3 Manfaat Bunga di Kuburan Yang Harus Anda Tahu

15 November 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

Anda harus tahu bahwa ada berbagai macam manfaat bunga di kuburan? Apa saja manfaat bunga yang ditabur atau diletakkan di makam orang yang kita sayangi?

Dalam waktu-waktu tertentu, Anda pastinya akan mengunjungi makam sanak saudara atau keluarga untuk membersihkan area kuburannya serta mendoakan mereka yang telah memasuki dunia akhirat. Selain itu, setelah kuburan dibersihkan Anda akan menaburkan bunga  di atas tanah kuburan.

Menaburkan bunga merupakan salah satu tradisi yang sudah ada sejak zaman dahulu kala ketika kita mengunjungi makam seseorang. Namun, Anda perlu tahu bahwa menaburkan bunga tidak hanya dijadikan sebagai tradisi saja namun juga memiliki berbagai manfaat tertentu.

Melalui artikel ini, Al Azhar Memorial Garden ingin memberikan informasi penting kepada Anda mengenai apa saja manfaat menaburkan bunga atau meletakkan bunga di kuburan. Silakan simak informasi lengkap yang akan kami berikan di bawah ini.

Apa Saja Manfaat Bunga Di Kuburan?

Berikut ini, ada 3 manfaat utama dari meletakkan bunga di makam seseorang, yaitu:

1. Mengharumkan Kuburan

Manfaat pertama dari menaburkan atau meletakkan bunga di kuburan adalah untuk memberikan wangi-wangian yang harum pada kuburan. Wangi harum dari bunga dipercaya dapat mendatangkan malaikat untuk melindungi tanah kuburan.

Seperti yang disampaikan oleh Al-Imam Zainuddin al-Malibari dalam Kitab Fathul Mu’in yang berbunyi demikian:

يسن وضع جريدة خضراء على القبر للاتباع ولأنه يخفف عنه ببركة تسبيحها  وقيس بها ما اعتيد من طرح نحو الريحان الرطب ويحرم أخذ شيء منهما ما لم ييبسا لما في أخذ الأولى من تفويت حظ الميت المأثور عنه صلى الله عليه وسلم وفي الثانية من تفويت حق الميت بارتياح الملائكة النازلين

“Disunahkan meletakkan pelepah kurma yang hijau di atas kuburan, karena mengikuti apa yang dicontohkan oleh nabi dan karena siksaan mayit bisa diringankan berkah tasbih dari pelepah kurma itu. Disamakan dengan pelepah kurma adalah harum-haruman yang basah (seperti kembang). Dan haram mengambil sedikitpun dari itu semua selagi tidak kering. Sebab, pelepah kurma basah yang diambil dapat menghilangkan bagian (keuntungan) mayat yang telah disabdakan oleh nabi. (Dan haram mengambil atau menyingkirkan kembang-kembang harum yang masih basah) sebab dapat menghilangkan hak mayat yang berupa kesenangan saat malaikat turun.”

2. Memperindah Kuburan

Selain mengharumkan kuburan, bunga juga dapat memperindah kuburan dengan warna-warnanya yang cantik. Bunga yang biasa dibawa ketika berziarah ke makam adalah bunga mawar dan petalnya yang berwarna merah, pink, ataupun putih dapat ‘menghidupkan’ tanah yang sudah mulai mengering.

Anda pun juga dapat membawa berbagai macam bunga lainnya untuk diletakkan di area sekitar makam yang dikunjungi. Jenis bunga yang dapat diletakkan di area makam antara lain adalah bunga bakung, bunga kamboja, bunga sedap malam, hingga bunga cempaka putih.

3. Sebagai Bentuk Sunnah

Penaburan bunga di makam juga diyakini sebagai bentuk sunnah oleh para ulama fikih yang bisa Anda temukan dalam Darul Kutub Al-Ilmiyyah yang berbunyi demikian:

وَيُسَنُّ وَضْعُ الْجَرِيدِ الْأَخْضَرِ عَلَى الْقَبْرِ وَكَذَا الرَّيْحَانُ وَنَحْوُهُ مِنْ الشَّيْءِ الرَّطْبِ 

“Peletakan dahan pohon yang masih segar di atas kubur disunnahkan. Demikian pula benda-benda yang mengandung aroma yang sedap atau serupa dari zat yang basah-segar (aneka flora),” 

Baca Juga: Bagaimana Hukum Menabur Bunga dan Menyiram Air di Kuburan

Jadi, itulah beberapa manfaat dari peletakan bunga di kuburan yang perlu Anda ketahui. Selain itu, kami juga ingin menginfokan kepada Anda bahwa Al Azhar Memorial Garden menyediakan kavling pemakaman khusus untuk umat muslim dan informasi lengkapnya dapat dilihat langsung di sini.

5 Jenis Bunga di Kuburan Untuk Kegiatan Ziarah Kubur

15 November 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

Tahukah Anda, ternyata ada berbagai jenis bunga kuburan yang dapat menjadi pilihan untuk dibawa ketika akan berziarah ke makam sanak saudara atau keluarga. Bunga apa yang biasa Anda bawa ketika sedang berziarah ke makam seseorang?

Biasanya, orang hanya mengetahui bunga mawar yang dapat dijadikan sebagai bunga tabur atau bunga kamboja untuk memperindah kuburan. Padahal, ada berbagai jenis bunga lainnya yang bisa menjadi pilihan untuk Anda ketika sedang mengunjungi makam.

Bunga memiliki makna pengharapan bagi mereka yang telah memasuki dunia akhirat. Sesuai dengan yang tertulis dalam Fath Al-Mu’in juga, wangi harum bunga dapat mengundang malaikat untuk mengunjungi makam yang ditabur dengan bunga seperti yang disampaikan oleh Al-Imam Zainuddin al-Malibari, yaitu:

يسن وضع جريدة خضراء على القبر للاتباع ولأنه يخفف عنه ببركة تسبيحها  وقيس بها ما اعتيد من طرح نحو الريحان الرطب ويحرم أخذ شيء منهما ما لم ييبسا لما في أخذ الأولى من تفويت حظ الميت المأثور عنه صلى الله عليه وسلم وفي الثانية من تفويت حق الميت بارتياح الملائكة النازلين

“Disunahkan meletakkan pelepah kurma yang hijau di atas kuburan, karena mengikuti apa yang dicontohkan oleh nabi dan karena siksaan mayit bisa diringankan berkah tasbih dari pelepah kurma itu. Disamakan dengan pelepah kurma adalah harum-haruman yang basah (seperti kembang). Dan haram mengambil sedikitpun dari itu semua selagi tidak kering. Sebab, pelepah kurma basah yang diambil dapat menghilangkan bagian (keuntungan) mayat yang telah disabdakan oleh nabi. (Dan haram mengambil atau menyingkirkan kembang-kembang harum yang masih basah) sebab dapat menghilangkan hak mayat yang berupa kesenangan saat malaikat turun.”

Jika Anda ingin mengetahui bunga apa saja yang dapat dibawa ketika sedang berziarah ke makam, melalui artikel ini, Al Azhar Memorial Garden akan memberikan informasi mengenai berbagai jenis bunga untuk kuburan. Silakan simak informasinya di bawah ini.

Baca Juga: Bagaimana Hukum Menabur Bunga dan Menyiram Air di Kuburan

Berbagai Jenis Bunga Kuburan 

Berikut ini, setidaknya ada 5 jenis bunga untuk kuburan yang bisa Anda bawa ketika sedang berkunjung ke makam, yaitu:

1. Bunga Mawar

Jenis bunga pertama yang sudah tidak asing lagi bagi Anda adalah bunga mawar. Bunga mawar ini bisa Anda jadikan sebagai bunga tabur ketika berziarah ke makam untuk memperindah penampilan makam.

Sebagai pilihan lainnya, Anda tidak harus membawa mawar dalam bentuk bunga utuh ataupun bunga tabur. Anda dapat membawa air kembang dengan wangi harum mawar yang disiramkan di atas tanah kuburan untuk menambah wangi-wangian.

Baca Juga: 3 Manfaat Bunga di Kuburan Yang Harus Anda Tahu

2. Bunga Kamboja

Bunga kamboja sering ditemukan di area pemakaman karena tanaman ini mudah tumbuh di tanah yang subur seperti tanah kuburan. Anda bisa meletakkan bunga kamboja ini di dekat makam dan pastikan peletakannya tidak mengganggu makam lainnya.

3. Bunga Sedap Malam

Jenis bunga kuburan ini memiliki wangi yang sangat kuat dan dapat memberikan efek penenang. Bunga ini dapat Anda bawa saat masa penguburan jenazah agar wangi yang dikeluarkan dari bunga sedap malam dapat menenangkan keluarga yang ditinggalkan.

4. Bunga Bakung

Ada 1 bunga yang dijadikan sebagai simbol dari rasa berkabung yaitu bunga bakung. Kecantikan yang dipancarkan dari bunga bakung ini tentu dapat memperindah makam kerabat, sanak saudara, atau keluarga yang Anda cintai.

5. Bunga Melati

Jenis bunga terakhir yang biasa ditemukan di area pemakaman adalah bunga melati. Bunga melati memiliki harum yang sangat kuat dan biasanya Anda dapat menggabungkannya dengan bunga mawar untuk dijadikan sebagai bunga tabur.

Sekian informasi yang dapat kami berikan untuk Anda mengenai 5 jenis bunga di kuburan. Sebagai informasi tambahan, Al Azhar Memorial Garden masih memiliki lahan pemakaman yang sudah disesuaikan dengan peraturan dari MUI dan silakan hubungi kami sekarang juga jika Anda ingin mengetahui jenis-jenis kavling yang tersedia saat ini.

Bagaimana Hukum Menabur Bunga dan Menyiram Air di Kuburan

15 November 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

Apakah Anda sudah mengetahui informasi tentang hukum menabur bunga dan menyiram air di kuburan? Apakah kedua hal tersebut boleh dilakukan oleh umat muslim ketika sedang berziarah ke makam sanak saudara atau keluarga?

Pada kesempatan kali ini, Al Azhar Memorial Garden akan memberikan informasi lengkap kepada Anda mengenai apa saja hukum menabur kembang dan menyiram air di kuburan, sesuai dengan yang tertulis di dalam Al-Qur’an. Silakan simak informasi lengkapnya di bawah ini.

Memahami Hukum Menabur Bunga dan Menyiram Air Di Kuburan

Menabur bunga dan menyiram air ketika sedang berziarah ke makam seseorang merupakan tradisi yang sudah ada sejak zaman dahulu kala. Namun, ternyata ada beberapa golongan yang mengatakan bahwa tradisi ini tidak boleh dilakukan karena terbilang haram. Hal ini karena Rasulullah SAW tidak pernah melakukan hal tersebut.

Faktanya, tidak demikian. Di dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa menabur bunga dan menyiram air di kuburan seseorang merupakan sunnah. Berikut ini penjelasan lengkapnya yang bisa Anda pelajari, yaitu:

1. Dalil Menabur Bunga

Di dalam Fath Al-Mu’in yang ditulis oleh Al-Imam Zainuddin al-Malibari, terdapat pesan yang berbunyi seperti ini: 

يسن وضع جريدة خضراء على القبر للاتباع ولأنه يخفف عنه ببركة تسبيحها  وقيس بها ما اعتيد من طرح نحو الريحان الرطب ويحرم أخذ شيء منهما ما لم ييبسا لما في أخذ الأولى من تفويت حظ الميت المأثور عنه صلى الله عليه وسلم وفي الثانية من تفويت حق الميت بارتياح الملائكة النازلين

“Disunahkan meletakkan pelepah kurma yang hijau di atas kuburan, karena mengikuti apa yang dicontohkan oleh nabi dan karena siksaan mayit bisa diringankan berkah tasbih dari pelepah kurma itu. Disamakan dengan pelepah kurma adalah harum-haruman yang basah (seperti kembang). Dan haram mengambil sedikitpun dari itu semua selagi tidak kering. Sebab, pelepah kurma basah yang diambil dapat menghilangkan bagian (keuntungan) mayat yang telah disabdakan oleh nabi. (Dan haram mengambil atau menyingkirkan kembang-kembang harum yang masih basah) sebab dapat menghilangkan hak mayat yang berupa kesenangan saat malaikat turun.”

Dari Fathul tersebut, kita dapat melihat bahwa wangi harumnya kembang adalah kesukaan malaikat. Dengan demikian, malaikat akan datang ketika Anda menaburkan kembang pada makam yang sedang dikunjungi.

Baca Juga: 3 Manfaat Bunga di Kuburan Yang Harus Anda Tahu

2. Dalil Menyiram Air 

Menyiram air ke kuburan merupakan salah satu perbuatan sunnah. Air yang mengalir ke tanah kuburan menjadi bentuk harapan agar tanah kuburan tetap berada dalam kondisi yang dingin, seperti yang disampaikan dalam kitab Nihayatus Zain yang ditulis oleh Imam Nawawi al-Bantani berikut ini:

وَيُنْدَبُ رَشُّ الْقَبْرِ بِمَاءٍ باَرِدٍ تَفاَؤُلاً بِبُرُوْدَةِ الْمَضْجِعِ وَلاَ بَأْسَ بِقَلِيْلٍ مِنْ مَّاءِ الْوَرْدِ ِلأَنَّ الْمَلاَ ئِكَةَ تُحِبُّ الرَّائِحَةَ الطِّيْبِ

“Disunnahkan untuk menyirami kuburan dengan air yang dingin. Perbuatan ini dilakukan sebagai pengharapan dengan dinginnya tempat kembali (kuburan) dan juga tidak apa-apa menyiram kuburan dengan air mawar meskipun sedikit, karena malaikat senang pada aroma yang harum.”

Jadi, dari kitab di atas dapat disimpulkan bahwa Anda boleh menyiramkan air segar ataupun air mawar pada kuburan sanak saudara atau keluarga dengan maksud untuk menyegarkan kembali tempat peristirahatan terakhir mereka di dalam tanah. Setelahnya, Anda dapat menaburkan bunga kuburan sebagai wangi-wangian untuk menarik para malaikat agar datang mengunjungi kuburan mereka.
Sekian informasi yang dapat kami sampaikan seputar hukum menabur bunga dan menyiram air di kuburan. Selain itu, jika Anda membutuhkan kavling pemakanan yang mengikuti aturan syariat Islam, silakan hubungi Al Azhar Memorial Garden sekarang juga dan kami akan membantu menemukan kavling makam yang diinginkan.

Mengenal Hadits Surga Ditelapak Kaki Ibu

12 November 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

Surga di bawah telapak kaki ibu adalah salah satu perkataan yang sering sekali kita dengar. Ibu adalah sosok yang melahirkan kita sembari bertaruh dengan nyawa. Bahkan setelah kita lahir ibu selalu merawat kita menjadi anak yang sehat dan berbakti. Hal ini tentu menjadi bukti betapa mulianya menjadi seorang ibu. Tidak heran jika banyak yang setuju jika pernyataan tersebut adalah sesuatu yang benar. Hal ini ternyata juga didukung oleh hadits. Oleh karena itu, marilah kita mempelajari hadits surga ditelapak kaki ibu berikut ini.

Hadits Surga Ditelapak Kaki Ibu

Hadits adalah segala yang disandarkan kepada Nabi Muhammad SAW, yang menjadi tumpuan umat Islam hingga saat ini. Dalam ajaran agama Islam, kitab suci Al-Quran berguna sebagai petunjuk hidup dan sumber hukum pertama. Hadits akan menjadi sumber hukum kedua yang bisa digunakan muslim dalam menjalankan kehidupan sehari-hari. Keberadaannya akan menjadi pelengkap serta menyempurnakan setiap ayat atau ajaran agama agar kita tidak memahaminya dengan salah.

Berikut ini adalah hadits mengenai surga yang berada di bawah telapak kaki ibu. Hadits ini dikeluarkan oleh Imam an-Nasa-i, al-Hakim dan ath-Thabrani dalam al-Mu’jamul Kabir. Mu’awiyah bin Jahimah as-Sulami bahwa ayahnya Jahimah as-Sulami Radhiyallahu anhu datang kepada Nabi Muhammad dan berkata:

يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَدْتُ أَنْ أَغْزُوَ وَقَدْ جِئْتُ أَسْتَشِيرُكَ فَقَالَ هَلْ لَكَ مِنْ أُمٍّ قَالَ نَعَمْ قَالَ فَالْزَمْهَا فَإِنَّ الْجَنَّةَ تَحْتَ رِجْلَيْهَا

Wahai Rasulullah! Aku ingin ikut dalam peperangan (berjihad di jalan Allah Azza wa Jalla dan aku datang untuk meminta pendapatmu.” Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Apakah kamu mempunyai ibu?” Dia menjawab: “Ya.” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tetaplah bersamanya! Karena sesungguhnya surga ada di bawah kedua kakinya.”

Seperti yang kita tahu, jihad di jalan Allah SWT adalah salah satu hal yang akan dibalas dengan luar biasa, namun disini Rasulullah menyarankan untuk tetap menjaga ibunya karena surga berada di bawah telapak kakinya.

Berbakti kepada kedua orang tua, adalah sebuah cara bagi kita manusia untuk bisa mendapatkan ganjaran terbaik di sisi-Nya. Imam Al-Munawi mengatakan dalam kitabnya Faydhul Qadir bi Syarhil Jami’is Shaghir,

 والمعنى أن التواضع للأمهات وإطاعتهن في خدمتهن وعدم مخالفتهن إلا فيما حظره الشرع سبب لدخول الجنة 

Makna dari bersikap rendah hati kepada ibu, menaati dalam kaitannya berbakti kepadanya, dan tidak menyelisihinya kecuali pada perkara yang diharamkan oleh agama, (keseluruhannya itu) menjadi sebab untuk memasukkan seseorang ke dalam surga-Nya.”

Baca Juga: 7 Amalan Masuk Surga Tanpa Dihisab Yang Bisa Anda Lakukan

Berbakti Kepada Kedua Orang Tua

Dalam Quran Surat An Nisa ayat 36, Allah SWT berfirman tentang cara berbakti kepada orang tua.

وَاعْبُدُوا اللّٰهَ وَلَا تُشْرِكُوْا بِهٖ شَيْـًٔا وَّبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا وَّبِذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَالْجَارِ ذِى الْقُرْبٰى وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْۢبِ وَابْنِ السَّبِيْلِۙ وَمَا مَلَكَتْ اَيْمَانُكُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُوْرًاۙ

“Dan sembah lah Allah dan jangan lah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat-baiklah kepada kedua orang tua, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahaya yang kamu miliki. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang sombong dan membanggakan diri.” 

Kita bisa memulai dengan bertutur kata dengan sopan, mendoakan mereka, memprioritaskan mereka, membuat bangga, memberi kehidupan yang layak, merawat, hingga menghormati mereka.

Itulah penjelasan mengenai hadits surga ditelapak kaki ibu. Selalu sayangi kedua orang tua kita. Niscaya kita adalah salah satu dari penghuni surga nantinya. Salah satu bakti kita adalah memberikan mereka tempat peristirahatan terakhir yang layak, bila Anda membutuhkan taman pemakaman sesuai dengan syariat Islam, maka Taman Pemakaman Islam Al-Azhar Memorial Garden bisa menjadi pilihan Anda. Kunjungi website kami sekarang juga.

Pandangan Mengenai Bayi Meninggal dalam Kandungan Menurut Islam

12 November 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

Kehadiran buah hati di tengah-tengah keluarga adalah salah satu hal yang paling dinantikan calon orang tua. Namun jika Allah berkehendak lain, hal maka tidak ada yang bisa kita lakukan. Janin yang berada di dalam kandungan seorang ibu bisa saja meninggal sewaktu-waktu. Bisa karena keguguran ataupun lahir mati (stillbirth). Namun, Allah tidak akan membiarkan umatnya tersiksa dengan hal ini. Seperti inilah penjelasan mengenai bayi meninggal dalam kandungan menurut Islam.

Bayi Meninggal dalam Kandungan Menurut Islam

Perasaan sedih tentu akan melanda para orang tua yang mengalami hal ini. Penantian akan hadirnya buah hati berubah menjadi kesedihan ketika meninggal dalam kandungan. Tapi, Allah SWT telah menyiapkan balasan bagi ibu yang bersabar menghadapi ujian kehilangan si buah hati dengan sebaik-baiknya ganjaran.

Dalam Islam, apabila ada orang tua yang mengalami kejadian ini, maka akan ada banyak balasan yang baik diberikan oleh Allah SWT. Beberapa diantaranya adalah:

1. Dibuatkan rumah di Baitul Hamdi

عن أبي موسى الأشعريِّ رضيَ اللهُ عنه أنَّ رسولَ اللهِ صلَّى اللهُ عليه وسلم قال : (إِذَا ماتَ ولدُ العَبْدِ ، قالَ اللهُ لمَلَائِكَتِهِ : قَبَضْتُمْ وَلَدَ عَبْدِي ؟ فَيَقُولُونَ : نَعَمْ . فَيَقُولُ: قَبَضْتُم ثَمَرَةَ فُؤَادِهِ ؟ فَيَقُولُونَ : نَعَمْ . فَيَقُولُ : مَاْذَا قالَ عَبْدِيْ ؟ فَيَقُولُونَ : حَمِدَكَ وَاسْتَرْجَعَ . فَيَقُولُ اللّهُ : ابْنُوا لِعَبْدِيْ بَيْتًا فِيْ الجَنَّةِ وَسَمُّوهُ بيتَ الحَمْدِ) رواه الترمذي

Dari Abu Musa al-Asy’ari, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila anak seorang hamba meninggal dunia, maka Allah bertanya kepada malaikat, ‘Apakah kalian mencabut nyawa anak hamba-Ku?‘ Mereka menjawab, ‘Ya’. Allah bertanya lagi, ‘Apakah kalian mencabut nyawa buah hatinya?‘ Mereka menjawab, ‘Ya’. Allah bertanya lagi, ‘Apa yang diucapkan hamba-Ku?‘ Malaikat menjawab, ‘Dia memuji-Mu dan mengucapkan inna lillahi wa inna ilaihi rajiun‘. Kemudian Allah berfirman, ‘Bangunkan untuk hamba-Ku satu rumah di surga. Beri nama rumah itu dengan Baitul Hamdi (rumah pujian)‘.” (HR. Tirmidzi dan dihasankan Al-Albani)

2. Anak Tersebut Akan Masuk Surga

Dari Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا مِنَ النَّاسِ مِنْ مُسْلِمٍ يُتَوَفَّى لَهُ ثَلاَثٌ لَمْ يَبْلُغُوا الْحِنْثَ ، إِلاَّ أَدْخَلَهُ اللَّهُ الْجَنَّةَ بِفَضْلِ رَحْمَتِهِ إِيَّاهُمْ

Tidaklah seorang muslim yang ditinggal mati oleh tiga anaknya, yang belum baligh, kecuali Allah akan memasukkannya ke dalam surga dengan rahmat yang Allah berikan kepadanya.” (HR. Bukhari)

Baca Juga: 7 Amalan Masuk Surga Tanpa Dihisab Yang Bisa Anda Lakukan

3. Menjadi Tameng Dari Api Neraka

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ مَاتَ لَهُ ثَلاَثَةٌ مِنَ الْوَلَدِ لَمْ يَبْلُغُوا الْحِنْثَ كَانَ لَهُ حِجَابًا مِنَ النَّارِ ، أَوْ دَخَلَ الْجَنَّةَ

Siapa yang ditinggal mati tiga anaknya yang belum baligh, maka anak itu akan menjadi hijab (tameng) baginya dari neraka, atau dia akan masuk surga.” (HR. Bukhari)

4. Nabi Ibrahim Akan Mengasuh Mereka

Dituturkan oleh Rasulullah:

Lalu kami mendatangi sebuah kebun yang secara merata berisi warna musim semi, di antara dua tepi kebun terdapat seseorang yang jangkung, yang nyaris aku belum pernah melihat manusia yang kepalanya memanjang di langit seperti itu, dan di sekitar orang itu terdapat banyak anak-anak kecil yang pernah aku lihat. Saya bertanya, ‘Apa ini sebenarnya, mereka ini siapa?’ Adapun laki-laki jangkung dalam taman, ia adalah Ibrahim ‘alaihissalam, adapun anak-anak di sekitarnya adalah bayi yang mati di atas fitrah.” Kemudian sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, juga anak orang-orang musyrik?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Juga anak-anak orang-orang musyrik!” (HR. Bukhari).

Seperti itulah pandangan Islam mengenai bayi yang meninggal di dalam kandungan. Hal ini memang sesuatu yang sangat menyedihkan, namun Allah yang sayang dengan umatnya akan memberikan balasan sebaik-baiknya bagi anak tersebut dan juga orang tuanya. Bila Anda membutuhkan taman pemakaman sesuai dengan syariat Islam, maka Taman Pemakaman Islam Al-Azhar Memorial Garden bisa menjadi pilihan Anda. Kunjungi website kami sekarang juga.

5 Ciri Ciri Wanita Sholehah Penghuni Surga

12 November 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

Setiap orang pasti ingin memasuki kehidupan kekal di surga, khususnya bagi para perempuan sholehah. Namun, apakah Anda tahu apa saja ciri ciri wanita sholehah penghuni surga?

Hadits dari ‘Abdurrahman bin ‘Auf mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda demikian:

إِذَا صَلَّتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا وَصَامَتْ شَهْرَهَا وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا قِيلَ لَهَا ادْخُلِى الْجَنَّةَ مِنْ أَىِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ

“Jika seorang wanita selalu menjaga shalat lima waktu, juga berpuasa sebulan (di bulan Ramadhan), serta betul-betul menjaga kemaluannya (dari perbuatan zina) dan benar-benar taat pada suaminya, maka dikatakan pada wanita yang memiliki sifat mulia ini, “Masuklah dalam surga melalui pintu mana saja yang engkau suka.”

Setiap wanita yang menjalankan hidupnya sesuai dengan apa yang Allah ajarkan dan perintahkan, niscaya akan mendapatkan kehidupan kekal di surga ketika mereka memasuki dunia akhirat. Gambaran mengenai surga ini juga tertulis di dalam surat Al Waqiah, yaitu:

وَالسّٰبِقُوْنَ السّٰبِقُوْنَۙ

اُولٰۤىِٕكَ الْمُقَرَّبُوْنَۚ

فِيْ جَنّٰتِ النَّعِيْمِ

ثُلَّةٌ مِّنَ الْاَوَّلِيْنَۙ

وَقَلِيْلٌ مِّنَ الْاٰخِرِيْنَۗ

عَلٰى سُرُرٍ مَّوْضُوْنَةٍۙ

مُّتَّكِـِٕيْنَ عَلَيْهَا مُتَقٰبِلِيْنَ

يَطُوْفُ عَلَيْهِمْ وِلْدَانٌ مُّخَلَّدُوْنَۙ

بِاَكْوَابٍ وَّاَبَارِيْقَۙ وَكَأْسٍ مِّنْ مَّعِيْنٍۙ

لَّا يُصَدَّعُوْنَ عَنْهَا وَلَا يُنْزِفُوْنَۙ

وَفَاكِهَةٍ مِّمَّا يَتَخَيَّرُوْنَۙ

وَلَحْمِ طَيْرٍ مِّمَّا يَشْتَهُوْنَۗ

“Dan orang-orang yang paling dahulu beriman, merekalah yang paling dulu (masuk Surga). Mereka itulah orang yang didekatkan (kepada Allah). Berada dalam Surga kenikmatan. Segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian. Mereka berada di atas dipan yang bertahtakan emas dan permata seraya bertelekan di atasnya berhadap-hadapan. Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda dengan membawa gelas, cerek, dan sloki (piala) berisi minuman yang diambil dari air yang mengalir, mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih dan daging burung dari apa yang mereka inginkan. (QS. Al Waqiah : 10-21)”

Baca Juga: 3 Ayat Al-Quran tentang Surga dan Neraka

Jika Anda ingin memasuki kehidupan kekal di surga, maka silakan simak informasi yang akan Al Azhar Memorial Garden berikan melalui artikel ini mengenai ciri-ciri wanita sholehah penghuni surga. Dengan demikian, Anda dapat menjalankan kehidupan sesuai dengan apa yang Allah perintahkan kepada umat manusia-Nya.

Apa Saja Ciri-ciri Wanita Sholehah Penghuni Surga?

Berikut ini, ada 5 ciri-ciri dari wanita sholehah yang akan menjadi penghuni surga, yaitu:

1. Menjalankan Sholat 5 Waktu

Setiap umat muslim wajib menjalankan sholat 5 waktu. Oleh karena itu, wanita sholehah penghuni surga sudah sepantasnya untuk menjalankan sholat 5 waktu sebagai salah satu bentuk perbuatan amal baik yang kelak akan dilihat oleh Allah saat Yaumul Mizan nanti.

2. Menutup Aurat

Sesuai dengan hadits dari ‘Abdurrahman bin ‘Auf pada pembukaan artikel ini, wanita sholehah yang menjaga kemaluannya akan mendapatkan tempat di surga ketika memasuki dunia akhirat nanti. Seorang wanita sholehah harus dapat menjaga diri dengan menutup auratnya, khususnya sebelum menikah.

3. Memiliki Kepribadian yang Sabar

Wanita sholehah adalah wanita yang memiliki kepribadian yang sabar. Sifat sabar ini berarti Anda harus mampu memberikan pengampunan bagi siapapun yang melakukan kesalahan dan berlapang dada.

4. Taat Kepada Suami

Allah sayang pada wanita sholehah yang taat kepada suami. Maka dari itu, taat dan jalankan kewajiban Anda sebagai seorang istri dalam membantu suami untuk membangun keluarga yang sesuai dengan apa yang Allah sabdakan kepada umat-Nya.

5. Tidak Memiliki Prasangka yang Buruk

Seorang wanita sholehah janganlah memiliki prasangka yang buruk. Seseorang yang suka berprasangka buruk sama saja dengan orang yang memiliki hati iri, dengki, dan busuk sehingga Allah tidak suka terhadap orang-orang seperti itu.


Sekian informasi yang dapat kami sampaikan kepada Anda mengenai ciri ciri wanita sholehah penghuni surga. Sebagai informasi tambahan, kami menyediakan kavling kuburan yang sudah disesuaikan dengan fatwa MUI dan jika Anda ingin mengetahui informasi seputar tipe kavling kuburan yang tersedia beserta harganya, silakan hubungi Al Azhar Memorial Garden sekarang juga.

Seperti Apa Hukum Tahlilan Orang Meninggal Menurut Islam

12 November 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

Di Indonesia, kita sering menjumpai orang-orang menggelar satu tradisi atau bentuk acara ketika ada orang yang meninggal dunia. Nama dari tradisi ini adalah tahlilan. Kegiatan ini merupakan kegiatan membaca serangkaian ayat Al-Qur’an dan kalimat thayyibah (tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir). Namun, seperti apakah hukum tahlilan orang meninggal menurut Islam? Mari kita sama-sama mempelajari hal ini untuk menambah ilmu dan pemahaman. Perhatikan berbagai macam informasi penting di bawah ini.

Hukum Tahlilan Orang Meninggal Menurut Islam

Orang-orang biasanya melaksanakan tahlilan pada hari-hari tertentu, seperti tujuh hari berturut-turut dari kematian seseorang, hari ke-40, atau ke-100. Hidangan biasanya juga akan disantap setelah kegiatan ini berlangsung. Seperti apakah pendapat para ulama terhadap kegiatan ini?

1. Hukum Menghadiahkan Bacaan Al-Quran dan Kalimat Thayyibah

Terjadi perbedaan pendapat tentang hukum menghadiahkan pahala bacaan Al-Qur’an dan kalimat thayyibah ini. Pertama, ulama mazhab Hanafi, sebagian ulama mazhab Maliki, ulama mazhab Syafi’i, dan ulama mazhab Hanbali menegaskan, menghadiahkan pahala bacaan Al-Qur’an serta kalimat thayyibah kepada orang yang sudah meninggal hukumnya boleh, dan pahalanya sampai kepada sang orang tersebut. Syekh Az-Zaila’i dari mazhab Hanafi menyebutkan:

أَنَّ الْإِنْسَانَ لَهُ أَنْ يَجْعَلَ ثَوَابَ عَمَلِهِ لِغَيْرِهِ، عِنْدَ أَهْلِ السُّنَّةِ وَالْجَمَاعَةِ، صَلَاةً كَانَ أَوْ صَوْمًا أَوْ حَجًّا أَوْ صَدَقَةً أَوْ قِرَاءَةَ قُرْآنٍ أَوْ الْأَذْكَارَ إلَى غَيْرِ ذَلِكَ مِنْ جَمِيعِ أَنْوَاعِ الْبِرِّ، وَيَصِلُ ذَلِكَ إلَى الْمَيِّتِ وَيَنْفَعُهُ

“Bahwa seseorang diperbolehkan menjadikan pahala amalnya untuk orang lain, menurut pendapat Ahlussunnah wal Jama’ah, baik berupa shalat, puasa, haji, sedekah, bacaan Qur’an, zikir, atau sebagainya, berupa semua jenis amal baik. Pahala itu sampai kepada orang yang sudah meninggal dan bermanfaat baginya.” (Lihat: Usman bin Ali Az-Zaila’i, Tabyinul Haqaiq Syarh Kanzud Daqaiq, juz 5, h. 131).

Sedangkan, Syekh Ad-Dasuqi dari mazhab Maliki menyebutkan:

وَإِنْ قَرَأَ الرَّجُلُ، وَأَهْدَى ثَوَابَ قِرَاءَتِهِ لِلْمَيِّتِ، جَازَ ذَلِكَ، وَحَصَلَ لِلْمَيِّتِ أَجْرُهُ

Jika seseorang membaca Al-Qur’an, dan menghadiahkan pahala bacaannya kepada orang yang sudah meninggal, maka hal itu diperbolehkan, dan pahala bacaannya sampai kepada orang yang sudah meninggal.” (Lihat: Muhammad bin Ahmad bin Arafah Ad-Dasuqi, Hasyiyatud Dasuqi Alas Syarhil Kabir, juz 4, h. 173).

Namun sebagian lagi menyatakan bahwa pahala ini tidak akan bisa sampai kepada orang yang meninggal. Syekh Ad-Dasuqi dari mazhab Maliki menulis:

قَالَ فِي التَّوْضِيحِ فِي بَابِ الْحَجِّ: الْمَذْهَبُ أَنَّ الْقِرَاءَةَ لَا تَصِلُ لِلْمَيِّتِ حَكَاهُ الْقَرَافِيُّ فِي قَوَاعِدِهِ وَالشَّيْخُ ابْنُ أَبِي جَمْرَةَ

“Penulis kitab At-Taudhih berkata dalam kitab At-Taudhih, bab Haji: Pendapat yang diikuti dalam mazhab Maliki adalah bahwa pahala bacaan tidak sampai kepada orang yang sudah meninggal. Pendapat ini diceritakan oleh Syekh Qarafi dalam kitab Qawaidnya, dan Syekh Ibnu Abi Jamrah.” (Lihat: Muhammad bin Ahmad bin Arafah Ad-Dasuqi, Hasyiyatud Dasuqi Alas Syarhil Kabir, juz 4, h. 173).

2. Hukum Bersedekah Untuk Orang yang Sudah Meninggal

Para ulama sepakat bahwa bersedekah untuk orang yang sudah meninggal hukumnya boleh. Riwayat Aisyah radhiyallahu anha juga mendukung hal ini:

أَنَّ رَجُلاً أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ أُمِّيَ افْتُلِتَتْ نَفْسَهَا، وَلَمْ تُوصِ وَأَظُنُّهَا لَوْ تَكَلَّمَتْ تَصَدَّقَتْ. أَفَلَهَا أَجْرٌ إِنْ تَصَدَّقْتُ عَنْهَا. قَالَ نَعَمْ

Seseorang mendatangi Nabi shallallahu alaihi wasallam, lalu berkata: “Hai Rasulullah. Sesungguhnya ibuku meninggal dalam keadaan tiba-tiba, dan belum berwasiat. Saya rasa seandainya sebelum meninggal dia sempat berbicara, dia akan bersedekah. Apakah dia mendapatkan pahala jika saya bersedekah untuknya?” Rasul bersabda: “Ya.”

Berdasarkan informasi di atas, kegiatan tahlilan ini bukanlah sesuatu yang salah. Namun, masih ada perbedaan pendapat dari berbagai ulama, sehingga masih sulit mengatakan dengan jelas apakah kegiatan ini benar atau salah. Namun tentu saja ini adalah hal yang baik untuk dilakukan. Bila Anda membutuhkan taman pemakaman sesuai dengan syariat Islam, maka Taman Pemakaman Islam Al-Azhar Memorial Garden bisa menjadi pilihan Anda. Kunjungi website kami sekarang juga.

Arti Yaumul Ba’ats dalam Ajaran Agama Islam

12 November 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

Tidak akan ada manusia yang kekal di dunia, karena pada hari akhir nanti kita akan kembali kepada sang pencipta. Hal ini berlaku dari Nabi Adam hingga anak cucunya nanti, hingga Yaumul Ba’ats atau hari kebangkitan. Seperti apakah arti yaumul ba’ats dalam agama Islam? Mari kita mempelajari hal yang satu ini agar bisa semakin bertaqwa. Perhatikan berbagai macam informasi penting di bawah ini.

Arti Yaumul Ba’ats

Allah SWT akan membangkitkan setiap orang yang meninggal setelah kiamat berlangsung nantinya. Hari ini akan disebut sebagai Yaumul Ba’ats atau bisa kita artikan dalam bahasa Indonesia sebagai hari kebangkitan. Bukti akan hal ini akan bisa kita temukan di dalam Al-Quran.

Baca Juga: Arti Yaumul Mahsyar, Dalil, dan Penjelasannya

1. Surah Yasin ayat 51

وَنُفِخَ فِى ٱلصُّورِ فَإِذَا هُم مِّنَ ٱلْأَجْدَاثِ إِلَىٰ رَبِّهِمْ يَنسِلُونَ

“Lalu ditiuplah sangkakala (yang kedua kalinya), maka seketika itu mereka keluar dari kuburnya (dalam keadaan hidup), menuju kepada Tuhannya.” (QS. Yasin: 51)

2. Surat Al Zalzalah Ayat 6

يَوْمَئِذٍ يَصْدُرُ ٱلنَّاسُ أَشْتَاتًا لِّيُرَوْا۟ أَعْمَٰلَهُمْ

“Pada hari itu manusia keluar dari kuburnya dalam keadaan yang bermacam-macam, supaya diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka.” (QS. Al Zalzalah: 6)

3. Surat Ar Rum Ayat 56

وَقَالَ ٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡعِلۡمَ وَٱلۡإِيمَٰنَ لَقَدۡ لَبِثۡتُمۡ فِي كِتَٰبِ ٱللَّهِ إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلۡبَعۡثِۖ فَهَٰذَا يَوۡمُ ٱلۡبَعۡثِ وَلَٰكِنَّكُمۡ كُنتُمۡ لَا تَعۡلَمُونَ

“Sungguh, kamu telah berdiam (dalam kubur) menurut ketetapan Allah, sampai hari berbangkit. Maka inilah hari berbangkit itu, tetapi kamu tidak mengetahuinya.” (QS. Ar Rum: 56)

Kembali pada pembahasan awal kita, untuk bisa lebih memahami arti dari Yaumul Ba’ats, maka ada baiknya kita mencoba memahami dari sisi pengertiannya. Secara bahasa maupun secara istilah syar’i.

Makna Secara Bahasa

Menurut Al-Azhari rahimahullah Ta’ala, kata البعث ‘Al-Ba’ts’ / Al Baats dalam bahasa Arab itu memiliki dua aspek makna.

Pertama, الْإِرْسَال yang berarti pengutusan. Sesuai dengan firman Allah Ta’ala,

 ثُمَّ بَعَثْنَا مِنْ بَعْدِهِمْ مُوسَى

“Kemudian kami utus Musa setelah mereka.” (QS. Al-A’raf: 103)

 makna بَعَثْنَا ba’atsnaa di sini adalah أرسلنَا arsalnaa, Kami telah utus.

Makna yang kedua adalah Allah menghidupkan kembali orang yang telah mati.

ثُمَّ بَعَثْنَاكُم مِنْ بَعْدِ مَوْتِكُمْ

“Kemudian kami bangkitkan kalian setelah kematian kalian..” (QS.Al-Baqarah: 56)

Maksud dari بَعَثْنَاكُم ba’atsnaakum adalah أحييناكم “kami hidupkan kalian.” Tahdzibul Lughah, Muhammad bin Ahmad bin Al-Azhari, (2/201-202)

Makna Secara Istilah

Al-Ba’ats secara istilah syar’i adalah Allah menghidupkan orang-orang yang telah meninggal dan mengeluarkan mereka dari kuburnya. Orang-orang ini kemudian akan menjalani proses hisab. Sayyid Sabiq rahimahullah mengatatakn, “Al-Ba’ats adalah pengembalian manusia secara ruh dan jasad sebagaimana di dunia.” (Al-‘Aqaid Al islamiyah, Sayyid Sabiq, hal. 269, Darul Kitab Al-A’rabi, Beirut.)

Dari sini, kita bisa mengerti jika Yaumul Ba’ats adalah hari dimana manusia akan kembali hidup untuk menjalani proses hisab peradilan, dan pemberian balasan atas perbuatannya selama ada di dunia.

Baca Juga: Apa Itu Yaumul Mizan, Hari Penimbangan Amal Manusia di Hari Kiamat

Hadits riwayat Muslim (2882) dari Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma

إِذَا أَرَادَ اللهُ بِقَوْمٍ عَذَابًا أَصَابَ اْلعَذَابَ مَنْ كَانَ فِيْهِمْ ثُمَّ بُعِثُوْا عَلَى أَعْمَالِهِمْ

“Apabila Allah berkehendak untuk mengazab suatu kaum, maka Allah timpakan azab kepada siapa saja yang ada didalamnya kemudian mereka dibangkitkan sesuai dengan amal mereka.”

Itulah pengertian mengenai Yaumul Ba’ats yang akan bisa membantu kita memahami hal tersebut. Semoga kita mendapatkan kelancaran pada hari akhir dan menjadi salah satu penghuni surga. Bila Anda membutuhkan taman pemakaman sesuai dengan syariat Islam, maka Taman Pemakaman Islam Al-Azhar Memorial Garden bisa menjadi pilihan Anda. Kunjungi website kami sekarang juga.

Arti Yaumul Mahsyar, Dalil, dan Penjelasannya

11 November 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

Hari dimana seluruh kehidupan di dunia ini akan berakhir disebut sebagai kiamat kubro atau kiamat besar. Setelah melewati hari ini, manusia dari zaman nabi Adam AS akan dibangkitkan, atau disebut juga dengan istilah Yaumul Ba’ats. Kemudian semuanya akan dikumpulkan di satu padang yang sangat luas, memuat seluruh manusia yang pernah hidup di muka bumi. Inilah yang disebut dengan Yaumul Mahsyar, Mari kita mempelajari secara lebih lanjut mengenai arti Yaumul Mahsyar beserta dalil-dalilnya. Perhatikan informasi penting yang ada di bawah ini.

Arti Yaumul Mahsyar

وَّاَنَّ السَّاعَةَ اٰتِيَةٌ لَّا رَيْبَ فِيْهَاۙ وَاَنَّ اللّٰهَ يَبْعَثُ مَنْ فِى الْقُبُوْرِ

Dan sungguh, (hari) Kiamat itu pasti datang, tidak ada keraguan padanya; dan sungguh, Allah akan membangkitkan siapa pun yang di dalam kubur”. (QS Al Hajj: 7)

Hari kiamat adalah sesuatu yang akan terjadi namun tidak diketahui datangnya. Rasulullah SAW pernah bersabda, tanda-tanda semakin dekatnya hari kiamat adalah keluarnya Dukha (Kabut), munculnya Dajjal, munculnya Dabbah, matahari yang terbit dari barat, keluarnya Ya’juj dan Ma’juj, turunnya Isa bin Maryam, dan lain-lain.

Baca Juga: 5 Hikmah Beriman Kepada Hari Kiamat

Setelah malaikat Israfil meniupkan sangkakala yang pertama, semua makhluk akan binasa. Selanjutnya sangkakala akan ditiupkan untuk yang kedua kalinya, menghidupkan seluruh makhluk akan hidup kembali tanpa terkecuali. Ruh-ruh yang bangkit ini akan bersatu kembali dengan jasadnya, dan akan dikumpulkan di tempat luas bernama Padang Mahsyar atau Yaumul Mahsyar.

وَيَوْمَ نُسَيِّرُ الْجِبَالَ وَتَرَى الْاَرْضَ بَارِزَةًۙ وَّحَشَرْنٰهُمْ فَلَمْ نُغَادِرْ مِنْهُمْ اَحَدًاۚ

dan (ingatlah) akan hari (yang ketika itu) kami perjalankan gunung-gunung dan kamu akan dapat melihat bumi itu datar dan kami kumpulkan seluruh manusia, dan tidak kami tinggalkan seorangpun dari mereka.” (QS. Al-Kahfi : 47)

Bagi manusia yang beriman dan mendapatkan syafaat oleh Nabi Muhammad SAW, mereka akan merasakan:

  • Dipercepat pembicaraan dan dipermudah memasuki surga,
  • Ditambah timbangan pahalanya supaya lebih berat daripada dosa,
  • Dimasukkan ke Surga tanpa hisab.

Baca Juga: 7 Amalan Masuk Surga Tanpa Dihisab Yang Bisa Anda Lakukan

Namun, mereka yang memiliki banyak dosa akan merasa harus menunggu sangat lama, di bawah panas yang sangat-sangat terik.

Keadaan Di Yaumul Mahsyar

Mulut kita akan terkunci, diperlihatkan segala amal perbuatan manusia yang telah dilakukan, baik berupa amal baik dan buruk, besar dan kecil, dosa dan kesalahan. Baik yang dilakukan secara terang-terangan ataupun secara rahasia, yang disengaja atau tidak, semuanya akan dibongkar pada saat ini juga.

Anak tidak lagi mengenali kedua orang tuanya, begitu pula sebaliknya, tidak ada saudara, teman, sahabat, dan lain-lain. Jabatan dan pekerjaan tidak lagi berlaku. Semuanya akan sibuk dengan diri mereka masing-masing, digiring menuju padang Mahsyar. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadits Sahl bin Sa’d z, Rasulullah bersabda:

يُحْشَرُ النَّاسُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَلَى أَرْضٍ بَيْضَاءَ عَفْرَاءَ كَقُرْصَةِ نَقِيٍّ. قَالَ سَهْلٌ أَوْ غَيْرُهُ: لَيْسَ فِيهَا مَعْلَمٌ لِأَحَدٍ

Umat manusia akan digiring pada hari kiamat ke (mahsyar). Sebuah medan yang luas. Tanahnya berwarna putih seperti bundaran roti yang bersih.” Sahl  dan selainnya berkata: “Tidak ada di sana tanda (tempat keberadaan) bagi seorang pun.”

Itulah penjelasan mengenai arti Yaumul Mahsyar, hari dimana semua manusia dikumpulkan dan diminta pertanggungjawabannya selama hidup di dunia ini. Marilah kita senantiasa memupuk amalan baik, menjalankan perintah dan menjauhi larangan Allah. Niscaya surga akan menanti.  Bila Anda membutuhkan taman pemakaman sesuai dengan syariat Islam, maka Taman Pemakaman Islam Al-Azhar Memorial Garden bisa menjadi pilihan Anda. Kunjungi website kami sekarang juga.

3 Ayat Al-Quran tentang Surga dan Neraka

11 November 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

Surga dan neraka akan menjadi tempat perhentian terakhir bagi seluruh umat manusia. Kita tidak akan bisa memilih diantara keduanya. Amal baik dan dosa lah yang akan menjadi penentu dimanakah kita akan berada. Ada banyak ayat Al-Quran tentang surga dan neraka yang bisa membantu kita memahami mengenai dua tempat ini. Setiap ayat tersebut menggambarkan keadaan dan berbagai macam hal bersangkutan yang akan membuat kita menyadari bahwa berbuat dosa adalah pilihan yang salah, sedangkan menambah pahala dan amalan adalah sesuatu yang kita inginkan. Mari kita pelajari berbagai macam ayat Al-Quran tentang surga dan neraka.

Ayat Al-Quran tentang Surga dan Neraka

 Al-Quran diturunkan kepada Nabi Muhammad (SAW) melalui malaikat Jibril. Berisi berbagai macam firman dari Allah SWT. untuk memperbaiki kitab-kitab yang telah diturunkan sebelumnya.

Setiap aspek dari kehidupan manusia ada di dalamnya. Al-Quran akan menjadi petunjuk bagi manusia secara umum, serta petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa dan juga beriman. Al-Quran juga berfungsi sebagai petunjuk dan pembimbing bagi umat Islam agar tetap berjalan ke arah yang benar. Di dalamnya juga sudah dijelaskan mana yang benar dan mana yang salah serta berbagai ganjarannya.

Salah satu bahasan yang ada di dalam Al-Quran adalah tentang surga dan neraka. Kedua hal tersebut sudah dijelaskan dalam beberapa ayat di bawah ini.

1. Surah Ali ‘Imran ayat 131 dan 133

وَاتَّقُوا النَّارَ الَّتِيْٓ اُعِدَّتْ لِلْكٰفِرِيْنَ ۚ

““Dan peliharalah dirimu dari api Neraka, yang telah disediakan bagi orang-orang kafir.” (QS Ali ‘Imran: 131)

وَسَارِعُوْٓا اِلٰى مَغْفِرَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمٰوٰتُ وَالْاَرْضُۙ اُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِيْنَۙ

Dan bersegeralah kamu mencari ampunan dari Rabb-mu dan mendapatkan Surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertaqwa.” (QS Ali ‘Imran: 133)

Kedua ayat ini menjadi bukti adanya surga dan neraka yang dijanjikan oleh Allah SWT di hari akhir nanti. Sehingga kita sebagai seorang muslim harus bisa semakin bertaqwa dan mencari amalan sebanyak-banyaknya.

2. Surah Muhammad Ayat 15

مَثَلُ الْجَنَّةِ الَّتِيْ وُعِدَ الْمُتَّقُوْنَ ۗفِيْهَآ اَنْهٰرٌ مِّنْ مَّاۤءٍ غَيْرِ اٰسِنٍۚ وَاَنْهٰرٌ مِّنْ لَّبَنٍ لَّمْ يَتَغَيَّرْ طَعْمُهٗ ۚوَاَنْهٰرٌ مِّنْ خَمْرٍ لَّذَّةٍ لِّلشّٰرِبِيْنَ ەۚ وَاَنْهٰرٌ مِّنْ عَسَلٍ مُّصَفًّى ۗوَلَهُمْ فِيْهَا مِنْ كُلِّ الثَّمَرٰتِ وَمَغْفِرَةٌ مِّنْ رَّبِّهِمْ ۗ كَمَنْ هُوَ خَالِدٌ فِى النَّارِ وَسُقُوْا مَاۤءً حَمِيْمًا فَقَطَّعَ اَمْعَاۤءَهُمْ

“Perumpamaan taman surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa, di sana ada sungai-sungai yang airnya tidak payau, dan sungai-sungai air susu yang tidak berubah rasanya, dan sungai-sungai khamar (anggur yang tidak memabukkan) yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai madu yang murni. Di dalamnya mereka memperoleh segala macam buah-buahan dan ampunan dari Tuhan mereka. Samakah mereka dengan orang yang kekal dalam neraka, dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga ususnya terpotong-potong?” (QS Muhammad: 15)

Dalam surah ini dijelaskan sifat-sifat surga, seperti mengalirnya sungai yang banyak dan setiap sungai mempunyai air yang berbeda dari segi jenis dan rasanya, serta enak untuk diminum oleh para penghuni surga. Diriwayatkan oleh Ahmad, At-Tirmidzi, dan lain-lain dari Mu’awiyah bin Haidah, ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: Di surga ada lautan susu, lautan air, lautan madu, dan lautan khamar, kemudian mengalirlah sungai-sungai dari lautan-lautan itu.” (Riwayat Ahmad, At-Tirmidzi, dan lain-lain dari Mu’awiyah bin Haidah)

Dalam surga juga terdapat buah-buahan yang beraneka ragam jenisnya. Semuanya merupakan makanan yang enak bagi setiap penghuni surga yang bersih dari segala noda dan dosa, karena mereka itu telah diampuni Allah SWT.

3. Surah Al-Baqarah Ayat 24

فَاتَّقُواْ النَّارَ الَّتِي وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ

Maka takutlah kamu akan api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu yang disediakan bagi orang-orang kafir.” (QS Al-Baqarah: 24)

Untuk menghidupkan api neraka yang sangat panas, manusia pendosa dan bebatuanlah yang menjadi bahan bakarnya. Batu tersebut adalah batu yang punya daya bakar atau batu yang digunakan sebagai berhala yang disembah di dunia.

Itulah beberapa ayat Al-Quran tentang surga dan neraka yang bisa membantu kita memahami 2 hal ini. Semoga dengan pembelajaran ini kita bisa semakin bertaqwa dan memperbanyak amal ibadah agar bisa menjadi penghuni surga nantinya. Bila Anda membutuhkan taman pemakaman sesuai dengan syariat Islam, maka Taman Pemakaman Islam Al-Azhar Memorial Garden bisa menjadi pilihan Anda. Kunjungi website kami sekarang juga.

Apa Itu Yaumul Mizan, Hari Penimbangan Amal Manusia di Hari Kiamat

11 November 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

Tahukah Anda apa itu yaumul mizan? Yaumul mizan merupakan hari yang penting bagi semua manusia ketika nanti kita berpulang kembali ke dunia akhirat.

Anda tentunya percaya bahwa ada dunia akhirat yang menyambut kita ketika roh telah meninggalkan dunia ini, bukan? Namun, tentu saja Anda tahu bahwa tidak semua orang dapat memasuki pintu surga karena Allah akan melihat amal perbuatan baik selama manusia tersebut menjalani kehidupannya di dunia.

Melalui artikel ini, Al Azhar Memorial Garden akan memberikan informasi penting kepada Anda mengenai apa itu yaumul mizan serta informasi penting seputar perbedaanya dengan yaumul hisab yang masih jarang diketahui oleh orang.

Apa Itu Yaumul Mizan?

Yaumul mizan adalah hari penimbangan ketika manusia memasuki dunia akhirat. Penimbangan yang dimaksudkan di sini adalah Allah melihat siapa saja umat manusia-Nya yang menjalankan amal perbuatan baik selama masa hidup mereka di dunia.

Hari penimbangan ini juga tertulis pada Surah Al Anbiya ayat 47, yaitu:

وَنَضَعُ الْمَوَازِيْنَ الْقِسْطَ لِيَوْمِ الْقِيٰمَةِ فَلَا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْـًٔاۗ وَاِنْ كَانَ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِّنْ خَرْدَلٍ اَتَيْنَا بِهَاۗ وَكَفٰى بِنَا حَاسِبِيْنَ

“Dan Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari Kiamat, maka tidak seorang pun dirugikan walau sedikit; sekalipun hanya seberat biji sawi, pasti Kami mendatangkannya (pahala). Dan cukuplah Kami yang membuat perhitungan. (QS. Al-Anbiya:47)”

Kemudian, ada juga pembahasan mengenai timbangan yaumul mizan yang ditulis melalui Surah Al Mu’minum yang berbunyi:

فَمَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِيْنُهٗ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ

وَمَنْ خَفَّتْ مَوَازِيْنُهٗ فَاُولٰۤىِٕكَ الَّذِيْنَ خَسِرُوْٓا اَنْفُسَهُمْ فِيْ جَهَنَّمَ خٰلِدُوْنَ ۚ

تَلْفَحُ وُجُوْهَهُمُ النَّارُ وَهُمْ فِيْهَا كَالِحُوْنَ

“Barangsiapa berat timbangan (kebaikan)nya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung. Dan barang siapa ringan timbangan (kebaikan)nya, maka mereka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, mereka kekal di dalam neraka Jahanam. Wajah mereka dibakar api neraka, dan mereka di neraka dalam keadaan muram dengan bibir yang cacat. (QS. Al-Mu’minum:102-104)”

Pada hari penimbangan ini, Allah akan menentukan apakah umat-Nya yang berada di dunia akhirat pantas untuk memasuki gerbang-Nya yang suci dan menjalani hidup kekal di surga. Oleh karena itu, sudah selayaknya kita mulai memperbanyak tabungan amal kebaikan agar kelak dapat diterima di surga.

Apa Perbedaan Yaumul Mizan dan Yaumul Hisab?

Tidak jarang orang yang berpikir bahwa yaumul mizan dan yaumul hisab merupakan 2 hal yang sama. Meskipun keduanya sama-sama melihat amal perbuatan baik manusia, namun ada sedikit perbedaan yang perlu Anda ketahui.

Yaumul mizan merupakan hari penimbangan amal perbuatan baik manusia dan yaumul hisab merupakan hari di mana seluruh amal perbuatan baik manusia akan diperhitungkan. Jadi, yang menjadi kata kunci dari perbedaan antara yaumul mizan dan yaumul hisab ini terletak pada ‘hari penimbangan’ dan ‘hari perhitungan’.

Jadi, itulah informasi yang dapat kami berikan mengenai apa itu yaumul mizan yang berarti hari penimbangan amal manusia di hari kiamat nanti. Amal perbuatan baik sekecil apapun akan dilihat oleh Allah dan Anda akan diberikan balasan yang setimpal saat berada di dunia akhirat nanti.

Sebagai informasi tambahan, jika Anda ingin mencari kavling pemakanan yang sesuai dengan aturan makam Islam, silakan hubungi kami sekarang juga. Al Azhar Memorial Garden menyediakan kavling makam yang sudah disesuaikan dengan peraturan yang dikeluarkan oleh MUI dan juga kami memiliki berbagai macam tipe kavling yang dapat dipilih sesuai dengan keinginan Anda dan keluarga.

Pengertian Surga dan Neraka, serta Macamnya

11 November 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

Pengertian surga dan neraka memiliki makna yang sangat dalam dan sebagai orang yang percaya akan adanya dunia akhirat setelah kematian, Anda harus memahami betul kedua kata tersebut. Apakah Anda sudah memahami dan percaya akan kehadiran surga dan neraka?

Kehidupan manusia selama di dunia ini akan dilihat oleh Allah SWT mulai dari mereka dilahirkan hingga akhirnya meninggal dan memasuki dunia akhirat. Seluruh perbuatan yang diperbuat manusia akan ditimbang untuk melihat apakah kita pantas untuk tinggal di surga atau neraka.

Allah menginginkan umat manusia untuk terus melakukan amal kebaikan selama masa hidupnya dan seluruh perbuatan tersebut akan dibalas dengan menerima manusia tersebut tinggal di surga. Sebaliknya, bagi orang-orang yang tidak mendengarkan ajaran-Nya, Allah akan murka dan melempar mereka ke dalam neraka yang panas.

Namun, apakah Anda tahu bahwa surga dan neraka memiliki berbagai macam tingkatan? Untuk itu, melalui artikel ini, Al Azhar Memorial Garden akan membahas lebih dalam mengenai pengertian surga dan neraka serta macam-macam tingkatannya.

Pengertian Surga dan Neraka

Untuk dapat memahami pengertian surga dan neraka, kami akan membahasnya secara satu per satu. Silakan simak pembahasannya berikut ini.

1. Apa itu Surga?

Allah telah mempersiapkan surga bagi umat manusia yang hidup sesuai dengan apa yang ajaran-Nya. Surga merupakan tempat di mana manusia menjalani kehidupan kekal dengan penuh kebahagiaan dan tanpa adanya rasa kesedihan seperti yang disabdakan oleh Nabi Muhammad SAW, yaitu:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ يَنْعَمُ لَا يَبْأَسُ لَا تَبْلَى ثِيَابُهُ وَلَا يَفْنَى شَبَابُهُ

“Dari Abu Hurairah RA dari Nabi Muhammad SAW, beliau telah bersabda, “Orang yang masuk surga itu selalu berada dalam kenikmatan tanpa ada kesedihan. Pakaiannya tidak pernah kusut dan senantiasa awet muda. (Muslim 8:148)”

Surga memiliki 8 tingkatan dan setiap orang akan memasuki salah satu tingkatan sesuai dengan hal baik apa saja yang diperbuat selama masa hidupnya di dunia. Adapun 8 tingkatan surga itu dimulai dari yang tertinggi yaitu Surga Firdaus, Surga ‘Adn, Surga Na’im, Surga Ma’wa, Surga Darussalam, Surga Darul Muqamah, Surga Al-Maqamul Amin, dan Surga Khuldi.

Baca Juga: 7 Amalan Masuk Surga Tanpa Dihisab Yang Bisa Anda Lakukan

2. Apa itu Neraka?

Bagi manusia yang tidak menjalankan hidupnya sesuai dengan ajaran Allah SWT, maka mereka sudah sepantasnya tinggal di alam akhirat yang penuh dengan ratap tangis dan penyiksaaan. Hal ini tertulis dalam kitab Al Anfal ayat 50, yaitu:

وَلَوْ تَرَىٰ إِذْ يَتَوَفَّى الَّذِينَ كَفَرُوا ۙ الْمَلَائِكَةُ يَضْرِبُونَ وُجُوهَهُمْ وَأَدْبَارَهُمْ وَذُوقُوا عَذَابَ الْحَرِيقِ

“Dan sekiranya kamu melihat ketika para malaikat mencabut nyawa orang-orang yang kafir sambil memukul wajah dan punggung mereka (dan berkata), Rasakanlah olehmu siksa neraka yang membakar.”

Sama seperti surga, neraka juga memiliki tingkatannya sendiri. Namun, tingkatan neraka berbeda dengan tingkatan surga di mana semakin tinggi tingkatan neraka, maka siksaan yang diterima akan semakin kejam sedangkan semakin tinggi tingkatan surga, maka nikmat yang dirasakan akan lebih banyak.

Baca Juga: Mengetahui Perbedaan Siksa Kubur dan Siksa Neraka

Neraka memiliki 8 tingkatan. Berikut ini merupakan tingkatan neraka dimulai dari yang paling tinggi yaitu Neraka Jahanam, Neraka Jahim, Neraka Saqar, Neraka Sair, Neraka Hutamah, Neraka Wail, Neraka Ladza, dan Neraka Hawiyah. Siapapun tidak akan pernah bisa membayangkan seberapa keji siksaan yang akan diterima apabila seseorang memasuki Neraka Jahanam.


Jadi, itulah informasi yang dapat kami sampaikan kepada Anda mengenai pengertian surga dan neraka serta macam-macam tingkatannya. Sekian informasi pada artikel ini dan jika Anda membutuhkan informasi mengenai kavling makam khusus untuk muslim, silakan hubungi Al Azhar Memorial Garden sekarang juga karena kami menyediakan kavling kuburan yang sudah disesuaikan dengan fatwa MUI.

Pengertian Yaumul Hisab, Sudah Siap Menghadapi Hari Itu?

11 November 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

Ada tiga dunia yang akan dilalui oleh ruh manusia, yaitu dunia yang kita tinggali saat ini, alam kubur, dan akhirat di surga dan neraka. Akhirat biasanya terjadi setelah kiamat datang melanda bumi ini dengan segala tanda-tandanya. Baik ruh manusia yang ada di dunia maupun alam kubur, semuanya akan mengalami yaumul hisab sebelum memasukinya. Penting bagi umat Muslim untuk memahami pengertian yaumul hisab serta berbagai dalil pendukungnya.

Pengertian Yaumul Hisab dan Beberapa Dalilnya

Kata “hisab” (الحساب) dalam bahasa Arab berarti menghitung. Jadi, yaumul hisab berarti hari perhitungan saat Allah SWT memperlihatkan semua amalan yang dilakukan oleh umat Muslim. Allah SWT berfirman mengenai hari perhitungan ini dalam Surat Al-Ghasyiyah ayat 25-26.

إِنَّ إِلَيْنَا إِيَابَهُمْ (25) ثُمَّ إِنَّ عَلَيْنَا حِسَابَهُمْ (26)

Artinya: “Sungguh, kepada Kami-lah mereka kembali. Kemudian sesungguhnya (kewajiban) Kami-lah membuat perhitungan atas mereka.”

Pada hari yaumul hisab tiba, semua amalan manusia yang baik dan buruk akan diperlihatkan dan diperhitungkan. Dari semua amalan itu, akan diputuskan apakah ruh manusia akan mendapatkan keridhoan dari-Nya atau murka-Nya. Manusia pun menjadi makhluk pertama yang dihisab oleh Allah SWT dengan segala amalan yang dilakukan. Meskipun manusia diciptakan lebih terakhir di bumi ini, kita mendapat giliran pertama untuk dihisab oleh Allah SWT.

Baca Juga: 7 Amalan Masuk Surga Tanpa Dihisab Yang Bisa Anda Lakukan

Rasulullah Muhammad SAW pun pernah bersabda mengenai giliran hisab ini.

نَحْنُ الآخِرُونَ السَّابِقُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Artinya: “Kita adalah orang-orang yang belakangan, namun terdahulu pada hari kiamat.

Amalan yang Dihisab oleh Allah SWT

Banyak orang yang berpikir bahwa amalan yang dihisab hanyalah berupa ibadah, terutama kewajiban salat yang sudah ditunaikan. Mereka pun mengingat bahwa salat adalah amalan pertama yang dihisab, sebab berkaitan dengan hak Allah SWT. Lagipula, amalan ini juga yang Ia senangi di antara amalan lainnya.

Hal ini terbukti dalam sabda Rasulullah SAW yang berbunyi:

إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ صَلاَتُهُ فَإِنْ صَلُحَتْ فَقَدْ أَفْلَحَ وَأَنْجَحَ وَإِنْ فَسَدَتْ فَقَدْ خَابَ وَخَسِرَ

Artinya: “Sesungguhnya amalan hamba yang pertama kali dihisab pada hari kiamat adalah salatnya. Jika salatnya baik maka dia pasti beruntung. Namun jika rusak salatnya maka dia pasti merugi.”

Namun, ada juga amalan kedua yang akan dihisab oleh Allah SWT, yaitu hubungan antara manusia dengan sesamanya. Karena itu, hendaknya kita juga menjaga hubungan yang baik dan meringankan beban mereka selama hidup. Rasulullah Muhammad SAW juga bersabda:

أَوَّلُ مَا يُقْضَى بَيْنَ النَّاسِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فِى الدِّمَاءِ

Artinya: “Yang pertama kali diadili di antara manusia pada hari kiamat adalah tentang urusan darah.”

Proses Yaumul Hisab di Akhirat

Rasulullah Muhammad SAW juga memberikan beberapa gambaran mengenai yaumul hisab di akhirat kelak. Lewat hadits riwayat Ibnu Abi ad-Dunya dan ath-Thabrani, beliau mengatakan bahwa semua manusia akan dikumpulkan, mulai dari manusia pertama hingga manusia terakhir.

يَجْمَعُ اللهُ الأَوَّلِيْنَ وَالآخِرِيْنَ لِمِيْقَاتِ يَوْمٍ مَعْلُوْمٍ قِيَامًا أَرْبَعِيْنَ سَنَةً شَاخِصَةً أَبْصَارُهُمْ يَنْتَظِرُوْنَ فَصْلَ الْقَضَاءِ

Artinya: “Allah mengumpulkan semua manusia dari yang pertama sampai yang terakhir, pada waktu hari tertentu dalam keadaan berdiri selama empat puluh tahun. Pandangan-pandangan mereka menatap (ke langit), menanti pengadilan Allah.”

Saat manusia merasakan kesusahan yang semakin memuncak di yaumul hisab, mereka akan mencari orang yang bisa memberikan syafaat. Tujuannya adalah agar Allah SWT bisa mempercepat keputusan hisab tersebut. Nabi-nabi seperti Adam, Nuh, Ibrahim, Musa, dan Isa bin Maryam didatangi untuk dimintai syafa’at, tapi mereka menolaknya.

Baca Juga: Syafaat Al-Quran di Alam Kubur dan Akhirat

Hingga manusia itu akhirnya datang ke nabi terakhir dalam Islam, yaitu Rasulullah Muhammad SAW. Mereka meminta syafa’at kepada beliau, dan Rasulullah pun memberikannya atas izin Allah SWT. Umat manusia pun akhirnya diberi keputusan mengenai hisab mereka dan bisa merasakan akhirat tersebut. Itulah proses yaumul hisab berdasarkan hadits HR Bukhari dan Muslim.

Kesimpulannya, pengertian yaumul hisab adalah hari perhitungan setelah kiamat untuk menghitung semua amalan yang dilakukan oleh manusia. Selagi masih diberi kesempatan untuk hidup, persiapkan diri dengan amalan sehingga kita berkenan di hadapan-Nya saat berpulang nanti. Kematian memang menjadi hal yang misterius, tapi segalanya bisa kita persiapkan saat ini, termasuk mempersiapkan lahan makam berbasis syariah Islam di Al-Azhar Memorial Garden.

10 Ayat Al-Qur’an tentang Kematian yang Wajib Direnungkan

10 November 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

Jarang sekali orang yang mencari ayat Al-Quran tentang kematian untuk sekedar merenungkannya. Padahal, kematian atau ajal merupakan hal yang pasti dan tidak bisa kita hindari. Ketika mencari di Google pun, kata kunci ayat Al-Quran mengenai kematian berada pada suggestion atau saran paling terakhir.

Tidak salah sebenarnya mencari ayat Al-Qur’an tentang bersyukur, sabar, ibadah, cinta, dan sebagainya. Hanya saja, kematian pun merupakan salah satu tema Al-Qur’an yang sering menjadi sorotan. Manusia cenderung menghindari topik tentang ajal ini karena bersifat sensitif untuk dibicarakan.

Kumpulan Ayat Al-Qur’an Tentang Kematian yang Harus Anda Ketahui

Semasa hidupnya, Rasulullah Muhammad SAW berani dan lantang membicarakan kematian kepada umatnya. Sabda tentang ajal ini sering diucapkan kepada sahabat-sahabatnya dan tertulis dalam hadits riwayat mereka. Beliau pula orang pertama yang menyarankan untuk melakukan ibadah ziarah kubur untuk mengingat kematian setiap saatnya.

Umat Islam hendaknya mengikuti teladan Rasulullah untuk selalu mengingat ajal dalam kehidupan mereka. Menjelang lebaran, mereka bisa melakukan ziarah kubur atau sekedar mengingat beberapa ayat Al-Qur’an yang membicarakan topik ini. Islam pun mengatur untuk menolong orang lain yang hendak meninggal atau sedang mengalami sakaratul maut.

Hafalkanlah beberapa ayat di bawah ini agar kita senantiasa ingat akan kematian. Dalam ayat ini, terdapat pula beberapa pesan dan nasihat yang bisa kita lakukan untuk mempersiapkan hari itu.

