Agar Berziarah Kubur tak Lagi Berat

11 February 2019 by no comments Posted in artikel

Tidak pernah ada dalam bayangan saya sengaja datang berkunjung ke sebuah komplek pemakaman kecuali untuk berziarah mengunjungi makam mertua atau adik saya. Itu pun kadang rasanya berat. Entah kenapa rasanya auranya selalu membuat saya tak nyaman. Tapi ketika mendapat ajakan berkunjung ke Al Azhar Memorial Garden, entah kenapa saya kok ya bersemangat.

Saya membayangkan komplek pemakaman Al Azhar ini seperti komplek pemakaman mewah yang pernah saya dengar juga berada di daerah Karawang, San Diego Hills. Ketika akhirnya saya datang dan menyaksikan sendiri komplek pemakaman Islam ini, bayangan tadi langsung buyar. Apa yang saya bayangkan mewah, ada tempat hiburan, ada tempat wisata, dan sebagainya, pupus sudah. Sepanjang mata memandang, saya tak menemukan apa yang saya cari.

 

Saat memperhatikan makam-makam yang ada di Al Azhar Memorial Garden, tercermin perwujudan pemakaman Islam yang ideal, sederhana, ada jarak antar makam sehingga tak sampai terinjak-injak ketika peziarah lain yang sedang datang.

Konsep pembelian tanah makam di AMG dilakukan di awal, sesuai prinsip perdagangan Islam, ada uang, ada barang. Mungkin akan terasa mahal, tapi karena semua biaya perawatan sudah termasuk biaya di awal, ya terasa biasa aja. Tiap bulan sudah tak ada lagi biaya perawatan yang ditagihkan. Seumur hidup keluarga almarhum bisa tenang tak perlu memikirkan biaya perawatan.

Kalau lihat kerapihan komplek pemakaman AMG, terasa setimpal sih antara biaya yang dikeluarkan dengan fasilitas yang didapatkan. Makam yang tertata rapi dan selalu terawat. Hampir tiap hari ada petugas yang bekerja merawat dan menjaga kebersihan dan kerapihan makam. Semua rumput menggunakan rumput Jepang. Hampir tak ada rumput liar, semua tertata rapi, bersih, dan tenang. Rasa takut yang biasa menghampiri ketika mengunjungi pemakaman biasa, sama sekali hilang. Mungkin karena kerapihannya.

Menjaga Syar’i Hingga Liang Lahat

5 February 2019 by no comments Posted in artikel

Tahukah anda bahwa dalam Islam ada petunjuk agar makam muslim dan non muslim tidak dianjurkan berada dalam satu komplek pemakaman? Mengapa. Karena Allah memuliakan orang muslim. Syariat Islam sudah memberi pedoman agar tidak menguburkan orang kafir di pemakan muslim demikian juga sebaliknya. Kuburan non muslim adalah tempat Allah akan memberi azab sementara pada makam muslim Allah akan memberikan rahmat Allah berupa ampunan dosa. Maka tak selayaknya tempat yang penuh adzab disatukan dengan tempat akan diturunkannya rahmat Allah.

Sebagaimana disabdakan Rasul SAW: “Aku terbebas dari orang muslim yang berdampingan dengan orang musyrik.” Kemudian Rasul bersabda lagi: Supaya api dari keduanya tidak saling berdampingan”. HR. Abu Daud).

Inilah  salah satu alasan mengapa kemudian Yayasan Pesantren Islam (YPI) lewat divisi usahanya mengembangkan komplek pemakaman muslim yang diberi nama Al-Azhar Memorial Garden yang terletak di Jalan Raya Peruri KM.53-54, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Sebagai bentuk kepedulian Al-Azhar terhadap persoalan yang berkaitan dengan pemakaman dan bagaimana melaksanakan prosesi kematian secara syar’i.

Manajemen Al-Azhar Memorial Gaden mengejawantahkan visi dan misi dengan benar-benar menjalankan prosesi pemakaman dari hulu ke hilir dengan bersandarkan pada nilai-nilai yang telah digariskan oleh agama.

Apa sajakah yang berkaitan dengan prosesi pemakaman yang sesuai dengan landasan syari itu?

  1. Makam Muslim tidak boleh bercampur dengan makam non muslim.
  2. Harus Menghadap kiblat.
  3. Sederhana hanya terdiri dari gundukan tanah tidak dibangun apapun diatasnya.
  4. Tidak boleh dilangkahi, diduduki atau diinjak-injak.
  5. Kedalaman makam 1,5 meter
  6. Boleh meletakkan batu nisan sebagai penanda.
  7. Berdasarkan Fatwa MUI DKI Jakarta tahun 2011, menumpuk jenazah hukumnya haram.
  8. Berdasarkan Fatwa MUI No.9 tahun 2014, membeli makam dimana terdapat unsur tabzir & israf didalamnya adalah haram.
  9. Syariat pemakaman dalam Islam ditujukan untuk memperlakukan jenazah dengan hormat.

Selain prosesi pemakaman yang berlandaskan nilai-nilai syar’i, Al-Azhar Memorial Garden juga memperlakukan semua area dengan konsep yang sama, tanpa hiasan yang berlebih kecuali nisan sebagai penanda.

