Bacaan Doa Pada Tahlilan

29 Desember 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

doa 40 hari orang meninggal

Doa 40 hari orang meninggal biasanya dibacakan saat tahlilan. Dalam budaya umat muslim di Indonesia dan Malaysia, ketika ada seseorang yang meninggal, maka mereka akan mengadakan tahlilan pada 7 hari pertama, hari ke-40, hingga hari ke-1000 untuk orang tersebut.

Menyampaikan doa kepada orang yang telah tiada akan tersampaikan kepada mereka sebagai bentuk amal. Maka dari itu, jangan berhenti untuk selalu berdoa kepada Allah untuk orang tersayang yang telah tiada.

Berikut adalah doa yang biasanya dibacakan di dalam tahlilan atau doa 40 hari orang meninggal.

Apa Saja Doa 40 Hari Orang Meninggal saat Tahlil?

A’uudzu billahi minasyaithoonirrojiim, bismillahirrohmanirrohiim. Alhamdulillahi robbil ‘alamiin, hamdan syaakirin hamdan na’imiin, hamdan yuwafi ni’amahu wa yukaafiu maziidah, yaa robbanaa lakalhamdu kamaa yanbagii lijalaali wajhika wa ‘azhiimi sulthoonika.

Artinya, “Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk. Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah penguasa alam semesta, sebagaimana orang-orang yang bersyukur dan orang-orang yang mendapat banyak kenikmatan memuji-Nya. Dengan pujian yang sepadan dan nikmat-Nya dan memungkinkan pertambahannya. Wahai Tuhan kami, pujian hanyalah untuk-Mu, sebagaimana yang layak akan kemuliaan dzat-Mu dan keagungan kekuasaan-Mu.”

Allahumma shalli wa sallim wa baarik ‘alaa sayyidina Muhammadinil Fathih limaa ugliqa, wal khaatimi limaa sabaqa, wan nashiril haqqaa bil haqqi, wal haadii ilaa shiraatin mustaqiim. Shallallahu ‘alaiyhi, wa ‘alaa aalihii, wa ashhaabihii haqqa qadrihi wa miqdaarihil azhiim.

Artinya, “Ya Allah limpahkanlah shalawat, salam, dan keberkahan kepada junjungan kami, Nabi Muhammad SAW., pembuka apa yang terkunci, penutup apa yang telah lalu, pembela yang hak dengan yang hak, dan petunjuk kepada jalan yang lurus. Semoga Allah melimpahkan shalawat kepadaNya, keluarga dan para sahabatnya dengan hak derajat dan kedudukannya yang agung.”

Allahumma sholli ‘alaa sayyidinaa Muhammadin sholatan tunjiinaa bihaa min jami’il-ahwaali wal-aafaati wa taqdhii lanaa bihaa min jamii’is-sayyi’aati wa tarfa’unaa bihaa ‘indaka a’lad-darajaati wa tarfa’unaa bihaa aqshal-gaayaati min jami’il-khairaati fil-hayaati wa ba’dal-mamaati.

Artinya, “Ya Allah, limpahkan rahmat-Mu kepada Nabi Muhammad SAW. dan keluarganya. Hanya dengan rahmat-Mu yang akan menyelamatkan kami dari semua marabahaya, mengabulkan semua keperluan kami, membersihkan kami dari segala kesalahan, mengangkat kami ke tempat derajat yang tinggi serta menyampaikan kami kepada puncak kebaikan, sejak kami hidup sampai meninggal dunia. Sesungguhnya orang-orang yang berjanji setia kepada-Mu, itu sebenarnya mereka berjanji kepada Allah. Tangan Allah di atas tangan-tangan (kekuasaan) mereka. Maka barangsiapa melanggar janjinya, niscaya akibat dari melanggar janji itu akan menimpa dirinya sendiri dan barangsiapa yang menepati janjinya kepada Allah maka Allah akan memberinya pahala yang besar.”