1. Surat Ar-Rahman ayat 26-27

كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَانٍ * وَيَبْقَى وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ

Artinya: “(26) Semua yang ada di bumi itu akan binasa. (27) Dan tetaplah kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.”

2. Surat Al-Mulk ayat 2

الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ

Artinya: “Allah lah yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun.”

3. Surat Al-Anbiya ayat 34-35

وَمَا جَعَلْنَا لِبَشَرٍ مِنْ قَبْلِكَ الْخُلْدَ أَفَإِنْ مِتَّ فَهُمُ الْخَالِدُونَ

Arti ayat 34: “Kami tidak menjadikan hidup kekal bagi seorang manusiapun sebelum kamu. Maka jika kamu mati, apakah mereka akan kekal?”

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

Arti ayat 35: “Tiap-tiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati. Dan Kami akan menguji kamu dengan keburukan serta kebaikan sebagai cobaan. Dan hanya kepada Kamilah kamu akan dikembalikan.

4. Surat Al-Sajdah ayat 11

قُلْ يَتَوَفَّاكُمْ مَلَكُ الْمَوْتِ الَّذِي وُكِّلَ بِكُمْ ثُمَّ إِلَى رَبِّكُمْ تُرْجَعُونَ

Artinya: Katakanlah: “Malaikat maut yang diserahi untuk mencabut nyawamu akan mematikanmu, kemudian hanya kepada Tuhanmulah kamu akan dikembalikan.

5. Surat Al-Qiyamah ayat 26-30

كَلَّا إِذَا بَلَغَتِ التَّرَاقِيَ * وَقِيلَ مَنْ رَاقٍ * وَظَنَّ أَنَّهُ الْفِرَاقُ * وَالْتَفَّتِ السَّاقُ بِالسَّاقِ * إِلَى رَبِّكَ يَوْمَئِذٍ الْمَسَاقُ

Artinya: “(26)Sekali-kali tidak. Apabila nafas seseorang telah sampai ke kerongkongan, (27)dan dikatakan kepadanya: “Siapakah yang bisa menyembuhkan?”, (28)dan orang yang tengah sekarat itu meyakini bahwa sesungguhnya itu adalah waktu perpisahannya (dengan dunia), (29)dan bertautlah betis dengan betis lainnya (saat ruh dicabut), (30) kepada Tuhanmulah pada hari itu kamu akan digiring.”

6. Surat Ali Imran ayat 145

وَمَا كَانَ لِنَفْسٍ أَنْ تَمُوتَ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ كِتَابًا مُؤَجَّلًا وَمَنْ يُرِدْ ثَوَابَ الدُّنْيَا نُؤْتِهِ مِنْهَا وَمَنْ يُرِدْ ثَوَابَ الْآخِرَةِ نُؤْتِهِ مِنْهَا وَسَنَجْزِي الشَّاكِرِينَ

Artinya: Setiap yang bernyawa tidak akan mati melainkan atas izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya. Barangsiapa menghendaki pahala dunia, niscaya Kami berikan pahala dunia itu kepadanya, dan barangsiapa menghendaki pahala akhirat, niscaya Kami berikan pula pahala akhirat itu kepadanya. Dan kami akan memberikan balasan kepada orang-orang yang bersyukur.

7. Surat Al-Jumuah ayat 8

قُلْ إِنَّ الْمَوْتَ الَّذِي تَفِرُّونَ مِنْهُ فَإِنَّهُ مُلَاقِيكُمْ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

Artinya: Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu hindari itu, maka sesungguhnya kematian itu pasti akan menemui kamu. Kemudian kamu akan dikembalikan kepada Allah, yang maha mengetahui perkara yang ghaib dan yang nyata. Lalu Dia akan memberitahukan segala apa yang telah kamu kerjakan.

8. Surat An-Nahl ayat 32

الَّذِينَ تَتَوَفَّاهُمُ الْمَلَائِكَةُ طَيِّبِينَ يَقُولُونَ سَلَامٌ عَلَيْكُمُ ادْخُلُوا الْجَنَّةَ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

Artinya: Yaitu orang-orang yang diwafatkan oleh para malaikat dalam keadaan baik. Para malaikat itu berkata (kepada mereka): “Salaamun ‘alaikum, masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan”.

9. Surat Al-Munafiqun ayat 11

وَلَنْ يُؤَخِّرَ اللَّهُ نَفْسًا إِذَا جَاءَ أَجَلُهَا وَاللَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Artinya: “Dan Allah sekali-kali tidak akan pernah menangguhkan (kematian) seseorang apabila telah tiba waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengenal apa yang kamu kerjakan.

10. Surat Al-An’am ayat 61

وَهُوَ الْقَاهِرُ فَوْقَ عِبَادِهِ وَيُرْسِلُ عَلَيْكُمْ حَفَظَةً حَتَّى إِذَا جَاءَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ تَوَفَّتْهُ رُسُلُنَا وَهُمْ لَا يُفَرِّطُونَ

Artinya: “Dan Dialah (Allah) yang memiliki kekuasaan tertinggi di atas hamba-hamba-Nya. Dan Dia mengutus para malaikat penjaga kepadamu, sehingga apabila kematian mendatangi salah seorang di antara kamu, ia diwafatkan oleh malaikat-malaikat Kami. Dan mereka (para malaikat) itu tidak pernah melalaikan kewajibannya.

Kiranya sepuluh ayat Al-Quran tentang kematian di atas menjadi pengingat dan renungan bagi umat Muslim agar mereka selalu mempersiapkan kematiannya. Mengingat sedikitnya lahan makam yang tersedia, umat Muslim pun hendaknya memastikan bahwa tempat peristirahatan mereka tetap sesuai dengan syariat Islam. Memesan lahan makam untuk Anda dan keluarga pun bisa menjadi langkah pertama dalam persiapan kematian. Hubungi Al-Azhar Memorial Garden untuk informasi lengkap mengenai pemakaman syariah ini.

Syafaat Al Quran di Alam Kubur dan Akhirat

10 November 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

Al-Qur’an bisa menjadi salah satu amalan yang menolong kita di alam kubur dan akhirat. Kekuatan syafaat Al Quran di alam kubur dan akhirat tidak perlu diragukan lagi. Rasulullah Muhammad SAW pun pernah bersabda mengenai kehebatan Al-Qur’an dalam menolong kita setelah meninggal.

Selama hidup, Al-Qur’an bisa menjadi penuntun kita dalam bertindak dan beribadah. Umat Muslim yang taat pun diharuskan membaca dan menghayati ayat-ayat Al-Qur’an, sehingga tindakan dan perbuatan mereka dijauhkan dari kejahatan dan maksiat. Siapa yang menyangka, Al-Qur’an akan menjadi penolong kita di saat kita tidak lagi berada di dunia ini.

Syafaat Al-Qur’an di Alam Kubur dalam Rupa Orang Tampan

Rasulullah Muhammad SAW sering bersabda mengenai pertolongan Al-Qur’an bagi setiap umat manusia di alam kubur. Beliau pernah bersabda kepada Sa’id bin Sulaim RA, katanya, “Tiada penolong yang lebih utama derajatnya di sisi Allah pada hari Kiamat daripada Al-Qur’an. Bukan nabi, bukan malaikat dan bukan pula yang lainnya.” (Abdul Malik bin Habib-Syarah Ihya).

Bazzar dalam bukunya Himpunan Fadhilah Amal juga meriwayatkan bagaimana Al-Qur’an menolong kita di alam kubur. Saat kita meninggal dunia, orang-orang sibuk dengan pengurusan jenazah, termasuk pemasangan kain kafan. Tiba-tiba, ada orang yang tampan berdiri di kepala mayat. Orang itu pun hadir pula di antara dada dan kain kafan untuk menyertai sang jenazah.

Setelah jenazah dikuburkan dan orang terakhir meninggalkan makamnya, datanglah malaikat Munkar dan Nakir untuk menanyakan beberapa pertanyaan kepada jenazah. Mereka juga berusaha memisahkan orang tampan itu sehingga proses tanya jawabnya berjalan dengan lancar.

Si tampan itu mengatakan bahwa sang jenazah adalah sahabat karib si mayit dan tidak akan meninggalkannya dalam keadaan apapun. Ia memperbolehkan kedua malaikat ini untuk melakukan tugasnya. Hanya saja, si tampan tidak akan berpisah dengan si mayit sampai ia masuk surga nanti.

Lantas, siapakah si tampan itu? ”Aku adalah Alquran yang terkadang kamu baca dengan suara keras dan terkadang dengan suara perlahan. Jangan khawatir setelah menghadapi pertanyaan Munkar dan Nakir ini, engkau tidak akan mengalami kesulitan.” Dia adalah Al-Qur’an yang selalu kita baca setiap saat apapun kondisinya. 

Di alam kubur, dia menolong kita agar kita mendapatkan istirahat yang layak hingga datangnya hari kiamat. Setelah malaikat Munkar dan Nakir itu melakukan tugasnya, sahabat itu menghamparkan tempat tidur dan permadani sutera dengan kasturi dari Mala’il A’la.

Al-Qur’an pun bisa menjadi tameng pelindung bagi kita dari serangan siksa kubur berupa semburan api. Hal ini sesuai dalam riwayat Amru bin Murrah, di mana Al-Qur’an akan muncul dan menyelamatkan kita dari semburan api dari berbagai arah.

“Jika manusia masuk ke dalam kubur, tiba-tiba keluar semburan api dari arah kepalanya, lalu Al-Qur’an datang untuk menghalanginya. Kemudian api itu keluar dari arah kakinya, lalu datanglah Al-Qur’an untuk menghalanginya. Kemudian keluar dari samping kanannya, lalu datanglah Al-Qur’an untuk menghalanginya. Lalu keluar dari sampai kirinya, maka datanglah Al-Qur’an untuk menghalanginya. Kemudian, api itu bertanya: Mengapa engkau berbuat demikian, demi Allah ia tidak pernah berbuat untukmu? Lalu Al-Qur’an berkata, “Bukankah dahulu aku berada di mulutnya.”

Di sini, kita bisa melihat bahwa Al-Qur’an benar-benar menjadi sahabat yang tidak terpisahkan di alam kubur. Dia pun mau jadi pembela kita hingga di akhirat nanti, serta melindungi anggota keluarga yang masih hidup. Selama kita menjadikan Al-Qur’an ini sebagai sahabat kita di dunia, niscaya kitab ini mau menjadi sahabat kita di alam kubur dan akhirat.

Luar biasa sekali syafaat Al Quran di alam kubur dan akhirat bagi kehidupan kita. Hendaknya kita sebagai umat Muslim rajin membaca dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Rajin membaca Al-Qur’an pun menjadi amalan yang mempersiapkan kita sebelum ajal menjemput. Tidak lupa, lahan makam syariah pun bisa dipersiapkan detik ini pula selagi kita masih hidup. Al-Azhar Memorial Garden menyediakan lahan makam untuk Anda dan keluarga sehingga nanti bisa dimakamkan sesuai dengan syariah Islam.

7 Nasehat Kematian dalam Islam yang Perlu Dipahami

10 November 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

Banyak sekali nasehat kematian dalam Islam yang harus dipahami oleh umat-Nya, mulai dari ayat Al-Qur’an hingga hadits. Semua nasihat itu berguna agar umat Muslim senantiasa mengingat bahwa kematian adalah hal yang pasti. Mereka juga semakin diingatkan untuk memperbanyak amalan selagi masih diberi kesempatan untuk hidup di dunia ini.

Sejatinya, kematian merupakan hal yang jarang diingat oleh manusia selama masih hidup. Manusia cenderung memikirkan hal-hal yang bisa memuaskan hasrat hidupnya, seperti kesenangan ataupun kegembiraan. Saat membuka ayat Al-Qur’an atau hadits pun, mereka berusaha menghindari beberapa ayat atau nasehat yang berhubungan dengan kematian.

Beberapa Nasehat Kematian dalam Islam yang Bisa Menjadi Pengingat

Islam menyimpan banyak sekali nasehat mengenai kematian atau ajal di dalamnya. Rasulullah Muhammad SAW pun dengan tegas mengingatkan setiap umat Muslim akan kematian. Beliaulah yang mengatakan bahwa ziarah kubur adalah ibadah sunnah yang berguna untuk mengingatkan kita akan kematian.

Nasehat kematian dalam Islam sebenarnya memiliki kegunaan yang banyak untuk hidup kita. Kita senantiasa diingatkan untuk memperbanyak amalan dalam kehidupan. Islam pun mempercayai adanya kehidupan tanpa kematian, dan orang yang taat akan medapatkan kuburan yang lapang serta ketenangan saat beristirahat. Sedangkan orang yang durhaka akan mendapatkan siksa kubur hingga akhirat.

Baca Juga: 4 Amalan Penyelamat Siksa Kubur Yang Dapat Membantumu

Marilah kita bersama-sama senantiasa mengingat dan merenungkan beberapa nasehat kematian dalam Islam dari ayat Al-Qur’an dan hadits.

1. Surat An-Nisa ayat 78

Di manapun kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu berada di dalam benteng yang tinggi dan kukuh. Jika mereka memperoleh kebaikan, mereka mengatakan, “Ini dari sisi Allah,” dan jika mereka ditimpa suatu keburukan, mereka mengatakan, “Ini dari engkau (Muham-mad).” Katakanlah, “Semuanya (datang) dari sisi Allah.” Maka mengapa orang-orang itu (orang-orang munafik) hampir-hampir tidak memahami pembicaraan (sedikit pun)?

Ayat ini mengingatkan manusia bahwa kematian pasti datang pada setiap orang, kapanpun dan di mana pun itu.

2. Surat An-Nahl ayat 61

Maka jika datang waktu kematian mereka, tidak bisa mereka tunda dan dan mendahulukannya sedetikpun”. Ayat ini menjadi pengingat bahwa menunda atau mempercepat kematian adalah hal yang mustahil. Semuanya ada dalam kendali Allah SWT.

3. Surat Al-Mulk ayat 2

Dialah Allah yang menciptakan kematian dan kehidupan, untuk menguji siapa diantara kalian yang terbaik amalnya.” Sejatinya, kematian dan kehidupan sama-sama merupakan fase hidup dari Allah SWT. Yang paling penting adalah perbanyak amal dan pahala sehingga kita layak untuk menghadap-Nya saat berpulang.

4. Surat Qaf ayat 19

Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari darinya.” Sakaratul maut merupakan salah satu proses dalam menjelang kematian, terlebih jika meninggal dalam keadaan sakit.

5. HR Ahmad

Rasulullah SAW bersabda bahwa kematian bisa datang kapan saja, bahkan waktunya pun tidak bisa kita duga. Karena itu, kita harus memperbanyak amalan dan perbuatan baik sehingga tidak menyesal saat berpulang. Sabda ini tertulis dalam hadits riwayat Ahmad: “Mati mendadak suatu kesenangan bagi seorang mukmin dan penyesalan bagi orang durhaka.

6. HR Muslim

Rasulullah SAW juga meminta agar umat Muslim harus memperbanyak ibadah sehingga bisa mengenal Allah SWT dan berbaik sangka padanya. “Janganlah seorang mati kecuali dia dalam keadaan berbaik sangka terhadap Allah,” sabdanya dalam hadits riwayat Muslim.

Bersama Bukhari, sahabat Nabi lainnya, Muslim pun mencatat nasihat lain tentang kematian. Nasihat itu adalah perkara yang mengikuti suatu mayit saat wafatnya. “Ada tiga perkara yang mengikuti mayit sesudah wafatnya, yaitu keluarganya, hartanya, dan amalnya. Yang dua kembali dan yang satu tinggal bersamanya. Yang pulang kembali adalah keluarga dan hartanya, sedangkan yang tinggal bersamanya adalah amalnya.” (HR Bukhari dan Muslim).

7. HR Bukhari

Hadits riwayat Bukhari mencatat dua nasihat Rasulullah Muhammad SAW mengenai kematian. Yang pertama adalah larangan untuk meminta kematian pada Allah SWT apapun alasannya. “Janganlah ada orang yang menginginkan mati karena kesusahan yang dideritanya. Apabila harus melakukannya hendaklah dia cukup berkata, “Ya Allah, tetap hidupkan aku selama kehidupan itu baik bagiku dan wafatkanlah aku jika kematian baik untukku.

Nasihat kedua adalah memberikan tuntunan kepada orang yang sedang sakaratul maut untuk mengucapkan kalimat syahadat. Mengucapkan kalimat syahadat ini diharapkan membuat mayit bisa meninggal dalam keadaan Islam atau sudah bertaubat. “Tuntunlah orang yang menjelang wafat dengan ucapan la ilaha illallah (maksudnya, agar dia mau meniru ucapannya)”

Kiranya, semua nasehat kematian dalam Islam ini hendaknya menjadi perenungan dan pengingat bagi kita semua semasa hidup. Selain mengingat nasehat ini, umat Muslim pun dianjurkan juga untuk melakukan ziarah kubur sebagai ibadah sunnah mereka. Anda dan keluarga pun bisa menyiapkan tempat peristirahatan terakhir yang berbasis syariah Islam di Al-Azhar Memorial Garden.

7 Amalan Masuk Surga Tanpa Dihisab Yang Bisa Anda Lakukan

10 November 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

Ruh orang meninggal harus dihisab dulu saat di alam kubur sebelum datangnya akhirat, dan itu sudah menjadi kewajiban. Namun, ada pula amalan masuk surga tanpa dihisab dulu selama di alam kubur. Umat Muslim mana yang tidak menginginkan kemudahan masuk surga tanpa melalui hisab?

Saat manusia meninggal dan dimakamkan, ruh mereka akan langsung ditanya oleh malaikat Munkar dan Nakir di alam kubur. Mereka akan mempertanyakan tentang keimanan kita. Jawaban yang kita berikan pada mereka pun dinilai bersamaan dengan segala amalan yang telah dilakukan selama hidup.

Beberapa Amalan Masuk Surga Tanpa Dihisab yang Bisa Dikerjakan

Muslim yang taat dan penuh takwa niscaya akan mendapat surga sebagai balasannya. Sebelum memasukinya, amalan tiap orang akan dihisab dulu berdasarkan perbuatan mereka selama hidup di dunia. Mereka yang telah beroleh kenikmatan dan istirahat yang cukup bisa menempati surga-Nya. Berbeda dengan orang yang Allah SWT murkai, mereka ini akan mendiami neraka.

Hadits Abu Bakar RA. pun menjelaskan bahwa ada pula umat Muslim yang bisa menempati surga langsung tanpa dihisab dulu. Biasanya, mereka ini melakukan beberapa amalan tertentu selama hidupnya. Hendaknya Muslim yang menginginkan kenikmatan ini pun harus melakukan tujuh amalan tanpa hisab di bawah ini.

Baca Juga: Lakukan 5 Amalan yang Menemani di Alam Kubur Ini

1. Selalu Mengingat Allah SWT

Anda dapat melakukan amalan ini dengan cara berdzikir di waktu luang maupun sempit. Mengucapkan dzikir merupakan salah satu amalan abadi yang tidak merugikan umat Muslim, begitulah yang tertulis di buku Al-Baqiyatus Shalihat karangan Abdur Rauf Az-Zawawi.

2. Mengerjakan Sholat Tepat Waktu

Allah SWT sangat mencintai amalan satu ini, jadi menunaikannya tepat waktu akan membebaskan kita dari hisab sebelum masuk surga. Hadits Bukhari dan Muslim mencatat bahwa Allah SWT mencintai tiga amalan, yaitu:

Aku pernah bertanya kepada Nabi Muhammad SAW, ‘Amal apa yang paling dicintai Allah Ta’ala? ‘Beliau Rasulullah SAW: “Sholat pada waktunya.’Lalu apa lagi’, tanyaku. Beliau pun menjawab: ‘Berbakti kepada kedua orang tua.’ Kemudian apa lagi,’tanyaku lebih lanjut. Maka beliau menjawab: “Jihad di Jalan Allah.

3. Meringankan Beban Orang Lain

Membantu orang dalam kesusahan, memberikan sedekah, dan apapun yang bisa meringankan beban orang lain bisa menjadi amalan masuk surga tanpa dihisab. Kalau kita meringankan beban orang lain, Allah SWT juga akan meringankan beban kita di dunia dan akhirat.

Hal ini tertulis pula dalam hadits HR Muslim, yaitu: “Barangsiapa yang membantu seorang muslim (dalam) suatu kesusahan di dunia maka Allah akan menolongnya dalam kesusahan pada hari kiamat, dan barangsiapa yang meringankan (beban) seorang muslim yang sedang kesulitan maka Allah akan meringankan (bebannya) di dunia dan akhirat.

4. Meninggal dalam Keadaan Bertaubat

Hadits HR Bukhari mengatakan bahwa amalan manusia itu hanya berdasarkan penutupnya. Artinya kita harus meninggal dalam keadaan Islam. Cara menjaganya adalah dengan menaikkan doa agar kita pun meninggal dalam keadaan bertaubat, meskipun waktunya masih misteri.

Selain itu, bertaubat dari seluruh dosa, termasuk pula dosa syirik, bid’ah dan maksiat. Lebih baik pula jika selama hidup kita senantiasa jauh dari syirik yang besar maupun kecil serta beribadah dengan sungguh-sungguh.

Baca Juga: Pengertian Taubat, Macam dan Dalil tentang Taubat

5. Mengucapkan Syahadat saat Meninggal

Ucapan syahadat, yaitu ‘asyhadu anna muhammadar rasulullah’ bisa mengandung tuntunan kepada kita sehingga jauh dari dosa maksiat dan bid’ah. Begitupun ucapan ‘laa ilaaha illallah’ yang mengandung tuntunan pelaksanaan tauhid dan bisa menjauhkan kita dari dosa syirik.

6. Sabar Ketika Diuji Penyakit Berat

Muslim yang sabar ketika terkena penyakit berat juga merupakan golongan orang yang bisa masuk surga tanpa hisab. Bila Anda atau anggota keluarga terdekat sedang mengalami penyakit berat, ajaklah mereka untuk bersabar dan berdzikir, niscaya surga menjadi jaminan bagi mereka.

7. Penganut Muslim di Masa Rasulullah SAW

Jaminan masuk surga tanpa hisab juga ada pada penganut Muslim pertama kali semasa Rasulullah SAW masih hidup. Semasa hidupnya, Rasulullah SAW pernah mendapat rahmat Allah bahwa pengikutnya akan masuk surga tanpa hisab. Sabda Rasulullah tersebut disampaikan oleh Abu Bakar dalam hadits HR Ahmad, yaitu

Aku dianugerahi Allah 70.000 orang dari umatku masuk surga tanpa hisab. Wajah mereka nampak seperti bulan pada malam purnama. Hati mereka semuanya sama. Lalu, aku memohon tambahan kepada Allah dan Allah menambahkan untukku setiap satu orang menjadi 70.000 orang.

Usahakanlah untuk melakukan tujuh amalan masuk surga tanpa dihisab selama di bumi ini. Sambil melakukan amalan, persiapkan juga lahan makam sesuai syariah Islam sebagai tempat peristirahatan terakhir Anda di Al-Azhar Memorial Garden. Hubungi tim kami segera untuk informasi lebih lanjut mengenai pemesanan makam ini.

Alasan Kenapa Jenazah Harus Segera Dikuburkan

10 November 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

Kematian dan pengurusan jenazah juga memiliki beberapa sunnah yang harus dilakukan. Salah satunya adalah penguburan jenazah yang harus dilakukan dalam waktu singkat. Pertanyaannya, kenapa jenazah harus segera dikuburkan atau dimakamkan?

Ajal selalu menjadi hal yang pasti, hanya saja waktu kedatangannya tidak bisa ditebak. Bisa saja suatu hari orang akan berpulang ke rahmatullah tanpa ada yang tahu. Wajib hukumnya bagi anggota keluarga atau orang terdekat untuk mengetahui beberapa sunnah dalam pengurusan jenazah, mulai dari memandikan, mengkafani, hingga menguburkannya.

Kenapa Jenazah Harus Segera Dikuburkan?

Jenazah orang yang meninggal harus disegerakan pengurusannya, termasuk prosesi memandikan, mengafani, hingga memakamkan jenazah tersebut. Apabila penguburannya ditunda, itu bertentangan dengan perintah Rasulullah Muhammad SAW. Perintah itu tertulis dari hadits yang berbunyi:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه عَنْ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ: أَسْرِعُوا بِالْجِنَازَةِ فَإِنْ تَكُ صَالِحَةً فَخَيْرٌ تُقَدِّمُونَهَا وَإِنْ يَكُ سِوَى ذَلِكَ فَشَرٌّ تَضَعُونَهُ عَنْ رِقَابِكُمْ

Segeralah mengurus jenazah. Karena jika jenazah itu adalah orang shalih, berarti kalian telah mempercepat kebaikan untuknya. Dan jika jenazah tersebut selain orang shalih, berarti kalian telah meletakkan kejelekan di pundak kalian.” (HR Bukhari no 1315 dan Muslim no 944).

Lewat hadits ini, semua umat Muslim dianjurkan untuk mempercepat penguburan jenazah orang yang baru meninggal. Jika jenazah yang dikuburkan merupakan orang yang shalih dan taat menjalankan perintah Islam dalam kehidupannya, niscaya mereka pun bisa segera mempertanggungjawabkan amalan Islam yang telah dilakukan dalam hidupnya.

Tidak hanya itu, menyegerakan penguburan jenazah pun disetujui oleh dunia kesehatan. Dalam dunia medis, jenazah orang yang baru meninggal akan mengeluarkan cairan yang tidak sedap. Jika orang yang meninggal itu pernah mengidap penyakit berbahaya dan mengandung virus, dikhawatirkan penyakit tersebut akan tertular kepada orang yang masih hidup. Itulah alasan mengapa orang yang meninggal, khususnya korban Covid-19, harus langsung dikuburkan.

Baca Juga: Tata Cara Mengurus Jenazah yang Benar Menurut Islam

Sunnah Lain dalam Pengurusan Jenazah

Sunnah untuk pengurusan jenazah tidak hanya terbatas pada penyegeraan waktu penguburannya. Termasuk pula pengurusan saat memandikan dan mengkafani jenazah, ada beberapa sunnah yang harus dilakukan. Sebagai Muslim yang taat, hendaknya kita melakukan lima sunnah dalam mengurus jenazah ini secara berurutan.

1. Menutup Mata Mayit

Ada pula jenazah yang meninggal dan matanya masih terbuka lebar. Untuk masalah itu, Rasulullah Muhammad SAW menyarankan untuk menutup matanya. Beliau pun melakukannya saat salah satu sahabatnya, Abu Salamah saat wafat.

عن أم سلمة رضي الله عنها قالت: دخل رسول الله – صلى الله عليه وسلم – على أبي سلمة، وقد شق بصره، فأغمضه، ثم قال: إن الروح إذا قُبِض تبعه البصر  

Sesungguhnya pandangan mata akan mengikuti ruh saat keluar.” (HR Muslim).

2. Melemaskan Persendian

Sebelum ditutup dengan kain, persendian jenazah harus dilemaskan sehingga tidak mengeras. Letakkan juga suatu barang di atas perutnya sehingga tidak mengembung.

3. Menggunakan Kain Bercorak

Sekujur jenazah harus ditutup dengan kain saat dimandikan untuk menutupi auratnya. Hadits Aisyah RA berkata, “Ketika Rasulullah SAW wafat, jenazah, beliau ditutupi dengan kain yang bercorak.”

4. Menyegerakan Pengurusan Jenazah

Sama seperti sunnah Rasulullah Muhammad SAW di atas, pengurusan jenazah, mulai dari memandikan, menyalatkan, hingga menguburkan jenazah harus dilakukan segera. Menyegerakan penguburan jenazah berarti mengikhlaskannya untuk menuju alam kubur.

5. Menguburkan Jenazah di Kota yang Sama

Terakhir, jenazah dikuburkan di kota yang sama dan tidak perlu dipindah. Sunnah ini diucapkan oleh Rasulullah Muhammad SAW saat peperangan Uhud. Ia memerintahkan para sahabatnya untuk menguburkan para syuhada di tempatnya masing-masing dan tidak perlu dipindahkan di tempat lain.

Kesimpulannya, alasan kenapa jenazah harus segera dikuburkan adalah karena itu bagian dari sunnah Rasulullah Muhammad SAW. Beliau berpesan agar jenazah orang shalih harus dikuburkan segera sehingga mereka bisa mempertanggungjawabkan amalannya di alam kubur. Meskipun waktu kematian tidak bisa ditebak, kita bisa mempersiapkannya detik ini juga. Mulai dari amalan hingga tempat peristirahatan terakhir. Agar anggota keluarga tidak direpotkan nanti, segeralah memesan lahan makam di Al-Azhar Memorial Garden.

Apakah Orang yang Sudah Meninggal Bisa Mendengar Doa Kita?

27 Oktober 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

Apakah orang yang sudah meninggal dapat mendengar doa kita? Ya, orang yang meninggal dapat mendengarkan doa yang Anda panjatkan. Walaupun sudah berbeda alam, kita di dunia sedangkan mereka di alam barzakh, doa yang Anda berikan dapat tersampaikan pada mereka. Bahkan mereka bisa mendengar dengan jelas perkataan dari manusia di dunia.

Agar Anda bisa mengetahui informasi ini dengan lebih lengkap, simak penjelasan lebih lengkap dan terperinci berikut ini.

Apakah Orang yang Sudah Meninggal Bisa Mendengar Doa Kita dari Alam Dunia

Seperti penjelasan di atas, orang yang sudah meninggal sangat bisa mendengarkan doa kita dari alam dunia. Imam Said bin Jubair ra, seorang ulama tabi’in, berkata: 

Baca Juga: 6 Cara Mengirim Doa Untuk Orang yang Sudah Meninggal Dunia

“Sesungguhnya orang-orang yang sudah mati itu dapat mengetahui kabar orang-orang yang masih hidup. Setiap orang yang memiliki kerabat pasti mengetahui kabar kerabat-kerabatnya. Jika kabarnya baik, ia merasa senang dan gembira. Jika kabarnya buruk, ia akan cemberut dan sedih.”

Bahkan, orang yang sudah meninggal dapat mengetahui bagaimana proses pemandian hingga jasadnya masuk ke liang lahat. Nabi Muhammad SAW pernah menyatakan dalam hadist yang diriwayatkan dari Abu Said al-Khudri ra bahwa:

إِنَّ الْمَيِّتَ يَعْرِفُ مَنْ يُغَسِّلُهُ وَيَحْمِلُهُ ، وَيُكَفِّنُهُ ، وَيُدَلِّيهِ فِي حُفْرَتِه

Artinya: “Sesungguhnya mayit mengetahui orang yang memandikannya, membawanya, mengkafaninya, dan menurunkannya ke liang kuburnya.”

Selain itu, Anda juga perlu mengucapkan salam ketika melewati makan berdasarkan saran dari Nabi Muhammad SAW.

Abu Razin pernah bertanya kepada Rasulullah, “Wahai Rasul,  jika aku mau berjalan lewat kuburan orang-orang meninggal, adakah ucapan yang dapat aku sampaikan ketika melewati mereka?” 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab, “Ucapkanlah olehmu:   

 اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ يَا أَهْلَ الْقُبُوْرِ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُؤْمِنِيْنَ، أَنْتُمْ لَنَا سَلَفٌ وَنَحْنُ لَكُمْ تَبَعٌ، وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللهُ بِكُمْ لَاحِقُوْنَ

Artinya: “Salam keselamatan teruntuk kalian, wahai ahli kubur dari orang-orang muslim dan mukmin. Kalian adalah pendahulu bagi kami. Dan kami adalah pengikut kalian. Sesungguhnya kami insya Allah akan menyusul kalian.”

Baca juga: Meninggal Kecelakaan Apakah Takdir Dalam Sudut Pandang Islam?

Doa untuk Orang yang Sudah Meninggal

Ketika Anda berziarah ke makam, sudah pasti ada doa yang dipanjatkan bagi mendiang. Doa tersebut dapat Anda bacakan untuk memohon ampun atas dosa mendiang yang telah meninggal dunia. Jika Anda masih belum mengetahui doa untuk orang yang sudah meninggal, maka ikuti bacaan dalam takbir ketiga salat jenazah:

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ أَوْ مِنْ عَذَابِ النَّارِ

Allohummaghfirlahu warhamhu wa’aafihi wa’fu ‘anhu wa akrim nuzulahu wawassi’ mudkholahu waghsilhu bil maa-i wats tsalji wal barod. Wa naqqihi minal khothooyaa kamaa naqqoitats tsaubal abyadho minad danas. Wa abdilhu daaron khoiron min daarihi wa ahlan khoiron min ahlihi wa zaujan khoiron min zaujihi wa adkhilhul jannata wa a’idzhu min ‘adzaabin qobri au min ‘adzaabin naar

Artinya: “Ya Allah, ampunilah dan rahmatilah dia. Bebaskanlah dan maafkanlah dia. Luaskanlah kuburnya dan mandikanlah ia dengan air, salju dan embun. Sucikan ia dari seluruh kesalahan seperti dibersihkannya kain putih dari kotoran. Berikan ia rumah yang lebih baik dari rumahnya (di dunia), keluarga yang lebih baik dari keluarganya, pasangan yang lebih baik dari pasangannya. Lalu masukkanlah ia ke dalam surga dan lindungilah ia dari cobaan kubur dan azab neraka.”

Sekarang pertanyaan apakah orang yang sudah meninggal bisa mendengar doa kita sudah terjawab dengan baik. Kematian akan datang menghampiri kita semua, cepat atau lambat. Kematian yang sudah pasti manusia dapatkan membuat Anda harus mempersiapkan kavling makam untuk mempersiapkannya. Taman Pemakaman Islam Al Azhar Memorial Garden telah menyediakan taman pemakaman berdasarkan syariat Islam dan dikelola secara profesional.

6 Cara Mengirim Doa Untuk Orang yang Sudah Meninggal Dunia

27 Oktober 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

Bagaimana cara mengirim doa untuk orang yang sudah meninggal dunia? Tugas seseorang di dunia telah selesai ketika meninggal dunia. Namun bukan berarti Anda benar-benar berpisah dengan mereka. Walaupun raga tidak dapat dijumpai lagi, Anda tetap dapat mendoakan mereka dari jauh.

Untuk bisa mengirim doa untuk orang yang sudah meninggal dengan tepat, Anda bisa mengikuti panduan di bawah ini.

Cara Mengirim Doa untuk Orang yang Sudah Meninggal

Dalam mengirimkan doa untuk orang yang sudah meninggal, Anda sebaik menyebutkan namanya. Hal ini pernah diutarakan oleh Imam Nawawi dalam Al-Majmu’:

“Pendapat pilihan kami adalah sampainya pahala bacaannya, jika seseorang meminta kepada Allah untuk menyampaikan pahalanya.”

Ibnu Sholah juga pernah mengatakan hal yang sama:

“Dan hendaknya ia memperjelas dengan doanya itu, kalau ia untuk si Fulan.”

Jadi Anda perlu menyebutkan nama orang yang didoakan, beserta nama ayah dari orang tersebut. Contohnya, Fulan bin Fulan (untuk laki-laki) dan Fulanah binti Fulan (untuk perempuan).

Baca Juga: 3 Doa Ketika Mendengar Orang Meninggal Dunia

Jadi, bagaimana cara mengirim doa dengan tepat untuk orang yang sudah meninggal dunia?

1. Doa untuk Ayah

Ayah sebagai kepala keluarga sudah pasti wajib kita doakan ketika sudah meninggal dunia. Cara mengirimkan doa untuk ayah seperti berikut:

“Khushuushon ilaa ruuhi abii … (sebut nama ayah) bin … (sebut nama ayahnya). Allahumaghfir lahu warhamhu wa ‘aafihi wa’fu ‘anhu, lahul faatihah.”

Artinya: “Terkhusus untuk ruhnya ayahku … (sebut nama ayah) putranya … (sebut nama ayahnya). Ya Allah ampunilah dia, kasihilah dia, selamatkanlah dia, dan maafkanlah dia, untuknya Al-Fatihah.”

Anda kemudian dapat melanjutkan doa tersebut dengan membaca Surat Al-Fatihah.

Baca Juga: Cara dan Doa Ziarah Kubur ke Makam Orang Tua sesuai Amalan

2. Doa untuk Ibu

Peran ibu yang selalu membekas di dalam ingatan anak-anaknya dapat didoakan dengan cara berikut:

“Khushuushon ilaa ruuhi ummii … (sebut nama ibu) binti … (sebut nama ayahnya). Allahumaghfir lahaa warhamhaa wa ‘aafihaa wa’fu ‘anhaa, lahal faatihah.”

Artinya: “Terkhusus untuk ruhnya ibuku … (sebut nama ibu) putrinya … (sebut nama ayahnya). Ya Allah ampunilah dia, kasihilah dia, selamatkanlah dia, dan maafkanlah dia, untuknya Al-Fatihah.”

Anda kemudian dapat melanjutkan doa tersebut dengan membaca Surat Al-Fatihah.

Baca juga: Apakah Orang yang Sudah Meninggal Bisa Mendengar Doa Kita?

3. Doa untuk Suami

Ditinggalkan suami tercinta terlebih dahulu sudah pasti sangat menyakitkan. Kehadirannya menjadi pelengkap hidup Anda. Doa berikut ini dapat dipanjatkan untuk suami:

“Khushuushon ilaa ruuhi zaujii … (sebut nama suami) bin … (sebut nama ayahnya). Allahumaghfir lahu warhamhu wa ‘aafihi wa’fu ‘anhu, lahul faatihah.”

Artinya: “Terkhusus untuk ruhnya suamiku (sebut nama suami) … putranya … (sebut nama ayahnya). Ya Allah ampunilah dia, kasihilah dia, selamatkanlah dia, dan maafkanlah dia, untuknya Al-Fatihah.”

Anda kemudian dapat melanjutkan doa tersebut dengan membaca Surat Al-Fatihah.

4. Doa untuk Istri

Istri yang dipilih sebagai pendamping hidup namun harus pergi terlebih dahulu pasti sangat menyedihkan. Berikut cara untuk mengirimkan doa bagi istri tercinta:

“Khushuushon ilaa ruuhi zaujatii … (sebut nama istri) binti … (sebut nama ayahnya). Allahumaghfir lahaa warhamhaa wa ‘aafihaa wa’fu ‘anhaa, lahal faatihah.”

Artinya: “Terkhusus untuk ruhnya istriku … (sebut nama istri) putrinya … (sebut nama ayahnya). Ya Allah ampunilah dia, kasihilah dia, selamatkanlah dia, dan maafkanlah dia, untuknya Al-Fatihah.”

Anda kemudian dapat melanjutkan doa tersebut dengan membaca Surat Al-Fatihah.

Baca juga: Doa Ziarah Kubur Muslim

5. Doa untuk Anak Perempuan

Ketika anak perempuan meninggal dunia, duka mendalam yang terasa berbeda pasti muncul. Kirimkan doa ini agar dia selalu tenang di alam kuburnya:

“Khushuushon ilaa ruuhi ibnati … (sebut nama anak perempuan). Allahumaghfir lahaa warhamhaa wa ‘aafihaa wa’fu ‘anhaa, lahal faatihah.”

Artinya: “Terkhusus untuk ruhnya putriku … (sebut nama anak perempuan). Ya Allah ampunilah dia, kasihilah dia, selamatkanlah dia, dan maafkanlah dia, untuknya Al-Fatihah.”

Anda kemudian dapat melanjutkan doa tersebut dengan membaca Surat Al-Fatihah.

6. Doa untuk Anak Laki-Laki

Anak laki-laki yang pergi meninggalkan Anda terlebih dahulu perlu diberikan doa ini agar selalu tenang:

“Khushuushon ilaa ruuhi ibnii … (sebut nama anak laki-laki). Allahumaghfir lahu warhamhu wa ‘aafihi wa’fu ‘anhu, lahul faatihah.”

Artinya: “Terkhusus untuk ruhnya putraku … (sebut nama anak laki-laki). Ya Allah ampunilah dia, kasihilah dia, selamatkanlah dia, dan maafkanlah dia, untuknya Al-Fatihah.”

Kemudian diikuti dengan membaca Surat Al-Fatihah.

Jadi itulah cara mengirimkan doa untuk orang yang sudah meninggal dunia. Tidak dapat dimungkiri bahwa kematian yang sudah pasti didapatkan manusia membuat Anda harus mempersiapkan kavling makam untuk mempersiapkannya. Taman Pemakaman Islam Al Azhar Memorial Garden telah menyediakan taman pemakaman berdasarkan syariat Islam dan dikelola secara profesional.

Pengertian dan 12 Contoh Amal Shaleh

27 Oktober 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

Islam selalu mengajarkan umatnya untuk menjalankan ibadah dan menunaikan kewajiban agama. Itulah mengapa ada yang namanya amal shaleh. Apa itu amal shaleh? Bagaimana dengan contoh amal shaleh? Anda dapat mengetahui informasi bermanfaat tentang amal shaleh melalui artikel di bawah ini.

Pengertian Amal Shaleh

Amal shaleh adalah perbuatan yang dilakukan sesuai dengan kewajiban agama dan mau menjalankan ibadah. Di dalam amal shaleh terdapat amal ibadah dan amal jariyah.

Baca Juga: 4 Amalan Penyelamat Siksa Kubur Yang Dapat Membantumu

Amal ibadah adalah perbuatan yang menjadi bentuk pengabdian kepada Allah SWT yang fokus pada hubungan manusia dengan Allah (disebut juga sebagai habluminallah).

Sebaliknya, amal jariyah adalah bentuk perbuatan baik untuk kepentingan masyarakat. Hubungan ini fokus kepada hubungan sesama manusia atau makhluk ciptaan Allah SWT (disebut juga sebagai habluminannas).

Beriman tidak hanya meyakini dan memercayai ajaran dalam hati saja. Namun Anda harus membuktikannya dengan amal shaleh ini. Dijelaskan dalam beberapa surat bahwa orang-orang beramal shaleh akan mendapatkan balasan kebaikan dari Allah SWT:

  • Surat Al Baqarah ayat 82

“Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka itu penghuni surga. Mereka kekal di dalamnya.”

  • Surat Al Mu’min ayat 40

“Barangsiapa mengerjakan perbuatan jahat, maka dia tidak akan dibalas melainkan sebanding dengan kejahatan itu. Dan barangsiapa mengerjakan amal yang saleh baik laki-laki maupun perempuan sedang ia dalam keadaan beriman, maka mereka akan masuk surga, mereka diberi rezeki di dalamnya tanpa hisab.”

  • Surat Al Maidah ayat 9

“Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan beramal shalih, (bahwa) mereka akan mendapat ampunan dan pahala yang besar.”

  • Surat Maryam ayat 60

“Kecuali orang yang bertobat, beriman dan mengerjakan kebajikan, maka mereka itu akan masuk surga dan tidak dizhalimi (dirugikan) sedikit pun,”

12 Contoh Amal Shaleh

Ada banyak sekali contoh amal shaleh yang dianjurkan untuk Anda lakukan. Apa saja contoh perbuatannya?

1. Tersenyum

Rasulullah SAW bersabda:

«تَبَسُّمُكَ فِي وَجْهِ أَخِيكَ لَكَ صَدَقَةٌ»

“Senyummu di depan saudaramu, adalah sedekah bagimu” (Sahih, H.R. Tirmidzi no 1956).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kembali bersabda,

“Kamu tidak akan mampu berbuat baik kepada semua manusia dengan hartamu, maka hendaknya kebaikanmu sampai kepada mereka dengan keceriaan (pada) wajahmu.” (H.R. al-Hakim (1/212)

2. Ucapan yang baik

Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًايُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَمَن يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu sekalian kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki amalan-amalanmu dan mengampuni dosa-dosamu. Barangsiapa mentaati Allah dan RasulNya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar” [Al-Ahzab : 70-71]

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

إِنَّ اللَّهَ يَرْضَى لَكُم ثَلاَثًا وَيَكْرَهُ لَكُمْ ثَلاَثًا فَيَرضَى لَكُمْ أَنْ تَعْبُدُوهُ وَلاَ تُشْرِكُوا بِهِ سَيْئًا وَأَنْ تَعتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلاَ تَفَرَّ قُواوَيَكْرَهُ لَكُمْ قِيْلَ وَقَالَ وَكَشْرَةَ السُّؤَالِ وَإِضَاعَةِ الْمَالِ

“Sesungguhnya Allah meridhai kalian pada tiga perkara dan membenci kalian pada tiga pula. Allah meridhai kalian bila kalian hanya menyembah Allah semata dan tidak mempersekutukannya serta berpegang teguh pada tali (agama) Allah seluruhnya dan janganlah kalian berpecah belah.

Dan Allah membenci kalian bila kalian suka qila wa qala (berkata tanpa berdasar), banyak bertanya (yang tidak berfaedah) serta menyia-nyiakan harta.

3. Mendamaikan orang yang berselisih

Allah berfirman, “Dan apabila ada dua golongan orang Mukmin berperang, maka damaikanlah antara keduanya.” (QS.Al-Hujurat:9)

“Maka bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah hubungan di antara sesamamu.” (QS.Al-Anfal:1)

“Sesungguhnya orang-orang Mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat.” (QS.Al-Hujurat:10)

4. Menyingkirkan rintangan di jalan

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia mengatakan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ”Setiap persendian manusia ada sedekahnya setiap hari di mana matahari terbit di dalamnya, kamu mendamaikan di antara dua orang adalah sedekah,kamu membantu seseorang untuk menaikkannya di atas kendaraannya atau mengangkatkan barangnya di atasnya adalah sedekah, kalimat yang baik adalah sedekah, pada tiap-tiap langkah yang kamu tempuh menuju shalat adalah sedekah, dan kamu membuang gangguan dari jalan adalah sedekah.” (HR.al-Bukhari ,no.2989 dan Muslim, no 1009)

Baca Juga: 10 Manfaat Sedekah yang Harus Diketahui

5. Silaturahmi

Disebutkan dalam Shahîh al-Bukhâri dan Shahîh Muslim, dari Abu Ayyûb al-Anshârî:

أَنَّ رَجُلًا قَالَ : يا رَسُولَ اللَّهِ أَخْبِرْنِي بِمَا يُدْخِلُنِي الْجَنَّةَ وَيُبَاعِدُنِي مِنَ النَّارِ فَقَالَ النَّبِيُّ : لَقَدْ وُفِّقَ أَوْ قَالَ لَقَدْ هُدِيَ كَيْفَ قُلْتَ ؟ فَأَعَادَ الرَّجُلُ فَقَالَ النَّبِيُّ : تَعْبُدُ اللَّهَ لَا تُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا وَتُقِيمُ الصَّلَاةَ وَتُؤْتِي الزَّكَاةَ وَتَصِلُ ذَا رَحِمِكَ فَلَمَّا أَدْبَرَ قَالَ النَّبِيُّ : إِنْ تَمَسَّكَ بِمَا أَمَرْتُ بِهِ دَخَلَ الْجَنَّةَ

“Bahwasanya ada seseorang berkata kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Wahai Rasulullah, beritahukan kepadaku tentang sesuatu yang bisa memasukkan aku ke dalam surga dan menjauhkanku dari neraka,” maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sungguh dia telah diberi taufik,” atau

“Sungguh telah diberi hidayah, apa tadi yang engkau katakan?” Lalu orang itupun mengulangi perkataannya. Setelah itu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Engkau beribadah kepada Allah dan tidak menyekutukannya dengan sesuatu pun, menegakkan shalat, membayar zakat, dan engkau menyambung silaturahmi”.

Setelah orang itu pergi, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Jika dia melaksanakan apa yang aku perintahkan tadi, pastilah dia masuk surga”.

Baca juga: Lakukan 5 Amalan yang Menemani di Alam Kubur Ini

6. Hubungan suami istri

Dari Abu Dzar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَفِى بُضْعِ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ ». قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيَأْتِى أَحَدُنَا شَهْوَتَهُ وَيَكُونُ لَهُ فِيهَا أَجْرٌ قَالَ « أَرَأَيْتُمْ لَوْ وَضَعَهَا فِى حَرَامٍ أَكَانَ عَلَيْهِ فِيهَا وِزْرٌ فَكَذَلِكَ إِذَا وَضَعَهَا فِى الْحَلاَلِ كَانَ لَهُ أَجْرٌ »

“Dan hubungan intim di antara kalian adalah sedekah.” Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, bagaimana bisa mendatangi istri dengan syahwat (disetubuhi) bisa bernilai pahala?” Ia berkata, “Bagaimana pendapatmu jika ada yang meletakkan syahwat tersebut pada yang haram (berzina) bukankah bernilai dosa?

Maka sudah sepantasnya meletakkan syahwat tersebut pada yang halal mendatangkan pahala.” (HR. Muslim no. 1006).

7. Berbakti kepada orang tua

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا

“Dan Rabb-mu telah memerintahkan kepada manusia janganlah ia beribadah melainkan hanya kepadaNya dan hendaklah berbuat baik kepada kedua orang tua dengan sebaik-baiknya. Dan jika salah satu dari keduanya atau kedua-duanya telah berusia lanjut disisimu maka janganlah katakan kepada keduanya ‘ah’ dan janganlah kamu membentak keduanya.” [Al-Isra : 23]

Baca juga: Bacaan Doa Mohon Ampun dari Dosa Besar

8. Memberi hadiah

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, tahaadu tahaabbu,

تَهَادَوْا تَحَابُّوا

“Salinglah memberi hadiah, maka kalian akan saling mencintai.” (HR. Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrod, no. 594. Hadits ini dihasankan oleh Syaikh Al-Albani dalam Al-Irwa’, no. 1601. Syaikh Musthofa Al-‘Adawi dalam catatan kaki Fiqh Al-Akhlaq menyatakan bahwa sanad haditsnya hasan dengan syawahidnya)

9. Memberi makanan pada tetangga

Dari Abu Dzarr radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Wahai Abu Dzarr, jika engkau memasak masakan berkuah, maka perbanyaklah kuahnya dan perhatikanlah tetanggamu.” (HR Muslim)

10. Menghormati orang yang lebih tua

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,

ليس منا من لم يجل كبيرنا و يرحم صغيرنا و يعرف لعالمنا حقه

“Tidak termasuk golongan kami orang yang tidak menghormati yang lebih tua dan menyayangi yang lebih muda serta yang tidak mengerti hak ulama.” (HR. Ahmad dan dishahihkan Al Albani dalam Shahih Al Jami).

11. Menyayangi binatang

Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda, “Ketika ada seorang lelaki sedang berjalan di suatu jalan ia merasa sangat haus. Lalu ia menemukan sebuah sumur kemudian ia turun ke dalamnya lalu ia minum dan kemudian keluar. Tiba-tiba ada seekor anjing yang menjulurkan lidahnya. Dia makan tanah lembab karena hausnya.

Orang itu lalu berkata, ‘Anjing ini telah mengalami kehausan seperti yang aku alami.’ Lalu ia turun ke sumur itu kemudian mengisi sepatunya dengan ir dan memeganginya dengan mulutnya lalu memberi minum anjing itu. Maka, Allah berterima kasih kepadanya dan mengampuninya.’

Para sahabat kemudian bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah terhadap hewan-hewan ada pahala bagi kami?” Beliau bersabda, “Pada setiap makhluk hidup mendapat pahala.” (HR. Muslim).

12. Hidup sederhana

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

ليس منا من لم يجل كبيرنا و يرحم صغيرنا و يعرف لعالمنا حقه

“Tidak termasuk golongan kami orang yang tidak menghormati yang lebih tua dan menyayangi yang lebih muda serta yang tidak mengerti hak ulama.” (HR. Ahmad dan dishahihkan Al Albani dalam Shahih Al Jami)

Jadi itulah penjelasan tentang pengertian dan contoh amal shaleh. Sebagai umat Islam, kematian yang sudah pasti didapatkan manusia membuat Anda juga harus mempersiapkan kavling makam untuk mempersiapkan diri. Taman Pemakaman Islam Al Azhar Memorial Garden telah menyediakan taman pemakaman berdasarkan syariat Islam dan dikelola secara profesional.

Apa Itu Maksiat dan Contoh Perbuatan Maksiat

27 Oktober 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

Perbuatan maksiat memang sangat dekat dengan kehidupan umat manusia. Namun tentu saja sudah seharusnya perbuatan ini harus dihindari sedini mungkin. Sayangnya, masih banyak yang belum memahami apa itu maksiat secara benar. Selain itu mereka juga belum tahu contoh perbuatan yang berujung dosa ini. 

Sebagai umat Islam, Anda wajib mengetahui penjelasan tentang maksiat secara mendalam melalui informasi yang ada di bawah ini. Simak penjelasan selengkapnya!

Apa itu Maksiat

Maksiat merupakan lawan dari kata taat. Bisa disebut sebagai dosa atau pembangkangan, ketika manusia berbuat maksiat, artinya sudah menentang Allah SWT. Maksiat dapat terjadi karena manusia tidak kuat dalam menahan godaan dunia serta gagal menjauhi larangan dari Allah SWT. Inilah yang membuat manusia mudah diombang-ambing dari segi pikiran dan nafsunya. 

Maksiat terbagi dalam dua bagian, yaitu besar dan kecil. Perbuatan maksiat besar yang dilakukan tidak hanya dapat diancam hukuman di akhirat saja, tetapi juga di dunia. Selain itu dapat merusak jasmani dan rohani dari manusia itu sendiri. Sebaliknya, maksiat kecil adalah perbuatan buruk yang tidak terancam hukuman berat di dunia dan akhirat.

Baca Juga: Bacaan Doa Mohon Ampun dari Dosa Besar

Contoh Perbuatan Maksiat

Ada beberapa contoh perbuatan maksiat yang dapat memberikan dampak buruk besar di dunia dan akhirat. Anda dapat mengetahui contoh perbuatan ini agar tahu bagaimana menghindarinya. 

1. Mencuri

Mencuri merupakan salah satu perbuatan yang sangat dilarang. Islam sangat melarang tindakan mencuri dalam bentuk apapun karena memiliki dosa sangat besar. Bahkan walaupun hanya mengambil buah pohon rumah orang lain. 

Barang yang dicuri akan menjadi darah daging dan diturunkan kepada anak-anak kita. Mencuri juga dilarang di dunia karena dapat dikenakan hukuman pidana. 

2. Berzina

Berzina menjadi salah satu contoh perbuatan maksiat besar. Zina yang dilakukan bisa mendapatkan hukuman di dunia dan lebih besar di akhirat nanti. 

Di dunia, banyak akibat yang dapat dirasakan ketika melakukan zina. Dimulai dari kejadian hamil di luar nikah, aib yang terus terbawa sepanjang hidup, hingga menderita HIV/AIDS atau penyakit lainnya. 

Baca Juga: Cara Menghapus Dosa Zina dengan 5 Amalan Berikut

3. Durhaka

Orang tua yang telah melahirkan dan merawat kita sama sekali tidak boleh mendapatkan perlakuan tidak benar atau durhaka. Anak yang durhaka kepada orang tua akan mendapatkan azab berat.

Apalagi ketika orang tua sudah tersakiti hingga mengadu kepada Allah SWT. Menurut Rasulullah SAW, salah satu doa yang tidak mungkin tertolak adalah doa orang tua. Anak durhaka dapat mengalami kesialan dalam hidupnya sepanjang waktu, hingga sulit mendapatkan hidayah dari Allah SWT. Oleh karena itu, jangan sampai kita menyakiti hati orang tua.

Baca juga: Pengertian Taubat, Macam dan Dalil tentang Taubat

4. Fitnah

Kalimat “fitnah lebih kejam daripada pembunuhan” memang benar adanya. Sakit yang dirasakan dari fitnah dapat berlangsung seumur hidup. Orang yang suka memfitnah bisa merasakan balasan. Di dunia, orang seperti itu akan diturunkan derajatnya hingga ke dasar kehinaan.

Sebagai manusia, hiduplah sebagai orang jujur dan jangan mau mengadudombakan orang lain agar terhindar dari perbuatan ini.

5. Serakah

Orang serakah, khususnya kepada warisan yang ditinggalkan orang tua termasuk sebagai perbuatan maksiat. Orang seperti ini akan ditutup pintu rezekinya. Dia akan terus mengalami kerugian walaupun berbagai cara sudah dilakukan.

Selain itu uangnya akan habis tanpa alasan yang jelas hingga hidupnya menjadi melarat. Tentu saja Anda tidak mau hal itu terjadi, bukan? Itulah mengapa jauhkan diri dari sifat serakah dalam hal apapun.

Jadi itulah penjelasan apa itu maksiat dan contoh perbuatannya. Selain menghindari perbuatan maksiat dalam hidup, pasti disadari bahwa kematian yang sudah pasti didapatkan manusia membuat Anda harus mempersiapkan kavling makam untuk mempersiapkannya. Taman Pemakaman Islam Al Azhar Memorial Garden telah menyediakan taman pemakaman berdasarkan syariat Islam dan dikelola secara profesional.

Bacaan Doa Mohon Ampun dari Dosa Besar

27 Oktober 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

Manusia tidak pernah luput dari yang namanya dosa, itulah mengapa Anda harus mengetahui bacaan doa mohon ampun dari dosa besar. Allah SWT telah memberikan kesempatan bagi para umat Islam untuk bertobat setelah melakukan dosa atau masuk ke lubang kemaksiatan. 

Bertobat menjadi cara paling tepat bagi manusia untuk mampu kembali ke jalan yang lurus. Namun, bagaimana bacaan doa untuk memohon ampun dan bertobat? Anda perlu mengikuti informasi selengkapnya di bawah ini.

Doa Mohon Ampun dari Dosa Besar

Rasulullah SAW pernah bersabda:

“Setiap bani Adam berbuat dosa dan sebaik-baik orang yang berbuat dosa adalah yang bertaubat.”

Pada dasarnya, tobat secara terminologi syariat adalah menyesal dengan sepenuh hati terhadap dosa yang terlalu dilakukannya, lalu memohon ampun (istighfar) secara lisan, bertekad untuk tidak mengulangi dosa yang sama pada masa depan, dan menghentikan kemaksiatan dari badan. 

Baca Juga: Pengertian Taubat, Macam dan Dalil tentang Taubat

Kita pasti menjadikan Rasulullah SAW sebagai panutan dengan mengikuti petuah dan kebiasaan-kebiasaan baiknya agar menjadi muslim yang baik. Kebiasaan Rasulullah SAW yang kerap dilakukan bahkan menjelang meninggal adalah mengucapkan doa tobat.

Diceritakan Aisyah RA mengatakan bahwa Nabi tidak pernah berhenti untuk mengucapkan doa tobat ketika mendekati ajal. Itulah mengapa kita sebagai umat Islam jangan sampai lupa membaca doa yang selalu diucapkan Rasulullah SAW agar diampuni Allah SWT.

Isi doanya adalah:

Subhaanaka wa bihamdik. Astaghfiruka wa atuubu ilaik.

Artinya: 

“Mahasuci Engkau dan segala puji bagi-Mu. Aku mohon ampunan-Mu. Aku bertobat kepada -Mu.”

Namun tidak berhenti di situ saja. Anda juga harus memahami bagaimana cara doa tobat yang benar. 

Baca Juga: Cara Menghapus Dosa Zina dengan 5 Amalan Berikut

Tata Cara Doa Tobat yang Benar

Inilah tata cara doa tobat yang benar untuk Anda lakukan:

  1. Memiliki niat dan hati yang ikhlas untuk bertobat dengan mencari ampunan dari Allah saja.
  2. Mau mengakui dan menyesali dosa yang telah diperbuat.
  3. Berhenti untuk melakukan dosa tersebut.
  4. Bertekad dan berjanji untuk tidak mau mengulangi dosa yang sama.
  5. Jika dosa tersebut berhubungan orang lain, harus mengembalikan hak orang yang dizalimi itu.
  6. Melakukan salat tobat.

Dengan mengikuti enam poin di atas, maka doa tobat yang Anda lakukan menjadi semakin baik lagi.

Baca juga: Apa Itu Maksiat dan Contoh Perbuatan Maksiat

Doa Tobat yang Lainnya

Jika sudah melakukan salat tobat, jangan lupa untuk beristighfar:

Astaghfirullahal Ladzii Laa Ilaaha Illaa Huwal Hayyul Qayyuumu Wa Atuubu Ilaihi.

Artinya: 

“Aku meminta pengampunan kepada Allah yang tidak ada tuhan selain Dia Yang Maha Hidup dan Berdiri Sendiri dan aku bertaubat kepadanya.”

Sebaiknya Anda membaca istighfar ini sebanyak 100 kali dengan niat dan diresapi hati yang setulus-tulusnya. Selanjutnya, baca doa sholat tobat yang diajarkan oleh Rasulullah SAW:

“Allahumma Anta Robbii Laa Ilaaha Illaa Anta, Kholaqtanii Wa Ana ‘Abduka Wa Ana ‘Ala ‘Ahdika Wa Wa’dika Mastatho’tu. A’udzu Bika Min Syarri Maa Shona’tu, Abuu-U Laka Bini’matika ‘Alayya, Wa Abuu-U Bi Dzanbii, Faghfirlii Fainnahuua Laa Yaghfirudz Dzunuuba Illa Anta”.

Artinya:

“Ya Allah Engkau adalah Tuhanku. Tidak ada sesembahan yang hak kecuali Engkau. Engkau yang menciptakanku, sedang aku adalah hamba-Mu dan aku di atas ikatan janji-Mu dan akan menjalankannya dengan semampuku. Aku berlindung kepada-Mu dari segala kejahatan yang telah aku perbuat, aku mengakui-Mu atas nikmat-Mu terhadap diriku dan aku mengakui dosaku pada-Mu, maka ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni segala dosa kecuali Engkau.”

Jadi itulah penjelasan bacaan doa mohon ampun dari dosa besar. Kematian yang sudah pasti didapatkan manusia membuat Anda juga harus mempersiapkan kavling makam untuk mempersiapkan diri. Taman Pemakaman Islam Al Azhar Memorial Garden Karawang telah menyediakan taman pemakaman berdasarkan syariat Islam dan dikelola secara profesional.

Cara Menghapus Dosa Zina dengan 5 Amalan Berikut

26 Oktober 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

Perubahan zaman saat ini seakan-akan menciptakan dunia tanpa ada batasan. Pengendalian diri yang tidak ketat dan iman yang kurang bisa menyebabkan seorang manusia bisa melakukan dosa besar. Salah satunya adalah dosa zina. Pengaruh budaya bebas yang tak terbendung membuat orang-orang terjerumus dalam dosa ini. Namun, Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang selalu membukakan pintu maafnya. Berikut ini adalah cara menghapus dosa zina dengan amalan-amalan tertentu.

Cara Menghapus Dosa Zina

Zina dalam islam didefinisikan sebagai perbuatan keji yang dilakukan oleh pria dan wanita dan terjadi persetubuhan di antara keduanya. Perbuatan ini bahkan dikutuk oleh Allah SWT.

 الزَّانِيَةُ وَالزَّانِي فَاجْلِدُوا كُلَّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا مِائَةَ جَلْدَةٍ ۖ وَلَا تَأْخُذْكُمْ بِهِمَا رَأْفَةٌ فِي دِينِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۖ وَلْيَشْهَدْ عَذَابَهُمَا طَائِفَةٌ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ

Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus dali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat, dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman”. (QS An Nur ayat 2)

Adapun bahaya perbuatan zina adalah sebagai berikut: 

  • Mendapatkan dosa yang sangat besar. 
  • Hilang cahaya dari wajahnya sehingga terlihat kusam dan muram. 
  • Martabat dan harga diri yang rusak di hadapan Allah SWT dan manusia. 
  • Mendapatkan sanksi sosial jika diketahui masyarakat. 
  • Pelaku zina akan disempitkan hatinya oleh Allah SWT.
  • Allah SWT akan mencampakkan pelaku zina dan membuatnya tidak pernah cukup atas semua yang telah dimilikinya. 

Bila Anda pernah melakukan dosa besar ini, maka beberapa amalan di bawah ini akan bisa membantu dalam mengurangi dosa besar zina ini.

Baca juga: Apa Itu Maksiat dan Contoh Perbuatan Maksiat

Amalan-amalan Penghapus Dosa Zina

Berikut ini beberapa amalan yang bisa Anda lakukan untuk menghilangkan dosa zina.

1. Taubat Nasuha

Untuk menghapus dosa zina maka seseorang haruslah bertaubat secara sungguh-sungguh. Sadari hal yang telah Anda perbuat, dan niatkan dari hati dan untuk menyesali perbuatan tersebut. Allah memberikan janji bahwa Ia akan mengampuni dosa-dosa hambanya yang melakukan kesalahan sebagaimana yang disebutkan dalam firman Allah SWT surat At Tahrim ayat 8:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا عَسَىٰ رَبُّكُمْ أَنْ يُكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ يَوْمَ لَا يُخْزِي اللَّهُ النَّبِيَّ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ ۖ نُورُهُمْ يَسْعَىٰ بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَانِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا أَتْمِمْ لَنَا نُورَنَا وَاغْفِرْ لَنَا ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuha (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang mukmin yang bersama dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: “Ya Rabb kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu”. (QS At tahrim ayat 8)

Baca juga: Bacaan Doa Mohon Ampun dari Dosa Besar

2. Sholat Taubat

Sholat taubat ini bukanlah sesuatu yang akan bisa menjamin bahwa taubat bisa diterima langsung begitu saja. Ada banyak hal lain yang harus dilakukan agar taubat bisa diterima oleh Allah SWT. Manfaat sholat taubat sendiri yaitu guna menghapus perbuatan dosa yang pernah dilakukan sebelumnya.

3. Dzikir dan Istighfar yang Banyak

Memperbanyak dzikir dan istighfar adalah amalan untuk menghapuskan dosa-dosa kita. Kalimat istighfar adalah bentuk permohonan ampun dari Allah SWT agar dosa-dosa seseorang dapat dihilangkan dengan terus menyebut nama Allah SWT. 

4. Dekatkan Diri Dengan Al-Qur’an

Al-Qur’an dapat menjernihkan hati pembacanya sekaligus bisa menghapuskan dosa.. Sebagaimana yang disebutkan dalam hadits berikut ini.

Bacalah Al Qur`an, karena sesungguhnya ia akan datang pada hari kiamat untuk memberikan syafa`at kepada pembacanya” (HR. Muslim)

5. Menyesali Perbuatan

Penyesalan menjadi hal pertama yang harus Anda lakukan. Penyesalan ketika sudah berbuat zina dapat mengembalikan Anda pada jalan yang benar dan kembali pada Allah SWT. 

Itulah cara menghapus dosa zina melalui amalan-amalan baik kepada Allah SWT. Selalu jaga diri agar bisa terhindar dari dosa-dosa besar yang membawa kerugian. Bila Anda membutuhkan taman pemakaman sesuai dengan syariat Islam, maka Taman Pemakaman Islam Al-Azhar Memorial Garden Karawang bisa menjadi pilihan Anda. Kunjungi website kami sekarang juga.

Mengenal Perbedaan Infak dan Sedekah yang Harus Anda Pahami

26 Oktober 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

Beribadah dan selalu melakukan perbuatan amal menjadi cara bagi seorang muslim untuk mendapatkan pahala. Ini juga menjadi cara bagi kita untuk menunjukan keimanan pada Sang Pencipta Allah SWT. Bentuk keduanya memang sama, yaitu menyisihkan harta sebagian untuk diberikan kepada orang lain, namun ada perbedaan infak dan sedekah yang harus Anda ketahui. Temukan informasi berguna tersebut hanya di sini.

Infaq dan sedekah sangat penting untuk diketahui perbedaanya agar tidak salah mengartikannya. Infak dan sedekah termasuk kedalam ibadah sosial yang diperintahkan dalam Islam. Bagi yang rajin melaksanakannya akan dijanjikan pahala besar di sisi Allah SWT. Jika berada dalam kategori ibadah yang sama, maka apa yang membedakan keduanya?

Mengenal Apa Itu Infak

Infak berasal dari bahasa Arab anfaqa yang artinya mengeluarkan sesuatu untuk kepentingan sesuatu. Sedangkan itu dalam istilah, hal ini bisa diartikan sebagai ibadah sosial yang dilakukan dengan sukarela, serta diberikan dalam bentuk harta untuk kemaslahatan umat. Seperti yang ada dalam surah Al-Baqarah ayat 267:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اَنْفِقُوْا مِنْ طَيِّبٰتِ مَا كَسَبْتُمْ وَمِمَّآ اَخْرَجْنَا لَكُمْ مِّنَ الْاَرْضِ ۗ وَلَا تَيَمَّمُوا الْخَبِيْثَ مِنْهُ تُنْفِقُوْنَ وَلَسْتُمْ بِاٰخِذِيْهِ اِلَّآ اَنْ تُغْمِضُوْا فِيْهِ ۗ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ غَنِيٌّ حَمِيْدٌ

Wahai orang-orang yang beriman! Infakkanlah sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untukmu. Janganlah kamu memilih yang buruk untuk kamu keluarkan, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata (enggan) terhadapnya. Dan ketahuilah bahwa Allah Mahakaya, Maha Terpuji.

Infak akan dibagi menjadi 2 jenis, yaitu infaq wajib ada infaq sunnah. Beberapa contoh dari infaq wajib di antaranya adalah kafarat, nadzar, zakat, dan lain-lain. Sedangkan sebaliknya, infaq yang termasuk sunnah di antaranya infak kepada fakir miskin, anak yatim, korban bencana alam, dan lainnya.

Baca juga: 10 Manfaat Sedekah yang Harus Diketahui

Mengenal Apa itu Sedekah

Sedekah berasal dari kata Arab shadaqoh yang berarti “sebuah pemberian yang bertujuan untuk mencari ridha Allah.”  Allah SWT telah memerintahkan umat-Nya untuk bersedekah dan berjanji akan membalas kebaikan tersebut. Hal ini tertera dalam Alquran surat At-Talaq ayat 7

لِيُنْفِقْ ذُوْ سَعَةٍ مِّنْ سَعَتِهٖۗ وَمَنْ قُدِرَ عَلَيْهِ رِزْقُهٗ فَلْيُنْفِقْ مِمَّآ اٰتٰىهُ اللّٰهُ ۗ لَا يُكَلِّفُ اللّٰهُ نَفْسًا اِلَّا مَآ اٰتٰىهَاۗ سَيَجْعَلُ اللّٰهُ بَعْدَ عُسْرٍ يُّسْرًا

“Hendaklah orang yang mempunyai keluasan memberi nafkah menurut kemampuannya, dan orang yang terbatas rezekinya, hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak membebani kepada seseorang melainkan (sesuai) dengan apa yang diberikan Allah kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan setelah kesempitan.” (QS. Al-Talaq: 7)

Baca Juga: Keistimewaan Sedekah Subuh dan 4 Cara Melakukannya

Perbedaan Infak dan Sedekah

Beberapa hal yang bisa membedakan keduanya adalah:

1. Luas Cakupan

Infak cakupannya lebih luas daripada sedekah. Bahkan sedekah termasuk dalam cakupan infak.