Satu hal yang menarik dan layak diapresiasi adalah dibukanya pintu amal kebaikan kepada siapapun untuk bisa mewakafkan tanah kuburan di area makam ini kepada muslim lainnya sebagai bentuk kepedulian muslim terhadap muslim lainnya, Tentu saja ada aturan yang harus dilakukan bersama antara muwakif dan nadzir dalam hal ini adalah manajemen AMG agar proses wakaf ini dapat berjalan dengan sebaik-baiknya.

Dari luas 25 ha yang disediakan saat ini oleh AMG dengan kebutuhan tiap makam sekitar 3×2 meter persegi, maka lubang yang tersedia diperkirakan sekitar 29 ribu lubang yang disediakan kepada seluruh muslimim yang berniat menyiapkan makam untuk dirinya atau keluarganya. Saat ini AMG sudah memasuki tahap ke V pada aspek pemasarannya dengan jumlah lubang yang sudah dibeli sekitar 3.000 liang yang sudah dipesan sejak hadirnya AMG pada 2012.

Bagaimana dengan harga yang ditawarkan, mahalkah?

Bila melihatnya dari sisi ukuran tanah yang dibeli memang terkesan mahal, namun harus dilihat bahwa proses pemeliharaan tanah mulai dari awal dibeli hingga dikuburkan serta pemeliharaan sepanjang masa tentu nilai yang ditawarkan di Al-Azhar Memorial Garden akan terasa tidak ada artinya dengan jumlah nominal yang dikeluarkan.

Begini Seharusnya Memakamkan Mereka yang Pulang ke Rahmatullah (2)

25 January 2019 by no comments Posted in artikel

Sederhana Hanya Terdiri Gundukan dan tidak dibangun Apapun

Kita sering melihat makam-makan dibangun dengan berbagai macam bentuk bangunan diatasnya dengan berbagai keramik dan cat beraneka ragam. Dalam islam hal ini tidaklah dianjurkan. Sebagaimana Rasulullah dan para sahabat rasulullah.

Ibnul Qayyim berkata dalam kitabnya Zaadul Ma’aad, “Dan makam beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam digunduki tanah seperti punuk yang berada di tanah lapang merah. Tidak ada bangunan dan tidak juga diplester. Demikian itu pula makam kedua sahabatnya (Abu Bakar dan Umar).”

“Diriwayatkan dari Jabir, ia berkata: Rasulullah saw melarang memplester kubur, mendudukinya dan mendirikan bangunan di atasnya.” (HR. Muslim, no. 94/970)

MakamTidaklah di duduki atau di Injak-injak

Di Jakarta bahkan ada fenomena, anak-anak atau gelandangan jalanan terpaksa tinggal di makam karena tak mampu membayar kontrakan. Padahal hal seperti ini tidaklah diperbolehkan. Jangankan tinggal diatasnya, duduk dan menginjakpun tidak boleh.

“Rasulullah saw. bersabda, ‘Lebih baik salah seorang dari kamu duduk di atas bara api hingga membakar pakaiannya dan sekujur tubuhnya daripada duduk di atas kubur’,” (HR Muslim (971).

Rasulullah aja sampe bilang begitu. Ini karena betapa manusia sangat di muliakan Allah bahkan sampe setelah meninggal dunia.

Kedalaman Makam 1,5 M

Kenapa?? Supaya yang meninggal atau jenazah terhindar atau terlindungi dari hewan yang hidup. Begitu juga yang hidup terhindar dari yang telah meninggal, dari bau dan lain. lain.

Boleh Meletakkan Nisan Penanda

Sebagai kebutuhan penanda agar kita tidak kehilangan jejak atau agar mudah ketika berziaran maka sebatas ada kebutuhanmenuliskan nama orang yang wafat di atas kuburan atau pada nisan sebagai penanda agar kuburannya dikenali, bukan dalam kategori bermegah-megahan diperbolehkan. Ingat hanya sebagai penanda bukan dalam kategori bermegah-megahan.

Kuburan Mewah Haram Hukumnya

Kini nampaknya mucul trend kuburan mewah dengan berbagai fasilitas wah yang ditawarkan. Padahal hal ini haram hukumnya. MUI jelas menyatakan Jual beli dan bisnis lahan untuk kepentingan kuburan mewah yang terdapat unsur tabdzir dan israf hukumnya haram,” jelas Fatwa MUI Nomor 9 tahun 2014

Begini Seharusnya Memakamkan Mereka yang Pulang ke Rahmatullah

18 January 2019 by no comments Posted in artikel

Ada seorang anak gadis yang meninggal dunia. Lalu sang ayah menguburkannya seperti layaknya jenazah pada umumnya di pemakaman umum. Setelah itu sang Ayah setiap malam selama tiga hari selalu bermimpi di datangi anak gadisnya yang mengeluh, “Ayah tolong ayah, aku tidak bisa tidur suara pabrik kapur berisik sekali sampai aku tak bisa tidur”.

Lalu sang ayah mengecek memastikan di pemakamannya tak ada pabrik apapun sepi sunyi senyap. kemudian usut diusut ternyata makam anak gadisnya bersebelahan dengan makan seorang algojo yang seumur hidupnya selalu berbuat maksiat.

Demikian sepenggal kisah yang berkaitan dengan pemakanaman. Dalam Islam ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pemakamam seorang muslim. Ada beberepa syariat yang harus kita lakukan sebagai seorang muslim. Salah satunya adalah tidak mencampur makam seorang muslim dengan non muslim. Kenapa? jawabannya cerita diatas menunjukkannya.

