Apa Itu Dosa Jariyah? Mengetahui Arti Dosa Jariyah

24 September 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

apa itu dosa jariyah

Apa itu dosa jariyah? Pertanyaan ini sering dilontarkan karena selain amal jariyah, masih ada dosa jariyah di dalam ajaran Islam. Dosa jariyah termasuk yang berbeda dengan dosa atau kesalahan lain dalam kehidupan manusia. Bisa dibilang cukup ditakuti, khususnya bagi yang kerap melakukan perbuatan maksiat.

Sebagai umat Islam, Anda harus mengenal tentang arti dosa jariyah dan sumber-sumbernya. Berikut penjelasan selengkapnya hanya untuk Anda.

Apa itu Dosa Jariyah?

Pada dasarnya, dosa jariyah adalah dosa yang terus mengalir walaupun orang tersebut telah meninggal dunia. Dari penjelasan singkat ini saja, terlihat betapa bahayanya dosa ini. Rasulullah SAW sendiri mengingatkan umatnya jangan sampai bisa terjebak hingga melakukan dosa jariyah. 

Dosa jariyah akan tetap ditimpakan kepada orang tersebut walaupun dia tidak lagi melakukan perbuatan maksiat. Bahkan ketika dia sendiri sudah tidak lagi berbuat maksiat. Tentu saja kondisi ini sangat menyedihkan karena ketika semua orang membutuhkan pahala, dia justru mendapatkan kucuran dosa, bahkan walau sudah mati. 

Terdapat berbagai sumber dari dosa jariyah yang patut Anda ketahui agar terhindar dari bahaya dosa yang terasa hingga sudah berada di alam barzah.

Sumber Dosa Jariyah

Rasulullah SAW telah memperingatkan kepada seluruh umat Islam bahwa ada beberapa sumber dosa jariyah. Terdapat dua sumber dosa jariyah, yaitu:

1. Mempelopori Perbuatan Maksiat

Maksud dari kata mempelopori di sini adalah seseorang melakukan perbuatan maksiat di hadapan orang lain sehingga banyak yang mengikutinya. Jadi walaupun tidak diajak secara langsung, namun ternyata perbuatan maksiatnya membuat orang lain mau melakukannya juga, maka itu termasuk dosa jariyah.

Mempelopori perbuatan maksiat memang tidak harus mengajar orang sekitarnya untuk berbuat dosa yang sama. Dia juga tidak memotivasi orang lain untuk melakukan dosa yang dilakukan. Namun karena melakukan perbuatan maksiat di hadapan banyak orang, akhirnya banyak yang mengikutinya. 

Telah dituliskan dalam hadist dari Jarir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً سَيِّئَةً، كَانَ عَلَيْهِ وِزْرُهَا وَوِزْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ بَعْدِهِ، مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَيْء

Artinya: “Siapa yang mempelopori satu kebiasaan yang buruk dalam islam, maka dia mendapatkan dosa keburukan itu, dan dosa setiap orang yang melakukan keburukan itu karena ulahnya, tanpa dikurangi sedikitpun dosa mereka.” (HR. Muslim).

2. Mengajak Melakukan Maksiat dan Kesesatan

Selain mempelopori perbuatan maksiat, sumber lain dari dosa jariyah adalah mengajak melakukan maksiat dan kesesatan. Jika sumber yang pertama seseorang tidak mengajak secara langsung, untuk sumber kedua, dia memang langsung mengajak untuk melakukan maksiat. 

Padahal bisa saja dia sendiri tidak melakukan perbuatan maksiat tersebut. Walaupun begitu, ketika sudah mengajak melakukan maksiat, maka termasuk dalam sumber dosa jariyah. Orang seperti ini dinilai sebagai juru dakwah kesesatan yang mempropagandakan kesesatan.

Allah SWT menyatakan bahwa pelaku maksiat dan kesesatan sudah pasti menanggung dosa kekufuran, ditambah dosa dari setiap orang yang disesatkannya. 

Allah berfirman di dalam Surat An Nahl ayat 25 yang berbunyi:

لِيَحْمِلُوْٓا اَوْزَارَهُمْ كَامِلَةً يَّوْمَ الْقِيٰمَةِ ۙوَمِنْ اَوْزَارِ الَّذِيْنَ يُضِلُّوْنَهُمْ بِغَيْرِ عِلْمٍ ۗ اَلَا سَاۤءَ مَا يَزِرُوْن ࣖ

Artinya: “(ucapan mereka) menyebabkan mereka pada hari Kiamat memikul dosa-dosanya sendiri secara sempurna, dan sebagian dosa-dosa orang yang mereka sesatkan yang tidak mengetahui sedikit pun (bahwa mereka disesatkan). Ingatlah, alangkah buruknya (dosa) yang mereka pikul itu.”

Jadi sekarang Anda sudah memahami apa itu dosa jariyah. Sepanjang Anda hidup, sebaiknya hindarilah dosa jariyah ini karena akan terus mendapatkan limpahan dosa walau sudah mati. 

Jika Anda membutuhkan bantuan kavling makam, Al Azhar Memorial Garden telah menyediakan taman pemakaman berdasarkan syariat Islam dan dikelola secara profesional. Klik di sini untuk mendapatkan informasi lebih lengkap.

Tinggalkan Komentar

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom dengan tanda * wajib diisi
*

Artikel Terkait