Sesuai Sunnah Mengubur Jenazah Muslim Pria dan Wanita

30 April 2020 by no comments Posted in tata cara menguburkan jenazah muslim

Ada empat tahapan mengurus jenazah dalam Islam. Ketika seorang Muslim meninggal maka yang masih hidup wajib memandikan, mengkafani, dan mensholatkan jenazahnya.

Setelah mensholatkan, mereka kemudian mengubur jenazah tersebut menurut ajaran Islam atau sesuai dengan sunnah.

Cara mengubur jenazah tidak boleh sembarangan. Dalam tata cara mengubur jenazah sesuai sunnah, ada adab dan perlakuan khusus yang harus diperhatikan.

Di sana ada perlakuan khusus dan doa-doa yang harus diucapkan dalam tata cara mengubur jenazah menurut Islam.

Adanya doa dan perlakuan khusus dalam tata cara mengubur jenazah sesuai sunnah ini menunjukkan bahwa Islam sangat memuliakan manusia.

Tidak hanya di masa hidupnya, ketika meninggal dunia pun manusia masih mendapat perlakuan yang baik dari sesamanya.

Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam Alquran, yang artinya, ” Dan sungguh telah Kami muliakan anak keturunan Adam.” (QS. Al-Isra: 70)

Dirangkum dari berbagai sumber, Dream akan menjelaskan bagaimana tata cara mengubur jenazah laki-laki dan perempuan yang benar sesuai sunnah.

Tata Cara Mengubur Jenazah Laki-laki dan Perempuan Yang Benar Sesuai Sunnah

Mempersiapkan Lubang Kubur

Sebelum sampai pada cara mengubur jenazah menurut Islam, maka yang harus dilakukan adalah mempersiapkan lubang kubur untuk si mayit.

Ada beberapa hal yang harus dilakukan dalam tata cara mengubur jenazah saat mempersiapkan lubang kubur ini.

1. Lubang kubur harus dalam

Dalam mempersiapkan lubang kubur, maka harus dalam setinggi orang berdiri dengan tangan melambai ke atas. Sementara lebarnya seukuran satu dzira (hasta) lebih satu jengkal atau kira-kira 50 cm.

Lubang kubur digali pada tanah yang kuat dan dalam agar saat membusuk bau jasadnya tidak tercium dan aman dari gangguan hewan pemakan bangkai. Selain itu, untuk menghindari longsor akibat aliran air yang mengalir saat hujan.

2. Bentuk lubang kubur

Bila tanahnya keras, disunahkan membuat liang lahat di dalam lubang kubur. Yang dimaksud liang lahat di sini adalah lubang yang dibuat di dinding kubur sebelah kiblat seukuran yang cukup untuk menaruh jenazah.

Jenazah diletakkan di liang lahat tersebut kemudian ditutup dengan batu pipih lalu diurug dengan tanah. Namun di Indonesia, orang-orang umumnya memakai papan kayu sebagai pengganti batu pipih agar tanahnya tidak runtuh mengenai jenazah.

Namun jika tanahnya gembur, disunahkan membuat semacam lubang lagi di dasar kubur seukuran yang dapat menampung jenazah. Jenazah diletakkan di lubang tersebut kemudian di bagian atasnya ditutup dengan batu pipih atau papan kayu lalu diurug dengan tanah.

3. Dikubur di pemakaman Muslim

Idealnya jenazah seorang Muslim dikubur di pemakaman yang memang khusus Muslim. Namun apabila tidak terdapat pemakaman muslim dan harus dilakukan penguburan segera, maka bisa dikubur di pemakaman umum asalkan tata cara mengubur jenazahnya tetap menurut Islam atau sesuai sunnah.

4. Waktu menguburkan jenazah

Soal waktu menguburkan jenazah juga perlu diperhatikan karena bisa berdampak pada proses pemakaman dan ketersediaan panitia penguburan. Beberapa waktu yang sebaiknya dihindari saat akan menguburkan jenazah:

  • Ketika matahari terbit hingga naik
  • Ketika matahari berada di tengah-tengah
  • Ketika matahari hampir terbenam atau benar-benar terbenam.

Membawa dan Mengiringi Jenazah ke Kuburan

Setelah bagian penggali kubur mempersiapkan lubang kubur, sekarang saatnya keluarga, kerabat, teman atau tetangga membawa dan mengiringi jenazah ke kuburan atau pemakaman.