Seperti yang dilakukan oleh kaum muslimin semenjak zaman rasulullah para khulafa’ ar rasyidun dan orang-orang setelahnya. Hal tersebut terus berlangsung dan menjadi ijma’ amali untuk memisah kuburan ummat islam dengan kuburan orang-orang musyrik.

Sebab, adzab bagi orang-orang musyrik tersebut akan dirasakan oleh seluruh penduduk kuburan tersebut. Padahal adzab kepada mereka tidak terputus. Jenazah umat muslim yang dicampur dengan muysrikin akan tersiksa.Tersiksanya mayit tergantung dengan siksaan yang ditimpakan pada tetangganya berupa pedihnya adzab, bau yang busuk ataupun kegelapan liang lahat dan yang lainnya.

Harus Menghadap Kiblat

Ketaqwaan seorang muslim di buktikan dengan tiga hal yaitu Qaulan; melalui kata-kata yang keluar dari mulut kita. Maka kita harus bersyahadat, mengucapkan dua kalimat syahadat. Qulbi; hati kita. Ketaqwaan kita juga harus dibuktikan dengan hati kita yang selalu hanya menyakini hanya Allah satu-satunya tuhan kita. Yang ketiga Fikli ketaqwaan kita juga dibuktikan dengan perilaku dan gerakan kita. Maka saat kita sholat kita harus dengan tertib baik dan menghadap kiblat.

Itulah mengapa saat sholat hingga saat kita meninggalpun harus menghadap ke kiblat. Sebagai bukti ketaqwaan kita.

Ku hadapkan muka dan hatiku kepada Dzat yang menciptakan langit dan bumi dengan keadaan lurus dan berserah diri dan aku bukanlah dari golongan kaum musrik. Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah karena Allah, Tuhan semesta alam. Tidak ada sekutu bagiNya, demikianlah aku diperintah dan aku termasuk golongan orang-orang muslim

 

Bersambung….

Tetap Syariah Hingga Peristirahatan Terakhir

17 January 2019 by no comments Posted in artikel

Memasuki bulan Ramadhan salah satu tradisi umat Islam di Indonesia ialah ziarah ke makam orang tua, keluarga atau kerabat. Dulu saya rutin melakukannya ketika masih di Semarang. Sejak tinggal dan bekerja di Jakarta, kegiatan ziarah biasanya saya lakukan menjelang hari Raya Idul Fitri.

Kegiatan ziarah ke makam awalnya bagi saya hanya sebatas mendoakan almarhum orang tua atau keluarga tanpa peduli di mana dimakamkan. Di beberapa daerah makam masih menjadi tempat yang menyeramkan untuk didatangi.

Namun beberapa tahun terakhir ada perubahan tren yang terjadi. Tempat pemakaman menjadi menyenangkan bahkan tempat rekreasi karena fasilitas hiburan seperti danau atau taman. Awalnya saya menyambut baik tren tersebut karena mengubah image makam menjadi keren dan berbobot. Tetapi kebanyakan orang yang dimakamkan di tempat tersebut beragama non Muslim dan dengan harga yang mahal. Tak lama muncul pemakaman syariah yang dikelola lembaga pendidikan ternama di Karawang Timur.

 

Ada dua hal penting dalam hakikat pemakam Islam yang harus diketahui yaitu menguburkan jenazah dengan hormat dan melakukan ziarah kubur untuk mengingat kematian. Selain itu ada tujuh hal penting dalam memilih pemakaman sesuai dengan syariat Islam antara lain :

a. tidak boleh bercampur dengan makam non muslim

b. harus menghadap kiblat

c. sederhana

d. tidak boleh dilangkahi atau diinjak

d. kedalaman hanya 1,5 meter

e. boleh meletakkan nisan sebagai penanda

f. jenazah tidak boleh ditumpuk dan tidak boleh berfungsi sebagai tempat wisata

Mendengar hal itu saya menjadi terkejut karena baru mengetahuinya dan menganggap wajar tempat makam yang dijadikan hiburan. Ternyata hakikat manusia melakukan ziarah kubur agar membuat kita merasa cukup dan bersyukur, mengenang jasa orang yang telah meninggal dan mendorong jadi lebih baik dalam beribadah.

 

Memikirkan Makna Hidup Ketika Mengunjungi Pemakaman

11 January 2019 by no comments Posted in artikel

Sebagai manusia, rumah masa depan kita adalah kuburan alias pemakaman. Kalau berbicara tentang pemakaman pasti yang terpikir adalah suasana yang seram, sunyi, penuh pepohonan dan aneka bentuk liang lahat itu sendiri. Ternyata, ada pemakaman yang sesuai syariat islam dan tempatnya cukup nyaman tertata rapi.

Beberapa waktu lalu saya di undang oleh Republika Online untuk berkunjung ke Al-Azhar Memorial Garden yang berada di Karawang, Jawa Barat. Dari Jakarta menuju kesana cukup memakan waktu 2 jam saja. Kalau dengar kata Al-Azhar mungkin sudah tak asing lagi di telinga sebagian banyak orang termasuk saya sendiri yang kebetulan rumah saya dekat dengan Sekolah Al-Azhar Bintaro.

