Doa ketika memasukkan jenazah muslim ke liang lahat

30 April 2020 by no comments Posted in doa menguburkan jenazah muslim

Doa ketika memasukkan jenazah muslim ke liang lahat

Dalam buku Kumpulan Doa Berdasarkan Alquran dan Sunah karya Sa’id Ali bin Wahf al-Qahthoni dijabarkan, terdapat doa yang dianjurkan untuk dibaca ketika ditimpa kesulitan. Doa ini bersumber dari hadits Rasulullah SAW.

Hadis tersebut berbunyi: “Bismillahi wa ala sunnati Rasulillahi.” Yang artinya: “Dengan nama Allah dan di atas sunah Rasulullah.” Hadits ini merupakan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dengan sanad yang shahih.

Adapun setelah jenazah dimakamkan, terdapat beberapa adab yang diajarkan dalam Islam. Rasulullah SAW, setelah selesai memakamkan jenazah, berdiri di atasnya lalu bersabda: “Mintakan ampun kepada Aklah untuk saudaramu, dan mohonkan agar dia teguh dan tahan hati (ketika ditanya oleh dua malaikat), sesungguhnya dia sekarang sedang ditanya.”

Source:https://republika.co.id/berita/q6izdl366/doa-ketika-memasukkan-jenazah-ke-liang-lahat

Doa menguburkan jenazah muslim

30 April 2020 by no comments Posted in doa menguburkan jenazah muslim

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa menguburkan jenazah adalah salah satu kewajiban bagi seorang muslim. Hal ini tercantum dalam hadits Rasulullah SAW yang berbunyi

“Hak seorang Muslim atas Muslim lainnya ada enam: (1) Jika engkau bertemu dengannya, maka ucapkan salam, dan (2) jika dia mengundangmu maka datangilah, (3) jika dia minta nasihat kepadamu berilah nasihat, (4) jika dia bersin dan mengucapkan hamdalah maka balaslah (dengan doa: Yarhamukallah), (5) jika dia sakit maka kunjungilah, dan (6) jika dia meninggal maka antarkanlah (jenazahnya ke kuburan).” (HR. Muslim).

Berdasarkan hadist tersebut maka jelaslah bahwa mengiring dan mengantarkan jenazah kemakam atau liang kuburnya adalah suatu kewajiban yang harus dipenuhi. Tidak hanya mengantar dan mengiringinya, seorang muslim juga dianjurkan untuk mendoakan jenazah yang diantarnya tersebut terutama jika ia merupakan kerabat dari jenazah.

Doa Menguburkan Jenazah

Doa adalah sesuatu yang kita panjatkan kepada Allah SWT dan berharap Allah SWT mengabulkannya. Saat memakamkan jenazah ke liang kuburnya dan juga sebelum dan sesusahnya, seorang muslim hendaknya membacakan doa untuknya. Sebagaimana yang disebutkan dalam hadits berikut ini mengenai doa menguburkan jenazah

Mohonkanlah ampun untuk saudara kalian dan mintalah kekuatan untuknya karena sesungguhnya dia sekarang sedang ditanya.” (HR. Abu Dawud, dari ‘Utsman bin Affan, dan dishahihkan Al-Albani)

Beberapa doa yang bisa dipanjatkan saat proses pemakaman berlangsung antara lain sebagai berikut.

  • Doa Setelah Shalat Jenazah

Sebelum dimakamkan, jenazah terlebih dahulu dishalatkan dan setelah shalat jenazah selesai dibacakan doa sebagai berikut

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ اْلأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ [وَعَذَابِ النَّارِ]

“Ya Allah! Ampunilah dia (mayat) berilah rahmat kepadanya, selamatkanlah dia (dari beberapa hal yang tidak disukai), maafkanlah dia dan tempatkanlah di tempat yang mulia (Surga), luaskan kuburannya, mandikan dia dengan air salju dan air es. Bersihkan dia dari segala kesalahan, sebagaimana Engkau membersihkan baju yang putih dari kotoran, berilah rumah yang lebih baik dari rumahnya (di dunia), berilah keluarga (atau istri di Surga) yang lebih baik daripada keluarganya (di dunia), istri (atau suami) yang lebih baik daripada istrinya (atau suaminya), dan masukkan dia ke Surga, jagalah dia dari siksa kubur dan Neraka.”

  • Doa Apabila jenazah adalah anak kecil

Saat menguburkan jenazah yang masih anak-anak ada doa yang bisa dibaca dan dipanjatkan setelah shalat jenazah maupun sebelum memasukkannya dalam liang kubur.

Adapun doa tersebut berbunyi

أُجُوْرَهُمَا، وَأَلْحِقْهُ بِصَالِحِ الْمُؤْمِنِيْنَ، وَاجْعَلْهُ فِيْ كَفَالَةِ إِبْرَاهِيْمَ، وَقِهِ بِرَحْمَتِكَ عَذَابَ الْجَحِيْمِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ، اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لأَسْلاَفِنَا، وَأَفْرَاطِنَا وَمَنْ سَبَقَنَا بِاْلإِيْمَانِ.

“Ya Allah! Jadikanlah kematian anak ini sebagai pahala pendahulu dan simpanan bagi kedua orang tuanya dan pemberi syafaat yang dikabulkan doanya. Ya Allah! Dengan musibah ini, beratkanlah timbangan perbuatan mereka dan berilah pahala yang agung. Anak ini kumpulkan dengan orang-orang yang shalih dan jadikanlah dia dipelihara oleh Nabi Ibrahim. Peliharalah dia dengan rahmatMu dari siksaan Neraka Jahim. Berilah rumah yang lebih baik dari rumahnya (di dunia), berilah keluarga (di Surga) yang lebih baik daripada keluarganya (di dunia). Ya Allah, ampunilah pendahulu-pendahulu kami, anak-anak kami, dan orang-orang yang mendahului kami dalam keimanan”

  • Doa saat memasukkan jenazah keliang kubur

Saat memasukkan jenazah kedalam kubur ada doa yang disunahkan untuk dibaca terutama bagi yang meletakkan jenazah dalam lianglahatnya. Bacaan doa tersebut adalah sebagai berikut

بِسْمِ اللهِ وَعَلَى سُنَّةِ رَسُوْلِ اللهِ. 