Berikut adalah hal-hal yang perlu diperhatikan saat membawa dan mengiringi jenazah ke kuburan:

1. Mengiringi jenazah dengan kusyuk

Saat mengiringi jenazah, hendaknya dilakukan dengan kusyuk. Karena ini adalah momen terakhir bagi keluarga, kerabat, teman atau tetangga mendampingi jenazah ke tempat peristirahatan terakhirnya. Maka dari itu, saat mengiringi jenazah hendaknya dengan khidmat dan tidak diselingi dengan bercanda. Selain itu, dilarang untuk membaca dzikir atau membaca Alquran.

2. Adab pengiring jenazah

Pengiring jenazah yang berjalan kaki di sekitar keranda mayat, sementara yang menggunakan kendaraan berada di belakang iringan jenazah. Jika kendaraan mau lewat, maka mendahulukan iringan jenazah.

3. Adab memasuki kuburan

Ketika sampai di kuburan, para pengiring jenazah tidak dianjurkan untuk duduk terlebih dahulu sebelum jenazah diturunkan dari pundak yang membawanya. Selain itu, para pengiring pun juga harus mengucapkan salam yang diajarkan oleh Rasulullah berikut ini.

” Assalamu alaikum ya ahlad diyar minal mukminin wa muslimin,wa inna insya Allahu bikum la hiqun, nasalullahi lana walakumul ‘afyah.”

Artinya: ” Semoga keselamatan tercurah kepada kalian, wahai penghuni kubur, dari (golongan) orang-orang beriman dan orang-orang Islam. Kami insya Allah akan menyusul kalian, saya meminta keselamatan untuk kami dan kalian.”

Memasukkan Jenazah ke Dalam Lubang Kubur

Khusus untuk jenazah perempuan, maka dibentangkan kain di atas lubang kubur. Saat memasukkan jenazah ke dalam lubang kubur, yang melakukan sebaiknya dua atau tiga orang laki-laki yang paling dekat dengan keluarga si mayit pada saat hidupnya.

Selain itu, orang-orang yang memasukkan jenazah ke dalam lubang kubur diusahakan adalah mereka yang saat malam harinya tidak junub. Jenazah diletakkan dengan mendahulukan kepala dan kemudian meluruskan kakinya.

Pada saat meletakkannya di liang lahat disunahkan membaca Bismillahi wa ‘ala sunnati Rasulillahi shallallâhu ‘alaihi wa sallama yang artinya ” Dengan Nama Allah dan atas agama Rasulullah” .

Cara mengubur jenazah dengan membaca doa ini sesuai sunnah Rasulullah sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Imam Abu Dawud.

” Dari sahabat Abdullah bin Umar, bahwa bila Rasulullah meletakkan jenazah di dalam kubur, beliau membaca Bismillahi wa ala sunnati Rasulillahi shallallâhu ‘alaihi wa sallama.”

Posisi Jenazah di Dalam Lubang Kubur

Wajib memiringkan jenazah ke sebelah kanan atau menghadapkannya ke arah kiblat. Jika jenazah tidak dihadapkan ke arah kiblat namun terlanjur diurug tanah, maka lubang kubur wajib digali kembali dan menghadapkan jenazahnya ke arah kiblat.

Setelah jenazah diletakkan secara pelan di dasar kubur, disunahkan untuk melepas tali ikatannya dimulai dari kepala dan membuka kain yang menutupi pipi serta jari-jari kaki sehingga bisa menempel ke tanah.

Seperti penjelasan sebelumnya, disunahkan meletakkan jenazah di liang kuburnya dengan posisi tubuh miring ke sebelah kanan. Karena kalau tubuhnya miring ke sebelah kiri, hukumnya makruh.

Dalam konteks wilayah Indonesia, arah kiblatnya cenderung ke arah barat. Sehingga kepala selalu berada utara. Bila posisi kepala ada di sebelah selatan, maka untuk menghadapkannya ke arah kiblat mesti memiringkan tubuhnya ke sisi kiri.

Proses Menutup Lubang Kubur

Untuk menutup jenazah, maka digunakan beberapa papan kayu dengan memberikan rongga yang cukup di sela-selanya. Setelah itu liang kubur ditimbun dengan tanah yang ditinggikan satu jengkal.

