Hukum Meninggikan Kuburan dan Hadistnya dalam Islam

29 December 2021 by no comments Posted in artikel

hukum meninggikan kuburan

Hukum meninggikan kuburan sudah menjadi perbincangan oleh banyak umat Muslim. Apakah itu dibolehkan atau tidak diperbolehkan masih menjadi perdebatan beberapa orang.

Pada umumnya dalam Islam, ketika umat Islam dimakamkan, bentuk kuburannya sedikit lebih tinggi dan terdapat batu di bagian kiri dan kanannya. Namun, ada juga kuburan yang hanya memiliki batu nisan tanpa ada batu di sekitarnya.

Lalu, bagaimana kah sebenarnya hukum meninggikan kuburan dalam Islam, apakah itu haram? Mari simak penjelasannya.

Bagaimana Hukum Meninggikan Kuburan Dalam Islam?

Dikutip dari kanal YouTube Al-Bahjah TV, Buya Yahya menjelaskan bahwa beberapa ulama melakukan kesalahan tentang pembahasan ini.

Memang ada yang memegang teguh hadits dohir dan mengatakan bahwa selama menonjol maka kuburan itu haram. Namun sebagian ulama lain mengatakan bahwa jika hanya sebagai tanda maka sah-sah saja.

Kemudian, jika lebih dari itu, masih ada kesalahan mengenai sisi kubur yang tidak bisa disemen, yang tidak bisa ditempati atau diduduki.

“Sayyidina Ali melarang menduduki tempat kubur di atasnya maka haram menduduki diatasnya untuk itu diharamkan untuk disemen,” kata Buya Yahya.

Artinya, jika Anda memberikan batu di kiri dan kanannya dalam batas yang wajar, maka Anda tidak mengingkarinya, yang tidak boleh adalah menyemen kuburan di atas bagian-bagian yang tidak boleh ditempati.

Selanjutnya mengenai peninggian kuburan, jika ketinggian bangunan merupakan jenis kuburan yang dipuja dan disembah dan jika orang yang meninggal dianggap berpengaruh kemudian dibuatkan patung di atas kuburannya, maka hal itu diharamkan dan kuburannya diharamkan.

Sedangkan jika hanya meninggikan kuburan sebagai tanda dan tidak ada yang menginjak di atasnya, maka hal itu sah-sah saja.

Baca Juga: Hukum Membangun Kuburan di Mata Islam

Hadits Tentang Meninggikan Kuburan

Perihal hukum meninggikan kuburan, ada beberapa hadits yang bisa Anda jadikan sebagai patokan, antara lain:

Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu pernah memberi tugas kepada muridnya Abul Hayyaj al-Asadi. Ali bin Abi Thalib mengatakan,

”Maukah kamu saya beri tugas sebagaimana tugas yang pernah diberikan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepadaku? Jangan biarkan gambar makhluk bernyawa, sampai kamu merusaknya, dan jangan biarkan kuburan yang ditinggikan, sampai kamu meratakannya.” (HR Ahmad 741, Muslim 969, Abu Daud 3218, Turmudzi 1049, Abdurrazaq dalam Mushanaf 6487, al-Hakim dalam al-Mustadrak 1366, dan beberapa ulama lainnya).

Fadhalah bin Ubaid radhiallahu ‘anhu berkata:

Saya telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan untuk meratakannya (kuburan).” (HR Muslim 968)

Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhuma, dia berkata:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang menyemen kuburan, duduk di atasnya, dan membuat bangunan di atasnya.” (HR Muslim 970)

Melihat hadits-hadits tersebut, artinya tidak semata-mata menunjukkan bahwa meninggikan kuburan itu hukumnya haram. Hadits tersebut memberikan penekanan bahwa kita diperintahkan untuk meratakan makam yang mengingkari larangan dengan meninggikannya, agar disamakan dengan makam lainnya.

Baca Juga: Hukum dan Tata Cara Memindahkan Kuburan Lama

Pemakaman yang Sesuai Syariat Islam di Al-Azhar Memorial Garden

Pemakaman Islam Al-Azhar Memorial Garden dikelola berdasarkan syariat Islam, mulai dari penanganan jenazah sebelum dimakamkan hingga perawatan dan penjagaan makam pasca pemakaman, seluruhnya mengikuti aturan Islam.

Selain syar’i, Pemakaman Islam Al-Azhar Memorial Garden juga dikelola secara profesional sehingga menjadi salah satu komplek taman pemakaman terbaik. Kunjungi website resmi kami untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

Semoga kajian yang telah dibahas tadi dapat membantu Anda mengerti lebih baik mengenai hukum meninggikan kuburan menurut agama Islam.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *
*

Related Story