Bismillaahi wa ‘alaa sunnati Rasulillaah. artinya, “Dengan nama Allah dan di atas petunjuk Rasulullah”

  • Doa setelah jenazah dimakamkan

Setelah jenazah dimakamkan maka pengiring atau orang-orang yang ikut mengantarkan jenazah ke pemakaman sebaiknya juga membaca doa berikut ini

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ اَللَّهُمَّ ثَبِّتْهُ.

Ya Allah, ampunilah dia, ya Allah teguhkanlah dia. 

Source:https://dalamislam.com/doa-dan-dzikir/doa-menguburkan-jenazah

Doa saat menguburkan jenazah muslim

30 April 2020 by no comments Posted in doa menguburkan jenazah muslim

Saat menguburkan jenazah disunahkan membaca doa berikut selama prosesi pemakaman.

بسم الله وعلى ملة الله

Bismillah wa ‘ala millatillah.

Dengan menyebut nama Allah, dan semoga selalu di atas agama Allah.

Hal ini sebagaimana riwayat hadis dari Ibnu Umar yang mendengar Rasulullah saw. bersabda.

إذا وضعتم ‏موتاكم في القبور فقولوا: بسم الله، وعلى ملة رسول الله” رواه أحمد، والترمذي، وأبو ‏داود، وابن ماجه

Saat kalian sudah meletakkan jenazah di dalam kubur, berdoalah dengan bismillah wa ‘ala millatillah.

Syekh al-Bahuti dalam Kasyful Qina‘ menjelaskan bahwa doa dan zikiran apapun yang sesuai dengan konteks pemakaman boleh dibaca. Sementara itu, doa lain yang bisa dibaca saat menguburkan jenazah adalah doa dari sahabat Ibnu Umar sebagai berikut.

اللهم أجرها من الشيطان، ومن عذاب القبر، اللهم جاف الأرض عن ‏جنبها، وصعد روحها، ولقها منك رضواناً

Allohumma ajirna minas syaithoni wa min ‘adzabil qobri, allohumma jafil ardho ‘an janbiha wa sho‘id ruhaha wa laqqiha minka ridhwana

Ya Allah, selamatkanlah kami dari setan dan azab kubur. Ya Allah, perluaslah makam jenazah ini, angkatlah ruhnya, temukanlah ia dengan keridaan-Mu (HR Ibnu Majah)Baca Juga :  Hukum Melepas KB Spiral pada Jenazah

Sementara itu, doa yang dibaca sahabat Bilal saat menguburkan jenazah adalah sebagai berikut.

‏أسلمه إليك الأهل والمال والعشيرة، والذنب العظيم، وأنت غفور رحيم فاغفر له

Usallimuhu ilaikal ahla wal mala wal ‘asyirota wadz dzanbal ‘azhim, wa anta ghofurur rohim faghfir lahu.

Aku memasrahkan keluarga, harta, kerabat, dan dosa besar jenazah ini kepada-Mu, karena Engkau Maha Pengampun dan Penyayang. Ampunilah dosanya (HR Sa‘id)

Source:https://bincangsyariah.com/zikir-dan-doa/doa-saat-menguburkan-jenazah/

Doa Menguburkan Jenazah Muslimdalam sunah Nabi

30 April 2020 by no comments Posted in doa menguburkan jenazah muslim

Saat menguburkan jenazah disunahkan membaca doa berikut selama prosesi pemakaman.

بسم الله وعلى ملة الله

Bismillah wa ‘ala millatillah.

Dengan menyebut nama Allah, dan semoga selalu di atas agama Allah.

Hal ini sebagaimana riwayat hadis dari Ibnu Umar yang mendengar Rasulullah saw. bersabda.

إذا وضعتم ‏موتاكم في القبور فقولوا: بسم الله، وعلى ملة رسول الله” رواه أحمد، والترمذي، وأبو ‏داود، وابن ماجه

Saat kalian sudah meletakkan jenazah di dalam kubur, berdoalah dengan bismillah wa ‘ala millatillah.

Sementara itu, doa lain yang bisa dibaca saat menguburkan jenazah adalah doa dari sahabat Ibnu Umar sebagai berikut.

اللهم أجرها من الشيطان، ومن عذاب القبر، اللهم جاف الأرض عن ‏جنبها، وصعد روحها، ولقها منك رضواناً

Allohumma ajirna minas syaithoni wa min ‘adzabil qobri, allohumma jafil ardho ‘an janbiha wa sho‘id ruhaha wa laqqiha minka ridhwana

Ya Allah, selamatkanlah kami dari setan dan azab kubur. Ya Allah, perluaslah makam jenazah ini, angkatlah ruhnya, temukanlah ia dengan keridaan-Mu (HR Ibnu Majah)

Sementara itu, doa yang dibaca sahabat Bilal saat menguburkan jenazah adalah sebagai berikut.

‏أسلمه إليك الأهل والمال والعشيرة، والذنب العظيم، وأنت غفور رحيم فاغفر له

Usallimuhu ilaikal ahla wal mala wal ‘asyirota wadz dzanbal ‘azhim, wa anta ghofurur rohim faghfir lahu.