2. Bentuknya

Infak hanye berbentuk harta dan materi, sedangkan sedekah bisa berbentuk sebuah tindakan seperti tersenyum hingga menolong orang lain.

Baca juga: Pengertian dan 12 Contoh Amal Shaleh

3. Sasaran Penerima

Infak hanya dapat diberikan kepada manusia. Sementara itu, sedekah dapat diberikan kepada hewan hingga lingkungan alam.

Pada setiap sedekah terhadap mahluk yang memiliki hati [jantung] yang basah [hidup] akan dapatkan pahala kebaikan. Seorang muslim yang menanam tanaman atau tumbuh-tumbuhan yang kemudian dimakan oleh burung-burung, manusia, atau binatang, maka baginya sebagai sedekah,” (H.R. Bukhari dan Muslim).

Itulah perbedaan dari infaq dan sedekah yang harus Anda ketahui. Semoga informasi ini bisa berguna bagi kita semua.  Bila Anda membutuhkan taman pemakaman sesuai dengan syariat Islam, maka Taman Pemakaman Islam Al-Azhar Memorial Garden Karawang bisa menjadi pilihan Anda. Kunjungi website kami sekarang juga.

Sikap Menghadapi Musibah dan Pentingnya Mendoakan Orang yang Tertimpa Musibah

26 Oktober 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

Musibah menjadi hal yang tidak bisa diketahui oleh manusia kapan datangnya. Bisa saja terjadi kepada kita, keluarga, ataupun orang-orang di sekitar kita. Sudah menjadi kewajiban bagi seorang muslim untuk peduli dengan sesama. Salah satu bentuk kepedulian yang bisa kita berikan adalah dengan mendoakan orang yang tertimpa musibah. Seperti apakah doanya? Dan seberapa pentingkah hal ini untuk kita terapkan?

Mendoakan Orang yang Tertimpa Musibah

Musibah bisa menjadi salah satu cara dari sang Maha Kuasa untuk menguji iman kita. Apakah kita kuat atau malah semakin menjauhi Allah SWT. Iman yang kuat kepada bisa memberikan kitab keyakinan bahwa segala ketetapan yang Allah SWT berikan untuk dirinya adalah hal terbaik untuk kita. Keyakinan yang kuat ini akan mendapatkan balasan kebaikan dari Allah SWT berupa ketenangan dan ketabahan dalam jiwa. Allah SWT berfirman dalam QS. At-Taghabun ayat 11:

مَآ اَصَابَ مِنْ مُّصِيْبَةٍ اِلَّا بِاِذْنِ اللّٰهِ ۗوَمَنْ يُّؤْمِنْۢ بِاللّٰهِ يَهْدِ قَلْبَهٗ ۗوَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ

Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan ijin Allah; dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

Baca Juga: Doa Dijauhkan dari Musibah dan Masalah

Sebagai seorang muslim kita harus selalu bertakwa dan beriman dalam menghadapi masalah atau musibah apapun yang menghampiri. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Ahzab ayat 10:

 اِذْ جَاۤءُوْكُمْ مِّنْ فَوْقِكُمْ وَمِنْ اَسْفَلَ مِنْكُمْ وَاِذْ زَاغَتِ الْاَبْصَارُ وَبَلَغَتِ الْقُلُوْبُ الْحَنَاجِرَ وَتَظُنُّوْنَ بِاللّٰهِ الظُّنُوْنَا۠

(Yaitu) ketika mereka datang kepadamu dari atas dan dari bawahmu, dan ketika tidak tetap lagi penglihatan(mu) dan hatimu naik menyesak sampai ke tenggorokan dan kamu menyangka terhadap Allah dengan bermacam-macam purbasangka.”

Selain hal di atas, rasa kesabaran kita juga akan diuji.  Imam Suyuthi dalam Tafsir al-Jalalain mendefinisikan kesabaran sebagai cara menahan diri terhadap apa-apa yang Anda benci (al-habsu li an-nafsi ‘alaa maa takrahu). Sikap inilah yang wajib dimiliki saat seseorang menghadapi musibah. Jika seorang memutuskan untuk menjauhi Sang Pencipta, maka mereka memiliki sifat yang kufur. Sebagaimana firman-Nya:

يٰبَنِيَّ اذْهَبُوْا فَتَحَسَّسُوْا مِنْ يُّوْسُفَ وَاَخِيْهِ وَلَا تَا۟يْـَٔسُوْا مِنْ رَّوْحِ اللّٰهِ ۗاِنَّهٗ لَا يَا۟يْـَٔسُ مِنْ رَّوْحِ اللّٰهِ اِلَّا الْقَوْمُ الْكٰفِرُوْنَ

Wahai anak-anakku! Pergilah kamu, carilah (berita) tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya yang berputus asa dari rahmat Allah, hanyalah orang-orang yang kafir.

Baca juga: 3 Doa Ketika Mendengar Orang Meninggal Dunia

Doa Anjuran Nabi Muhammad SAW

Lalu bagaimana jika yang tertimpa musibah adalah orang lain? Nabi Muhammad SAW mengajarkan kita doa ketika seorang muslim tertimpa musibah ataupun mendengar kabar mengenai musibah. Doanya adalah seperti ini:

إنّاَ للهِ وإنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ اللَّهُمَّ أجِرْنِي فِي مُصِيبَتي وأَخْلِفْ لِي خَيْراً مِنْها

“Innâ lillâhi wa innâ ilaihi râji‘un. Allâhumma ajirnî fî mushîbatî wa akhlif lî khairan minhâ.”

Sesungguhnya kami adalah milik Allah, dan sungguh hanya kepada-Nya kami akan kembali. Ya Allah, karuniakanlah padaku pahala dalam musibah yang menimpaku dan berilah aku ganti yang lebih baik daripadanya.”

Melalui doa tersebut, Allah SWT. akan memberikan pahala dan mengganti musibah itu dengan yang lebih baik lagi.

Nah itulah doa yang bisa Anda panjatkan ketika melihat atau mendengar jika orang lain tertimpa musibah. Dengan sesuatu yang tidak kita sadari akan datang, maka ada baiknya untuk mempersiapkan diri, Taman Pemakaman Islam Al-Azhar Memorial Garden Karawang siap membantu berbagai macam kebutuhan Anda. Kunjungi website kami sekarang juga untuk informasi lebih lanjut.

Doa Dijauhkan dari Musibah dan Masalah

26 Oktober 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

Sebagai manusia, kita tidak akan bisa memprediksikan musibah ataupun masalah apa yang akan datang. Hanya Allah SWT yang tahu akan hal ini. Namun, sebagai seorang muslim bukan berarti kita hanya bisa menerima hal tersebut, ada doa-doa yang bisa menghindarkan diri dari musibah dan marabahaya. Berikut ini adalah beberapa doa dijauhkan dari musibah dan masalah.

Doa Dijauhkan dari Musibah

Doa merupakan bentuk permohonan kita kepada yang Maha Kuasa atas berbagai macam hal, mulai dari kesehatan, rezeki, jodoh, hingga doa agar bisa terhindar dari segala macam musibah. Rasulullah telah mengajarkan kita sebagai umatnya untuk senantiasa membaca doa agar Allah memberikan perlindungan. Sebagaimana sabdanya dalam sebuah hadits:

تَعَوَّذُوا بِاللَّهِ مِنْ جَهْدِ الْبَلاَءِ وَدَرَكِ الشَّقَاءِ وَسُوءِ الْقَضَاءِ وَشَمَاتَةِ الأَعْدَاءِ

Berlindunglah kalian kepada Allah dari kerasnya musibah, turunnya kesengsaraan yang terus menerus, buruknya qadha serta kesenangan musuh atas musibah yang menimpa kalian.” (HR. Bukhari)

Doa yang didasari akan keyakinan bahwa Allah SWT. akan mengabulkannya adalah sebuah bentuk amalan yang baik. Dalam Hadits Abu Daud dan juga Tirmidzi dari Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu, beliau pernah mendengar Rasulullah menganjurkan sebuah doa agar terhindar dari musibah, yaitu:

بِسْمِ اللَّهِ الَّذِى لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَىْءٌ فِى الأَرْضِ وَلاَ فِى السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Bismillahilladzi la yadhurru ma’asmihi syaiun fillardhi wala fissamai wahuwassami’ul ‘alim

Dengan menyebut nama Allah yang dengan sebab nama-Nya tidak ada sesuatu pun di bumi maupun di langit yang dapat membahayakan (mendatangkan mudharat), dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

“Barangsiapa membacanya sebanyak tiga kali ketika pagi dan petang hari, maka tidak ada sesuatu pun yang membahayakan dirinya.” (HR. Abu Dawud 4/323, At-Tirmidzi 5/465, Ibnu Majah dan Ahmad. Lihat Shahih Ibnu Majah 2/332, Al-Allamah Ibnu Baaz berpendapat, isnad hadits tersebut hasan dalam Tuhfatul Akhyar hal. 39.)

Baca juga: Sikap Menghadapi Musibah dan Pentingnya Mendoakan Orang yang Tertimpa Musibah

Doa Ketika Mendapat Musibah

Seperti yang kita ketahui, musibah bisa datang kapan saja. Sebagai seorang muslim kita harus bisa ikhlas menerima hal tersebut. Bahkan Nabi Muhammad SAW mengajarkan kita doa ketika seorang muslim tertimpa musibah ataupun mendengar kabar mengenai musibah. Doanya adalah seperti ini.

إنّاَ للهِ وإنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ اللَّهُمَّ أجِرْنِي فِي مُصِيبَتي وأَخْلِفْ لِي خَيْراً مِنْها

“Innâ lillâhi wa innâ ilaihi râji‘un. Allâhumma ajirnî fî mushîbatî wa akhlif lî khairan minhâ.”

Sesungguhnya kami adalah milik Allah, dan sungguh hanya kepada-Nya kami akan kembali. Ya Allah, karuniakanlah padaku pahala dalam musibah yang menimpaku dan berilah aku ganti yang lebih baik daripadanya.”

Jika seseorang yang tertimpa musibah, kemudian membaca doa tersebut, maka Allah SWT akan memberinya pahala dan mengganti musibah itu dengan yang lebih baik lagi.

Baca juga: 10 Manfaat Sedekah yang Harus Diketahui

Doa Dijauhkan Dari Masalah

Masalah dalam kehidupan adalah sesuatu yang harus kita hadapi. Tidak hanya secara fisik,namun juga secara mental. Untuk bisa melindungi diri dari berbagai masalah, keburukan, atau kejahatan maka kita bisa membaca doa berikut ini.

اللَّهُمَّ افْتَحْ لَنَا أَبْوَابَ الخَيْرِ وَأَبْوَابَ البَرَكَةِ وَأَبْوَابَ النِّعْمَةِ وَأَبْوَابَ الرِّزْقِ وَأَبْوَابَ القُوَّةِ وَأَبْوَابَ الصِّحَّةِ وَأَبْوَابَ السَّلَامَةِ وَأَبْوَابَ العَافِيَةِ وَأَبْوَابَ الجَنَّةِ اللَّهُمَّ عَافِنَا مِنْ كُلِّ بَلَاءِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الآخِرَةِ وَاصْرِفْ عَنَّا بِحَقِّ القُرْآنِ العَظِيْمِ وَنَبِيِّكَ الكَرِيْمِ شَرَّ الدُّنْيَاوَعَذَابَ الآخِرَةِ،غَفَرَ اللهُ لَنَا وَلَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ العِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ وَسَلَامٌ عَلَى المُرْسَلِيْنَ وَ الْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَلَمِيْنَ

Allāhummaftah lanā abwābal khair, wa abwābal barakah, wa abwāban ni’mah, wa abwābar rizqi, wa abwābal quwwah, wa abwābas shihhah, wa abwābas salāmah, wa wa abwābal ‘āfiyah, wa abwābal jannah. Allāhumma ‘āfinā min kulli balā’id duniyā wa ‘adzābil ākhirah, washrif ‘annā bi haqqil Qur’ānil ‘azhīm wa nabiiyikal karīm syarrad duniyā wa ‘adzābal ākhirah. Ghafarallāhu lanā wa lahum bi rahmatika yā arhamar rāhimīn. Subhāna rabbika rabbil ‘izzati ‘an mā yashifūn, wa salāmun ‘alal mursalīn, walhamdulillāhi rabbil ‘ālamīn.”

Ya Allah, bukalah bagi kami pintu kebaikan, pintu keberkahan, pintu kenikmatan, pintu rezeki, pintu kekuatan, pintu kesehatan, pintu keselamatan, pintu afiyah, dan pintu surga. Ya Allah, jauhkan kami dari semua ujian dunia dan siksa akhirat. Palingkan kami dari keburukan dunia dan siksa akhirat dengan hak Al Quran yang agung dan derajat nabi-Mu yang pemurah. Semoga Allah mengampuni kami dan mereka. Wahai, zat yang maha pengasih. Maha suci Tuhanmu, Tuhan keagungan, dari segala yang mereka sifatkan. Semoga salam tercurah kepada para rasul. Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam.”

Nah itulah beberapa doa dijauhkan dari musibah dan masalah yang bisa Anda panjatkan agar senantiasa berada dalam perlindungan Allah SWT. Bila Anda tertimpa musibah di mana kerabat meninggalkan Anda, maka Taman Pemakaman Islam Al-Azhar Memorial Garden siap membantu berbagai macam kebutuhan Anda. Kunjungi website kami sekarang juga untuk informasi lebih lanjut.

Tata Cara Sholat Taubat Sesuai Sunnah Rasul

26 Oktober 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

Kesalahan menjadi salah satu hal yang sulit untuk dihindari manusia. Ada banyak godaan untuk berbuat dosa di dunia. Baik sadar ataupun tidak sadar, kita pasti pernah berbuat dosa. Namun Allah yang Maha Pengampun selalu membukakan pintu taubatnya bagi orang yang bersungguh-sungguh. Agar Allah SWT menerima usaha taubat Anda, maka Anda harus melaksanakan yang namanya sholat taubat. Seperti apakah tata cara sholat taubat yang tepat? Temukan jawabannya di sini.

Tata Cara sholat Taubat

Rasulullah SAW. bersabda :

كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاءٌ، وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ

Setiap keturunan nabi Adam pasti banyak berbuat salah, dan sebaik-baiknya orang yang berbuat salah adalah yang paling sering bertaubat.” (Hadits riwayat Ibnu Majah dari sahabat Qotadah, No. 4251, dishahihkan oleh Syaikh Al Albaany)

Manusia bukanlah makhluk yang sempurna yang bisa luput dari kesalahan dan dosa. Setiap perbuatan yang tidak kita jaga bisa menimbulkan dosa. Oleh karena itu, salah satu hal yang bisa kita lakukan untuk mengurangi kesalahan ini adalah dengan bertaubat.

Baca Juga: Pengertian Taubat, Macam dan Dalil tentang Taubat

Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abu Dawud melalui sahabat Abu Bakar Ash Shiddiq Radhiallahu ‘anhu, beliau pernah mendengar Rasulullah SAW. bersabda,

مَا مِنْ عَبْدٍ يُذْنِبُ ذَنْبًا، فَيُحْسِنُ الطُّهُورَ، ثُمَّ يَقُومُ فَيُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ، ثُمَّ يَسْتَغْفِرُ اللَّهَ، إِلَّا غَفَرَ اللَّهُ لَهُ، ثُمَّ قَرَأَ هَذِهِ الْآيَةَ: {وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ} [آل عمران: 135] إِلَى آخِرِ الْآيَةِ

Tidaklah seorang hamba berbuat dosa, kemudian bersuci dengan sempurna, lalu ia mengerjakan shalat dua raka’at, lalu meminta ampun kepada Allah kecuali Allah mengampuni dirinya, lalu beliau membacakan ayat (Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah (Ali Imran:135) sampai dengan akhir ayat.” (Hadits riwayat Abu Dawud, No. 1521 dishaihkan oleh Al Albaany)

Sholat taubat bukanlah sesuatu yang akan bisa menjamin Allah SWT menerima taubat Anda. Ada banyak hal lain yang harus Anda lakukan sehingga Allah SWT menerima perbuatan taubat Anda. Manfaat sholat taubat sendiri yaitu guna menghapus perbuatan dosa yang seseorang lakukan sebelumya.

Untuk waktu pelaksanaannya, adalah sesegera mungkin. Ibnu Taimiyah rahimahullah pernah berkata:

وَكَذَلِكَ صَلَاةُ التَّوْبَةِ فَإِذَا أَذْنَبَ فَالتَّوْبَةُ وَاجِبَةٌ عَلَى الْفَوْرِ وَهُوَ مَنْدُوبٌ إلَى أَنْ يُصَلِّيَ رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ يَتُوبَ كَمَا فِي حَدِيثِ أَبِي بَكْرٍ الصِّدِّيقِ

Demikian juga dengan sholat taubat (termasuk shalat yang mempunyai sebab serta harus segera dilaksanakan, sehingga boleh untuk dikerjakan meskipun pada waktu terlarang untuk mengerjakan sholat.”

Untuk melaksanakan sholat ini maka ada tata cara yang harus Anda ikuti.

1. Memenuhi Syarat

Layaknya sholat lainnya Anda harus berada dalam keadaan suci dari hadas kecil dan juga hadas besar, suci pakaian, suci badan, serta tempat dari najis. Pastikan juga menutup aurat dan menghadap ke arah kiblat.

2. Berniat

Tentu saja Anda harus mendasari setiap ibadah Anda dengan niat, niat, apalagi untuk bertaubat. Hal ini juga menjadi rukun sholat. Untuk niat sholat taubat, Anda bisa membaca ini:

أُصَلِّيْ سُنَّةَ التَّوْبَةِ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

Aku berniat untuk mengerjakan sholat sunnah taubat dua rakaat sebab Allah Ta’ala.”

Baca juga: Bacaan Doa Mohon Ampun dari Dosa Besar

3. Tata Cara Sholat

Sama halnya dengan sholat lainya, dimulai dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam. Rakaatnya sendiri bisa 2, 4, atau 6. Jika lebih dari dua, maka ada baiknya jika di bagi-bagi dalam 2 rakaat. Ada baiknya Anda juga bermuhasabah mengingat dosa-dosa yang Anda lakukan serta meminta maaf atas dosa tersebut pada sujud terakhir.

4. Membaca Doa

Setelah selesai Sholat, segeralah membaca kalimat tahlil dan istighfar

أسْتَغْفِرُ اللّهَ الْعَظِيمَ الَّذِي لا إلَهَ إلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ وَأتُوبُ إلَيْه

Aku meminta pengampunan kepada Allah yang tidak ada tuhan selain Dia Yang Maha Hidup dan Berdiri Sendiri dan aku bertaubat kepadanya.”

Lanjutkan dengan membaca doa sholat taubat setelah membaca tahlil dan istighfar sebanyak 100x. Doa ini juga disebut sebagai sayyidul istighfar.

اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ. أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ. أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ. وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ. فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ

Ya Allah Engkau adalah Tuhanku. Tidak ada sesembahan yang berhak sebagai Engkau. Engkau yang menciptakanku, sedang aku adalah hamba-Mu dan aku di atas ikatan janji-Mu dan akan dipindahkannya dengan semampuku. Aku berlindung dari segala sesuatu yang ingin aku perbuat, aku inginmu nikmat terhadap diriku dan aku mengakui dosaku pada-Mu, maka ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni segala dosa kecuali Engkau.”

5. Perbanyak Ibadah

Taubat Anda tidak hanya akan selesai setelah melaksanakan sholat taubat. Melainkan akan terus berlanjut. Perbanyak ibadah dan perbuatan baik, semisal sedekah, untuk bisa menghapus dosa-dosa yang pernah dilakukan.

Itulah tata cara sholat taubat yang harus Anda ikuti. Semoga kita dijauhkan dari perbuatan dosa dan senantiasa dirahmati oleh Allah SWT. Bila Anda membutuhkan taman pemakaman sesuai dengan syariat Islam, maka Taman Pemakaman Islam Al-Azhar Memorial Garden bisa menjadi pilihan Anda. Kunjungi website kami sekarang juga.

Tata Cara Shalat Ghaib Sesuai Sunnah

24 Oktober 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

Shalat ghaib adalah salah satu shalat yang dikenal di dalam ajaran Islam. Sebagaimana shalat pada umumnya, maka shalat ghaib memiliki ketentuan-ketentuan yang hendaknya diketahui oleh setiap muslim-muslimah. Simak tata chara shalat ghaib sesuai sunnah berikut ini.

Ketentuan Shalat Ghaib yang Perlu Diketahui

Apa saja ketentuan-ketentuan yang perlu diketahui tersebut? Berikut pembahasannya.

1. Pengertian Shalat Ghaib

Shalat ghaib adalah shalat jenazah yang dilakukan ketika jenazah tidak berada di tempat atau ia berada di tempat lain. Demikian pengertian singkat shalat ghaib.

Setelah membahas pengertian shalat ghaib, mari kita membahas tata cara shalat ghaib. Namun, sebelum itu, alangkah baiknya terlebih dahulu kita membahas hukum shalat ghaib menurut Islam.

2. Hukum Shalat Ghaib

Mengenai hukum shalat ghaib terdapat perbedaan di antara para ulama. Ada ulama yang tidak membolehkan, ada pula ulama yang membolehkan dengan syarat. Berikut penjelasannya.

3. Dalil Shalat Ghaib

Ketika di awal Islam, sebagian sahabat pernah melakukan hijrah ke Habasyah (Ethiopia). Pemimpin Habasyah yang saat itu beragama Nasrani, yaitu Raja Najasyi, menerima mereka dengan baik. Bahkan beliau sampai menangis ketika mendengar sahabat membacakan Al-Quran di hadapan beliau. Setelah bergaul dengan sahabat, akhirnya beliau masuk Islam, namun beliau merahasiakan statusnya sebagai muslim, mengingat banyaknya para pastur yang masih bercokol di sekitar beliau.

Ketika Raja Najasyi ini meninggal, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengumpulkan para sahabat untuk melakukan shalat ghaib di Madinah. Dari Abu Hurairah radhiyallâhu ‘anhu,

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَعَى النَّجَاشِيَّ فِي الْيَوْمِ الَّذِي مَاتَ فِيهِ خَرَجَ إِلَى الْمُصَلَّى فَصَفَّ بِهِمْ وَكَبَّرَ أَرْبَعًا

“Bahwa Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wa sallam mengumumkan kematian An-Najasyi pada hari kematiannya. Kemudian beliau keluar menuju tempat shalat lalu beliau membariskan shaf kemudian bertakbir empat kali.” (HR al-Bukhari)

Baca juga: Tata Cara Shalat Jenazah Sesuai Sunnah

4. Ulama yang tidak Membolehkan

Di antara ulama yang tidak membolehkan ialah Imam Malik dan Imam Abu Hanifah. Alasannya, shalat ghaib yang dilakukan Nabi Shallallâhu ‘alaihi wa sallam untuk An-Najasyi adalah khusus untuk An-Najasyi saja, tidak berlaku umum bagi yang lainnya.

Dalam kata lain, shalatnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada An-Najasyi, itu kekhususan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam yang tidak boleh diikuti oleh umat. Mereka berdalil dengan sebuah lafaz dalam riwayat lain hadis ini, “Bahwasanya bumi ini telah diratakan sehingga beliau dapat melihat tempat An-Najasyi berada.” Sehingga keadaan beliau ibarat sedang berdiri di depan jenazah. Ditambah lagi, tidak ada riwayat lain yang menunjukkan bahwa nabi melakukan shalat ghaib kepada selain An-Najasyi. Hal tersebut menunjukkan bahwa shalat ghaib yang dilakukan nabi untuk An-Najasyi merupakan amalan yang dikhususkan untuk nabi saja.

5. Ulama yang Membolehkan

Di antara ulama yang membolehkan ialah Imam Ibnu Taimiyah, sebagaimana yang disebutkan oleh Imam Ibnu al-Qayyim dalam Zâd al-Ma’âd. Beliau berpendapat, boleh melakukan shalat ghaib, dengan syarat orang tersebut meninggal di suatu tempat dan belum dishalatkan jenazah untuknya. Kalau jenazah tersebut sudah dishalati, maka tidak perlu dilakukan shalat ghaib lagi, karena kewajiban shalat ghaib telah gugur dengan shalat jenazah yang dilakukan oleh sebagian kaum muslimin padanya.

Alasan lainnya, tidaklah diketahui bahwa Nabi Muhammad Shallallâhu ‘alaihi wa sallam melakukan shalat ghaib kecuali pada An-Najasyi saja. Faktanya, An-Najasyi meninggal dunia di tengah-tengah orang musyrik sehingga tidak ada yang menshalatinya. Seandainya ia meninggal dunia di tengah-tengah kaum muslimin, niscaya akan ada yang menshalatkan jenazah untuknya, dan tentu tidak akan ada shalat ghaib. Oleh karena itu, Nabi Shallallâhu ‘alaihi wa sallam menyolati An-Najasyi di Madinah, sedangkan An-Najasyi sendiri berada di Habasyah (Ethiopia).

Alasan lain, ketika para pembesar dan pemimpin umat ini meninggal dunia di masa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam–padahal mereka berada di tempat yang jauh–tidak diketahui bahwa mereka dishalati dengan shalat ghaib.

Baca juga: Memahami Tata Cara Sholat Jenazah Perempuan yang Benar dalam Islam

6. Pendapat Lain dalam Masalah Ini?

Syaikh Ibnu Utsaimin mengatakan bahwa sebagian ulama menganjurkan dilaksanakannya shalat ghaib bagi orang yang banyak memberikan manfaat dalam agama dengan harta, amalan, atau ilmunya. Namun, bagi orang yang tidak seperti itu tidak perlu dilaksanakan shalat ghaib.

Kesimpulan Mengenai Hukum Shalat Ghaib

Mengenai hukum shalat ghaib terdapat perbedaan di antara para ulama yang mumpuni dalam masalah fiqih. Pendapat yang insya Allah lebih mendekati kebenaran adalah pendapat yang membolehkan. Artinya, shalat ghaib boleh dilakukan apabila jenazah yang berada di suatu tempat belum dishalatkan jenazah.

Apabila jenazah sudah dishalatkan jenazah, maka shalat ghaib tidak perlu dilakukan. Juga, ia bisa dilakukan khusus bagi orang-orang yang memiliki peran dalam masalah agama seperti ketika ada seorang ulama besar yang meninggal dunia, sebagaimana penjelasan tambahan dari Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin.

Tata Cara Shalat Ghaib

Tata cara pelaksanaannya sama seperti shalat jenazah, yaitu dengan empat kali takbir tanpa rukuk dan sujud.

Setelah takbir pertama (takbiratul ihram), yang dibaca adalah surah Al-Fatihah.

Setelah takbir kedua, yang dibaca adalah shalawat atas nabi minimal shalawat pendek “Allâhumma shalli ‘alâ sayyidinâ Muhammad”.

Setelah takbir ketiga, yang dibaca adalah doa untuk jenazah. Doa yang dibaca biasanya adalah doa singkat yang berbunyi:

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ

“Ya Allah, ampuniah dia, berilah dia rahmat, dan sejahterakan dia, serta maafkanlah dia.”

Setelah takbir keempat, salam. Namun, sebelum salam, disunnahkan untuk membaca doa:

  ُاَللَّهُمَّ لَا تَحْرِمْنَا أَجْرَهُ وَلَا تَفْتِنَّا بَعْدَهُ وَاغْفِرْ لَنَا وَلَه

“Ya Allah, janganlah Engkau halangi pahala yang akan sampai kepada kami, dan janganlah jadikan kami mendapatkan fitnah sepeninggalnya, serta ampunilah kami dan dia.”

Baca juga: Tata Cara Sholat Taubat Sesuai Sunnah Rasul

Niat Shalat Ghaib

Di atas adalah penjelasan tentang tata cara shalat ghaib. Sebelum shalat tersebut ditunaikan, orang yang akan menunaikannya harus berniat terlebih dahulu.

Niatnya sebagaimana niat shalat lainnya, yaitu wajib digetarkan dalam hati, dan apabila ingin dilafazkan, maka lafaznya berbunyi:

أُصَلِّي عَلىٰ مَيِّتِ (فلان) الْغَائِبِ أَرْبَعَ تَكْبِيْرَاتٍ فَرْضَ كِفَايَةٍ للهِ تَعَالىٰ

“Saya niat shalat ghaib atas mayit (si A) empat kali takbir fardhu kifâyah karena Allah Ta’ala.”

Apabila kita bertindak sebagai imam, maka kita harus menambahkan lafaz إِمَامًا sebelum للهِ تَعَالىٰ, apabila kita sebagai makmum, maka lafaz إِمَامًا diganti menjadi مَأْمُوْمًا.

Apabila kita sebagai makmum ingin ikut menunaikan shalat tapi kita tidak mengetahui identitas jenazahnya secara pasti, maka lafaz niatnya bisa berupa sebagai berikut:

أُصَلِّي عَلىٰ مَنْ صَلَّى عَلَيْهِ الْإِمَامُ أَرْبَعَ تَكْبِيْرَاتٍ فَرْضَ كِفَايَةٍ مَأْمُوْمًا للهِ تَعَالىٰ

“Saya niat shalat ghaib atas mayit yang dishalati oleh imam empat kali takbir fardhu kifâyah menjadi makmum karena Allah Ta’ala.”

Demikian penjelasan seputar tata cara shalat ghaib sunnah. Wallâhu a’lam bi al-shawâb.

Tata Cara Shalat Jenazah Sesuai Sunnah

23 Oktober 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

Tata cara shalat jenazah sesuai sunnah dan doa shalat jenazah penting diketahui oleh umat Islam. Walaupun hukum menyelenggarakan shalat jenazah adalah fardhu kifâyah (wajib dilaksanakan minimal oleh satu orang), tapi setiap individu muslim perlu menguasainya agar muslim yang satu bisa menggantikan muslim yang lain untuk memimpin shalat jenazah secara berjama’ah.

Sebab, berdasarkan fakta di lapangan, terutama di daerah-daerah, sangat sedikit yang menguasai tata cara shalat jenazah dan doa shalat jenazah yang sesuai dengan sunnah.

Nah, bagaimana tata cara shalat jenazah sesuai sunnah?

Pemakaman Islam Al Azhar Memorial Garden telah menyusun pembahasannya.

Berikut penjelasannya.

Tata Cara Shalat Jenazah Sesuai Sunnah

Shalat jenazah berbeda dengan shalat pada umumnya, karena di dalam shalat jenazah tidak ada gerakan rukuk, i’tidâl, dan sujud. Shalat jenazah harus dilakukan sebelum jenazah diantarkan ke pemakaman.

Rukun shalat jenazah meliputi:

  1. Niat.
  2. Melakukan empat kali takbir.
  3. Berdiri (bagi yang mampu).
  4. Membaca surah Al-Fatihah usai takbir pertama.
  5. Membaca shalawat kepada Nabi Muhammad Shallallâhu ‘alaihi wa sallam usai takbir kedua.
  6. Membaca doa shalat jenazah usai takbir ketiga.
  7. Mengucapkan salam usai takbir keempat.

Adapun tata cara shalat jenazah sesuai sunnah urutannya adalah sebagai berikut:

  1. Berniat.
  2. Melakukan takbiratul ihram (takbir pertama). Setelah melakukan takbir pertama, tidak perlu membaca istiftah, melainkan langsung membaca basmalah, lalu surah Al-Fatihah.
  3. Setelah membaca surah Al-Fatihah, maka dilanjutkan dengan melakukan takbir kedua yang diikuti dengan bershalawat kepada Nabi Muhammad Shallallâhu ‘alaihi wa sallam semisal shalawat yang dibaca pada tasyahud akhir dalam shalat wajib lima waktu, yaitu Allâhumma shallî ‘alâ Muhammad wa ‘alâ âli Muhammad.
  4. Setelah itu melakukan takbir yang ketiga dan mendoakan jenazah dengan doa-doa yang terdapat di dalam hadis-hadis shahih.
  5. Setelah itu melakukan takbir keempat. Setelah melakukan takbir keempat, berhentilah sejenak, lalu salam dengan salam yang sempurna ke arah kanan dengan satu kali salam (berdasarkan hadis riwayat Abu Hurairah), atau dua kali salam sebagaimana salat pada umumnya (berdasarkan hadits riwayat al-Baihaqi).

Baca juga: Tata Cara Mengurus Jenazah yang Benar Menurut Islam

Niat Shalat Jenazah

Niat wajib digetarkan dalam hati. Apabila dilafalkan secara lisan, maka niat shalat jenazah bisa dilafalkan dengan lafaz berikut:

Niat shalat jenazah apabila jenazahnya laki-laki:

أُصَلِّي عَلىٰ هٰذَا الـمَيِّتِ أَرْبَعَ تَكْبِيْرَاتٍ فَرْضَ كِفَايَةٍ للهِ تَعَالىٰ

Niat shalat jenazah apabila jenazahnya perempuan:

أُصَلِّي عَلىٰ هٰذِهِ الـمَيِّتَةِ أَرْبَعَ تَكْبِيْرَاتٍ فَرْضَ كِفَايَةٍ للهِ تَعَالىٰ

Apabila kita bertindak sebagai imam, maka kita harus menambahkan lafaz إِمَامًا sebelum للهِ تَعَالىٰ, apabila kita sebagai makmum, maka lafaz إِمَامًا diganti menjadi مَأْمُوْمًا.

Baca juga: Memahami Tata Cara Sholat Jenazah Perempuan yang Benar dalam Islam

Doa Shalat Jenazah

Seusai melakukan takbir yang ketiga, kita disunnahkan membaca doa shalat jenazah dengan doa-doa yang terdapat di dalam hadis-hadis shahih.

Apa saja doa shalat jenazah yang terdapat di dalam hadis-hadis shahih? Berikut di antaranya.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الذُّنُوبِ والْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ عَذَابِ النَّار, وَافْسَحْ لَهُ فِي قَبْرِهِ، ونَوِّرْ لَهُ فِيهِ

“Ya Allah, berikanlah ampunan dan rahmat-Mu kepadanya, maafkanlah kesalahannya, muliakanlah kematiannya, lapangkanlah kuburnya, dan cucilah ia dengan air, salju, dan embun. Bersihkanlah ia dari dosa sebagaimana bersihnya pakaian putih dari noda. Berikanlah ia kediaman yang lebih baik dari pada kediamannya selama di dunia, keluarga yang lebih baik dari pada keluarganya selama di dunia, dan pasangan yang lebih baik dari pada pasangannya selama di dunia. Perkenankanlah ia untuk memasuki surga-Mu, hindarkanlah ia dari azab kubur dan siksa neraka. Lapangkanlah baginya dalam kuburnya dan terangilah ia di dalamnya.” (HR Muslim)

Baca juga: Pengertian Menguburkan Jenazah Muslim dalam Islam

Apabila yang dishalatkan itu jenazah perempuan, maka dhamir muzakkar (kata ganti jenis laki-laki) diganti menjadi dhamir muannats (kata ganti jenis perempuan), sehingga doa shalat jenazah menjadi berbunyi:

للَّهُمَّ اغْفِرْ لَهَا وَارْحَمْهَا وَعَافِهَا وَاعْفُ عَنْهَا، وَأَكْرِمْ نُزُلَهَا، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهَا، وَاغْسِلْهَا بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهَا مِنَ الذُّنُوبِ والْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهَا دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهَا، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهَا، وَأَدْخِلْهَا الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهَا مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ عَذَابِ النَّار, وَافْسَحْ لَهَا فِي قَبْرِهَا، ونَوِّرْ لَهَا فِيهِ

Apabila yang dishalatkan itu jenazah anak kecil laki-laki, maka doa shalat jenazah yang dibaca adalah…

اللّهُمَّ اجْعَلْهُ لِوَالِدَيْهِ فَرَطًا وَأَجْرًا وشَفِيعًا مُجَابًا‏

“Ya Allah, jadikanlah dia sebagai simpanan, pahala, dan sebagai syafaat yang mustajab untuk kedua orang tuanya.” (HR al-Bukhari)

اللَّهُمَّ ثَقِّلْ بِهِ مَوَازِينَهُمَا، وَأَعْظِمْ بِهِ أُجُورَهُمَا، وَأَلْحِقْهُ بِصَالِحِ سَلَفِ الْمُؤْمِنِينَ، وَاجْعَلْهُ فِي كَفَالَةِ إِبْرَاهِيمَ، وَقِهِ بِرَحْمَتِكَ عَذَابَ الْجَحِيمِ‏

“Ya Allah, perberatlah karenanya timbangan kebaikan kedua orang tuanya, perbanyaklah pahala kedua orang tuanya, dan kumpulkanlah dia bersama orang-orang shalih terdahulu dari kalangan orang yang beriman, masukkanlah dia dalam pengasuhan Ibrahim, dan dengan rahmat-Mu, peliharalah dia dari azab api neraka.”

Apabila yang dishalatkan itu jenazah anak perempuan, maka dhamir muzakkar (kata ganti jenis laki-laki) diganti menjadi dhamir muannats (kata ganti jenis perempuan), sehingga doa menjadi berbunyi:

اللّهُمَّ اجْعَلْهَا لِوَالِدَيْهَا فَرَطًا وَأَجْرًا وشَفِيعًا مُجَابًا‏

اللَّهُمَّ ثَقِّلْ بِهَا مَوَازِينَهُمَا، وَأَعْظِمْ بِهَا أُجُورَهُمَا، وَأَلْحِقْهَا بِصَالِحِ سَلَفِ الْمُؤْمِنِينَ، وَاجْعَلْهَا فِي كَفَالَةِ إِبْرَاهِيمَ، وَقِهَا بِرَحْمَتِكَ عَذَابَ الْجَحِيمِ‏

Doa shalat jenazah lainnya yang bisa dibaca seusai melafazkan takbir ketiga adalah sebagai berikut:

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِحَيِّنَا وَمَيِّتِنَا وَشَاهِدِنَا وَغَائِبِنَا وَصَغِيرِنَا وَكَبِيرِنَا وَذَكَرِنَا وَأُنْثَانَا

“Ya Allah, ampunilah orang-orang yang masih hidup di antara kami, orang-orang yang telah meninggal dunia, orang-orang yang hadir, orang-orang yang tidak hadir, baik anak kecil maupun dewasa, baik laki-laki maupun perempuan.” (HR al-Tirmidzi)

Abu Hurairah radhiyallâhu ‘anhu meriwayatkan dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan beliau menambahkan:

اللَّهُمَّ مَنْ أَحْيَيْتَهُ مِنَّا فَأَحْيِهِ عَلَى الْإِيْمَانِ وَمَنْ تَوَفَّيْتَهُ مِنَّا فَتَوَفَّهُ عَلَى الْإِسْلَامِ اَللَّهُمَّ لَا تَحْرِمْنَا أَجْرَهُ وَلَا تَفْتِنَّا بَعْدَهُ

“Ya Allah, siapa pun di antara kami yang Engkau masih berikan kesempatan hidup, maka hidupkanlah ia dalam keadaan memegang keimanan. Dan siapa pun di antara kami yang Engkau akan wafatkan, maka wafatkanlah ia dalam keadaan beragama Islam. Ya Allah, janganlah Engkau halangi pahala yang akan sampai kepada kami, dan janganlah jadikan kami mendapatkan fitnah sepeninggalnya.” (HR Abu Dawud)

Dari ‘Auf bin Malik radhiyallâhu ‘anhu, ia berkata bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mensalati jenazah dan beliau berdoa:

للَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الْأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ عَذَابِ النَّار

“Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, maafkanlah dia, ampunilah kesalahannya, muliakanlah tempat peristirahatannya, lapangkanlah kuburannya, cucilah dia dengan air, es, dan embun sebagaimana Engkau mencuci pakaian putih dari kotoran. Gantilah rumahnya dengan rumah yang lebih baik, keluarganya dengan keluarga yang lebih baik, dan istrinya dengan istri yang lebih baik. Masukkanlah ia ke dalam surga, dan lindungilah ia dari azab kubur dan siksa api neraka.” (HR Muslim)

Untuk semakin melengkapi pemahaman kita tentang doa shalat jenazah, mari kita simak penjelasan Ustaz Dr. Khalid Basalamah di bawah ini.

https://www.youtube.com/watch?v=mM-DVV-iUZU

Catatan Penting Seputar Pelaksanaan Shalat Jenazah

  1. Bacaan dalam salat jenazah tidak dikeraskan, tapi dibaca dengan sirr (tidak keras). Standar tidak keras di sini ialah hanya terdengar oleh diri sendiri saja, sedangkan orang yang di samping kita tidak mendengarnya. Atau dalam kata lain, mulut kita bergerak, tapi tidak keluar suara yang bisa didengar oleh orang lain di samping kita.
  2. Disunnahkan mengangkat tangan pada setiap takbir. Imam Ibnu Hajar berkata, “Terdapat riwayat shahih dari Ibnu ‘Abbas, bahwasanya beliau mengangkat tangannya pada seluruh takbir dalam shalat jenazah.” Hal lain yang menunjukkan bahwa mengangkat tangan pada setiap kali takbir dalam shalat jenazah hukumnya sunnah ialah berdasarkan hadits shahih dari Ibnu Umar radhiyallâhu ‘anhumâ bahwa beliau mengerjakannya. Hadits yang diriwayatkan secara mauqûf ini memiliki hukum marfû’, karena hal seperti ini tidak mungkin dikerjakan oleh seorang sahabat nabi berdasarkan hasil ijtihad pribadi.
  3. Tidak diperbolehkan menunaikan shalat jenazah pada tiga waktu yang dilarang untuk mengerjakan shalat, yaitu ketika matahari terbit hingga naik setinggi tombak, ketika matahari sepenggalah hingga tergelincir, dan ketika matahari condong ke barat hingga terbenam.
  4. Bagi kaum wanita, diperbolehkan untuk menunaikan shalat jenazah secara berjama’ah, dan boleh juga secara sendirian (munfarid). Alasannya, dahulu ‘Aisyah radhiyallâhu ‘anhâ pernah menyalatkan jenazah Sa’ad bin Abi Waqqash radhiyallâhu ‘anhu secara sendirian.
  5. Apabila terkumpul lebih dari satu jenazah dan terdapat mayat laki-laki dan perempuan, maka boleh dishalatkan secara bersamaan. Jenazah lelaki meskipun anak kecil, diletakkan paling dekat dengan imam, sedangkan jenazah wanita diletakkan di arah kiblatnya imam.
  6. Apabila seseorang masbûq setelah imam salam, maka dia meneruskan shalatnya sesuai dengan sifatnya.
  7. Apabila seseorang tertinggal dari shalat jenazah secara berjama’ah, maka dia shalat sendirian selama jenazah belum dikubur. Apabila sudah dikubur, maka dia diperbolehkan menunaikan shalat jenazah di kuburannya.
  8. Shalat jenazah boleh dikerjakan di dalam masjid.
  9. Usai shalat jenazah sebaiknya tidak membaca doa lagi, karena tidak ada riwayat tentangnya. Karena tidak ada riwayat tentangnya, sebagian ulama seperti Syaikh Abu ‘Umar Usamah al-Utaibi bahkan menganggap membaca doa setelah shalat jenazah termasuk perbuatan bid’ah. Oleh karena itu, doa untuk jenazah sebaiknya hanya diucapkan di dalam shalat jenazah saja, yaitu usai melakukan takbir yang ketiga.
  10. Dianjurkan untuk memperbanyak peserta shalat jenazah. Semakin banyak jumlahnya, semakin baik.

Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَا مِنْ مَيِّتٍ تُصَلِّي عَلَيْهِ أُمَّةٌ مِنْ الْمُسْلِمِينَ يَبْلُغُونَ مِائَةً كُلُّهُمْ يَشْفَعُونَ لَهُ إِلَّا شُفِّعُوا فِيهِ

“Tidaklah seorang meninggal dunia, kemudian dishalatkan oleh kaum muslimin, jumlahnya mencapai seratus orang, semuanya mendo’akan untuknya, niscaya mereka bisa memberikan syafa’at untuknya.” (HR Muslim)

مَا مِنْ رَجُلٍ مُسْلِمٍ يَمُوتُ فَيَقُومُ عَلَى جَنَازَتِهِ أَرْبَعُونَ رَجُلًا لَا يُشْرِكُونَ بِاللَّهِ شَيْئًا إِلَّا شَفَّعَهُمْ اللَّهُ فِيهِ

“Tidaklah seorang muslim meninggal dunia, kemudian dishalatkan oleh empat puluh orang yang tidak menyekutukan Allah, niscaya Allah akan memberikan syafa’at kepada mereka untuknya.” (HR Muslim)

Demikian penjelasan tentang tata cara shalat jenazah sesuai sunnah. Untuk semakin memahami materi seputar shalat jenazah, silakan simak video produksi Yufid.Tv di bawah ini.

Amalkan Doa Minta Husnul Khotimah Ajaran Nabi Ini

22 Oktober 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

Wafat dengan husnul khotimah merupakan impian bagi umat Muslim yang taat pada-Nya. Husnul khotimah berarti akhir yang baik, di mana orang yang meninggal mendapatkan ridho yang banyak dari Allah SWT. Kondisi kematian yang ditakdirkan oleh Allah SWT masih berupa misteri, tapi kita bisa mengamalkan doa minta husnul khotimah kepada-Nya.

Biasanya, bacaan doa husnul khotimah ini sering diucapkan oleh orang yang mendengar kabar duka. Misalnya, ketika mendengar berita si fulan meninggal, ucapan yang sering terucap dari mulut adalah: “Innalillahi wa innailaihi rojiun. Turut berduka cita, semoga almarhum husnul khotimah dan ditempatkan di tempat terbaik di sisi Allah SWT.”

Bacaan Doa Minta Husnul Khotimah Ajaran Para Nabi

Doa minta husnul khotimah memang diucapkan oleh orang yang masih hidup kepada almarhum yang baru saja menghembuskan nafas terakhirnya. Selama masih diberikan kesempatan beribadah kepada Allah SWT, tak ada salahnya menghafalkan doa husnul khotimah ini untuk kita sendiri. Lagipula, para nabi dalam Islam, termasuk Rasulullah SAW, sering kali membacakan doa ini sehingga mereka kelak meninggal dalam keadaan husnul khotimah.

Baca juga: Apa Arti Husnul Khotimah? Dan Cara Agar Meninggal Husnul Khotimah

Berikut ini adalah beberapa doa minta husnul khotimah yang pernah dibacakan oleh para nabi beserta artinya, yaitu:

1. Al-Quran Surat Ali Imran: 193

Ayat 193 dalam Surat Ali Imran berisi doa husnul khotimah yang bisa kita amalkan. Bunyinya adalah:

رَّبَّنَآ إِنَّنَا سَمِعْنَا مُنَادِيًا يُنَادِى لِلْإِيمَٰنِ أَنْ ءَامِنُوا۟ بِرَبِّكُمْ فَـَٔامَنَّا ۚ رَبَّنَا فَٱغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّـَٔاتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ ٱلْأَبْرَارِ

Rabbanā innanā sami’nā munādiyay yunādī lil-īmāni an āminụ bi rabbikum fa āmannā rabbanā fagfir lanā żunụbanā wa kaffir ‘annā sayyi`ātinā wa tawaffanā ma’al-abrār

Arti doa tersebut adalah: “Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada iman, (yaitu): ‘Berimanlah kamu kepada Tuhanmu’, maka kami pun beriman. Ya Tuhan kami, ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang banyak berbakti.”

2. Al-Quran Surat Yusuf: 101

Ada juga bacaan doa agar wafat husnul khotimah yang dibacakan oleh Nabi Yusuf AS. Melalui suratnya di ayat 101, Nabi Yusuf mengucapkan doa ini:

رَبِّ قَدْ ءَاتَيْتَنِى مِنَ ٱلْمُلْكِ وَعَلَّمْتَنِى مِن تَأْوِيلِ ٱلْأَحَادِيثِ ۚ فَاطِرَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ أَنتَ وَلِىِّۦ فِى ٱلدُّنْيَا وَٱلْءَاخِرَةِ ۖ تَوَفَّنِى مُسْلِمًا وَأَلْحِقْنِى بِٱلصَّٰلِحِينَ

Rabbi qad ātaitanī minal-mulki wa ‘allamtanī min ta`wīlil-aḥādīṡ, fāṭiras-samāwāti wal-arḍ, anta waliyyī fid-dun-yā wal-ākhirah, tawaffanī muslimaw wa al-ḥiqnī biṣ-ṣāliḥīn

Artinya: “Ya Tuhanku, sesungguhnya Engkau telah menganugerahkan kepadaku sebahagian kerajaan dan telah mengajarkan kepadaku sebahagian ta’bir mimpi. (Ya Tuhan) Pencipta langit dan bumi. Engkaulah Pelindungku di dunia dan di akhirat, wafatkanlah aku dalam keadaan Islam dan gabungkanlah aku dengan orang-orang yang saleh.”

Baca juga: Husnul Khotimah atau Khusnul Khotimah? Apa Perbedaannya?

3. Al-Quran Surat Nuh: 28

Nabi Nuh juga pernah berdoa agar dia bisa meninggal dalam keadaan husnul khotimah. Dalam Surat Nuh ayat 28, inilah bunyi doa minta husnul khotimah:

رَّبِّ ٱغْفِرْ لِى وَلِوَٰلِدَىَّ وَلِمَن دَخَلَ بَيْتِىَ مُؤْمِنًا وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَٱلْمُؤْمِنَٰتِ وَلَا تَزِدِ ٱلظَّٰلِمِينَ إِلَّا تَبَارًۢا

Rabbigfir lī wa liwālidayya wa liman dakhala baitiya mu`minaw wa lil-mu`minīna wal-mu`mināt, wa lā tazidiẓ-ẓālimīna illā tabārā

Artinya: “Ya Tuhanku! Ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kebinasaan.

Baca juga: Lakukan 5 Amalan yang Menemani di Alam Kubur Ini

4. Doa Seusai Sholat Lima Waktu

Selain ajaran para nabi, kita bisa membacakan doa ini setelah melakukan sholat lima waktu agar bisa meninggal dalam keadaan husnul khotimah.

اَللّهُمَّ اخْتِمْ لَنَا بِاْلاِسْلاَمِ وَاخْتِمْ لَنَا بِاْلاِيْمَانِ وَاخْتِمْ لَنَا بِحُسْنِ الْخَاتِمَةِ

Allahummakhtim lanaa bil Islaami wakhtim lanaa bil Iimaani wakhtim lanaa bi husnil Khootimati

Artinya: “Ya Allah, akhirilah hidup kami dengan Islam, akhirilah hidup kami dengan membawa iman dan akhirilah hidup kami dengan husnul khotimah.”Doa minta husnul khotimah bagi diri sendiri bisa menjadi persiapan saat ajal menjemput. Namun, perlengkapi juga amalan Anda dengan bacaan sholawat dan Al-Quran, kelak itulah yang bisa menemani saat di alam kubur. Selain itu, tempat peristirahatan terakhir juga bisa dipersiapkan sedini mungkin di Taman Pemakaman Al Azhar Memorial Garden, karena kematian itu mendadak dan tidak ada yang tahu kapan datangnya. Keluarga Anda pun tak akan direpotkan dengan urusan kuburan yang memakan waktu. Hubungi kami di 0811-170-0037.

Pengertian Taubat, Macam dan Dalil tentang Taubat

22 Oktober 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

Setiap manusia mungkin akan melakukan kesalahan dalam kehidupannya. Baik disengaja ataupun tidak, kecil ataupun besar, hal ini tidak akan bisa dihindari dengan sempurna. Kesalahan yang dilakukan berlawanan dengan syariat Islam, akan diberi ganjaran berupa dosa. Allah yang Maha Pengampun selalu membuka pintu maaf untuk manusia yang berbuat dosa. Hal ini disebut dengan taubat. Apa pengertian taubat? Apa saja bentuknya dan dalil apa saja yang mendukungnya? Ketahui berbagai macam informasi tersebut di sini.

Pengertian Taubat

Taubat secara bahasa berasal dari bahasa Arab yaitu تَوَّبَ yang memiliki arti kembali. Apabila seseorang bertaubat, artinya dia akan kembali dari dosanya atau meninggalkan dosa-dosanya. Secara Syar’i, taubat memiliki arti untuk meninggalkan dosa karena takut pada Allah dan bertekad kuat untuk tidak mengulanginya dan memperbaiki apa yang mungkin bisa diperbaiki kembali dari amalnya. 

Dalam Alquran surat At-Tahrim ayat 8:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا تُوْبُوْٓا اِلَى اللّٰهِ تَوْبَةً نَّصُوْحًاۗ عَسٰى رَبُّكُمْ اَنْ يُّكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّاٰتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنّٰتٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُۙ يَوْمَ لَا يُخْزِى اللّٰهُ النَّبِيَّ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مَعَهٗۚ نُوْرُهُمْ يَسْعٰى بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَبِاَيْمَانِهِمْ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَآ اَتْمِمْ لَنَا نُوْرَنَا وَاغْفِرْ لَنَاۚ اِنَّكَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Hai orang-orang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat nasuha (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Tuhanmu akan menutupi kesalahan- kesalahanmu dan memasukkanmu ke surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan nabi dan orang-orang mukmin yang bersamanya; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan, ‘Ya Tuhan kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami. Sesungguhnya, Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.” 

Baca juga: Lakukan 5 Amalan yang Menemani di Alam Kubur Ini

Macam-macam Taubat Menurut Imam Al Ghazali

Imam Al Ghazali mengelompokkan taubat berdasarkan kualitas amal seseorang. Ada tiga jenis, yaitu Taubat, Firar, dan Inabat. Berikut ini adalah penjelasan secara lebih lanjut mengenai hal tersebut.

1. Taubat

Menurut Imam Al Ghazali, taubat berarti kembali dari kemaksiatan menuju ketaatan. Contohnya adalah ketika seseorang gemar berjudi, namun dia bertaubat dan mulai meninggalkan kegiatan tersebut.

2. Firar

Firar memiliki arti sebagai sebuah tindakan ‘lari’ dari kemaksiatan menuju ketaatan. Orang-orang yan melakukan hal ini akan memilih untuk menghindari berbagai keburukan. Seperti menghindari korupsi, menghindari ghibah, menghindari kekerasan, menghindari judi, dan lain-lain. Para pelaku firar adalah orang-orang yang selalu berusaha memperbaiki diri.

3. Inabat

Kegiatan bertaubat berulang-ulang bisa disebut sebagai inabat, bahkan disaat tidak melakukan perbuatan dosa. Mencoba untuk selalu mendekat kepada Allah dan menjadi  taubat sebagai kebiasaan.

Baca juga: Tata Cara Sholat Taubat Sesuai Sunnah Rasul

Cara Bertaubat

Jika Anda ingin melakukan taubat, maka ada beberapa langkah yang harus dilakukan. Tidak bisa hanya sekedar mengatakan “saya bertaubat”. Ada prosedur yang harus dilakukan. Nabi Muhammad SAW bersabda dalam sebuah hadits:

Setiap orang yang berbuat dosa, lalu ia bergegas melakukan wudhu, kemudian mengerjakan sholat, lalu memohon ampun kepada Allah, niscaya Allah akan memberikan ampunan kepadanya.” 

  1. Mulai Dengan Niat dan Sholat Taubat

Segala sesuatu harus dimulai dengan niat. Ingatkan diri untuk menghindari dosa-dosa yang sudah dilakukan dan berusaha sekuat mungkin kembali kepada Allah. Setelah itu kita akan melaksanakan sholat taubat. 

Niat ini harus dibacakan dengan sungguh-sungguh. 

أُصَلِّي سُنَّةَ التَّوْبَةِركعتين مستقبل القبلة لله تعالى

Saya berniat sholat sunah taubat dua rakaat dengan menghadap kiblat karena Allah SWT.”

Sholat bisa dilakukan sebanyak 2, 4, atau 6 rakaat. Jika lebih dari dua rakaat, maka sholat harus dipisah setiap 2 rakaat dengan salam. Minta ampunan dengan munajat pada sujud terakhir. Minta maaf kepada yang Maha Kuasa secara sungguh-sungguh.

Baca juga: Bacaan Doa Mohon Ampun dari Dosa Besar

  1. Dzikir dan Doa Taubat

Sangat dianjurkan untuk memperbanyak dzikir, istighfar, serta berdoa. Anda  bisa mulai dengan membaca kalimat tahlil dan istighfar.

أسْتَغْفِرُ اللّهَ الْعَظِيمَ الَّذِي لا إلَهَ إلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ وَأتُوبُ إلَيْه

Aku meminta pengampunan kepada Allah yang tidak ada tuhan selain Dia Yang Maha Hidup dan Berdiri Sendiri dan aku bertaubat kepadanya.”

Lanjutkan dengan membaca doa sholat taubat setelah membaca tahlil dan istighfar sebanyak 100x. Doa ini juga disebut sebagai sayyidul istighfar.

اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ. أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ. أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ. وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ. فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ

Ya Allah Engkau adalah Tuhanku. Tidak ada sesembahan yang berhak sebagai Engkau. Engkau yang menciptakanku, sedang aku adalah hamba-Mu dan aku di atas ikatan janji-Mu dan akan dipindahkannya dengan semampuku. Aku berlindung dari segala sesuatu yang ingin aku perbuat, aku inginmu nikmat terhadap diriku dan aku mengakui dosaku pada-Mu, maka ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni segala dosa kecuali Engkau.”

  1. Memperbanyak Amalan

Berikan bukti taubat dalam bentuk perbuatan. Anda bisa mengerjakan sebanyak-banyaknya amalan baik. Ini menjadi sebuah bentuk ikhtiar bahwa Anda tidak akan mengulangi dosa-dosa tersebut. Perbanyak juga ibadah untuk mendekatkan diri dengan Sang Pencipta.Itulah dia pengertian dari taubat dan  juga berbagai macam bentuk-bentuknya. Semoga melalui informasi ini kita bisa belajar menjadi yang lebih baik.  Bila Anda membutuhkan taman pemakaman sesuai dengan syariat Islam, maka Taman Pemakaman Islam Al-Azhar Memorial Garden bisa menjadi pilihan Anda. Kunjungi website kami sekarang juga

10 Manfaat Sedekah yang Harus Diketahui

22 Oktober 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

Tidak mudah melepaskan sebagian harta kita untuk disedekahkan kepada fakir miskin dan orang yang membutuhkan. Namun, ada manfaat sedekah yang besar dan bisa dirasakan selama hidup di dunia ini. Belum lagi, sedekah bisa menjadi amalan yang bisa menemani kita di alam kubur.

Allah SWT juga sangat mencintai sedekah sebagai salah satu amalan Islam, sehingga Dia akan memberikan rezeki kepada orang yang melakukannya. Rezeki yang Allah SWT berikan bisa berkali-kali lipat dari apa yang kita sedekahkan. Belum lagi, Allah SWT akan mengabulkan setiap doa dan keinginan orang yang rajin bersedekah.

Manfaat Sedekah yang Bisa Dirasakan

Keistimewaan utama sedekah dalam Islam telah dituliskan dalam Surat Al Baqarah ayat 271, yang berisi: “Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali. Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu. Dan Allah akan menghapuskan dari kamu sebagian kesalahan-kesalahanmu, dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

Secara rinci, inilah manfaat sedekah yang bisa kita dapatkan selama hidup beserta dalil yang mendukungnya:

1. Memperbanyak Pahala

Allah SWT akan selalu memberikan pahala yang berlipat ganda bagi orang yang rajin bersedekah. Surat Al Hadid ayat 18 mendukung manfaat sedekah ini, dengan isi: “Sesungguhnya orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya akan dilipatgandakan (ganjarannya) kepada mereka, dan bagi mereka pahala yang banyak.”

Baca juga: Lakukan 5 Amalan yang Menemani di Alam Kubur Ini

2. Menghapus Dosa

Sedekah juga bisa menjadi amalan dan kesempatan dari Allah SWT untuk menghapus dosa-dosa kita selama di dunia ini. Hadits HR Tirmidzi menuliskan bahwa sedekah itu dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api.

3. Menyembuhkan Penyakit

Apabila sedang menderita penyakit, sedekah bisa menjadi jalan bagi Allah SWT untuk menyembuhkan penyakit kita. Hal itu tertuang dalam hadits HR Al-Thabrani, yang isinya: “Bentengilah hartamu dengan zakat, obati orang-orang sakit (dari kalanganmu) dengan bersedekah dan persiapkan doa untuk menghadapi datangnya bencana.”

Baca juga: Keistimewaan Sedekah Subuh dan 4 Cara Melakukannya

4. Menciptakan Kebahagiaan

Dengan bersedekah, seseorang dapat merasakan kebahagiaan dalam lubuk hatinya yang terdalam. Ini terbukti dalam penelitian, yaitu orang yang rajin sedekah bisa merasakan bahagia karena otaknya mengeluarkan hormon dopamin dan endorfin, yang membuat kita merasa lebih gembira.

5. Memperkuat Tali Silaturahmi

Dari sedekah, lahirlah koneksi atau tali silaturahmi yang baru, yaitu dari orang-orang yang telah kita bantu. Kita tidak tahu kapan kita akan membutuhkan bantuan orang lain, dan orang yang telah kita bantu bisa saja akan membantu kita di saat susah. 

Baca juga: Memikirkan Makna Hidup Ketika Mengunjungi Pemakaman Islam

6. Menghindarkan Marabahaya

Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa sedekah bisa menutup tujuh puluh pintu kejahatan. Beliau juga berpesan bahwa musibah dan bencana tidak bisa mendahului sedekah. Inilah salah satu manfaat sedekah yang bisa kita dapatkan, yaitu melindungi dari marabahaya dan musibah.

7. Memudahkan Rasa Syukur

Sedekah juga bisa membuat penerimanya mengucapkan rasa syukur kepada Allah SWT. Siapa sangka, pemberi sedekah juga bisa mudah mengucapkan syukur dengan amalan yang mereka lakukan ini. Pemberi sedekah akan sadar bahwa mereka telah dikaruniakan rezeki yang berkecukupan dan mampu disedekahkan kepada orang lain, membuat mereka mensyukuri kondisinya saat ini.

8. Mendapat Ridho Allah SWT

Orang yang rajin bersedekah dan melaksanakan amalan Islam lainnya akan lebih mudah mendapatkan ridho dari Allah SWT. Hal itu disampaikan oleh Ibnu Rajab Al-Hambali dalam bukunya, yakni: 

“Puasa, sholat dan sedekah mengantarkan orang yang mengamalkannya pada Allah. Sebagian salaf sampai berkata, sholat mengantarkan seseorang pada separuh jalan. Puasa mengantarkannya pada pintu raja. Sedekah nantinya akan mengambilnya dan mengantarnya pada raja.” (Lathaif Al Ma’arif, hlm 298)

9. Memperpanjang Warisan

Bagi orang yang sudah berkeluarga, mereka dapat menjadikan sedekah untuk memperpanjang warisan mereka hingga anak dan cucu mereka dapat merasakannya. Hadits Ahmad Rasulullah berkata bahwa, “Tidaklah seorang yang bersedekah dengan baik kecuali Allah memelihara kelangsungan warisannya.”

10. Memudahkan Jalan ke Surga

Terakhir adalah manfaat sedekah yang bisa kita rasakan di akhirat, yaitu adanya kamar yang tersedia bagi kita di surga. Rasulullah SAW dalam hadits HR Tirmidzi bersabda “Sesungguhnya di surga terdapat kamar-kamar yang mana bagian luarnya terlihat dari bagian dalam dan bagian dalamnya terlihat dari bagian luarnya.’Lantas seorang arab baduwi berdiri sambil berkata, ‘Bagi siapakah kamar-kamar itu diperuntukkan wahai Rasulullah?’ Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ‘Untuk orang yang berkata benar, yang memberi makan, dan yang senantiasa berpuasa dan shalat pada malam hari di waktu manusia pada tidur’.”


Banyak sekali manfaat sedekah yang bisa kita rasakan selama hidup di dunia ini, jadi jangan ragu untuk membagikan harta kita kepada fakir miskin dan orang yang membutuhkan. Niscaya, sedekah ini bisa menjadi amalan yang akan melindungi kita dari siksa kubur nantinya. Selain mempersiapkan beberapa amalan saat meninggal, Anda juga bisa mempersiapkan makam untuk keluarga di Taman Pemakaman Islam Al Azhar Memorial Garden, dengan menghubungi tim kami segera.

Keistimewaan Sedekah Subuh dan 4 Cara Melakukannya

22 Oktober 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

Semua jenis sedekah memiliki keistimewaannya masing-masing, tapi tetap menjadi amalan yang baik untuk dilakukan. Termasuk pula sedekah subuh yang biasa dilakukan saat pagi setelah salat subuh. Apa saja keistimewaan yang bisa didapatkan, serta bagaimana cara bersedekah subuh dengan benar?

Sedekah Subuh dan Keistimewaannya

Sejatinya, bersedekah merupakan amalan Islam dalam bentuk pemberian kepada fakir miskin dan kaum lain yang berhak menerimanya. Perlu diingat, sedekah itu tidak termasuk kewajiban zakat dan zakat fitrah, jadi tidak terikat pada waktu-waktu tertentu. Istilah bersedekah subuh tersebut diciptakan karena ada keutamaan yang didapatkan pada waktu subuh.

Bersedekah subuh adalah kegiatan berbagi dan mengeluarkan harta untuk kebaikan bagi mereka yang membutuhkan, dilakukan setelah salat subuh sebelum matahari terbit. Keistimewaan utama dari sedekah subuh adalah adanya dua malaikat yang datang hanya untuk mendoakan aktivitas sedekah kita tersebut.

Baca juga: 10 Manfaat Sedekah yang Harus Diketahui

Keistimewaan ini terdapat dalam hadits HR Bukhari dan Muslim, di mana Rasulullah SAW berkata:

مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ الْعِبَادُ فِيْهِ إِلاَّ مَلَكَانِ يَنْزِلاَنِ فَيَقُوْلُ أَحَدُهُمَا: اَللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا. وَيَقُوْلُ اْلآخَرُ: اَللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا

Artinya: “Setiap awal pagi saat matahari terbit, Allah menurunkan dua malaikat ke bumi. Lalu salah satu berkata: ‘Ya Allah, berilah karunia orang yang menginfakkan hartanya. Ganti kepada orang yang membelanjakan hartanya karena Allah.’ Malaikat yang satu berkata: ‘Ya Allah, binasakanlah orang-orang yang bakhil.”

Bila dihitung, jangka waktu antara subuh dan awal matahari sangatlah dekat, yaitu kurang lebih satu jam. Artinya, bila kita langsung bersedekah setelah melaksanakan sholat subuh, malaikat akan datang satu jam kemudian untuk mendoakan agar sedekah kita bisa diganti oleh Allah SWT.

Cara Melakukan Sedekah Subuh

Allah SWT selalu mengganti sedekah atau infak yang kita lakukan, bahkan bisa mencapai puluhan kali lipat. Bersedekah subuh sendiri bisa dilakukan dengan mudah, asalkan memiliki niat untuk melakukannya. Kita pun bisa memenuhi salah satu amalan Islam sekaligus mendapatkan rezeki dari Allah SWT.

Inilah beberapa cara yang bisa dilakukan dalam melaksanakan sedekah subuh:

1. Mengisi Kotak Amal

Setiap masjid pasti memiliki kotak amal atau infak sebagai sarana sedekah bagi jemaahnya. Anda bisa bersedekah setelah salat subuh dengan mengisi kotak amal tersebut. 

Biasanya, ada salat subuh berjamaah yang diadakan di masjid dan dihadiri oleh pria, di situlah mereka bisa bersedekah. Perempuan dan anak-anak pun bisa bersedekah dengan cara menitipkan uangnya kepada suami atau ayahnya.

Baca juga: 4 Amalan Penyelamat Siksa Kubur Yang Dapat Membantumu

2. Mentransfer Uang

Mengirimkan uang ke rekening orang yang membutuhkan setelah salat subuh juga bisa menjadi salah satu cara melakukan sedekah subuh. Namun, Anda harus memastikan bahwa sasaran transfernya adalah orang yang benar-benar membutuhkan bantuan kita.

Misalnya, orang tua atau saudara kita yang sudah tidak lagi bekerja sehingga tidak ada sumber penghasilan. Selain mereka, kita bisa juga mentransfer uang ke rekening lembaga amal atau sosial, atau sasaran apapun yang bisa dihitung sebagai sedekah.

3. Membagikan Makanan

Sekedar membagikan makanan kepada tetangga, pondok pesantren, kaum yatim piatu atau fakir miskin juga termasuk sedekah. Perlu diperhatikan pula waktunya, yaitu dilakukan tepat setelah salat subuh sebelum matahari mulai terbit.

4. Mengantarkan Sumbangan

Terakhir adalah mengantarkan sumbangan atau bantuan kepada yang saudara membutuhkan, bisa berupa uang atau barang yang mereka butuhkan. Waktunya pun sama, yaitu dilakukan persis setelah salat subuh.


Keistimewaan bersedekah subuh sangatlah besar, karena amalan kita didoakan oleh dua malaikat sekaligus. Jadi, tidak ada salahnya mulai membiasakan salah satu dari keempat cara sedekah subuh di atas, sehingga Anda bisa membawa amalan di alam kubur nantinya. Selain amalan, Anda juga bisa mempersiapkan tempat peristirahatan terakhir bersama keluarga di Taman Pemakaman Islam Al-Azhar Memorial Garden Karawang, dengan cara menghubungi tim kami segera.

Tata Cara Mengurus Jenazah yang Benar Menurut Islam

21 Oktober 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

Kewajiban dari muslim yang masih hidup terhadap yang sudah meninggal adalah mengurusnya. Hukum mengurus jenazah adalah fardhu kifayah. Sehingga orang-orang sekitar wajib melakukan tata cara pengurusan jenazah. Lalu, seperti apakah tata cara mengurus jenazah yang benar menurut Islam? Berikut ini adalah informasi yang bisa membantu Anda dalam memahami hal yang satu ini.

Tata Cara Mengurus Jenazah yang Benar

Dalam sebuah hadits, Rasulullah bersabda “Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Hak muslim kepada muslim yang lain ada enam.” Beliau bersabda, “Pertama, apabila engkau bertemu, ucapkanlah salam kepadanya. Kedua, apabila engkau diundang, penuhilah undangannya. Ketiga, apabila engkau dimintai nasihat, berilah nasihat kepadanya. Keempat, apabila dia bersin lalu dia memuji Allah (mengucapkan ‘alhamdulillah’) doakanlah dia (dengan mengucapkan ‘yarhamukallah’). Kelima, apabila dia sakit, jenguklah dia dan keenam apabila dia meninggal dunia, iringilah jenazahnya (sampai ke pemakaman).” (HR Muslim).