Yang saya tahu kalau Al-Azhar itu hanya Yayasan di bidang pendidikan dan wakaf saja tapi ternyata Al-Azhar juga memiliki Pemakaman yang di namakan Al-Azhar Memorial Garden, mau tahu lebih lengkap tentang pemakaman ini? Berikut ini ulasannya:

Setelah keluar Tol Karawang timur kita melewati jalan yang banyak sekali hilir mudik aneka truk kontainer karena seperti yang kita ketahui Karawang itu merupakan daerah industri jadi banyak pabrik yang ada disana. Tak jauh dari keluar tol terlihat gerbang dengan tulisan Al-Azhar Memorial Garden. Dari melihat gerbang yang terlihat megah mungkin banyak yang berfikir mewahnya area pemakaman ini.

Al-Azhar memberikan layanan Pendidikan seperti TK, SD, SMP, SMA dan Universitas. Al-Azhar juga melayani sosial amil dan zakat juga pengurusan jenazah. Seiring berjalanya waktu ketika para pengurus meninggal banyak yang tidak memiliki tempat atau sulit dan yang akhirnya di buatlah Al-Azhar Memorial Garden ini.

Sebagai muslim juga tentunya kita menginginkan pemakaman yang sesuai syariat Islam bukan hanya asal di makamkan saja. Bagaimanapun juga kita adalah khalifah yang walaupun sudah meninggal juga masih sebagai khalifah. Syariat pemakaman dalam Islam ditujukan untuk memperlakukan jenazah dengan hormat.

Al Azhar Memotial Garden juga memiliki layanan prosesi pemakaman syariah yaitu menangani prosesi pemakaman, mulai dari rumah duka hingga ke Al-Azhar Memorial Garden dan pemindahan makam, dari makam lama ke Al-Azhar Memorial Garden.

Setelah di jelaskan oleh ibu Maya kami semua berkeliling naik bis menuju tempat pemakaman. Wahh, suasana yang nyaman, bersih sudah terasa ketika kita melewati jalan yang di setiap pinggirnya berjajar pohon-pohon.Terlihat juga para petugas kebersihan yang sedang membersihkan areal makam. Al-Azhar Memorial Garden ini memiliki luas 25 hektar dan saat ini sudah 3.000 lahan yang terjual namun baru 100 lahan saja yang sudah terisi.

Kalau kita membeli lahan pemakaman disini, kita hanya membayar uang di muka saja tidak perlu memikirkan biaya kebersihan makam setiap bulannya. Ada program wakaf juga di Al-Azhar Memorial Garden ini yaitu jika satu makam ada yang beli maka satu makam lagi di wakafkan untuk makam kaum Dhuafa dan untuk pemakaman kaum dhuafa juga menyatu dengan makam lainya alias tidak di pisah-pisah.

Berkunjung Al-Azhar Memorial Garden membuat saya terus termenung memikirkan segala amal perbuatan saya yang saya pikir belum cukup untuk bekal ketika saya mati nanti. Berfikir juga apa nanti ketika saya meninggal saya akan di makamkan dengan syariat Islam atau tidak ya oleh orang-orang terkasih saya yang masih hidup?

Menepis Kesan ‘Horor’ dari Sebuah Makam

5 January 2019 by no comments Posted in artikel

Ada hal ini sangat kontras dengan pengalaman masa kecil, dibanding ketika menjejakkan kaki di Al Azhar Memorial Garden. Tak ada pepohonan rimbun menyeramkan, semua tertangkap asri di indera pengihatan. Jalanan halus dipersiapkan khusus, juga terdapat pemisahan blok untuk memudahkan keluarga mencari makam.

Al Azhar Memorial Garden untuk merespons kebutuhan masyarakat, utamanya keluarga besar Al Azhar yang umumnya golongan menengah atas. Mereka kebanyakan public figure, kesulitan mencari tempat pemakaman bagi keluarganya. Namun tak perlu kawatir, masyarakat luas juga bisa memiliki makam di Al Azhar memorial Garden.

 

 

Mengenal Lebih Dekat Pemakaman Islam Al-Azhar Memorial Garden

22 February 2017 by no comments Posted in artikel

Tentang Al-Azhar Memorial Garden

Al-Azhar Memorial Garden adalah salah satu unit usaha Yayasan Pesantren Islam Al-Azhar yang bergerak di bidang layanan pemakaman Islam.

Al-Azhar Memorial Garden dibangun untuk melayani umat yang ingin dimakamkan sesuai syariat Islam, sekaligus sebagai sarana sosialisasi kepada masyarakat tentang syariat pemakaman Islam.

Terbentang seluas 25 hektar di wilayah Karawang Timur, Al-Azhar Memorial Garden siap menampung sekitar 29.000 ribu jenazah muslim dari wilayah Jabodetabek, Karawang, Cikarang, Bandung, dan sekitarnya.

Latar Belakang Dibangunnya Pemakaman Islam Al-Azhar Memorial Garden

Pada saat ini, masyarakat Indonesia yang berada di wilayah perkotaan dengan jumlah penduduk yang terus meningkat menghadapi permasalahan semakin terbatasnya pemakaman yang disediakan oleh pemerintah dan masyarakat.

Perlu diketahui bahwa Wilayah DKI Jakarta dengan luas 65.680 hektar diproyeksikan membutuhkan lahan makam seluas 785 hektar.

Dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Jakarta tahun 2011, ditargetkan 745 hektar.

Padahal, luas makam di Jakarta hanya 576 hektar. Jadi, Jakarta jelas masih kekurangan lahan sebesar 209 hektar.

