Bagaimana Hukum Menabur Bunga dan Menyiram Air di Kuburan

15 November 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

hukum menabur bunga dan menyiram air di kuburan

Apakah Anda sudah mengetahui informasi tentang hukum menabur bunga dan menyiram air di kuburan? Apakah kedua hal tersebut boleh dilakukan oleh umat muslim ketika sedang berziarah ke makam sanak saudara atau keluarga?

Pada kesempatan kali ini, Al Azhar Memorial Garden akan memberikan informasi lengkap kepada Anda mengenai apa saja hukum menabur kembang dan menyiram air di kuburan, sesuai dengan yang tertulis di dalam Al-Qur’an. Silakan simak informasi lengkapnya di bawah ini.

Memahami Hukum Menabur Bunga dan Menyiram Air Di Kuburan

Menabur bunga dan menyiram air ketika sedang berziarah ke makam seseorang merupakan tradisi yang sudah ada sejak zaman dahulu kala. Namun, ternyata ada beberapa golongan yang mengatakan bahwa tradisi ini tidak boleh dilakukan karena terbilang haram. Hal ini karena Rasulullah SAW tidak pernah melakukan hal tersebut.

Faktanya, tidak demikian. Di dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa menabur bunga dan menyiram air di kuburan seseorang merupakan sunnah. Berikut ini penjelasan lengkapnya yang bisa Anda pelajari, yaitu:

1. Dalil Menabur Bunga

Di dalam Fath Al-Mu’in yang ditulis oleh Al-Imam Zainuddin al-Malibari, terdapat pesan yang berbunyi seperti ini: 

يسن وضع جريدة خضراء على القبر للاتباع ولأنه يخفف عنه ببركة تسبيحها  وقيس بها ما اعتيد من طرح نحو الريحان الرطب ويحرم أخذ شيء منهما ما لم ييبسا لما في أخذ الأولى من تفويت حظ الميت المأثور عنه صلى الله عليه وسلم وفي الثانية من تفويت حق الميت بارتياح الملائكة النازلين

“Disunahkan meletakkan pelepah kurma yang hijau di atas kuburan, karena mengikuti apa yang dicontohkan oleh nabi dan karena siksaan mayit bisa diringankan berkah tasbih dari pelepah kurma itu. Disamakan dengan pelepah kurma adalah harum-haruman yang basah (seperti kembang). Dan haram mengambil sedikitpun dari itu semua selagi tidak kering. Sebab, pelepah kurma basah yang diambil dapat menghilangkan bagian (keuntungan) mayat yang telah disabdakan oleh nabi. (Dan haram mengambil atau menyingkirkan kembang-kembang harum yang masih basah) sebab dapat menghilangkan hak mayat yang berupa kesenangan saat malaikat turun.”

Dari Fathul tersebut, kita dapat melihat bahwa wangi harumnya kembang adalah kesukaan malaikat. Dengan demikian, malaikat akan datang ketika Anda menaburkan kembang pada makam yang sedang dikunjungi.

Baca Juga: 3 Manfaat Bunga di Kuburan Yang Harus Anda Tahu

2. Dalil Menyiram Air 

Menyiram air ke kuburan merupakan salah satu perbuatan sunnah. Air yang mengalir ke tanah kuburan menjadi bentuk harapan agar tanah kuburan tetap berada dalam kondisi yang dingin, seperti yang disampaikan dalam kitab Nihayatus Zain yang ditulis oleh Imam Nawawi al-Bantani berikut ini:

وَيُنْدَبُ رَشُّ الْقَبْرِ بِمَاءٍ باَرِدٍ تَفاَؤُلاً بِبُرُوْدَةِ الْمَضْجِعِ وَلاَ بَأْسَ بِقَلِيْلٍ مِنْ مَّاءِ الْوَرْدِ ِلأَنَّ الْمَلاَ ئِكَةَ تُحِبُّ الرَّائِحَةَ الطِّيْبِ

“Disunnahkan untuk menyirami kuburan dengan air yang dingin. Perbuatan ini dilakukan sebagai pengharapan dengan dinginnya tempat kembali (kuburan) dan juga tidak apa-apa menyiram kuburan dengan air mawar meskipun sedikit, karena malaikat senang pada aroma yang harum.”

Jadi, dari kitab di atas dapat disimpulkan bahwa Anda boleh menyiramkan air segar ataupun air mawar pada kuburan sanak saudara atau keluarga dengan maksud untuk menyegarkan kembali tempat peristirahatan terakhir mereka di dalam tanah. Setelahnya, Anda dapat menaburkan bunga kuburan sebagai wangi-wangian untuk menarik para malaikat agar datang mengunjungi kuburan mereka.
Sekian informasi yang dapat kami sampaikan seputar hukum menabur bunga dan menyiram air di kuburan. Selain itu, jika Anda membutuhkan kavling pemakanan yang mengikuti aturan syariat Islam, silakan hubungi Al Azhar Memorial Garden sekarang juga dan kami akan membantu menemukan kavling makam yang diinginkan.

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda * wajib diisi
*

Artikel Terkait