Sebagai seorang muslim, sudah sepatutnya kita peduli dengan apa yang dialami oleh saudara kita. Dalam islam, ada beberapa orang yang berhak dalam mengurus jenazah, yaitu:

1. Orang yang diwasiatkan dengan syarat, orang tersebut bukan orang fasik atau ahli bidah.

2. Ulama atau pemimpin agama.

3. Orang tua dari jenazah tersebut.

4. Anak dari jenazah ke bawah.

5. Keluarga terdekat.

6. Kaum Muslimin.

Berikut ini adalah tata cara yang harus dijalankan dalam mengurus jenazah benar menurut Islam.

1. Memandikan Jenazah

Berikut adalah langkah-langkah untuk memandikan jenazah:

  • Menutup aurat jenazah menggunakan kain.
  • Membersihkan gigi, lubang hidung, lubang telinga, celah ketiak, celah jari tangan, kaki, dan rambut dan kotoran jenazah dengan menekan perutnya perlahan agar kotoran dapat keluar.
  • Menyiram seluruh badan jenazah menggunakan air sabun.
  • Menyiram jenazah menggunakan air bersih sambil berniat sesuai dengan jenis kelamin jenazah.
    • Niat memandikan untuk jenazah perempuan: Nawaitu ghusla adaa’an hadzihil mayyitati lillahi ta’aalaa.
    • Niat memandikan untuk jenazah laki-laki: Nawaitu ghusla adaa’an hadzal mayyiti lillahi ta’aalaa.
  • Siram dan basuh jenazah dari kepala hingga ujung kaki menggunakan air bersih, mulai dari sebelah kanan kemudian kiri masing-masing tiga kali.
  • Miringkan jenazah ke kiri untuk membasuh bagian lambung kanan sebelah belakang, kemudian miringkan jenazah ke kanan untuk membasuh bagian lambung kiri sebelah belakang.
  • Siram menggunakan air bersih dilanjutkan dengan air kapur barus.
  • Wudhukan jenazah seperti sebelum shalat.
  • Buka sanggul rambut perempuan dan biarkan rambut terurai untuk dibersihkan kemudian keringkan dengan handuk dan kepang.
  • Beri wangi-wangian yang tidak mengandung alkohol sebelum mulai dikafani.

Baca juga: Tata Cara Memandikan Jenazah Menurut Islam (+ Video)

2. Mengkafani Jenazah

Untuk proses ini, jenazah laki-laki akan berbeda dengan jenazah perempuan. Untuk jenazah laki-laki, tata caranya adalah:

  • Bentangkan tiga lembar kain kafan yang telah dipotong sesuai ukuran jenazah. Susun dengan meletakkan kain yang paling lebar di bagian paling bawah. berikan wewangian pada setiap lapisan kain tersebut.
  • Siapkan tiga sampai lima utas tali dan diletakkan tepat di bawah kain yang paling bawah.
  • Letakkan jenazah secara hati-hati dan dibaringkan diatas kain kafan yang sudah disiapkan.
  • Tutup bagian anggota badan tertentu dan semua lubang pada bagian tubuh, lalu selimutkan kain kafan selembar demi selembar dimulai dari yang paling atas.
  • Lalu ikat dengan tali yang telah disiapkan agar kain tidak lepas.

Lalu, untuk jenazah wanita maka tata caranya adalah:

  • Disunnahkan mengkafani jenazah perempuan dengan lima lapis kain, dimana tiga lapis untuk menutupi seluruh tubuh, satu sebagai kain basahan, dan satu sebagai kerudung di kepalanya.
  • Bentangkan dua kain kafan dan berikan wewangian di setiap lapisan kain tersebut, lalu letakkan jenazah diatasnya.
  • Letakkan kain sarung untuk basahan dibawahnya
  • Letakkan kain kafan sebagai kerudung
  • Letakkan jenazah pada kain kafan secara perlahan, jangan sampai menyakiti
  • Jenazah disedekapkan seperti posisi sholat. Tutup dengan kapas pada seluruh lubang pada tubuh.
  • Tutup jenazah dengan kain sarung di antara pusar sampai lututnya
  • Pasangkan baju kurung dan kerudungnya. Kepang rambut menjadi dua atau tiga bagian jika panjang.
  • Selimutkan seluruh tubuh jenazah dengan kain kafan selembar demi selembar dan ikat tali agar kain tidak lepas.

Baca juga: Inilah Tata Cara Mengkafani Jenazah yang Benar

3. Menyolatkan Jenazah

Tata cara dalam menyolatkan jenazah adalah seperti di bawah ini:

  • Niat
    • Niat sholat untuk jenazah laki-laki yakni: “Ushollii ‘alaa haadzal mayyiti arba’a takbirootin fardhol kifaayati ma’muuman lillaahi ta’aalaa.”
    • Niat sholat untuk jenazah perempuan yakni: “Ushollii ‘alaa haadzihill mayyitati arba’a takbirootin fardhol kifaayati ma’muuman lillaahi ta’aalaa.”
  • Berdiri bagi yang mampu
  • Membaca surat Al-Fatihah di takbir pertama
  • Membaca sholawat takbir kedua
  • Berdoa untuk jenazah di takbir ketiga
    • Untuk jenazah laki-laki: “Allahummaghfirlahu warhamhu wa ‘afihi wa ‘fu anhu wakrim nuzulahu wa wasi’ madkholahu wagsilhu bilma’i watsalju wal bardi wa naqqihi minadzunubi walkhotoyaya kama yunaqqi atssaubulabyadhu binaddanasi wa abdilhu daaron khoiron min daarihi, wahlan khayrun min ahlihi, wa zaujan khoyron min zaujihi waqihi fitnatalqobri wa ‘adzabi nnar.”
    • Untuk jenazah perempuan: “Allahummaghfirlaha warhamha wa’aafihaa wa’fu ‘anhaa wa akrim nuzulahaa wawassi’ mudkholahaa waghsilhaa bil maa-i wats tsalji wal barod. Wa naqqihaa minal khothooyaa kamaa naqqoitats tsaubal abyadho minad danas. Wa abdilhaa daaron khoiron min daarihaa wa ahlan khoiron min ahlihaa wa zaujan khoiron min zaujihaa wa adkhilhal jannata wa a’idzhaa min ‘adzaabin qobri au min ‘adzaabin naar.”
  • Doa kembali di takbir ke empat:
    • Doa untuk jenazah laki-laki: “Allahumma tahrimna Ajrahu walataftinna bakdahu.”
    • Doa untuk jenazah perempuan: “Allahumma la tahrimna uhroha waltaftina bakdahu.”
  • Salam

Baca juga: Tata Cara Mengubur Jenazah Muslim karena Corona

4. Menyegerakan Untuk Dikuburkan

Selanjutnya adalah untuk segera menguburkan jenazah.

  • Bila mayat yang dikubur berjenis kelamin perempuan, dianjurkan untuk membentangkan kain di atas kuburnya pada waktu dimasukkan ke liang kubur. Sedang, untuk mayat laki-laki tidak dianjurkan.
  • Letakkan jenazah di tepi lubang menghadap kiblat sambil membaca doa “Bismillâhi wa ‘alâ sunnati Rasûlullâhi shallallâhu ‘alaihi wa sallam.”
  • Buat bantalan untuk pipi jenazah.
  • Susun papan kayu atau yang semacamnya dengan posisi agak condong agar tidak langsung tertimpa tanah di atas jenazah.
  • Disunahkan untuk melepaskan tali-tali ikatan, mulai dari tali-tali di kepala hingga kakinya.

Itulah dia tata cara dalam mengurus jenazah menurut Islam. Semoga informasi ini bisa berguna nantinya. Apabila Anda membutuhkan bantuan dalam mencari tempat pemakaman sesuai dengan syariat Islam, maka Pemakaman Muslim Al-Azhar Memorial Garden Karawang bisa menjadi pilihan Anda. Kunjungi website kami sekarang juga.

Meninggal Kecelakaan Apakah Takdir Dalam Sudut Pandang Islam?

20 Oktober 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

Setiap makhluk hidup tidak terkecuali manusia saja pasti akan mengalami kematian. Kepastian akan kematian bagi manusia dapat datang tanpa kita sadari. Apalagi ada berbagai penyebab kematian dalam kehidupan manusia. Dimulai dari sakit hingga kecelakaan. Namun, jika dipikirkan lebih dalam, meninggal kecelakaan apakah takdir?

Meninggal karena kecelakaan memang tidak mungkin bisa diprediksi. Dalam aktivitas Anda sehari-hari, bahaya yang mengintai pasti selalu ada. Ketika Anda berkendara, sedang berjalan-jalan, hingga lainnya. Karena kecelakaan tidak pernah dapat diprediksi, maka banyak yang bertanya-tanya apakah meninggal karena hal ini merupakan salah satu takdir? Bukankah bisa dihindari? Mari mengetahui jawaban selengkapnya di sini.

Baca juga: Apakah Kematian Seseorang Adalah Bagian dari Takdir?

Menjawab Meninggal Kecelakaan Apakah Takdir

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, takdir adalah ketetapan Tuhan atau ketentuan Tuhan. Dari penjelasan ini saja sudah terlihat bahwa takdir memang merupakan ketentuan dari Allah. 

Jadi ketika memang ada kerabat dekat atau siapapun yang meninggal karena kecelakaan, berarti Allah sudah menentukan dan menetapkan kehidupannya seperti itu. Jalan hidupnya memang sudah ditakdirkan untuk meninggal dengan cara kecelakaan.

Memang selalu ada pemikiran bahwa dalam kasus kecelakaan yang merenggut nyawa sebenarnya bisa dihindari. Namun pada akhirnya, kita berbicara mengenai takdir yang memang sudah di luar kuasa manusia. Sebagai manusia, kita hanya bisa menerima takdir dan lanjut menjalani kehidupan ini.

Takdir yang harus kita terima memang tidak hanya berbicara mengenai kematian saja. Masih ada berbagai hal yang memang sudah jalan-Nya sehingga mau tidak mau, kita harus menerimanya. 

Apalagi ketika berbicara mengenai maut. Ada berbagai cara untuk bertemu dengan maut. Tidak hanya karena kecelakaan saja. Masih ada cara lain yang bisa datang, bahkan tanpa sebab sekalipun. Semua cara tersebut merupakan kuasa Allah yang membawa pada kematian. Allah SWT telah berfirman: “Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kemudian hanya kepada Kami kamu dikembalikan.” (QS al-‘Ankabut: 57).

Kemudian Rasulullah SAW telah menyampaikan sebuah hadis Qudsi yang berbunyi: “Wahai anak cucu Adam, kematian itu laksana pintu dan setiap manusia akan memasukinya.” Jadi kematian adalah sebuah kepastian yang tidak dapat dilepaskan dari seorang pun di dunia ini.

Baca juga: Hikmah Kematian

Kematian Dapat Menjemput Anda Kapan Saja

Kematian pasti menghampiri siapa saja, di mana pun dan kapan pun. Sungguh kita semua tidak bisa lari dari yang namanya kematian.

Suatu waktu Allah SWT berfirman: Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan” (QS al-Jumu’ah: 8).

Oleh karena itu, Anda harus mengimani takdir kematian dengan berbagai penyebab, termasuk kecelakaan karena hal ini sudah menjadi ketentuan Allah SWT. “Dan setiap umat mempunyai ajal (batas waktu). Apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan sesaat pun (QS al-A’raf: 34).

Jadi itulah penjelasan tentang meninggal kecelakaan apakah takdir yang dapat Anda pelajari. Semoga kita selalu mendapatkan kematian yang husnul khotimah dan terus mendekatkan diri pada-Nya selama masih diberikan waktu untuk hidup. Kematian yang tidak pernah bisa diprediksi membuat Anda membutuhkan bantuan kavling makam untuk mempersiapkan diri sejak dini. Taman Pemakaman Muslim Al Azhar Memorial Garden Karawang telah menyediakan taman pemakaman berdasarkan syariat Islam dan dikelola secara profesional.

Doa Ziarah Kubur Muslim

19 Oktober 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

Ziarah kubur merupakan amalan sunnah dan diajarkan dalam Islam. Sebelum mempelajari doa ziarah kubur, ketahui tujuan utama ziarah kubur.

Tujuan Ziarah Kubur

Pertama, tujuan yang manfaatnya kembali kepada orang yang berziarah. Bentuknya mengingatkan orang yang berziarah akan kematian dan kehidupan dunia yang fana. Bekal utama mereka adalah iman dan amal soleh.

Tujuan ini yang sering ditekankan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dalam hadis dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنِّي كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُورِ فَزُورُوهَا فَإِنَّهَا تُذَكِّرُكُمِ الْآخِرَةَ

”Dulu aku melarang kalian untuk ziarah kubur. Sekarang lakukanlah ziarah kubur, karena ziarah kubur mengingatkan kalian akan akhirat.” (HR. Ahmad 1236 dan dishahihkan oleh Syuaib al-Arnauth).

Dalam riwayat lain, beliau bersabda,

فَزُورُوَا الْقُبُورَ فَإِنَّهَا تُذَكّركُمُ الـمَوتَ

Lakukanlah ziarah kubur, karena ziarah kubur akan mengingatkan kalian tentang kematian.” (HR. Ibn Hibban 3169 dan sanadnya dinilai shahih oleh Syuaib al-Arnauth).

Kedua, tujuan yang manfaatnya kembali kepada mayit

Bentuknya adalah salam dari pengunjung dan doa kebaikan untuk mayit, serta seluruh penghuni kubur lainnya. Orang mati yang sudah tidak mampu menambah amal, dia sangat membutuhkan doa orang yang masih hidup.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengajarkan kepada kita doa ketika berziarah kubur. Teks doanya,

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ، وَيَرْحَمُ اللهُ الْمُسْتَقْدِمِينَ مِنَّا وَالْمُسْتَأْخِرِينَ، وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللهُ بِكُمْ لَلَاحِقُونَ أَسْأَلُ اللهَ لَنَا وَلَكُمُ الْعَافِيَةَ

ASSALAMU ’ALAIKUM AHLAD-DIYAAR MINAL MU’MINIINA WAL MUSLIMIIN. YARHAMULLOOHUL MUSTAQDIMIINA MINNAA WAL MUSTA’KHIRIIN.

WA INNA INSYAA ALLOOHU BIKUM LA-LAAHIQUUN

WA AS ALULLOOHA LANAA WALAKUMUL ‘AAFIYAH.

“Semoga keselamatan tercurah kepada kalian, wahai penghuni kubur, dari (golongan) orang-orang beriman dan orang-orang Islam, semoga Allah merahmati orang-orang yang mendahului kami dan orang-orang yang datang belakangan. Kami insya Allah akan menyusul kalian, saya meminta keselamatan untuk kami dan kalian.”

Hadis ini diajarkan kepada A’isyah radhiyallahu ‘anha, ketika beliau bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang doa yang dibaca pada saat ziarah kubur.

(HR. Ahmad 25855, Muslim 975, Ibnu Hibban 7110, dan yang lainnya).

Bisa juga dengan bacaan yang lebih ringkas,

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengunjungi kuburan. Kemudian beliau berdoa,

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنِينَ، وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللهُ بِكُمْ لَاحِقُونَ

“Keselamatan untuk kalian, wahai penghuni rumah kaum mukminin. Kami insyaaAllah akan menyusul kalian.” (HR. Muslim 249).

Baca juga: Adab dan Tata Cara Ziarah Kubur: Doa Ziarah Kubur Muslim

Tidak Dianjurkan Membaca al-Quran di Kuburan

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلا مِنْ ثَلاثَةٍ : إِلا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

“Jika seorang manusia mati maka terputuslah darinya amalnya kecuali dari tiga hal; dari sedekah jariyah atau ilmu yang diambil manfaatnya atau anak shalih yang mendoakannya.” (HR. Muslim 1631).

Imam an-Nawawi (w. 676 H) – salah satu ulama madzhab Syafiiyah – menjelaskan hadis ini, dengan mengatakan,

وَفِيهِ أَنَّ الدُّعَاء يَصِل ثَوَابه إِلَى الْمَيِّت , وَكَذَلِكَ الصَّدَقَة ….وَأَمَّا قِرَاءَة الْقُرْآن وَجَعْل ثَوَابهَا لِلْمَيِّتِ وَالصَّلاة عَنْهُ وَنَحْوهمَا فَمَذْهَب الشَّافِعِيّ وَالْجُمْهُور أَنَّهَا لا تَلْحَق الْمَيِّت

Dalam hadis ini terdapat dalil bahwa doa akan sampai pahalanya kepada mayit, demikian pula sedekah… sedangkan bacaan al-Quran, kemudian pahalanya dihadiahkan untuk mayit, atau shalat atas nama mayit, atau amal ibadah lainnya, menurut madzhab Imam as-Syafii dan mayoritas ulama, amalan ini tidak bisa diberikan kepada mayit. (Syarh Shahih Muslim, 11/85).

Baca juga: Cara dan Doa Ziarah Kubur ke Makam Orang Tua sesuai Amalan

Mendoakan Mayit Bisa Dimanapun

Seluruh orang yang telah meninggal, sangat membutuhkan doa baik dari mereka yang hidup, karena mayit tidak lagi mampu beramal.Karena itu, jangan sampai kita memiliki prinsip, hanya mendoakan keluarga yang telah meninggal jika kita ziarah kubur. Padahal, ziarah kubur tidak mungkin bisa sering kita lakukan. Umumnya orang hanya setahun sekali.

Untuk itu, penting dipahami bahwa mendoakan mayit bisa dilakukan kapanpun dan dimanapun. Anda tidak perlu bergantung kepada kuburan, ketika hendak mendoakan mayit. Anda bisa doakan keluarga yang telah meninggal, ketika di masjid, seusai shalat tahajud, atau ketika di tempat mustajab pada saat haji atau umrah.

Allah ajarkan prinsip mendoakan saudara kita yang telah meninggal, dalam firman-Nya,

وَالَّذِينَ جَاءُوا مِنْ بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshor), mereka berdoa: “Ya Rabb Kami, beri ampunlah Kami dan saudara-saudara Kami yang telah beriman lebih dulu dari Kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati Kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb Kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Hasyr: 10)

Jika kita renungkan, sejatinya adanya saling mendoakan antara yang hidup dan yang mati, merupakan bagian dari nikmat Allah kepada orang yang beriman. Karena ikatan iman, orang yang masih hidup bisa tetap memberikan doa kepada orang lain, meskipun dia sudah meninggal.

Baca juga: Adab dan Tata Cara Ziarah Kubur: Doa Ziarah Kubur Muslim

Tidak Boleh Mendoakan Orang Kafir yang Meninggal

Ketika Abu Thalib meninggal dunia, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sangat sedih. Sedih bukan karena ditinggal pamannya, tapi sedih karena sang paman mati dalam keadaan musyrik. Pamannya tidak bersedia mengucapkan laa ilaaha illallah.

Karena saking sedihnya, sampai beliau bersumpah untuk memohonkan ampunan bagi pamannya,

وَاللَّهِ لَأَسْتَغْفِرَنَّ لَكَ مَا لَمْ أُنْهَ عَنْكَ

”Demi Allah, aku akan memohonkan ampunan untukmu, selama aku tidak dilarang.” (HR. Bukhari 1360 & Muslim 24).

Karena peristiwa ini, Allah menurunkan teguran kepada beliau,

مَا كَانَ لِلنَّبِيِّ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَنْ يَسْتَغْفِرُوا لِلْمُشْرِكِينَ وَلَوْ كَانُوا أُولِي قُرْبَى مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُمْ أَصْحَابُ الْجَحِيمِ ( ) وَمَا كَانَ اسْتِغْفَارُ إِبْرَاهِيمَ لِأَبِيهِ إِلَّا عَنْ مَوْعِدَةٍ وَعَدَهَا إِيَّاهُ فَلَمَّا تَبَيَّنَ لَهُ أَنَّهُ عَدُوٌّ لِلَّهِ تَبَرَّأَ مِنْهُ إِنَّ إِبْرَاهِيمَ لَأَوَّاهٌ حَلِيمٌ

Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum Kerabat (Nya), sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik itu adalah penghuni neraka jahanam. ( ) Sementara permintaan ampun dari Ibrahim (kepada Allah) untuk bapaknya tidak lain hanyalah karena suatu janji yang telah diikrarkannya kepada bapaknya itu. Maka, tatkala jelas bagi Ibrahim bahwa bapaknya itu adalah musuh Allah, Maka Ibrahim berlepas diri dari padanya. Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang yang sangat lembut hatinya lagi Penyantun. (QS. At-Taubah: 113 – 114).

Nabi Ibrahim pernah mendoakan ayahnya dengan doa ampunan,

سَلَامٌ عَلَيْكَ سَأَسْتَغْفِرُ لَكَ رَبِّي إِنَّهُ كَانَ بِي حَفِيًّا

Berkata Ibrahim: “Semoga keselamatan dilimpahkan kepadamu, aku akan memintakan ampun bagimu kepada Tuhanku. Sesungguhnya Dia sangat baik kepadaku. (QS. Maryam: 47).

Itulah informasi mengenai doa ziarah kubur muslim dan semoga bermanfaat. Taman Pemakaman Muslim Al-Azhar Memorial Garden Karawang menyediakan layanan pemakaman, mulai dari penanganan jenazah, penyediaan lahan, hingga prosesi pemakaman yang khidmat. Juga menyediakan layanan untuk ziarah kubur.

Sumber:https://konsultasisyariah.com/20865-doa-ziarah-kubur.html

Yang Harus Dilakukan Saat Seseorang dalam Keadaan Sakaratul Maut

18 Oktober 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, sakaratul maut didefinisikan sebagai keadaan saat-saat menjelang kematian.

Islam sebagai agama yang lengkap ajarannya, memberikan kita beberapa tuntunan yang harus dilakukan saat kita menemani orang yang sedang dalam keadaan sakaratul maut.

Apa saja tuntunan Islam tersebut?

Alhamdulillah, Al Azhar Memorial Garden telah menyusun pembahasannya.

Namun, sebelum membahas hal tersebut, alangkah baiknya kita mengetahui terlebih dahulu seperti apa gambaran sakaratul maut menurut Islam.

Gambaran Sakaratul Maut Menurut Islam

Islam memberikan gambaran kepada kita bahwa keadaan menjelang kematian adalah peristiwa yang sangat menyakitkan. Gambaran ini bisa kita peroleh dari ungkapan Fathimah radhiyâllahu ‘anhâ saat menemani ayahnya menjelang wafat.

Dari Anas radhiyallâhu anhu, ia bercerita:

“Tatkala kondisi Nabi makin memburuk, Fathimah berkata: ‘Alangkah berat penderitaanmu wahai ayahku.’ Beliau lalu menjawab, ‘Tidak ada penderitaan atas ayahmu setelah hari ini.” (HR al-Bukhari)

Gambaran serupa bisa kita lihat dari ungkapan ‘Aisyah radhiyâllahu ‘anhâ:

“Aku tidak iri kepada siapa pun atas kemudahan kematiannya, sesudah aku melihat kepedihan kematian pada Rasulullah.” (HR al-Tirmidzi)

Fakta bahwa keadaan menjelang kematian adalah peristiwa yang sangat menyakitkan bahkan pernah disampaikan oleh Nabi Muhammad Shallallâhu ‘alaihi wasallam lewat sabdanya:

“Sakaratul maut itu sakitnya sama dengan tusukan tiga ratus pedang” (HR al-Tirmidzi)

“Kematian yang paling ringan ibarat sebatang pohon penuh duri yang menancap di selembar kain sutera. Apakah batang pohon duri itu dapat diambil tanpa membawa serta bagian kain sutera yang tersobek?” (HR al-Bukhari).

Baca juga: Perhatikan 6 Ciri-ciri Sakaratul Maut yang Baik Ini

Yang Harus Dilakukan Saat Menemani Orang yang Menghadapi Sakaratul Maut

Orang yang mengalami sakaratul maut berarti ia sedang mengalami peristiwa yang dahsyat. Dan Islam memberikan kepada kita beberapa tuntunan yang harus kita lakukan saat menemani orang yang sedang menghadapi keadaan menjelang kematian.

1. Men-talqîn (menuntun) dengan bacaan Lâ ilâha illallâh.

Dari Abu Hurairah radhiyallâhu ‘anhu, ia berkata, sesungguhnya Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:

لَقِّنُوْا مَوْتَاكُمْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله

“Tuntunlah orang yang akan meninggal di antara kalian dengan bacaan Lâ ilâha illallâh.” (HR Muslim)

Dari Mu’adz bin Jabal radhiyallâhu ‘anhu, Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ كَانَ آخِرُ كَلاَمِهِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ دَخَلَ الْجَنَّةَ

Barangsiapa yang akhir perkataannya Lâ ilâha illallâh, dia akan masuk surga. (HR al-Bukhari)

Apabila berbicara dengan ucapan yang lain setelah ditalqin, maka diulangi kembali, supaya akhir dari ucapannya di dunia kalimat tauhid.

2. Berdoa untuknya dan tidak berkata kecuali yang baik.

Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا حَضَرْتُمْ الْمَرِيضَ أَوْ الْمَيِّتَ فَقُولُوا خَيْرًا فَإِنَّ الْمَلَائِكَةَ يُؤَمِّنُونَ عَلَى مَا تَقُولُونَ

“Apabila kalian mendatangi orang sakit atau orang mati, maka janganlah berkata kecuali yang baik, karena sesungguhnya malaikat mengamini apa yang kalian ucapkan.” (HR Muslim).

Baca juga: Doa Sakaratul Maut dan Artinya

Penutup

Demikian yang harus kita lakukan saat menemani orang yang mengalami keadaan menjelang kematian menurut Islam. Wallâhu a’lam bi al-shawâb.

Mempersiapkan Makam Islam untuk Keluarga Muslim

17 Oktober 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

Rahasia umur ada digenggaman Allah SWT. Tidak ada seorang pun dapat mengetahui kapan ajal tiba. Ketika kematian datang mendadak, umumnya keluarga bingung kemana hendak memakamkan. Alangkah baiknya apabila sudah ada wasiat hendak dimakamkan dimana serta mempersiapkan makam yang akan diwasiatkan. Berikut ini tips untuk mempersiapkan makam islam untuk keluarga:

•    Persiapkanlah Makam Sebelum Wafat Berwasiat untuk dimakamkan ditempat tertentu juga dilakukan oleh Ustman Bin Affan RA, salah satu sahabat Rasulullah yang juga Khulafaur Rasyidin yang ketiga, dia termasuk kedalam Sholafus Shalih, yakni orang-orang salih pertama yang mendampingi perjuangan Nabi Muhammad SAW. Demikian halnya dengan Aisah RA, istri Rasulullah yang merupakan putri dari Abu Bakar RA, mewasiatkan untuk dimakamkan sebelum meninggal dunia.

•    Pilihlah Lahan Makam yang Memenuhi Syariat Pemakaman

Setelah kita mengetahui syariat pemakaman termasuk makna berziarah, hendaknya mulai memilih lahan makam yang memenuhi syariat pemakaman seperti :

•    Makam muslim tidak boleh bercampur dengan makam non muslim

•    Harus menghadap kiblat

•    Sederhana, hanya terdiri dari gundukan tanah, tidak dibangun apapun diatasnya

•    Kedalaman makam 1,5 m

•    Boleh meletakkan batu nisan sebagai penanda

•    Berdasarkan Fatwa MUI no 9 tahun 2014, membeli makam dimana terdapat unsur tabzir dan israf hukumnya haram*

*Tabzir   : Menggunakan/membelanjakan harta kepada hal yang tidak perlu, atau disebut juga boros

*Israf      : Suatu sifat jiwa yang memperturutkan keinginan yang melebihi semestinya

Serta memilih makam islam yang  memudahkan keluarga untuk berziarah dengan khidmat.

•    Mempersiapkan Makam Orangtua Agar Memudahkan untuk Berziarah

Agar amal bakti tidak terputus meski orangtua sudah meninggal dunia, persiapkan makam orangtua ditempat yang memudahkan Anda berziarah khusyuk dan khidmat. Pilih lahan pemakaman yang memungkinkan Anda untuk berdoa dan bertafakur tanpa gangguan. Ajarkan kepada anak-anak Anda kebiasaan ziarah kubur sebagai salah satu tradisi keluarga dengan mengajak mereka berziarah ke makam orangtua Anda

•    Pilih Makam yang Bebas Biaya Sewa Tahunan dan Biaya Perawatan Harian

Untuk memudahkan perawatan makam serta agar makam tidak ditumpuk hanya karena Anda lupa membayar biaya sewa makam tahunan, baiknya Anda membeli makam yang bersertifikat dengan biaya perawatan sepanjang masa.

•    Hindari Tabzir dan Israf dalam Pemakaman dengan Berkonsultasi dengan Ahlinya

Membeli makam sesuai dengan fungsi dan kemampuan Anda, akan membuat Anda terhindar dari tabzir dan israf. Diskusikan dengan ulama atau mereka yang mengetahui mengenai takaran tabzir dan israf sebelum Anda memutuskan membeli makam.

Baca juga: Pemakaman Muslim yang Bersih Membuat Ziarah Menjadi Lebih khusyuk

Pemakaman Islam Al Azhar Memorial Garden Karawang Taman Pemakaman Muslim 14
Pemakaman Islam Al Azhar Memorial Garden Karawang Taman Pemakaman Muslim

Orang Sakit Menurut Islam Wajib Melakukan 6 Hal ini

16 Oktober 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

Taman Pemakaman Islam Al Azhar Memorial Garden kali ini membahas tentang 6 hal yang harus dilakukan oleh orang sakit menurut Islam. Apa saja keenam hal tersebut?

1. Rela terhadap qadha dan qadar Allah, sabar dan berprasangka baik kepada-Nya.

2. Orang sakit boleh berobat dengan sesuatu yang mubah, dan tidak boleh berobat dengan sesuatu yang haram, atau berobat dengan sesuatu yang merusak akidah seperti datang kepada dukun, tukang sihir, atau ke tempat lainnya.

orang sakit harus berobat

Dari Abu Hurairah radhiyallâhu ‘anhu, dari Nabi Shallallâhu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda:

مَا أَنْزَلَ اللهُ دَاءً إِلاَّ أَنْزَلَ لَهُ شِفَاءً”.أخرجه البخاري

“Allah tidak menurunkan suatu penyakit, kecuali Allah turunkan juga obatnya.” (HR al-Bukhari)

Dalam riwayat lain, beliau Shallallâhu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِنَّ اللهَ خَلَقَ الدَّاءَ وَالدَّوَاءَ فَتَدَاوَوْا وَلاَ تَدَاوَوْا بِحَرَامٍ

“Sesungguhnya Allah menciptakan penyakit dan obatnya, maka berobatlah kalian, dan janganlah kalian berobat dengan sesuatu yang haram.” (Dikeluarkan al-Haitsami dalam kitab Majma’ al-Zawâ’id).

3. Orang sakit, apabila sakitnya bertambah parah, maka ia tidak boleh mengharapkan kematian.

Orang sakit tidak boleh mengharapkan kematian

Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wasallam bersabda:

لَا يَتَمَنَّى أَحَدُكُمْ الْمَوْتَ وَلَا يَدْعُ بِهِ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَهُ إِنَّهُ إِذَا مَاتَ أَحَدُكُمْ انْقَطَعَ عَمَلُهُ.

“Janganlah salah seorang di antara kalian mengharapkan kematian, dan janganlah meminta kematian sebelum datang waktunya. Apabila seorang di antara kalian meninggal, maka terputuslah amalnya.” (HR Muslim)

Baca juga: Apakah Kematian Seseorang Adalah Bagian dari Takdir?

4. Hendaknya seorang muslim berada di antara khauf (rasa takut) dan raja’ (harap).

Diriwayatkan dari Anas radhiyallâhu ‘anhu, bahwasanya Nabi Shallallâhu ‘alaihi wasallam mendatangi seorang pemuda yang dalam keadaan sakaratul maut, kemudian beliau bertanya:

“Bagaimana engkau menjumpai dirimu?” Dia menjawab: “Wahai, Rasulullah! Demi Allah, aku hanya berharap kepada Allah, dan aku takut akan dosa-dosaku.” Kemudian Rasulullah bersabda:

لَا يَجْتَمِعَانِ فِي قَلْبِ عَبْدٍ فِي مِثْلِ هَذَا الْمَوْطِنِ إِلَّا أَعْطَاهُ اللَّهُ مَا يَرْجُو وَآمَنَهُ مِمَّا يَخَافُ

“Tidaklah berkumpul dua hal ini (yaitu khauf dan raja’) di dalam hati seseorang, dalam kondisi seperti ini, kecuali pasti Allah wujudkan harapkannya dan Allah berikan ia rasa aman dari apa yang ia takutkan.” (HR al-Tirmidzi)

5. Wajib baginya untuk mengembalikan hak dan harta titipan orang lain, atau dia juga meminta haknya dari orang lain. Kalau tidak memungkinkan, hendaknya memberikan wasiat untuk dilunasi hutangnya, atau dibayarkan kafarah atau zakatnya.

6. Orang sakit hendaknya segera untuk berwasiat sebelum datang tanda-tanda kematian.

Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَا حَقُّ امْرِئٍ مُسْلِمٍ لَهُ شَيْءٌ يُوصِي فِيهِ يَبِيتُ لَيْلَتَيْنِ إِلَّا وَوَصِيَّتُهُ مَكْتُوبَةٌ عِنْدَهُ

“Tidak sepatutnya bagi seorang muslim yang masih memiliki sesuatu yang akan diwasiatkan untuk tidur dua malam kecuali wasiatnya sudah tertulis di dekatnya.” (HR al-Bukhari)

Apabila hendak berwasiat yang berkaitan dengan hartanya, maka ia tidak boleh berwasiat lebih banyak dari sepertiga hartanya. Dan hartanya tidak boleh diwasiatkan kepada ahli waris. Tidak diperbolehkan pula untuk merugikan orang lain dengan wasiatnya, dengan tujuan untuk menghalangi bagian dari salah satu ahli waris, atau melebihkan bagian seorang ahli waris daripada yang lain.

Baca juga: Yang Harus Dilakukan Saat Seseorang dalam Keadaan Sakaratul Maut

Penutup

Demikian 6 hal yang harus dilakukan oleh orang sakit menurut Islam. Wallâhu a’lam bi al-shawâb.

Pengertian Menguburkan Jenazah Muslim dalam Islam

15 Oktober 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di Menguburkan Jenazah Muslim

Pengertian dan Proses terhadap Jenazah

Jenazah berasal dari bahasa Arab yaitu   (جن ذح) yang berarti tubuh mayat dan kata جن ذ  yang berarti menutupi. Secara umum kata jenazah memiliki arti tubuh mayat yang tertutup. Secara umum pengertian menguburkan jenazah adalah proses yang dilalui mulai dari pembersihan mayat hingga ia dimasukkan ke dalam kubur atau liang lahat.

Untuk menyelenggarakan penguburan jenazah sifatnya fardhu kifayah sehingga dapat dilakukan sebagian dari kaum muslimin (tidak wajib secara keseluruhan asalkan ada perwakilan kaum muslimin). Namun bagi kaum muslimin yang berada di sekitar rumah jenazah maka sangat dianjurkan untuk ikut dalam proses.

Sebelum melakukan penyelenggaraan jenazah maka ada beberapa hal yang perlu dilakukan oleh panitia. Hal tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Memejamkan mata mayit dan mendoakan agar diampuni seluruh dosa mayit
  2. Melemaskan tangan dan disedekapkan ke dada
  3. Meluruskan kaki mayit
  4. Mengatupkan rahang mayit dan mengikatnya dari ujung kepala hingga ke dagu agar mulut tida menganga
  5. Meletakkan jenazah ke arah utaea dan badan diselimuti kain
  6. Memberikan informasi kematiannya kepada kerabat dan keluarga
  7. Melunasi hutang-hutang jika ia memiliki hutang
  8. Segera menyiapkannya bersama orang-orang terdekat.

Penyelenggaraan Penguburan Jenazah

Untuk menyelenggarakan penguburan jenazah ada beberapa hal yang perlu dilakukan. Hal ini tentu sebagaimana yang disyariatkan oleh islam. Berikut adalah proses penyelenggaraan jenazah yang harus dilakukan oleh panitia terkait.

1. Memandikan Jenazah

Memnadikan jenazah adalah proses awal untuk membersihkan mayat sebelum ia di shalatkan dan dikuburkan. Mayat beragama islam wajib untuk dimandikan terlebih dahulu dan disucikan. Proses ini yaitu dengan mengalirkan air bersih ke seluruh tubuhnya walaupun jika mayit perempuan sedang haid atau setelah junub. Proses ini tentu dilakukan oleh orang yang masih hidup dan digunakan sabun atau wangi-wangian dengan cara yang lemah lembut.

Proses ini dimulai dengan menyediakan air yang suci dan perlengkapan mandi sebagaimana seorang yang hidup akan mandi. Tempat untuk memandikan adalah tempat yang tertutup dan yang memandikan adalah orang yang memang akan berkepentingan untuk memandikan saja. Selain itu disiapkan pula kain kafan untuk mengkafani mayit setelah dimandikan. Untuk proses memandikan jenazah maka diusahakan adalah orang-orang terdekat atau keluarga terdekat jenazah. Jika jenazah adalah laki-laki maka dimandikan oleh laki-laki begitupun jika perempuan maka dimandikan oleh perempuan. Diperbolehkan berbeda jenis jika yang memandikan adalah istri/suaminya.

Dalam memandikan jenazah juga perlu diperhatikan agar yang memandikan untuk melepas segala pakaian yang melekat, melepas seluruh perhiasan, membersihkan rongga mulut, kuku, dan semua tubuh dari najis baru memandikan dengan membersihkan anggota badan dan anggota wudhu. Dalam membersihkan maka dimulai dari bagian kanan.

Baca juga: Tata Cara Memandikan Jenazah Menurut Islam (+ Video)

2. Mengkafani Jenazah

Proses mengkafani jenazah adalah membalut seluruh tubuh dengan kain kafan. Bagi kaum laki-laki yang sudah sunat dikafani dengan tiga lapis kain putih dan mayat perempuat sunat dengan lima lapis kain yang terdiri dari sehelai kain sarung, selendang serta dua helai kain untuk membalut mayit.

Sebelum dimulai mengkafani maka dimulai dengan menutup dulu dinding agar tidak dilihat yang bukan muhrim. Setelah itu, meletakkan kain kaffan pada urutan paling bawah yang diberikan wangi-wangian dan kapur barus. Bagi jenazah yang memiliki rambut panjang maka rambut tersebut dikepang jika memungkinkan. Bagi perempuan maka dipakikan lima lapis yaitu kerudung, baju kurung, kain basah penutup aurat dan dua lembar kain penutup yang rapi dan diikat dengan simpul di kiri. Jika sudah selesai, maka dipaikan kain kafan yang digulung ke seluruh tubuh dan menutup wajah hingga seluruh keluarga jenazah melihat mayit.

Baca juga: Inilah Tata Cara Mengkafani Jenazah yang Benar

3. Melakukan Shalat Jenazah

Dalam proses melakukan shalat jenazah maka ada hal hal yang dilakukan. Diantaranya adalah meletakkan terlebih dahulu jenazah menghadap kiblat. Posisi jenazah berada di depan orang yang mensalatkannya dan kepala jenzah di sebelah kanan dan kaki sebelah kiri imam. Jika jenazah adalah laki-laki maka berdiri sejajar dengan dada jenazah dan apabila jenazahnya perempuan maka imam berdiri sejajar dengan pinggang jenazah. Baru setelah itu melakukan ritual shalat jenazah.

Urutan shalat jenazah adalah sebagai berikut:

  • Membaca niat
  • Takbir pertama lalu membaca surat Al Fatihah
  • Takbir kedua lalu membaca shalawat Nabi
  • Takbir Kediga, membaca doa shalat jenazah

Selesai itu maka baru dilaksanakan penguburan jenazah. Selain itu bagi keluarga yang ditinggalkan juga perlu mengetahui hukum mengenai Hukum ziarah kubur dalam islam , Shalat Jenazah,  dan Adab Ziarah Kubur.  Agar bisa mempersiapkannya kelak akan dilaksanakan.

Baca juga: Tata Cara Sholat Jenazah Muslim

4. Melakukan Penguburan Jenazah

Setelah semuanya dilakukan maka terakhir adalah membawa jenazah dan menguburkannya di kuburan. Hal ini adalah proses terakhir dimana keluarga dapat melihat jenazah. Dan tentu doa masih bisa diberikan dan dipanjatkan kepada Allah SWT untuk jenazah.

Itulah dia pengertian menguburkan jenazah serta hukum dan langkah-langkahnya. Semoga dengan mengetahui pengertian menguburkan jenazah, Anda dapat melaksanakan kegiatan satu ini dengan lebih baik dan sesuai dengan aturan yang ada dalam Islam.

Source: https://dalamislam.com/dasar-islam/pengertian-menguburkan-jenazah

Apakah Kematian Seseorang Adalah Bagian dari Takdir?

14 Oktober 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

Jika mendengar kata tadi, apa yang ada di pikiran Anda? Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), takdir memiliki arti ketetapan Tuhan; ketentuan Tuhan; nasib. Dari segi penjelasannya saja, sudah jelas takdir berhubungan dengan kuasa Tuhan di dalam menentukan jalan hidup setiap umat-Nya, termasuk kematian. Apakah kematian seseorang adalah bagian dari takdir?

Kematian memang menjadi suatu hal yang menjadi kepastian di dalam kehidupan kita sebagai manusia. Bahkan tidak ada hal yang pasti selain kematian. 

Kematian menjadi tahap akhir kehidupan manusia di dunia. Namun tidak berhenti di situ saja. Roh Anda yang sudah berpisah dengan tubuh akan menjalani kehidupan lainnya di alam barzah. Mari mengenal tentang takdir kematian seseorang di sini.

Baca juga: Mempersiapkan Diri Untuk Apa yang Terjadi Setelah Kematian Menurut Islam

Mengenal Kematian Seseorang Adalah Bagian dari Takdir

Dari segi penjelasan tentang takdir, maka sudah jelas ketika dieratkan dengan kematian, itu semua adalah ketentuan Tuhan yang tidak mungkin kita ganggu gugat sebagai manusia biasa. Jalan hidup seperti itu sudah ditakdirkan sejak awal. Jadi kita hanya menunggu waktu untuk dipanggil dengan berbagai cara. 

Kematian memang selalu dikelilingi dengan kesedihan. Bahkan ketika kematian tersebut disebabkan oleh hal-hal seperti kecelakaan, menjadi tragedi tersendiri. Ketika berbicara mengenai soal kematian, ada berbagai cara yang bisa terjadi. Semua cara tersebut adalah kuasa Allah yang membawa pada kematian. Allah SWT telah berfirman: “Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kemudian hanya kepada Kami kamu dikembalikan.” (QS al-‘Ankabut: 57).

Selain itu, Rasulullah SAW sudah menyampaikan hadis Qudsi yang berbunyi: “Wahai anak cucu Adam, kematian itu laksana pintu dan setiap manusia akan memasukinya.” Dari hadis ini, seluruh umat manusia akan merasakan kematian yang pasti. 

Baca juga: Meninggal Kecelakaan Apakah Takdir Dalam Sudut Pandang Islam?

Cara Kematian Seseorang

Setiap orang memiliki takdir cara kematian yang berbeda-beda. Ketika Anda ditinggalkan oleh orang tersayang, pasti rasanya sangat menyakitkan. Apapun cara kematiannya, pasti membawa rasa sakit yang sama. 

Inilah mengapa kata “tragis” tidak pernah bisa lebih dari kematian. Bahkan tidak dapat dimungkiri bahwa ada saja kematian yang malah disambut dengan gembira oleh orang lain. Sungguh sebuah respon yang menyedihkan dan tragis secara bersamaan.

Kematian menghampiri seluruh umat manusia tidak akan pernah bisa dihindari. Suatu saat Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan” (QS al-Jumu’ah: 8).

Pada akhirnya, sebagai umat Islam, Anda harus mengimani takdir kematian dengan berbagai cara. Apapun itu caranya, semua sudah menjadi ketentuan dari Allah SWT: “Dan setiap umat mempunyai ajal (batas waktu). Apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan sesaat pun (QS al-A’raf: 34).

Nilai nyawa setiap manusia memiliki nilai setara di dunia. Anda jangan sampai menjadikan hidup sebagai tugas untuk dijemput kematian saja. Sebaiknya tetap harus memperhatikan bagaimana gaya hidup Anda untuk terus semakin dekat dengan-Nya. Lakukan berbagai hal positif, seperti mengamalkan isi Al-Qur’an, selalu berdoa, beriman kepada Allah SWT.

Baca juga: 4 Amalan Penyelamat Siksa Kubur Yang Dapat Membantumu

Jadi itulah penjelasan tentang kematian seseorang adalah bagian dari tadi. Semoga kita selalu mendapatkan kematian yang husnul khotimah. Kematian yang tidak pernah bisa diprediksi membuat Anda membutuhkan bantuan kavling makam untuk mempersiapkan diri sejak dini. Pemakaman Muslim Al Azhar Memorial Garden Kuburan Karwang telah menyediakan taman pemakaman berdasarkan syariat Islam dan dikelola secara profesional.

Memikirkan Makna Hidup Ketika Mengunjungi Pemakaman Islam

13 Oktober 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

Sebagai manusia, rumah masa depan kita adalah kuburan alias pemakaman. Kalau berbicara tentang pemakaman pasti yang terpikir adalah suasana yang seram, sunyi, penuh pepohonan dan aneka bentuk liang lahat itu sendiri. Ternyata, ada pemakaman yang sesuai syariat islam dan tempatnya cukup nyaman tertata rapi.

Beberapa waktu lalu saya di undang oleh Republika Online untuk berkunjung ke Al-Azhar Memorial Garden yang berada di Karawang, Jawa Barat. Dari Jakarta menuju kesana cukup memakan waktu 2 jam saja. Kalau dengar kata Al-Azhar mungkin sudah tak asing lagi di telinga sebagian banyak orang termasuk saya sendiri yang kebetulan rumah saya dekat dengan Sekolah Al-Azhar Bintaro.

Yang saya tahu kalau Al-Azhar itu hanya Yayasan di bidang pendidikan dan wakaf saja tapi ternyata Al-Azhar juga memiliki Pemakaman yang di namakan Al-Azhar Memorial Garden, mau tahu lebih lengkap tentang taman pemakaman ini? Berikut ini ulasannya:

Setelah keluar Tol Karawang timur kita melewati jalan yang banyak sekali hilir mudik aneka truk kontainer karena seperti yang kita ketahui Karawang itu merupakan daerah industri jadi banyak pabrik yang ada disana. Tak jauh dari keluar tol terlihat gerbang dengan tulisan Al-Azhar Memorial Garden. Dari melihat gerbang yang terlihat megah mungkin banyak yang berfikir mewahnya area pemakaman ini.

Baca juga: Seperti Apa Kehidupan di Alam Kubur?

Al-Azhar memberikan layanan Pendidikan seperti TK, SD, SMP, SMA dan Universitas. Al-Azhar juga melayani sosial amil dan zakat juga pengurusan jenazah. Seiring berjalanya waktu ketika para pengurus meninggal banyak yang tidak memiliki tempat atau sulit dan yang akhirnya di buatlah Al-Azhar Memorial Garden ini.

Sebagai muslim juga tentunya kita menginginkan pemakaman yang sesuai syariat Islam bukan hanya asal di makamkan saja. Bagaimanapun juga kita adalah khalifah yang walaupun sudah meninggal juga masih sebagai khalifah. Syariat pemakaman dalam Islam ditujukan untuk memperlakukan jenazah dengan hormat.

Al Azhar Memotial Garden juga memiliki layanan prosesi pemakaman syariah yaitu menangani prosesi pemakaman, mulai dari rumah duka hingga ke Al-Azhar Memorial Garden dan pemindahan makam, dari makam lama ke Al-Azhar Memorial Garden.

Baca juga: Mempersiapkan Diri Untuk Apa yang Terjadi Setelah Kematian Menurut Islam

Berkunjung Al-Azhar Memorial Garden membuat saya terus termenung memikirkan segala amal perbuatan saya yang saya pikir belum cukup untuk bekal ketika saya mati nanti. Berfikir juga apa nanti ketika saya meninggal saya akan di makamkan dengan syariat Islam atau tidak ya oleh orang-orang terkasih saya yang masih hidup?

Adab dan Tata Cara Ziarah Kubur: Doa Ziarah Kubur Muslim

12 Oktober 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

Bagaimana adab dan tata cara doa ziarah kubur muslim? Simak ulasan dari Taman Pemakaman Islam Al-Azhar Memorial Garden berikut.

Adab dan Tata Cara Ziarah Kubur

1. Berwudu.

Sebelum berziarah kubur, ambillah air dan berwudu. Perkara ini adalah hal yang disunnahkan.

2. Mengucapkan salam kepada ahli kubur.

Jika ingin memasuki area pemakaman, maka ucapkan salam:

Assalamu’alaikum ahlad diyaar minal mukminiina wal musliminn.”

Artinya: “Semoga keselamatan tercurah kepada kalian, wahai penghuni kubur, dari golongan orang beriman, dan orang-orang Islam”.

Kemudian lanjutkan dengan doa, yang bacaannya:

Yarhamulloohul mustaqdimiina minnaa wal musta’khiriin. Wa inna insyaa alloohu bikum la laahiquun wa as alullooha lanaa walakumul ‘aafiyah“.

Artinya: “Semoga Allah merahmati orang-orang yang mendahului kami dan orang-orang yang datang belakangan. Kami insyaallah akan menyusul kalian, saya meminta keselamatan untuk kami dan kalian”

Baca juga: Cara dan Doa Ziarah Kubur ke Makam Orang Tua sesuai Amalan

3. Berdoa untuk almarhum dan berzikir dengan posisi menghadap ke kiblat.

Dzikir dengan membaca istighfar sebanyak tiga kali, membaca surat Al Fatihah, membaca surat al Ikhlas tiga kali, membaca surat Al Falaq, membaca surat An Nas, dan membaca tahlil tiga puluh kali.

4. Mengirim doa.

Setelah berdzikir, maka dilanjutkan dengan doa ziarah kubur, bacaannya: 

Audzubillahi minasyaithoonir rojim. Bismillahirrohmanirrohim. Alhamdulillahi robbil ‘alamin, hamdan syakiriin, hamdannaa’imin, hamdan yuwaafiini’amahu wayukaafii mazidah, yaa robbanaa lakal hamdu kamaa yanbaghi lijalali wajhika wa’adzimi sultonik, allohumma shoolli wasalim ‘ala muhammad wa’ala alii muhammad.

Allahhumma taqobal wa ausil sawaaaba maa qoro, nahu minal qur’anil ‘adzim, wa maa halalna wa maa sabahna wamastaghfarnaa wamaa sholaina ‘atsayyidina muhammad sollallohu’alaihi wasallam, hadiyatan wasilatan, warohmatan najilatan wa barokatan samilatan ilaa hadoroti habibina wasafi’ina waquroti a’ayuninaa sayyidina wamaulanaa muhammadin sollallohu ‘alaihi wa sallam, wa ila jami’ii ikhwanihi minal anbiyaai walmursaliina wal auliyaai, wassuhadai, wassolihina, wassohabati wattabi’ina wal’ulamail ‘alimina wal mushonnafiinal mukhlisiina wa jami’il mujaa-hidiina fi sabilillahi robbil ‘alaminn, wal malaikatil muqorrobina khusushan ila sayyidina syaih abdul qodir zailanii.

Summa ilaa jami’i ahlil qubur, minal muslimiina wal muslimati, wal mu miniina wal mu minaati, min masaarikil ardhi ila magooribiha barriha wabahriha khusushan ila aabaaina wa ummahaa tiinaa, wa ajdaadina, wanakhussu khusushan manijtam’anaa hahunaa bisababihi waliajlihi.

Allahhummaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fu anhu wa akrim nujulahu wawasi’ madholahu, waghsilhu bilmai wassalji wal barodi wanaqihi minal khotooya, kama yunaqqo saubul abyadu minaddannasi wa abdilhu, darron khoiron min daarihi wa ahlan khoiron min ahlihi wa jaujan khoiron min jauzihi wa adhilhul jannata wa ‘aidhu min ‘adzabil qobri wa fitnatihi wa min ‘adzabinnar, allohhumaghfir lihayyina wa mayyitina wa sahhidiina wa ghoniina washogiirona wa kaabirona wadakirona wa ansana, allohumma man ahyaitahu minna fa ahyihi ‘alal islami wa man tawafaitahu minna fatawafahu alal iiman allohumma la tuhrimna azrohu wa laa tudillanaa ba’dahu birohmatikayaa arhamarroohimiin, wal hamdu lillahi robbil ‘aalamiin.”

Artinya:

“Aku berlindung kepada Allah dari godaan syaitan yang terkutuk. Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala Puji bagi Allah penguasa alam semesta, sebagaimana orang-orang yang bersyukur dan orang-orang yang mendapat banyak kenikmatan memujiNya. Dengan pujian yang sepadan dan nikmatNya dan memungkinkan pertambahannya. Wahai Tuhan kami, pujian hanya untuk Mu, sebagaimana yang layak akan kemuliaan Dzat Mu dan keagungan kuasa Mu. Ya Allah limpahkan kesejahteraan dan keselamatan kepada Nabi Muhammad dan kepada keluarga beliau.

Ya Allah terimalah dan sampaikan pahala Al Quran yang kami baca, tahlil kami, tasbih kami, istighfar kami dan shalawat kami kepada Nabi Muhammad sebagai hadiah yang menjadi penyambung. Sebagai rahmat yang turun dan sebagai berkah yang menyebar kepada kekasih kami, penolong kami dan buah hati kami, pemuka dan pemimpin kamiyaitu Nabi Muhammad SAW, juga kepada seluruh kawan-kawan beliau dari kalangan para Nabi dan Rasul, para wali, para syuhada’, orang-orang shalih, para sahabat, para tabi’in, para ulama yang mengamalkan ilmunya, para pengarang yang ikhlas dan orang-orang yang berjihad di jalan Allah Tuhan semesta alam, serta para malaikat yang selalu beribadah, khususnya ditujukan kepada Syekh Abdul Qadir Jailani.

Baca juga: Apakah Orang yang Sudah Meninggal Bisa Mendengar Doa Kita?

Kemudian kepada seluruh penghuni kubur dari kalangan orang-orang islam laki-laki dan perempuan, orang mukmin laki-laki dan perempuan, dari belahan bumi timur dan barat, di laut dan di darat, terutama kepada bapak-bapak dan ibu-ibu kami, kakek dan nenek kami, lebih utamakan lagi kepada orang yang menyebabkan kami berkumpul di sini.

Ya Allah, ampunilah, rahmatilah, bebaskanlah dan lepaskan dia. Mulikanlah tempat tinggalnya dan luaskanlah. Muliaknlah tempat tinggalnya, luaskanlah jalan masuknya, cucilah dia dengan air jernih dan sejuk. Bersihkanlah dia dari segala kesalahan bagaikan abju putih yang bersih dari kotoran, dan gantilah rumahnya dengan rumah yang lebih baik daripada yang ditinggalkannya, dan keluarga yang lebih baik dari yang ditinggalkannya, serta suami/istri yang lebih baik dari yang ditinggalkannya pula. Masukkanlah dia ke dalam surga dan lindungilah dia dari siksa kubur dan fitnahnya serta siksa api neraka. Ya Allah berikanlah ampun bagi kami yang masih hidup, dan kami yang telah meninggal dunia, kami yang hadir, kami yang ghoib, kami yang kecil, kami yang dewasa, kami yang pria atau wanita. Ya Allah siapapun yang Egnkau hidupkan dari kami maka hidupkanlah dalam keadaan iman. Ya Allah janganlah Engkau menghalangi kami akan pahal beramal kepadanya. dan janganlah Engkau menyesatkan kami sepeninggalannya dengan mendapat rahmat Mu Yang Maha Pengasih. Segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam”

Baca juga: Hukum Ziarah Kubur bagi Perempuan yang sedang Haid

5. Tidak melakukan hal yang dilarang pada saat di kuburan.

Ada beberapa larangan yang tidak diperbolehkan saat berada di pemakaman. Dalam suatu hadits yang diriwayatkan oleh Muslim: “Janganlah kalian sholat (berdoa) kepada kuburan dan janganlah kalian duduk di atasnya”.

Kemudian dalam hadits lain disebutkan “Rasulullah SAW melarang dari memberi kapur pada kubur, duduk di atas kubur dan mendirikan bangunan di atas kubur”.

Itulah tata cara doa ziarah kubur muslim yang dapat Anda praktekkan. Untuk kesempurnaan ziarah, Anda bisa mengikuti panduan yang telah diberikan di atas.

Sumber:https://www.brilio.net/creator/tata-cara-ziarah-kubur-sesuai-sunnah-lengkap-dengan-doanya-56228f.html

Doa Menguburkan Jenazah Muslim

11 Oktober 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di doa menguburkan jenazah muslim

Bagaimana doa dan tata cara menguburkan jenazah muslim? Simak ulasan berikut.

Menyiapkan Lubang Kubur.

Tentu sebelum menguburkan jenazah, kita perlu mempersiapkan liang kubur yang layak untuk si mayit. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mempersiapkan lubang kubur.

1. Bentuk lubang kubur.

Dilansir dari dream.co.id, disebutkan bahwa jika tanahnya keras, disarankan untuk membuat liang lahat dalam lubang kubur. Yang dimaksud liang lahat di sini adalah lubang yang dibuat di dinding kubur sebelah kiblat yang mana cukup ukurannya untuk menaruh mayit.

Jenazah diletakkan di liang tersebut lalu ditutup dengan batu pipih kemudian diurug dengan tanah. Tetapi di Indonesia, umumnya orang-orang menggunakan papan kayu sebagai pengganti batu pipih agar tanahnya tidak runtuh mengenai jenazah.

Tetapi apabila tanahnya adalah tanah gembur, disunahkan untuk membuat semacam lubang lagi di dasar kubur seukuran yang bisa menampung jenazah. Jenazah diletakkan di lubang tersebut lalu di bagian atasnya ditutup dengan batu pipih atau papan kayu lalu diurug dengan tanah.

Baca juga: Pengertian Menguburkan Jenazah Muslim dalam Islam

2. Lubang kubur harus dalam.

Untuk kedalaman lubang kubur harus setinggi orang berdiri dengan tangan melambai ke atas. Sedangkan untuk lebarnya seukuruan satu hasta atau dzira lebih satu jengkal atau kurang lebih sekitar 50 cm.

Lubang kubur digali pada tanah yang kuat dan dalam agar saat jenazah mengalami pembusukan tidak tercium baunya dan aman dari gangguan hewan pemakan bangkai. Hal itu juga dilakukan untuk tetap aman dari tanah longsor.

3. Dikubur di pemakaman Muslim.

Sebaiknya secara ideal, jenazah yang beragama muslim dikuburkan di pemakaman yang khusus untuk muslim. Tetapi jika tidak terdapat pemakaman muslim dan harus dikuburkan secara segera, maka bisa dikuburkan di pemakaman umum asalkan sesuai dengan tata cara mengubur jenazah menurut Islam.

Waktu menguburkan jenazah.

Meski terlihat sepele, dalam waktu penguburan jenazah perlu untuk diperhatikan karena dapat berdampak bagi proses pemakaman dan ketersediaan panitia penguburan. Beberapa waktu yang sebaiknya kita hindari ketika akan menguburkan jenazah:

– Saat matahari berada di tengah-tengah

– Saat matahari hampir terbenam atau benar-benar terbenam

– Saat matahari terbit sampai naik

Baca juga: Syariat Islam: Tata cara menguburkan jenazah Muslim

Adab membawa dan mengiringi jenazah ke kuburan.

Berikut ini adalah hal-hal yang harus diperhatikan dalam membawa dan mengiringi jenazah ke pemakaman:

1. Mengiringi jenazah dengan khusyuk.

Ketika mengiringi jenazah ke kuburan hendaknya dilakukan dengan sungguh-sungguh atau khusyuk. Karena ini adalah saat terakhir bagi keluarga, kerabat, teman mendampingi jenazah ke tempat peristirahatan terakhirnya. Maka dari itu, ketika masih diliputi kesedihan rasa kehilangan hendaknya dilakukan dengan kesungguhan hati dan tidak diselingi dengan bercanda.

2. Posisi pengiring jenazah.

Bagi pengiring jenazah yang berjalan kaki posisinya di sekitar keranda mayit, sementara yang menggunakan kendaraan berada di belakang iringan jenazah yang berjalan kaki. Jika kendaraan ingin lewat, dahulukan iringan jenazah.

Baca juga: Doa Menguburkan Jenazah Muslim

3. Saat memasuki kuburan.

Saat masuk ke dalam kuburan, pengiring jenazah tidak dianjurkan untuk duduk sebelum jenazah diturunkan dari pundak yang membawanya. Selain itu, sebelum masuk ke pemakaman dianjurkan untuk mengucapkan salam yang diajarkan oleh Rasulullah SAW sebagai berikut:

“Assalamu alaikum ya ahlad diyar minal mukminin wa muslimin, wa inna insya Allahu bikum la hiquuna, nasalullahi lana walakumul ‘aafiyah.”

Artinya: “Semoga keselamatan tercurah kepada kalian, wahai penghuni kubur, dari (golongan) orang-orang beriman dan orang-orang Islam. Kami insya Allah akan menyusul kalian, saya meminta keselamatan untuk kami dan kalian.”

Hal-hal yang dilarang saat mengubur jenazah.

Dalam sunah Islam, terdapat beberapa hal yang dilarang dalam tata cara menguburkan jenazah, yakni:

– Meninggikan timbunan kuburan lebih dari satu jengkal di atas permukaan tanah

– Duduk di atas kuburan

– Berjalan di atas kuburan tanpa menggunakan alas kaki

– Menjadikan kuburan sebagai tempat salat atau membaca Alquran

– Membuat tulisan berlebihan pada nisan atau kayu penanda kuburan

– Menembok kuburan atau membangun kijing di atasnya

– Melakukan perbuatan yang dapat menjurus ke arah syirik atau takhayul, seperti mencari jimat, doa dan perbuatan mistis lainnya

Tata cara menguburkan jenazah secara singkat.

1. Memperdalam galian lubang kubur agar tidak tercium bau jenazah dan tidak dimakan oleh binatang pemakan bangkai.

2. Letakkan jenazah di tepi lubang atau liang kubur sebelah kiblat kemudian di atasnya ditaruh papan kayu atau semacamnya dengan posisi agak condong atau miring agar tidak langsung tertimpa tanah.

Kemudian di atasnya ditaruh semacam bata atau papan dari semen alam posisi mendatar untuk penahan tanah timbunan sehingga tidak mengenai jenazah langsung. Hal ini dilakukan jika tanahnya gembur seperti yang telah dijelaskan di atas.

3. Meletakkan jenazah dengan memasukkan kepala jenazah dari arah kaki kubur.

4. Letakkan jenazah dengan posisi miring ke kanan menghadap ke arah kiblat dengan menyandarkan tubuh sebelah kiri ke dinding kubur agar tidak terlentang kembali.

5. Setelah itu, para ulama menyarankan untuk menaruh tanah di bawah pipi jenazah sebelah kanan setelah kain kafannya dibuka dari pipi itu dan ditempelkan langsung ke tanah. Simpul tali yang mengikat kain kafan juga supaya dilepas.

6. Ketika memasukkan jenazah ke liang kubur dan meletakkannya dianjurkan membaca doa berikut:

“Bismillahi Wa’alaa millati Rosuulillaah”

Artinya: “Dengan nama Allah dan atas agama Rasulullah.” (HR. At-Tirmidzi dan Abu Daud)

7. Untuk jenazah perempuan, disarankan untuk membentangkan kain di atas kuburnya pada waktu dimasukkan ke liang kubur. Sedangkan untuk mayat laki-laki tidak dianjurkan.

8. Untuk jenazah perempuan sebaiknya yang mengurus adalah laki-laki yang tidak dalam keadaan junub atau tidak menyetubuhi istri mereka semalam sebelumnya.

9. Setelah jenazah diletakkan di liang kubur, disarankan untuk menaburinya dengan tanah tiga kali dengan tangannya dari arah kepala mayit kemudian ditimbuni tanah.

10. Membaca doa setelah selesai menguburkan jenazah.

Doa selesai penguburan jenazah.

“Allahummaghfir lahu warhamhu, wa’aafihi wa’fu ‘anhu, wa akrim nuzulahu, wa wassi’madkhalahu, waghsilhu bil-ma’i watstsalji wal-baradi, wanaqqohi minal khotoya kamaayunaqqottsaubu abyadhu minadanasi, waabdilhu daaron khoiron in daarihi, waahlankhoiron min ahlihi, wazaujan khoiron minzaujihi, waqihi fitnatal qobri wa’adaabinnar”

Artinya: “Ya Allah, ampunilah dia, belas kasihanilah dia, hapuskanlah dan ampunilah dosa-dosanya, muliakan tempatnya (ialah surga) dan luaskanlah kuburannya. Basuhkanlah kesalahan-kesalahannya sampai bersih sebagaimana bersihnya kain putih dari kotoran. Gantikanlah rumah lebih baik daripada rumahnya yang dulu, keluarganya lebih baik daripada keluarganya yang dulit; dan masukkanlah ia ke dalam surga dan jauhkanlah ia dari siksa kubur dan siksa api neraka.”

Oleh: Hameda Rachma

Source: https://www.brilio.net/creator/tata-cara-menguburkan-jenazah-dalam-islam-beserta-bacaan-doanya-6f667f.html




Apa Itu Sakaratul Maut Menurut Islam?

10 Oktober 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

Kematian yang dialami oleh manusia pun memiliki prosesnya, salah satunya adalah sakaratul maut. Ruh manusia tidak serta-merta langsung dicabut dari tubuhnya menjelang kematian. Ada beberapa tahapan atau peristiwa yang harus dialami sebelum ruh benar-benar meninggalkan jasad manusia yang ada di bumi.

Kematian juga merupakan hal yang sudah mutlak dan tidak terbantahkan. Siapapun tidak bisa menghindari kematian, bagaimanapun caranya. Allah SWT telah menetapkan kematian dalam setiap ciptaannya, maklumat itu Dia sampaikan melalui Surat QS. Ali Imran ayat 185, bunyinya:

ۡد ُ ِس َٚأ ب َّٓ ُصۡد ِض َح َل ِٓ ٱٌَّٕ فَ َِّخِۖ َٰ مِ١َ ۡ ٱٌ َ ُجٛ َس ُوُۡ ٠ََٛۡ ُ َٛفَّۡٛ َْ أ َّب رُ َِّٔ َٚإ ُّۗ َّۡٛ ِد ۡ ٱٌ ئِمَخُ ٖظ َرآ ۡ َجٕ ُو َّخَ فَمَۡذ ً َٔف ۡ ِخ ًَ ٱٌ َذ١َٰٛ َ ۡ َٚ َِب ٱٌ ُّۗ ِس فَب َص ُغ ُشٚ ۡ ُع ٱٌ َٰ ََّّل َِزَ ِ إ ١َبٓ ۡ ٱٌ ذٔ حُ  

Yang artinya: “Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan”

Baca juga: Perhatikan 6 Ciri-ciri Sakaratul Maut yang Baik Ini

Mengenal Sakaratul Maut

Sakaratul maut adalah detik-detik menegangkan yang mengawali proses kematian manusia. Dalam proses ini, ruh perlahan-lahan akan berpisah dari jasad dan ditandai dengan beberapa kejadian. Tanda-tanda sakaratul maut tidak hanya bisa dirasakan oleh jiwa, tapi juga terlihat melalui beberapa kondisi biologis, sehingga beberapa saksi mata pun turut merasakan dahsyatnya keadaan menjelang kematian pada manusia.

Sejatinya, kematian dan sakaratul maut sering dihindari oleh manusia, tak heran orang selalu berusaha mencari seribu cara untuk tetap hidup di dunia. Ini fakta yang tidak terbantahkan, bahkan Allah sendiri mencatatnya dalam firman-Nya, yaitu:

ه َِب ُوٕ َذ َٰ َر ِۖ َذ ك ۡ ٱٌ ِ َّۡٛ ِد ث ۡ ٱٌ َشحُ َء ۡد َعىۡ ِذ١ُ ذ َٚ َجبٓ ُٗ رَ ۡ ِِٕ

Artinya: dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari daripadanya. (QS. Qaaf : 19).

Sakitnya Proses Keadaan Menjelang Kematian

Al Qur’an juga mencatat dahsyatnya proses sakaratul maut yang menyakitkan ini. Proses ini bisa dibaca dalam Surat QS Al-Qiyamah ayat 26-30,

َٰٝ َسث َه َوََّٓل ٌَ ِ ِق إ ٱٌ َّغب ِ ِذ ٱٌ َّغب ُق ث زَفَّ ۡ ِف َشا ُق َٚٱٌ ۡ َُّٔٗ ٱٌ َ ٖق َٚنَ َّٓ أ َسا َٟ َٚلِ١ َِٓۡ ًَ َشالِ َرا ثٍََ َغ ِذ ٱٌزَّ ِ ٠ َِ َٛۡإ ئِ ٍز َّ َغب ُق ۡ

Terjemahannya: “sekali-kali jangan. apabila napas (seseorang) telah (mendesak) sampai ke kerongkongan. dan dikatakan (kepadanya): “Siapakah yang dapat menyembuhkan?”. dan Dia yakin bahwa Sesungguhnya Itulah waktu perpisahan (dengan dunia). dan bertaut betis (kiri) dan betis (kanan [1533]. kepada Tuhanmulah pada hari itu kamu dihalau. (QS. Al-Qiyāmah : 26-30)”.

Rasulullah Nabi Muhammad SAW berkata bahwa proses sakaratul maut ini menyakitkan, bagaikan ditusuk tiga ratus pedang (HR at-Tirmidzi). Dia mengibaratkan sakitnya sakaratul maut bagaikan kain yang disobek oleh pohon yang berduri, tercatat dalam hadits HR Al-Bukhari: “Kematian yang paling ringan ibarat sebatang pohon penuh duri yang menancap di selembar kain sutera. Apakah batang pohon duri itu dapat diambil tanpa membawa serta bagian kain sutera yang tersobek?”

Baca juga: Yang Harus Dilakukan Saat Seseorang dalam Keadaan Sakaratul Maut

Sakitnya sakaratul maut juga diungkapkan oleh Imam Al Ghazali, yaitu: “Sakaratul maut ibarat sebatang pohon berduri yang dimasukkan dalam perut seseorang. Kemudian seorang lelaki menariknya dengan sekuat-kuatnya sehingga ranting itu pun membawa semua bagian tubuh yang tersangkut padanya dan meninggalkan yang tersisa.”