Setelah selesai ditimbun, maka lubang kubur dipasangi batu, kayu, atau bambu di bagian kepala tanpa diberi tulisan apa pun. Jika proses menutup kuburan sudah selesai, pengiring jenazah dan para pengantar jenazah menaburkan tanah ke atas kuburan sebanyak tiga kali.

Hal-hal Yang Dilarang Saat Mengubur Jenazah

Ada beberapa hal yang dilarang dalam tata cara mengubur jenazah laki-laki dan perempuan yang benar sesuai sunnah.

  • Meninggikan timbunan kuburan lebih dari satu jengkal di atas permukaan tanah.
  • Menembok kuburan atau membangun kijing di atasnya
  • Membuat tulisan pada nisan atau kayu penanda kuburan
  • Duduk di atas kuburan
  • Menjadikan kuburan sebagai tempat sholat atau membaca Alquran
  • Berjalan di atas kuburan tanpa menggunakan alas kaki
  • Melakukan perbuatan-perbuatan yang dapat menjurus ke arah syirik dan takhayul, seperti minta doa, cari jimat dan perbuatan mistis lainnya.

Demikian tadi tata cara mengubur jenazah laki-laki dan perempuan sesuai sunnah. Semoga hal ini menambah pengetahuan tentang hukum Islam.

Hukum Azan Sebelum Mengubur Jenazah

Seolah sudah menjadi bagian dari tradisi di Indonesia, masyarakat selalu mengumandangkan azan saat jenazah hendak dimasukkan ke liang lahat.

Lalu, apakah mengumandangkan azan sebelum menguburkan jenazah memang sesuai dengan ajaran Islam?

Salah seorang ulama mazhab Syafi’i yang bernama Ibnu Hajar Al Haitsaimi rahimahullah pernah ditanya pertanyaan yang senada.

Beliau menjawab, perbuatan tersebut tidak ada tuntunan dalam syariat.

Siapa yang menyangkanya sebagai sunah yang dilakukan ketika turun ke liang kubur, karena meng-qiyaskan dengan anjuran mengazani bayi yang baru lahir, sebagai bentuk penyamaan antara akhir kehidupan dengan awal kehidupan, maka dia telah keliru.

Di mana sisi kesamaannya sehingga bisa dikaitkan? Semata-mata ini dilakukan di awal, kemudian yang ini dilakukan di akhir, tidak bisa kemudian dianalogikan seperti itu. (Al-Fatawa Al-Fiqhiyyah Al-Kubro 3/24).

Source:https://www.dream.co.id/your-story/tata-cara-mengubur-jenazah-sesuai-sunnah-islam-190912t.html

Syariat Islam: Tata cara menguburkan jenazah Muslim

30 April 2020 by no comments Posted in tata cara menguburkan jenazah muslim

Bagi seorang muslim yang masih hidup, merupakan kewajiban untuk menguburkan kaum muslimin yang telah meninggal. Hukumnya sendiri fardu kifayah (kewajiban kolektif). Menguburkan jenazah tidak hanya sekedar menimbun jenazah dengan tanah begitu saja. Ada aturan tertentu yang telah ditetapkan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala tentang tata cara pelaksanaan penguburan ini mengenai perlakuan yang harus dilakukan dan doa yang harus dipanjatkan.

Aturan dalam Islam perihal penguburan ini menunjukkan bahwa Islam sangat memuliakan manusia. Tidak hanya ketika baru lahir di dunia dan semasa hidup, tapi setelah meninggal jenazah harus diperlakukan dengan baik.

Kewajiban dalam mengubur jenazah adalah dengan mengubur jenazah pada satu liang lahat yang dapat mencegah tersebarnya bau dan dimangsa binatang buas, serta menghadapkan ke arah kiblat. Untuk lebih sempurnanya, mengubur jenazah dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

  1. Sebelum dikuburkan, jenazah harus disalati terlebih dahulu. Islam memerintahkan agar jenazah segera dikubur atau dimakamakan.
  1. Kaum muslimin yang masih hidup hendaknya mengantar jenazah ke kubur dengan cara memikul keranda jenazah karena termasuk dalam amal kebaikan. Ketika mengantar jenazah ke pemakaman, hendaknya untuk menjaga ketenangan, menyegerakan pemakaman, berdiri di sisi makam untuk beberapa saat, dan menaburkan tanah setelah pemakaman.
  1. Lubang kubur hendaknya telah dipersiapkan terlebih dahulu sebelum jenazah tiba di. Lubang kubur dibuat cukup dalam, kira-kira setegak badan orang dewasa atau 50 hasta dengan lebar lebih kurang satu meter. Lubang kubur dibuat cukup dalam agar tidak mengeluarkan bau dan tidak mudah dibongkar binatang buas.
  1. Di dasar lubang yang telah dibuat, dibuat kembali lubang yang lebih sempit untuk meletakkan jenazah. Lubang sempit ini biasa disebut oleh masyarakat sebagai liang lahat. Ada dua cara untuk membuat liang lahat ini.

