Bagaimana Keadaan Manusia pada Hari Kiamat Nanti?

3 Desember 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

bagaimana keadaan manusia pada hari kiamat

Pernahkah Anda berpikir mengenai bagaimana keadaan manusia pada hari kiamat nanti? Waktu kiamat memang tidak bisa ditebak, tapi Al-Qur’an dan sabda Rasulullah SAW menjelaskan kondisi manusia pada waktu tersebut. Umat Muslim yang taat juga memiliki iman atau keyakinan pada hari kiamat karena itu salah satu rukunnya.

Kiamat seringkali menjadi momok yang menakutkan bagi sebagian orang. Tanda-tanda kiamat yang digaungkan di Al-Qur’an hingga alasan keimanan mereka menjadi alasan mereka berusaha menghindari hari akhir. Kiamat pasti akan datang, hanya saja waktunya memang hanya diketahui oleh Allah SWT.

Apa Itu Rukun Terhadap Hari Kiamat?

Mau tidak mau, suka tidak suka, hari kiamat merupakan salah satu dari lima rukun iman Islam. Umat Muslim juga harus meyakini bahwa hari akhir pasti akan datang. Alam semesta dan isinya akan hancur dan seluruh manusia akan dimintai pertanggungjawaban, baik yang hidup maupun yang sudah mati.

Baca Juga: 5 Hikmah Beriman Kepada Hari Kiamat

Hanya Allah SWT yang mengetahui tibanya waktu kiamat di bumi, sesuai dengan firman-Nya di Surat Al-A’raf ayat 197:

يَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ السَّاعَةِ اَيَّانَ مُرْسٰىهَاۗ قُلْ اِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ رَبِّيْۚ لَا يُجَلِّيْهَا لِوَقْتِهَآ اِلَّا هُوَۘ ثَقُلَتْ فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ لَا تَأْتِيْكُمْ اِلَّا بَغْتَةً ۗيَسْـَٔلُوْنَكَ كَاَنَّكَ حَفِيٌّ عَنْهَاۗ قُلْ اِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللّٰهِ وَلٰكِنَّ اَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُوْنَ

Artinya: “Mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang Kiamat, “Kapan terjadi?” Katakanlah, “Sesungguhnya pengetahuan tentang Kiamat itu ada pada Tuhanku; tidak ada (seorang pun) yang dapat menjelaskan waktu terjadinya selain Dia. (Kiamat) itu sangat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi, tidak akan datang kepadamu kecuali secara tiba-tiba.” Mereka bertanya kepadamu seakan-akan engkau mengetahuinya. Katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya pengetahuan tentang (hari Kiamat) ada pada Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.”

Manusia hendaknya memiliki rukun iman ini di hati mereka. Niscaya, ketakwaan dan keimanan mereka akan Allah SWT pun meningkat dan mereka bisa melakukan perbuatan baik semasa hidupnya. Umat Muslim yang taat juga semakin terdorong untuk menghindari dosa dan perbuatan yang sia-sia.

Baca Juga: Apa Itu Dosa Jariyah? Mengetahui Arti Dosa Jariyah

Bagaimana Keadaan Manusia pada Hari Kiamat?

Beberapa ayat Al-Qur’an dan hadits Rasulullah Muhammad SAW sudah dengan jelas menggambarkan kondisi manusia saat datangnya hari akhir. Dalam Al-Qur’an, keadaan manusia pada hari kiamat digambarkan dalam dua bagian seturut dengan jumlah sangkakala yang dibunyikan.

1. Sangkakala Pertama

Sangkakala pertama pada hari kiamat ditiup oleh Malaikat Israfil. Pada tiupan pertama ini, semua makhluk di alam semesta menjadi lebih panik. Tiupan tersebut akan mengguncangkan bumi, menghancurkan alam semesta dan beberapa tanda kiamat lainnya. Surat An-Naml ayat 87 tertulis:

وَيَوْمَ يُنْفَخُ فِى الصُّوْرِ فَفَزِعَ مَنْ فِى السَّمٰوٰتِ وَمَنْ فِى الْاَرْضِ اِلَّا مَنْ شَاۤءَ اللّٰهُ ۗوَكُلٌّ اَتَوْهُ دَاخِرِيْنَ

Artinya: Dan (ingatlah) pada hari (ketika) sangkakala ditiup, maka terkejutlah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi, kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Dan semua mereka datang menghadap-Nya dengan merendahkan diri.

Penduduk Bumi ketakutan dengan tiupan sangkakala ini, bahkan mereka melupakan orang-orang di sekitar. Yang dipentingkan hanyalah keselamatan diri sendiri. Bahkan mereka akan lupa pada anggota keluarganya masing-masing. Ibu yang melupakan bayinya, anak melupakan orang tuanya, istri lupa akan suaminya, semua persis tergambar dalam Surat Al-Hajj ayat 1-2.

2. Sangkakala Kedua

Malaikat Israfil kembali meniup sangkakala kedua atas perintah Allah SWT setelah beberapa waktu. Pada tiupan ini, semua ruh manusia akan kembali pada jasadnya. Manusia yang sudah meninggal dan dikuburkan pun dibangkitkan lagi untuk diadili oleh Allah SWT di Padang Mahsyar.

Baca Juga: Arti Yaumul Mahsyar, Dalil, dan Penjelasannya

Waktu pengadilan Allah SWT terhadap manusia di Padang Mahsyar ini disebut dengan Hari Perhitungan (Yaumul Hisab). Kondisi manusia jelas digambarkan dalam hadits shahih Riwayat Muslim, yaitu tidak beralas kaki, tidak berpakaian, dan belum dikhitan.

Yaumul hisab sangat menyiksa karena matahari tepat berada di atas kepala manusia. Ada juga faktor perbedaan waktu antara di dunia dan di Padang Mahsyar, yakni satu hari di Padang Mahsyar sama dengan 1.000 tahun di dunia. Mereka pun akan meminta syafaat kepada para nabi yang hidup di dunia, namun tidak ada yang bisa memenuhinya kecuali Rasulullah Muhammad SAW.

Bagaimana keadaan manusia pada hari kiamat di atas tidak sebanding dengan balasan yang akan diterima saat yaumul jaza. Meskipun waktu kiamat tidak diketahui, lebih baik siapkan diri dengan perbanyak ibadah kepada Allah SWT dan lakukan amalan kebaikan kepada orang lain. Siapkan juga kuburan untuk peristirahatan terakhir berbasis syariat Islam di Al-Azhar Memorial Garden untuk Anda dan keluarga.

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda * wajib diisi
*

Artikel Terkait