Hukum Membangun Kuburan di Mata Islam

29 Desember 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

hukum membangun kuburan

Dalam agama Islam, ada hukum membangun kuburan. Banyak umat muslim yang masih memiliki pertanyaan tentang membangun sebuah bangunan di atas kuburan atau mengijing dan menghias sebuah kuburan.

Biasanya, seseorang membangun di atas kuburan agar kuburan tersebut tidak terlihat menyeramkan. Padahal, Rasulullah Saw. sendiri melarang membangun dan memperindah sebuah kuburan seperti yang dijelaskan pada HR Muslim yang berbunyi,

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang untuk memplester kuburan, duduk di atasnya dan membangun kuburan.

Lantas, bagaimanakah Islam menyikapi pertanyaan tersebut? Mari simak penjelasannya.

Bagaimana Hukum Membangun Kuburan Dalam Islam?

Larangan dalam membangun kuburan atau mengijing kuburan adalah makruh menurut para ulama ketika tidak ada hajat dan jenazah dikuburkan pada tanah milik pribadi.

Namun, jika kuburan jenazah dikuburkan pada pemakaman umum dan dibuat sebuah bangungan di atasnya, maka hukumnya adalah haram dan kita diwajibkan untuk membongkar bangungan tersebut.

Syekh Zainuddin al-Maliabar pada kitab Fath al-Mu’in menjelaskan,

Makruh membangun kuburan, sebab adanya larangan syara’. Kemakruhan ini ketika tanpa adanya hajat, seperti khawatir dibongkar, dirusak hewan atau diterjang banjir. Hukum makruh membangun kuburan ini ketika mayit dikubur di tanah miliknya sendiri, jika membangun kuburan dengan tanpa adanya hajat atau memberi kubah pada kuburan ini di pemakaman umum, yakni tempat yang biasa digunakan masyarakat setempat untuk mengubur jenazah, baik diketahui asalnya dan keumumannya atau tidak, atau dikuburkan di tanah wakaf, maka membangun kuburan tersebut hukumnya haram dan wajib dibongkar, sebab kuburan tersebut akan menetap selamanya meski setelah hancurnya mayit, dan akan menyebabkan mempersempit umat muslim tanpa adanya tujuan” (Syekh Zainuddin al-Maliabar, Fath al-Mu’in, hal. 219).

Ada juga beberapa hadits yang bisa Anda jadikan patokan perihal hukum untuk mengijing kuburan, antara lain:

Fadhalah bin Ubaid radhiallahu ‘anhu berkata:

“Saya telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan untuk meratakannya (kuburan).” (HR Muslim 968)

Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhuma, dia berkata:

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang menyemen kuburan, duduk di atasnya, dan membuat bangunan di atasnya.” (HR Muslim 970)

Melihat hadits-hadits di atas, artinya tidak semata menunjukkan bahwa membuat bangunan atau mengijing kuburan itu haram. Hadits tersebut memberikan penekanan bahwa kita diperintahkan untuk meratakan makam yang mengingkari larangan tersebut, agar disamakan dengan makam lainnya.

Namun, hal tersebut berbeda jika kuburan tersebut adalah milik jenazah orang yang shaleh, ulama, atau kekasih Allah, maka makam tersebut boleh diabadikan dengan dibangun agar orang-orang dapat berziarah ke sana, seperti yang dikatakan dalam Hasyiyah I’anah Ath-Thalibin:

“Makam para ulama boleh dibangun meskipun dengan kubah, untuk menghidupkan ziarah dan mencari berkah. Al-Halabi berkata: ‘Meskipun di lahan umum’, dan ia memfatwakan hal itu.” (Syekh Abu Bakr Muhammad Syatha, Hasyiyah I’anah Ath-Thalibin, juz 2, hal. 137).

Baca Juga: Hukum Memindahkan Makam Dalam Kacamata Islam

Al-Azhar Memorial Garden, Pemakaman yang Memenuhi Syariat Islam

Jika Anda sedang mencari pemakaman yang memenuhi syariat Islam, Anda bisa memilih Al-Azhar Memorial Garden.

Selain syar’i, Pemakaman Islam Al-Azhar Memorial Garden juga dikelola secara profesional sehingga menjadi salah satu komplek taman pemakaman terbaik. Kunjungi website resmi kami untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

Semoga bacaan tadi dapat membantu Anda mengerti lebih dalam mengenai hukum membangun kuburan dalam Islam.

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda * wajib diisi
*

Artikel Terkait