Aku memasrahkan keluarga, harta, kerabat, dan dosa besar jenazah ini kepada-Mu, karena Engkau Maha Pengampun dan Penyayang. Ampunilah dosanya (HR Sa‘id)

Source:https://bincangsyariah.com/zikir-dan-doa/doa-saat-menguburkan-jenazah/

Doa Menguburkan Jenazah Muslim

30 April 2020 by no comments Posted in doa menguburkan jenazah muslim

Tata cara mengubur jenazah dalam Islam.

Lubang Kubur.

Tentu sebelum menguburkan jenazah, kita perlu mempersiapkan liang kubur yang layak untuk si mayit. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mempersiapkan lubang kubur.

1. Bentuk lubang kubur.

Dilansir dari dream.co.id, disebutkan bahwa jika tanahnya keras, disarankan untuk membuat liang lahat dalam lubang kubur. Yang dimaksud liang lahat di sini adalah lubang yang dibuat di dinding kubur sebelah kiblat yang mana cukup ukurannya untuk menaruh mayit.

Jenazah diletakkan di liang tersebut lalu ditutup dengan batu pipih kemudian diurug dengan tanah. Tetapi di Indonesia, umumnya orang-orang menggunakan papan kayu sebagai pengganti batu pipih agar tanahnya tidak runtuh mengenai jenazah.

Tetapi apabila tanahnya adalah tanah gembur, disunahkan untuk membuat semacam lubang lagi di dasar kubur seukuran yang bisa menampung jenazah. Jenazah diletakkan di lubang tersebut lalu di bagian atasnya ditutup dengan batu pipih atau papan kayu lalu diurug dengan tanah.

2. Lubang kubur harus dalam.

Untuk kedalaman lubang kubur harus setinggi orang berdiri dengan tangan melambai ke atas. Sedangkan untuk lebarnya seukuruan satu hasta atau dzira lebih satu jengkal atau kurang lebih sekitar 50 cm.

Lubang kubur digali pada tanah yang kuat dan dalam agar saat jenazah mengalami pembusukan tidak tercium baunya dan aman dari gangguan hewan pemakan bangkai. Hal itu juga dilakukan untuk tetap aman dari tanah longsor.

3. Dikubur di pemakaman Muslim.

Sebaiknya secara ideal, jenazah yang beragama muslim dikuburkan di pemakaman yang khusus untuk muslim. Tetapi jika tidak terdapat pemakaman muslim dan harus dikuburkan secara segera, maka bisa dikuburkan di pemakaman umum asalkan sesuai dengan tata cara mengubur jenazah menurut Islam.

Waktu menguburkan jenazah.

Meski terlihat sepele, dalam waktu penguburan jenazah perlu untuk diperhatikan karena dapat berdampak bagi proses pemakaman dan ketersediaan panitia penguburan. Beberapa waktu yang sebaiknya kita hindari ketika akan menguburkan jenazah:

– Saat matahari berada di tengah-tengah

– Saat matahari hampir terbenam atau benar-benar terbenam

– Saat matahari terbit sampai naik

Adab membawa dan mengiringi jenazah ke kuburan.

Berikut ini adalah hal-hal yang harus diperhatikan dalam membawa dan mengiringi jenazah ke pemakaman:

1. Mengiringi jenazah dengan khusyuk.

Ketika mengiringi jenazah ke kuburan hendaknya dilakukan dengan sungguh-sungguh atau khusyuk. Karena ini adalah saat terakhir bagi keluarga, kerabat, teman mendampingi jenazah ke tempat peristirahatan terakhirnya. Maka dari itu, ketika masih diliputi kesedihan rasa kehilangan hendaknya dilakukan dengan kesungguhan hati dan tidak diselingi dengan bercanda.

2. Posisi pengiring jenazah.

Bagi pengiring jenazah yang berjalan kaki posisinya di sekitar keranda mayit, sementara yang menggunakan kendaraan berada di belakang iringan jenazah yang berjalan kaki. Jika kendaraan ingin lewat, dahulukan iringan jenazah.

3. Saat memasuki kuburan.

Saat masuk ke dalam kuburan, pengiring jenazah tidak dianjurkan untuk duduk sebelum jenazah diturunkan dari pundak yang membawanya. Selain itu, sebelum masuk ke pemakaman dianjurkan untuk mengucapkan salam yang diajarkan oleh Rasulullah SAW sebagai berikut:

“Assalamu alaikum ya ahlad diyar minal mukminin wa muslimin, wa inna insya Allahu bikum la hiquuna, nasalullahi lana walakumul ‘aafiyah.”

Artinya: “Semoga keselamatan tercurah kepada kalian, wahai penghuni kubur, dari (golongan) orang-orang beriman dan orang-orang Islam. Kami insya Allah akan menyusul kalian, saya meminta keselamatan untuk kami dan kalian.”

Hal-hal yang dilarang saat mengubur jenazah.

Dalam sunah Islam, terdapat beberapa hal yang dilarang dalam tata cara menguburkan jenazah, yakni:

– Meninggikan timbunan kuburan lebih dari satu jengkal di atas permukaan tanah

– Duduk di atas kuburan

– Berjalan di atas kuburan tanpa menggunakan alas kaki

– Menjadikan kuburan sebagai tempat salat atau membaca Alquran

– Membuat tulisan berlebihan pada nisan atau kayu penanda kuburan

– Menembok kuburan atau membangun kijing di atasnya

– Melakukan perbuatan yang dapat menjurus ke arah syirik atau takhayul, seperti mencari jimat, doa dan perbuatan mistis lainnya

Tata cara menguburkan jenazah secara singkat.

1. Memperdalam galian lubang kubur agar tidak tercium bau jenazah dan tidak dimakan oleh binatang pemakan bangkai.

2. Letakkan jenazah di tepi lubang atau liang kubur sebelah kiblat kemudian di atasnya ditaruh papan kayu atau semacamnya dengan posisi agak condong atau miring agar tidak langsung tertimpa tanah.