Lebih lanjut, Imam Al Ghazali juga membahas tentang hal ini lewat haditsnya, “Rasa sakit yang dirasakan selama sakaratul maut seperti menghujam jiwa dan menyebar ke seluruh anggota tubuh sehingga bagi orang yang sedang sekarat merasakan bahwa dirinya ditarik-tarik dan dicabut dari setiap urat nadi, urat syaraf, persendian, dan dari setiap akar rambut serta kulit kepala hingga kaki.”

Begitulah penjelasan mengenai sakaratul maut dan sakitnya proses yang dialami oleh suatu jasad menjelang kematian. Karena itu, kita harus tetap ingat pada Allah SWT dan terus beriman kepada-Nya.Mati itu pasti dan waktunya tidak diketahui. Persiapkan pemakaman yang ideal bagi Anda dan keluarga, sehingga kerabat tidak akan repot dalam mencari pemakaman yang sesuai. Taman Pemakaman Al Azhar Memorial Garden Karawang bisa menjadi jawaban bagi persiapan menuju dunia akhirat.

Bagaimana Hukum Memasang Kijing Makam?

9 Oktober 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

Apakah Anda tahu bahwa pemasangan kijing makam atau mengkijing dilarang dalam agama Islam? Segala bentuk penutupan makam dengan menggunakan batu bata atau lainnya hingga menyisakan bagian tanah sedikit saja merupakan salah satu hal yang dilarang oleh agama Islam dan aturan ini tertulis dalam kitab Al-Qur’an.

Pada dasarnya, setiap orang pasti ingin memberikan tempat peristirahatan yang terbaik bagi sanak saudara mereka yang meninggal dan mungkin Anda adalah salah satunya. Akan tetapi, segala bentuk perbuatan yang seakan-akan memperlakukan jenazah layaknya seperti orang yang masih hidup atau biasa yang disebut dengan ta’dzim merupakan perbuatan yang tidak boleh dilakukan.

Untuk itu, melalui artikel ini kami akan memberikan informasi penting kepada Anda seputar hukum atau larangan kijing makam sesuai dengan yang tertulis dalam Al-Qur’an. Silakan simak informasinya di bawah ini.

Hukum Larangan untuk Memasang Kijing Makam

Berikut ini, setidaknya ada 3 dalil yang menjelaskan tentang hukum larangan atas pemasangan kijing makam umat muslim, yaitu:

1. Dalil Ali bin Abi Tholib

Hukum larangan dalam pemasangan kijing makam yang pertama datang dari dalil yang dibawakan oleh Ali bin Abi Tholib. Dalam dalilnya tersebut, beliau mengatakan bahwa:

عَنْ أَبِى الْهَيَّاجِ الأَسَدِىِّ قَالَ قَالَ لِى عَلِىُّ بْنُ أَبِى طَالِبٍ أَلاَّ أَبْعَثُكَ عَلَى مَا بَعَثَنِى عَلَيْهِ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَنْ لاَ 

تَدَعَ تِمْثَالاً إِلاَّ طَمَسْتَهُ وَلاَ قَبْرًا مُشْرِفًا إِلاَّ سَوَّيْتَهُ

“Saya mengutusmu dengan membawa misi yang pernah Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- sampaikan kepadaku, yaitu jangan engkau biarkan patung (gambar) melainkan engkau musnahkan dan jangan biarkan kubur tinggi dari tanah melainkan engkau ratakan.” (HR. Muslim no. 969).

Baca juga: Sesuai Sunnah Mengubur Jenazah Muslim Pria dan Wanita

2. Dalil Rasulullah SAW

Nabi Rasulullah SAW sendiri ternyata juga berpesan demikian terkait pemasangan kijing makam:

أَلاَ وَإِنَّ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ كَانُوا يَتَّخِذُونَ قُبُورَ  أَنْبِيَائِهِمْ وَصَالِحِيهِمْ مَسَاجِدَ أَلاَ فَلاَ تَتَّخِذُوا الْقُبُورَ  مَسَاجِدَ إِنِّى أَنْهَاكُمْ عَنْ ذَلِكَ

“Ingatlah bahwa orang sebelum kalian, mereka telah menjadikan kubur nabi  dan orang sholeh mereka sebagai masjid. Ingatlah, janganlah jadikan kubur  menjadi masjid. Sungguh aku benar-benar melarang dari yang demikian” (HR.  Muslim no. 532).

3. Dalil Jabir bin Abdillah 

Hukum terakhir dari pemasangan kijing makam yang ditulis dalam dalil Jabir bin Abdillah adalah:

نَهَى رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَنْ يُجَصَّصَ الْقَبْرُ وَأَنْ يُقْعَدَ عَلَيْهِ وَأَنْ يُبْنَى عَلَيْهِ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang dari memberi semen pada kubur, duduk di atas kubur dan membuat bangunan di atas kubur.” (HR. Muslim no. 970).

Sekian informasi yang dapat kami berikan mengenai hukum larangan dalam memasang kijing makam. Semoga informasi di atas dapat membantu Anda dalam memahami peraturan pemakaman sesuai dengan syariat Islam.

Kami tahu, setiap orang pasti ingin memberikan yang terbaik kepada mereka yang telah pergi mendahului kita salah satunya dengan memberikan tempat peristirahatan terbaik. Namun, sesuai dengan hukum larangan yang sudah tertulis dalam Al-Qur’an, perbuatan yang sedemikian rupa termasuk ke dalam berlebihan.

Al Azhar Memorial Garden telah memahami seluruh hukum pemakaman agama Islam, termasuk hukum pemasangan kijing ini. Maka dari itu, apabila Anda membutuhkan lahan makam yang sudah memenuhi kaidah syariat Islam, silakan hubungi Al Azhar Memorial Garden sekarang jugadan kami siap untuk menyediakan lahan makam sesuai dengan kebutuhan.

Seluruh makam yang kami sediakan sudah mengikuti seluruh aturan fatwa MUI. Maka dari itu, jika ada informasi atau pertanyaan lebih lanjut, kami akan memberikan seluruh jawaban yang Anda inginkan terkait dengan lahan pemakaman di Pemakaman Muslim Al-Azhar Memorial Garden Karawang Kuburan Karawang atau silakan kunjungi website kami untuk melihat berbagai tipe kavling makam yang tersedia.

Doa Saat Menguburkan Jenazah Muslim

8 Oktober 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di doa menguburkan jenazah muslim

Sebagai seorang muslim, Anda harus tahu doa saat menguburkan jenazah muslim. Saat menguburkan jenazah disunahkan membaca doa berikut selama prosesi pemakaman.

بسم الله وعلى ملة الله

Bismillah wa ‘ala millatillah.

Dengan menyebut nama Allah, dan semoga selalu di atas agama Allah.

Hal ini sebagaimana riwayat hadis dari Ibnu Umar yang mendengar Rasulullah saw. bersabda.

إذا وضعتم ‏موتاكم في القبور فقولوا: بسم الله، وعلى ملة رسول الله” رواه أحمد، والترمذي، وأبو ‏داود، وابن ماجه

Saat kalian sudah meletakkan jenazah di dalam kubur, berdoalah dengan bismillah wa ‘ala millatillah.

Syekh al-Bahuti dalam Kasyful Qina‘ menjelaskan bahwa doa dan zikiran apapun yang sesuai dengan konteks pemakaman boleh dibaca. Sementara itu, doa lain yang bisa dibaca saat menguburkan jenazah adalah doa dari sahabat Ibnu Umar sebagai berikut.

اللهم أجرها من الشيطان، ومن عذاب القبر، اللهم جاف الأرض عن ‏جنبها، وصعد روحها، ولقها منك رضواناً

Allohumma ajirna minas syaithoni wa min ‘adzabil qobri, allohumma jafil ardho ‘an janbiha wa sho‘id ruhaha wa laqqiha minka ridhwana

Ya Allah, selamatkanlah kami dari setan dan azab kubur. Ya Allah, perluaslah makam jenazah ini, angkatlah ruhnya, temukanlah ia dengan keridaan-Mu (HR Ibnu Majah)

Sementara itu, doa yang dibaca sahabat Bilal saat menguburkan jenazah adalah sebagai berikut.

‏أسلمه إليك الأهل والمال والعشيرة، والذنب العظيم، وأنت غفور رحيم فاغفر له

Usallimuhu ilaikal ahla wal mala wal ‘asyirota wadz dzanbal ‘azhim, wa anta ghofurur rohim faghfir lahu.

Aku memasrahkan keluarga, harta, kerabat, dan dosa besar jenazah ini kepada-Mu, karena Engkau Maha Pengampun dan Penyayang. Ampunilah dosanya (HR Sa‘id)

Itulah doa saat menguburkan jenazah muslim. Semoga Anda melaksanakan aktivitas ini lebih lancar.

Baca juga: Hukum Mengubur Beberapa Jenazah Muslim Dalam Satu Kubur

Source:https://bincangsyariah.com/zikir-dan-doa/doa-saat-menguburkan-jenazah/

Hikmah Kematian

6 Oktober 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

Kewajiban Menghormati Jenazah Sebagaimana Ia Hidup

Rasulullah senantiasa menghimbau dan mencontohkan pada Ummatnya agar menghormati jenazah, beberapa contoh perilaku menghormati jenazah yang dilakukan Rasulullah antara lain :

1. Berdiri Ketika Jenazah Lewat

Rasulullah memerintahkan pada Ummatnya untuk berdiri ketika jenazah lewat, hingga jenazah tersebut diletakkan, sebagaimana hadist :“Jika kalian melihat jenazah, maka berdirilah. Dan siapa yg

mengikutinya, maka janganlah ia duduk hingga jenazah itu diletakkan” (HR Muslim) mereka lakukan.” (HR Bukhari)

Baca juga: Apakah Kematian Seseorang Adalah Bagian dari Takdir?

2. Melarang Menginjak, Melangkahi & Menduduki Makam

Menghormati jenazah tidak sebatas hanya saat jenazah dalam pengurusan saja (memandikan, mengkafani, mensholatkan), akan tetapi menghormati jenazah tetap harus dilakukan ketika jenazah sudah dimakamkan, itulah sebabnya mengapa kita harus memperlakukan makam dengan santun, sebagaimana Hadist :

”Sesungguhnya seorang dari kalian yang duduk ditas bara api lalu membakar pakaian hingga menyisakan kulitnya lebih baik baginya daripada duduk diatas sebuah kuburan.” (HR. Muslim)

Baca juga: 7 Hari Setelah Kematian Menurut Islam. Apa yang Akan Terjadi?

3. Larangan Mencela Orang yang Sudah Meninggal

Penyebab kematian beragam, terkadang jenazah sudah dalam kondisi yang tidak baik. Sehingga tidak jarang mengundang komentar dari pelayat. Rasulullah melarang Ummatnya mencela orang yang sudah meninggal apapun kondisinya, sebagaimana Hadis :

“Janganlah kalian mencela orang-orang yang sudah mati, Karena mereka itu sudah sampai kepada apa yang telah mereka lakukan.” (HR Bukhari)

Arti Kekayaan yang Sesungguhnya

4 Oktober 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

Kekayaan adalah sebuah topik yang sering orang-orang bahas sehari-hari. Mulai dari kisah sukses, kisah kejatuhan, hingga cerita jatuh bangun kehidupan seseorang, Anda tentunya pernah mendengar beberapa darinya. Tetapi, apa arti kekayaan sesungguhnya? Dalam cerita sehari-hari, sebagian besar mungkin berpikir bahwa arti kekayaan terletak pada jumlah harta. Tetapi, benarkah demikian?

Untuk menjawab arti kekayaan sesungguhnya, mari simak cerita berikut ini.

Seorang pria tua yang kaya raya berada pada penghujung usia. Ia sangat kaya. Kekayaannya meliputi gedung-gedung dan berbagai asset properti. Beberapa hari sebelum kematiannya pria tua itu kerap berkata “ Ana faqir, ana faqir” yang artinya “Saya miskin,saya miskin”. Ketika anak-anaknya berkunjung dan melihat hal itu, mereka membawa ayahnya berkeliling melihat kekayaan yang mereka miliki. Mereka meyakinkannya bahwa ia tidak miskin. Namun pria tua itu terus berkata “Saya miskin, saya miskin”. Khawatir dengan ucapan ayahnya, mereka membawa seorang ahli agama untuk menjenguk ayah mereka.

Setelah menghabiskan waktu bersama ayah mereka, ahli agama kemudian mengerti bahwa perkataan “saya miskin” oleh sang ayah tidak dimaksudkan miskin harta melainkan miskin amal karena sepanjang hidupnya, ia lebih banyak menghabiskan waktu mengumpulkan harta dan kurang memberikan waktunya untuk Allah SWT, hingga ajal menjemput, pria tua terus berucap “Saya miskin, saya miskin”

Kisah nyata tadi mengingatkan kita pada sebuah riwayat Ibnu Hibban yang menceritakan perbincangan antara Nabi Muhamad SAW dengan Abu Dzar. Rasulullah bertanya, “ Wahai Abu Dzar, apakah banyak harta itulah yang disebut kaya?”. Abu Dzar menjawab “Betul”. Kemudian beliau bertanya lagi “Apakah engkau mengira bahwa sedikit harta itu fakir?”. Abu Dzar menjawab “Betul”. Rasulullah melanjutkan,”Sesungguhnya yang namanya kaya (ghani) adalah kaya hati (hati yang selalu merasa cukup). Hakikat harta yang sebenarnya dalam Islam tidak ditakar melalui materi. Rasulullah menjabarkan, rizki berupa rasa aman, kesehatan badan dan makanan pokok dirumahnya, sudah merupakan nikmat besar.

Semoga kisah diatas dapat memacu kita untuk ‘memperkaya’ diri dengan amal sholeh, agar kita terhindar dari faqir yang sesungguhnya, yakni selalu merasa kurang hingga selalu berlari mengejar harta dan menjauhi Allah SWT. (MD)

Tata Cara Sholat Jenazah Muslim

3 Oktober 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

Sebagaimana bentuk ibadah lainnya, sholat jenazah muslim memiliki aturan dan prosedurnya masing-masing. Agar Anda dapat melaksanakan ibadah ini dengan baik, Anda harus tahu tata cara sholat jenazah muslim dengan baik. Simak penjelasannya berikut iin.

Tata Cara Sholat Jenazah Muslim Lengkap Pria dan Wanita

1. Tata Cara Sholat Jenazah

Selain hukumnya, ada hal lain yang layak jadi perhatian dalam melakukan sholat jenazah, yaitu tata cara sholat jenazah. Sebab, cara melakukan sholat jenazah berbeda dengan saat melakukan sholat fardhu atau sholat sunah lainnya. Pada sholat jenazah tidak terdapat gerakan rukuk, sujud, duduk di antara dua sujud, dan sebagainya.

Bahkan, dalam melakukan sholat jenazah bagi jenazah laki-laki dan jenazah perempuan, tata caranya juga berbeda. Tidak hanya tata cara, melainkan juga pada bacaannya pun berbeda.

Namun, sama halnya sholat dan ibadah lainnya, sholat jenazah juga mempunyai rukun-rukun yang harus dikerjakan agar sholat jenazah yang dilakukan sah. Berikut rukun dalam sholat jenazah.

1. Membaca niat

2. Berdiri tegak (bagi yang mampu)

3. Mengumandangkan takbir sebanyak empat kali takbir

4. Mengangkat tangan pada saat takbir pertama (takbiratul ikhram)

5. Membaca surah Al Fatihah

6. Membaca sholawat Nabi

7. Membaca doa untuk jenazah

8. Salam

Rukun-rukun tersebut harus dilakukan secara urut saat mendirikan sholat jenazah.

Baca juga: Tata Cara Shalat Ghaib Sesuai Sunnah

2. Tata Cara Sholat Jenazah untuk Jenazah Laki-Laki

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, terdapat perbedaan antara tata acara sholat jenazah untuk jenazah laki-laki dan jenazah perempuan. Perbedaan pertama, pada pelaksanaan sholat jenazah untuk jenazah laki-laki, imam sholat jenazah berada sejajar di kepala jenazah.

Selain itu, hal lain yang membedakan sholat jenazah laki-laki dan perempuan terletak pada tata cara dan bacaan niat dan doanya. Berikut tata cara dan bacaan niat sholat jenazah laki-laki.

1. Membaca Niat untuk Sholat Jenazah Laki-laki

Usholli ‘alaa haadzihil mayyiti arba’a takbiratatin fardhol kifayaatai ma’muuman lillahi ta’aala.

Yang Artinya: Saya niat sholat atas mayit ini empat kali takbir fardhu kifayah, sebagai makmum karena Allah Ta’ala.

2. Membaca takbir pertama, dilanjutkan membaca al fatihah

3. Membaca takbir kedua, dilanjutkan sholawat:

Allahumma sholli alaa muhammad wa ala aali muhammad. Kamaa sholaita ala ibroohim wa ala aali ibroohim. Innaka hamiidun majiid. wa baarik ala muhammad wa ala aali muhammad. Kamaa baarokta ala ibroohim wa ala aali ibroohim. Fil aalamiina Innaka hamidun majiid.

4. Membaca takbir ketiga, dilanjut membaca doa untuk jenazah laki-laki:

Allohummaghfirlahu warhamhu wa’aafihi wa’fu ‘anhu

5. Membaca takbir keempat, dilanjut membaca doa kedua:

Allohumma laa tahrimnaa ajrohu wa laa taftinnaa ba’dahu waghfirlanaa walahu

6. Melakukan salam dengan menoleh ke kanan dan ke kiri dalam posisi tetap berdiri.

Baca juga: Pengertian Menguburkan Jenazah Muslim dalam Islam

3. Tata Cara Sholat Jenazah Perempuan

Untuk tata cara sholat jenazah perempuan, imam sholat jenazah berada sejajar dengan tali pusar jenazah. Sementara untuk tata cara dilakukan sama dengan saat melakukan sholat jenazah untuk jenazah laki-laki. Namun, bacaan niat serta doanya berbeda.

Berikut tata cara dan bacaan sholat jenazah perempuan:

1. Membaca Niat untuk Sholat Jenazah Perempuan

Usholli ‘alaa haadzihil mayyitati arba’a takbiratatin fardhol kifayaatai ma’muuman lillahi ta’aala.

Yang Artinya: Saya niat sholat atas mayit ini empat kali takbir fardhu kifayah, sebagai makmum karena Allah Ta’ala.

2. Membaca takbir pertama, dilanjutkan membaca al fatihah

3. Membaca takbir kedua, dilanjutkan sholawat:

Allahumma sholli alaa muhammad wa ala aali muhammad. Kamaa sholaita ala ibroohim wa ala aali ibroohim. Innaka hamiidun majiid. wa baarik ala muhammad wa ala aali muhammad. Kamaa baarokta ala ibroohim wa ala aali ibroohim. Fil aalamiina Innaka hamidun majiid.

4. Membaca takbir ketiga, dilanjut membaca doa untuk jenazah perempuan:

Allahummagh firlahaa waa warhamhaa wa’aafihaa wa’fuanhaa.

5. Membaca takbir keempat, dilanjut membaca doa kedua:

Allahumma la tahrim naa ajrahaa walaa taftinnaa ba’dahaa waghfirlanaa walahaa.

6. Melakukan salam dengan menoleh ke kanan dan ke kiri dalam posisi tetap berdiri.

Sumber:https://plus.kapanlagi.com/tata-cara-sholat-jenazah-lengkap-untuk-laki-laki-dan-perempuan-963118.html

Seperti Apa Kehidupan di Alam Kubur?

2 Oktober 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

Sebagai manusia, kita akan melewati beberapa alam. Mulai dari alam ruh, rahim, dunia, kubur/barzah, hingga alam akhirat. Salah satu alam yang akan kita temui adalah alam kubur. Sebagai manusia tentu saja kita akan merasa takut meninggalkan segala sesuatu yang ada di dunia untuk pergi ke alam ini. Namun, seperti apa kehidupan di alam kubur ini? Mari kita cari tahu melalui berbagai pengetahuan di bawah ini.

Kehidupan di Alam Kubur

Alam kubur atau alam barzah adalah tempat dimana semua manusia dari zaman Nabi Adam hingga saat ini yang sudah meninggal menanti datangnya hari kiamat. Barzah sendiri memiliki arti sesuatu yang terletak di antara dua kondisi atau barang. Bisa kita artikan jika alam barzah adalah alam yang terletak di antara dunia dan alam akhirat.

Di dalam Al-Qur’an, penjelasan tentang alam barzah dapat ditemukan melalui surah Al-Mukminun ayat 99-100. 

حَتَّىٰ إِذَا جَاءَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ

لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ ۚ كَلَّا ۚ إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَائِلُهَا ۖ وَمِنْ وَرَائِهِمْ بَرْزَخٌ إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ

“(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: “Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan,”.  (Q.S. Al-Mukminun: 99-100).

Baca juga: Penjelasan Singkat Mengenai Alam Kubur atau Alam Barzah

Lalu apakah ada kehidupan? Jawabannya adalah tidak. Di sini manusia akan menunggu untuk datangnya akhirat. Bagi yang hidup sesuai perintah Allah dan menjalankan amal perbuatan baik, maka mereka akan bisa menunggu dengan nyaman. Sedangkan jika manusia penuh dengan dosa, maka rasanya akan lama ditambah dengan siksaaan yang tiada henti.

فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُۥ

‘’Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.’’ (QS Al-Zalzalah: 7) .

وَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُۥ

“Barangsiapa yang mengerjakan keburukan seberat dzarrah, niscaya akan melihat (balasan)nya pula’’ (QS Al-Zalzalah: 8)

Baca juga: Mengenal 2 Malaikat yang Bertanya di Alam Kubur

Mempersiapkan Diri Untuk Alam Kubur

Tidak ada satupun dari manusia yang akan tahu kapan ajal akan menjemput. Bisa saja bertahun-tahun kemudian, bisa juga datang saat ini juga, maka satu-satunya yang bisa kita lakukan adalah mempersiapkan diri. Ada bekal yang bisa kita bawa, yaitu amal dan perbuatan yang baik.

وَتِلْكَ ٱلْجَنَّةُ ٱلَّتِىٓ أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

“Dan itulah surga yang dikaruniakan untuk kalian, karena perbuatan (amal sholeh) yang kalian dulu pernah kerjakan” (QS. Az-Zukhruf : 72).

Baca juga: 4 Amalan Penyelamat Siksa Kubur Yang Dapat Membantumu

Dalam usaha mendapatkan rahmat dari Allah, maka kita harus bertaqwa dengan sebenar-benarnya taqwa. Seperti hadits nabi Muhammad Sallallahu `alaihi wa sallam,  dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu ’anhu disebutkan sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam,

“Tidak ada amalan seorangpun yang bisa memasukkannya ke dalam surga, dan menyelamatkannya dari neraka. Tidak juga denganku, kecuali dengan rahmat dari Allah” (HR. Muslim no. 2817).Itulah dia sedikit pembahasan mengenai kehidupan di alam kubur. Setiap orang yang meninggal akan menunggu datangnya hari pertanggung jawaban di alam ini. Bila kita membawa bekal yang cukup, maka semuanya akan bisa dilewati dengan mudah. Bila Anda membutuhkan taman pemakaman sesuai dengan syariat Islam, maka Taman Pemakaman Islam Al-Azhar Memorial Garden Karawang bisa menjadi pilihan Anda. Kunjungi website kami sekarang juga.

Memahami Tata Cara Sholat Jenazah Perempuan yang Benar dalam Islam

30 September 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

Fardhu kifayah adalah kewajiban yang dituntut dari umat Islam secara bersama-sama. Bila sudah dilaksanakan oleh sebagian muslim, maka kewajiban tersebut akan luntur. Tapi jika tidak ada yang melaksanakannya, maka seluruh kaum muslimin terkena dosa. Salah satu yang termasuk dalam fardhu kifayah adalah menyolatkan jenazah, baik laki-laki atau perempuan. Terdapat sedikit perbedaan antara tata cara keduanya. Maka kali ini akan dibahas tata cara sholat jenazah perempuan yang benar.

Tata Cara Sholat Jenazah Perempuan

“Sholatkanlah olehmu orang-orang yang sudah meninggal yang sebelumnya telah mengucapkan kalimat laa illaaha illallaah.” (HR. Ad-Daruquthni). Sebagai sesama muslim, menyolatkan jenazah merupakan cara kita untuk menunjukan kepedulian dan menjalankan kewajiban.

“Barang siapa menyalati jenazah, maka ia mendapatkan satu qirath. Jika ia menghadiri penguburannya, maka ia mendapatkan dua qirath. Satu qirath sama dengan gunung Uhud.” (HR. Tsauban). Keutamaan yang diberikan oleh Allah kepada orang yang melaksanakan sholat hingga menghadiri penguburannya sangat besar. Oleh karena itu, mari kita sama-sama mencari tahu tata cara sholat jenazah yang baik untuk perempuan.

1. Niat

Niat sholat untuk jenazah perempuan yakni:

اُصَلِّى عَلَى هَذِهِ الْمَيِّتَةِ اَرْبَعَ تَكْبِرَاتٍ فَرْضَ كِفَايَةِ اِمَامًا| مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

 “Ushollii ‘alaa haadzihill mayyitati arba’a takbirootin fardhol kifaayati ma’muuman lillaahi ta’aalaa.” Dalam bahasa Indonesia: “Saya niat sholat atas mayit ini empat kali takbir fardhu kifayah, sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”

Lalu untuk niat sholat ghaib untuk jenazah perempuan;

اُصَلِّى عَلَى الْمَيِّتَةِ (فُلاَن) اْلغَائِبِةِ اَرْبَعَ تَكْبِرَاتٍ فَرْضَ كِفَايَةِ اِمَامًا| مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

“Usholli ‘alal mayyitati (sebut nama) algha-ibati arba’a takbirotin fardhal kifayatin imaman/ma’muman lillahi ta’ala.” Artinya: “Saya niat salat atas jenazah (sebut nama) yang jauh empat kali takbir fardu kifayah, sebagai imam/makmum karena Allah Ta’ala.”

Baca juga: Tata Cara Shalat Jenazah Sesuai Sunnah

2. Berdiri Bagi yang Mampu

Dianjurkan untuk berdiri dan merapat kan badan sehingga bisa menampung banyak jamaah untuk melaksanakan sholat ini. Ada 4 takbir dalam sholat ini.

3. Membaca Surat Al-Fatihah di Takbir Pertama

Pada takbir pertama, kita akan membaca surat Al-Fatihah.

Baca juga: Pengertian Menguburkan Jenazah Muslim dalam Islam

4. Membaca Sholawat di Takbir Kedua

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَماَ صَلَّيْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنـَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ اَللَّهُمَّ باَرِكْ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَماَ باَرَكْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنـَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

“Allâhumma shalli ‘alâ sayyidinâ Muhammad wa ‘alâ âli sayyidinâ Muhammad, kamâ shallaita ‘alâ sayyidinâ Ibrâhîm wa ‘alâ âli sayyidinâ Ibrâhim, wa bârik ‘alâ sayyidinâ Muhammad, wa ‘alâ âli sayyidinâ Muhammad, kamâ bârakta ‘alâ sayyidina Ibrâhîm wa ‘alâ âli sayyidinâ Ibrâhîm fil ‘âlamîna innaka hamîdun majîd.”

5. Berdoa Untuk Jenazah di Takbir Ketiga

Untuk jenazah perempuan: 

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهاَ وارْحَمهاَ وعَافِهاَ وَاعْفُ عَنْهاَ وأَكْرِمْ نُزُلَهاَ وَوَسِّعْ مَدْخَلَهاَ وَاغْسِلْهاَ بِالْمَاءِ وَ الثَّلْجِ وَ الْبَرَدِ ونَقِّهاَ مِنَ الخَطَايَا كَمَا يُنَقَّي الثَوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ. اَللَّهُمَّ أَبْدِلْهاَ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهاَ وَ جَارًا خَيْرًا مِنْ جَارِهَا وَزَوْجًا خَيْراً مِنْ زَوْجِهاَ وأَهْلًا خَيْراً مِنْ أهلِهاَ وَ أَدْخِلْهَا الْجَنَّةَ وَ أَعِذْهَا مِنْ عَذَابِ القَبْرِ ومِنْ عَذَابِ النَّارِ

“Allahummaghfirlaha warhamha wa’aafihaa wa’fu ‘anhaa wa akrim nuzulahaa wawassi’ mudkholahaa waghsilhaa bil maa-i wats tsalji wal barod. Wa naqqihaa minal khothooyaa kamaa naqqoitats tsaubal abyadho minad danas. Wa abdilhaa daaron khoiron min daarihaa wa ahlan khoiron min ahlihaa wa zaujan khoiron min zaujihaa wa adkhilhal jannata wa a’idzhaa min ‘adzaabin qobri au min ‘adzaabin naar.”

6. Doa Kembali di Takbir ke Empat

Doa untuk jenazah perempuan: 

اللَّهُمَّ لاَ تَحْرِمْنَا أَجْرَهَا وَلاَ تَفْتِنَّا بَعْدَهَا وَاغْفِرْ لَنَا وَلَهَا

“Allaahumma laa tahrimnaa ajrahaa wa la taftinna ba’dahaa waghfir lanaa wa lahaa”

Baca juga: Doa Menurunkan Jenazah Muslim

7. Salam

Ucapkan salam seperti mengakhiri sholat seperti biasanya.Itulah dia tata cara sholat jenazah perempuan yang benar. Semoga hal ini dapat menjadi pengetahuan baru untuk kita semua. Bila Anda membutuhkan tempat pemakaman sesuai dengan syariat Islam, maka Taman Pemakaman Islam Al-Azhar Memorial Garden bisa menjadi pilihan Anda. Kunjungi website kami sekarang juga.

Mengetahui Perbedaan Siksa Kubur dan Siksa Neraka

29 September 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

Tahukah Anda, apa saja perbedaan siksa kubur dan siksa neraka? Atau Anda baru mengetahui bahwa kedua jenis siksaan ini berbeda?

Keduanya merupakan bentuk azab yang diberikan dari Allah SWT kepada seluruh orang yang tidak mengikuti perintah dan mentaati larangan-Nya. Keduanya merupakan bentuk siksaan maut yang akan diterima oleh siapapun ketika ajal sudah menjemputnya pulang.

Namun, Anda perlu tahu bahwa keduanya, siksa kubur dan neraka, memiliki perbedaan. Apa saja perbedaan tersebut?

Melalui pembahasan kali ini, kami akan menjelaskan kepada Anda mengenai perbedaan keduanya yang perlu diketahui. Namun sebelum itu, mari kita memahami terlebih dahulu apa itu siksa kubur dan juga siksa neraka.

Baca juga: Mengenal 2 Malaikat yang Bertanya di Alam Kubur

Apa Itu Siksa Kubur?

Siksa kubur merupakan bentuk siksaan yang bersifat sementara bagi orang yang menjalankan maksiat dalam bentuk ringan. Siapapun yang hidup di dunia ini pasti pernah melakukan perbuatan dosa, meskipun dia taat beribadah, rajin membaca Al-Qur’an, dan melakukan hal-hal perbuatan baik lainnya yang berkenan di mata Allah.

Akan tetapi, manusia tidak luput dari perbuatan dosa sehingga kita harus menerima siksa kubur terlebih dahulu sebelum dapat tinggal di surga. Maka dari itu, seluruh manusia diharapkan untuk dapat menabung perbuatan kebaikan agar hukuman siksa kubur dapat diringankan.

Baca juga: 7 Penyebab Siksa Kubur yang Harus Diketahui

Apa Itu Siksa Neraka?

Siksa neraka merupakan bentuk siksaan terberat bagi orang yang melakukan banyak hal yang dilanggar oleh Allah SWT. Ketika Allah murka, maka pendosa berat akan mendapatkan siksaannya di neraka setelah menerima siksa kubur dan mereka tidak akan diterima di surga.

Di dalam neraka, pendosa akan menerimakan berbagai siksaan seperti yang tertulis dalam surat Muhammad, yaitu:

مَثَلُ الْجَنَّةِ الَّتِي وُعِدَ الْمُتَّقُونَ ۖ فِيهَا أَنْهَارٌ مِنْ مَاءٍ غَيْرِ آسِنٍ وَأَنْهَارٌ مِنْ لَبَنٍ لَمْ يَتَغَيَّرْ طَعْمُهُ وَأَنْهَارٌ مِنْ خَمْرٍ لَذَّةٍ لِلشَّارِبِينَ وَأَنْهَارٌ مِنْ عَسَلٍ مُصَفًّى ۖ وَلَهُمْ فِيهَا مِنْ كُلِّ الثَّمَرَاتِ وَمَغْفِرَةٌ مِنْ رَبِّهِمْ ۖ كَمَنْ هُوَ خَالِدٌ فِي النَّارِ وَسُقُوا مَاءً حَمِيمًا فَقَطَّعَ أَمْعَاءَهُمْ

“Perumpamaan taman surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa; di sana ada sungai-sungai yang airnya tidak payau, dan sungai-sungai air susu yang tidak berubah rasanya, dan sungai-sungai khamar (anggur yang tidak memabukkan) yang lezat rasanya bagi peminumnya, dan sungai-sungai madu yang murni. Di dalamnya mereka memperoleh segala macam buah-buahan, dan ampunan dari Tuhan mereka. Samakah mereka dengan orang yang kekal dalam neraka, dan diberi minuman dengan air yang mendidih, sehingga ususnya terpotong-potong?. (QS. Muhammad: 15)”

Selain itu, seluruh penghuni neraka akan menerima pakaian yang terbuat dari bara panas. Tentu saja, pakaian tersebut akan membakar tubuh mereka dan hal tersebut merupakan bentuk siksaan yang sangatlah berat.

Baca juga: Penjelasan Singkat Mengenai Alam Kubur atau Alam Barzah

Perbedaan Siksa Kubur dan Siksa Neraka

Setelah mengetahui pengertian keduanya, maka kita bisa menyimpulkan perbedaan di antara keduanya. Perbedaan yang paling signifikan antara keduanya adalah siksa kubur bersifat sementara sedangkan siksa neraka bersifat selamanya.

Jadi, itulah informasi yang dapat kami berikan kepada Anda seputar perbedaan siksa kubur dan siksa neraka. Kiranya sebagai umat manusia, kita harus terus mengikuti apa yang Allah perintahkan yaitu untuk terus melakukan perbuatan baik dan menjauhi larangannya.
Sebagai informasi tambahan, Taman Pemakaman Islam Al Azhar Memorial Garden menyediakan kavling makam khusus untuk umat muslim yang sudah mengikuti fatwa MUI. Silakan hubungi kami sekarang juga untuk melakukan pemesanan kavling makam.

7 Penyebab Siksa Kubur yang Harus Diketahui

29 September 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

Sebagai pemeluk agama Islam yang setia, Anda perlu tahu bahwa ada 7 penyebab siksa kubur atau azab dalam kubur yang dapat diterima oleh siapapun. Siksa kubur ini merupakan bentuk kemarahan Allah kepada umat manusia yang tidak menjalankan perintah dan bahkan menganggap remeh larangan-Nya.

Melalui artikel ini, Al Azhar Memorial Garden akan mencoba untuk memberikan informasi seputar penyebab siksa kubur yang dapat Anda jadikan sebagai pedoman. Silakan simak informasinya di bawah ini.

Memahami 7 Penyebab Siksa Kubur

Sesuai dengan yang tertulis dalam Al-Qur’an, setidaknya ada 7 penyebab utama mengapa seseorang dapat mengalami siksa kubur, yaitu:

1 . Bersikap Syirik

Allah berfirman demikian:

وَلِلَّذِيْنَ كَفَرُوْا بِرَبِّهِمْ عَذَابُ جَهَنَّمَۗ وَبِئْسَ الْمَصِيْرُ

“Dan orang-orang yang ingkar kepada Tuhannya akan mendapat azab Jahanam. Dan itulah seburuk-buruk tempat kembali. (QS. Al-Mulk:6)”

Sesuai dengan apa yang tertulis di atas, Allah tidak suka dengan umat-Nya yang bersikap syirik. Siapapun yang melakukan pengakuan atau pemujaan yang terlalu berlebihan atas suatu hal, baik dalam bentuk perbuatan maupun perkataan, maka hal tersebut termasuk ke dalam perbuatan syirik.

Baca juga: 4 Amalan Penyelamat Siksa Kubur Yang Dapat Membantumu

2 . Mengucapkan Dusta

Di dalam surat Al-Mulk ayat ke-9, berbunyi juga firman Allah demikian kata-Nya:

قَالُوْا بَلٰى قَدْ جَاۤءَنَا نَذِيْرٌ ەۙ فَكَذَّبْنَا وَقُلْنَا مَا نَزَّلَ اللّٰهُ مِنْ شَيْءٍۖ اِنْ اَنْتُمْ اِلَّا فِيْ ضَلٰلٍ كَبِيْرٍ

“Mereka menjawab, “Benar, sungguh, seorang pemberi peringatan telah datang kepada kami, tetapi kami mendustakan(nya) dan kami katakan, “Allah tidak menurunkan sesuatu apa pun, kamu sebenarnya di dalam kesesatan yang besar.”(QS. Al-Mulk: 9)”

Perkataan dusta merupakan sebuah bentuk pelanggaran yang sangat besar dan siapapun yang terjerumus ke dalam dosa ini akan sulit untuk keluar. Perkataan dusta dalam bentuk dan untuk alasan apapun akan membuat Allah murka dan orang tersebut akan mendapatkan siksa kubur.

3 . Berbuat Munafik

Dalam surat At-Taubah, ada juga berbunyi salah satu hal penyebab siksa kubur, yaitu:

وَمِمَّنْ حَوْلَكُمْ مِّنَ الْاَعْرَابِ مُنٰفِقُوْنَ ۗوَمِنْ اَهْلِ الْمَدِيْنَةِ مَرَدُوْا عَلَى النِّفَاقِۗ لَا تَعْلَمُهُمْۗ نَحْنُ نَعْلَمُهُمْۗ سَنُعَذِّبُهُمْ مَّرَّتَيْنِ ثُمَّ يُرَدُّوْنَ اِلٰى عَذَابٍ عَظِيْمٍ ۚ

“Dan di antara orang-orang Arab Badui yang (tinggal) di sekitarmu, ada orang-orang munafik. Dan di antara penduduk Madinah (ada juga orang-orang munafik), mereka keterlaluan dalam kemunafikannya. Engkau (Muhammad) tidak mengetahui mereka, tetapi Kami mengetahuinya. Nanti mereka akan Kami siksa dua kali, kemudian mereka akan dikembalikan kepada azab yang besar. (QS. At-Taubah: 101)”

Siapapun yang berlaku munafik tidak disukai oleh Allah SWT. Sepandai apapun seseorang menyembunyikan sebuah rahasia, Allah maha tahu akan segala sesuatu yang umat-Nya perbuat sehingga siksa kubur akan berlaku bagi siapapun yang berlaku munafik.

Baca juga: Umat Muslim Wajib Tahu 6 Pertanyaan di Alam Kubur Ini!

4 . Melakukan Perbuatan Zina

Allah SWT kembali berfirman:

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنٰىٓ اِنَّهٗ كَانَ فَاحِشَةً ۗوَسَاۤءَ سَبِيْلًا

“Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk. (QS. Al-Isra’: 32)”

Bagi siapapun yang melakukan perbuatan zina atau bersetubuh tanpa adanya akad nikah yang sah, maka mereka akan mendapatkan siksa kubur. Tidak hanya sampai pada siksa kubur saja, namun mereka juga akan mendapatkan penyiksaan di dunia akhirat nanti karena dosa ini sungguh sangatlah besar.

Baca juga: Mengetahui Perbedaan Siksa Kubur dan Siksa Neraka

5 . Mengambil Riba

Perbuatan mengambil riba atau keuntungan juga dapat menyebabkan siksa kubur karena Allah tidak menghendaki siapapun untuk melakukan perbuatan demikian. Hal ini sampaikan-Nya melalui surat Al-Baqarah, yaitu:

اَلَّذِيْنَ يَأْكُلُوْنَ الرِّبٰوا لَا يَقُوْمُوْنَ اِلَّا كَمَا يَقُوْمُ الَّذِيْ يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطٰنُ مِنَ الْمَسِّۗ ذٰلِكَ بِاَنَّهُمْ قَالُوْٓا اِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبٰواۘ وَاَحَلَّ اللّٰهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبٰواۗ فَمَنْ جَاۤءَهٗ مَوْعِظَةٌ مِّنْ رَّبِّهٖ فَانْتَهٰى فَلَهٗ مَا سَلَفَۗ وَاَمْرُهٗٓ اِلَى اللّٰهِ ۗ وَمَنْ عَادَ فَاُولٰۤىِٕكَ اَصْحٰبُ النَّارِ ۚ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ

“Orang-orang yang memakan riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan karena gila. Yang demikian itu karena mereka berkata bahwa jual beli sama dengan riba. Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Barangsiapa mendapat peringatan dari Tuhannya, lalu dia berhenti, maka apa yang telah diperolehnya dahulu menjadi miliknya dan urusannya (terserah) kepada Allah. Barangsiapa mengulangi, maka mereka itu penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya. (QS. Al-Baqarah: 275)”

6 . Melakukan Ghibah

Di dalam surat Al-Hujurat, Allah berkata demikian:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اجْتَنِبُوْا كَثِيْرًا مِّنَ الظَّنِّۖ اِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ اِثْمٌ وَّلَا تَجَسَّسُوْا وَلَا يَغْتَبْ بَّعْضُكُمْ بَعْضًاۗ اَيُحِبُّ اَحَدُكُمْ اَنْ يَّأْكُلَ لَحْمَ اَخِيْهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوْهُۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ تَوَّابٌ رَّحِيْمٌ

“Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kamu yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kamu merasa jijik. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang. (QS. Al-Hujurat: 12)”

Ghibah merupakan perbuatan yang tidak mencerminkan umat Islam di mata Allah. Perbuatan ghibah adalah suatu perbuatan yang membicarakan kejelekan orang lain dan hal ini tentu termasuk ke dalam perbuatan dosa yang tidak berkenan bagi Allah.

Baca juga: Seperti Apa Kehidupan di Alam Kubur?

7 . Tidak Menggunakan Akal dan Pikiran

Penyebab siksa kubur yang terakhir adalah seseorang yang tidak menggunakan akal dan pikirannya. Hal ini disampaikan sendiri oleh Allah SWT melalui surat Al-Mulk, yaitu:

وَقَالُوْا لَوْ كُنَّا نَسْمَعُ اَوْ نَعْقِلُ مَا كُنَّا فِيْٓ اَصْحٰبِ السَّعِيْرِ

“Dan mereka berkata, “Sekiranya (dahulu) kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) tentulah kami tidak termasuk penghuni neraka yang menyala-nyala.” (QS. Al-Mulk: 10)”

Dan mereka berkata, “Sekiranya (dahulu) kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) tentulah kami tidak termasuk penghuni neraka yang menyala-nyala.”

Jadi, itulah informasi mengenai 7 penyebab siksa kubur yang harus Anda ketahui. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda.
Apabila Anda membutuhkan kavling makam untuk salah satu sanak keluarga atau hanya sekadar untuk penandaan lahan, silakan hubungi Pemakaman Islam Al Azhar Memorial Garden Karawang sekarang juga. Kami masih memiliki lahan makam dengan berbagai tipe yang dapat Anda pilih sesuai dengan keinginan.

Apakah Orang Mati Syahid Langsung Masuk Surga?

29 September 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

Istilah mati syahid seringkali terucap saat ada kabar mengenai orang yang meninggal dalam keadaan perang. Setiap kali ada berita mengenai konflik yang melanda umat Muslim di suatu lokasi, netizen seringkali mengistilahkan para korban yang meninggal sudah mati syahid. Pertanyaannya, apakah mati syahid masuk surga hanya berbekal perang?

Faktanya, kriteria mati syahid tidak sebatas orang yang meninggal dalam keadaan perang. Ada pula beberapa kondisi yang membuat orang bisa mati syahid, termasuk keadaan sakit sekalipun. Semua kondisi mati syahid tersebut bahkan tertulis dengan jelas melalui Al-Quran dan hadits Rasulullah SAW

Untuk lebih jelasnya, bacalah penjelasan di artikel ini secara lengkap.

Baca juga: Apa Itu Mati Syahid? Dan Dalil Tentang Mati Syahid

Apakah Mati Syahid Masuk Surga, Termasuk Jihad?

Selama ini, orang memahami mati syahid sebagai kematian dalam keadaan terpuji di jalan Allah SWT. Mati syahid pun digadang-gadang memiliki banyak keistimewaan karena langsung mendapatkan surga sebagai jaminannya.

Pertanyaannya adalah, kita sering mendengar istilah jihad sebagai salah satu jalan untuk mati syahid. Jihad dalam KBBI diartikan sebagai usaha membela agama Islam dengan mengorbankan harta benda, jiwa, dan raga. Berjihad pun sering dijadikan propaganda atau ajakan dari kaum ekstremis untuk melakukan bom bunuh diri, layaknya orang-orang saat medan perang.

Faktanya, Islam melarang keras orang yang melakukan bunuh diri, apapun kondisinya termasuk sakit keras. Selain melarang bunuh diri, Islam melarang pula aksi yang turut membahayakan hidup orang di sekitarnya. Malahan, orang-orang inilah yang mendapatkan neraka sebagai jaminannya.

Al-Quran surat An-Nisa ayat 29-30 pun menegaskan tentang merampas hak hidup orang lain lewat bom bunuh diri:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا تَأۡكُلُوٓاْ أَمۡوَٰلَكُم بَيۡنَكُم بِٱلۡبَٰطِلِ إِلَّآ أَن تَكُونَ تِجَٰرَةً عَن تَرَاضٖ مِّنكُمۡۚ وَلَا تَقۡتُلُوٓاْ أَنفُسَكُمۡۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ بِكُمۡ رَحِيمٗا ٢٩ وَمَن يَفۡعَلۡ ذَٰلِكَ عُدۡوَٰنٗا وَظُلۡمٗا فَسَوۡفَ نُصۡلِيهِ نَارٗاۚ وَكَانَ ذَٰلِكَ عَلَى ٱللَّهِ يَسِيرًا ٣٠

Artinya: “(29) Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian saling memakan harta sesama kalian dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka di antara kalian. Dan janganlah kalian membunuh diri kalian, sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepada kalian. (30) Dan barang siapa berbuat demikian dengan melanggar hak dan aniaya, maka Kami kelak akan memasukkannya ke dalam neraka. Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah.”

Baca juga: 7 Keutamaan dan Keistimewaan Mati Syahid

Kesimpulannya, mati syahid dengan cara melakukan bom bunuh diri tidak masuk surga, malahan mendapatkan neraka jaminannya. Kita harus memahami kondisi mati syahid yang benar dan sesuai dengan pemahaman Islam.

Rasulullah SAW melalui hadits HR Muslim mengatakan ada lima orang yang mati syahid, termasuk orang yang meninggal dalam perang. Isi haditsnya adalah:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم ما تعدون الشهداء فيكم؟ قالوا : يا رسول الله، من قتل في سبيل الله فهو شهيد. قال إن شهداء أمتي إذا لقليل! قالوا: فمن هم يا رسول الله؟ قال من قتل في سبيل الله فهو شهيد، ومن مات في سبيل الله فهو شهيد، ومن مات في الطاعون فهو شهيد، ومن مات في البطن فهو شهيد، والغريق شهيد رواه مسلم

Artinya: Rasulullah SAW menguji sahabatnya dengan pertanyaan, ‘Siapakah orang yang mati syahid di antara kalian?’ ‘Orang yang gugur di medan perang itulah syahid ya Rasulullah,’ jawab mereka. ‘Kalau begitu, sedikit sekali umatku yang mati syahid.’ ‘Mereka (yang lain) itu lalu siapa ya Rasul?’ ‘Orang yang gugur di medan perang itu syahid, orang yang mati di jalan Allah juga syahid, orang yang kena tha’un (wabah) pun syahid, orang yang mati karena sakit perut juga syahid, dan orang yang tenggelam adalah syahid,’ jawab Nabi Muhammad SAW.

Baca juga: Apa Arti Husnul Khotimah? Dan Cara Agar Meninggal Husnul Khotimah

Tidak hanya hadits di atas, kondisi mati syahid juga dijelaskan dalam hadits yang diriwayatkan oleh HR Bukhari dan Muslim.

وعن أبي هريرة رضي الله عنه، قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم الشهداء خمسة المطعون والمبطون، والغريق، وصاحب الهدم، والشهيد في سبيل الله متفق عليه

Artinya: Dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda: Orang yang mati syahid ada lima macam, yaitu orang yang kena tha’un (wabah), orang yang mati karena sakit perut, korban tenggelam, korban yang tertiban reruntuhan, dan orang syahid di jalan Allah.’”
Jadi, apakah mati syahid masuk surga? Jawabannya adalah ya, asalkan bukan dengan jalan jihad seperti bom bunuh diri yang dilakukan oleh beberapa orang. Bila diamati, lima kondisi mati syahid yang disebutkan dalam kedua hadits tersebut tidak bisa diprediksikan. Namun, Anda bisa mempersiapkan kuburan sebagai tempat peristirahatan terakhir di Taman Pemakaman Islam Al Azhar Memorial Garden apabila dipanggil ke Rahmatullah.

Hukum Ziarah Kubur bagi Perempuan yang sedang Haid

29 September 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

Ziarah kubur sudah menjadi tradisi bagi umat Muslim di Indonesia. Tradisi ini biasanya berlangsung selama bulan Ramadhan atau menjelang Idul Fitri. Terlepas dari banyaknya umat yang melakukan, ibadah satu ini memang tidak wajib dilakukan. Orang Muslim pun tidak dianggap berdosa apabila tidak melaksanakan ziarah kubur.

Ibadah ini pun bersifat sunnah, artinya tidak wajib dilakukan. Namun, ada baiknya setiap umat Muslim melakukan ziarah kubur agar ingat akan hari kematian, termasuk perempuan. Meskipun begitu, ada pula yang mempertanyakan apakah perempuan yang sedang haid boleh melakukan ziarah kubur?

Hukum Ziarah Kubur

Sebelum mengetahui lebih dalam tentang topik ini, ada baiknya kita mengetahui hukum ziarah kubur secara umum. Hukum mengenai ziarah kubur diriwayatkan dalam hadits HR Ibnu Majah, yang berbunyi: “(Dulu) Aku melarang kalian ziarah kubur, maka (sekarang) berziarahlah kalian ke kuburan, sesungguhnya ziarah kubur membuat kalian zuhud di dunia dan mengingatkan kalian pada akhirat.”

Doa yang harus diucapkan saat ziarah kubur pun tetap ditujukan kepada Allah SWT, bukannya mayit yang dikunjungi. Doa dan zikir yang dibacakan dengan niat pahala yang ditujukan untuk mereka yang meninggal akan sampai kepada yang didoakan. Kita pun bisa mendoakan agar mereka mendapatkan pahala dan dilapangkan kuburannya.

Dalam kitab Al-Adzkar, Imam Nawawi menjelaskan bahwa doa untuk orang yang meninggal akan bermanfaat kepada mereka. “Diriwayatkan dari Nabi Muhammad bahwa sesungguhnya beliau bersabda, ‘Tidak ada perumpamaan mayit di kuburnya kecuali seperti orang tenggelam yang ingin ditolong. Mayit menunggu doa yang ditujukan padanya baik dari anaknya, saudaranya ataupun temannya. Ketika doa itu telah tertuju padanya, maka doa itu lebih ia cintai daripada dunia dan seisinya’.”

Baca juga: Doa Ziarah Kubur: Adab, Tata Cara

Bolehkah Perempuan Haid Melakukan Ziarah Kubur?

Bagi yang bertanya-tanya apakah boleh perempuan haid melakukan ziarah kubur, jawabannya adalah ya. Meskipun sedang datang bulan, ziarah kubur tidak termasuk dalam sepuluh perkara yang diharamkan. Ini adalah sepuluh perkara haram yang harus dihindari oleh perempuan yang sedang haid: 

  1. salat 
  2. thawaf
  3. menyentuh mushaf
  4. membawa mushaf 
  5. berdiam di dalam masjid
  6. membaca Alquran
  7. puasa 
  8. thalaq 
  9. lewat di dalam masjid jika khawatir mengotori dengan darahnya
  10. bercumbu pada bagian antara pusar dan lutut.

Meskipun ziarah kubur tidak termasuk dalam larangan saat perempuan sedang haid, mereka tidak boleh melakukan sepuluh perkara di atas saat melakukannya. Misalnya, perempuan yang haid tidak boleh membaca ayat-ayat pendek atau berada di masjid saat melakukan ziarah kubur. Kegiatan mereka hanya sebatas berwudhu, berdoa, dan berzikir.

Baca juga: Saat Berziarah Kubur Baca Doa ini

Lagipula, kitab Irsyadatus Saniyah menyebutkan bahwa perempuan dianjurkan untuk melakukan ziarah kubur nabi, para wali, dan orang saleh. Tidak ada perbedaan signifikan mengenai ziarah kubur untuk perempuan yang sedang haid dan tidak. Berarti, ziarah kubur boleh, bahkan dianjurkan untuk wanita yang sedang haid sekalipun.

Hadits Imam Alhakim dalam kitab Al-Mustadrak pun menyebutkan bahwa Rasulullah SAW menganjurkan putrinya untuk melakukan ziarah kubur.

أَنَّ عَائِشَةَ أَقْبَلَتْ ذَاتَ يَوْمٍ مِنَ الْمَقَابِرِ فَقُلْتُ لَهَا: يَا أُمَّ الْمُؤْمِنِينَ، مِنْ أَيْنَ أَقْبَلْتِ؟ قَالَتْ: مِنْ قَبْرِ أَخِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي بَكْرٍ، فَقُلْتُ لَهَا: أَلَيْسَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُورِ؟ قَالَتْ: نَعَمْ، «كَانَ قَدْ نَهَى، ثُمَّ أُمِرَ بِزِيَارَتِهَا

Artinya: Suatu hari Aisyah dating dari kuburan. Lalu aku bertanya, ‘Wahai Ummul Mukmunin, anda dari mana?.’ Dia menjawab, ‘Dari kuburan saudaraku, Abdurrahman bin Abu Bakar.’ Aku bertanya lagi padanya, ‘Bukankah Saw. telah melarang ziarah kubur?.’ Dia menjawab, ‘Benar, beliau memang dulu melarangnya kemudian beliau memerintahkannya.
Kesimpulannya, perempuan yang sedang haid pun diperbolehkan melakukan ziarah haid, asalkan mereka tidak melakukan sepuluh larangan yang disebutkan. Al Azhar Memorial Garden menjadi lokasi pemakaman serta tempat ziarah di Karawang yang nyaman untuk melakukan ziarah kubur meskipun sedang haid. Kami menyediakan beberapa fasilitas seperti tenda dan kursi, sehingga anggota keluarga yang sedang haid pun tetap bisa melakukan sunnah ini dengan nyaman. Hubungi kami untuk melakukan ziarah di tempat kami.

Mengenal 2 Malaikat yang Bertanya di Alam Kubur

28 September 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

Ruh orang yang sudah meninggal tidak langsung pindah ke akhirat, tapi berdiam di alam kubur atau barzakh untuk dipertanggungjawabkan perbuatannya. Mereka akan berhadapan dengan dua malaikat yang bertanya di alam kubur terkait iman Islam selama hidup. Siapakah kedua malaikat tersebut?

Allah SWT menciptakan banyak malaikat, tapi hanya sepuluh yang wajib kita hafalkan nama beserta tugasnya. Di antara sepuluh malaikat tersebut, ada dua malaikat yang bertugas di alam kubur, yaitu Munkar dan Nakir. Kedua malaikat ini akan mendatangi manusia yang baru saja meninggal setelah dikuburkan.

Dua Malaikat yang Bertanya di Alam Kubur kepada Manusia

Meski gambaran mengenai alam kubur terlihat mengerikan, malaikat Munkar dan Nakir tetap taat pada tugasnya. Lagipula, malaikat merupakan makhluk ciptaan Allah SWT yang paling taat dan tidak memiliki rasa angkuh. Mereka pun sering bertasbih sembari menyerukan nama Sang Pencipta, tertulis di Surat Al Anbiya ayat 19-20: 

وَلَهٗ مَنْ فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ وَمَنْ عِنْدَهٗ لَا يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِهٖ وَلَا يَسْتَحْسِرُوْنَ ۚ – ١٩ يُسَبِّحُوْنَ الَّيْلَ وَالنَّهَارَ لَا يَفْتُرُوْنَ – ٢٠

Artinya: “Dan milik-Nya siapa yang di langit dan di bumi. Dan (malaikat-malaikat) yang di sisi-Nya, tidak mempunyai rasa angkuh untuk menyembah-Nya dan tidak (pula) merasa letih. Mereka (malaikat-malaikat) bertasbih tidak henti-hentinya malam dan siang.”

Begitu pula malaikat Munkar dan Nakir, mereka akan datang ke kuburan orang yang meninggal usai proses penguburannya. Lebih tepatnya, mereka datang setelah 70 langkah orang terakhir meninggalkan kuburan orang yang baru meninggal tersebut. Kedua malaikat ini duduk dan bertanya kepada orang yang baru meninggal tersebut terkait keimanannya.

Baca juga: Lakukan 5 Amalan yang Menemani di Alam Kubur Ini

Hal itu tertulis jelas dalam hadits HR Tirmidzi, yaitu:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِذَا قُبِرَ الْمَيِّتُ أَوْ قَالَ أَحَدُكُمْ أَتَاهُ مَلَكَانِ أَسْوَدَانِ أَزْرَقَانِ يُقَالُ لأَحَدِهِمَا الْمُنْكَرُ وَالآخَرُ النَّكِيرُ  

Artinya: Apabila mayat telah dikubur atau jika salah seorang kalian dikubur maka ada dua malaikat yang mendatanginya yang keduanya hitam kebiruan, diberi nama Munkar dan yang lainnya bernama Nakir.

Sekilas nama malaikat Munkar ini disangsikan oleh beberapa ulama lantaran artinya yang tidak sesuai dengan sifat malaikat. Sebenarnya, penamaan Munkar ini tidak secara literal, yang artinya tidak dikenali oleh Allah SWT. Nama Munkar diberikan lantaran orang yang meninggal tidak mengenali kedua malaikat tersebut sebelum bertemu dengannya.

Baca juga: Seperti Apa Kehidupan di Alam Kubur?

Pertanyaan dari Dua Malaikat yang Bertanya di Alam Kubur

Seperti yang dikatakan sebelumnya, malaikat Munkar dan Nakir menanyakan beberapa pertanyaan terkait iman Islam seseorang semasa mereka hidup di dunia. Lebih detailnya, ada enam pertanyaan yang dari dua malaikat yang bertanya di alam kubur ini, yakni:

  1. Siapa Tuhanmu?
  2. Siapa nabimu?
  3. Apa agamamu?
  4. Apa kitabmu?
  5. Di mana kiblatmu?
  6. Siapa saudaramu?

Keenam pertanyaan tersebut bisa saja dijawab dengan mudah oleh umat Muslim. Sejatinya, Rasulullah SAW bersabda bahwa tidak ada orang yang benar-benar mampu menjawabnya, karena akan dinilai berdasarkan amalan dan perbuatan iman mereka.

Baca juga: Umat Muslim Wajib Tahu 6 Pertanyaan di Alam Kubur Ini!

Namun, bila orang itu menjawabnya dengan teguh dan percaya diri, mereka akan diberikan istirahat yang tenang hingga datangnya hari kiamat. Mereka ini adalah golongan orang beriman yang melakukan banyak amalan semasa hidupnya.

Ada pula orang yang tidak beriman, ketika dihadapkan dengan pertanyaan ini, mereka terbata-bata menjawabnya. Meskipun mereka bisa ‘mencontek’ perkataan orang lain, lidahnya malah mengatakan bahwa mereka hanya ikut-ikutan orang lain. Mereka inilah yang termasuk orang munafik, di mana keimanan Islam belum melekat dalam hatinya.
Jadi, kedua malaikat yang bertanya di alam kubur ini bernama Munkar dan Nakir. Apakah iman dan amalan Anda sudah siap ketika ditanya oleh mereka kelak? Selain mempersiapkan keduanya, tempat peristirahatan terakhir pun harus direncanakan mulai segera. Tidak ada yang tahu mengenai datangnya kematian, jadi lebih baik Anda siapkan pusara di Makam Modern Al Azhar Memorial Garden Karawang daripada repot mengurus sanak saudara mencari pemakaman nantinya.

Lakukan 5 Amalan yang Menemani di Alam Kubur Ini

28 September 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

Manusia tidak membawa apapun saat meninggal dunia, kecuali perbuatan iman dan amalan yang telah dilakukan selama hidup. Meskipun kadang dianggap sepele saat menjalani kehidupan, amalan menjadi harta yang berharga setelah kita meninggal. Ada baiknya manusia melakukan lima amalan yang menemani di alam kubur selama dikasih kesempatan untuk hidup.

Alam kubur atau alam barzakh pun belum menjadi perhentian terakhir manusia ketika meninggal. Meskipun bukan garis akhir, bukan berarti manusia bisa menyepelekan alam kubur. Justru di sinilah segala perbuatan dan amalan kita dipertanggungjawabkan, karena akan bergantung pada nasib kita di alam kubur.

Daftar Amalan yang Menemani di Alam Kubur

Allah SWT pun memberikan ganjaran sesuai dengan amalan dan perbuatan yang kita lakukan semasa hidup. Apabila seseorang rajin melakukan amalan serta perbuatan baik, Allah SWT akan memberikannya istirahat yang tenang. Alam kubur pun akan diterangi apabila hamba-Nya taat pada perintah.

Sebaliknya, Allah SWT akan menghukum setiap hamba yang melanggar perintah-Nya, termasuk mereka yang tidak beriman pada-Nya. Dia akan memberikan siksa kubur bagi para pelanggar tersebut. Semua ganjaran tersebut didapatkan sesuai dengan amalan yang telah dilakukan selama kita hidup.

Karena itu, kita harus melakukan lima amalan yang menemani di alam kubur ini selagi masih diberikan kesempatan untuk hidup oleh Allah SWT.

1. Melakukan Sholat Lima Waktu

Sholat seringkali diabaikan oleh manusia selama hidupnya lantaran berbagai alasan, terutama kesibukan. Padahal, sholat merupakan amalan yang pertama kali dihisab saat di akhirat. Bila seorang Muslim rajin sholat dan menaati perintah-Nya, kelak alam kubur-Nya akan diterangi oleh Allah SWT.

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ ، قَالَ : قاَلَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ العَبْدُ يَوْمَ القِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ صَلاَتُهُ ، فَإنْ صَلُحَتْ ، فَقَدْ أفْلَحَ وأَنْجَحَ ، وَإنْ فَسَدَتْ ، فَقَدْ خَابَ وَخَسِرَ ، فَإِنِ انْتَقَصَ مِنْ فَرِيضَتِهِ شَيْءٌ ، قَالَ الرَّبُ عَزَّ وَجَلَّ اُنْظُرُوا هَلْ لِعَبْدِي مِنْ تَطَوُّعٍ ، فَيُكَمَّلُ مِنْهَا مَا انْتَقَصَ مِنَ الفَرِيضَةِ ؟ ثُمَّ تَكُونُ سَائِرُ أعْمَالِهِ عَلَى هَذَا. رَوَاهُ التِّرمِذِيُّ.

Artinya: “Sesungguhnya amal yang pertama kali dihisab pada seorang hamba pada hari kiamat adalah shalatnya. Maka, jika shalatnya baik, sungguh ia telah beruntung dan berhasil. Dan jika shalatnya rusak, sungguh ia telah gagal dan rugi. Jika berkurang sedikit dari shalat wajibnya, maka Allah Ta’ala berfirman, ‘Lihatlah apakah hamba-Ku memiliki shalat sunnah.’ Maka disempurnakanlah apa yang kurang dari shalat wajibnya. Kemudian begitu pula dengan seluruh amalnya.” (Hadits HR. Tirmidzi)

Baca juga: Seperti Apa Kehidupan di Alam Kubur?

2. Membaca Al-Quran dengan Rajin

Al-Quran merupakan kitab suci umat Muslim yang sangat mulia. Kita pun bisa mendapatkan syafaat saat di akhirat bila rajin membaca kitab suci ini. Alam kubur pun diterangi apabila kita rajin membaca dan mengamalkan Al-Quran sepanjang hidup.

اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لِأَصْحَابِهِ

Bacalah Alquran kerana sesungguhnya di hari kiamat nanti ia akan menjadi syafaat kepada orang-orang yang mengikutinya (Hadits HR. Muslim).

3. Memiliki Iman kepada Allah SWT

Iman juga menjadi salah satu amalan yang menemani di alam kubur, bahkan menjadi penyelamat dari siksa kubur. Alasannya, iman adalah hal yang paling utama dalam beragama. Muslim yang baik hendaknya memiliki iman kepada Allah SWT, dengan cara menjalankan setiap perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya.

Baca juga: Umat Muslim Wajib Tahu 6 Pertanyaan di Alam Kubur Ini!

4. Membaca Surat Al Mulk

Rajin membaca Surat Al-Mulk setiap malam bisa menjadi amalan yang menemani di alam kubur. Riwayat An-Nasai menyebutkan bahwa orang yang rajin membaca tabarakalladzi biyadihil mulku (Surat Al-Mulk) akan dijauhkan dari azab kubur. Surat ini bisa dibaca oleh umat Muslim setiap malam sebelum tidur.

Baca juga: 4 Amalan Penyelamat Siksa Kubur Yang Dapat Membantumu

5. Memanjatkan Doa dengan Rajin

Amalan terakhir yang bisa menyelamatkan orang dari siksa kubur adalah menaikkan doa kepada Allah SWT. Agar kita bisa selamat dari siksa kubur nantinya, panjatkanlah doa ini:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذَ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ ومن عذاب النار،  وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا الْمَمَاتِ وَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَالِ 

Bacaannya: Allohumma inni a’udzu bika mina ‘adzabil qabri wa min ‘adzabin nari wa min fitnatil mahya wal mamati wa min fitnatil masihid dajjal.

Artinya: Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepadamu dari siksa kubur dan siksa api neraka, dan fitnah mereka yang hidup dan fitnah mereka yang mati, serta fitnah Masih dan Dajjal.
Jadi, apakah Anda mau melakukan lima amalan yang menemani di alam kubur ini? Selain melengkapi amalan, Anda juga bisa menyiapkan tempat peristirahatan terakhir sekarang juga di Taman Pemakaman Islam Al Azhar Memorial Garden Karawang.

Umat Muslim Wajib Tahu 6 Pertanyaan di Alam Kubur Ini!

28 September 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

Alam kubur menjadi tempat ruh orang yang meninggal mempertanggungjawabkan segala perbuatannya di bumi. Setiap orang akan mendapatkan enam pertanyaan di alam kubur yang diajukan oleh malaikat Munkar dan Nakir. Apabila mereka bisa menjawab semua pertanyaan tersebut, mereka akan mendapatkan kelapangan selama berada di alam kubur.

Alam kubur bukanlah akhir dari perjalanan ruh manusia, melainkan tempat penantian akan datangnya hari kiamat. Pada hari kiamat, mereka yang sudah meninggal akan berkumpul di akhirat, yang menjadi akhir dari pengembaraan hidup. Meskipun sudah meninggal, manusia masih memiliki kesempatan untuk mempertanggungjawabkan setiap amal dan perbuatannya di alam kubur, terutama dengan menjawab pertanyaan wajib dari malaikat Munkar dan Nakir.

Baca juga: Seperti Apa Kehidupan di Alam Kubur?

Enam Pertanyaan di Alam Kubur yang Harus Dijawab

Alam kubur dan akhirat memang selalu menjadi misteri, namun Rasulullah SAW memberikan beberapa gambaran mengenai hal tersebut dalam Al-Qur’an. Pertanyaan di alam kubur juga menjadi salah satu topik yang dibahas oleh Rasulullah SAW mengenai kematian. Sejatinya, hanya tiga pertanyaan yang sifatnya wajib, dan tiga lainnya merupakan pertanyaan tambahan.

Ada tiga pertanyaan wajib yang ditanyakan oleh malaikat Munkar dan Nakir di alam kubur, yaitu:

  1. Man rabbuka, artinya: siapakah Tuhanmu?
  1. Ma dinuka, artinya: apa agamamu?
  1. Man nabiyyuka, artinya: siapakah nabimu?

Selain pertanyaan wajib tersebut, mereka juga memberikan tiga pertanyaan tambahan, yakni:

  1. Ma kitabuka, artinya: apa kitabmu?
  1. Aina qiblatuka, artinya: di mana arah kiblatmu?
  1. Man ikhwanuka, artinya: siapakah saudaramu?

Keenam pertanyaan tersebut memang merupakan bocoran dari Rasulullah SAW, tapi tidak bisa dijawab oleh semua manusia. Alasannya, sebagus apapun jawaban kita, semua bergantung pada amal ibadah dan perbuatan kita.

Baca juga: 4 Amalan Penyelamat Siksa Kubur Yang Dapat Membantumu

Imbalan Bagi Orang yang Teguh Menjawabnya

Meskipun tidak semua orang bisa menjawabnya, Allah SWT tetap memberikan imbalan bagi orang yang beriman. Mereka yang mampu menjawab pertanyaan tersebut dengan percaya diri akan diberikan istirahat yang tenang hingga dibangunkan oleh orang yang dikasihinya.

والمؤمن يقول لهما ربي الله وحده لا شريك له والإسلام ديني ومحمد نبي وهو خاتم النبيين والكعبة قبلتي والمؤمنون إخوتي والقرآن إمامي والسنة منهاجي وأنا قرأت كتاب الله فآمنت به وصدقته ويقولان له إذا وفق للجواب صدقت ونم نوم العروس الذي لا يوقظه إلا أحب الناس إليه.

Artinya: “Orang mukmin menjawab keduanya, ‘Tuhanku adalah Allah yang maha esa, tiada sekutu bagi-Nya. Islam agamaku. Muhammad adalah nabiku, ia penutup para nabi. Ka’bah adalah kiblatku. Orang-orang mukmin adalah saudaraku. Al-Qur’an adalah imamku. Sunnah rasul adalah jalan hidupku. Aku membaca kitabullah, dan beriman serta membenarkannya. Kedua malaikat itu berkata kepada ahli kubur yang beriman itu ketika mendapat taufiq untuk menjawabnya, ‘Kau benar. Tidurlah sebagaimana tidur para pengantin yang tiada dapat membangunkannya kecuali orang yang paling mengasihinya.’” (dari Syekh M Nawawi Banten, Syarah Nuruz Zhalam ala Aqidatil Awam, halaman 17)

Baca juga: Mengenal 2 Malaikat yang Bertanya di Alam Kubur

Namun, ada juga orang yang ragu-ragu saat menjawab keenam pertanyaan tersebut. Orang-orang ini disebut bimbang atau munafik lantaran tidak ada iman Islam yang kuat dalam hatinya. Mereka seolah-olah tahu jawabannya, tapi terhalang dan malah mengucapkan, “Hah.hah aku mendengar manusia mengucapkan sesuatu, aku pun ikut mengucapkannya,” bukannya menjawab sesuai jawaban di atas.