Allaahumma taqobbal wa aushil tsawaba maa qoro’naahu minal qur’aanil ‘azhiimi wamaa hallalnaa wa maa sabbahnaa wa mastaghfarnaa wa maa shollainaa ‘alaa sayyidinaa muhammadin shollalloohu ‘alaihi wa sallama hadiyyatan waashilatan wa rohmatan naazilatan wa barokatan syaamilatan ilaa hadhrotin habiibinaa wa syafii’inaa wa qurroti a’yuninaa sayyidinaa wa maulaanaa muhammadin shollallaahu ‘alaihi wa sallam, wa ilaa jamii’i ikhwaanihii minal anbiyaa’i walmursaliina wal auliyaa’i wasy-syuhadaa’i wash-shoolihiina wash shohaabati wattaabi’iina wal ‘ulamaa’il ‘aamiliina wal mushonnifiinal mukhlishiina wa jamii’il mujaahidiina fii sabiilillaahi robbil’aalamiin, wa malaa’ikatil muqorrobiin.

Artinya, “Ya Allah, terimalah dan sampaikanlah pahala Al-Qur’an yang kami baca, tahlil kami, tasbih kami, istighfar kami dan shalawat kami kepada Nabi Muhammad SAW sebagai hadiah yang menjadi penyambung, sebagai rahmat yang turun dan sebagai berkah yang menyebar kepada kekasih kami, penolong kami dan buah hati kami, pemuka dan pemimpin kami, yaitu Nabi Muhammad SAW, juga kepada seluruh kawan-kawan beliau dari kalangan para Nabi dan Rasul, para wali, para syuhada’, orang-orang shalih, para sahabat, para tabi’in, para ulama yang mengamalkan ilmunya, para pengarang yang ikhlas dan orang-orang yang berjihad di jalan Allah Tuhan semesta alam, serta para malaikat yang selalu beribadah.”

Tshumma Ilaa Jamii’i Ahlil Qubuuri Minal Muslimiina Walmuslimaati Walmu’miniina Walmu’minaati Mim Masyaariqil Ardhi Ilaa Maghooribihaa Barrihaa Wabahrihaa Khushushon Ilaa Aabaainaa Wa-Ummahaatinaa Wa-Ajdaadinaa Wa jaddaatinaa Wanakhush-Shu Khushuuson man ijtama’naa Haahunaa Bisababihii Wa li-ajlihii. (Wa Khushuuson ilarruhi …., Wa Khushuuson ilarruhi …., Wa Khushuuson ilarruhi ….).

Artinya, “Kemudian kepada seluruh penghuni kubur dari kalangan orang-orang islam laki-laki dan perempuan, orang mukmin laki-laki dan perempuan, dari belahan bumi timur dan barat, di laut dan di darat, terutama kepada bapak-bapak dan ibu-ibu kami, kakek dan nenek kami, dan kepada orang yang menyebabkan kami berkumpul di sini, dan untuk keperluannya, dan khusus kepada arwah …….. (sebutkan nama almarhum/almarhumah).”

Allaahummaghfir Lahum Warhamhum Wa ‘Aafihim Wa’fu ‘Anhum. Allaahumma Anzilir Rohmata Walmaghfirota ‘Alaa Ahlilqubuuri Min Ahli Laa Ilaaha Illallaahu Muhammadur Rasuulullaah. Allaahumma Arinal Haqqo Hqaaon Warzuqnat Tibaa’ahu, Wa Arinal Baathila, Baathilan Warzuqnaj Tinaabahu. Robbanaa aatinaa fiddunyaa hasanah, wafil aakhiroti hasanah waqinaa ‘adzaaban naar. Subhaana robbika robbil ‘izzati ‘ammaa yashifuun, wasalaamun ‘alal mursaliina walhamdu lillaahi robbil ‘aalamiin. Al-faatihah.

Artinya, “Ya Allah, ampunilah mereka, kasihanilah mereka, berilah mereka kesejahteraan dan maafkanlah mereka. Ya Allah, turunkanlah rahmat dan ampunan kepada ahli kubur yang selalu mengucapkan “Laa Ilaaha illallaah muhammadur rasuulullaah” (Tidak ada Tuhan selain Allah, Muhammad adalah utusan Allah).”