Kemudian di atasnya ditaruh semacam bata atau papan dari semen alam posisi mendatar untuk penahan tanah timbunan sehingga tidak mengenai jenazah langsung. Hal ini dilakukan jika tanahnya gembur seperti yang telah dijelaskan di atas.

3. Meletakkan jenazah dengan memasukkan kepala jenazah dari arah kaki kubur.

4. Letakkan jenazah dengan posisi miring ke kanan menghadap ke arah kiblat dengan menyandarkan tubuh sebelah kiri ke dinding kubur agar tidak terlentang kembali.

5. Setelah itu, para ulama menyarankan untuk menaruh tanah di bawah pipi jenazah sebelah kanan setelah kain kafannya dibuka dari pipi itu dan ditempelkan langsung ke tanah. Simpul tali yang mengikat kain kafan juga supaya dilepas.

6. Ketika memasukkan jenazah ke liang kubur dan meletakkannya dianjurkan membaca doa berikut:

“Bismillahi Wa’alaa millati Rosuulillaah”

Artinya: “Dengan nama Allah dan atas agama Rasulullah.” (HR. At-Tirmidzi dan Abu Daud)

7. Untuk jenazah perempuan, disarankan untuk membentangkan kain di atas kuburnya pada waktu dimasukkan ke liang kubur. Sedangkan untuk mayat laki-laki tidak dianjurkan.

8. Untuk jenazah perempuan sebaiknya yang mengurus adalah laki-laki yang tidak dalam keadaan junub atau tidak menyetubuhi istri mereka semalam sebelumnya.

9. Setelah jenazah diletakkan di liang kubur, disarankan untuk menaburinya dengan tanah tiga kali dengan tangannya dari arah kepala mayit kemudian ditimbuni tanah.

10. Membaca doa setelah selesai menguburkan jenazah.

Doa selesai penguburan jenazah.

“Allahummaghfir lahu warhamhu, wa’aafihi wa’fu ‘anhu, wa akrim nuzulahu, wa wassi’madkhalahu, waghsilhu bil-ma’i watstsalji wal-baradi, wanaqqohi minal khotoya kamaayunaqqottsaubu abyadhu minadanasi, waabdilhu daaron khoiron in daarihi, waahlankhoiron min ahlihi, wazaujan khoiron minzaujihi, waqihi fitnatal qobri wa’adaabinnar”

Artinya: “Ya Allah, ampunilah dia, belas kasihanilah dia, hapuskanlah dan ampunilah dosa-dosanya, muliakan tempatnya (ialah surga) dan luaskanlah kuburannya. Basuhkanlah kesalahan-kesalahannya sampai bersih sebagaimana bersihnya kain putih dari kotoran. Gantikanlah rumah lebih baik daripada rumahnya yang dulu, keluarganya lebih baik daripada keluarganya yang dulit; dan masukkanlah ia ke dalam surga dan jauhkanlah ia dari siksa kubur dan siksa api neraka.”

Oleh: Hameda Rachma

Source: https://www.brilio.net/creator/tata-cara-menguburkan-jenazah-dalam-islam-beserta-bacaan-doanya-6f667f.html




Hukum mengubur beberapa jenazah muslim dalam satu kubur

30 April 2020 by no comments Posted in doa menguburkan jenazah muslim

Pada dasarnya, yang berlaku dalam hukum Islam adalah mengubur satu mayat dalam satu liang kubur. Tidak diperbolehkan mengubur dua jenazah atau lebih dalam satu liang kubur, kecuali dalam keadaan tertentu. Imam Rafi’i dalam kitabnya pernah menyampaikan: المستحب في حال

الاختيار أن يدفن كل ميت في قبر كذلك (فعل النبي صلي الله عليه وسلم وأمر به) فإن كثر الموتي بقتل وغيره وعسر إفراد كل ميت بقبر دفن الاثنان والثلاثة في قبر واحد

Artinya: “Sunnah dalam keadaan tidak mendesak (ikhtiyar) untuk menguburkan tiap jenazah dalam satu liang kubur. Seperti itulah yang dilakukan dan diperintahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Andai terdapat banyak sekali jenazah oleh sebab perang atau yang lain (seperti tsunami atau tanah longsor, pen.), dan sulit bila mesti mengubur tiap jenazah dalam satu liang kubur secara sendiri-sendiri, maka dua atau tiga jenazah bisa dikuburkan dalam satu liang kubur.” لما روى (أنه صلي الله عليه

وسلم قال للانصار يوم أحد احفروا واوسعوا وعمقوا واجعلوا الا ثنين والثلاثة في القبر الواحد وقدموا اكثرهم قرآنا) وليقدم الأفضل إلي جدار للحد مما يلي القبلة

“Hal ini berdasarkan hadits bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah berkata kepada sahabat Anshor saat perang Uhud, ‘Galilah kubur, luaskan, dan dalamkan, lalu masukkan dua atau tiga jenazah dalam satu liang kubur, dan taruh di depan mereka yang hafalan Al-Qur’annya paling banyak, dan posisikan jenazah-jenazah yang paling utama dekat dengan tembok kubur yang menghadap kiblat.” (Abdul Karim ar-Rafi’i, asy-Syarhul Kabir, juz V, hal. 245) Di kitab turats lain, Imam Nawawi menyampaikan hukum mengubur mayit (jenazah) berikut alasan di baliknya. Dalam kitab Majmu’ Syarah Muhadzzab (juz V:281) beliau menjelaskan bahwa mengubur jenazah hukumnya fardu kifayah, karena membiarkannya di atas bumi akan merusak kehormatan mayit itu sendiri, dan masyarakat di sekitarnya akan dirugikan oleh sebab bau mayit tersebut.