Itu karena imannya hanya di mulut, tapi tidak ada di hati. Hukumannya, dia dipukul dengan mirzabah besi oleh malaikat Munkar dan Nakir. Teriakan yang keluar dari mulutnya didengar oleh semua makhluk kecuali manusia.
Kesimpulannya, keenam pertanyaan di alam kubur tersebut tidak hanya dicari jawabannya secara lisan, tapi juga dibangun imannya dalam hati. Selain mempersiapkan iman sebelum meninggal, tidak ada salahnya Anda menyiapkan pula tempat beristirahat untuk Anda dan keluarga. Di Taman Pemakaman Islam Al Azhar Memorial Garden, kami menyediakan kavling kuburan hingga enam orang, cocok untuk mempersiapkan peristirahatan terakhir bersama keluarga. Hubungi kami segera untuk informasi selengkapnya.

Penjelasan Singkat Mengenai Alam Kubur atau Alam Barzah

28 September 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

Bagi setiap orang yang di dunia, pasti akan menemui yang namanya kematian. Setelah meninggal dunia, bukan berarti kita hanya akan berhenti di sana. Kita harus menunggu datangnya hari akhir atau kiamat yang akan mengakhiri seluruh kehidupan di dunia. Bagi yang sudah meninggal akan menunggu datangnya hari ini di alam kubur atau alam barzah. Untuk bisa memahami hal yang satu ini marilah kita lihat penjelasan singkat berikut ini.

Baca juga: Umat Muslim Wajib Tahu 6 Pertanyaan di Alam Kubur Ini!

Mengenal Alam Kubur

Alam kubur atau alam barzah adalah tempat bagi kita untuk menunggu datangnya hari kiamat. Barzah memiliki arti penghalang atau pemisah antara dua hal. Secara istilah adalah sebuah jarak pemisah antara akhir kehidupan di dunia hingga mulainya kehidupan ukhrawi (akhirat). Di dalam Al-Qur’an, penjelasan tentang alam barzah dapat ditemukan melalui surah Al-Mukminun ayat 99-100. 

حَتَّىٰ إِذَا جَاءَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ

لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ ۚ كَلَّا ۚ إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَائِلُهَا ۖ وَمِنْ وَرَائِهِمْ بَرْزَخٌ إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ

“(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: “Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan,”.  (Q.S. Al-Mukminun: 99-100).

Di alam kubur ini, seluruh manusia dari zaman nabi Adam hingga di masa sekarang yang telah meninggal akan berkumpul. Bersama-sama menantikan akhirat.

Baca juga: Hikmah Kematian

Bekal di Alam Kubur

Setiap manusia yang telah meninggal tidak dapat membawa gelar, jabatan, bahkan harta yang selama hidup telah mereka kumpulkan. Satu-satunya yang bisa dibawa sebagai bekal yang dapat menyelamatkan kita hanyalah amalan ibadah dan perbuatan baik selama hidup di dunia.

Terkait perhitungan amal baik dan buruk, Allah SWT telah menjelaskannya dalam ayat berikut ini:

فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُۥ

‘’Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.’’ (QS Al-Zalzalah: 7) .

وَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُۥ

“Barangsiapa yang mengerjakan keburukan seberat dzarrah, niscaya akan melihat (balasan)nya pula’’ (QS Al-Zalzalah: 8)

Ibnu Umar berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Jika seorang telah meninggal, maka akan ditampakkan padanya tempatnya pada pagi hari dan pada sorenya.”

Baca juga: 4 Amalan Penyelamat Siksa Kubur Yang Dapat Membantumu

Bila melakukan banyak amalan dan perbuatan yang baik, maka manusia yang telah meninggal akan bisa melihat kenikmatan yang ada di akhirat. Sedangkan untuk manusia yang berdosa, hanya ada siksaan yang akan mereka rasakan. Bila hari kiamat tiba, seluruh manusia akan dibangkitkan kembali.

ٱلنَّارُ يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا غُدُوًّا وَعَشِيًّا ۖ وَيَوْمَ تَقُومُ ٱلسَّاعَةُ أَدْخِلُوٓا۟ ءَالَ فِرْعَوْنَ أَشَدَّ ٱلْعَذَابِ

“Kepada mereka diperlihatkan neraka, pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya kiamat. (dikatakan kepada malaikat) ‘”Masukan Fir’aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras.” (QS Ghafir: 46)Itulah dia penjelasan singkat dari alam kubur atau alam barzah. Sudah kewajiban bagi kita untuk senantiasa bertaqwa dan beramal baik agar bisa membawa bekal yang cukup ketika dipanggil oleh yang maha kuasa. Selalu jaga iman dan perbanyak perbuatan sholeh. Bila Anda membutuhkan taman pemakaman sesuai dengan syariat Islam, maka Taman Pemakaman Islam Al-Azhar Memorial Garden bisa menjadi pilihan Anda. Kunjungi website kami sekarang juga.

Hukum Memindahkan Makam Dalam Kacamata Islam

28 September 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

Dalam syariat Islam, terdapat beberapa hukum memindahkan makam yang perlu Anda ketahui. Jika Anda sedang memiliki rencana untuk memindahkan makam salah satu sanak keluarga, maka ada baiknya untuk mengetahui hukum yang berlaku tersebut.

Pada umumnya, Islam melarang siapapun untuk melakukan pemindahan jenazah yang sudah dikubur. Namun, dalam beberapa situasi tertentu atau darurat, makam boleh dipindahkan sesuai yang tertulis dalam syariat Islam.

Untuk itu, melalui artikel ini, kami akan memberikan beberapa informasi penting bagi Anda yang ingin memindahkan makam salah satu sanak keluarga. Informasi di bawah ini berisi hukum untuk memindahkan makam sesuai syariat Islam.

3 Hukum Memindahkan Makam Sesuai Syariat Islam

Dalam Islam, setidaknya ada 3 hukum yang berlaku dalam memindahkan makam sesuai dengan tujuan dan situasinya. Ketiga hukum memindahkan makam tersebut adalah sebagai berikut:

1. Adanya Kebutuhan Pribadi yang Mendesak

“Tidak boleh mengeluarkan mayat dari kuburannya kecuali karena kebutuhan mendesak, misalnya ada sesuatu yang mengganggu mayat sehingga harus dipindahkan ke tempat lain. Sebagaimana pada sebagian sahabat, jenazahnya dipindahkan karena sebab semacam ini.” (Majmu’ Al-Fatawa, 24:303)

Sesuai dengan kutipan di atas, pemindahan makam harus didasari dengan suatu alasan atau kondisi yang mendesak seperti situasi makam yang sudah tidak layak untuk dijadikan sebagai tempat peristirahatan terakhir. Oleh karena itu, jika makam yang akan dipindahkan mengalami beberapa kondisi atau situasi tertentu, Anda dapat memindahkan makam tersebut ke lokasi yang lebih baik.

Baca juga: Bagaimana Hukum Memasang Kijing Makam?

2. Adanya Kebutuhan Umum yang Mendesak

Terkadang, lahan makam di beberapa tempat memiliki berbagai situasi khusus yang menyangkut dengan kepentingan umum. Salah satu situasi khusus tersebut seperti perluasan jalan yang harus mengambil sebagian lahan makam yang sudah ditempati.

Selain perluasan jalan, ada juga beberapa kondisi yang memungkinkan lahan makan perlu dibongkar karena kondisi bencana alam seperti banjir dan sebagainya. Apabila Anda menghadapi kondisi yang demikian, maka makam sanak keluarga dapat diperbolehkan sesuai hukum yang berlaku dalam agama Islam.

3. Adanya Kebutuhan Orang Lain yang Mendesak

Hukum terakhir untuk memindahkan makam adalah berdasarkan kebutuhan yang mendesak dari salah satu atau beberapa pihak. Apa maksudnya kebutuhan orang lain yang mendesak?

Sebagai contoh, ketika tanah makam tempat peristirahatan terakhir jenazah tersebut merupakan lahan orang lain dan orang tersebut ingin mengambil kembali tanah mereka, maka makam boleh dipindahkan. Hal ini termasuk ke dalam situasi yang mendesak di mana keluarga yang bersangkutan harus memindahkan jenazah tersebut ke lahan pemakaman yang baru.

Sekiranya, itulah 3 hukum dalam Islam mengenai pemindahan makam yang perlu Anda ketahui sebelum memutuskan untuk memindahkan makam salah satu sanak keluarga. Apakah sejauh ini Anda sudah memahami ketiga hukum di atas?

Jika Anda sedang mencari lahan baru untuk pemindahan makam salah satu sanak keluarga, maka Al Azhar Memorial Garden dapat membantu untuk menyediakan berbagai lahan makam yang dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan. Lahan makam kami sudah disesuaikan dengan syariat Islam di mana lahan makam ini tidak digabung dengan lahan makam non-muslim dan menghadap ke arah kiblat.

Al Azhar Memorial Garden telah berdiri selama kurang lebih 10 tahun untuk melayani seluruh pemakaman umat muslim dan kami juga memiliki Ustad yang akan membantu melayani prosesi pemakaman jenazah. Apabila Anda tertarik untuk memindahkan makam ke Pemakaman Islam Al Azhar Memorial Garden Karawang, silakan hubungi kami sekarang juga untuk informasi lebih lanjut atau bisa juga melihat informasi mengenai kavling pemakaman di sini.

3 Doa Ketika Mendengar Orang Meninggal Dunia

28 September 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

Sebagai sesama muslim, ketika kita mendengar adanya kabar duka seperti meninggal dunia sudah sepatutnya kita melantunkan doa. Kematian adalah sesuatu yang akan pasti datang dan tidak diketahui kehadirannya. Maka ada baiknya jika kita menghafal beberapa doa yang bisa digunakan ketika mendengar kabar duka ini. Berikut ini adalah beberapa doa ketika mendengar orang meninggal dunia.

Doa Ketika Mendengar Orang Meninggal Dunia

Seorang muslim disunahkan untuk bertakziah, menyolatkan, dan mendoakan orang yang sudah meninggal dunia. Rasulullah SAW bersabda:

حَقُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ سِتٌّ قِيْلَ: مَا هُنَّ يَا رَسُوْلَ اللهِ؟، قَالَ: إِذَا لَقِيْتَهُ فَسَلِّمْ عَلَيْهِ، وَإِذَا دَعَاكَ فَأَجِبْهُ، وَإِذَا اسْتَنْصَحَكَ فَانْصَحْ لَهُ، وَإِذَا عَطِسَ فَحَمِدَ اللهَ فَشَمِّتْهُ، وَإِذَا مَرِضَ فَعُدْهُ، وَإِذَا مَاتَ فَاتَّبِعْهُ (رَوَاهُ مُسْلِمٌ)

Hak orang muslim atas lainnya ada enam perkara yakni, bila bertemu maka ucapkanlah salam kepadanya, bila diundang maka penuhilah, bila minta nasihat (kebaikan) maka berikan nasihat, bila dia bersin dan membaca hamdalah maka doakanlah (yarhamukallah dan orang yang bersin membalas doa yahdikumullah), bila ia sakit maka jenguklah dan bila ia meninggal maka iringkanlah.” (HR. Muslim).

Hal-hal di atas adalah sesuatu yang baik dan tentu saja siapapun yang menjalankannya akan mendapatkan pahala. Hal ini juga bisa menjadi cara bagi kita mengingat akan adanya kematian. Sehingga bisa senantiasa bertawakal kepada Allah.

Rasulullah SAW bersabda:

ٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ أَنَّهُ قَالَ كُنْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَجَاءَهُ رَجُلٌ مِنْ الْأَنْصَارِ فَسَلَّمَ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ الْمُؤْمِنِينَ أَفْضَلُ قَالَ أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا قَالَ فَأَيُّ الْمُؤْمِنِينَ أَكْيَسُ قَالَ أَكْثَرُهُمْ لِلْمَوْتِ ذِكْرًا وَأَحْسَنُهُمْ لِمَا بَعْدَهُ اسْتِعْدَادًا أُولَئِكَ الْأَكْيَاسُ

Dari Ibnu Umar bahwa dia berkata; Saya bersama dengan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, tiba-tiba datang seorang laki-laki Anshar kepada beliau, lalu dia mengucapkan salam kepada Nabi shallallahu alaihi wasallam dan bertanya; “Ya Rasulullah, bagaimanakah orang mukmin yang utama?” beliau menjawab: “Orang yang paling baik akhlaknya.” Dia bertanya lagi; “Orang mukmin yang bagaimanakah yang paling bijak?” beliau menjawab: “Orang yang paling banyak mengingat kematian, dan yang paling baik persiapannya setelah kematian, merekalah orang-orang yang bijak.” (HR. Ibnu Majah) [No. 4259 Maktabatul Maarif Riyadh] Hasan.

Berikut ini adalah beberapa doa yang bisa kita baca ketika mendengar mengenai orang yang meninggal dunia.

1. Membaca Istirja

Ketika mendengar kabar duka ini, maka yang bisa pertama kali kita baca adalah istirja yakni:

الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

Innalillahi wa innaa ilaihi raajiuun.

Artinya: (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. (Al-Baqarah: 156).

Bisa dilanjutkan dengan doa,

اللَّهُمَّ أجُرني فِي مُصِيبَتِي واخلُف لِي خَيْرًا مِنْهَا

Allahumma ajurnii fii musibatii wakhluf lii khairan minhaa.

Artinya: Ya Allah, berilah daku pahala dalam musibahku ini, dan gantikanlah buatku yang lebih baik daripadanya, melainkan diberlakukan kepadanya apa yang dimintanya itu”.

Baca juga: Mempersiapkan Diri Untuk Apa yang Terjadi Setelah Kematian Menurut Islam

2. Membaca Doa Memohon Ampunan

Selanjutnya, kita juga bisa membaca doa berikut ini:

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَلَهُ وَأَعْقِبْنِي مِنْهُ عُقْبَى حَسَنَةً

Allahummaghfirli wa la hu (ha) wa’qibni min hu (ha) ‘uqbaa hasanah

Artinya: “Ya Allah, ampuni diriku dan dia dan berikan kepadaku darinya pengganti yang baik.”

3. Mendoakan Orang yang Meninggal

Terakhir, kita bisa mendoakan orang yang sudah berpulang ke yang maha kuasa, doa tersebut akan berbeda untuk jenazah laki-laki dan perempuan.

Doa untuk Laki-laki:

اللّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَاَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِلْمَاءِ وَالشَّلْجِ وَالْبَرْدِ وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْاَبْيَضُ مِنَ الدَّ نَسِ وَاَبْدِلْهُ دَارً اخَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَاَهْلًا خَيْرًا مِنْ اَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ وَادْخِلْهُ الجَنَّةَ وَاعِذْهُ مِنْ عَدَابِ الْقَبرِ وَفِتْنَتِهِ وَمِنْ عَذَابِ النَّارِ

Allahummaghfir Lahu Warhamhu Wa ‘Aafihi Aa’fu ‘anhu Wa Akrim Nuzulahu Wa Wassi’ Madkhalahu, Waghsilhu Bil Maa i Wats-tsalji Walbarodi Wa Naqqihii Minal khathaa Ya Kamaa Yunaqqats-Tsawbul Abyadhu Minad Danas.

Wa Abdilhu Daaran khairan Min Daarihii Wa Ahlan Khairan Min Ahlihii Wa Zawjan Khairan Min Zawjihi, Wa Adkhilhul Jannata Wa A ‘Idzhu Min ‘Adzaabil Qobri Wa Fitnatihi Wa Min ‘Adzaabin Naar.”

Artinya: “Ya Allah, ampunilah dan rahmatilah, bebaskanlah, lepaskanlah kedua orang tuaku. Dan muliakanlah tempat tinggalnya, luaskanlah jalan masuknya, bersihkanlah kedua orang tuaku dengan air yang jernih dan sejuk, dan bersihkanlah kedua orang tuaku dari segala kesalahan seperti baju putih yang bersih dari kotoran. Dan gantilah tempat tinggalnya dengan tempat tinggal yang lebih baik daripada yang ditinggalkannya, dan keluarga yang lebih baik, dari yang ditinggalkannya juga. Masukkanlah kedua orang tuaku ke surga, dan lindungilah dari siksanya kubur serta fitnahnya, dan siksa api neraka.”

Baca juga: Yang Harus Dilakukan Saat Seseorang dalam Keadaan Sakaratul Maut

Doa untuk perempuan:

اَللَّهُمَّ اغْفِرْلَها وَارْحَمْهَا وَعَافِهَا وَاعْفُ عَنْهَا، وَأَكْرِمْ نُزُلَهَا، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهَا، وَاغْسِلْهَا بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهَا مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ اْلاَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ. وَأَبْدِلْهَا دَارًا خَيِرًا مِنْ دَارِهَا، وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ اَهْلِهَا وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهَا، وَأَدْخِلْهَا الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهَا مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَفِتْنَتِهِ وَمِنْ عَذَابِ النَّارِ

Allaahummaghfir laha warham ha wa’aafi ha wa’fu anha wa akrim nuzula ha wa wassi’ madkhola ha waghsil ha bil maa-i wats-tsalji wal barodi wa naqqi ha minal khothooyaa kamaa yunaqqots tsaubul abyadlu minad danasi wa abdil ha daaron khoiron min daari ha wa ahlan khoiron min ahlil ha wazaujan khoiron min zaoji ha wa adkhil hal jannata wa ‘aidz ha min ‘adzaabil qobri wafitnati hi wa min ‘adzaabin naar.

Artinya: “Yaa Allah, ampunilah, rahmatilah, bebaskanlah dan lepaskanlah dia. Dan muliakanlah tempat tinggalnya, luaskanlah dia. Dan muliakanlah tempat tinggalnya, luaskanlah jalan masuknya, cucilah dia dengan air yang jernih lagi sejuk, dan bersihkanlah dia dari segala kesalahan bagaikan baju putih yang bersih dari kotoran, dan gantilan rumahnya dengan rumah yang lebih baik daripada yang ditinggalkannya, dan keluarga yang lebih baik, dari yang ditinggalkan, serta suami yang lebih baik dari yang ditinggalkannya pula. Masukkanlah dia ke dalam surga, dan lindungilah dari siksanya kubur serta fitnah nya, dan dari siksa api neraka.”

Baca juga: Tata Cara Bacaan Doa Niat Sholat Jenazah Muslim Pria dan Wanita

Itulah dia doa ketika mendengar orang meninggal dunia. Semoga informasi ini berguna untuk Anda. Bila Anda membutuhkan taman pemakaman sesuai dengan syariat Islam, maka Taman Pemakaman Islam Al-Azhar Memorial Garden bisa menjadi pilihan Anda. Kunjungi website kami sekarang juga untuk mendapatkan berbagai informasi lainnya dan mulai berkonsultasi dengan kami.

7 Hari Setelah Kematian Menurut Islam. Apa yang Akan Terjadi?

28 September 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

Banyak yang mengatakan jika arwah orang yang sudah meninggal masih ada diantara keluarga dalam 7 hingga 40 hari. Sehingga diadakan kegiatan tahlilan untuk mendoakan orang yang sudah meninggal tersebut. Namun, hal ini sebenarnya adalah pemahaman yang salah. Lalu apa yang sebenarnya terjadi dalam 7 hari setelah kematian menurut Islam?

7 Hari Setelah Kematian Menurut Islam

Arwah atau ruh seseorang yang baru saja meninggal akan pergi ke alam barzah. Di alam ini, mereka akan menunggu sampai hari kiamat tiba lalu pergi ke padang mahsyar. Mempertanggungjawabkan segala sesuatu yang sudah dilakukan di dunia. Jadi tidak bisa dibilang benar jika arwah seseorang yang sudah meninggal akan ada di sekitar kita hingga 40 hari, karena akan langsung menuju alam barzah.

Ada banyak hadits-hadist batil atau lemah yang menyatakan bahwa ruh akan berkeliling di dunia. Sebagai muslim, kita harus bisa paham bahwa ini bukanlah hal yang benar. Ruh tidak akan bisa kembali ke dunia. 

حَتَّى إِذَا جَاءَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ (99 ) لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ كَلَّا إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَائِلُهَا وَمِنْ وَرَائِهِمْ بَرْزَخٌ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ

(Demikianlah Keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, Dia berkata: “Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia), (99 ) agar aku bisa berbuat amal yang saleh yang telah aku tinggalkan. sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah Perkataan yang dia ucapkan saja. dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan(100). [QS. Al-Mukminun: 99 – 100].

Setiap ruh orang yang sudah meninggal akan di sibukan dengan balasan yang sudah dijanjikan oleh Allah atas apa saja yang sudah mereka perbuat di dunia ini. Ruh orang yang beriman akan mendapatkan balasan yang baik, sedangkan ruh orang kafir, munafik dan fasik akan mendapatkan balasan yang buruk sesuai apa yang sudah mereka lakukan semasa hidup di dunia.

Baca juga: 4 Amalan Penyelamat Siksa Kubur Yang Dapat Membantumu

Bertemu Ruh Orang yang Sudah Meninggal di Dalam Mimpi

Dengan kuasa dan izin Allah, kita akan bisa bertemu dengan ruh dari orang yang sudah meninggal di dalam mimpi.

اللَّهُ يَتَوَفَّى الْأَنْفُسَ حِينَ مَوْتِهَا وَالَّتِي لَمْ تَمُتْ فِي مَنَامِهَا فَيُمْسِكُ الَّتِي قَضَى عَلَيْهَا الْمَوْتَ وَيُرْسِلُ الْأُخْرَى إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

“Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) ruh (orang) yang belum mati di waktu tidurnya; Maka Dia tahanlah ruh (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan ruh yang lain sampai waktu yang ditetapkan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda- tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berfikir.” [QS. Az-Zumar : 42]

Tidak akan ada ruh orang yang sudah meninggal untuk kembali ke dunia 7 hari setelah kematian menurut Islam. Tahlilan hanyalah sebuah tradisi yang baik untuk mendoakan orang yang sudah meninggal. Bukan berarti ruh tersebut hadir diantara kita. Itulah informasi yang bisa kami berikan mengenai hal yang satu ini. Semoga bisa membantu Anda dan umat muslim lainnya. Bila Anda membutuhkan taman pemakaman sesuai dengan syariat Islam, maka Taman Pemakaman Islam Al-Azhar Memorial Garden Karawang bisa menjadi pilihan Anda. Kunjungi website kami sekarang juga untuk mendapatkan berbagai informasi lainnya dan mulai berkonsultasi dengan kami.

Perasaan Takut Mati dan Cara Menghilangkan Rasa Takut Mati Menurut Islam

28 September 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

Sangatlah wajar bagi kita untuk takut meninggalkan dunia ini. Kematian menjadi salah satu tahapan yang harus dilewati untuk bisa sampai ke dunia akhirat. Rasa takut yang timbul terhadap kematian bisa menjadi nikmat dan juga bisa menjadi hal yang membuat seseorang merasa terpuruk. Namun, kita harus bisa mengambil satu hal penting yaitu rasa takut akan mati adalah sebuah peringatan agar manusia selalu mengingat Allah. Lalu apakah ada cara menghilangkan rasa takut mati menurut Islam?

Cara Menghilangkan Rasa Takut Mati Menurut Islam

Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman, yang artinya;

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوْعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْاَمْوَالِ وَالْاَنْفُسِ وَالثَّمَرٰتِۗ وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيْنَ 

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar,” (Q.S. Al Baqarah : 155).

Memang rasa takut ini bukan sesuatu yang mudah untuk dihilangkan. Karena dalam buku Mizan Al ‘Amal, Imam Ghazali menjelaskan ada beberapa alasan mengapa manusia sangat takut terhadap kematian. Ada alasan di mana kita masih ingin bersenang-senang dan menikmati hidup ini lebih lama lagi. Kehidupan merupakan berkat yang diberikan kepada sang pencipta untuk kita, namun kita harus sadar jika hal ini bisa diambil kembali sewaktu-waktu.

Alasan lainnya adalah bahwa manusia tidak siap berpisah dengan orang-orang yang dicintai, termasuk harta dan kekayaannya. Lalu ada juga ketakutan akan berbagai dosa yang telah diperbuat. Seperti yang kita ketahui, keluarga dan harta tidak akan bisa menemani di alam barzah. Di sini dosa-dosa kita juga akan dipertanggungjawabkan.

Salah satu cara untuk bisa menghilangkan perasaan takut akan kematian ini adalah dengan menganggap kematian sebagai sebuah peringatan agar bisa lebih bertakwa dan rajin beramal.

Baca juga: 4 Amalan Penyelamat Siksa Kubur Yang Dapat Membantumu

1. Kematian Sebagai Pengingat

Jika kita bisa merubah perasaan takut kepada kematian menjadi pemacu untuk lebih baik serta menjadi motivasi dalam menjauhkan diri dari kemaksiatan, maka rasa takut akan kematian ini akan bisa berkurang. Banyak mengingat mati adalah suatu kebaikan, Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan;

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Perbanyaklah mengingat pemutus kelezatan”, yaitu kematian”. (HR. Tirmidzi).

2. Istiqomah Menjaga Amal Sholeh

Jika dosa menjadi salah satu alasan mengapa kita takut akan kematian, maka salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan selalu berusaha menjaga amalan sholeh selama hidup.

وَتِلْكَ ٱلْجَنَّةُ ٱلَّتِىٓ أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

Dan itulah surga yang dikaruniakan untuk kalian, karena perbuatan (amal sholeh) yang kalian dulu pernah kerjakan” (QS. Az-Zukhruf : 72).

Untuk bisa mendapatkan rahmat dan cinta kasih Allah Subhanahu wa ta’ala, bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar-benarnya taqwa. Seperti hadits nabi Muhammad Sallallahu `alaihi wa sallam,  dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu ’anhu disebutkan sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam,

“Tidak ada amalan seorangpun yang bisa memasukkannya ke dalam surga, dan menyelamatkannya dari neraka. Tidak juga denganku, kecuali dengan rahmat dari Allah” (HR. Muslim no. 2817).

3. Menjaga Sholat

Sholat 5 waktu adalah amalan wajib yang tidak boleh ditinggalkan. Senantiasa melaksanakan sholat secara benar akan bisa membuat hati kita akan takut untuk melakukan kemaksiatan dan kemungkaran, karena setiap saat kita selalu mengingat Allah.

Itulah dia beberapa cara menghilangkan rasa takut akan kematian menurut Islam. Marilah kita perbanyak taqwa, amal, dan perilaku baik selama masih ada di dunia. Bila Anda membutuhkan taman pemakaman sesuai dengan syariat Islam, maka Taman Pemakaman Islam Al-Azhar Memorial Garden Karawang bisa menjadi pilihan Anda. Kunjungi website kami sekarang juga.

Mempersiapkan Diri Untuk Apa yang Terjadi Setelah Kematian Menurut Islam

27 September 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

Kematian adalah sesuatu yang akan dihadapi setiap manusia yang hidup di muka bumi ini. Sudah sewajarnya kita mempersiapkan diri dengan berbagai macam bekal untuk dibawa ke liang lahat sekaligus mempersiapkan diri kita untuk akhirat. Lalu, apa yang terjadi setelah kematian menurut Islam? Untuk menjawab pertanyaan yang satu ini, maka berbagai penjelasan yang ada di bawah ini mungkin bisa membantu kita mengetahui apa saja yang akan terjadi setelah kita meninggalkan dunia ini.

Apa yang Terjadi Setelah Kematian Menurut Islam

Kematian dalam Islam adalah akhir dari kehidupan duniawi dan awal dari kehidupan akhirat. Kematian dipandang sebagai perpisahan antara jiwa atau ruh dari tubuh dan pemindahannya dari dunia ini ke akhirat. Ruh seorang Mukmin keluar sambil memuji Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dari Abdullah bin Abbas Radhiyallahu Anhuma, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya seorang Mukmin selalu ada di dalam kebaikan pada setiap keadaan. Sungguh, jiwanya akan keluar dari dalam dirinya sambil memuji Allah Azza wa Jalla,” (Diriwayatkan Ahmad). Pandangan mata akan mengikuti roh yang dicabut. Hal ini berdasarkan sabda Nabi SAW, “Jika roh dicabut, maka pandangan mata akan mengikutinya”.

Akhirat adalah kata yang digunakan untuk merujuk pada kehidupan setelah kematian. Keyakinan akan kehidupan setelah kematian mendorong umat Islam untuk bertanggung jawab atas tindakan mereka. Ini membuat kita sadar bahwa Allah akan meminta pertanggungjawaban dari kita dan memberi penghargaan atau hukuman yang setimpal.

Akhirat menjelaskan keberadaan manusia di bumi, bahwa hidup adalah ujian dari Allah. Namun yang penting, kita sebagai Muslim percaya bahwa Allah tidak akan menguji kita di luar batas kemampuan.

Baca juga: 5 Hikmah Beriman Kepada Hari Kiamat

Mengenal Kematian Lebih Dalam

Kembali ke pembahasan apa yang akan terjadi setelah kematian, orang yang meninggal akan memasuki alam barzah. Arti dari barzah adalah sekat. Menjadi pembatas antara alam dunia dan alam akhirat. Seluruh manusia yang singgah disini sudah ada sejak Nabi Adam hingga detik ini. Waktu yang akan dilalui di alam ini sangatlah panjang. Oleh karena itu, bekal kita yang berupa amalan dan perbuatan baik di dunia sangatlah penting.

فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُۥ

‘’Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.’’ (QS Al-Zalzalah: 7)

وَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُۥ

Barangsiapa yang mengerjakan keburukan seberat dzarrah, niscaya akan melihat (balasan)nya pula’’ (QS Al-Zalzalah: 8)

Manusia akan diperlihatkan Allah kenikmatan yang akan bisa didapatkan di akhirat bagi yang selalu melakukan ibadah dan perbuatan baik. Namun, Allah juga akan memperlihatkan siksaan bagi yang melakukan perbuatan buruk selama di dunia. Manusia akan berada di alam barzah hingga akhir zaman datang.

Baca juga: 4 Amalan Penyelamat Siksa Kubur Yang Dapat Membantumu

Allah SWT berfirman dalam surat Ghafir ayat 46:

ٱلنَّارُ يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا غُدُوًّا وَعَشِيًّا ۖ وَيَوْمَ تَقُومُ ٱلسَّاعَةُ أَدْخِلُوٓا۟ ءَالَ فِرْعَوْنَ أَشَدَّ ٱلْعَذَابِ

Kepada mereka diperlihatkan neraka, pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya kiamat. (dikatakan kepada malaikat) ‘”Masukan Fir’aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras.”Nah itulah yang akan terjadi setelah kematian. Kita akan menuju alam barzah dan menunggu. Setiap apa yang kita perbuat di dunia akan dipertanggung jawabkan. Bagi yang banyak melakukan ibadah, beramal, dan perbuatan baik akan merasakan semua nya dengan cepat. Sebaliknya jika kita berdosa maka siksaan yang sangat lama yang akan dirasakan. Bila Anda membutuhkan taman pemakaman sesuai dengan syariat Islam, maka Taman Pemakaman Islam Al-Azhar Memorial Garden Karawang bisa menjadi pilihan Anda. Kunjungi website kami sekarang juga.

4 Amalan Penyelamat Siksa Kubur Yang Dapat Membantumu

27 September 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

Ada berbagai amalan penyelamat siksa kubur. Seluruh umat Islam pasti berharap agar bisa terhindar dari siksa kubur yang pedih. Anda bisa menghindarinya dengan melakukan berbagai amalan penyelamat siksa kubur yang penting. 

Keempat amalan ini sebenarnya sudah seharusnya dilakukan sejak awal dalam kehidupan sebagai seorang muslim. Apa saja amalan yang dimaksud? Mari membaca informasi selengkapnya di bawah ini.

Amalan Penyelamat Siksa Kubur yang Wajib Diketahui

Total ada empat amalan penyelamat dari siksa kubur yang dapat Anda lakukan mulai sekarang. Inilah keempatnya.

1. Beriman Kepada Allah SWT

Sebagai seorang muslim, Anda pasti wajib beriman kepada Allah SWT. Tentu saja hal ini juga terdiri dari mematuhi syariat-Nya dan mengikuti Rasulullah SAW serta para sahabat. Salah satu kajian menyebutkan bahwa orang-orang beriman akan dilapangkan kuburannya seluas pandangan mata. 

Anda bisa beriman dan bertauhid kepada Allah SWT. Selain itu perlu untuk beramal sholeh sebagai sumber pertama penyelamat.

Baca juga: 5 Hikmah Beriman Kepada Hari Kiamat

2. Mengamalkan Isi Al-Qur’an

Salah satu penyebab siksa kubur yang paling utama adalah tidak mau mengamalkan isi Al-Qur’an semasa hidupnya. Coba Anda berkaca dengan diri sendiri. Apakah pada hari ini, Anda sudah mengamalkan isi Al-Qur’an? Apakah hidup Anda sudah perlahan-lahan balik ke jalan yang seharusnya?

Jika Anda mengamalkan isi Al-Qur’an sejak dini, maka hal ini dapat membantu diri sendiri ketika meninggal dunia agar selamat dari siksa kubur. Ingat, harapan untuk bisa mati dalam keadaan husnul khotimah atau dalam keadaan yang baik tidak akan bisa dicapai jika kembali ke jalan-Nya.

Baca juga: Apa Arti Husnul Khotimah? Dan Cara Agar Meninggal Husnul Khotimah

3. Rutin Membaca Surat Al-Mulk

Ada beberapa kajian yang menunjukkan pentingnya surat Al-Mulk ini. Riwayat ini menyatakan bahwa surat Al-Mulk dapat menolong pembacanya dari api neraka dan siksa kubur. 

Di dalam riwayat An-Nasa’i dijelaskan bahwa orang-orang yang membaca tabarakalladzi biyadihil mulku (Surat Al-Mulk) pada setiap malam akan terhindar dari azab kubur:

سورة تبارك هي المانعة من عذاب القبر .

Itulah mengapa dalam sebuah kajian dijelaskan untuk umat Islam agar mau menghafalkan surat Al-Mulk. Bahkan jangan ragu untuk membacanya dengan cara dicicil. Contohnya seperti 10 ayat pertama surat Al-Mulk dibaca ketika sholat qabliyah Zuhur. Kemudian 10 ayat kedua dan ketiga dibaca saat sholat Ashar dan Maghrib. Ketika Anda melengkapi sampai 30 ayat pada akhir malam, maka sudah cukup untuk menyelamatkan diri dari siksa kubur.

4. Selalu Berdoa

Apa aktivitas seorang umat beragama yang penting dan tidak mungkin dilupakan? Tentu saja jawabannya adalah berdoa. Anda dapat berdoa untuk meminta perlindungan dari siksa kubur. Doa ini dapat dibacakan sebelum melakukan salam ketika sedang menunaikan sholat, lebih tepatnya dibaca setelah mengucapkan innaka hamidun majid

Kemudian ada dua jenis doa yang bisa dibaca sebelum salam. Salah satu doanya adalah:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذَ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ ومن عذاب النار،  وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا الْمَمَاتِ وَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَالِ 

Allohumma inni a’udzu bika mina ‘adzabil qabri wa min ‘adzabin nari wa min fitnatil mahya wal mamati wa min fitnatil masihid dajjal.

Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepadamu dari siksa kubur dan siksa api neraka, dan fitnah mereka yang hidup dan fitnah mereka yang mati, serta fitnah Masih dan Dajjal.

Jadi itulah amalan penyelamat siksa kubur yang dapat Anda lakukan mulai sekarang juga. Kematian yang sudah didapatkan manusia membuat Anda juga harus mempersiapkan kavling makam untuk mempersiapkan diri. Taman Pemakaman Muslim Al-Azhar Memorial Garden Karawang telah menyediakan taman pemakaman berdasarkan syariat Islam dan dikelola secara profesional. Kunjungi website kami untuk mendapatkan informasi lebih lengkap.

Kehidupan Setelah Kematian Menurut Islam

27 September 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

Kehidupan setelah kematian menurut Islam memang wajib Anda ketahui. Kematian adalah suatu kejadian yang pasti terjadi bagi seluruh makhluk hidup, tidak terkecuali untuk manusia saja. Selain itu kapan seseorang akan meninggal juga tidak dapat diketahui. Namun sudah ditetapkan kepada dirinya ketika masih di dalam kandungan atau ketika roh ditiupkan. 

Namun banyak yang menanyakan bagaimana kondisi roh manusia ketika sudah meninggal dunia. Anda dapat mengetahui informasi selengkapnya di bawah ini untuk semakin mendekatkan diri padaNya.

Bagaimana Kehidupan Setelah Kematian Menurut Islam?

Seperti yang sudah dituliskan di atas, setiap makhluk hidup pasti cepat atau lambat akan merasakan kematian. Itulah mengapa sejak hidup di dunia, kita semua tetap harus beribadah dengan taat untuk mendapatkan hasilnya kelak di akhirat. 

Jika hasilnya baik, maka kebahagiaan surga yang diperoleh. Namun ketika hidup di dunia malah dipenuhi keburukan, neraka menjadi tempat tinggalnya. Tertulis, “Adapun orang yang melampaui batas dan lebih mengutamakan kehidupan duniawi, neraka adalah tempat tinggalnya, sedangkan yang takut pada kebesaran Tuhannya dan mencegah dirinya dari mengikuti hawa nafsu, sorga adalah tempat tinggalnya”. (QS. An-Naziat : 37-41).

Ketika roh terpisah dari jasa, itu adalah jalan utama menuju ke akhirat. Di sinilah seluruh makhluk hidup di dunia akan berakhir untuk masuk ke alam yang baru, yaitu alam barzah atau alam kubur. 

Beberapa ayat dalam Al-Qur’an menjelaskan bahwa “Semua yang ada di muka bumi ini akan fana.” (Q.S. al-Rahman: 26); “Setiap yang bernyawa itu pasti akan mengalami kematian.” (Q.S. Ali Imran: 185); “Sesungguhnya engkau wahai rasul, akan mati. Dan sesungguhnya mereka pun akan mati.” (Q.S. az-Zumar: 30).

Selain itu tertulis: Mati bukanlah akhir dari segalanya, melainkan dimulainya episode baru dalam kehidupan yang berbeda. Karakter hakiki kematian bukanlah kemusnahan, melainkan pembaharuan dan perpindahan. Karena itu, kematian tidak mesti ditakutkan, tetapi suatu peristiwa yang harus dihadapi dengan berbagai persiapan yang matang, sebab Allah “menjadikan kematian dan kehidupan untuk menguji kamu, siapakah diantara kamu yang terbaik amalnya” (Q.S. Al-Mulk: 2).

Seseorang bergerak menuju ke jalan kesempurnaan ketika dia mati. Kematian merupakan pintu atau jembatan yang pasti dan wajib dilewati agar manusia memasuki alam lain yang lebih sempurna. Jadi kematian adalah kelahiran dan kehidupan baru. 

Baca juga: Apakah Kematian Seseorang Adalah Bagian dari Takdir?

Memahami Kematian Lebih Dalam

Jadi dapat dijelaskan bahwa kematian merupakan proses pengembalian manusia, dari sisi jasmani dan rohani. Dari sisi jasmani, maka jasa manusia yang berasal dari tanah akan kembali ke tanah setelah kematiannya, yaitu dikubur. Sedangkan dari sisi rohani, roh manusia yang berasal dari alam barzah akan dikembalikan ke alam yang sama. 

Dalam ayat-ayat Al-Qur’an, proses kematian atau pencabutan roh yang dilaksanakan para malaikat disesuaikan dengan karakter manusianya. Jika baik, maka proses pencabutan rohnya berjalan lancar. “Mereka yang dimatikan oleh para malaikat yang baik itu berkata, ‘Salam sejahtera atas kalian’.” (Q.S. an-Nahl: 32); “Hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jamaah hamba-hamba-Ku dan masuklah ke dalam surga-Ku.” (Q.S. al-Fajr: 27-30).

Baca juga: Perhatikan 6 Ciri-ciri Sakaratul Maut yang Baik Ini

Sebaliknya, jika mencabut roh manusia yang tidak benar, maka prosesnya penuh kekerasan. “Jika saja kamu melihat ketika malaikat itu mematikan orang-orang yang kafir, mereka memukul-mukul wajah mereka dan punggung mereka.” (Q.S. al-Anfal: 50); “…Alangkah dahsyatnya sekira kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim (berada) dalam tekanan-tekanan sakaratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya (sambil berkata), ‘keluarkanlah nyawamu’…” (Q.S. al-An’am: 93).

Jadi itulah kehidupan setelah kematian menurut Islam. Semoga kita selalu mendapatkan kematian yang husnul khotimah. Kematian yang tidak pernah bisa diprediksi membuat Anda membutuhkan bantuan kavling makam untuk mempersiapkan diri. Pemakaman Islam Al-Azhar Memorial Garden Karawang telah menyediakan taman pemakaman berdasarkan syariat Islam dan dikelola secara profesional.

Doa Menguburkan Jenazah Muslim

26 September 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di doa menguburkan jenazah muslim

Menguburkan jenazah muslim adalah salah satu kewajiban seorang muslim. Agar dapat melaksanakan kewajiban tersebut dengan lebih baik, Anda harus tahu tata cara serta doa menguburkan jenazah muslim.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa menguburkan jenazah adalah salah satu kewajiban bagi seorang muslim. Hal ini tercantum dalam hadits Rasulullah SAW yang berbunyi

“Hak seorang Muslim atas Muslim lainnya ada enam: (1) Jika engkau bertemu dengannya, maka ucapkan salam, dan (2) jika dia mengundangmu maka datangilah, (3) jika dia minta nasihat kepadamu berilah nasihat, (4) jika dia bersin dan mengucapkan hamdalah maka balaslah (dengan doa: Yarhamukallah), (5) jika dia sakit maka kunjungilah, dan (6) jika dia meninggal maka antarkanlah (jenazahnya ke kuburan).” (HR. Muslim).

Berdasarkan hadist tersebut maka jelaslah bahwa mengiring dan mengantarkan jenazah kemakam atau liang kuburnya adalah suatu kewajiban yang harus dipenuhi. Tidak hanya mengantar dan mengiringinya, seorang muslim juga dianjurkan untuk mendoakan jenazah yang diantarnya tersebut terutama jika ia merupakan kerabat dari jenazah.

Baca juga: Syariat Islam: Tata cara menguburkan jenazah Muslim

Doa Menguburkan Jenazah

Doa adalah sesuatu yang kita panjatkan kepada Allah SWT dan berharap Allah SWT mengabulkannya. Saat memakamkan jenazah ke liang kuburnya dan juga sebelum dan sesusahnya, seorang muslim hendaknya membacakan doa untuknya. Sebagaimana yang disebutkan dalam hadits berikut ini mengenai doa menguburkan jenazah

Mohonkanlah ampun untuk saudara kalian dan mintalah kekuatan untuknya karena sesungguhnya dia sekarang sedang ditanya.” (HR. Abu Dawud, dari ‘Utsman bin Affan, dan dishahihkan Al-Albani)

Beberapa doa yang bisa dipanjatkan saat proses pemakaman berlangsung antara lain sebagai berikut.

1. Doa Setelah Shalat Jenazah

Sebelum dimakamkan, jenazah terlebih dahulu dishalatkan dan setelah shalat jenazah selesai dibacakan doa sebagai berikut

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ اْلأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ [وَعَذَابِ النَّارِ]

“Ya Allah! Ampunilah dia (mayat) berilah rahmat kepadanya, selamatkanlah dia (dari beberapa hal yang tidak disukai), maafkanlah dia dan tempatkanlah di tempat yang mulia (Surga), luaskan kuburannya, mandikan dia dengan air salju dan air es. Bersihkan dia dari segala kesalahan, sebagaimana Engkau membersihkan baju yang putih dari kotoran, berilah rumah yang lebih baik dari rumahnya (di dunia), berilah keluarga (atau istri di Surga) yang lebih baik daripada keluarganya (di dunia), istri (atau suami) yang lebih baik daripada istrinya (atau suaminya), dan masukkan dia ke Surga, jagalah dia dari siksa kubur dan Neraka.”

Baca juga: Hukum Mengubur Beberapa Jenazah Muslim Dalam Satu Kubur

2. Doa Apabila jenazah adalah anak kecil

Saat menguburkan jenazah yang masih anak-anak ada doa yang bisa dibaca dan dipanjatkan setelah shalat jenazah maupun sebelum memasukkannya dalam liang kubur.

Adapun doa tersebut berbunyi

أُجُوْرَهُمَا، وَأَلْحِقْهُ بِصَالِحِ الْمُؤْمِنِيْنَ، وَاجْعَلْهُ فِيْ كَفَالَةِ إِبْرَاهِيْمَ، وَقِهِ بِرَحْمَتِكَ عَذَابَ الْجَحِيْمِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ، اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لأَسْلاَفِنَا، وَأَفْرَاطِنَا وَمَنْ سَبَقَنَا بِاْلإِيْمَانِ.

“Ya Allah! Jadikanlah kematian anak ini sebagai pahala pendahulu dan simpanan bagi kedua orang tuanya dan pemberi syafaat yang dikabulkan doanya. Ya Allah! Dengan musibah ini, beratkanlah timbangan perbuatan mereka dan berilah pahala yang agung. Anak ini kumpulkan dengan orang-orang yang shalih dan jadikanlah dia dipelihara oleh Nabi Ibrahim. Peliharalah dia dengan rahmatMu dari siksaan Neraka Jahim. Berilah rumah yang lebih baik dari rumahnya (di dunia), berilah keluarga (di Surga) yang lebih baik daripada keluarganya (di dunia). Ya Allah, ampunilah pendahulu-pendahulu kami, anak-anak kami, dan orang-orang yang mendahului kami dalam keimanan”

3. Doa saat memasukkan jenazah keliang kubur

Saat memasukkan jenazah kedalam kubur ada doa yang disunahkan untuk dibaca terutama bagi yang meletakkan jenazah dalam lianglahatnya. Bacaan doa tersebut adalah sebagai berikut

بِسْمِ اللهِ وَعَلَى سُنَّةِ رَسُوْلِ اللهِ. 

Bismillaahi wa ‘alaa sunnati Rasulillaah. artinya, “Dengan nama Allah dan di atas petunjuk Rasulullah”

4. Doa setelah jenazah dimakamkan

Setelah jenazah dimakamkan maka pengiring atau orang-orang yang ikut mengantarkan jenazah ke pemakaman sebaiknya juga membaca doa berikut ini

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ اَللَّهُمَّ ثَبِّتْهُ.

Ya Allah, ampunilah dia, ya Allah teguhkanlah dia. 

Itulah doa menguburkan jenazah muslim yang dapat Anda panjatkan. Semoga dengan mengetahui doa tersebut, Anda dapat melaksanakan kewajiban yaitu menguburkan jenazah muslim dengan lebih baik.

Source:https://dalamislam.com/doa-dan-dzikir/doa-menguburkan-jenazah

Doa Menurunkan Jenazah Muslim

25 September 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di doa menurunkan jenzah muslim

Salah satu bagian terpenting dalam menguburkan jenazah adalah menurunkannya ke liang lahat. Selain harus teliti, ada baiknya Anda juga membaca doa menurunkan jenazah muslim agar hasilnya lebih baik. Berikut adalah doanya”

بِسْمِ اللَّهِ وَعَلَى سُنَّةِ رَسُولِ اللَّهِ

Bismillāh wa ‘alā sunnati rasūlillāh. Artinya, “Dengan nama Allah dan atas sunnah rasul-Nya.” Pada riwayat lain, lafal doa itu berbunyi sebagai berikut.

بِسْمِ اللَّهِ وَعَلَى مِلَّةِ رَسُولِ اللَّهِ

Bismillāh wa ‘alā millati rasūlillāh. Artinya, “Dengan nama Allah dan atas agama rasul-Nya.” Imam An-Nawawi mengutip secara lengkap riwayat sahabat Ibnu Umar RA sebagai berikut.

روينا في سنن أبي داود، والترمذي، والبيهقي،

وغيرها، عن ابن عمر رضي الله عنهما، أن النبي صلى الله عليه وسلم كان إذا وضع الميت في القبر قال بِسْمِ اللَّهِ وَعَلَى سُنَّةِ رَسُولِ اللَّهِ

Artinya, “Diriwayatkan kepada kami di Sunan Abu Dawud, At-Tirmidzi, Al-Baihaqi, dan selain mereka, dari Ibnu Umar RA bahwa Rasulullah SAW bila meletakkan jenazah di kubur berdoa, ‘Bismillāh wa ‘alā sunnati rasūlillāh,’” (Lihat Imam An-Nawawi, Al-Adzkar, [Damaskus: Darul Mallah, 1971 M/1391 H], halaman 136). Di samping doa Rasulullah SAW itu, Imam Syafi’i menganjurkan orang yang menurunkan jenazah ke dalam kubur membaca doa sebagai berikut. Lafal doa ini tercantum di dalam Mukhtashar Al-Muzanni.

Baca juga: Tata Cara Mengurus Jenazah yang Benar Menurut Islam

اللَّهُمَّ أَسْلَمَهُ إِلَيْكَ الأَشِحَّاءُ مِنْ أَهْلِهِ وَوَلَدِهِ، وَقَرَابَتِهِ وَإِخْوَانِهِ، وَفَارَقَ مَنْ كَانَ

يُحِبُّ قُرْبَهُ، وَخَرَجَ مِنْ سَعَةِ الدُّنْيَا وَالحَيَاةِ إِلَى ظُلْمَةِ القَبْرِ وَضِيْقِهِ، وَنَزَلَ بِكَ وَأَنْتَ خَيْرَ مَنْزُوْلٍ بِهِ، إِنْ عَاقَبْتَهُ فَبِذَنْبٍ، وَإِنْ عَفَوْتَ عَنْهُ فَأَنْتَ أَهْلُ العَفْوِ، أَنْتَ غَنِيٌّ عَنْ عَذَابِهِ، وَهُوَ فَقِيْرٌ إِلَى رَحْمَتِكَ، اللَّهُمَّ اشْكُرْ حَسَنَتَهُ، وَاغْفِرْ سَيِّئَتَهُ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ القَبْرِ، وَاجْمَعْ لَهُ بِرَحْمَتِكَ الأَمْنَ مِنْ عَذَابِكَ، وَاكْفِهِ كُلَّ هَوْلٍ دُوْنَ الجَنَّةِ، اللَّهُمَّ اخْلُفْهُ فِي تَرِكَتِهِ فِي الغَابِرِيْنَ، وَارْفَعْهُ فِي عِلِّيِّيْنَ، وَعُدْ عَلَيْهِ بِفَضْلِ رَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Allāhumma, aslamahū ilaikal asyihhā’u min ahlihī wa waladihī, wa qarābatihī wa ikhwānihī; wa fāraqa man kāna yuhibbu qurbahū, wa kharaja min sa‘atid dunyā wal hayāti ilā zhulmatil qabri wa dhīqihī; wa nazala bika wa anta khairu manzūlin bihī. In ‘āqabtahū fa bi dzanbin. Wa in ‘afauta ‘anhu fa anta ahlul afwi. Anta ghaniyyun ‘an ‘adzābihī wa huwa faqīrun ilā rahmatika. Allāhummasykur hasanatahū, waghfir sayyi’ātahū, wa a‘idzhu min ‘adzābil qabri, wajma‘ lahū bi rahmatikal amna min ‘adzābika, wakfihī kulla haulin dūnal jannati. Allāhummakhlufhu fī tarikatihī fil ghābirīna, warfa‘hu fī ‘illiyyīna, wa ‘ud ‘alaihi bi fadhli rahmatika, yā arhamar rāhimīna,

Baca juga: Doa Menguburkan Jenazah Muslim dalam sunah Nabi

(Lihat Imam An-Nawawi, Al-Adzkar, [Damaskus: Darul Mallah, 1971 M/1391 H], halaman 136-137). Wallahu a‘lam. (Alhafiz K)

Itulah doa menurunkan jenazah muslim yang dapat Anda panjatkan. Semoga dengan pengetahuan tersebut, Anda dapat menguburkan saudara sesama mulsim Anda dengan lebih baik.

Sumber: https://islam.nu.or.id/post/read/97207/doa-menurunkan-jenazah-di-kubur

Penjelasan Mati Suri Dalam Islam

24 September 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

Informasi tentang mati suri dalam Islam menjadi topik yang banyak dicari. Umat manusia memang tidak ada yang mengerti dan tahu bagaimana datangnya rezeki, jodoh, hingga ajal. Semuanya sudah diatur oleh kehendak Allah. Namun dari ketiga hal itu, ajal atau meninggal memang yang paling sulit dimengerti karena bisa terjadi kapan saja dan di mana saja. Tapi hal ini pasti selalu datang dalam kehidupan setiap umat yang memiliki nyawa.

Berbicara mengenai kematian, apakah Anda pernah mendengar tentang mati suri? Secara harfiah, mati suri adalah keadaan di mana telah dilakukan berbagai usaha untuk menghidupkan kembali seseorang yang sudah meninggal. 

Tapi bagaimana pandangan Islam tentang mati suri? Anda dapat mengetahui penjelasan selengkapnya melalui informasi di bawah ini.

Baca juga: Apakah Kematian Seseorang Adalah Bagian dari Takdir?

Mati Suri dalam Islam

Mati suri dalam dunia medis dijelaskan sebagai sebuah kondisi ketika seseorang hidup kembali setelah dinyatakan meninggal dunia. Kondisi ini sering disebut juga sebagai near-death experience (NDE) atau pengalaman mendekati kematian. 

Secara medis, mati suri sudah dinyatakan meninggal dan tidak ada hubungannya dengan tingkat kesadaran seseorang. Namun ketika berhasil sadar, maka orang yang mati suri bisa berada dalam keadaan yang normal.

Untuk pandangan Islam tentang mati suri sendiri memang tidak pernah dibahas secara gamblang. Namun ada penjelasan dalam ayat Al-Qur’an yang menjelaskan tentang hal ini. Lebih tepatnya dari Surat Az-Zumar ayat 42:

“Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya, maka Dia tahan jiwa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditetapkan. Sesungguhnya yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berpikir.”

Dari ayat di atas, sebenarnya Anda bisa mulai mengerti bagaimana pandangan Islam tentang mati suri. Sebenarnya Islam tidak melihat kematian bukanlah sebagai benar-benar mati. Namun hakikatnya hanya melakukan perpindahan alam kehidupan. Hal ini menjadikan Allah sangat mudah dalam mengambil rohnya dan mengembalikannya. 

Sama seperti ketika Anda sedang tidur, roh manusia berada dalam genggaman Allah. Ketika manusia bangun maka roh itu dikembalikan. Jadi mati suri merupakan sesuatu hal yang sangat rasional terjadikan berdasarkan pandangan Islam dalam melihat kematian.

Baca juga: Tanda – Tanda Kematian Menurut Islam

Mati Suri yang Dinilai Menakutkan

Melihat kematian yang selalu dekat dengan kehidupan kita memang tampak menakutkan. Hal itu sangat wajar karena tidak semua orang siap untuk mati.

Membahas tentang mati suri lagi, dalam Al-Qur’an juga sempat dijelaskan bahwa kondisi ini berarti ada salah satu ujung tali roh yang terlepas. Namun dia tetap hidup kembali karena ujung lainnya masih terikat dengan tubuhnya. Dengan begitu orang tersebut bisa kembali hidup. Ya, kondisi mati suri memang terlihat seperti orang tidur. Namun ketika dicek dalam medis, maka dinyatakan sudah meninggal.

Jadi dalam Islam, roh diibaratkan sebagai tali yang ujungnya terikat dengan tubuh. Jika salah satu ujung talinya terlepas dari badan, maka roh manusia akan melayang-layang. Kondisi inilah yang dikenal sebagai mati suri.

Jadi itulah informasi tentang mati suri dalam Islam. Semoga informasi ini dapat menjadi ilmu baru bagi Anda. Kematian memang tidak pernah bisa diprediksi, itulah mengapa Anda membutuhkan bantuan kavling makam untuk mempersiapkan diri. Pemakaman Islam Al-Azhar Memorial Garden Kuburan Karawang telah menyediakan taman pemakaman berdasarkan syariat Islam dan dikelola secara profesional.

Bagaimana Doa Ketika Memasuki Makam?

24 September 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

Doa masuk makam perlu Anda ketahui sebelum melaksanakannya. Ibadah satu ini sering dilakukan, khususnya ketika melakukan ziarah kubur di bulan Ramadan atau ketika menjelang Idul Fitri. 

Ziarah kubur menjadi salah satu sarana agar umat Islam selalu tetap beriman serta mengingat kematian. Umat Islam dapat mengingat bahwa pada dasarnya, kematian itu nyata. Yuk, ketahui informasi tentang ziarah kubur, termasuk ketika memasuki makam. 

Tata Cara dan Doa Masuk Makam

Ziarah kubur adalah amalan sunah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Khususnya ketika Anda berziarah ke makam orang tua sendiri. Aktivitas ini termasuk ibadah yang mulia bagi Allah SWT. Itulah mengapa kamu harus memahami doa dan tata cara ziarah kubur yang sesuai sunnah. Hal ini sesuai sabda Rasulullah SAW:

عَنْ بَرِيْدَةَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: قَدْ كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُوْرِ فَقَدْ أُذِنَ لِمُحَمَّدٍ فِىْ زِيَارَةِ قَبْرِ اُمَّةِ فَزُوْرُوْهَا فَاِنَّهَا تُذَكِّرُ اْلآخِرَةِ.(رواه الترمذي.٩٧٠) “ 

Dipadati Pengunjung Dari Buraidah, ia berkata Rasulullah SAW bersabda “Saya pernah melarang kamu berziarah kubur. Tapi sekarang Muhammad telah diberi izin untuk berziarah ke makam ibunya. Maka sekarang berziarahlah! Karena perbuatan itu dapat mengingatkan pada akhirat.

Ziarah kubur dilakukan dengan mendoakan orang di dalam kubur, bukan malah minta doa atau pertolongan. Hal ini dikarenakan aktivitas ziarah ditujukan untuk dzikir dan membaca doa agar orang yang meninggal mendapatkan pahala.

Baca juga: Adab dan Tata Cara Ziarah Kubur: Doa Ziarah Kubur Muslim

Ketika berziarah ke kuburan, umat Islam disunnahkan untuk membaca doa masuk makam. Hal ini sesuai hadits yang diriwayatkan dari Abdullah ibnu Umar, bahwa Rasulullah SAW telah bersabda:  

مَا مِنْ أَحَدٍ يَمُرُّ بِقَبْرِ أَخِيهِ الْمُسْلِمِ، كَانَ يَعْرِفُهُ فِي الدُّنْيَا، فَيُسَلِّمُ عَلَيْهِ، إِلَّا رَدَّ اللَّهُ عَلَيْهِ رُوحَهُ، حَتَّى يَرُدَّ عَلَيْهِ السَّلَامَ 

Artinya: Tiada seorang pun yang melalui kuburan saudara muslimnya yang ia kenal semasa hidupnya, lalu ia mengucapkan salam kepadanya, melainkan Allah mengembalikan rohnya hingga menjawab salamnya.

Kemudian hadis lain dari Ibnu Abud Dunia telah meriwayatkan dalam Kitabul Qubur melalui Siti Aisyah radhiallahu ‘anha yang menyatakan Rasulullah SAW bersabda: 

مَا مِنْ رَجُلٍ يَزُورُ قَبْرَ أَخِيهِ وَيَجْلِسُ عِنْدَهُ، إِلَّا اسْتَأْنَسَ بِهِ وَرَدَّ عَلَيْهِ حَتَّى يَقُومَ

Artinya: Tiada seorang pun yang menziarahi kubur saudaranya, lalu duduk di sisinya melainkan saudaranya itu terhibur dengan kedatangannya dan menjawab salamnya hingga ia bangkit (meninggalkannya)”.

Kemudian, ada beberapa langkah dalam melakukan ziarah kubur:

1. Wudhu Terlebih Dulu

Anda sebaiknya melakukan wudhu terlebih dulu sebelum melakukan ziarah ke makam. Ini merupakan salah satu sunnah yang sebaiknya dilakukan.

2. Ucapkan Salam Kepada Ahli Kubur

Saat masuk ke pemakaman, Anda bisa mengucapkan salam dan doa: 

“Assalamu’alaikum ahlad-diyaar minal mu’miniina wal muslimiin. yarhamulloohul mustaqdimiina minnaa wal musta’khiriin. wa inna insyaa alloohu bikum la-laahiquun. wa as alullooha lanaa walakumul ‘aafiyah.”

Artinya: “Semoga keselamatan tercurah kepada kalian, wahai penghuni kubur, dari (golongan) orang-orang beriman dan orang-orang Islam, semoga Allah merahmati orang-orang yang mendahului kami dan orang-orang yang datang belakangan. Kami insya Allah akan menyusul kalian, saya meminta keselamatan untuk kami dan kalian”.

Baca juga: Bagaimana Hukum Memasang Kijing Makam?

3. Mengirimkan Doa Bagi Almarhum

Anda dianjurkan untuk membaca tasbih, takbir, tahmid, dzikir, dan doa yang dikhususkan untuk almarhum. Kemudian doakan almarhum yang diakhiri bacaan al-Fatihah sebagai penutup.

4. Baca Ayat-ayat Pendek

Selanjutnya baca ayat-ayat pendek seperti riwayat al-Marwazi dari Ahmad bin Hanbal, yang mengatakan: “Bila kalian masuk ke dalam taman makam (kuburan), maka bacalah al-Fatihah, Surat Ikhlash dan al-Muawwidzatain (al-Falaq dan an-Naas). Jadikanlah pahalanya untuk mayat-mayat kuburan tersebut, karena sungguh pahalanya sampai kepada mereka.”

5. Bacaan Doa Masuk Makam

Berikut bacaan doa masuk makan beserta artinya:

A’udzubillahi minasyaithoonir rojim. Bismillahirrohmannirrohim.

Alhamdullilahi robbil ‘alamin, hamdan syakiriin, hamdannaa’imiin, hamdan yuwaafiini’amahu wayukaafii mazidah, yaa robbanaa lakal hamdu kamaa yanbaghi lijalali wajhika wa’adzimi sultonik, allohumma shoolli wasalim ‘ala sayyidina muhammad wa’ala alii sayyidina muhammad.

Alloh humma taqobal wa ausil sawaaaba maa qoro, nahu minal qur’anil ‘adzim, wa maa halalna wa maa sabahna wamastaghfarnaa wamaa sholaina ‘atsayyidina muhammad sollallohu’alaihi wasallam, hadiyatan wasilatan, warohmatan najilatan wa barokatan samilatan ilaa hadoroti habibina wasafi’ina waquroti a’ayuninaa sayyidina wamaulanaa muhammadin sollallohu ‘alaihi wa sallam, wa ila jami’ii ikhwanihi minal anbiyaai walmursaliina wal auliyaai, wassuhadai, wassolihina, wassohabati wattabi’ina wal’ulamail ‘alimina wal mushonnafiinal mukhlisiina wa jami’il mujaa-hidiina fi sabilillahi robbil ‘alaminn, wal malaikatil muqorrobina khusushan ila sayyidina syaih abdul qodir zailanii.

Summa ilaa jami’i ahlil qubur, minal muslimiina wal muslimati, wal mu miniina wal mu minaati, min masaarikil ardhi ila magooribiha barriha wabahriha khusushan ila aabaaina wa ummahaa tiinaa, wa ajdaadina, wanakhussu khusushan manijtam’anaa hahunaa bisababihi waliajlihi.

Alloh hummaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fu anhu wa akrim nujulahu wawasi’ madholahu, waghsilhu bilmai wassalji wal barodi wanaqihi minal khotooya, kama yunaqqo saubul abyadu minaddannasi wa abdilhu, darron khoiron min daarihi wa ahlan khoiron min ahlihi wa jaujan khoiron min jauzihi wa adhilhul jannata wa ‘aidhu min ‘adzabil qobri wa fitnatihi wa min ‘adzabinnar, allohhumaghfir lihayyina wa mayyitina wa sahhidiina wa ghoniina washogiirona wa kaabirona wadakirona wa ansana, allohumma man ahyaitahu minna fa ahyihi ‘alal islami wa man tawafaitahu minna fatawafahu alal iiman allohumma la tuhrimna azrohu wa laa tudillanaa ba’dahu birohmatikayaa arhamarroohimiin, wal hamdu lillahi robbil ‘aalamiin.

Artinya:

“Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk. Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Segala puji bagi Allah penguasa alam semesta, sebagaimana orang-orang yang bersyukur dan orang-orang yang mendapat banyak kenikmatan memuji-Nya. Dengan pujian yang sepadan dan nikmat-Nya dan memungkinkan pertambahannya. Wahai Tuhan kami, pujian hanyalah untuk-Mu, sebagaimana yang layak akan kemuliaan Dzat-Mu dan keagungan kekuasaan-Mu. Ya Allah, limpahkanlah kesejahteraan dan keselamatan kepada Nabi Muhammad junjungan kami dan kepada keluarga beliau.

Ya Allah, terimalah dan sampaikanlah pahala Alquran yang kami baca, tahlil kami, tasbih kami, istighfar kami dan shalawat kami kepada Nabi Muhammad SAW sebagai hadiah yang menjadi penyambung, sebagai rahmat yang turun dan sebagai berkah yang menyebar kepada kekasih kami, penolong kami dan buah hati kami, pemuka dan pemimpin kami, yaitu Nabi Muhammad SAW, juga kepada seluruh kawan-kawan beliau dari kalangan para Nabi dan Rasul, para wali, para syuhada’, orang-orang shalih, para sahabat, para tabi’in, para ulama yang mengamalkan ilmunya, para pengarang yang ikhlas dan orang-orang yang berjihad di jalan Allah Tuhan semesta alam, serta para malaikat yang selalu beribadah, khususnya ditujukan kepada Syekh Abdul Qadir Jailani.

Kemudian kepada seluruh penghuni kubur dari kalangan orang-orang Islam laki-laki dan perempuan, orang mukmin laki-laki dan perempuan, dari belahan bumi timur dan barat, di laut dan di darat, terutama kepada bapak-bapak dan ibu-ibu kami, kakek dan nenek kami, lebih utamakan lagi kepada orang yang menyebabkan kami berkumpul di sini.

Wahai Allah, ampunilah, rahmatilah, bebaskanlah dan lepaskanlah dia. Dan muliakanlah tempat tinggalnya, luaskanlah dia. Dan muliakanlah tempat tinggalnya, luaskanlah jalan masuknya, cucilah dia dengan air yang jernih lagi sejuk, dan bersihkanlah dia dari segala kesalahan bagaikan baju putih yang bersih dari kotoran, dan gantilah rumahnya dengan rumah yang lebih baik daripada yang ditinggalkannya, dan keluarga yang lebih baik, dari yang ditinggalkan, serta suami (istri) yang lebih baik dari yang ditinggalkannya pula. Masukkanlah dia kedalam surga, dan lindungilah dari siksanya kubur serta fitnahnya, dan dari siksa api neraka.

Wahai Allah berikanlah ampun, kami yang masih hidup dan kami yang telah meninggal dunia, kami yang hadir, kami yang ghoib, kami yang kecil-kecil kami yang dewasa, kami yang pria maupun wanita. Wahai Allah, siapapun yang Engkau hidupkan dari kami, maka hidupkanlah dalam keadaan iman. Wahai Allah janganlah Engkau menghalangi kami, akan pahala beramal kepadanya dan janganlah Engkau menyesatkan kami sepeninggal dia dengan mendapat rahmat-Mu wahai Tuhan lebih belas kasihan. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.”

Itulah penjelasan tentang bagaimana doa masuk makam yang dapat Anda lakukan ketika berziarah. Jika Anda membutuhkan bantuan kavling makam, Al-Azhar Memorial Garden telah menyediakan taman pemakaman berdasarkan syariat Islam dan dikelola secara profesional.

Apa Itu Dosa Jariyah? Mengetahui Arti Dosa Jariyah

24 September 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

Apa itu dosa jariyah? Pertanyaan ini sering dilontarkan karena selain amal jariyah, masih ada dosa jariyah di dalam ajaran Islam. Dosa jariyah termasuk yang berbeda dengan dosa atau kesalahan lain dalam kehidupan manusia. Bisa dibilang cukup ditakuti, khususnya bagi yang kerap melakukan perbuatan maksiat.

Sebagai umat Islam, Anda harus mengenal tentang arti dosa jariyah dan sumber-sumbernya. Berikut penjelasan selengkapnya hanya untuk Anda.

Apa itu Dosa Jariyah?

Pada dasarnya, dosa jariyah adalah dosa yang terus mengalir walaupun orang tersebut telah meninggal dunia. Dari penjelasan singkat ini saja, terlihat betapa bahayanya dosa ini. Rasulullah SAW sendiri mengingatkan umatnya jangan sampai bisa terjebak hingga melakukan dosa jariyah. 

Dosa jariyah akan tetap ditimpakan kepada orang tersebut walaupun dia tidak lagi melakukan perbuatan maksiat. Bahkan ketika dia sendiri sudah tidak lagi berbuat maksiat. Tentu saja kondisi ini sangat menyedihkan karena ketika semua orang membutuhkan pahala, dia justru mendapatkan kucuran dosa, bahkan walau sudah mati. 

Terdapat berbagai sumber dari dosa jariyah yang patut Anda ketahui agar terhindar dari bahaya dosa yang terasa hingga sudah berada di alam barzah.

Baca juga: Bacaan Doa Mohon Ampun dari Dosa Besar

Sumber Dosa Jariyah

Rasulullah SAW telah memperingatkan kepada seluruh umat Islam bahwa ada beberapa sumber dosa jariyah. Terdapat dua sumber dosa jariyah, yaitu:

1. Mempelopori Perbuatan Maksiat

Maksud dari kata mempelopori di sini adalah seseorang melakukan perbuatan maksiat di hadapan orang lain sehingga banyak yang mengikutinya. Jadi walaupun tidak diajak secara langsung, namun ternyata perbuatan maksiatnya membuat orang lain mau melakukannya juga, maka itu termasuk dosa jariyah.

Mempelopori perbuatan maksiat memang tidak harus mengajar orang sekitarnya untuk berbuat dosa yang sama. Dia juga tidak memotivasi orang lain untuk melakukan dosa yang dilakukan. Namun karena melakukan perbuatan maksiat di hadapan banyak orang, akhirnya banyak yang mengikutinya. 