Pertama, berbentuk relung sempit selebar dan sepanjang badan jenazah yang terletak di tengah-tengah kubur atau lubang yang pertama. Kedua, berbentuk relung sepanjang dan selebar badan yang terletak di salah satu sisi kubur.

  1. Mengubur jenazah berarti memasukkan jenazah ke liang lahat tersebut dengan hati-hati. Pada saat memasukkan jenazah ke liang lahat, jenazah diletakkan dalam posisi miring. Diperbolehkan meletakkan tanah yang dikeraskan untuk mengganjal punggung dan menyangga kepala jenazah.
  1. Setelah itu, tali-tali yang mengikat jenazah dibuka dan bagian muka serta kaki dibuka sedikit agar pipi kanan dan ujung kaki jenazah menempel di tanah.
  1. Kemudian liang lahat ditutup dengan papan atau kayu, lalu ditimbun dengan tanah. Timbunan tanah pada liang lahat boleh ditinggikan kurang lebih satu jengkal dan diberi tanda dengan batu nisan.
  1. Setelah penguburan, orang yang hadir di pemakaman disunahkan menaburkan tanah ke arah kepala jenazah sebanyak tiga kali. Selain itu, disunahkan pula orang-orang yang hadir untuk memohonkan ampun bagi jenazah. Hal ini dipertegas oleh hadits Rasulullah Salallahu ‘alaihi wassalam, yang artinya:

Dari Utsman, “Nabi Salallahu ‘alaihi wassalam jika selesai menguburkan jenazah, berdirilah beliau, lalu bersabda. ‘Mintakan ampun saudaramu dan mintakanlah supaya ia berketetapan, sebab ia sekarang sedang ditanya’.” (H.R. Abu Dau dan Hakim)

Source:https://www.kenangan.com/blog/tata-cara-menguburkan-jenazah-menurut-syariat-islam

Tata cara menguburkan jenazah muslim sesuai Syariah Islam

30 April 2020 by no comments Posted in tata cara menguburkan jenazah muslim

Mempersiapkan Lubang Kubur

Tata cara menguburkan jenazah tentunya diawali dengan mempersiapkan lubang kuburnya. Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam membuat lubang kubur sesuai syariat Islam sebagai berikut :

Lubang Harus Dalam

Menurut ajaran Islam, kedalaman lubang kubur setinggi orang yang berdiri di dalam dengan tangan melambai ke atas. Kemudian lebar dengan ukuran satu dzira atau satu hasta lebih satu jengkal, setara 50 centimeter.

Galilah lubang di tanah yang kuat dan dalam supaya ketika jenazah mulai membusuk, bau jasadnya tidak tercium oleh binatang pemakan bangkai. Serta aman dari longsor akibat aliran hujan.

Bentuk Lubang

Tahap tata cara menguburkan jenazah dengan memperhatikan bentuk lubang kuburnya. Buatlah panjang yang cukup untuk jenazah, tentu melebihi tinggi badannya.

Apabila tanahnya keras, disunahkan untuk membuat liang lahat di dalam lubang kubur. Liang lahat ialah lubang yang dibuat di dinding kubur sebelah kiblat, seukuran yang cukup untuk meletakkan jenazah.

Jenazah ditaruh di liang lahat tersebut, kemudian ditutup menggunakan batu pipih. Lalu urug dengan tanah. Di Indonesia, sebagian besar masyarakat menggunakan papan kayu sebagai ganti batu pipih, supaya tanahnya tidak runtuh menimpa jenazah.

Sedangkan bila tanahnya gembur, disunahkan untuk membuat semacam lubang lagi di dasar kubur dengan ukuran dapat menampung jenazah. Jenazah diletakkan pada lubang tersebut, kemudian bagian atasnya ditutup dengan batu pipih atau papan kayu, lalu diurug dengan tanah.