Ditemukan dalam kitab Iqna’ sebuah keterangan tegas demikian: ـ (ولا يدفن اثنان) ابتداء (في قبر

واحد) بل يفرد كل ميت بقبر حالة الاختيار للاتباع، فلو جمع اثنان في قبر واتحد الجنس كرجلين أو امرأتين كره عند الماوردي وحرم عند السرخسي، ونقله عنه النووي في مجموعه مقتصرا عليه

Artinya: “Tidak diperbolehkan mengubur dua mayat dalam satu liang kubur. Sebaliknya setiap mayat harus disendirikan dalam kubur mereka masing-masing kecuali dalam keadaan mendesak, demi mengikuti Rasulullah. Andai ada dua mayat dikubur dalam satu liang kubur, maka hukumnya diperinci: bila sejenis (laki-laki dan laki-laki atau perempuan dan perempuan) maka hukumnya makruh menurut pendapat Imam Mawardi dan haram menurut pendapat Imam Syarkhasi. Dan pendapat haram inilah pendapat yang dikutip Imam Nawawi dalam kitab Majmu’-nya secara ringkas.”

وعقبه بقوله: وعبارة الأكثرين ولا يدفن اثنان في قبر، ونازع في التحريم السبكي،

(إلا لحاجة) أي الضرورة كما في كلام الشيخين كأن كثر الموتى وعسر إفراد كل ميت بقبر فيجمع بين الاثنين والثلاثة والاكثر في قبر بحسب الضرورة

“Imam Nawawi melanjutkan komentar beliau tentang ungkapan ‘mayoritas ulama berpendapat tidak diperbolehkannya mengubur dua mayat dalam satu liang kubur’. Pengharaman ini mendapat penolakan dari Imam Subki, karena ada pengecualian kondisi darurat, seperti yang disampaikan Imam Rafi’i dan Imam Nawawi manakala terdapat banyak mayat, dan sulit untuk mengubur mayat satu per satu dalam liang kubur berbeda-beda–sehingga hendaknya dua, atau tiga mayat atau lebih bisa dikumpulkan dalam satu liang kubur mempertimbangkan seberapa besar kondisi darurat tersebut. (Imam Musa al-Hajawi, Iqna’ fi Halli Alfadzi Abi Syuja’, juz I, hal. 194) Lalu bagaimana bila satu liang kubur terdapat lebih dari satu jenazah berlainan jenis kelamin? Tentu haram. Kesimpulan ini bisa ditarik dari beberapa penjelasan di atas. Bila yang sejenis saja dimakruhkan (Imam Mawardi) dan diharamkan (Imam Syarkhasi), apalagi berlawanan jenis. Dari keterangan di atas, bisa diambil sebuah kesimpulan bahwa hukum mengubur dua mayat atau lebih dalam satu liang kubur adalah haram. Hukumnya menjadi boleh ketika kondisi darurat, seperti banyak sekali mayat pasca-tsunami, tanah longsor, kebakaran, atau yang lainnya. Wallahu a’lam.

Ustadz Moh. Ihsanuddin, Peneliti & Pengkaji Kitab Turats dari Kediri Jawa Timur

Sumber: https://islam.nu.or.id/post/read/104185/hukum-mengubur-beberapa-jenazah-dalam-satu-liang-kubur

Hukum menguburkan jenazah Muslim waktu malam

30 April 2020 by no comments Posted in doa menguburkan jenazah muslim

Menurut Lembaga Fatwa Dar al-Ifta’ Mesir, para ulama sepakat boleh hukumnya melangsungkan pemakaman jenazah pada waktu malam.

Mengutip Syekh al-Hathab al-Maliki dalam Mawahib al-Jalil fi Syarh Mukhtashar Khalil, menyatakan boleh mengubur jenazah malam hari. 

Menurut Imam an-Nawawi, pemakaman Fathimah, putri Rasulullah SAW yang dilaksanakan malam hari menunjukkan kebolehan tersebut.

Meski demikian, jika memungkinkan pelaksanannya siang hari, selama tidak ada halangan, tentu lebih utama. 

Sebagian ulama menghukumi makruh memakamkan jenazah malam hari meski tetap memperbolehkannya. Mereka merujuk pada hadis riwayat Muslim dari Jabir bin Abdullah.

Sewaktu Rasulullah sedang berkhutbah, beliau pernah mendapat kabar ada seorang sahabat yang meninggal pada malam hari dan langsung dimakamkan malam itu juga. Rasul melarang pada malam hari sampai dia dishalatkan secara bersama-sama keesokannya, kecuali jika memang ada hal yang mendesak. 

Namun, sekali lagi, mayoritas ulama berpandangan hukum memakamkan jenazah malam hari tidak makruh. Selain pemakaman Fatimah, banyak pula sahabat, termasuk Abu Bakar yang dimakamkan pada malam hari. 

Source: https://republika.co.id/berita/plck66320/apa-hukum-menguburkan-jenazah-di-waktu-malam

Hukum mengubur jenazah Muslim dengan petinya

30 April 2020 by no comments Posted in doa menguburkan jenazah muslim

Dalam kitab I’anatut Thalibin, Syaikh Abu Bakar Syatha menjelaskan sebagai berikut;

وكره صندق إلا لنحو نداوة فيجبه

“Dimakruhkan mengubur mayit di dalam peti kecuali karena tanahnya lembab, maka hukumnya wajib.”

Syaikh Wahbah Azzuhaili dalam kitabnya Alfiqhul Islami wa Adillatuhu menyebutkan pendapat ulama dari empat mazhab terkait hukum mengubur jenazah di dalam peti.