Telah dituliskan dalam hadist dari Jarir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً سَيِّئَةً، كَانَ عَلَيْهِ وِزْرُهَا وَوِزْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ بَعْدِهِ، مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَيْء

Artinya: “Siapa yang mempelopori satu kebiasaan yang buruk dalam islam, maka dia mendapatkan dosa keburukan itu, dan dosa setiap orang yang melakukan keburukan itu karena ulahnya, tanpa dikurangi sedikitpun dosa mereka.” (HR. Muslim).

Baca juga: Cara Menghapus Dosa Zina dengan 5 Amalan Berikut

2. Mengajak Melakukan Maksiat dan Kesesatan

Selain mempelopori perbuatan maksiat, sumber lain dari dosa jariyah adalah mengajak melakukan maksiat dan kesesatan. Jika sumber yang pertama seseorang tidak mengajak secara langsung, untuk sumber kedua, dia memang langsung mengajak untuk melakukan maksiat. 

Padahal bisa saja dia sendiri tidak melakukan perbuatan maksiat tersebut. Walaupun begitu, ketika sudah mengajak melakukan maksiat, maka termasuk dalam sumber dosa jariyah. Orang seperti ini dinilai sebagai juru dakwah kesesatan yang mempropagandakan kesesatan.

Allah SWT menyatakan bahwa pelaku maksiat dan kesesatan sudah pasti menanggung dosa kekufuran, ditambah dosa dari setiap orang yang disesatkannya. 

Allah berfirman di dalam Surat An Nahl ayat 25 yang berbunyi:

لِيَحْمِلُوْٓا اَوْزَارَهُمْ كَامِلَةً يَّوْمَ الْقِيٰمَةِ ۙوَمِنْ اَوْزَارِ الَّذِيْنَ يُضِلُّوْنَهُمْ بِغَيْرِ عِلْمٍ ۗ اَلَا سَاۤءَ مَا يَزِرُوْن ࣖ

Artinya: “(ucapan mereka) menyebabkan mereka pada hari Kiamat memikul dosa-dosanya sendiri secara sempurna, dan sebagian dosa-dosa orang yang mereka sesatkan yang tidak mengetahui sedikit pun (bahwa mereka disesatkan). Ingatlah, alangkah buruknya (dosa) yang mereka pikul itu.”

Jadi sekarang Anda sudah memahami apa itu dosa jariyah. Sepanjang Anda hidup, sebaiknya hindarilah dosa jariyah ini karena akan terus mendapatkan limpahan dosa walau sudah mati. 

Jika Anda membutuhkan bantuan kavling makam, Taman Pemakaman Muslim Al-Azhar Memorial Garden Karawang telah menyediakan taman pemakaman berdasarkan syariat Islam dan dikelola secara profesional.

7 Keutamaan dan Keistimewaan Mati Syahid

24 September 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

Bagi Anda umat Islam yang mengetahui keutamaan mati syahid, pasti ingin meninggal dalam keadaan syahid. Terdapat berbagai keutamaan dan keistimewaan yang dapat dirasakan. Apa saja keutamaan dan keistimewaan mati syahid? Simak informasi selengkapnya di bawah ini.

7 Keutamaan Mati Syahid

Dalam satu hadits, disebutkan bahwa orang yang mati syahid akan mendapatkan 7 keutamaan, yakni:

  1. Diampuni (seluruh dosanya) pada saat awal terbunuhnya.
  2. Diperlihatkan di dunia tempatnya di surga.
  3. Selamat dari fitnah kubur.
  4. Diselamatkan dari hari yang sangat mencekam (Hari Kiamat).
  5. Akan dipasangkan di atas kepalanya sebuah mahkota kebesaran dari Yaquut yang nilainya lebih besar daripada dunia dan seisinya.
  6. Akan dinikahkan dengan 72 bidadari.
  7. Akan diperbolehkan memberikan syafaat bagi 70 anggota keluarganya di akhirat kelak.

Menurut Ar-Raghib Al-Ashfahani, keutamaan seseorang yang mati syahid adalah dapat melihat para malaikat turun kepada mereka dan berkata:

“Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu” (QS. Fushshilat, 41:30).

Kemudian dalam surat Al-Hadid, 57:19 berbunyi:

“Ketika seseorang merasakan sakaratul maut, mereka dapat menyaksikan berbagai macam kenikmatan akhirat yang telah dijanjikan Allah kepada mereka”

Keutamaan dalam mati syahid semakin diperkuat dalam QS. Ali ‘Imran, 3: 169 yang berbunyi:

“Dari mereka juga diperlihatkan bahwa ruhnya tetap hidup dan berada di sisi Allah”

Namun ada satu hal yang tetap tidak bisa dimaafkan ketika meninggal dunia, yaitu utang. Utang adalah kewajiban yang wajib dibayarkan dan dituntaskan setiap insan. Penjelasan tentang utang ini diperkuat hadits:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يُغْفَرُ لِلشَّهِيدِ كُلُّ ذَنْبٍ إِلَّا الدَّيْنَ (رواه مسلم)

Dari Abdullah bin ‘Amru bin ‘Ash, bahwa Rasulullah Saw. bersabda: “Seorang yang mati syahid akan diampuni segala dosa-dosanya, kecuali hutang” (HR. Muslim).

Baca juga: Apa Arti Husnul Khotimah? Dan Cara Agar Meninggal Husnul Khotimah

Kriteria Mati Syahid

Ada beberapa kriteria mati syahid yang perlu diketahui oleh seluruh umat Islam. Apa saja kriterianya?

حَدَّثَنِي زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ عَنْ سُهَيْلٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا تَعُدُّونَ الشَّهِيدَ فِيكُمْ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ مَنْ قُتِلَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَهُوَ شَهِيدٌ قَالَ إِنَّ شُهَدَاءَ أُمَّتِي إِذًا لَقَلِيلٌ قَالُوا فَمَنْ هُمْ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ مَنْ قُتِلَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَهُوَ شَهِيدٌ وَمَنْ مَاتَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَهُوَ شَهِيدٌ وَمَنْ مَاتَ فِي الطَّاعُونِ فَهُوَ شَهِيدٌ وَمَنْ مَاتَ فِي الْبَطْنِ فَهُوَ شَهِيدٌ قَالَ ابْنُ مِقْسَمٍ أَشْهَدُ عَلَى أَبِيكَ فِي هَذَا الْحَدِيثِ أَنَّهُ قَالَ وَالْغَرِيقُ شَهِيدٌ (رواه مسلم)

“Telah menceritakan kepadaku Zuhair bin Harb, telah menceritakan kepada kami Jarir dari Suhail dari ayahnya dari Abu Hurairah dia berkata, Rasulullah saw bersabda: Apa yang dimaksud orang yang mati syahid di antara kalian? Para sahabat menjawab, Wahai Rasulullah, orang yang mati terbunuh karena berjuang di jalan Allah itulah orang yang mati syahid. Beliau bersabda: Kalau begitu, sedikit sekali jumlah ummatku yang mati syahid. Para sahabat berkata, Lantas siapakah mereka wahai Rasulullah?

Beliau bersabda: Barangsiapa terbunuh di jalan Allah maka dialah syahid, dan siapa yang mati di jalan Allah juga syahid, siapa yang mati karena suatu wabah penyakit juga syahid, siapa yang mati karena sakit perut juga syahid. Ibnu Miqsam berkata, Saya bersaksi atas bapakmu mengenai Hadits ini, bahwa beliau juga berkata, orang yang meninggal karena tenggelam juga syahid” (HR. Muslim)

  1. Orang yang terbunuh di jalan Allah
  2. Orang yang mati di jalan Allah
  3. Orang yang terus berdoa agar mati di jalan Allah
  4. Orang yang mati karena wabah penyakit
  5. Orang yang mati karena penyakit dalam perut
  6. Orang yang mati tenggelam
  7. Orang yang mati tertimpa benda keras
  8. Orang yang mati terbakar
  9. Wanita yang mati karena kehamilan
  10. Orang yang mati karena membela atau mempertahankan hartanya
  11. Orang yang mati karena membela agama

Jadi itulah penjelasan tentang keistimewaan mati syahid. Jika Anda membutuhkan bantuan kavling makam, Al-Azhar Memorial Garden telah menyediakan taman pemakaman berdasarkan syariat Islam dan dikelola secara profesional.

Apa Itu Mati Syahid? Dan Dalil Tentang Mati Syahid

24 September 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

Apa itu mati syahid? Mati syahid menawarkan pahala yang sungguh besar. Ada enam keutamaan yang siap menanti. 

Pertama, dosanya segera diampuni setelah kematian. Kedua, diperlihatkan tempat tinggalnya di surga. Ketiga, dijaga dan dihindarkan dari siksa neraka, serta tetap aman dan terhindar dari rasa takut saat dibangkitkan dari kubur. Keempat, diberikan mahkota kemuliaan yang sangat indah. Kelima, dinikahkan dengan 72 bidadari. Keenam, diberikan hak untuk memberi syafaat untuk memasukkan 70 orang anggota keluarganya ke surga dan dikeluarkan dari neraka. 

Mari mengenal apa itu mati syahid secara lebih dalam, beserta barisan penjelasannya di sini.

Mengenal Apa itu Mati Syahid

Orang yang meninggal dalam kondisi syahid adalah orang yang sebelum meninggal dunia telah beriman dan bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah. Setelah mati pun dia menyaksikan bahwa semua janji Allah adalah benar. 

Masih ada 7 golongan lagi yang dapat dikategorikan sebagai orang yang meninggal dalam kondisi syahid:

حَدَّثَنِي زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ حَدَّثَنَا جَرِيرٌ عَنْ سُهَيْلٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا تَعُدُّونَ الشَّهِيدَ فِيكُمْ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ مَنْ قُتِلَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَهُوَ شَهِيدٌ قَالَ إِنَّ شُهَدَاءَ أُمَّتِي إِذًا لَقَلِيلٌ قَالُوا فَمَنْ هُمْ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ مَنْ قُتِلَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَهُوَ شَهِيدٌ وَمَنْ مَاتَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَهُوَ شَهِيدٌ وَمَنْ مَاتَ فِي الطَّاعُونِ فَهُوَ شَهِيدٌ وَمَنْ مَاتَ فِي الْبَطْنِ فَهُوَ شَهِيدٌ قَالَ ابْنُ مِقْسَمٍ أَشْهَدُ عَلَى أَبِيكَ فِي هَذَا الْحَدِيثِ أَنَّهُ قَالَ وَالْغَرِيقُ شَهِيدٌ (رواه مسلم)

“Telah menceritakan kepadaku Zuhair bin Harb, telah menceritakan kepada kami Jarir dari Suhail dari ayahnya dari Abu Hurairah dia berkata, Rasulullah saw bersabda: Apa yang dimaksud orang yang mati syahid di antara kalian? Para sahabat menjawab, Wahai Rasulullah, orang yang mati terbunuh karena berjuang di jalan Allah itulah orang yang mati syahid. Beliau bersabda: Kalau begitu, sedikit sekali jumlah ummatku yang mati syahid. Para sahabat berkata, Lantas siapakah mereka wahai Rasulullah?

Beliau bersabda: Barangsiapa terbunuh di jalan Allah maka dialah syahid, dan siapa yang mati di jalan Allah juga syahid, siapa yang mati karena suatu wabah penyakit juga syahid, siapa yang mati karena sakit perut juga syahid. Ibnu Miqsam berkata, Saya bersaksi atas bapakmu mengenai Hadits ini, bahwa beliau juga berkata, orang yang meninggal karena tenggelam juga syahid” (HR. Muslim)

Baca juga: Apakah Orang Mati Syahid Langsung Masuk Surga?

Hadits Nabi Tentang Mati Syahid

Terdapat beberapa tipe orang yang diklasifikan ke dalam orang meninggal dalam kondisi syahid sesuai Hadits Nabi sebelumnya. yaitu:

1. Orang yang Terbunuh di Jalan Allah

Banyak sahabat Nabi yang meninggal dalam kondisi syahid ketika terbunuh dalam berbagai peperangan. Namun tidak hanya sebatas perang saja. Suatu perang yang dikategorikan sebagai jalan Allah menurut Majelis Tarjih Muhammadiyah adalah:

سبيل الله هو الطريق الموصل إلى ما يرضاه الله من كل عمل اذن الله به لإعلاء كلمته و تنفيذ احكامه

Sabilillah ialah jalan yang menyampaikan kepada keridhaan Allah, berupa segala amalan yang diizinkan Allah untuk memuliakan kalimat (agama)-Nya dan melaksanakan hukum-hukum-Nya (Himpunan Putusan Tarjih)

Contoh jalan Allah yang disebut oleh Nabi juga tidak hanya perang. Ada juga orang yang melaksanakan dakwah amar makruf nahi munkar, orang yang belajar menuntut ilmu, orang yang mengajarkan ilmu, orang yang menegakkan keadilan, orang yang mengusahakan terciptanya kesejahteraan, orang yang menegakkan kebenaran dan membasmi kejahatan, serta orang yang membantu dan meringankan beban orang lain.

2. Orang yang Mati di Jalan Allah

Orang yang mati di jalan Allah non perang biasanya karena sakit saat menuntut ilmu, meninggal karena kecelakaan di perjalanan dakwah, meninggal mendadak ketika sedang rapat dakwah, meninggal saat sedang ceramah agama, meninggal ketika sedang tugas memberantas kemaksiatan dan kemungkaran bagi aparat penegak hukum.

Baca juga: 7 Keutamaan dan Keistimewaan Mati Syahid

3. Orang yang Terus Berdoa agar Mati di Jalan Allah

Ketika ada orang yang sepanjang hidupnya terus berjuang di jalan Allah namun mati di atas tempat tidur, tetap dipandang sebagai meninggal dalam kondisi syahid. 

عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ سَأَلَ اللَّهَ الشَّهَادَةَ مِنْ قَلْبِهِ صَادِقًا بَلَّغَهُ اللَّهُ مَنَازِلَ الشُّهَدَاءِ وَإِنْ مَاتَ عَلَى فِرَاشِهِ (رواه مسلم)

Dari Nabi Saw., beliau bersabda: “Barangsiapa yang memohon mati syahid kepada Allah dengan jujur dari dalam hatinya, maka Allah akan memberinya pahala syuhada meskipun ia meninggal di atas kasur” (HR. Muslim)

3. Orang yang Mati karena Wabah Penyakit

Orang yang meninggal karena wabah penyakit akan mendapatkan pahala meninggal dalam kondisi syahid. Itu semua ditentukan apabila dia bersiksasi akan keimanan kepada Allah sepanjang hidup.

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَتْ سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الطَّاعُونِ فَأَخْبَرَنِي أَنَّهُ عَذَابٌ يَبْعَثُهُ اللَّهُ عَلَى مَنْ يَشَاءُ وَأَنَّ اللَّهَ جَعَلَهُ رَحْمَةً لِلْمُؤْمِنِينَ لَيْسَ مِنْ أَحَدٍ يَقَعُ الطَّاعُونُ فَيَمْكُثُ فِي بَلَدِهِ صَابِرًا مُحْتَسِبًا يَعْلَمُ أَنَّهُ لَا يُصِيبُهُ إِلَّا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَهُ إِلَّا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِ شَهِيدٍ (رواه البخاري)

Dari ‘Aisyah ra., istri Nabi Saw. berkata; “Aku pernah bertanya kepada Rasulullah Saw. tentang masalah tha’un lalu beliau mengabarkan, bahwa tha’un (penyakit sampar, pes, lepra) adalah sejenis siksa yang Allah kirim kepada siapa yang Dia kehendaki dan sesungguhnya Allah menjadikan hal itu sebagai rahmat bagi kaum muslimin dan tidak ada seorangpun yang menderita tha’un lalu dia bertahan di tempat tinggalnya dengan sabar dan mengharapkan pahala dan mengetahui bahwa dia tidak terkena musibah melainkan karena Allah telah menakdirkannya kepadanya, maka dia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mati syahid” (HR. Al-Bukhari)

4. Orang yang Mati karena Penyakit dalam Perut

مَنْ مَاتَ فِي الْبَطْنِ فَهُوَ شَهِيدٌ (رواه مسلم)

“Barang siapa yang mati karena (ada penyakit) dalam perut maka ia syahid” (HR. Muslim)

5. Orang yang Mati Tenggelam

Selain karena penyakit dalam perut, orang yang meninggal tenggelam juga termasuk golongan meninggal dalam kondisi syahid. Ini semua karena menunjukkan kemuliaan dan kemurahan Allah sebagai balasan atas ketakutan dan rasa sakit yang amat sangat dirasakannya. 

6. Orang yang Mati Tertimpa Benda Keras

Orang yang mati karena tertimpa benda keras, seperti pohon, longsoran, rumah, material, dan sebagainya, akan mendapatkan pahala sebagai orang yang mati syahid. 

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَإِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ قَدْ أَوْقَعَ أَجْرَهُ عَلَيْهِ عَلَى قَدْرِ نِيَّتِهِ وَمَا تَعُدُّونَ الشَّهَادَةَ قَالُوا الْقَتْلُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الشَّهَادَةُ سَبْعٌ سِوَى الْقَتْلِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ الْمَطْعُونُ شَهِيدٌ وَالْمَبْطُونُ شَهِيدٌ وَالْغَرِيقُ شَهِيدٌ وَصَاحِبُ الْهَدَمِ شَهِيدٌ وَصَاحِبُ ذَاتِ الْجَنْبِ شَهِيدٌ وَصَاحِبُ الْحَرَقِ شَهِيدٌ وَالْمَرْأَةُ تَمُوتُ بِجُمْعٍ شَهِيدَةٌ (رواه ابي داود)

Rasulullah Saw bersabda, “Sesungguhnya Allah telah memberikan pahala kepadanya sesuai dengan niatnya. Apa yang kalian ketahui tentang mati Syahid?!” Mereka berkata, “Berperang di jalan Allah Maha Perkasa” Rasulullah Saw bersabda: “Mati syahid ada tujuh macam selain berperang di jalan Allah Maha Perkasa: Orang yang mati karena wabah pes adalah syahid, orang yang mati karena sakit (dalam) perut (nya) adalah syahid, orang yang mati tenggelam adalah syahid, orang yang mati tertimpa benda keras adalah syahid, orang yang mati karena penyakit lepra adalah syahid, orang yang mati terbakar adalah syahid dan seorang wanita yang mati karena hamil adalah syahidah” (HR. Abu Dawud)

7. Orang yang Mati Terbakar

Orang yang meninggal terbakar akibat rumahnya kebakaran, mobil terbakar, kompor meledak, hingga terbakar karena kecelakaan kerja termasuk meninggal dalam kondisi syahid.

8. Wanita yang Mati karena Kehamilan

Wanita yang meninggal karena kehamilan atau dalam proses persalinannya termasuk ke dalam mati syahid.

9. Orang yang Mati karena Membela atau Mempertahankan Hartanya

عنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ قُتِلَ دُونَ مَالِهِ فَهُوَ شَهِيدٌ (رواه البخاري)

Dari Abdullah bin Amru ra. berkata, aku mendengar Nabi Saw. bersabda: “Siapa yang terbunuh karena membela hartanya maka dia syahid” (HR. Al-Bukhari)

10. Orang yang Mati karena Membela Agama

عَنْ سَعِيدِ بْنِ زَيْدٍ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ قُتِلَ دُونَ مَالِهِ فَهُوَ شَهِيدٌ وَمَنْ قُتِلَ دُونَ دِينِهِ فَهُوَ شَهِيدٌ وَمَنْ قُتِلَ دُونَ دَمِهِ فَهُوَ شَهِيدٌ وَمَنْ قُتِلَ دُونَ أَهْلِهِ فَهُوَ شَهِيدٌ (رواه الترمذي)

”Dari Sa’id bin Zaid ia berkata: Aku mendengar Rasulullah Saw. bersabda: “Barangsiapa yang terbunuh karena membela hartanya maka ia syahid, barangsiapa yang terbunuh karena membela agamanya maka ia syahid, barangsiapa yang terbunuh karena membela darahnya (jiwanya) maka ia syahid dan barangsiapa yang terbunuh karena membela keluarganya maka ia syahid” (HR. At-Tirmidzi)
Jadi itulah penjelasan apa itu mati syahid. Jika Anda membutuhkan bantuan kavling makam, Pemakaman Muslim Al-Azhar Memorial Garden Karawang telah menyediakan taman pemakaman berdasarkan syariat Islam dan dikelola secara profesional.

Pemakaman Muslim yang Bersih Membuat Ziarah Menjadi Lebih khusyuk

23 September 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

Nilai-nilai akidah dalam Islam tampak nyata dari kepribadian ummatnya, mulai dari sikap, perilaku hingga buah karya ummat senantiasa menggambarkan karakter Islam yang sesungguhnya. Kebersihan merupakan salah satu karakter Islam yang sudah harus menjadi bagian dari gaya hidup , sebagaimana hadis Rasulullah SAW: “Sesungguhnya Islam itu bersih, hendaklah kamu mewujudkan kebersihan karena sesungguhnya tidak akan masuk surga kecuali orang yang bersih”. (H.R. Khatib)

Sebagai khalifah dimuka bumi, manusia khususnya ummat muslim sudah sepantasnya merepresentasikan keimanan salah satunya melalui gaya hidup bersih sebagaimana sabda Rasulullah SAW :

“Kebersihan adalah sebagian daripada iman” (HR Muslim,Tirmidzi)

Demikian juga keindahan, sebagai manifestasi kecintaan terhadap sang Khalik, keindahan sudah sepatutnya ditunjukkan melalui karya cipta yang mengajak Ummat untuk mengingat kebesaran Allah SWT, sebagaimana Hadis Rasulullah SAW : ”Sesungguhnya Allah SWT itu indah, Dia menyukai keindahan, Allah itu baik, Dia menyukai kebaikkan, Allah itu bersih, Dia menyukai kebersihan. Karena itu bersihkanlah teras rumah kalian …”

(HR. Tirmidzi).

Nilai-nilai kebersihan serta keindahan dalam Islam diterapkan dalam areal pemakaman islam Al-Azhar Memorial Garden diatas lahan seluas 25 hektar di kawasan Karawang Timur Jawa Barat.

Melalui layanan pemakaman yang bersih, asri dan indah, Al-Azhar Memorial Garden mengajak Ummat untuk kembali menempatkan makam pada hakikatnya, yakni untuk menguburkan jenazah muslim dengan menjaga kehormatan jenazah sesuai tuntunan Islam, serta mengajak ummat untuk senantiasa mengingat kematian melalui ziarah kubur yang khusyuk agar ummat dapat bertafakur merenungi kehidupan dunia yang hanya sementara.

Nilai-nilai akidah dalam Islam tampak nyata dari kepribadian ummatnya, mulai dari sikap, perilaku hingga buah karya ummat senantiasa menggambarkan karakter Islam yang sesungguhnya. Kebersihan merupakan salah satu karakter Islam yang sudah harus menjadi bagian dari gaya hidup , sebagaimana hadis Rasulullah SAW: “Sesungguhnya Islam itu bersih, hendaklah kamu mewujudkan kebersihan karena sesungguhnya tidak akan masuk surga kecuali orang yang bersih”. (H.R. Khatib)

Syariat Islam: Tata cara menguburkan jenazah Muslim

22 September 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di tata cara menguburkan jenazah muslim

Bagi seorang muslim yang masih hidup, merupakan kewajiban untuk menguburkan kaum muslimin yang telah meninggal. Hukumnya sendiri fardu kifayah (kewajiban kolektif). Menguburkan jenazah tidak hanya sekedar menimbun jenazah dengan tanah begitu saja. Ada aturan tertentu yang telah ditetapkan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala tentang tata cara pelaksanaan penguburan ini mengenai perlakuan yang harus dilakukan dan doa yang harus dipanjatkan.

Aturan dalam Islam perihal penguburan ini menunjukkan bahwa Islam sangat memuliakan manusia. Tidak hanya ketika baru lahir di dunia dan semasa hidup, tapi setelah meninggal jenazah harus diperlakukan dengan baik.

Baca juga: Pengertian Menguburkan Jenazah Muslim dalam Islam

Kewajiban dalam mengubur jenazah adalah dengan mengubur jenazah pada satu liang lahat yang dapat mencegah tersebarnya bau dan dimangsa binatang buas, serta menghadapkan ke arah kiblat. Untuk lebih sempurnanya, mengubur jenazah dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:

  1. Sebelum dikuburkan, jenazah harus disalati terlebih dahulu. Islam memerintahkan agar jenazah segera dikubur atau dimakamakan.
  2. Kaum muslimin yang masih hidup hendaknya mengantar jenazah ke kubur dengan cara memikul keranda jenazah karena termasuk dalam amal kebaikan. Ketika mengantar jenazah ke pemakaman, hendaknya untuk menjaga ketenangan, menyegerakan pemakaman, berdiri di sisi makam untuk beberapa saat, dan menaburkan tanah setelah pemakaman.
  3. Lubang kubur hendaknya telah dipersiapkan terlebih dahulu sebelum jenazah tiba di. Lubang kubur dibuat cukup dalam, kira-kira setegak badan orang dewasa atau 50 hasta dengan lebar lebih kurang satu meter. Lubang kubur dibuat cukup dalam agar tidak mengeluarkan bau dan tidak mudah dibongkar binatang buas.
  4. Di dasar lubang yang telah dibuat, dibuat kembali lubang yang lebih sempit untuk meletakkan jenazah. Lubang sempit ini biasa disebut oleh masyarakat sebagai liang lahat. Ada dua cara untuk membuat liang lahat ini.

Pertama, berbentuk relung sempit selebar dan sepanjang badan jenazah yang terletak di tengah-tengah kubur atau lubang yang pertama. Kedua, berbentuk relung sepanjang dan selebar badan yang terletak di salah satu sisi kubur.

  1. Mengubur jenazah berarti memasukkan jenazah ke liang lahat tersebut dengan hati-hati. Pada saat memasukkan jenazah ke liang lahat, jenazah diletakkan dalam posisi miring. Diperbolehkan meletakkan tanah yang dikeraskan untuk mengganjal punggung dan menyangga kepala jenazah.
  2. Setelah itu, tali-tali yang mengikat jenazah dibuka dan bagian muka serta kaki dibuka sedikit agar pipi kanan dan ujung kaki jenazah menempel di tanah.
  3. Kemudian liang lahat ditutup dengan papan atau kayu, lalu ditimbun dengan tanah. Timbunan tanah pada liang lahat boleh ditinggikan kurang lebih satu jengkal dan diberi tanda dengan batu nisan.
  4. Setelah penguburan, orang yang hadir di pemakaman disunahkan menaburkan tanah ke arah kepala jenazah sebanyak tiga kali. Selain itu, disunahkan pula orang-orang yang hadir untuk memohonkan ampun bagi jenazah. Hal ini dipertegas oleh hadits Rasulullah Salallahu ‘alaihi wassalam, yang artinya:

Dari Utsman, “Nabi Salallahu ‘alaihi wassalam jika selesai menguburkan jenazah, berdirilah beliau, lalu bersabda. ‘Mintakan ampun saudaramu dan mintakanlah supaya ia berketetapan, sebab ia sekarang sedang ditanya’.” (H.R. Abu Dau dan Hakim)

Baca juga: Doa Saat Menguburkan Jenazah Muslim

Source:https://www.kenangan.com/blog/tata-cara-menguburkan-jenazah-menurut-syariat-islam

Begini Seharusnya Memakamkan Mereka yang Pulang ke Rahmatullah (II)

20 September 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memakamkan mereka yang telang berpulang ke rahmatullah. Apa saja itu? Simak ulasan di bawah ini.

Begini Seharusnya Memakamkan Mereka yang Pulang ke Rahmatullah

Sederhana: Hanya Terdiri Gundukan dan tidak dibangun Apapun

Kita sering melihat makam-makan dibangun dengan berbagai macam bentuk bangunan diatasnya dengan berbagai keramik dan cat beraneka ragam. Dalam islam hal ini tidaklah dianjurkan. Sebagaimana Rasulullah dan para sahabat rasulullah.

Ibnul Qayyim berkata dalam kitabnya Zaadul Ma’aad, “Dan makam beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam digunduki tanah seperti punuk yang berada di tanah lapang merah. Tidak ada bangunan dan tidak juga diplester. Demikian itu pula makam kedua sahabatnya (Abu Bakar dan Umar).”

“Diriwayatkan dari Jabir, ia berkata: Rasulullah saw melarang memplester kubur, mendudukinya dan mendirikan bangunan di atasnya.” (HR. Muslim, no. 94/970)

Baca juga: Mempersiapkan Makam Islam untuk Keluarga Muslim

Makam Tidaklah di duduki atau di Injak-injak

Di Jakarta bahkan ada fenomena, anak-anak atau gelandangan jalanan terpaksa tinggal di makam karena tak mampu membayar kontrakan. Padahal hal seperti ini tidaklah diperbolehkan. Jangankan tinggal diatasnya, duduk dan menginjakpun tidak boleh.

“Rasulullah saw. bersabda, ‘Lebih baik salah seorang dari kamu duduk di atas bara api hingga membakar pakaiannya dan sekujur tubuhnya daripada duduk di atas kubur’,” (HR Muslim (971).

Rasulullah aja sampe bilang begitu. Ini karena betapa manusia sangat di muliakan Allah bahkan sampe setelah meninggal dunia.

Kedalaman Makam 1,5 M

Kenapa?? Supaya yang meninggal atau jenazah terhindar atau terlindungi dari hewan yang hidup. Begitu juga yang hidup terhindar dari yang telah meninggal, dari bau dan lain. lain.

Boleh Meletakkan Nisan Penanda

Sebagai kebutuhan penanda agar kita tidak kehilangan jejak atau agar mudah ketika berziaran maka sebatas ada kebutuhanmenuliskan nama orang yang wafat di atas kuburan atau pada nisan sebagai penanda agar kuburannya dikenali, bukan dalam kategori bermegah-megahan diperbolehkan. Ingat hanya sebagai penanda bukan dalam kategori bermegah-megahan.

Baca juga: Bagaimana Hukum Memasang Kijing Makam?

Kuburan Mewah Haram Hukumnya

Kini nampaknya mucul trend kuburan mewah dengan berbagai fasilitas wah yang ditawarkan. Padahal hal ini haram hukumnya. MUI jelas menyatakan Jual beli dan bisnis lahan untuk kepentingan kuburan mewah yang terdapat unsur tabdzir dan israf hukumnya haram,” jelas Fatwa MUI Nomor 9 tahun 2014

Pemakaman Islam Al Azhar Memorial Garden Karawang Taman Pemakaman Muslim 14
Pemakaman Islam Al Azhar Memorial Garden Karawang Taman Pemakaman Muslim

Menurut Islam Orang Sakit Wajib Melakukan 6 Hal Ini

19 September 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

Al-Azhar Memorial Garden kali ini membahas tentang 6 hal yang harus dilakukan oleh orang sakit menurut Islam. Apa saja keenam hal tersebut?

6 Hal yang Wajib Dilakukan Orang Sakit

1. Rela terhadap qadha dan qadar Allah, sabar dan berprasangka baik kepada-Nya.

2. Orang sakit boleh berobat

Orang sakit boleh berobat engan sesuatu yang mubah, dan tidak boleh berobat dengan sesuatu yang haram, atau berobat dengan sesuatu yang merusak akidah seperti datang kepada dukun, tukang sihir, atau ke tempat lainnya.

Dari Abu Hurairah radhiyallâhu ‘anhu, dari Nabi Shallallâhu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda:

مَا أَنْزَلَ اللهُ دَاءً إِلاَّ أَنْزَلَ لَهُ شِفَاءً”.أخرجه البخاري

“Allah tidak menurunkan suatu penyakit, kecuali Allah turunkan juga obatnya.” (HR al-Bukhari)

Dalam riwayat lain, beliau Shallallâhu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِنَّ اللهَ خَلَقَ الدَّاءَ وَالدَّوَاءَ فَتَدَاوَوْا وَلاَ تَدَاوَوْا بِحَرَامٍ

“Sesungguhnya Allah menciptakan penyakit dan obatnya, maka berobatlah kalian, dan janganlah kalian berobat dengan sesuatu yang haram.” (Dikeluarkan al-Haitsami dalam kitab Majma’ al-Zawâ’id).

3. Tidak boleh mengharapkan kematian.

Orang sakit, apabila sakitnya bertambah parah, maka ia tidak boleh mengharap kematian. Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wasallam bersabda:

لَا يَتَمَنَّى أَحَدُكُمْ الْمَوْتَ وَلَا يَدْعُ بِهِ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَهُ إِنَّهُ إِذَا مَاتَ أَحَدُكُمْ انْقَطَعَ عَمَلُهُ.

“Janganlah salah seorang di antara kalian mengharapkan kematian, dan janganlah meminta kematian sebelum datang waktunya. Apabila seorang di antara kalian meninggal, maka terputuslah amalnya.” (HR Muslim)

4. Hendaknya seorang muslim berada di antara khauf (rasa takut) dan raja’ (harap).

Diriwayatkan dari Anas radhiyallâhu ‘anhu, bahwasanya Nabi Shallallâhu ‘alaihi wasallam mendatangi seorang pemuda yang dalam keadaan sakaratul maut, kemudian beliau bertanya:

“Bagaimana engkau menjumpai dirimu?” Dia menjawab: “Wahai, Rasulullah! Demi Allah, aku hanya berharap kepada Allah, dan aku takut akan dosa-dosaku.” Kemudian Rasulullah bersabda:

لَا يَجْتَمِعَانِ فِي قَلْبِ عَبْدٍ فِي مِثْلِ هَذَا الْمَوْطِنِ إِلَّا أَعْطَاهُ اللَّهُ مَا يَرْجُو وَآمَنَهُ مِمَّا يَخَافُ

“Tidaklah berkumpul dua hal ini (yaitu khauf dan raja’) di dalam hati seseorang, dalam kondisi seperti ini, kecuali pasti Allah wujudkan harapkannya dan Allah berikan ia rasa aman dari apa yang ia takutkan.” (HR al-Tirmidzi)

Baca juga: Meninggal Kecelakaan Apakah Takdir Dalam Sudut Pandang Islam?

5. Wajib mengembalikan harta dan titipan orang lain

Wajib baginya untuk mengembalikan hak dan harta titipan orang lain, atau dia juga meminta haknya dari orang lain. Kalau tidak memungkinkan, hendaknya memberikan wasiat untuk dilunasi hutangnya, atau dibayarkan kafarah atau zakatnya.

6. Orang sakit hendaknya segera untuk berwasiat sebelum datang tanda-tanda kematian.

Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wasallam bersabda:

مَا حَقُّ امْرِئٍ مُسْلِمٍ لَهُ شَيْءٌ يُوصِي فِيهِ يَبِيتُ لَيْلَتَيْنِ إِلَّا وَوَصِيَّتُهُ مَكْتُوبَةٌ عِنْدَهُ

“Tidak sepatutnya bagi seorang muslim yang masih memiliki sesuatu yang akan diwasiatkan untuk tidur dua malam kecuali wasiatnya sudah tertulis di dekatnya.” (HR al-Bukhari)

Apabila hendak berwasiat yang berkaitan dengan hartanya, maka ia tidak boleh berwasiat lebih banyak dari sepertiga hartanya. Dan hartanya tidak boleh diwasiatkan kepada ahli waris. Tidak diperbolehkan pula untuk merugikan orang lain dengan wasiatnya, dengan tujuan untuk menghalangi bagian dari salah satu ahli waris, atau melebihkan bagian seorang ahli waris daripada yang lain.

Penutup

Demikian 6 hal yang harus dilakukan oleh orang sakit menurut Islam. Wallâhu a’lam bi al-shawâb.

Pemakaman Islam Al Azhar Karawang 41
Taman Pemakaman Islam Al-Azhar Memorial Garden Karawang

Hukum Mengubur Beberapa Jenazah Muslim Dalam Satu Kubur

18 September 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di doa menguburkan jenazah muslim

Pada dasarnya, yang berlaku dalam hukum Islam adalah mengubur satu mayat dalam satu liang kubur. Tidak diperbolehkan mengubur dua jenazah atau lebih dalam satu liang kubur, kecuali dalam keadaan tertentu. Imam Rafi’i dalam kitabnya pernah menyampaikan:

المستحب في حال

الاختيار أن يدفن كل ميت في قبر كذلك (فعل النبي صلي الله عليه وسلم وأمر به) فإن كثر الموتي بقتل وغيره وعسر إفراد كل ميت بقبر دفن الاثنان والثلاثة في قبر واحد

Artinya: “Sunnah dalam keadaan tidak mendesak (ikhtiyar) untuk menguburkan tiap jenazah dalam satu liang kubur. Seperti itulah yang dilakukan dan diperintahkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Andai terdapat banyak sekali jenazah oleh sebab perang atau yang lain (seperti tsunami atau tanah longsor, pen.), dan sulit bila mesti mengubur tiap jenazah dalam satu liang kubur secara sendiri-sendiri, maka dua atau tiga jenazah bisa dikuburkan dalam satu liang kubur.”

لما روى (أنه صلي الله عليه

وسلم قال للانصار يوم أحد احفروا واوسعوا وعمقوا واجعلوا الا ثنين والثلاثة في القبر الواحد وقدموا اكثرهم قرآنا) وليقدم الأفضل إلي جدار للحد مما يلي القبلة

“Hal ini berdasarkan hadits bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah berkata kepada sahabat Anshor saat perang Uhud, ‘Galilah kubur, luaskan, dan dalamkan, lalu masukkan dua atau tiga jenazah dalam satu liang kubur, dan taruh di depan mereka yang hafalan Al-Qur’annya paling banyak, dan posisikan jenazah-jenazah yang paling utama dekat dengan tembok kubur yang menghadap kiblat.” (Abdul Karim ar-Rafi’i, asy-Syarhul Kabir, juz V, hal. 245) Di kitab turats lain, Imam Nawawi menyampaikan hukum mengubur mayit (jenazah) berikut alasan di baliknya. Dalam kitab Majmu’ Syarah Muhadzzab (juz V:281) beliau menjelaskan bahwa mengubur jenazah hukumnya fardu kifayah, karena membiarkannya di atas bumi akan merusak kehormatan mayit itu sendiri, dan masyarakat di sekitarnya akan dirugikan oleh sebab bau mayit tersebut.

Baca juga: Seperti Apa Kehidupan di Alam Kubur?

Ditemukan dalam kitab Iqna’ sebuah keterangan tegas demikian:

ـ (ولا يدفن اثنان) ابتداء (في قبر

واحد) بل يفرد كل ميت بقبر حالة الاختيار للاتباع، فلو جمع اثنان في قبر واتحد الجنس كرجلين أو امرأتين كره عند الماوردي وحرم عند السرخسي، ونقله عنه النووي في مجموعه مقتصرا عليه

Artinya: “Tidak diperbolehkan mengubur dua mayat dalam satu liang kubur. Sebaliknya setiap mayat harus disendirikan dalam kubur mereka masing-masing kecuali dalam keadaan mendesak, demi mengikuti Rasulullah. Andai ada dua mayat dikubur dalam satu liang kubur, maka hukumnya diperinci: bila sejenis (laki-laki dan laki-laki atau perempuan dan perempuan) maka hukumnya makruh menurut pendapat Imam Mawardi dan haram menurut pendapat Imam Syarkhasi. Dan pendapat haram inilah pendapat yang dikutip Imam Nawawi dalam kitab Majmu’-nya secara ringkas.”

وعقبه بقوله: وعبارة الأكثرين ولا يدفن اثنان في قبر، ونازع في التحريم السبكي،

(إلا لحاجة) أي الضرورة كما في كلام الشيخين كأن كثر الموتى وعسر إفراد كل ميت بقبر فيجمع بين الاثنين والثلاثة والاكثر في قبر بحسب الضرورة

“Imam Nawawi melanjutkan komentar beliau tentang ungkapan ‘mayoritas ulama berpendapat tidak diperbolehkannya mengubur dua mayat dalam satu liang kubur’. Pengharaman ini mendapat penolakan dari Imam Subki, karena ada pengecualian kondisi darurat, seperti yang disampaikan Imam Rafi’i dan Imam Nawawi manakala terdapat banyak mayat, dan sulit untuk mengubur mayat satu per satu dalam liang kubur berbeda-beda–sehingga hendaknya dua, atau tiga mayat atau lebih bisa dikumpulkan dalam satu liang kubur mempertimbangkan seberapa besar kondisi darurat tersebut. (Imam Musa al-Hajawi, Iqna’ fi Halli Alfadzi Abi Syuja’, juz I, hal. 194) Lalu bagaimana bila satu liang kubur terdapat lebih dari satu jenazah berlainan jenis kelamin? Tentu haram. Kesimpulan ini bisa ditarik dari beberapa penjelasan di atas. Bila yang sejenis saja dimakruhkan (Imam Mawardi) dan diharamkan (Imam Syarkhasi), apalagi berlawanan jenis. Dari keterangan di atas, bisa diambil sebuah kesimpulan bahwa hukum mengubur dua mayat atau lebih dalam satu liang kubur adalah haram. Hukumnya menjadi boleh ketika kondisi darurat, seperti banyak sekali mayat pasca-tsunami, tanah longsor, kebakaran, atau yang lainnya. Wallahu a’lam.

Baca juga: 7 Penyebab Siksa Kubur yang Harus Diketahui

Ustadz Moh. Ihsanuddin, Peneliti & Pengkaji Kitab Turats dari Kediri Jawa Timur

Sumber: https://islam.nu.or.id/post/read/104185/hukum-mengubur-beberapa-jenazah-dalam-satu-liang-kubur

Tanda – tanda Kematian Menurut Islam

17 September 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

Usia tiap manusia akan menjadi rahasia Tuhan semata. Kita sebagai manusia tidak punya kapabilitas dalam menilai atau mengukur hal ini. Sehingga kematian adalah hal yang bisa saja terjadi kapan saja. Namun, dalam Islam ada beberapa tanda yang menunjukan saat-saat terakhir seorang manusia. Apa sajakah tanda-tanda kematian menurut Islam?

Mengenal Tanda – Tanda Kematian Menurut Islam

“Setiap yang bernyawa pasti akan mati. Dan sesungguhnya akan disempurnakan pahala kalian pada hari kiamat. Barangsiapa yang dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka ia benar-benar telah beruntung. Dan kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdaya” (QS. Al-Imran: 185).

Kematian adalah hal yang pasti. Tetapi kita tidak tahu kapan datangnya hal yang satu ini. Namun, bisa saja muncul firasat dari teman, keluarga, maupun orang-orang terdekat mengenai kematian seseorang.  Imam Al-Ghazali sempat menyampaikan beberapa tanda kematian yang bisa diketahui seorang muslim. Tanda tersebut adalah:

1. Tanda-tanda Kematian 100 Hari Pertama

Tandanya ini lazim terjadi setelah waktu Asar. dimana seluruh tubuh dari ujung rambut hingga ujung kaki seolah bergetar hingga menggigil.  Bagi yang menyadari tanda ini tentu akan memanfaatkan waktu hidupnya dengan sebaik mungkin untuk mencari bekal yang akan dibawa mati nanti.

2. Tanda Kedua 40 Hari Sebelum Kematian

Hal ini juga lazim dirasakan setelah waktu Asar, dimana pada bagian pusar akan terasa berdenyut. Selain itu diriwayatkan pula, sebelum ajal menjemput telinga terasa berdengung secara terus menerus.

Baca juga: Pemakaman Islam: Yang Harus Dilakukan Saat Seseorang dalam Keadaan Sakaratul Maut

3. Tanda Ketiga Tujuh Hari Sebelum Kematian

Jika mengalami sakit keras, pada hari ketujuh menjelang kematian selera makan akan meningkat sehingga ingin menikmati makanan tertentu sesuai keinginannya.

4. Tanda Keempat 3 Hari Sebelum Kematian

Denyutan pada tengah dahi, nafsu makan menurun atau bahkan tidak mau makan.  Mata akan terlihat memudar, hidung perlahan turun, telinga terlihat layu dan telapak kaki sulit untuk dipakai berdiri.

Baca juga: Apakah Kematian Seseorang Adalah Bagian dari Takdir?

5. Tanda Kelima 1 Hari Sebelum Kematian

Sesudah waktu Asar, akan terasa sebuah denyutan pada bagian ubun-ubun sebagai pertanda bahwa tidak akan menemui waktu Asar di keesokan harinya.

6. Tanda Akhir 

Akan terasa dingin di bagian pusar hingga pinggang ke bawah. Selanjutnya menjalar naik ke bagian halkum. Senantiasa berdzikir dan mengucapkan kalimat syahadat secara terus menerus sampai malaikat maut menghampiri dan menjemput ruh untuk kembali kepada Allah sang pencipta.

Baca juga: Meninggal Kecelakaan Apakah Takdir Dalam Sudut Pandang Islam?

Bagaimana Dengan Kematian Mendadak?

“Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memainkannya.”  (QS.  Al-A’raf:  34).

Semua adalah ketentuan dari Allah yang memberikan kehidupan dan kemudian mewafatkan. Kita sebagai manusia sedikit pun tidak memiliki daya atau upaya untuk menghindar atau menunda terjadinya kematian.

Dari Ibnu Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah SAW bersabda:  “Kematian mendadak adalah keringanan terhadap seorang mukmin, dan siksaan yang membawa penyesalan terhadap orang kafir.”  (HR.  Ath-Tabrani).

Sebaiknya kita selalu bertakwa dan mencari pahala serta ampunan dari yang maha kuasa. Ini bisa menjadi bekal kita bila kematian menjemput secara tiba-tiba.Itulah dia informasi mengenai tanda-tanda kematian dalam Islam. Sebagai muslim kita harus menyiapkan diri menanti takdir yang sudah diberikan oleh Allah. Persiapkan segalanya termasuk pemakaman sesuai dengan syariat Islam. Taman Pemakaman Islam Al-Azhar Memorial Garden Karawang bisa menjadi pilihan Anda. Kunjungi website kami sekarang juga untuk informasi lebih lanjut.

Doa Menguburkan Jenazah Muslim dalam Sunah Nabi

16 September 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di doa menguburkan jenazah muslim

Untuk kesempurnaan, ketika menguburkan jenazah, ada baiknya Anda membaca doa saat menguburkan jenazah berikut ini selama prosesi pemakaman:

بسم الله وعلى ملة الله

Bismillah wa ‘ala millatillah.

Dengan menyebut nama Allah, dan semoga selalu di atas agama Allah.

Hal ini sebagaimana riwayat hadis dari Ibnu Umar yang mendengar Rasulullah saw. bersabda.

إذا وضعتم ‏موتاكم في القبور فقولوا: بسم الله، وعلى ملة رسول الله” رواه أحمد، والترمذي، وأبو ‏داود، وابن ماجه

Saat kalian sudah meletakkan jenazah di dalam kubur, berdoalah dengan bismillah wa ‘ala millatillah.

Baca juga: Pengertian Menguburkan Jenazah Muslim dalam Islam

Sementara itu, doa lain yang bisa dibaca saat menguburkan jenazah adalah doa dari sahabat Ibnu Umar sebagai berikut.

اللهم أجرها من الشيطان، ومن عذاب القبر، اللهم جاف الأرض عن ‏جنبها، وصعد روحها، ولقها منك رضواناً

Allohumma ajirna minas syaithoni wa min ‘adzabil qobri, allohumma jafil ardho ‘an janbiha wa sho‘id ruhaha wa laqqiha minka ridhwana

Baca juga: Tata Cara Mengurus Jenazah yang Benar Menurut Islam

Ya Allah, selamatkanlah kami dari setan dan azab kubur. Ya Allah, perluaslah makam jenazah ini, angkatlah ruhnya, temukanlah ia dengan keridaan-Mu (HR Ibnu Majah)

Sementara itu, doa yang dibaca sahabat Bilal saat menguburkan jenazah adalah sebagai berikut.

‏أسلمه إليك الأهل والمال والعشيرة، والذنب العظيم، وأنت غفور رحيم فاغفر له

Usallimuhu ilaikal ahla wal mala wal ‘asyirota wadz dzanbal ‘azhim, wa anta ghofurur rohim faghfir lahu.

Aku memasrahkan keluarga, harta, kerabat, dan dosa besar jenazah ini kepada-Mu, karena Engkau Maha Pengampun dan Penyayang. Ampunilah dosanya (HR Sa‘id)

Source:https://bincangsyariah.com/zikir-dan-doa/doa-saat-menguburkan-jenazah/

Mengenal Lebih Dekat Pemakaman Islam Al-Azhar Memorial Garden Karawang

14 September 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

Tentang Al-Azhar Memorial Garden

Al-Azhar Memorial Garden adalah salah satu unit usaha Yayasan Pesantren Islam Al-Azhar yang bergerak di bidang layanan pemakaman Islam.

Al-Azhar Memorial Garden dibangun untuk melayani umat yang ingin dimakamkan sesuai syariat Islam, sekaligus sebagai sarana sosialisasi kepada masyarakat tentang syariat pemakaman Islam.

Terbentang seluas 25 hektar di wilayah Karawang Timur, Al-Azhar Memorial Garden siap menampung sekitar 29.000 ribu jenazah muslim dari wilayah Jabodetabek, Karawang, Cikarang, Bandung, dan sekitarnya.

Baca juga: 12 Alasan Mengapa Memilih Kavling Pemakaman di Al-Azhar Memorial Garden

Latar Belakang Dibangunnya Pemakaman Islam Al-Azhar Memorial Garden

Pada saat ini, masyarakat Indonesia yang berada di wilayah perkotaan dengan jumlah penduduk yang terus meningkat menghadapi permasalahan semakin terbatasnya pemakaman yang disediakan oleh pemerintah dan masyarakat.

Perlu diketahui bahwa Wilayah DKI Jakarta dengan luas 65.680 hektar diproyeksikan membutuhkan lahan makam seluas 785 hektar.

Dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Jakarta tahun 2011, ditargetkan 745 hektar.

Padahal, luas makam di Jakarta hanya 576 hektar. Jadi, Jakarta jelas masih kekurangan lahan sebesar 209 hektar.

Tingginya angka warga Jakarta yang meninggal dunia, dengan rata-rata per hari mencapai 111 orang, berarti mulai 2012 dan seterusnya, lahan pemakaman di DKI Jakarta akan habis apabila tidak segera dilakukan penambahan.

Selain usaha menambah luas lahan makam, dilakukan juga kebijakan menumpuk jenazah dalam satu lubang makam bagi yang masih ada hubungan keluarga. Jarak waktunya minimal dua tahun, hal itu untuk mengantisipasi over-loadnya lahan makam.

Kondisi Tempat Pemakaman Umum yang ada pada saat ini sangat memprihatinkan, antara lain:

  • Terkesan berdesak-desakan dan tidak beraturan.
  • Kurang terurus dengan baik.
  • Seringkali ditemui pengemis, pedagang asongan, dan lain-lain.
  • Tidak memiliki fasilitas memadai.
  • Kewajiban membayar biaya perpanjangan pemakaian lahan dan iuran bulanan.
  • Terkesan seram dan angker.

Baca juga: Fatwa MUI tentang pemakaman Al-Azhar Memorial Garden

Maksud dan Tujuan

Dengan melihat keadaan yang memprihatinkan ini, kami tergugah untuk berpartisipasi mengatasi kesulitan yang dihadapi pemerintah dengan menyediakan lahan pemakaman muslim yang dapat memberikan keamanan, kenyamanan, dan ketentraman bagi keluarga yang ditinggalkan.

Adapun pembangunan Al-Azhar Memorial Garden bertujuan untuk:

  1. Memberikan pilihan bagi umat Islam untuk dapat dikuburkan di pemakaman muslim sesuai syariat Islam.
  2. Rumput terawat untuk selamanya, tanpa ada lagi beban biaya bulanan ataupun tahunan yang memberatkan ahli waris.
  3. Adanya kemudahan prosesi pemulasaraan jenazah sejak awal sampai penguburan.
  4. Melanggengkan persaudaraan dan kekeluargaan, dengan adanya kuburan di lahan pemakaman muslim, memungkinkan anak cucu untuk berziarah.

Sehubungan dengan hal tersebut di atas, pemakaman Islam Al-Azhar Memorial Garden yang dibangun sejak 2011 lalu memiliki konsep sebagai berikut:

  1. Memiliki konsep, makam adalah bagian dari taman.
  2. Tidak ada gangguan dari pihak luar, karena tertutup dan diawasi selama 24 jam nonstop.
  3. Tersedia fasilitas lengkap dan modern (masjid, gazebo, dll)
  4. Landscape yang tertata dengan baik.
  5. Tata letak makam yang jelas dan teratur.
  6. Jaminan penggunaan makam dan perawatan rumput selamanya.
  7. Satu makam untuk satu orang.
  8. Persepsi umum terkesan damai dan sejuk.

Visi dan Misi

Visi

Menjadi pemakaman muslim sesuai syariah di tengah hijaunya taman.

Misi

  • Merealisasikan program Yayasan Pesantren Islam Al-Azhar.
  • Membantu pemerintah daerah dalam menyediakan pemakaman muslim.
  • Membangun area pemakaman muslim yang aman, nyaman, tertata, asri, dan terawat.

Komitmen

  • Amanah – Menjaga kepercayaan umat dalam menerapkan pemakaman sesuai syariat Islam dengan konsisten dan sebaik-baiknya.
  • Syiar – Mengajak peziarah untuk mengingat akhirat sekaligus dengan memandang indahnya taman, mengajak peziarah untuk mengingat kebesaran Allaah SWT yang telah menciptakan alam dengan sempurna.
  • Maslahat – Keberadaan Al Azhar Memorial Garden membawa maslahat bagi penduduk sekitar, antara lain: membuka lapangan kerja dan menambah nafkah penduduk setempat, perbaikan jalan menuju dan dari Al Azhar Memorial Garden, menggerakkan ekonomi setempat, meramaikan kegiatan keagamaan di Masjid Al Azhar Memorial Garden, dan menghidupkan kawasan Teluk Jambe di mana Al Azhar Memorial Garden berada.

Layanan

Di samping itu, untuk memudahkan masyarakat muslim dalam menyelenggarakan prosesi pemakaman, kami juga menyediakan layanan lengkap seperti pemulasaran jenazah, penyediaan batu nisan, penyediaan ambulans, dll.

pemakaman muslim al azhar memorial garden karawang 12
pemakaman muslim al azhar memorial garden karawang

Layanan Pemulasaran:

Kami memberikan layanan pemulasaran di rumah duka, mulai dari memandikan, mengkafani, menunaikan salat jenazah, sampai dengan memberangkatkan jenazah menuju lokasi  Al-Azhar Memorial Garden.

Layanan di Pemakaman

Kami memberikan layanan di lokasi pemakaman, mulai dari penjemputan di gerbang Tol Karawang Timur sampai dengan pelaksanaan prosesi pemakaman yang khidmat dan sesuai syariah.

Rincian layanan di pemakaman adalah sebagai berikut:

  • Jasa gali/tutup lubang
  • Pendamping prosesi pemakaman (Doa)
  • Dokumentasi video
  • 1 tenda uk. 4 x 6 meter
  • 30 buah kursi lipat
  • Tangga turun ke liang kubur
  • Panggung (jika diperlukan) + karpet
  • Sound System dan MC
  • 1 buah podium
  • 2 dus air mineral
  • 1 buah spanduk turut berduka cita
  • nisan sementara
  • papan ari
  • 1 unit mobil Al-Azhar yang menjemput di gerbang Tol Karawang Timur

Layanan Pemeliharaan Rumput

Kami memberikan layanan pemeliharaan rumput sepanjang masa—mulai dari pemotongan rumput, pembersihan, hingga penyiraman yang dilakukan secara rutin—sehingga Anda bisa berziarah kapan pun dengan nyaman.

Pemakaman Islam Al Azhar Karawang 10
Pemakaman Islam Al Azhar Karawang

Kesimpulan: Al-Azhar Memorial Garden Hadir Sebagai Solusi

Al-Azhar Memorial Garden hadir sebagai solusi atas permasalahan yang dihadapi oleh pemerintah, masyarakat muslim, dan masyarakat sekitar.

Apa saja solusi dan manfaat yang diberikan oleh Al-Azhar Memorial Garden? Berikut ini di antaranya:

  1. Menjadi solusi atas permasalahan semakin minimnya ketersediaan lahan makam di Jabodetabek dan sekitarnya.
  2. Menjadi solusi bagi individu muslim yang ingin menyediakan pemakaman yang sesuai syariat Islam, baik untuk dirinya sendiri maupun untuk keluarganya.
  3. Menjadi solusi bagi penduduk sekitar yang membutuhkan lapangan pekerjaan dan nafkah tambahan.
  4. Membantu pemerintah daerah dalam melakukan perbaikan jalan dari dan menuju lokasi Al-Azhar Memorial Garden.
  5. Memberikan kesempatan kepada umat untuk berpartisipasi dalam program wakaf makam Al-Azhar Memorial Garden untuk kaum duafa.
Pemakaman Islam Al Azhar Karawang 3
Pembagian Sembaoko kepada Penduduk Sekitar Pemakaman Islam Al Azhar Karawang

Bentuk Kuburan Islam Menurut Syariat Islam

13 September 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

Di tengah masyarakat masih banyak yang belum memahami seperti apa bentuk kuburan menurut syariat Islam. Alhamdulillah, Al-Azhar Memorial Garden Karawang sudah menyusun sebuah artikel yang membahas hal tersebut. Berikut pembahasannya.

Bentuk Kuburan Menurut Syariat Islam

Kuburan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia memiliki makna tanah tempat menguburkan mayat, sinonimnya makam.

Dalam artikel ini, kami akan membahas tentang seperti apa seharusnya bentuk kuburan menurut syariat Islam.

Seperti apa seharusnya bentuk kuburan menurut syariat Islam?

Jawabnya, bentuknya harus sesuai dengan petunjuk yang disampaikan Nabi Muhammad Shallallâhu ‘alaihi wasallam.

Baca juga: Mempersiapkan Makam Islam untuk Keluarga Muslim

muhammad rasulullah
Source: youtube.com

Hadis-hadis Nabi, baik yang diucapkan oleh Nabi sendiri maupun yang berbentuk kesaksian para Sahabat radhiyallâhu ‘anhum, yang berkaitan dengan bentuk kuburan, jumlahnya sangat banyak, empat di antaranya adalah sebagai berikut.

1. Dari Jabir bin Abdillah radhiyallâhu ‘anhumâ, ia berkata:

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أُلْحِدَ وَنُصِبَ عَلَيْهِ اللَّبِنُ نَصَبًا، وَرُفِعَ قَبْرُهُ مِنَ الْأَرْضِ نَحْوًا مِنْ شِبْرٍ

Bahwa Nabi Shallallâhu ‘alaihi wa sallam dimakamkan dalam liang lahat, diletakkan batu nisan di atasnya, dan kuburannya ditinggikan dari permukaan tanah setinggi satu jengkal.

2. Dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallâhu ‘anhumâ, ia berkata:

نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يُجَصَّصَ الْقَبْرُ وَأَنْ يُقْعَدَ عَلَيْهِ وَأَنْ يُبْنَى عَلَيْهِ

“Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wasallam telah melarang menyemen kuburan, duduk di atasnya, dan membangun sesuatu di atasnya.” (HR. Muslim)

3. Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wasallam pernah bersabda:

لَعَنَ اللهُ الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى اتَّخَذُوا قُبُوْرَ أَنْبِيَائِهِمْ مَسَاجِدَ

“Allah melaknat kaum Yahudi dan Nasrani karena mereka menjadikan kuburan para Nabi mereka sebagai masjid (tempat ibadah)” (HR. Muttafaqun ‘alaihi)

4. Dari Jundub bin Abdillah al-Bajali radhiyallâhu ‘anhu, ia berkata, aku mendengar Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wasallam pada saat lima hari sebelum beliau wafat, beliau bersabda:

إِنَّ اللهَ قَدِ اتَّخَذَنِي خَلِيْلاً كَمَا اتَّخَذَ إِبْرَاهِيْمَ خَلِيْلاً وَلَوْ كُنْتُ مُتَّخِذًا مِنْ أُمَّتِي خَلِيْلاً لاَتَّخَذْتُ أَبَا بَكْرٍ خَلِيلاً، أَلاَ وَإِنَّ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ كَانُوا يَتَّخِذُونَ قُبُورَ أَنْبِيَائِهِمْ وَصَالِحِيْهِمْ مَسَاجِدَ، أَلاَ فَلاَ تَتَّخِذُوا الْقُبُورَ مَسَاجِدَ، فَإِنِّي أَنْهَاكُمْ عَنْ ذَلِكَ

“Sesungguhnya Allah telah menjadikan aku sebagai khalil (kekasih)-Nya sebagaimana Ia menjadikan Ibrahim sebagai kekasih-Nya. Seandainya aku menjadikan seseorang dari umatku sebagai kekasihku, maka aku akan menjadikan Abu Bakar sebagai kekasihku. Ketahuilah bahwa orang-orang sebelum kalian telah menjadikan kuburan para Nabi dan orang shalih diantara mereka sebagai tempat ibadah. Ketahuilah, janganlah kalian menjadikan kuburan-kuburan sebagai masjid (tempat ibadah), karena sungguh aku melarang kalian melakukan hal itu.”

Mengetahui hadis-hadis saja tidak cukup, kita juga perlu merujuk pada penjelasan para ulama agar kita tidak salah dalam memaknai hadis.

Baca juga: Memikirkan Makna Hidup Ketika Mengunjungi Pemakaman Islam

Penjelasan Ulama

Dalam kitab al-Umm, Imam al-Syafi’i berkata:

kitab al-umm
Kitab al-Umm karya Imam Syafii

وَأُحِبُّ أَنْ لَا يُبْنَى وَلَا يُجَصَّصَ فإن ذلك يُشْبِهُ الزِّينَةَ وَالْخُيَلَاءَ وَلَيْسَ الْمَوْتُ مَوْضِعَ وَاحِدٍ مِنْهُمَا ولم أَرَ قُبُورَ الْمُهَاجِرِينَ وَالْأَنْصَارِ مُجَصَّصَةً

“Saya menyukai agar kuburan tidak diberi bangunan di atasnya dan tidak pula disemen. Sebab, hal semacam ini sama dengan menghias kuburan dan berbangga dengan kuburan. Sementara kematian sama sekali tidak layak untuk itu. Dan saya juga melihat kuburan para sahabat Muhajirin dan Anshar, kuburan mereka tidak disemen.” (al-Umm, juz I, hal. 277)

Imam al-Nawawi, ulama besar dari mazhab Syafi’i, pernah berkata:

أَنَّ السُّنَّةَ أَنَّ الْقَبْرَ لَا يُرْفَعُ عَلَى الْأَرْضِ رَفْعًا كَثِيرًا وَلَا يُسَنَّمُ بَلْ يُرْفَعُ نَحْوَ شِبْرٍ وَيُسَطَّحُ وَهَذَا مَذْهَبُ الشَّافِعِيِّ

“Yang sesuai ajaran Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wasallam, bahwa kuburan itu tidak ditinggikan dari atas tanah, yang dibolehkan hanyalah meninggikan satu jengkal dan hampir terlihat rata dengan tanah. Inilah pendapat dalam madzbab Syafi’i dan yang sepaham dengannya.” (Syarh Shahîh Muslim, juz VII, hal. 35).

Imam al-Nawawi di tempat lain juga menegaskan,

وَفِي هَذَا الْحَدِيثِ كَرَاهَةُ تَجْصِيصِ القبر والبناء عيه وَتَحْرِيمُ الْقُعُودُ وَالْمُرَادُ بِالْقُعُودِ الْجُلُوسُ عَلَيْه

“Dilarang memberikan semen pada kuburan, dilarang mendirikan bangunan di atasnya, dan haram pula duduk di atasnya.” (Syarh Shahîh Muslim, juz VII, hal. 37).

Imam Abu Syuja’ dalam Matan al-Ghâyah wa at-Taqrîb, beliau berkata:

ويسطح القبر ولا يبني عليه ولا يجصص

“Kuburan itu mesti diratakan, kuburan tidak boleh dibangun bangunan di atasnya, dan tidak boleh kuburan diberi semen.” (Mukhtashar Abî Syujâ’, hal. 83)

Adapun mengapa kuburan boleh dinaikan ketinggiannya dari atas permukaan tanah, alasannya bisa kita temukan dalam kitab Kifâyah al-Akhyâr karya Imam Taqiyyuddin Abu Bakr Muhammad al-Hishni al-Husaini al-Dimasyqi.

kifayah al-akhyar
Kitab Kifayah al-Akhyar karya Imam Taqiyuddin

Dalam kitab tersebut, Imam Taqiyuddin berkata, “Kuburan boleh dinaikan satu jengkal saja supaya ia dikenali dan mudah diziarahi, juga agar lebih dihormati oleh para peziarah.” (Kifâyah al-Akhyâr, hal. 214).

Kesimpulan

Berdasarkan hadis nabi dan penjelasan para ulama di atas, kita bisa simpulkan bahwa bentuk kuburan menurut syariat Islam adalah memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Memiliki liang lahat sebagai tempat diletakkannya jenazah.
  2. Terdapat batu nisan di atas kuburan.
  3. Kuburan ditinggikan sewajarnya untuk memberikan tanda bahwa itu adalah kuburan, bukan jalan umum.
  4. Di atas kuburan tidak terdapat bangunan.
  5. Kuburan tidak dijadikan sebagai tempat ibadah.
  6. Kuburan tidak dijadikan sebagai tempat duduk.
pemakaman islam al azhar memorial garden karawang 5
pemakaman islam al azhar memorial garden karawang 5

Doa Ziarah Kubur: Adab, Tata Cara

11 September 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

Sebagaimana bentuk ibadah lainnya, ziarah kubur memiliki tata cara dan doanya sendiri. Untuk kesempurnaan, ada baiknya Anda menguasai dan memahami doa ziarah kubur serta tata cara dan adab dalam melakukannya. Berikut adalah penjelasannya.

Pertama : Ketika memasuki areal kuburan mengucapkan salam.

اَلسَّلاَمُعَلَىاَهلِالدِّيَارِمِنَالْمُؤْمِنِيْنَوَالْمُسْلِمِيْنَاَنْتُمْلَنَافَرْطٌوَنَحْنُاِنْشَآءَاللهُبِكُمْلاَحِقُوْنَ

Assalâmu ‘alâ ahlid diyâr, minal mu’minîna wal muslimîn, antum lanâ farthun, wa nahnu insyâallâhu bikum lâhiqûn.

Artinya :

“Salam atas para penghuni kubur, mukminin dan muslimin, engkau telah mendahului kami, dan insya Allah kami akan menyusulmu.”

Atau mengucapkan salam seperti yang diajarkan oleh Imam Ali bin Abi Thalib (sa):

اَلسَّلاَمُعَلَىاَهْلِلاَاِلَهَاِلاَّاللهُمِنْاَهْلِلاَاِلَهَاِلاَّاللهُ،يَااَهْلَلاَاِلَهَاِلاَّبِحَقِّلاَاِلَهَاِلاَّاللهُ

كَيْفَوَجَدْتُمْقَوْلَلاَاِلَهَاِلاَّاللهُمِنْلاَاِلَهَاِلاَّاللهُ،يَالاَاِلَهَاِلاَّاللهُبِحَقِّلاَاِلَهَاِلاَّاللهُاِغْفِـرْلِمَنْ

قَالَلاَاِلَهَاِلاَّاللهُ،وَاحْشَـرْنَافِيزُمْرَةِمَنْقَالَلاَاِلَهَاِلاَّاللهُمُحَمَّدٌرَسُوْلُاللهِعَلِيٌّوَلِيُّاللهِ

Assâlamu ‘alâ ahli lâ ilâha illallâh min ahli lâ ilâha illallâh , ya ahla lâ ilâha illallâh bihaqqi lâ ilâha illallâh kayfa wajadtum qawla lâ ilâha illallâh min lâ ilâha illallâh, ya lâ ilâha illallâh bihaqqi lâ ilâha illallâh ighfir liman qâla lâ ilâha illallâh, wahsyurnâ fî zumrati man qâla lâ ilâha illallâh Muhammadun Rasûlullâh ‘Aliyyun waliyullâh.

Artinya :

“Salam bagi yang mengucapkan la ilaha illallah dari yang mengucapkan la ilaha illallah, wahai yang mengucapkan kalimah la ilaha illallah dengan hak la ilaha illallah, bagaimana kamu memperoleh kalimah la ilaha illallah dari la ilaha illallah, wahai la ilaha illallah dengan hak la ilaha illallah ampuni orang yang membaca kalimah la ilaha illallah, dan himpunlah kami ke dalam golongan orang yang mengu¬cap¬kan la ilaha illallah Muhammadur rasululullah Aliyyun waliyyullah.”

Imam Ali bin Abi Thalib (sa) berkata:

“Barangsiapa yang memasuki areal kuburan, lalu mengucapkan (salam tersebut), Allah memberinya pahala kebaikan 50 tahun, dan mengampuni dosanya serta dosa kedua orang tuanya 50 tahun.”

Baca juga: Doa Ziarah Kubur: Adab, Tata Cara

Kedua: Membaca

1. Surat Al-Qadar (7 kali),
2. Surat Al-Fatihah (3 kali),
3. Surat Al-Falaq (3 kali),
4. Surat An-Nas (3 kali),
5. Surat Al-Ikhlash (3 kali),
6. Ayat Kursi (3 kali).

Dalam suatu hadis disebutkan: “Barangsiapa yang membaca surat Al-Qadar (7 kali) di kuburan seorang mukmin, Allah mengutus malaikat padanya untuk beribadah di dekat kuburannya, dan mencatat bagi si mayit pahala dari ibadah yang dilakukan oleh malaikat itu sehingga Allah memasukkan ia ke surga. Dan dalam membaca surat Al-Qadar disertai surat Al-Falaq, An-Nas, Al-Ikhlash dan Ayat kursi, masing-masing (3 kali).”

Ketiga: Membaca doa berikut ini (3 kali)

اَللَّهُمَّاِنِّياَسْئَلُكَبِحَقِّمُحَمَّدٍوَآلِمُحَمَّدٍاَنْلاَتُعَذِّبَهَذَاالْمَيِّتِ

Allâhumma innî as-aluka bihaqqi Muhammadin wa âli Muhammad an lâ tu’adzdziba hâdzal may¬yit.

Artinya :

“Ya Allah, aku memohon pada-Mu dengan hak Muhammad dan keluarga Muhammad janganlah azab penghuni kubur ini.”

Rasulullah saw bersabda:

“Tidak ada seorang pun yang membaca doa tersebut (3 kali) di kuburan seorang mayit, kecuali Allah menjauhkan darinya azab hari kiamat.”