Menguburkan di Pemakaman Muslim

Alangkah baiknya bila seorang musim yang meninggal, dikuburkan di pemakaman khusus muslim. Apabila tidak ada, serta waktu menguburkan jenazah yang harus dilakukan segera dianggap tidak masalah. Selama proses penguburannya masih sesuai syariat Islam.

Waktu Menguburkan Jenazah

Mengenai waktu menguburkan jenazah perlu diperhatikan pula, karena bisa berdampak pada proses pemakaman serta ketersediaan warga yang membantu menguburkan. Beberapa waktu yang sebaiknya dihindari ketika menguburkan jenazah:

  • Matahari terbit hingga naik.
  • Matahari berada di tengah-tengah.
  • Matahari hampir terbenam atau benar-benar terbenam

Adab Membawa dan Mengiringi Jenazah

1. Mengiringi dengan Khusyuk

Ketika mengiringi jenazah ke pemakaman, sebaiknya dilakukan dengan khusyuk dan khidmat tidak diselingi dengan bercanda.

Sebagai hari terakhir bagi keluarga, kerabat, tetangga, serta teman mendampingi jenazah menuju peristirahatan terakhirnya. Selain menjaga ucapan duniawi yang kurang penting, sebaiknya memperbanyak shalawat Nabi dan memikirkan tentang kematian.

2. Adab Pengiring Jenazah

Apabila diiringi dengan berjalan kaki, maka berjalanlah di sekitar keranda. Sementara ketika mengiringi jenazah dengan kendaraan, tentunya mobil jenazah berada paling depan diikuti rombongan yang lain.

Ketika ada kendaraan lain yang hendak lewat, sebaiknya mendahulukan iringan jenazah untuk lewat terlebih dahulu.

Adab Masuk Kuburan

Para pelayat dan pengiring jenazah tidak dianjurkan untuk duduk sebelum jenazah diturunkan dari para pembawanya. Adab selanjutnya, membaca salam seperti yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW :

ASSALAMU ALAIKUM YA AHLAD DIYAR MINAL MUKMININ WA MUSLIMIN,WA INNA INSYA ALLAHU BIKUM LA HIQUN, NASALULLAHI LANA WALAKUMUL ‘AFYAH.

Artinya: ” Semoga keselamatan tercurah kepada kalian, wahai penghuni kubur, dari (golongan) orang-orang beriman dan orang-orang Islam. Kami insya Allah akan menyusul kalian, saya meminta keselamatan untuk kami dan kalian.”

Memasukkan Jenazah ke Lubang Kubur

Bagi jenazah perempuan, dikhususkan untuk membentangkan kain di atas lubang kubur. Ketika memasukkan jenazah ke dalam lubang, yang melakukan sebaiknya dua atau tiga orang laki-laki yang paling dekat dengan keluarga jenazah semasa hidupnya.

Selain itu orang-orang yang memasukkan jenazah, diusahakan oleh mereka yang ketika malam harinya tidak junub. Cara meletakkan jenazah dengan mendahulukan kepala, kemudian meluruskan kakinya.

Ketika meletakkannya di lubang kubur, disunahkan membaca :

BISMILLAHI WA ‘ALA SUNNATI RASULILLAHI SHALLALLHU ‘ALAIHI WA SALLAMA
Artinya : Dengan nama Allah dan atas agama Rasulullah” .

Tata cara mengubur jenazah membaca doa ini, sesuai sunnah Rasulullah seperti yang disebutkan dalam hadis riwayat Imam Abu Dawud :

Dari sahabat Abdullah bin Umar, bahwa bila Rasulullah meletakkan jenazah di dalam kubur, beliau membaca Bismillahi wa ala sunnati Rasulillahi shallallhu ‘alaihi wa sallama.”

Posisi Jenazah

Posisi jenazah di dalam lubang kubur, wajib dimiringkan ke sebelah kanan atau menghadap arah kiblat. Jika jenazah tidak dihadapkan ke arah kiblat namun terlanjur diurug tanah, maka harus menggali lagi dan menghadapkan jenazah ke arah kiblat.

Setelah jenazah diletakkan secara perlahan di dasar lubang, disunahkan untuk melepas ikatan talinya, dimulai dari kepala dan membuka kain, pipi serta jari-jari kaki harus menempel pada tanah.