Tingginya angka warga Jakarta yang meninggal dunia, dengan rata-rata per hari mencapai 111 orang, berarti mulai 2012 dan seterusnya, lahan pemakaman di DKI Jakarta akan habis apabila tidak segera dilakukan penambahan.

Selain usaha menambah luas lahan makam, dilakukan juga kebijakan menumpuk jenazah dalam satu lubang makam bagi yang masih ada hubungan keluarga. Jarak waktunya minimal dua tahun, hal itu untuk mengantisipasi over-loadnya lahan makam.

Kondisi Tempat Pemakaman Umum yang ada pada saat ini sangat memprihatinkan, antara lain:

  • Terkesan berdesak-desakan dan tidak beraturan.
  • Kurang terurus dengan baik.
  • Seringkali ditemui pengemis, pedagang asongan, dan lain-lain.
  • Tidak memiliki fasilitas memadai.
  • Kewajiban membayar biaya perpanjangan pemakaian lahan dan iuran bulanan.
  • Terkesan seram dan angker.

Maksud dan Tujuan

Dengan melihat keadaan yang memprihatinkan ini, kami tergugah untuk berpartisipasi mengatasi kesulitan yang dihadapi pemerintah dengan menyediakan lahan pemakaman muslim yang dapat memberikan keamanan, kenyamanan, dan ketentraman bagi keluarga yang ditinggalkan.

Adapun pembangunan Al-Azhar Memorial Garden bertujuan untuk:

  1. Memberikan pilihan bagi umat Islam untuk dapat dikuburkan di pemakaman muslim sesuai syariat Islam.
  2. Menyediakan lahan pemakaman muslim yang terawat untuk selamanya, tanpa ada lagi beban biaya bulanan ataupun tahunan yang memberatkan ahli waris.
  3. Adanya kemudahan prosesi pemulasaraan jenazah sejak awal sampai penguburan.
  4. Melanggengkan persaudaraan dan kekeluargaan, dengan adanya kuburan di lahan pemakaman muslim yang terpelihara selamanya, memungkinkan anak cucu untuk berziarah.

Sehubungan dengan hal tersebut di atas, pemakaman Islam Al-Azhar Memorial Garden yang dibangun sejak 2011 lalu memiliki konsep sebagai berikut:

  1. Memiliki konsep, makam adalah bagian dari taman.
  2. Tidak ada gangguan dari pihak luar, karena tertutup dan diawasi selama 24 jam nonstop.
  3. Tersedia fasilitas lengkap dan modern (masjid, gazebo, dll)
  4. Landscape yang tertata dengan baik.
  5. Tata letak makam yang jelas dan teratur.
  6. Jaminan penggunaan makam dan perawatan selamanya.
  7. Satu makam untuk satu orang.
  8. Persepsi umum terkesan damai dan sejuk.

Visi dan Misi

Visi

Menjadi pemakaman muslim sesuai syariah di tengah hijaunya taman.

Misi

  • Merealisasikan program Yayasan Pesantren Islam Al-Azhar.
  • Membantu pemerintah daerah dalam menyediakan pemakaman muslim.
  • Membangun area pemakaman muslim yang aman, nyaman, tertata, asri, dan terawat.

Komitmen

  • Amanah – Menjaga kepercayaan umat dalam menerapkan pemakaman sesuai syariat Islam dengan konsisten dan sebaik-baiknya.
  • Syiar – Mengajak peziarah untuk mengingat akhirat sekaligus dengan memandang indahnya taman, mengajak peziarah untuk mengingat kebesaran Allaah SWT yang telah menciptakan alam dengan sempurna.
  • Maslahat – Keberadaan Al Azhar Memorial Garden membawa maslahat bagi penduduk sekitar, antara lain: membuka lapangan kerja dan menambah nafkah penduduk setempat, perbaikan jalan menuju dan dari Al Azhar Memorial Garden, menggerakkan ekonomi setempat, meramaikan kegiatan keagamaan di Masjid Al Azhar Memorial Garden, dan menghidupkan kawasan Teluk Jambe di mana Al Azhar Memorial Garden berada.

Layanan

Di samping itu, untuk memudahkan masyarakat muslim dalam menyelenggarakan prosesi pemakaman, kami juga menyediakan layanan lengkap seperti pemulasaran jenazah, penyediaan batu nisan, penyediaan ambulans, dll.

Layanan Pemulasaran:

Kami memberikan layanan pemulasaran di rumah duka, mulai dari memandikan, mengkafani, menunaikan salat jenazah, sampai dengan memberangkatkan jenazah menuju lokasi  Al-Azhar Memorial Garden.

Layanan di Pemakaman

Kami memberikan layanan di lokasi pemakaman, mulai dari penjemputan di gerbang Tol Karawang Timur sampai dengan pelaksanaan prosesi pemakaman yang khidmat dan sesuai syariah.

