Bagaimana Hukum Melayat Orang Meninggal?

6 Desember 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

hukum melayat orang meninggal

Hukum melayat orang meninggal di dalam Islam memang tidak boleh sembarangan. Disebut juga sebagai takziah atau kunjungan untuk mengucapkan belasungkawa, mengunjungi orang meninggal bersifat sunnah. Jadi boleh dilakukan, tapi juga boleh untuk tidak dilakukan. 

Imam an-Nawawi dalam al-Adzkar ab-Nawawiyyah pernah menyampaikan:

“Ketahuilah, takziah hakikatnya adalah tashabbur (mengajak sabar), menyampaikan hal-hal yang dapat menghibur keluarga orang meninggal, meringankan kesedihannya, dan memudahkan urusan musibahnya. Hukum takziah sendiri adalah sunnah. Ia mencakup urusan amar makruf dan nahi. Ia juga termasuk ke dalam firman Allah, Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran, (QS. Al-Maidah [al-Maidah [5]: 2). 

Selain itu masih ada beberapa hukum atau adab yang harus diperhatikan ketika sedang melayat. Apa saja hukum-hukumnya?

Hukum Melayat Orang Meninggal

Ada beberapa hukum atau adab ketika Anda sedang melayat orang meninggal. Beberapa adab tersebut adalah:

1. Memperlihatkan rasa duka

Ketika Anda sedang melayat, sebaiknya tampilkan rasa duka kepada keluarga yang tertimpa musibah. Jangan sampai Anda datang melayat tapi malah menampakkan kebahagiaan di depan keluarga. Tentu saja itu adalah langkah yang salah, tidak berempati, sekaligus tidak sopan. Sebaiknya Anda memperlihatkan rasa duka sebagai salah satu perbuatan yang mulia.

2. Hindari hal-hal yang tidak pantas

Mungkin Anda bingung terkait apa saja hal-hal yang tidak pantas. Beberapa hal-hal yang tidak pantas ketika melayat orang meninggal, seperti menggunakan pakaian yang berlebihan dan memakai riasan yang terlalu menor.

Anda sebaiknya tampil secara sederhana saja. Selain untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, penampilan Anda terasa seperti memahami bagaimana rasa duka keluarga tersebut. 

3. Tidak berbicara yang aneh atau lebih baik diam

Banyak kejadian ketika seseorang datang melayat orang meninggal malah mengeluarkan beberapa komentar tidak pantas. Contohnya seperti menanyakan kronologis meninggalnya mendiang atau beberapa topik lainnya yang tidak pantas.

Ketika Anda datang melayat, sebaiknya fokus untuk mendoakan agar keluarga yang ditinggal diberikan kekuatan dan ketabahan. Selain itu juga berdoa agar almarhum atau almarhumah diberikan tempat terbaik di sisiNya. Jangan sampai Anda datang dengan membawa energi negatif dari segi perbuatan dan ucapan karena itu sama saja tidak menghormati keluarga yang ditinggalkan.

Baca Juga: 6 Cara Mengirim Doa Untuk Orang yang Sudah Meninggal Dunia

Hadist dan Ayat tentang Melayat

Ada beberapa hadist dan ayat tentang melayat yang perlu Anda ketahui. Walaupun terhitung sunnah, namun sangat disarankan untuk datang melayat. Ada pahala yang dapat diberikan kepada orang melayat. Contohnya seperti hadist dari Rasulullah SAW:

“Siapa saja yang bertakziah kepada orang yang terkena musibah, maka dia akan mendapat pahala seperti orang yang mendapat musibah tersebut,” (HR. at-Tirmidzi dan al-Baihaqi).

Nabi Muhammad SAW juga pernah bersabda:

“Tidaklah seorang mukmin bertakziah sudaranya yang ditimpa musibah kecuali Allah akan mengenakan pakaian kemuliaan pada hari Kiamat.” (Ibnu Majah dan al-Baihaqi).

Jadi itulah penjelasan tentang bagaimana hukum melayat orang meninggal. Beberapa informasi di atas sebaiknya Anda ingat ketika melayat. Jangan sampai Anda datang melayat dengan penampilan dan tingkah laku yang tidak sopan. 

Kematian sendiri merupakan suatu hal yang pasti di dalam hidup kita. Itulah mengapa kita harus mempersiapkan diri menghadapi kematian. Salah satunya dengan mempersiapkan kavling makam. Al Azhar Memorial Garden telah menyediakan taman pemakaman berdasarkan syariat Islam dan dikelola secara profesional. Klik di sini untuk mendapatkan informasi lebih lengkap.

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda * wajib diisi
*

Artikel Terkait