Hukum Mengurus Jenazah serta Hal yang Harus Dilakukan Kepada Orang Meninggal

3 September 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

hukum mengurus jenazah

Bagaimana hukum mengurus jenazah yang merupakan kewajiban bagi setiap muslim? Dalam syariat Islam, ada beberapa tata cara yang harus diikuti untuk mengurus orang meninggal.

Seluruh tata cara ini perlu diikuti mengingat hukum mengurus jenazah adalah fardu kifayah. Total ada empat kewajiban yang harus dilakukan, yaitu memandikan, mengafani, menyalatkan, dan mengubur. 

Tanpa perlu berlama-lama lagi, inilah hukum mengurus jenazah dalam Islam yang wajib diketahui.

Hukum Mengurus Jenazah

Seperti yang dituliskan di atas, ada empat kewajiban yang harus dilakukan dalam hukum mengurus jenazah. Mari kita bedah satu per satu.

1. Memandikan Jenazah

Memandikan jenazah bertujuan untuk memuliakan dan membersihkan tubuh orang yang sudah meninggal. Tata caranya adalah:

  • Letakkan jenazah dengan posisi kepala agak tinggi.
  • Ambil kain penutup dari jenazah lalu diganti dengan kain basahan agar auratnya tak terlihat.
  • Bersihkan gigi, lubang hidung, lubang telinga, celah jari tangan, celah ketiak, rambut, dan kaki.
  • Bersihkan kotoran jenazah dengan cara menekan perutnya perlahan-lahan agar apa yang ada di dalamnya keluar, lalu siram atau basuh tubuh jenazah dengan air sabun.
  • Siram dengan air bersih sambil berniat sesuai jenis kelamin jenazah. Niat memandikan jenazah laki-laki adalah Nawaitul ghusla adaa ‘an hadzal mayyiti lillahi ta’aalaa. Sedangkan untuk niat memandikan jenazah perempuan adalah Nawaitul ghusla adaa ‘an hadzihil mayyitati lillahi ta’aalaa.
  • Selanjutnya miringkan jenazah ke kanan, basuh lampung kiri sebelah belakang. Siram dengan air bersih dari kepala hingga kaki, termasuk menggunakan air kapur barus.
  • Jenazah bisa diwudhukan seperti orang mau salat. Lakukan dengan lembut.
  • Jika ada najis yang keluar setelah dimandikan dan mengenai badannya, wajib dibuang lalu dimandikan lagi. Kalau keluar najis di atas kafan, tidak perlu mandi lagi, cukup membuang najisnya saja.
  • Rambut jenazah wanita tidak boleh disanggul. Keringkan seluruh bagian tubuh jenazah agar tidak membasahi kain kafan.
  • Berikan wewangian tanpa mengandung alkohol sebelum dikafani, biasanya memanfaatkan air kapur barus.

Baca juga: Tata Cara Mengurus Jenazah yang Benar Menurut Islam

2. Mengafani Jenazah

Untuk mengafani jenazah, ada perbedaan untuk jenis kelamin pria dan wanita.

Cara mengafani jenis kelamin pria adalah:

  • Siapkan tali pengikat kafan, letakkan secara vertikal tepat di bawah kain yang menjadi pelapis pertama. Kain kafan lapis pertama harus dipotong sesuai ukuran jenazah.
  • Berikan wewangian di kain kafan lapis pertama. Selanjutnya bentangkan kain kafan lapis kedua sesuai ukuran jenazah lalu berikan wewangian juga.
  • Bentangkan kain kafan lapis ketiga yang juga dipotong sesuai ukuran jenazah, lalu berikan wewangian. 
  • Sekarang letakkan jenazah di tengah-tengah kain kafan lapis ketiga.
  • Tutup kain lapis ketiga dari sisi kiri ke nana, lalu kanan ke kiri. Ulangi cara yang sama untuk kain lapis kedua dan pertama. 
  • Ikat dengan tali pengikat yang telah disediakan.

Cara mengafani jenis kelamin wanita adalah:

  • Bentangkan dua lembar kain kafan sesuai ukuran jenazah. Letakkan kain sarung tepat di badan antara pusar dan kedua lutut.
  • Persiapkan baju gamis dan kerudung juga.
  • Sediakan 3 hingga 5 tali lalu letakkan di kain kafan paling bawah. Sediakan pula kapas yang sudah diberikan wewangian untuk diletakkan di anggota tubuh tertentu.
  • Baringkan jenazah di atas kain kafan dan berikan kapas ke beberapa anggota tubuh tertentu yang perlu dilakukan juga di jenazah pria. 
  • Selimutkan kain sarung di badan jenazah, antara pusar dan kedua lutut. 
  • Pasangkan baju gamis dan kain kerudung.
  • Selimutkan kedua kain kafan selembar demi selembar dimulai dari lapisan terasa hingga bawah. Ikat dengan beberapa utas tali yang telah disediakan sebelumnya.

3. Menyalatkan Jenazah

Sekarang waktunya menyalatkan jenazah. Tata cara menyalatkan jenazah adalah:

  • Berniat di dalam hati.
  • Berdiri bagi yang mampu.
  • Melakukan empat kali takbir (tidak ada ruku’ dan sujud).
  • Setelah takbir pertama, membaca Al Fatihah.
  • Setelah takbir kedua, membaca shalawat “allahumma sholli ‘ala Muhammad”
  • Setelah takbir ketiga, membaca doa untuk jenazah sebagai berikut:

Allahummaghfirla-hu warham-hu wa ‘aafi-hi wa’fu ‘an-hu wa akrim nuzula-hu, wa wassi’ madkhola-hu, waghsil-hu bil maa-i wats tsalji wal barod wa naqqi-hi minal khothoyaa kamaa naqqoitats tsaubal abyadho minad danaas, wa abdil-hu daaron khoirom min daari-hi, wa ahlan khoirom min ahli-hi, wa zawjan khoirom min zawji-hi, wa ad-khilkul jannata, wa a’idz-hu min ‘adzabil qobri wa ‘adzabin naar.

  • Takbir keempat membaca doa sebagai berikut:

Allahumma laa tahrimnaa ajro-hu wa laa taftinnaa ba’da-hu waghfir lanaa wa la-hu

  • Untuk jenazah perempuan, kata –hu diganti –haa.

4. Segera Dikuburkan

Hukum mengurus jenazah adalah menyegerakan penguburan. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah SAW yang dikisahkan Abu Hurairah r.a, “Segerakanlah pemakaman jenazah..”

Disarankan untuk memakamkan jenazah di kota tempat dia wafat. Jadi sebaiknya jangan dipindahkan ke kota atau negara lain. Jika dipindahkan, maka bisa menyalahi atau bertentangan dengan perintah untuk menyegerakan penguburan.

Pada saat Aisyah r.a mendengar bahwa saudaranya telah wafat di Wadi al-Habasyah namun dipindahkan dari tempat kematiannya, dia berkata, “Tidaklah ada yang merisaukan dan menyedihkanku kecuali aku ingin agar ia dikebumikan di tempat ia wafat.” (HR. Baihaqi).


Jadi itulah hukum mengurus jenazah dan tata caranya agar tidak ada lagi kesalahan. Jika Anda membutuhkan bantuan kavling makam, Taman Pemakaman Al Azhar Memorial Garden telah menyediakan taman pemakaman berdasarkan syariat Islam dan dikelola secara profesional.

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda * wajib diisi
*

Artikel Terkait