Pertama, menurut ulama Hanafiyah, tidak masalah mengubur jenazah dengan menggunakan peti jika dibutuhkan, seperti tanahnya gembur. Dan disunahkan jika tanahnya mudah digali.

Kedua, menurut ulama Malikiyah, sebaiknya jenazah tidak kubur di dalam peti. Hanya saja disunahkan menutup lubang liang lahad dengan bata, papan kayu, atau batu agar bisa rapat.

Ketiga, makruh mengubur jenazah di dalam peti kecuali tanahnya gembur dan mudah roboh dan tidak bisa menahannya kecuali dengan peti tersebut, atau wanita yang tidak memiliki mahram agar tidak bisa disentuh oleh orang lain pada saat dikuburkan atau lainnya.

Keempat, menurut ulama Hanabilah, tidak disunahkan mengubur jenazah di dalam peti karena hal tersebut tidak pernah dilakukan oleh Nabi Saw. dan juga sahabatnya. Juga hal tersebut menyerupai dengan penduduk dunia. Selain itu, tanah dapat segera mengeringkan kotoran-kotorannya.

Dengan demikian, sebaiknya jenazah dikuburkan tanpa dibungkus dengan peti atau sejenisnya kecuali dalam kondisi dibutuhkan dan untuk kemaslahatan jenazah.

Source: https://bincangsyariah.com/kalam/hukum-mengubur-jenazah-beserta-dengan-petinya/

Tata cara menguburkan jenazah Muslim dalam islam

30 April 2020 by no comments Posted in doa menguburkan jenazah muslim

Mempersiapkan Liang Kubur

Sebelum melakukan penguburan jenazah maka yang harus dilakukan adalah mempersiapkan liang kubur untuk mayit. Hal-hal tersebut harus dilakukan sebagai berikut:

  1. Menggali Liang Kubur secara Dalam

Liang kubur digali dengan dalam pada tanah yang kuat. Tujuan dibuat dalam adalah agar saat mayit yang membusuk di dalamnya tidak tercium bau jasad dan aman dari gangguan hewan pemakan bangkai. Selain itu juga menghindari binatang buas dan longsor yang membuat tergerus oleh aliran air yang mengalir

  1. Bentuk Liang Kubur

Bentuk liang kubur adalah berupa lahad yaitu liang yang khusus dibuat di dasar kubur. Lahad ini menghadap ke kiblat dan berada di pinggir untuk meletakkan jenazah. Liang ini dibuat khusus di dasar kubur pada bagian tengah.

  1. Kuburan di Penguburan Muslim

Idealnya mayit muslim dikubur di tempat penguburan yang memang khusus muslim. Namun apabila tidak terdapat penguburan muslim dan darurat harus dilakukan penguburan segera, tidak masalah asalkan tata cara penguburan tetap sesuai muslim.

  1. Waktu Penguburan Jenazah

Waktu penguburan juga perlu untuk diperhatikan. Karena akan berefek kepada para panitia penguburan dan proses penguburan. Waktu yang tidak disarankan untuk mengubur adalah :

  • Saat matahari terbit hingga naik
  • Saat matahari di tengah-tengah
  • Saat matahari hampir terbenam dan hingga benar-benar terbenam
  1. Penutup Lubang Kubur

Penutup lubang kubur tentu harus yang kuat dan menggunakan kayu yang kuat juga. Ditambah juga bambu dan batu untuk menyangga sehingga tanah tidak mudah longsor ke bawah. Selain itu keranda mayit atau jenazah juga harus tertutup rapat dan sederhana saja. Dalam islam tidak di syariatkan soal keranda yang mewah apalagi menggunakan berbagai perhiasan. Karena sejatinya menghadap Allah kembali adalah membawa amalan bukan membawa harta dunia.

Membawa dan Mengiringi Jenazah ke Kubur

Selain mempersiapkan liang kubur, maka keluarga atau kerabat mayit juga harus mempersiapkan diri untuk membawa dan mengiringi jenazah. Untuk itu berikut adalah cara membawa dan mengiri jenazah hingga ke kubur.

  1. Mengiring Jenazah dengan Khusuk

Orang orang terdekat, keluarga, dan kerabat dianjurkan untuk ikut mengiring jenazah dari setelah pemandian menuju ke kuburan. Hal ini adalah proses terakhir keluarga untuk mendampingi mayit menuju ke tempat berpulang akhirnya. Saat mengiringi jenazah tentu tidak bersikap sambil senda gurau atau bersuara. Termasuk tidak dianjurkan juga untuk berzikir atau membaca Al-Quran.

  1. Pengiring Jenazah

Pengiring jenazah yang mengantar dengan berjalan kaki berada di sekitar mayit dan yang menggunakan kendaraan berada di belakang iringan mayit. Jika kendaraan yang lewat, maka didahulukan untuk jenazah yang lewat. Untuk para pengiring jenazah juga tidak dianjurkan untuk duduk terlebih dahulu sebelum jenazah diturunkan dari pundak pembawanya.

Saat memasuki kuburan pengiring pun juga harus mengucapkan salam dan melepaskan alas kaki. Bacaan yang diucapkan adalah  “assala-mu „alaikum da-ra qoumin mu‟mini-na wa inn aissya- allo-hu la-khiqu-n. Allohumma la-takhrimna-ajrohum wala taftinna-badahum”.