Rincian layanan di pemakaman adalah sebagai berikut:

  • Jasa gali/tutup lubang
  • Pendamping prosesi pemakaman (Doa)
  • Dokumentasi video
  • 1 tenda uk. 4 x 6 meter
  • 30 buah kursi lipat
  • Tangga turun ke liang kubur
  • Panggung (jika diperlukan) + karpet
  • Sound System dan MC
  • 1 buah podium
  • 2 dus air mineral
  • 1 buah spanduk turut berduka cita
  • nisan sementara
  • papan ari
  • 1 unit mobil Al-Azhar yang menjemput di gerbang Tol Karawang Timur

Layanan Pemeliharaan Makam

Kami memberikan layanan pemeliharaan makam sepanjang masa—mulai dari pemotongan rumput, pembersihan, hingga penyiraman yang dilakukan secara rutin—sehingga Anda bisa berziarah kapan pun dengan nyaman.

Kesimpulan: Al-Azhar Memorial Garden Hadir Sebagai Solusi

hadir sebagai solusi

Al-Azhar Memorial Garden hadir sebagai solusi atas permasalahan yang dihadapi oleh pemerintah, masyarakat muslim, dan masyarakat sekitar.

Apa saja solusi dan manfaat yang diberikan oleh Al-Azhar Memorial Garden? Berikut ini di antaranya:

  1. Menjadi solusi atas permasalahan semakin minimnya ketersediaan lahan makam di Jabodetabek dan sekitarnya.
  2. Menjadi solusi bagi individu muslim yang ingin menyediakan pemakaman yang sesuai syariat Islam, baik untuk dirinya sendiri maupun untuk keluarganya.
  3. Menjadi solusi bagi penduduk sekitar yang membutuhkan lapangan pekerjaan dan nafkah tambahan.
  4. Membantu pemerintah daerah dalam melakukan perbaikan jalan dari dan menuju lokasi Al-Azhar Memorial Garden.
  5. Memberikan kesempatan kepada umat untuk berpartisipasi dalam program wakaf makam Al-Azhar Memorial Garden untuk kaum duafa.

Tata Cara Memandikan Jenazah Menurut Islam (+ Video)

8 February 2017 by no comments Posted in artikel

Sebelum dimakamkan di pemakaman muslim, jenazah orang Islam wajib dimandikan dan dishalatkan terlebih dahulu (hukum memandikan jenazah adalah fardhu kifâyah).

Sama seperti kewajiban lainnya dalam Islam, memandikan jenazah ada syarat dan tata caranya.

Apa syarat dan tata cara memandikan jenazah menurut Islam? Berikut pembahasannya.

Syarat Jenazah yang Wajib Dimandikan Menurut Islam

  1. Jenazah muslim atau muslimah.
  2. Ada tubuhnya.
  3. Bukan mati syahid.
  4. Bukan bayi yang meninggal karena keguguran.

Syarat Orang yang Memandikan Jenazah

  1. Muslim.
  2. Berakal.
  3. Balig.
  4. Berniat memandikan jenazah.
  5. Jujur dan saleh.
  6. Terpercaya, amanah, mengetahui hukum memandikan jenazah, dan mampu menutupi aib si jenazah.

Orang yang Berhak Memandikan Jenazah

Adapun orang yang berhak memandikan jenazah adalah sebagai berikut:

Orang yang paling utama untuk memandikan dan mengkafani jenazah laki-laki adalah orang yang diwasiatkan oleh si jenazah semasa hidupnya, kemudian ayah, kakek, keluarga terdekat, mahramnya, dan istrinya.

Apabila dari pihak keluarga tidak ada yang bisa memandikannya, maka boleh diwakili oleh orang laki-laki lain yang bisa memandikannya.

Orang yang paling utama untuk memandikan dan mengkafani jenazah perempuan adalah ibunya, neneknya, keluarga terdekat dari pihak wanita, dan suaminya.

Apabila dari pihak keluarga tidak ada yang mampu untuk memandikannya, maka boleh diwakili oleh perempuan lain yang mampu dan biasa memandikan jenazah.

Untuk jenazah anak laki-laki boleh perempuan yang memandikannya, dan sebaliknya untuk jenazah anak perempuan boleh laki-laki yang memandikanya.

Jika seorang perempuan dewasa meninggal, sedangkan yang masih hidup semuanya hanya laki-laki, dan dia tidak mempunyai suami, atau sebaliknya seorang laki-laki meninggal sementara yang masih hidup hanya perempuan saja dan ia tidak mempunyai istri, maka jenazah tersebut tidak dimandikan, tetapi cukup ditayamumkan.

Cara mentayamumkannya, yaitu seseorang menepukkan kedua telapak tangannya ke tanah, kemudian mengusapkannya ke bagian wajah dan punggung jenazah.

Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wasallam:

“Jika seorang meninggal ditempat laki-laki dan tidak ada perempuan lain atau laki-laki meninggal di tempat perempuan-perempuan dan tidak ada laki-laki selainnya, maka kedua mayat itu ditayamumkan, lalu dikuburkan karena kedudukannya sama seperti tidak mendapat air.” (HR Abu Daud dan al-Baihaqi)

Untuk semakin memahami penjelasan tentang siapa saja yang berhak memandikan jenazah, silakan saksikan video penjelasan Ustadz Dr. Khalid Basalamah di bawah ini.

Tata Cara Memandikan Jenazah Menurut Islam

Pertama-tama, siapkan semua peralatan untuk memandikan jenazah. Peralatan-peralatan tersebut antara lain:

  1. Ruang tertutup untuk memandikan jenazah.
  2. Tempat atau alas untuk memandikan jenazah. Usahakan agar tempat atau alas pemandian agak miring ke arah kakinya, tujuannya agar air dan semua yang keluar dari jasadnya bisa mengalir ke bawah dengan mudah.
  3. Air secukupnya.
  4. Sabun, air kapur barus, dan wangi-wangian.
  5. Sarung tangan untuk memandikan.
  6. Potongan atau gulungan kain kecil-kecil.
  7. Kain basahan, handuk, dan lain-lain.