Wilayah Indonesia, arah kiblatnya cenderung ke barat. Sehingga posisi kepala selalu di utara. Bila posisi kepala ada di sebelah selatan, maka untuk menghadapkannya ke arah kiblat harus memiringkan tubuh jenazah ke sisi kiri.

Tata Cara Menguburkan Jenazah Ringkas Sesuai Syariat

1. Memperdalam lubang kubur, supaya tidak tercium bau jenazah dan tidak dimakan oleh binatang pemakan bangkai.

2. Meletakkan jenazah di tepi lubang atau liang kubur sebelah kiblat, lalu ditaruh papan kayu atau semacamnya dengan posisi agak miring, supaya jenazah tidak langsung tertimpa tanah.
3. Kemudian di atasnya ditaruh semacam bata posisi mendatar untuk menahan tanah timbunan, sehingga tidak mengenai jenazah langsung. Khusus kondisi tanah gembur seperti yang telah dijelaskan sebelumnya.

4. Meletakkan jenazah dengan memasukkan kepala jenazah dari arah kaki kubur, atau dari posisi selatan jika di Indonesia.
5. Letakkan jenazah posisi miring ke kanan menghadap kiblat dengan menopang tubuh menggunakan batu atau papan kayu, supaya jenazah tidak kembali terlentang.

6. Para ulama menyarankan untuk meletakkan tanah di bawah pipi jenazah sebelah kanan setelah kain kafan dan semua tali dibuka, pipi menempel langsung ke tanah.
7. Ketika memasukkan jenazah ke liang kubur dan meletakkannya dianjurkan membaca doa berikut :

“BISMILLAHI WA’ALAA MILLATI ROSUULILLAAH”

Artinya: “Dengan nama Allah dan atas agama Rasulullah.” (HR. At-Tirmidzi dan Abu Daud), atau doa seperti di atas tadi.

8. Khusus jenazah perempuan, disarankan untuk membentangkan kain di atas kuburnya pada waktu dimasukkan ke liang kubur. Sedangkan untuk mayat laki-laki tidak dianjurkan.
9. Jenazah perempuan sebaiknya yang mengurus adalah laki-laki yang tidak dalam keadaan junub atau tidak menyetubuhi istri mereka pada malam sebelumnya.

10. Setelah jenazah diletakkan di lubang kubur, disarankan untuk menaburkan tanah tiga kali dari arah kepala mayit, baru kemudian ditimbuni tanah.
11. Membaca doa setelah selesai menguburkan jenazah. 9 dari 9 halaman

Doa Sesudah Menguburkan Jenazah

“ALLAHUMMAGHFIR LAHU WARHAMHU, WA’AAFIHI WA’FU ‘ANHU, WA AKRIM NUZULAHU, WA WASSI’MADKHALAHU, WAGHSILHU BIL-MA’I WATSTSALJI WAL-BARADI, WANAQQOHI MINAL KHOTOYA KAMAAYUNAQQOTTSAUBU ABYADHU MINADANASI, WAABDILHU DAARON KHOIRON IN DAARIHI, WAAHLANKHOIRON MIN AHLIHI, WAZAUJAN KHOIRON MINZAUJIHI, WAQIHI FITNATAL QOBRI WA’ADAABINNAR

Artinya: “Ya Allah, ampunilah dia, belas kasihanilah dia, hapuskanlah dan ampunilah dosa-dosanya, muliakan tempatnya (ialah surga) dan luaskanlah kuburannya. Basuhkanlah kesalahan-kesalahannya sampai bersih sebagaimana bersihnya kain putih dari kotoran. Gantikanlah rumah lebih baik daripada rumahnya yang dulu, keluarganya lebih baik daripada keluarganya yang sulit; dan masukkanlah ia ke dalam surga dan jauhkanlah ia dari siksa kubur dan siksa api neraka.”

Itulah beberapa tata cara menguburkan jenazah sesuai syariat Islam yang patut diketahui, guna menjalankan sunnah Nabi SAW dengan tepat. Kematian memang tidak dapat diterka, sebagai saksi hidup proses mengurusi jenazah, alangkah baiknya mulai mempersiapkan diri untuk hari kelak.

Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui dengan pasti apa yang akan diusahakannya besok, dan tiada seorangpun yang mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Teliti. (QS. Luqman : 34)[kur]

Source:https://www.merdeka.com/trending/tata-cara-menguburkan-jenazah-sesuai-syariat-islam-kln.html