Artinya: “Semoga kedamaian tercurah kepadamu, wahai perumahan orang-orang yangMukmin. Dan insya Allah, kami akan menyusul kamu sekalian. Ya Allah,janganlah Engkau menjauhkan kami dari pahala mereka dan janganlah Engkautimbulkan fitnah kepada kami, sepeninggal mereka”

Bisa juga membaca “assala-mu „alaikum ahlad diyari minal mu‟mini-na walmuslimin, wa inna- insya- allo-hu bikum la-khiqu-n. Nasalullo-ha lana wa lakumul „afiyah”

  1. Memasukkan ke dalam Kubur

Adanya dua atau tiga orang yang terdekat dari keluarga mayit memasukkan mayit ke dalam kubur dengan berdiri untuk menerima jenazah yang akan dikuburkan. Keluarga yang memasukkan diusahakan adalah mereka yang saat malam harinya tidak berjunub. Jenazah dikuburkan dari arah kaki kubur dan mendahulukan kepala sambil membaca “Bismillahi Wa Ala Millati Rasulullah” yang artinya “Dengan Nama Allah dan atas agama Rasulullah”.

  1. Posisi Mayit saat Dimasukkan ke Kubur

Khusus untuk jenazah perempuan maka dibentangkan kain di atas liang kubur. Untuk mayit baik laki laki atau perempuan maka dimiringkan ke sisi kanan dan menghadap kiblat. Tidak lupa melepas tali-tali dan membuka kain yang menutupi pipi serta jari-jari kaki sehingga bisa menempel ke tanah.

  1. Proses Penutupan Kuburan

Saat proses menutup kuburan maka digunakan dengan papan kayu atau bambu, lempeng, dengan memberikan rongga yang cukup di lubangnya. Selain itu juga menimbun liang kubur dengan tanah yang ditinggikan satu jengkal. Setelah selesai maka dipasang juga batu, kayu, atau bambu pada arah kepala tanpa diberi identitas apapun. Jika sudah selesai, pengiring jenazah dan para pengantar jenazah dapat menyaksikan penguburan sambil menaburkan tanah ke atas kuburan sebanyak tiga kali.

  1. Larangan yang Berkaitan dengan Proses Penguburan

Ada beberapa larangan yang berkaitan dengan proses penguburan. Hal-hal ini tentu harus diperhatikan oleh para pantia dan pengiring jenazah.

  • Meninggikan timbunan kuburan lebih dari satu jengkal di atas permukaan tanah.
  • Menembok kuburan dan menjadi bangunan
  • Menulisi kuburan dengan berbagai tulisan
  • Duduk di atas Kuburan
  • Menjadi kuburan sebagai bangunan masjid
  • Berjalan di atas kuburan tanpa menggunakan alas kaki
  • Melakukan perbuatan-perbuatan yang dapat menjurus ke arah syirik dan takhayul, meminta doa pada mayit, dan mistis

Source: https://dalamislam.com/dasar-islam/tata-cara-menguburkan-jenazah

Tata cara mengubur jenazah Muslim karena corona

30 April 2020 by no comments Posted in doa menguburkan jenazah muslim

Tata cara menguburkan jenazah pasien virus corona COVID-19 sudah diatur dalam Fatwa MUI Nomor 18 Tahun 2020 dan edaran Direktoran Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Republik Indonesia. Protokol menguburkan jenazah ini sedikit berbeda dari penguburan biasa. Dalam Fatwa MUI Nomor 14 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Ibadah dalam Situasi Terjadi Wabah COVID-19, terdapat poin bahwa pengurusan jenazah terpapar virus corona harus dilakukan sesuai protokol medis dan dilakukan oleh pihak yang berwenang dengan tetap memperhatikan ketentuan syariat. Terdapat empat tindakan pengurusan jenazah seorang muslim, yaitu memandikan, mengafani, menyalatkan, dan menguburkan. Penekanan dilakukan untuk proses memandikan dan mengafani, karena ketika pasien COVID-19 meninggal, virus masih ada di tubuhnya dan dapat menular kepada orang berkontak dengan jenazah tersebut, dalam hal ini yang melakukan proses pengurusan.

Dalam prosedur menyalatkan dan menguburkan jenazah pasien corona, MUI menegaskan, dilakukan sebagaimana biasa dengan tetap menjaga agar tidak terpapar virus korona. Hal ini kemudian ditegaskan dalam Fatwa MUI Nomor 18 Tahun 2020 tentang Pedoman Pengurusan Jenazah Muslim yang Terinfeksi COVID-19 tertanggal 27 Maret 2020. Sementara itu, Bimas Islam Kemenag RI sudah merilis Protokol Pengurusan Jenazah Pasien COVID-19. Terkait pengurusan jenazah, yang layak diperhatikan adalah: Pengurusan jenazah hanya boleh dilakukan oleh pihak dinas kesehatan secara resmi yang sudah ditunjuk, seperti rumah sakit tempat meninggalnya pasien. Jenazah korban COVID-19 ditutup dengan kain kafan atau bahan yang terbuat dari plastik yang mampu menahan air, juga dapat pula ditutup dengan bahan kayu atau bahan lain yang tidak mudah tercemar. Apabila jenazah sudah dikafani atau dalam kondisi terbungkus, maka petugas dilarang untuk membuka kembali. Langkah ini berisiko karena ada potensi penularan virus COVID-19 dari tubuh jenazah. Kafan jenazah dapat dibuka kembali dalam keadaan mendesak seperti autopsi, dan hanya dapat dilakukan petugas. Jenazah disemayamkan tidak lebih dari 4 jam

Terkait penguburan jenazah pasien COVID-19, berdasarkan Fatwa MUI Nomor 18 Tahun 2020, langkah-langkahnya adalah sebagai berikut ini: Proses penguburan jenazah harus dilakukan sesuai dengan ketentuan dalam syariah dan protokol medis Jenazah yang sudah melalui proses sebelumnya sesuai aturan medis, kemudian langsung dimasukkan bersama dengan peti ke dalam liang kubur. Hal ini dilakukan tanpa harus membuka peti, plastik, dan kafan dari jenazah tersebut. Penguburan beberapa jenazah dalam satu liang lahat diperbolehkan karena sudah termasuk dalam ketentuan al-dlarurah al-syar’iyyah atau kondisi darurat. Dalam protokol Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama, terdapat keterangan terperinci tentang lokasi penguburan jenazah pasien COVID-19 dan ketentuan untuk pihak keluarga. Jenazah harus dikubur pada kedalaman 1,5 meter lalu ditutup dengan tanah setinggi satu meter. Setelah semua prosedur jenazah dilaksanakan dengan baik, maka pihak keluarga dapat turut dalam penguburan jenazah.