Setelah tempat dan peralatan yang dibutuhkan tersedia, maka tibalah saatnya untuk memandikan jenazah.

Pertama kali yang harus dilakukan oleh petugas ialah melunakkan persendian jasad jenazah terlebih dahulu. Apabila kuku si jenazah panjang, maka hendaknya kukunya tersebut dipotong hingga memiliki ukuran panjang yang normal. Begitu pula dengan bulu ketiaknya. Adapun bulu kelamin, maka jangan dicukur, karena itu merupakan aurat besar.

Setelah itu kepala jenazah diangkat sampai setengah duduk, lalu diurut perutnya dengan perlahan hingga semua kotoran dalam perutnya keluar.

Petugas yang memandikan jenazah hendaknya memakai sarung tangan maupun kain untuk membersihkan qubul dan dubur jenazah tanpa harus melihat maupun menyentuh auratnya.

Setelah jenazah dimandikan, kemudian petugas ‘mewudhui’ jenazah sebagaimana wudhu sebelum sholat. Dalam ‘mewudhui’ jenazah tidak perlu memasukkan air ke dalam hidung dan mulut jenazah, akan tetapi petugas cukup membasahi jari yang dibungkus dengan kain, kemudian jari tersebut digunakan untuk membersihkan bibir jenazah, menggosok gigi dan kedua lubang hidungnya hingga bersih.

Selanjutnya petugas menyela jenggot dan mencuci rambut jenazah menggunakan busa perasan daun bidara, atau dengan menggunakan perasan sabun, kemudian sisa perasan daun bidara tersebut digunakan untuk membasuh sekujur tubuh jenazah.

Membasuh Tubuh Jenazah

Saat membasuh jenazah disunnahkan untuk mendahulukan anggota badan sebelah kanan. Pertama membasuh tekuknya yang sebelah kanan, kemudian bahu dan tangan kanannya, kemudian betis, paha dan telapak kaki sebelah kanannya.

Selanjutnya petugas membalikkan tubuhnya dengan posisi miring ke sebelah kiri, kemudian membasuh belahan punggungnya sebelah kanan. Setelah anggota tubuh sebelah kanan telah selesai, kemudian dengan cara yang sama membasuh anggota badan yang sebelah kiri.

Jumlah Bilangan dalam Memandikan Jenazah

Wajib memandikan jenazah sebanyak satu kali. Apabila dilakukan hingga kali maka itu adalah lebih utama (afdhal). Jumlah bilangan dalam memandikan jenazah tergantung pada kotoran yang terdapat pada jenazah.

Pada pembilasan terakhir, air yang digunakan hendaknya dicampur dengan kapur barus terlebih dahulu, agar air tersebut menimbulkan bau harum pada jenazah.

Catatan Penting:

  • Dianjurkan untuk menggunakan air yang sejuk untuk memandikan jenazah. Apabila dibutuhkan air panas untuk menghilangkan kotoran yang menempel pada jenazah, maka tidak mengapa.
  • Boleh menggunakan sabun dalam menghilangkan kotoran pada jenazah, akan tetapi dilarang untuk mengerik atau menggosok kulit jenazah.
  • Boleh menyiwaki gigi jenazah dan menyisir rambutnya.
  • Setelah semua proses pemandian sudah dilaksanakan, kemudian petugas menghanduki jenazah dengan kain atau semisalnya.
  • Jika jenazah tersebut perempuan, maka rambut kepalanya dipintal atau dipilah menjadi tiga pilahan, kemudiann diletakkan di sebelah belakang punggungnya.
  • Apabila jenazah sudah dimandikan sampai tujuh kali, akan tetapi masih keluar kotoran tinja dan sebagainya, maka hendaklah dibersihkan dengan menggunaka air dan menutupnya dengan kapas. akan tetapi jika keluarnya setelah dikafani, maka cukup dibiarkan saja.
  • Apabila ada orang yang meninggal dalam keadaan mengenakan kain ihram saat haji, maka cara pemandiannya sama seperti yang telah dijelaskan diatas dan ditambah dengan siraman dari perasan daun bidara. Akan tetapi yang membedakan adalah tidak perlu dikasih pewangi dan tidak perlu ditutupi kepalanya. Hal ini sesuai dengan sabda Nabi tentang jenazah yang menunaikan haji.
  • Orang yang meninggal karena peperangan membela agama atau syahid, maka jasadnya tidak perlu dimandikan dan ditunaikan shalat jenazah, melainkan hendaklah dikubur bersama pakaian yang dikenakannya.
  • Janin yang gugur berusia empat bulan, maka wajib diberi nama dan diurus sebagaimana mestinya orang dewasa yang meninggal.
  • Apabila ada halangan dalam memandikan jenazah, misalnya karena tidak ada air atau jenazahnya dalam keadaan tidak utuh, maka cukup ditayamumkan. Cara mentayamumkannya yaitu petugas menepukkan kedua telapak tangannya ke tanah, kemudian mengusapkannya ke bagian wajah dan punggung jenazah.
  • Hendaknya petugas yang memandikan atau yang mengurus jenazah menutupi semua aib yang ada pada jenazah, baik dari segi fisik maupun kejadian-kejadian yang lain.

