Apakah Orang Mati Syahid Langsung Masuk Surga?

29 September 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

apakah mati syahid masuk surga

Istilah mati syahid seringkali terucap saat ada kabar mengenai orang yang meninggal dalam keadaan perang. Setiap kali ada berita mengenai konflik yang melanda umat Muslim di suatu lokasi, netizen seringkali mengistilahkan para korban yang meninggal sudah mati syahid. Pertanyaannya, apakah mati syahid masuk surga hanya berbekal perang?

Faktanya, kriteria mati syahid tidak sebatas orang yang meninggal dalam keadaan perang. Ada pula beberapa kondisi yang membuat orang bisa mati syahid, termasuk keadaan sakit sekalipun. Semua kondisi mati syahid tersebut bahkan tertulis dengan jelas melalui Al-Quran dan hadits Rasulullah SAW

Untuk lebih jelasnya, bacalah penjelasan di artikel ini secara lengkap.

Baca juga: Apa Itu Mati Syahid? Dan Dalil Tentang Mati Syahid

Apakah Mati Syahid Masuk Surga, Termasuk Jihad?

Selama ini, orang memahami mati syahid sebagai kematian dalam keadaan terpuji di jalan Allah SWT. Mati syahid pun digadang-gadang memiliki banyak keistimewaan karena langsung mendapatkan surga sebagai jaminannya.

Pertanyaannya adalah, kita sering mendengar istilah jihad sebagai salah satu jalan untuk mati syahid. Jihad dalam KBBI diartikan sebagai usaha membela agama Islam dengan mengorbankan harta benda, jiwa, dan raga. Berjihad pun sering dijadikan propaganda atau ajakan dari kaum ekstremis untuk melakukan bom bunuh diri, layaknya orang-orang saat medan perang.

Faktanya, Islam melarang keras orang yang melakukan bunuh diri, apapun kondisinya termasuk sakit keras. Selain melarang bunuh diri, Islam melarang pula aksi yang turut membahayakan hidup orang di sekitarnya. Malahan, orang-orang inilah yang mendapatkan neraka sebagai jaminannya.

Al-Quran surat An-Nisa ayat 29-30 pun menegaskan tentang merampas hak hidup orang lain lewat bom bunuh diri:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا تَأۡكُلُوٓاْ أَمۡوَٰلَكُم بَيۡنَكُم بِٱلۡبَٰطِلِ إِلَّآ أَن تَكُونَ تِجَٰرَةً عَن تَرَاضٖ مِّنكُمۡۚ وَلَا تَقۡتُلُوٓاْ أَنفُسَكُمۡۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ بِكُمۡ رَحِيمٗا ٢٩ وَمَن يَفۡعَلۡ ذَٰلِكَ عُدۡوَٰنٗا وَظُلۡمٗا فَسَوۡفَ نُصۡلِيهِ نَارٗاۚ وَكَانَ ذَٰلِكَ عَلَى ٱللَّهِ يَسِيرًا ٣٠

Artinya: “(29) Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian saling memakan harta sesama kalian dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka di antara kalian. Dan janganlah kalian membunuh diri kalian, sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepada kalian. (30) Dan barang siapa berbuat demikian dengan melanggar hak dan aniaya, maka Kami kelak akan memasukkannya ke dalam neraka. Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.”

Baca juga: 7 Keutamaan dan Keistimewaan Mati Syahid

Kesimpulannya, mati syahid dengan cara melakukan bom bunuh diri tidak masuk surga, malahan mendapatkan neraka jaminannya. Kita harus memahami kondisi mati syahid yang benar dan sesuai dengan pemahaman Islam.

Rasulullah SAW melalui hadits HR Muslim mengatakan ada lima orang yang mati syahid, termasuk orang yang meninggal dalam perang. Isi haditsnya adalah:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم ما تعدون الشهداء فيكم؟ قالوا : يا رسول الله، من قتل في سبيل الله فهو شهيد. قال إن شهداء أمتي إذا لقليل! قالوا: فمن هم يا رسول الله؟ قال من قتل في سبيل الله فهو شهيد، ومن مات في سبيل الله فهو شهيد، ومن مات في الطاعون فهو شهيد، ومن مات في البطن فهو شهيد، والغريق شهيد رواه مسلم

Artinya: Rasulullah SAW menguji sahabatnya dengan pertanyaan, ‘Siapakah orang yang mati syahid di antara kalian?’ ‘Orang yang gugur di medan perang itulah syahid ya Rasulullah,’ jawab mereka. ‘Kalau begitu, sedikit sekali umatku yang mati syahid.’ ‘Mereka (yang lain) itu lalu siapa ya Rasul?’ ‘Orang yang gugur di medan perang itu syahid, orang yang mati di jalan Allah juga syahid, orang yang kena tha’un (wabah) pun syahid, orang yang mati karena sakit perut juga syahid, dan orang yang tenggelam adalah syahid,’ jawab Nabi Muhammad SAW.

Tidak hanya hadits di atas, kondisi mati syahid juga dijelaskan dalam hadits yang diriwayatkan oleh HR Bukhari dan Muslim.

وعن أبي هريرة رضي الله عنه، قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم الشهداء خمسة المطعون والمبطون، والغريق، وصاحب الهدم، والشهيد في سبيل الله متفق عليه

Artinya: Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: Orang yang mati syahid ada lima macam, yaitu orang yang kena tha’un (wabah), orang yang mati karena sakit perut, korban tenggelam, korban yang tertiban reruntuhan, dan orang syahid di jalan Allah.’”
Jadi, apakah mati syahid masuk surga? Jawabannya adalah ya, asalkan bukan dengan jalan jihad seperti bom bunuh diri yang dilakukan oleh beberapa orang. Bila diamati, lima kondisi mati syahid yang disebutkan dalam kedua hadits tersebut tidak bisa diprediksikan. Namun, Anda bisa mempersiapkan kuburan sebagai tempat peristirahatan terakhir di Taman Pemakaman Islam Al Azhar Memorial Garden apabila dipanggil ke Rahmatullah.

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda * wajib diisi
*

Artikel Terkait