Baca selengkapnya di artikel “Tata Cara (Protokol) Menguburkan Jenazah Pasien Corona COVID-19”, https://tirto.id/eKo3

Syarat Menguburkan Jenazah Muslim

30 April 2020 by no comments Posted in doa menguburkan jenazah muslim

Dalam Islam, kematian merupakan sebuah takdir mutlak. Takdir mutlak ialah yang terjadi di luar campur tangan manusia sama sekali, sesuai dengan firman Allah pada surat Luqman ayat 34 “Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui dengan pasti apa yang akan diusahakannya besok, dan tiada seorangpun yang mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Teliti.”(QS Luqman: 34)

Semua hal menyangkut kehidupan dalam Islam memiliki tata cara dan adab tersendiri, seperti tata cara sholat wajib, adab makan, adab bertamu dan lain-lain. Begitu pula dengan kematian, dalam agama Islam hal kematian juga memiliki tata cara, seperti tata cara sholat jenazah, tata cara memandikan jenazah, begitupula dengan tata cara menguburkan jenazah menurut Islam.

Tata cara menguburkan jenazah menurut Islam.

1. Memperdalam galian lobang kubur agar tidak tercium bau jenazah dan tidak dapat dimakan oleh burung atau binatang pemahan bangkai.

2. Cara menaruh jenazah di kubur ada yang ditaruh di tepi lubang sebelah kiblat kemudian di atasnya ditaruh papan kayu atau yang semacamnya dengan posisi agak condong agar tidak langsung tertimpa tanah. Namun bisa juga dengan cara lain dengan prinsip yang hampir sama, misalnya dengan menggali di tengah-tengah dasar lobang kubur, kemudian jenazah ditaruh di dalam lobang.

Lalu di atasnya ditaruh semacam bata atau papan dari semen dalam posisi mendatar untuk penahan tanah timbunan. Cara ini dilakukan bila tanahnya gembur. Cara lain adalah dengan menaruh jenazah dalam peti dan menanam peti itu dalam kubur.

3. Cara memasukkan jenazah ke kubur yang terbaik adalah dengan mendahulukan memasukkan kepala jenazah dari arah kaki kubur.

4. Jenazah diletakkan miring ke kanan menghadap ke arah kiblat dengan menyandarkan tubuh sebelah kiri ke dinding kubur supaya tidak terlentang kembali.

5. Para ulama menganjurkan supaya ditaruh tanah di bawah pipi jenazah sebelah kanan setelah dibukakan kain kafannya dari pipi itu dan ditempelkan langsung ke tanah. Simpul tali yang mengikat kain kafan supaya dilepas.

6. Waktu memasukkan jenazah ke liang kubur dan meletakkannya dianjurkan membaca doa seperti: Bismillahi Waala Millati Rosulillah Artinya: “Dengan nama Allah dan atas agama Rasulullah” (HR. at-Tirmidzi dan Abu Daud).

7. Untuk jenazah perempuan, dianjurkan membentangkan kain di atas kuburnya pada waktu dimasukkan ke liang kubur. Sedang untuk mayat laki-laki tidak dianjurkan.

8. Orang yang turun ke lobang kubur mayit perempuan untuk mengurusnya sebaiknya orang-orang yang semalamnya tidak mensetubuhi isteri mereka.

9. Setelah jenazah sudah diletakkan di liang kubur, dianjurkan untuk mencurahinya dengan tanah tiga kali dengan tangannya dari arah kepala mayit lalu ditimbuni tanah.

10. Berdoa setelah selesai menguburkan jenazah.

Doa Selesai Penguburan Jenazah

Selesai mengubur dan sebelum meninggalkan tempat penguburan pelayat mengambil tanah dan menaburkannya dari arah kepala tiga kali, lalu berdiri di sisinya, dan membaca do’a sebagai berikut:

“Allahummaghfir lahu warhamhu, wa’aafihi wa’fu ‘anhu, wa akrim nuzulahu, wa wassi’madkhalahu, waghsilhu bil-ma’i watstsalji wal-baradi, wanaqqohi minal khotoya kamaayunaqqottsaubu abyadhu minadanasi, waabdilhu daaron khoiron in daarihi, waahlankhoiron min ahlihi, wazaujan khoiron minzaujihi, waqihi fitnatal qobri wa’adaabinnar”

Larangan yang harus diperhatikan

Beberapa larangan yang perlu diperhatikan terkait dengan mengubur jenazah di antaranya adalah:

1) Jangan membuat bangunan di atas kubur

2) Jangan mengapuri dan menulisi di atas kubur

3) Jangan menjadikan tempat shalat di atas kubur

4) Jangan duduk di atas kubur dan jangan berjalan di sela-sela kubur

dengan memakai alas kaki

5) Jangan menyembelih binatang di sisi kubur

6) Jangan melakukan perbuatan-perbuatan di sekitar kubur yang didasari oleh sisa kepercayaan-kepercayaan lama yang tidak ada kebenarannya dalam Islam.

Tyas Titi Kinapti

Source: https://www.liputan6.com/citizen6/read/3876043/10-tata-cara-menguburkan-jenazah-menurut-islam