Allahumma inna nas’aluka salaamatan fiddiin, wa’afiyatan fil jasad, waziyaadatan fil ‘ilmi, wabarookatan firrizqi, watawbatan qablal maut, wa rohmatan indal maut, wa magfirotan ba’dal maut. Allahumma hawwin ‘alainaa fii sakaraatil maut, wa najata minn-naari, wal ‘afwa indal hisaab.

Artinya, “Ya Allah ya Tuhan kami, kami mohon keselamatan agama, kesehatan jasmani, bertambahnya ilmu dan berkah rizki, dapat bertaubat sebelum mati, mendapat rahmat ketika mati, dan memperoleh ampunan setelah mati. Ya Allah, mudahkanlah kami pada gelombang sakaratul maut. Bebaskanlah kami dari azab neraka-Mu dan memperoleh ampunan ketika kami dihisab.”

Rabbanaa laa tujig quluubanaa ba’da idz hadaitanaa wahablanaa milladunka, rohmatan innaka antal wahhaab.

Artinya, “Ya Tuhanku janganlah Engkau palingkan hati kami setelah Engkau beri petunjuk, dan berilah kami rahmat, sesungguhnya Engkau adalah dzat yang banyak pemberiannya.”

Allahummaghfirlanaa dzunuubanaa wa liwalidainaa warhamhumaa kamaa robbayaanaa shighaaraa.

Artinya, “Ya Allah, ampunilah dosa kami dan dosa kedua orang tua kami dan sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangi kami diwaktu kecil.”

Rabbanaa hab lanaa min azwajinaa wa dzurriyyatina qurrota a’yun, waj’alnaa lil muttaqiina imaamaan.

Artinya. “Wahai Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri dan keturunan kami sebagai penyenang hati, dan jadikanlah kami imam (pemimpin) bagi orang-orang yang bertakwa.”

Allaahumma Arinal Haqqo Hqaaon Warzuqnat Tibaa’ahu, Wa Arinal Baathila Baathilan Warzuqnaj Tinaabahu. Robbanaa aatinaa fiddunyaa hasanah, wafil aakhiroti hasanah waqinaa ‘adzaaban naar. Subhaana robbika robbil ‘izzati ‘ammaa yashifuun, wasalaamun ‘alal mursaliina walhamdu lillaahi robbil ‘aalamiin. Al-faatihah.

Artinya, “Ya Allah, tunjukkanlah kepada kami kebenaran dengan jelas jadikanlah kami pengikutnya dan tunjukkanlah kepada kami perkara batil dengan jelas dan anugerahilah kami untuk menjauhinya. Wahai Tuhan kami, berikanlah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta jauhkanlah kami dari siksa api neraka. Maha suci Tuhan, Tuhan pemilik kemuliaan, dari sifat-sifat yang mereka (musuh-musuhNya). Semoga keselamatan tetap melimpahkan kepada para utusan-Nya dan segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam. Alfatihah.”

A’udzu billahi minasyaithoonirrojiim, Bismillaahirrohmanirrohiim. Alhamdulillaahi Robbil ‘aalamiin. Ar Rohmaanir Rohiim. Maaliki yawmid diin. Iyyaa-Ka na’budu wa iyyaa-Ka nasta’iin. Ihdinas shirootol mustaqiim. Shirootholladziina an’am-Ta ‘alaihim ghoiril maghdhuubi ‘alaihim waladdhoooolliin

Artinya, “Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk. Dengan menyebut Nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Maha Pemurah lagi Maha Penyayang Yang menguasai hari pembalasan. Hanya Engkaulah yang kami sembah dan hanya Engkaulah kami mohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus. (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat. (QS. Al-Fatihah:1-7).”

Itu adalah doa yang biasanya dibacakan di dalam tahlilan. Semoga ini dapat membantu Anda menyampaikan doa kepada orang tersayang Anda yang telah tiada.

Jika Anda sedang mencari pemakaman, Al-Azhar Memorial Garden menyediakan taman pemakaman berdasarkan syariat Islam dan dikelola secara profesional. Kunjungi website kami untuk mendapatkan informasi lebih lengkap. Semoga bacaan doa 40 hari orang meninggal ini dapat membantu Anda untuk tahlilan.

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda * wajib diisi
*

Artikel Terkait