Penutup

Demikian tata cara memandikan jenazah menurut Islam.

Untuk semakin memahami tata cara memandikan jenazah menurut Islam, kami sarankan Anda untuk juga menyaksikan video tutorial memandikan jenazah dari Dompet Dhuafa di bawah ini.

Orang Sakit Menurut Islam Wajib Melakukan 6 Hal ini

7 February 2017 by no comments Posted in artikel

Al Azhar Memorial Garden kali ini membahas tentang 6 hal yang harus dilakukan oleh orang sakit menurut Islam. Apa saja keenam hal tersebut?

1. Rela terhadap qadha dan qadar Allah, sabar dan berprasangka baik kepada-Nya.

2. Orang sakit boleh berobat dengan sesuatu yang mubah, dan tidak boleh berobat dengan sesuatu yang haram, atau berobat dengan sesuatu yang merusak akidah seperti datang kepada dukun, tukang sihir, atau ke tempat lainnya.

orang sakit harus berobat

Dari Abu Hurairah radhiyallâhu ‘anhu, dari Nabi Shallallâhu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda:

مَا أَنْزَلَ اللهُ دَاءً إِلاَّ أَنْزَلَ لَهُ شِفَاءً”.أخرجه البخاري

“Allah tidak menurunkan suatu penyakit, kecuali Allah turunkan juga obatnya.” (HR al-Bukhari)

Dalam riwayat lain, beliau Shallallâhu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِنَّ اللهَ خَلَقَ الدَّاءَ وَالدَّوَاءَ فَتَدَاوَوْا وَلاَ تَدَاوَوْا بِحَرَامٍ

“Sesungguhnya Allah menciptakan penyakit dan obatnya, maka berobatlah kalian, dan janganlah kalian berobat dengan sesuatu yang haram.” (Dikeluarkan al-Haitsami dalam kitab Majma’ al-Zawâ’id).

3. Orang sakit, apabila sakitnya bertambah parah, maka ia tidak boleh mengharapkan kematian.

ilustrasi orang sakit
Source: pixabay.com

Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wasallam bersabda:

لَا يَتَمَنَّى أَحَدُكُمْ الْمَوْتَ وَلَا يَدْعُ بِهِ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَهُ إِنَّهُ إِذَا مَاتَ أَحَدُكُمْ انْقَطَعَ عَمَلُهُ.

“Janganlah salah seorang di antara kalian mengharapkan kematian, dan janganlah meminta kematian sebelum datang waktunya. Apabila seorang di antara kalian meninggal, maka terputuslah amalnya.” (HR Muslim)

4. Hendaknya seorang muslim berada di antara khauf (rasa takut) dan raja’ (harap).

Diriwayatkan dari Anas radhiyallâhu ‘anhu, bahwasanya Nabi Shallallâhu ‘alaihi wasallam mendatangi seorang pemuda yang dalam keadaan sakaratul maut, kemudian beliau bertanya:

“Bagaimana engkau menjumpai dirimu?” Dia menjawab: “Wahai, Rasulullah! Demi Allah, aku hanya berharap kepada Allah, dan aku takut akan dosa-dosaku.” Kemudian Rasulullah bersabda:

لَا يَجْتَمِعَانِ فِي قَلْبِ عَبْدٍ فِي مِثْلِ هَذَا الْمَوْطِنِ إِلَّا أَعْطَاهُ اللَّهُ مَا يَرْجُو وَآمَنَهُ مِمَّا يَخَافُ

“Tidaklah berkumpul dua hal ini (yaitu khauf dan raja’) di dalam hati seseorang, dalam kondisi seperti ini, kecuali pasti Allah wujudkan harapkannya dan Allah berikan ia rasa aman dari apa yang ia takutkan.” (HR al-Tirmidzi)

5. Wajib baginya untuk mengembalikan hak dan harta titipan orang lain, atau dia juga meminta haknya dari orang lain. Kalau tidak memungkinkan, hendaknya memberikan wasiat untuk dilunasi hutangnya, atau dibayarkan kafarah atau zakatnya.

6. Orang sakit hendaknya segera untuk berwasiat sebelum datang tanda-tanda kematian.

Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَا حَقُّ امْرِئٍ مُسْلِمٍ لَهُ شَيْءٌ يُوصِي فِيهِ يَبِيتُ لَيْلَتَيْنِ إِلَّا وَوَصِيَّتُهُ مَكْتُوبَةٌ عِنْدَهُ

“Tidak sepatutnya bagi seorang muslim yang masih memiliki sesuatu yang akan diwasiatkan untuk tidur dua malam kecuali wasiatnya sudah tertulis di dekatnya.” (HR al-Bukhari)

Apabila hendak berwasiat yang berkaitan dengan hartanya, maka ia tidak boleh berwasiat lebih banyak dari sepertiga hartanya. Dan hartanya tidak boleh diwasiatkan kepada ahli waris. Tidak diperbolehkan pula untuk merugikan orang lain dengan wasiatnya, dengan tujuan untuk menghalangi bagian dari salah satu ahli waris, atau melebihkan bagian seorang ahli waris daripada yang lain.

Penutup

Demikian 6 hal yang harus dilakukan oleh orang sakit menurut Islam. Wallâhu a’lam bi al-shawâb.