Baca juga: Cara dan Doa Ziarah Kubur ke Makam Orang Tua sesuai Amalan

Keempat: Meletakkan tangan di kuburannya sambil membaca doa berikut

اَللَّهُمَّارْحَمْغُرْبَتَهُ،وَصِلْوَحْدَتَهُ،وَاَنِسْوَحْشَتَهُ،وَاَمِنْرَوْعَتَهُ،وَاَسْكِنْاِلَيْهِمِنْرَحْمَتِكَيَسْـتَغْنِيبِهَاعَنْرَحْمَةٍمِنْسِوَاكَ،وَاَلْحِقْهُبِمَنْكَانَيَتَوَلاَّهُ

Allâhumarham ghurbatahu, wa shil wahdatahu, wa anis wahsyatahu, wa amin raw‘atahu, wa askin ilayhi min rahmatika yastaghnî bihâ ‘an rahmatin min siwâka, wa alhiqhu biman kâma yatawallâhu.

Artinya :

“Ya Allah, kasihi keterasingannya, sambungkan kesendiriannya, hiburlah kesepiannya, tenteramkan kekhawatirannya, tenangkan ia dengan rahmat-Mu yang dengannya tidak membutuhkan kasih sayang dari selain-Mu, dan susulkan ia kepada orang yang ia cintai.”

Ibnu Thawus mengatakan:

“Jika kamu hendak berziarah ke kuburan orang-orang mukmin, maka hendaknya hari Kamis, jika tidak, maka waktu tertentu yang kamu kehendaki, menghadap ke kiblat sambil meletakkan tangan pada kuburannya dan membaca doa tersebut.”

Muhammad bin Muslim pernah bertanya kepada Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa):

“Bolehkah kami berziarah ke orang-orang yang telah meninggal?”

Beliau menjawab:
“Boleh”.

Kemudian aku bertanya lagi:
“Apakah mereka mengenal kami ketika kami berziarah kepada mereka?”

Beliau menjawab:
“Demi Allah, mereka mengenal kalian, mereka bahagia dan terhibur dengan kehadiran kalian.”

Aku bertanya lagi:
“Apa yang baca ketika kami berziarah kepada mereka?”

Beliau menjawab:
Bacalah doa ini:

اللَّهُمَّجَافِاْلاَرْضَعَنْجُنُوبِهِمْوَصَاعِدْإِلَيْكَأَرْوَاحَهُمْوَلَقِّهِمْمِنْكَرِضْوَانًاوَأَسْكِنْ

إِلَيْهِمْمِنْرَحْمَتِكَمَاتَصِلُبِهِوَحْدَتَهُمْوَتُونِسُبِهِوَحْشَتَهُمْإِنَّكَعَلَىكُلِّشَيْ‏ءٍقَدِيرٌ

Allâhumma jâfil ardha ‘an junûbihim, wa shâ’id ilayka arwâhahum, wa laqqihim minka ridhwânâ, wa askin ilayhim mir rahmatika mâ tashilu bihi wahdatahum, wa tûnisu bihi wahsyatahum, innaka ‘alâ kulli syay-in qadîr.

Artinya :

“Ya Allah, luaskan kuburan mereka, muliakan arwah mereka, sampaikan mereka pada ridha-Mu, tenteramkan mereka dengan rahmat-Mu, rahmat yang menyambungkan kesendirian mereka, yang menghibur kesepian mereka. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

Doa ziarah kubur, adab ziarah kubur, tata cara ziarah kubur, hukum ziarah kubur, hikmah ziarah kubur, keutamaan ziarah kubur, doa tahlil ziarah kubur, doa ziarah kubur bahasa arab, doa ziarah kubur latin, dll.

Baca juga: Ziarah Kubur Muslim Bacaan Yang Diamalkan

Tata Cara Ziarah Kubur

Berikut adalah tata cara atau urutan berziarah kubur yang benar :

1. Membacakan Salam

Rasulullah SAW mengajarkan untuk mengucapkan salam ketika masuk ke dalam kuburan, “Semoga keselamatan dicurahkan atasmu wahai para penghuni kubur, dari orang-orang yang beriman dan orang-orang Islam. Dan kami, jika Allah menghendaki, akan menyusulmu. Aku memohon kepada Allah agar memberikan keselamatan kepada kami dan kamu sekalian (dari siksa).” (HR Muslim)

2. Tidak Duduk di atas Kuburan dan Menginjaknya

“Janganlah kalian shalat (memohon) kepada kuburan, dan ja-nganlah kalian duduk di atasnya.” (HR. Muslim).
Hadis diatas menjelaskan agar manusia tidak semena mena pada kuburan seseorang dan tidak meminta sesuatu paa kuburan atau mayit yang sudah dikubur yang mengarahkan pada perbuatan syirik yang jelas diharamkan oleh agama dan merupakan dosa yang tidak diampuni oleh Allah.

3. Tidak Thawaf di Kuburan

Allah berfirman, “Dan hendaklah mereka melakukan thawaf sekeliling rumah yang tua itu (Baitullah, Ka’bah).” (AI-Hajj: 29)

Dari ayat tersebut dijelaskan jika thawaf hanya dilakukan di ka’bah dan tidak diperbolehkan dilakukan dikuburan. Thawaf yang dilakukan di kuburan tidak akan bernilai apapun dihadapan Allah.

4. Tidak Membaca Al-Quran di Kuburan

Islam tidak menganjurkan membaca Alquran di kuburan karena tidak sesuai dengan syariat dan tidak shahih. Kuburan hanyalah tempat untuk berziarah dengan mendoakan orang yang sudah mati dan sebagai pengingat akan kematian bagi diri sendiri. Sebagaimana hadis di bawah ini yang mengatakan :

“Janganlah menjadikan rumah kalian sebagai kuburan. Sesungguhnya setan berlari dari rumah yang dibacakan di dalamnya surat Al-Baqarah.” (HR. Muslim)

5. Tidak Memohon Pertolongan atau Bantuan pada Mayit

Allah memerintahkan kepada setiap hambanNya untuk meminta permohonan atau pertolongan langsung kepada Allah yaitu dengan cara berdoa dan beribadah. Bukan kepada selainNya seperti kuburan atau mayat. Karena hal tersebut termasuk dalam perbuatan syirik besar yang amat besar dosannya.

Allah memerintahkan manusia untuk selalu berikhtiat dan bekerja keras diserta berdoa memohon kepada Allah jika sedang berhajat menginginkan sesuatu bukan dengan cara sesajen atau pesugihan dalam kuburan. Karena selain hal tersebut sia-sia juga termasuk hal yang diharamkan dalam islam karena termasuk perbuatan syirik.

Sebagaimana yang dijelaskan dalam surat Yunus ayat 106 yang artinnya :

“Dan janganlah kamu menyembah apa yang tidak memberi manfaat dan tidak (pula) memberi mudharat kepadamu selain Allah, sebab jika kamu berbuat (yang demikian) itu, maka sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk orang-orang yang zhalim.”

Semoga kita dengan berziarah kubur dapat menjadi pengingat akan kematian dan dapat membentengi sekaligus taubat kita dari dosa-dosa yang telah lalu.

Doa ziarah kubur, adab ziarah kubur, tata cara ziarah kubur, hukum ziarah kubur, hikmah ziarah kubur, keutamaan ziarah kubur, doa tahlil ziarah kubur, doa ziarah kubur bahasa arab, doa ziarah kubur latin, dll.

Adab Melakukan Ziarah Kubur

Berikut merupakan adab berziarah kubur bagi umat islam :

1. Memahami Tujuan Utama Berziarah Kubur

Tujuan utama berziarah kubur adalah untuk mengingat pada kematian yang sudah pasti terjadi pada setiap orang agar manusia tidak terlena pada kehidupan dunia yang menyilaukan. Bahwa setiap manusia yang mati jasadnya akan terurai menjadi tanah sama seperti mereka diciptakan sedangkan ruhnya akan dimintai pertanggungjawaban di alam pembalasan.

Kehidupan dunia hanyalah sementara sedangkan yang kekal hanyalah akhirat tempat kita kembali. Oleh karena itu diadakan ritual ziarah kubur yang mempunyai banyak hikmah dan manfaat bagi manusia. Dalam pelaksanaannya ziarah kubur harus sesuai dengan tuntunan agama agar niatnnya tidak melenceng yang akan menimbulkan kemusyrikan.

Dengan ziarah yang benar dan diikuti niat yang benar manusia akan menyadari betapa kecilnya dirinnya dihadapan sang pencipta. Bahwa kuburan adalah rumah masa depan yang suatu saat akan dia tempati.

2. Mengucapkan Salam Ketika Masuk

Ketika masuk area kuburan, Rasulullah mengajari kita untuk mengucapkan salam. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam hadist sebagai berikut.

“Dari Buraidah radhiyallahu ‘anhu, dahulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan mereka (para shahabat) jika mereka keluar menuju pekuburan agar mengucapkan “Salam keselamatan atas penghuni rumah-rumah (kuburan) dan kaum mu’minin dan muslimin, mudah-mudahan Allah merahmati orang-orang yang terdahulu dari kita dan orang-orang yang belakangan, dan kami Insya Allah akan menyusul kalian, kami memohon kepada Allah keselamatan bagi kami dan bagi kalian”

3. Tidak Duduk dan Menginjak Atas Kuburan

“Janganlah kalian shalat (memohon) kepada kuburan, dan ja-nganlah kalian duduk di atasnya.” (HR. Muslim).
Hadis diatas menjelaskan agar manusia tidak semena mena pada kuburan seseorang dan tidak meminta sesuatu paa kuburan atau mayit yang sudah dikubur yang mengarahkan pada perbuatan syirik yang jelas diharamkan oleh agama dan merupakan dosa yang tidak diampuni oleh Allah.

4. Mendoakan Mayit

Mendoakan seseorang yang kita ziarahi di dalam kuburan adalah sesuatu yang dianjurkan oleh agama karena berharap si mayat akan diampuni segala dosannya dan kesalahan yang pernah dia lakukan ketika di dunia. Kita dianjurkan mendoakan yang baik-baik terhadap mayat apalagi jika sang mayat adalah keluarga kita sendiri. Maka sudah sewajarnnya kita doakan yang baik dan menyelamatkan mayat tersebut dari siksa.

Hal ini berdasarkan hadits ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha ketika beliau mengutus Barirah untuk membuntuti Nabi yang pergi ke Baqi’ Al Gharqad. Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berhenti di dekat Baqi’, lalu mengangkat tangan beliau untuk mendo’akan mereka. Dan ketika berdo’a, hendaknya tidak menghadap kubur karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang shalat menghadap kuburan. Sedangkan do’a adalah intisari sholat.

5. Tidak Berbicara Kasar atau Hal yang Bathil

Di dalam berziarah kubur kita tidak diperbolehkan berbicara kotor bathil dan kasar tetapi dianjurkan berbicara yang baik dan santun agar tidak menggannggu peziaran lain juga menghormati seluruh orang dan mayat yang berada d kuburan.

6. Tidak diperbolehkan Menangis Meratapi Mayit

Menangis dalam berziarah kubur merupakan hal yang wajar asalkan bukan menangis yang histeris dan berlebihan yang mengakibatkan tidak terkontrolnya diri dan kehilangan pengendalian diri. Menangis sewajarnnya saja sehingga juga tidak mengganggu pengunjung yang sedang berziarah lainnya.

Doa ziarah kubur, adab ziarah kubur, tata cara ziarah kubur, hukum ziarah kubur, hikmah ziarah kubur, keutamaan ziarah kubur, doa tahlil ziarah kubur, doa ziarah kubur bahasa arab, doa ziarah kubur latin, dll.

Hukum Ziarah Kubur dalam Islam

Doa Ziarah Kubur | Sumber : 500px.com

Hukum ziarah kubur dalam islam adalah mubah dengan arti diperbolehkan, jadi tidak wajib jika dikerjakan akan mendapat manfaat akan tetapi jika tidak dikerjakan tidak mendapat dosa. Pelaksanaannya sesuai dengan orangnya masing-masing. Sesuai dengan waktu mereka menyempatkan diri untuk berziarah kubur.

Ziarah kubur jika dilaksanakan akan memperoleh hikmah yang besar yang dapat membuat manusia merasa kecil dihadapan Allah SWT. Karena pada dasarnya kita hanya mengunjungi rumah masa depan semua orang. Kita tidak hanya mendoakan orang yang kita ziarahi tapi juga sebagai pengingat kita akan kematian yang pasti akan datang kapanpun.

Allah menganjurkan untuk berziarah dengan tujuan untuk mengingat akan kematian agar manusia mempersiapkan diri dengan segala amal kebaikan akan tetapi terkadang beberapa manusia ada yang bertindak syirik dalam kuburan seperti pesugihan dan lain-lain. Hal tersebut jelas diharamkan dan syirik merupakan dosa yang tidak diampuni Allah.

Seperti firman Allah dalam surat Al ikhlas ayat 1-4 yang berbunyi :
“Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia”

Doa ziarah kubur, adab ziarah kubur, tata cara ziarah kubur, hukum ziarah kubur, hikmah ziarah kubur, keutamaan ziarah kubur, doa tahlil ziarah kubur, doa ziarah kubur bahasa arab, doa ziarah kubur latin, dll.

Hikmah Ziarah Kubur

Ziarah kubur mempunyai tujuan agar manusia mengingat akan kematian yang sudah pasti terjadi pada dirinnya suatu saat nanti. Disini posisinnya manusia yang berziarah hanyalah menunggu antrian kematian yang datangnya juga tidak dapat diprediksi. Karena kematian merupakan rahasia illahi.

Dengan mengingat kematian manusia diharapkan sadar bahwa dia akan luruh membusuk dalam tanah dan ruhnya akan dimintai pertanggungjawaban di hari pembalasan nanti. Jadi kita bisa mempersiapkan bekal sebanyak-banyaknya berupa amal kebaikan yang akan menolong kita di hari pembalasan.

Dengan berziarah akan membuat manusia tidak terlena dengan fatamorgana kehidupan dunia yang hanya sementara ini. Bagi orang yang beriman berziarah dapat memperkuat dan menambah keimanan dalam hatinnya. Namun bagi orang tertentu justru sebagai ajang kemusyrikan seperti pesugihan atang permintaan pertolongan pada arwah yang jelas jelas sudah tak bernyawa.

Sumber: https://thegorbalsla.com/doa-ziarah-kubur/

Tata Cara Menguburkan Jenazah Muslim sesuai Syariah Islam

10 September 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di tata cara menguburkan jenazah muslim

Mempersiapkan Lubang Kubur

Tata cara menguburkan jenazah tentunya diawali dengan mempersiapkan lubang kuburnya. Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam membuat lubang kubur sesuai syariat Islam sebagai berikut :

Lubang Harus Dalam

Menurut ajaran Islam, kedalaman lubang kubur setinggi orang yang berdiri di dalam dengan tangan melambai ke atas. Kemudian lebar dengan ukuran satu dzira atau satu hasta lebih satu jengkal, setara 50 centimeter.

Galilah lubang di tanah yang kuat dan dalam supaya ketika jenazah mulai membusuk, bau jasadnya tidak tercium oleh binatang pemakan bangkai. Serta aman dari longsor akibat aliran hujan.

Baca juga: Tata Cara Mengurus Jenazah yang Benar Menurut Islam

Bentuk Lubang

Tahap tata cara menguburkan jenazah dengan memperhatikan bentuk lubang kuburnya. Buatlah panjang yang cukup untuk jenazah, tentu melebihi tinggi badannya.

Apabila tanahnya keras, disunahkan untuk membuat liang lahat di dalam lubang kubur. Liang lahat ialah lubang yang dibuat di dinding kubur sebelah kiblat, seukuran yang cukup untuk meletakkan jenazah.

Jenazah ditaruh di liang lahat tersebut, kemudian ditutup menggunakan batu pipih. Lalu urug dengan tanah. Di Indonesia, sebagian besar masyarakat menggunakan papan kayu sebagai ganti batu pipih, supaya tanahnya tidak runtuh menimpa jenazah.

Sedangkan bila tanahnya gembur, disunahkan untuk membuat semacam lubang lagi di dasar kubur dengan ukuran dapat menampung jenazah. Jenazah diletakkan pada lubang tersebut, kemudian bagian atasnya ditutup dengan batu pipih atau papan kayu, lalu diurug dengan tanah.

Baca juga: Mempersiapkan Makam Islam untuk Keluarga Muslim

Menguburkan di Pemakaman Muslim

Alangkah baiknya bila seorang musim yang meninggal, dikuburkan di pemakaman khusus muslim. Apabila tidak ada, serta waktu menguburkan jenazah yang harus dilakukan segera dianggap tidak masalah. Selama proses penguburannya masih sesuai syariat Islam.

Waktu Menguburkan Jenazah

Mengenai waktu menguburkan jenazah perlu diperhatikan pula, karena bisa berdampak pada proses pemakaman serta ketersediaan warga yang membantu menguburkan. Beberapa waktu yang sebaiknya dihindari ketika menguburkan jenazah:

  • Matahari terbit hingga naik.
  • Matahari berada di tengah-tengah.
  • Matahari hampir terbenam atau benar-benar terbenam

Adab Membawa dan Mengiringi Jenazah

1. Mengiringi dengan Khusyuk

Ketika mengiringi jenazah ke pemakaman, sebaiknya dilakukan dengan khusyuk dan khidmat tidak diselingi dengan bercanda.

Sebagai hari terakhir bagi keluarga, kerabat, tetangga, serta teman mendampingi jenazah menuju peristirahatan terakhirnya. Selain menjaga ucapan duniawi yang kurang penting, sebaiknya memperbanyak shalawat Nabi dan memikirkan tentang kematian.

2. Adab Pengiring Jenazah

Apabila diiringi dengan berjalan kaki, maka berjalanlah di sekitar keranda. Sementara ketika mengiringi jenazah dengan kendaraan, tentunya mobil jenazah berada paling depan diikuti rombongan yang lain.

Ketika ada kendaraan lain yang hendak lewat, sebaiknya mendahulukan iringan jenazah untuk lewat terlebih dahulu.

Adab Masuk Kuburan

Para pelayat dan pengiring jenazah tidak dianjurkan untuk duduk sebelum jenazah diturunkan dari para pembawanya. Adab selanjutnya, membaca salam seperti yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW :

ASSALAMU ALAIKUM YA AHLAD DIYAR MINAL MUKMININ WA MUSLIMIN,WA INNA INSYA ALLAHU BIKUM LA HIQUN, NASALULLAHI LANA WALAKUMUL ‘AFYAH.

Artinya: ” Semoga keselamatan tercurah kepada kalian, wahai penghuni kubur, dari (golongan) orang-orang beriman dan orang-orang Islam. Kami insya Allah akan menyusul kalian, saya meminta keselamatan untuk kami dan kalian.”

Baca juga: Alasan Kenapa Jenazah Harus Segera Dikuburkan

Memasukkan Jenazah ke Lubang Kubur

Bagi jenazah perempuan, dikhususkan untuk membentangkan kain di atas lubang kubur. Ketika memasukkan jenazah ke dalam lubang, yang melakukan sebaiknya dua atau tiga orang laki-laki yang paling dekat dengan keluarga jenazah semasa hidupnya.

Selain itu orang-orang yang memasukkan jenazah, diusahakan oleh mereka yang ketika malam harinya tidak junub. Cara meletakkan jenazah dengan mendahulukan kepala, kemudian meluruskan kakinya.

Ketika meletakkannya di lubang kubur, disunahkan membaca :

BISMILLAHI WA ‘ALA SUNNATI RASULILLAHI SHALLALLHU ‘ALAIHI WA SALLAMA
Artinya : Dengan nama Allah dan atas agama Rasulullah” .

Tata cara mengubur jenazah membaca doa ini, sesuai sunnah Rasulullah seperti yang disebutkan dalam hadis riwayat Imam Abu Dawud :

Dari sahabat Abdullah bin Umar, bahwa bila Rasulullah meletakkan jenazah di dalam kubur, beliau membaca Bismillahi wa ala sunnati Rasulillahi shallallhu ‘alaihi wa sallama.”

Posisi Jenazah

Posisi jenazah di dalam lubang kubur, wajib dimiringkan ke sebelah kanan atau menghadap arah kiblat. Jika jenazah tidak dihadapkan ke arah kiblat namun terlanjur diurug tanah, maka harus menggali lagi dan menghadapkan jenazah ke arah kiblat.

Setelah jenazah diletakkan secara perlahan di dasar lubang, disunahkan untuk melepas ikatan talinya, dimulai dari kepala dan membuka kain, pipi serta jari-jari kaki harus menempel pada tanah.

Wilayah Indonesia, arah kiblatnya cenderung ke barat. Sehingga posisi kepala selalu di utara. Bila posisi kepala ada di sebelah selatan, maka untuk menghadapkannya ke arah kiblat harus memiringkan tubuh jenazah ke sisi kiri.

Tata Cara Menguburkan Jenazah Ringkas Sesuai Syariat

1. Memperdalam lubang kubur, supaya tidak tercium bau jenazah dan tidak dimakan oleh binatang pemakan bangkai.

2. Meletakkan jenazah di tepi lubang atau liang kubur sebelah kiblat, lalu ditaruh papan kayu atau semacamnya dengan posisi agak miring, supaya jenazah tidak langsung tertimpa tanah.
3. Kemudian di atasnya ditaruh semacam bata posisi mendatar untuk menahan tanah timbunan, sehingga tidak mengenai jenazah langsung. Khusus kondisi tanah gembur seperti yang telah dijelaskan sebelumnya.

4. Meletakkan jenazah dengan memasukkan kepala jenazah dari arah kaki kubur, atau dari posisi selatan jika di Indonesia.
5. Letakkan jenazah posisi miring ke kanan menghadap kiblat dengan menopang tubuh menggunakan batu atau papan kayu, supaya jenazah tidak kembali terlentang.

6. Para ulama menyarankan untuk meletakkan tanah di bawah pipi jenazah sebelah kanan setelah kain kafan dan semua tali dibuka, pipi menempel langsung ke tanah.
7. Ketika memasukkan jenazah ke liang kubur dan meletakkannya dianjurkan membaca doa berikut :

“BISMILLAHI WA’ALAA MILLATI ROSUULILLAAH”

Artinya: “Dengan nama Allah dan atas agama Rasulullah.” (HR. At-Tirmidzi dan Abu Daud), atau doa seperti di atas tadi.

8. Khusus jenazah perempuan, disarankan untuk membentangkan kain di atas kuburnya pada waktu dimasukkan ke liang kubur. Sedangkan untuk mayat laki-laki tidak dianjurkan.
9. Jenazah perempuan sebaiknya yang mengurus adalah laki-laki yang tidak dalam keadaan junub atau tidak menyetubuhi istri mereka pada malam sebelumnya.

10. Setelah jenazah diletakkan di lubang kubur, disarankan untuk menaburkan tanah tiga kali dari arah kepala mayit, baru kemudian ditimbuni tanah.
11. Membaca doa setelah selesai menguburkan jenazah. 9 dari 9 halaman

Doa Sesudah Menguburkan Jenazah

“ALLAHUMMAGHFIR LAHU WARHAMHU, WA’AAFIHI WA’FU ‘ANHU, WA AKRIM NUZULAHU, WA WASSI’MADKHALAHU, WAGHSILHU BIL-MA’I WATSTSALJI WAL-BARADI, WANAQQOHI MINAL KHOTOYA KAMAAYUNAQQOTTSAUBU ABYADHU MINADANASI, WAABDILHU DAARON KHOIRON IN DAARIHI, WAAHLANKHOIRON MIN AHLIHI, WAZAUJAN KHOIRON MINZAUJIHI, WAQIHI FITNATAL QOBRI WA’ADAABINNAR

Artinya: “Ya Allah, ampunilah dia, belas kasihanilah dia, hapuskanlah dan ampunilah dosa-dosanya, muliakan tempatnya (ialah surga) dan luaskanlah kuburannya. Basuhkanlah kesalahan-kesalahannya sampai bersih sebagaimana bersihnya kain putih dari kotoran. Gantikanlah rumah lebih baik daripada rumahnya yang dulu, keluarganya lebih baik daripada keluarganya yang sulit; dan masukkanlah ia ke dalam surga dan jauhkanlah ia dari siksa kubur dan siksa api neraka.”

Itulah beberapa tata cara menguburkan jenazah sesuai syariat Islam yang patut diketahui, guna menjalankan sunnah Nabi SAW dengan tepat. Kematian memang tidak dapat diterka, sebagai saksi hidup proses mengurusi jenazah, alangkah baiknya mulai mempersiapkan diri untuk hari kelak.

Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui dengan pasti apa yang akan diusahakannya besok, dan tiada seorangpun yang mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Teliti. (QS. Luqman : 34)[kur]

Source:https://www.merdeka.com/trending/tata-cara-menguburkan-jenazah-sesuai-syariat-islam-kln.html

12 Alasan Mengapa Memilih Kavling Pemakaman di Al-Azhar Memorial Garden

9 September 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

Al-Azhar Memorial Garden merupakan taman pemakaman berbasis syariah pertama di Indonesia yang dikelola secara profesional, sehingga menjadi salah satu taman pemakaman Islam terbaik di daerah Karawang. Dengan segala kelengkapan fasilitas serta layanan yang berkualitas, tentunya tidak ada alasan bagi Anda untuk tidak memilih Al-Azhar Memorial Garden sebagai tempat peristirahatan terakhir yang nyaman.

12 Alasan Memilih Al-Azhar Memorial Garden

Namun jika Anda masih merasa ragu, berikut beberapa kelebihan menarik lainnya yang dimiliki oleh Al-Azhar Memorial Garden.

1. Khusus Untuk Muslim

Al-Azhar Memorial Garden adalah pemakaman yang dikhususkan untuk muslim, sehingga Anda tidak perlu khawatir akan bercampur dengan pemakaman non muslim. Hal tersebut juga sejalan dengan syariat Islam yang melarang untuk menyatukan pemakaman muslim dengan non muslim.

Seperti yang disebutkan dalam hadist dari Basyir, pembantu dari Rasulullah, beliau bercerita:

  مَرَّ ثُمَّ ،ثَلاَثًا (كَثِيرًا خَيْرًا هَؤُلاَءِ سَبَقَ لَقَدْ) :فَقَالَ الْمُشْرِكِينَ بِقُبُورِ مَرَّ وسلم عليه اللهصلى اللَّهِ رَسُولَ أُمَاشِي أَنَا بَيْنَمَا (كَثِيرًا خَيْرًا هَؤُلاَءِ أَدْرَكَ لَقَدْ) :فَقَالَ الْمُسْلِمِينَبُورِبِقُ

Artinya: Ketika saya sedang berjalan bersama Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, kami melewati kuburan orang musyrikin. Lalu beliau bersabda, “Sungguh mereka telah melewati banyak keburukan (di dunia),” sebanyak tiga kali. Kemudian beliau melewati kuburan kaum muslimin, lalu berkata, “Sungguh mereka telah melewati banyak kebaikan (di dunia).”

Menurut Ibnu Hazm, berdasarkan hadist tersebut, maka pemakaman muslim haruslah dipisahkan dengan pemakaman non muslim.

2. Dikelola YPI Al-Azhar

Al-Azhar Memorial Garden merupakan kavling pemakaman khusus muslim yang sudah dikelola dengan profesional oleh unit usaha Yayasan Pesantren Islam Al-Azhar sejak tahun 2011. Pemakaman tersebut dibangun untuk melayani umat muslim yang ingin dimakamkan sesuai dengan syariat Islam, sekaligus juga sebagai sarana sosialisasi kepada masyarakat mengenai bagaimana cara menguburkan jenazah yang baik dan benar sesuai anjuran agama.

Baca juga: Pemakaman Muslim Kerendahan Hati Dalam Melayani

3. Menyediakan Ustadz

Sebagai salah satu kelengkapan fasilitas, Al-Azhar Memorial Garden juga sudah menyediakan ustdaz khusus yang akan membimbing dan melayani Anda selama prosesi pemakaman, mulai dari memandikan jenazah hingga mengantarkannya sampai dengan peristirahatan terakhir, sehingga para kerabat bisa mengikuti prosesi pemakaman yang sesuai etika Islam dengan lancar.

4. Lokasi Strategis

Berlokasi di Karawang Timur, tepatnya di pinggir jalan tol Jakarta-Cikampek, membuat Al-Azhar Memorial Garden memiliki akses cepat tol layang dan hanya berjarak sekitar sepuluh menit saja dari exit tol Karawang Timur. Tempatnya yang strategis tersebut sangat mudah dijangkau, terutama jika Anda ingin datang berkunjung untuk berziarah.

5. Memiliki Sertifikat Arah Kiblat

Menghadapkan jenazah ke arah kiblat merupakan tradisi muslim yang sudah dilakukan sejak jaman Rasulullah. Karena itu, untuk mendapatkan arah kiblat yang akurat dan sebenar-benarnya, Al-Azhar Memorial Garden sudah memiliki sertifikat arah kiblat yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama, sehingga menjadi jaminan kepastian posisi makam yang sesuai dengan syariat.

6. Menyediakan Layanan dan Fasilitas Terbaik

Dengan layanan yang berkualitas, Al-Azhar Memorial Garden akan membantu Anda untuk menyiapkan makam dan melayani Anda selama prosesi pemakaman, mulai dari memandikan, mengkafani, menunaikan shalat jenazah, sampai dengan memberangkatkan jenazah ke lokasi. Selain itu, Al-Azhar Memorial Garden juga menyediakan fasilitas yang lengkap berupa masjid, parkiran yang luas, toilet, pemandangan padang rumput yang asri, lounge, playground, dan lain sebagainya.

7. Menyediakan Walkaway Track

Dalam agama Islam, dianjurkan untuk tidak melangkahi, menginjak, atau menduduki makam agar tidak menyakiti penghuninya. Karena itu, Al-Azhar Memorial Garden menyediakan walkaway track yang akan memudahkan pengunjung untuk berziarah tanpa harus mengganggu tempat peristirahatan penghuni lain.

8. Memiliki Landscape Indah

Dengan konsep taman yang tampak asri dan bersih, kesan pemakaman tak lagi menyeramkan, berbeda dengan taman pemakaman umum yang seringnya tampak tidak teratur, berhimpitan, atau berantakan. Dengan landscape yang luas dan hijau, Al-Azhar Memorial Garden akan membuat para pengunjung, terutama anak-anak, merasa nyaman dan senang ketika datang untuk berziarah.

9. Perawatan Rutin

Hampir setiap hari, area kavling pemakaman di Al-Azhar Memorial Garden selalu dilakukan perawatan secara rutin agar tidak ada sampah, rumput liar, atau daun kering yang berserakan. Hal tersebut bertujuan supaya makam selalu tertata rapi, bersih, dan tenang sehingga Anda bisa datang untuk berziarah kapan pun dengan perasaan nyaman.

Baca juga: Pemakaman Muslim yang Bersih Membuat Ziarah Menjadi Lebih khusyuk

10. Lokasi yang Tertata

Area pemakaman di Al-Azhar Memorial Garden ditata dengan serapi dan seteratur mungkin. Selain itu, setiap makam akan disertai dengan nomor alamat yang jelas dan mudah ditemukan, sehingga Anda tidak perlu merasa takut makam akan hilang atau tertukar dengan makam orang lain, sebab setiap satu makam dikhususkan hanya untuk satu orang saja.

11. Menyediakan Sertifikat Pemanfaatan Lahan Makam

Setiap pembeli makam di Al-Azhar Memorial Garden akan mendapatkan sertifikat pemanfaatan lahan makam dari Yayasan Pesantren Islam Al-Azhar. Tanpa memegang sertifikat tersebut, biasanya lahan makam di pemakaman umum dapat digunakan dan ditumpuk oleh makam lain. Namun jika Anda memiliki sertifikat tersebut, lahan makam Anda akan lebih terjamin dan sudah bisa dipastikan tidak akan hilang atau ditumpuk dengan makam lainnya.

12. Bebas Biaya Pemeliharaan

Pembelian lahan di Al-Azhar Memorial Garden merupakan one time payment, yang artinya Anda hanya akan diwajibkan membayar sekali saja di muka. Setelahnya, Anda akan dibebaskan selamanya dari biaya pemeliharaan makam yang mencakup pemotongan rumput, pembersihan, hingga penyiraman lahan.

Itu dia beberapa kelebihan menarik yang ditawarkan di Al-Azhar Memorial Garden. Sebagai tempat peristirahatan terakhir, tentunya tidak ada salahnya jika Anda ingin memberikan penghormatan terbaik untuk orang-orang yang dicintai.

Nah, jika merasa tertarik untuk membeli lahan di Al-Azhar Memorial Garden, Anda bisa mendatangi kantor pemasaran kami di Kindo Square, Blok B4, Jl. Duren Tiga Raya No. 101, Jakarta Selatan.

Inilah Tata Cara Mengkafani Jenazah yang Benar

7 September 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

Mengkafani jenazah merupakan langkah penting dalam proses pemakaman seorang muslim. Ini menjadi salah satu dari 4 kewajiban dari orang yang masih hidup terhadap orang yang sudah meninggal. Berdasarkan hadits Aisyah r.a, “Ketika Rasulullah SAW wafat, seluruh jasadnya ditutupi dengan kain lurik (nama jenis kain buatan Yaman)” (HR. Bukhari, Muslim dan Baihaqi). Sebagai muslim yang baik, maka kita setidaknya harus paham bagaimana melaksanakan kegiatan ini. Oleh karena itu, mari kita sama-sama belajar tata cara mengkafani jenazah yang benar.

Tata Cara Mengkafani Jenazah

Kewajiban mengurus jenazah ini berlaku pada semua Muslim namun gugur atau tidak perlu dikerjakan jika sudah dilakukan oleh sebagian orang. Hukum untuk mengkafani jenazah ini adalah fardhu kifayah. Jika tidak ada yang mengerjakannya, maka orang-orang yang hidup dan bertempat tinggal di sekitar jenazah akan berdosa besar.

Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wasallam bersabda, ” Mandikanlah ia dengan air dan daun bidara. Dan kafanilah dia dengan dua lapis kain.” (HR. Bukhari no. 1849, Muslim no. 1206.) Dari hadis ini kita bisa tahu bahwa mengkafani jenazah yang benar adalah dengan memandikan dan mengkafani jenazah lalu menutup seluruh tubuhnya dengan baik menggunakan dua lapis kain. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang juga bersabda, ” Apabila salah seorang di antara kalian mengkafani saudaranya, maka hendaklah memperbagus kafannya.” (HR. Muslim no. 943)

Kafan adalah istilah untuk menyebut kain putih polos tanpa jahitan yang digunakan untuk mengkafani jenazah. Untuk jumlahnya, Aisyah radhiyallahu anha, berkata, ” Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam dikafankan dengan 3 helai kain putih sahuliyah dari Kursuf, tanpa gamis dan tanpa imamah.” (HR. Muslim no. 941).

Sehingga jumlah kain yang digunakan adalah 3 helai, baik bagi pria maupun wanita. Namun, 5 helai kain bisa digunakan untuk wanita dan lebih diutamakan.

Baca juga: Alasan Kenapa Jenazah Harus Segera Dikuburkan

Tata Cara Mengkafani Jenazah Pria

1. Bentangkan tiga lembar kain kafan yang telah dipotong sesuai ukuran jenazah. Susun dengan meletakkan kain yang paling lebar di bagian paling bawah. Berikan wewangian pada setiap lapisan kain tersebut.

2. Siapkan tiga sampai lima utas tali dan diletakkan tepat di bawah kain yang paling bawah.

3. Letakkan jenazah secara hati-hati dan dibaringkan diatas kain kafan yang sudah disiapkan.

4. Tutup bagian anggota badan tertentu dan semua lubang pada bagian tubuh, lalu selimutkan kain kafan selembar demi selembar dimulai dari yang paling atas.

5. Lalu ikat dengan tali yang telah disiapkan agar kain tidak lepas.

Baca juga: Hikmah Kematian

Tata Cara Mengkafani Jenazah Perempuan

1. Disunnahkan mengkafani jenazah perempuan dengan lima lapis kain, dimana tiga lapis untuk menutupi seluruh tubuh, satu sebagai kain basahan, dan satu sebagai kerudung di kepalanya.

2. Bentangkan dua kain kafan dan berikan wewangian di setiap lapisan kain tersebut, lalu letakkan jenazah diatasnya.

3. Letakkan kain sarung untuk basahan dibawahnya

4. Letakkan kain kafan sebagai kerudung

5. Letakkan jenazah pada kain kafan secara perlahan, jangan sampai menyakiti

6. Jenazah disedekapkan seperti posisi sholat. Tutup dengan kapas pada seluruh lubang pada tubuh.

7. Tutup jenazah dengan kain sarung di antara pusar sampai lututnya

8. Pasangkan baju kurung dan kerudungnya. Kepang rambut menjadi dua atau tiga bagian jika panjang.

9. Selimutkan seluruh tubuh jenazah dengan kain kafan selembar demi selembar dan ikat tali agar kain tidak lepas.Itulah dia tata cara mengkafani jenazah dengan benar sesuai sunnah dalam Islam. Semoga informasi ini bisa berguna. Bila Anda membutuhkan taman pemakaman sesuai dengan syariat Islam, maka Pemakaman Islam Al-Azhar Memorial Garden bisa menjadi pilihan Anda. Kunjungi website kami sekarang juga.

Pemakaman Muslim Kerendahan Hati Dalam Melayani

6 September 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

Heru Budi Susetyo tidak menyangka pertemuan dengan Pemakaman Islam Al-Azhar Memorial Garden mendatangkan kesan mendalam baginya dan keluarga.

Pertemuan keluarga Alm H. Suko Martono, Bupati Bekasi periode 1983-1993, dengan Pemakamana Islam Al-Azhar berawal ketika sang ayah tengah kritis. Waktu itu istri almarhum bertemu dengan Al-Azhar Memorial Garden di Islamic Center Bekasi dimana Almarhum merupakan ketua yayasan disana.

Heri Budi Susetyo, putra almarhum bercerita betapa ia terharu dengan pelayanan dari Al-Azhar Memorial Garden.

“Jadi pada saat ayah saya kritis, Al-Azhar Memorial Garden yang menghandle semua di pemakaman,” kata Heri mengenang pemakaman ayahnya. “Kemudian pada saat pemakaman, saya juga sangat terharu, semua disiapkan oleh rekan-rekan dari Pemakaman Islam Al-Azhar Memorial Garden.”

Hal yang paling diingat dan berkesan oleh Heri, adalah pada saat ia menerima jenazah ayahnya.

“Yang paling ingat di kepala saya, pada saat saya menerima jenazah ayah saya,” cerita Heri. “Karena jenazah ayah saya besar, jadi pada saat menerima jenazah ayah saya, saya tidak kuat. Waktu itu tanpa diminta Pak Nugroho (Dirut Al-Azhar Memorial Garden) turun langsung (membantu menurunkan jenazah). Kita dibantu oleh Direkturnya langsung! Waktu itu saya diajari caranya, tapi karena saya tidak kuat, Pak Nugroho akhirnya turun langsung.”

Heri juga mengapresiasi kinerja Al-Azhar Memorial Garden. “Salut! Kepada teman-teman di Al-Azhar Memorial Garden.”

Setelah pemakaman, Heri beserta keluarga beberapa kali ziarah ke Pemakaman Islam Al-Azhar Memorial Garden, Heri bercerita bahwa dari Al-Azhar Memorial Garden menawarkan untuk pendampingan untuk membacakan doa. ”Dari Pak Nugroho, kami ditawarkan untuk didampingi pembaca doa. Itu pilihan, mau didampingi boleh, mau tidak pun boleh. Karena memang ada keluarga yang memang ingin privasi dan ingin khusyuk berdoa.”

Menanggapi pujian ini, Nugroho Adiwiwoho dengan rendah hati mengucapkan terimakasih atas kepercayaan yang diberikan keluarga Alm. H. Suko Martono.

“Apa yang kami lakukan semata adalah bagian dari kewajiban. Jika Sahibul Musibah merasa terbantu kami sangat bersyukur dapat menunaikan amanah dengan baik. Karena kami melayani semata hanya untuk ibadah.”

Perhatikan 6 Ciri ciri Sakaratul Maut yang Baik Ini

4 September 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

Sakaratul maut merupakan suatu bagian dalam kematian di mana ruh manusia perlahan-lahan terpisah dari tubuhnya. Dalam Islam, ruh manusia tidak serta merta dicabut dari raganya menjelang kematian, melainkan ada proses bernama sakaratul maut yang harus dilewati. Kita harus mengetahui ciri ciri sakaratul maut yang baik, agar bisa mengetahui beberapa tanda orang sudah menemui ajalnya.

Sakaratul maut tidak pernah bisa dipisahkan dari proses kematian, karena di sinilah manusia akan diuji keimanannya. Manusia tidak hanya melihat malaikat, tapi juga setan untuk menguji iman mereka. Selain itu, sakaratul maut juga tidak pernah lepas dari yang namanya rasa sakit, persis seperti yang diucapkan Imam Al Ghazali lewat haditsnya:

Rasa sakit yang dirasakan selama sakaratul maut seperti menghujam jiwa dan menyebar ke seluruh anggota tubuh sehingga bagi orang yang sedang sekarat merasakan bahwa dirinya ditarik-tarik dan dicabut dari setiap urat nadi, urat syaraf, persendian, dan dari setiap akar rambut serta kulit kepala hingga kaki.

Baca juga: Yang Harus Dilakukan Saat Seseorang dalam Keadaan Sakaratul Maut

Ciri-Ciri Sakaratul Maut yang Baik dan Bisa Diketahui

Kabar bagusnya, ada pula ciri-ciri sakaratul maut yang baik, yang biasanya ditemukan ketika orang meninggal dalam keadaan husnul khotimah. Berikut ini adalah ciri-ciri beserta dalil dari Al Qur’an dan As-Sunnah:

1. Mengucapkan Kalimat ‘Laa ilaaha illallah‘

Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa orang yang mengucapkan kalimat ‘Laa ilaaha illallah’ sudah dipastikan akan mengalami sakaratul maut yang baik.

مَنْ كَانَ آخِرُ كَلامِهِ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ دَخَلَ الْجَنَّةَ

“Barangsiapa yang akhir perkataannya adalah ‘Laa ilaaha illallah’ maka dia akan masuk Surga.” (HR. Abu Dawud).

2. Ada Keringat di Dahi

Mengutip hadits Ibnu Buraidah bin Hushaib yang berisi:

عَنِ ابْنِ بُرَيْدَةَ عَنْ أَبِيهِ أَنَّه

كَانَ بِخُرَاسَانَ فَعَادَ أَخًا لَهُ وَهُوَ مَرِيضٌ فَوَجَدَهُ بِالْمَوْتِ وَإِذَا هُوَ يَعْرَقُ جَبِينُهُ فَقَالَ اللَّهُ أَكْبَرُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَوْتُ الْمُؤْمِنِ بِعَرَقِ الْجَبِين

“Dari Ibnu Buraidah dari ayahnya bahwa ia berada di Khurasan, ia menjenguk saudaranya yang sakit, ia menemuinya tengah sekarat dan dahinya berkeringat, ia berkata: Allahu Akbar, aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Orang mukmin meninggal dunia dengan (mengeluarkan) keringat didahinya.” (HR. Ahmad)

3. Waktu Kematian pada malam Jum’at atau hari Jum’at

Ini adalah ciri-ciri sakaratul maut yang baik dan sering pula dijadikan sebagai tanda orang yang meninggal secara husnul khotimah, karena Allah SWT akan menjaga mereka yang mati di waktu tersebut dari fitnah kubur.

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَمُوتُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَوْ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ إِلَّا وَقَاهُ اللَّهُ فِتْنَةَ الْقَبْرِ

“Tidaklah seorang muslim meninggal dunia di hari Jum’at atau pada malam Jum’at kecuali Allah akan menjaganya dari fitnah kubur.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi).

Baca juga: Apa Itu Sakaratul Maut Menurut Islam?

4. Meninggal karena Penyakit yang Berhubungan dengan Perut

Penyakit yang berhubungan dengan perut, seperti maag, usus buntu, kolera, dan lain-lain dan berpotensi meninggal juga bisa dijadikan salah satu ciri-cirinya. Tertulis dalam hadits:

وَمَنْ مَاتَ فِي الْبَطْنِ فَهُوَ شَهِيْدٌ

“Barangsiapa yang mati karena sakit perut maka dia adalah syahid.” (HR. Muslim)

5. Meninggal karena Jatuh atau Tenggelam

Nabi Muhammad SAW juga bersabda bahwa orang yang meninggal karena sebab ini juga mengalami ciri-ciri sakaratul maut yang baik, tertulis dalam:

الشُّهَدَاءُ خَمْسَةٌ الْمَطْعُونُ وَالْمَبْطُونُ وَالْغَرِقُ وَصَاحِبُ الْهَدْمِ وَالشَّهِيدُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ

“Orang yang mati syahid itu ada lima; orang yang meninggal karena penyakit tha’un, sakit perut, tenggelam, orang yang kejatuhan (bangunan atau tebing) dan meninggal di jalan Allah.” (HR. Bukhari)

Baca juga: Doa Sakaratul Maut dan Artinya

6. Meninggal dalam Mengerjakan Amal Sholeh

Terakhir adalah, orang yang meninggal saat melakukan perbuatan yang dinilai sholeh dan baik, seperti sholat, mengamalkan ibadah haji, dan lain-lain.

مَنْ قَالَ : لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ ابتِغَاءَ وَجْهِ اللَّهِ ، خُتِمَ لَهُ بهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ ، وَمَنْ صَامَ يَوْمًا ابتِغَاءَ وَجْهِ اللَّهِ خُتِمَ لَهُ بهَا ، دَخَلَ الْجَنَّةَ ، وَمَنْ تَصَدَّقَ بصَدَقَةٍ ابتِغَاءَ وَجْهِ اللَّهِ خُتِمَ لَهُ بهَا ، دَخَلَ الْجَنَّةَ “

“Barangsiapa yang meninggal ketika mengucap ‘Laa ilaaha illallah’ ikhlas karena Allah maka dia masuk Surga, barangsiapa yang berpuasa pada suatu hari kemudian meninggal maka dia masuk Surga, dan barangsiapa yang bersedekah ikhlas karena Allah kemudian dia meninggal maka dia masuk Surga.” (HR. Ahmad).

Baca juga: Apa Itu Mati Syahid? Dan Dalil Tentang Mati Syahid
Itulah beberapa ciri ciri sakaratul maut yang baik dan akan dialami oleh manusia apabila dia berada dalam kondisi seperti yang disebutkan. Untuk menyempurnakannya, Anda bisa memakamkan jenazahnya di Pemakaman Islam Al-Azhar Memorial Garden Karawang, pemakaman yang sesuai dengan syariat Islam dan juga menyediakan kavling kuburan bersama dengan keluarga.

5 Hikmah Beriman Kepada Hari Kiamat

3 September 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

Ada beberapa hikmah beriman kepada hari kiamat. Sebenarnya ini termasuk dalam rukun iman yang harus diyakini umat Islam. Itu artinya, umat Islam wajib memercayai bahwa pada waktunya akan datang kehancuran alam semesta beserta seluruh isinya.

Umat Islam memang tidak boleh meragukan urusan kiamat sebab peristiwa ini sudah tercantum dalam Alquran maupun hadits. Salah satunya dalam Surat Al A’raaf ayat 187 berikut ini:

Mereka menanyakan kepadamu tentang hari akhir: “Kapankah terjadinya?” Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang itu ada pada sisi Tuhanku; tidak seorang pun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat bagi yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba.” Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah: “Sesungguhnya pengetahuan tentang hari kiamat itu adalah di sisi Tuhan, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.”

Ada berapa hikmah beriman kepada hari kiamat? Total ada lima hikmah beriman yang harus Anda ketahui.

Baca juga: Hikmah Kematian

Ragam Hikmah Beriman Kepada Hari Kiamat

Datangnya hari kiamat juga sudah dijanjikan Allah SWT melalui Alquran dalam beberapa kesempatan, yakni terdapat di Q.S Al-Hajj ayat 7, Q.S An-Naml ayat 87, Q.S Al-Anbiya ayat 47, Q.S Al-Qariah ayat 4-5, Q.S Al-Zalzalah ayat 1-2, Q.S Az-Zumar ayat 68, dan Q.S al-Muzzammil ayat 18.

Selain Surat Al A’raaf ayat 187, ada beberapa ayat lain yang menerangkan peristiwa datangnya Kiamat:

وَأَنَّ ٱلسَّاعَةَ ءَاتِيَةٌ لَّا رَيْبَ فِيهَا وَأَنَّ ٱللَّهَ يَبْعَثُ مَن فِى ٱلْقُبُورِ

Artinya: “Dan sesungguhnya hari kiamat itu pastilah datang, tak ada keraguan padanya; dan bahwasanya Allah membangkitkan semua orang di dalam kubur.” (Q.S Al-Hajj: 7).

وَيَوْمَ يُنفَخُ فِى ٱلصُّورِ فَفَزِعَ مَن فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَن فِى ٱلْأَرْضِ إِلَّا مَن شَآءَ ٱللَّهُ ۚ وَكُلٌّ أَتَوْهُ دَٰخِرِينَ

Artinya: “Dan (ingatlah) hari (ketika) ditiup sangkakala, maka terkejutlah segala yang di langit dan segala yang di bumi, kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Dan semua mereka datang menghadap-Nya dengan merendahkan diri.” (Q.S An-Naml: 87).

وَنَضَعُ ٱلْمَوَٰزِينَ ٱلْقِسْطَ لِيَوْمِ ٱلْقِيَٰمَةِ فَلَا تُظْلَمُ نَفْسٌ شَيْـًٔا ۖ وَإِن كَانَ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِّنْ خَرْدَلٍ أَتَيْنَا بِهَا ۗ وَكَفَىٰ بِنَا حَٰسِبِينَ

Artinya: “Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat. Maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikitpun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawipun pasti Kami mendatangkan (pahala)nya. Dan cukuplah Kami sebagai pembuat perhitungan.” (Q.S Al-Anbiya: 47)

Allah SWT tidak pernah menjadikan suatu hal tanpa tujuan dan hikmah. Termasuk kiamat. Inilah hikmah beriman kepada hari kiamat.

Baca juga: 4 Perbedaan Kiamat Sugra dan Kubra

1. Lebih Takwa Kepada Allah SWT

Beriman terhadap hari kiamat sama saja dengan memercayai bahwa segala perbuatan yang telah dilakukan di dunia, mau baik dan buruk pasti dipertanggungjawabkan di akhirat. Itulah mengapa umat Islam yang mengamalkannya pasti meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT agar semakin dekat kepada-Nya.

2. Berbuat Baik Kepada Sesama

Anda tidak hanya harus meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT saja, namun juga harus berbuat baik kepada sesama. Hal ini mengingatkan seorang Muslim untuk memerhatikan hablum minannas, yaitu hubungan antar sesama manusia. 

Hubungan ini sangat perlu dijaga dan semakin ditingkatkan agar keseimbangan hidup terus terjaga sepanjang waktu.

3. Beramal Saleh

Anda harus senantiasa beramal saleh, seperti memperbanyak salat sunnah, salat lima waktu, puasa, dzikir, dan lainnya. Amal ini menjadi salah satu arti bahwa dalam hari pembalasan, seluruh perbuatan selama di dunia akan dibalas Allah SWT.

4. Semakin Takut Berbuat Maksiat

Salah satu dosa yang sering dilakukan manusia adalah berbuat maksiat. Namun dengan hikmah beriman, maka kemaksiatan semakin dijauhi dan lebih takut untuk melakukannya karena tidak bisa mempertanggungjawabkannya pada saat kiamat datang. 

5. Mempersiapkan Diri

Pada akhirnya, kiamat pasti datang. Sebagai seorang Muslim, sudah seharusnya mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk menghadapinya. Memperbaiki amal ibadah menjadi bekal berharga ketika hari kiamat tiba. 

Dari lima hikmah beriman kepada hari kiamat yang sudah dijelaskan di atas, mana yang kira-kira sudah Anda lakukan? Sudah sebaiknya Anda memulai memperbaiki diri sejak dini.
Jika Anda membutuhkan bantuan kavling makam, Pemakaman Islam Al Azhar Memorial Garden telah menyediakan taman pemakaman berdasarkan syariat Islam dan dikelola secara profesional.

4 Perbedaan Kiamat Sugra dan Kubra

3 September 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

Apa perbedaan kiamat sugra dan kubra? Pertanyaan ini sering dibahas secara mendalam karena keduanya merupakan jenis kiamat yang harus diketahui. 

Dalam Alquran, Allah SWT berfirman:

وَأَنَّ السَّاعَةَ آتِيَةٌ لَا رَيْبَ فِيهَا وَأَنَّ اللَّهَ يَبْعَثُ مَنْ فِي الْقُبُورِ

Artinya: “Dan sesungguhnya hari kiamat itu pastilah datang, tak ada keraguan padanya; dan bahwasanya Allah membangkitkan semua orang di dalam kubur.” (QS Al Hajj: 7)

Tentu saja ada perbedaan yang terdapat di antara kiamat sugra dan kubra. Anda bisa mengetahui perbedaan yang wajib diketahui di bawah ini.

Perbedaan Kiamat Sugra dan Kubra

Kita semua memahami bahwa waktu kedatangan kiamat hanya Allah SWT yang mengetahuinya. Namun sebagai muslim yang baik, Anda harus meyakini bahwa kiamat pasti akan tiba. 

Dalam hal ini, Allah SWT berfirman:

فَهَلْ يَنْظُرُونَ إِلَّا السَّاعَةَ أَنْ تَأْتِيَهُمْ بَغْتَةً فَقَدْ جَاءَ أَشْرَاطُهَا فَأَنَّى لَهُمْ إِذَا جَاءَتْهُمْ ذِكْرَاهُم

Artinya: “Tidaklah yang mereka tunggu-tunggu melainkan hari kiamat (yaitu) kedatangannya kepada mereka dengan tiba-tiba, karena sesungguhnya telah datang tanda-tandanya. Maka Apakah faedahnya bagi mereka kesadaran mereka itu apabila kiamat sudah datang?” (QS Muhammad: 18)

Total ada empat perbedaan dari kiamat sugra dan kubra, yaitu:

  • Kematian dalam kiamat sugra terjadi pada sebagian makhluk hidup atau kelompok tertentu. Sebaliknya, kematian dalam kiamat kubra terjadi kepada seluruh makhluk hidup di alam semesta.
  • Kehancuran dalam kiamat sugra terjadi pada sebagian alam semesta. Sedangkan kehancuran dalam kiamat kubra terjadi pada seluruh alam semesta.
  • Kiamat sugra terjadi di dalam zaman. Sebaliknya, kiamat kubra terjadi di akhir zaman.
  • Kiamat sugra terjadi pasti sebelum kiamat kubra. Namun kiamat kubra terjadi setelah kiamat sugra.

Contoh kiamat sugra, seperti tsunami, gempa bumi, atau gunung meletus. Contoh kiamat kubra adalah planet saling bertabrakan, manusia berhamburan seperti laron, dan gunung-gunung beterbangan.

Contoh Lain Kiamat Sugra

Kiamat sugra sering disebut sebagai kiamat kecil. Itulah mengapa kejadiannya terjadi sebelum kiamat kubra. Dijelaskan bahwa kejadian dalam kiamat sugra dialami oleh manusia, tetapi terkadang tidak disadari juga. 

Beberapa contoh lain dari kiamat sugra adalah:

  • Terjadinya bencana alam.
  • Dicabutnya ilmu pengetahuan.
  • Banyak kasus kriminal seperti korupsi.
  • Tersebarnya kebodohan dalam hidup.
  • Meningkatnya kejahatan keji seperti pembunuhan.
  • Perzinaan semakin marak.
  • Banyak kekacauan di mana-mana.
  • Banyak orang menuntut ilmu demi harta, kedudukan, hingga pangkat.
  • Banyak anak lahir dari hubungan di luar nikah.

Contoh Lain Kiamat Kubra

Perbedaan kiamat sugra dengan kubra yang paling mencolok adalah imbasnya. Kiamat kubra berimbas kepada seluruh makhluk hidup. 

Ada beberapa tanda datangnya kiamat kubra:

  • Diutusnya Rasulullah SAW

Al- Hafiz Ibnu Katsir berkata:

فبعثة رسول الله صلى الله عليه وسلم من أشراط الساعة ؛ لأنه خاتم الرسل الذي أكمل الله تعالى به الدين وأقام به الحجة على العالمين ، وقد أخبر صلى الله عليه وسلم بأمارات الساعة وأشراطها ، وأبان عن ذلك وأوضحه بما لم يؤته نبي قبله

Artinya: “Diutusnya Rasulullah SAW termasuk tanda kiamat. Karena beliau adalah penghujung para rasul. Dengan beliau, Allah sempurnakan agama dan Allah tegakkan hujjah kepada seluruh alam. Rasulullah SAW juga telah mengabarkan akan tanda-tanda kiamat. Beliau jelaskan kejadian-kejadian yang belum dijelaskan nabi sebelumnya.”

  • Terbelahnya Bulan

Allah SWT berfirman:

اقْتَرَبَتِ السَّاعَةُ وَانْشَقَّ الْقَمَرُ

Artinya: “Telah dekat kiamat dan bulan telah terbelah.” (QS. Al-Qomar: 1)

Selain itu juga ada beberapa tanda lainnya:

  • Ada tiupan sangkakala
  • Munculnya dajjal
  • Diutusnya Nabi Isa AS oleh Allah SWT
  • Kemunculan Ya’juj dan Ma’jud
  • Matahari terbit dari arahnya terbenam
  • Harta benda manusia semakin melimpah
  • Zaman yang saling mendekat dan cepat
  • Peperangan antara umat Muslim dan kaum Yahudi
  • Api keluar dari dasar bumi

Dengan memahami perbedaan kiamat sugra dan kubra, kita semua sebagai manusia harus semakin mawas diri dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Jika Anda membutuhkan bantuan kavling makam modern, Al Azhar Memorial Garden telah menyediakan taman pemakaman berdasarkan syariat Islam dan dikelola secara profesional.

Hukum Mengurus Jenazah serta Hal yang Harus Dilakukan Kepada Orang Meninggal

3 September 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

Bagaimana hukum mengurus jenazah yang merupakan kewajiban bagi setiap muslim? Dalam syariat Islam, ada beberapa tata cara yang harus diikuti untuk mengurus orang meninggal.

Seluruh tata cara ini perlu diikuti mengingat hukum mengurus jenazah adalah fardu kifayah. Total ada empat kewajiban yang harus dilakukan, yaitu memandikan, mengafani, menyalatkan, dan mengubur. 

Tanpa perlu berlama-lama lagi, inilah hukum mengurus jenazah dalam Islam yang wajib diketahui.

Hukum Mengurus Jenazah

Seperti yang dituliskan di atas, ada empat kewajiban yang harus dilakukan dalam hukum mengurus jenazah. Mari kita bedah satu per satu.

1. Memandikan Jenazah

Memandikan jenazah bertujuan untuk memuliakan dan membersihkan tubuh orang yang sudah meninggal. Tata caranya adalah:

  • Letakkan jenazah dengan posisi kepala agak tinggi.
  • Ambil kain penutup dari jenazah lalu diganti dengan kain basahan agar auratnya tak terlihat.
  • Bersihkan gigi, lubang hidung, lubang telinga, celah jari tangan, celah ketiak, rambut, dan kaki.
  • Bersihkan kotoran jenazah dengan cara menekan perutnya perlahan-lahan agar apa yang ada di dalamnya keluar, lalu siram atau basuh tubuh jenazah dengan air sabun.
  • Siram dengan air bersih sambil berniat sesuai jenis kelamin jenazah. Niat memandikan jenazah laki-laki adalah Nawaitul ghusla adaa ‘an hadzal mayyiti lillahi ta’aalaa. Sedangkan untuk niat memandikan jenazah perempuan adalah Nawaitul ghusla adaa ‘an hadzihil mayyitati lillahi ta’aalaa.
  • Selanjutnya miringkan jenazah ke kanan, basuh lampung kiri sebelah belakang. Siram dengan air bersih dari kepala hingga kaki, termasuk menggunakan air kapur barus.
  • Jenazah bisa diwudhukan seperti orang mau salat. Lakukan dengan lembut.
  • Jika ada najis yang keluar setelah dimandikan dan mengenai badannya, wajib dibuang lalu dimandikan lagi. Kalau keluar najis di atas kafan, tidak perlu mandi lagi, cukup membuang najisnya saja.
  • Rambut jenazah wanita tidak boleh disanggul. Keringkan seluruh bagian tubuh jenazah agar tidak membasahi kain kafan.
  • Berikan wewangian tanpa mengandung alkohol sebelum dikafani, biasanya memanfaatkan air kapur barus.

Baca juga: Tata Cara Mengurus Jenazah yang Benar Menurut Islam

2. Mengafani Jenazah

Untuk mengafani jenazah, ada perbedaan untuk jenis kelamin pria dan wanita.

Cara mengafani jenis kelamin pria adalah:

  • Siapkan tali pengikat kafan, letakkan secara vertikal tepat di bawah kain yang menjadi pelapis pertama. Kain kafan lapis pertama harus dipotong sesuai ukuran jenazah.
  • Berikan wewangian di kain kafan lapis pertama. Selanjutnya bentangkan kain kafan lapis kedua sesuai ukuran jenazah lalu berikan wewangian juga.
  • Bentangkan kain kafan lapis ketiga yang juga dipotong sesuai ukuran jenazah, lalu berikan wewangian. 
  • Sekarang letakkan jenazah di tengah-tengah kain kafan lapis ketiga.
  • Tutup kain lapis ketiga dari sisi kiri ke nana, lalu kanan ke kiri. Ulangi cara yang sama untuk kain lapis kedua dan pertama. 
  • Ikat dengan tali pengikat yang telah disediakan.

Cara mengafani jenis kelamin wanita adalah:

  • Bentangkan dua lembar kain kafan sesuai ukuran jenazah. Letakkan kain sarung tepat di badan antara pusar dan kedua lutut.
  • Persiapkan baju gamis dan kerudung juga.
  • Sediakan 3 hingga 5 tali lalu letakkan di kain kafan paling bawah. Sediakan pula kapas yang sudah diberikan wewangian untuk diletakkan di anggota tubuh tertentu.
  • Baringkan jenazah di atas kain kafan dan berikan kapas ke beberapa anggota tubuh tertentu yang perlu dilakukan juga di jenazah pria. 
  • Selimutkan kain sarung di badan jenazah, antara pusar dan kedua lutut. 
  • Pasangkan baju gamis dan kain kerudung.
  • Selimutkan kedua kain kafan selembar demi selembar dimulai dari lapisan terasa hingga bawah. Ikat dengan beberapa utas tali yang telah disediakan sebelumnya.

3. Menyalatkan Jenazah

Sekarang waktunya menyalatkan jenazah. Tata cara menyalatkan jenazah adalah:

  • Berniat di dalam hati.
  • Berdiri bagi yang mampu.
  • Melakukan empat kali takbir (tidak ada ruku’ dan sujud).
  • Setelah takbir pertama, membaca Al Fatihah.
  • Setelah takbir kedua, membaca shalawat “allahumma sholli ‘ala Muhammad”
  • Setelah takbir ketiga, membaca doa untuk jenazah sebagai berikut:

Allahummaghfirla-hu warham-hu wa ‘aafi-hi wa’fu ‘an-hu wa akrim nuzula-hu, wa wassi’ madkhola-hu, waghsil-hu bil maa-i wats tsalji wal barod wa naqqi-hi minal khothoyaa kamaa naqqoitats tsaubal abyadho minad danaas, wa abdil-hu daaron khoirom min daari-hi, wa ahlan khoirom min ahli-hi, wa zawjan khoirom min zawji-hi, wa ad-khilkul jannata, wa a’idz-hu min ‘adzabil qobri wa ‘adzabin naar.

  • Takbir keempat membaca doa sebagai berikut:

Allahumma laa tahrimnaa ajro-hu wa laa taftinnaa ba’da-hu waghfir lanaa wa la-hu

  • Untuk jenazah perempuan, kata –hu diganti –haa.

4. Segera Dikuburkan

Hukum mengurus jenazah adalah menyegerakan penguburan. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah SAW yang dikisahkan Abu Hurairah r.a, “Segerakanlah pemakaman jenazah..”

Disarankan untuk memakamkan jenazah di kota tempat dia wafat. Jadi sebaiknya jangan dipindahkan ke kota atau negara lain. Jika dipindahkan, maka bisa menyalahi atau bertentangan dengan perintah untuk menyegerakan penguburan.

Pada saat Aisyah r.a mendengar bahwa saudaranya telah wafat di Wadi al-Habasyah namun dipindahkan dari tempat kematiannya, dia berkata, “Tidaklah ada yang merisaukan dan menyedihkanku kecuali aku ingin agar ia dikebumikan di tempat ia wafat.” (HR. Baihaqi).


Jadi itulah hukum mengurus jenazah dan tata caranya agar tidak ada lagi kesalahan. Jika Anda membutuhkan bantuan kavling makam, Taman Pemakaman Al Azhar Memorial Garden telah menyediakan taman pemakaman berdasarkan syariat Islam dan dikelola secara profesional.

Niat Memandikan Jenazah dan Adab yang Harus Dilakukan

3 September 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

Kematian itu pasti, tapi waktunya tidak bisa diketahui dengan tepat. Bisa saja suatu saat keluarga atau orang terdekat kita sudah dipanggil oleh Allah SWT. Karena itu, penting bagi kita untuk mengetahui lebih awal mengenai pengurusan jenazah, termasuk niat memandikan jenazah yang tidak bisa diabaikan.

Ketika orang baru saja meninggal, jenazahnya juga masih harus diurus dengan hormat, mulai dari memandikan, mengkafani, mensalati hingga menguburnya. Dalam kepercayaan Islam, memandikan merupakan salah satu kewajiban, berarti harus dilakukan oleh Muslim terhadap orang yang baru meninggal. 

Hukum mengurus jenazah bersifat fardu kifayah, jadi ada tata cara yang harus dilakukan, termasuk niat memandikan jenazah yang harus diucapkan dengan benar. Memandikan jenazah juga harus diketahui oleh setiap Muslim, agar mereka siap sekiranya ada salah satu anggota keluarga yang meninggal dunia.

Niat Memandikan Jenazah yang Harus Dihafalkan

Sebelum mulai memandikan jenazah, ketahuilah bacaan niat memandikan jenazah, baik laki-laki atau perempuan.

1. Niat Memandikan Jenazah Laki-Laki

Laki-laki:

نَوَيْتُ الْغُسْلَ اَدَاءً عَنْ هذَاالْمَيِّتِ للهِ تَعَالَى 

Nawaitul gusla adaa-an ‘an haadzal mayyiti lillahi ta’aalaa

Artinya: “Saya niat memandikan untuk memenuhi kewajiban dari mayat (laki-laki) ini karena Allah Ta’ala.”

2. Niat Memandikan Jenazah Perempuan

Perempuan:

نَوَيْتُ الْغُسْلَ اَدَاءً عَنْ هذِهِ الْمَيِّتَةِ ِللهِ تَعَالَى

Nawaitul gusla adaa-an ‘an haadzihil mayyitati lillaahi ta’aalaa. 

Artinya: “Saya niat memandikan untuk memenuhi kewajiban dari mayat (perempuan) ini karena Allah Ta’ala.”

Adab Memandikan Jenazah yang Harus Diperhatikan

Selain menghafalkan niat, setiap muslim juga harus memperhatikan beberapa adab dalam memandikan jenazah. Inilah beberapa adab yang harus diketahui:

1. Jenazah Harus Dimandikan di Tempat Tersembunyi

Ketika dimandikan, ada aurat jenazah yang mungkin terlihat, jadi jenazah harus dimandikan di tempat tersembunyi dan dijaga dari pandangan orang yang bukan muhrimnya.

Baca juga: Tata Cara Mengurus Jenazah yang Benar Menurut Islam

2. Jenazah Harus Dimandikan oleh Orang yang Memenuhi Syarat

Orang yang memandikan jenazah juga tidak boleh sembarangan, tapi ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Syarat yang pertama dan pasti adalah muslim dan mengetahui tata cara memandikan jenazah. Tidak sembarang muslim, mereka juga harus berakal dan sholeh, karena merekalah yang bertanggung jawab atas pemandian jenazah.

Selain itu, jenazah juga harus dimandikan sesuai dengan mahramnya. Jenazah laki-laki harus dimandikan oleh muslimin, begitupun jenazah perempuan, hendaknya dimandikan oleh muslimah. Suami atau istri sah boleh turut memandikan beserta dengan orang yang dianggap mahram.

Apabila jenazahnya masih anak-anak, baik perempuan maupun laki-laki boleh memandikan mayat tersebut.

3. Jenazah Harus Dimandikan dengan Menutup Aurat

Tutuplah aurat mayat dengan menggunakan selembar kain yang telah disiapkan. Tujuannya adalah agar orang lain tidak melihat aurat mayat tersebut.

4. Jenazah Harus Dimandikan dengan Lembut

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, jenazah harus diperlakukan dengan hormat dan dihargai. Karena itu, memandikannya pun harus dengan lembut dan hati-hati.

Kondisi jenazah yang sudah kaku boleh dilemaskan, caranya tekuk sendi-sendi yang ada pada tubuh sebanyak dua hingga tiga kali dengan lembut.

Baca juga: Tata Cara Memandikan Jenazah Menurut Islam (+ Video)

5. Jenazah Harus Dibersihkan dari Najis dan Kotoran

Tak bisa dipungkiri, ada kotoran atau najis dalam jenazah, terutama ketika mereka sudah sakit keras dalam waktu yang lama. Caranya, dudukkan jenazah terlebih dulu, kemudian tekan perutnya dengan lembut bersama aliran air. Tak lupa, bersihkan juga mulut, gigi, rambut dan jenggot jenazah.

6. Jenazah Harus Dirapikan

Apabila jenazah sudah selesai dimandikan, jangan lupa untuk merapikannya. Rambutnya harus disisir serta kukunya harus dipotong apabila sudah panjang. Intinya, persiapkan mayat seperti mereka hendak beribadah kepada Allah SWT.

7. Jenazah Harus Ditutup Aibnya

Terakhir, jangan lupa menutup aib jenazah, dengan cara menjaga dan menutupnya saat dimandikan. Apa yang dilihat cukuplah menjadi rahasia bagi yang memandikan.
Adab di atas juga harus dilakukan setelah mengucapkan niat memandikan jenazah. Setiap muslim wajib menghafalkan niat dan adab di atas agar mereka siap ketika dibutuhkan. Mereka juga harus memilih lokasi pemakaman yang tepat, seperti Taman Pemakaman Muslim Al Azhar Memorial Garden yang sesuai dengan syariat Islam dan menyediakan lokasi yang hening untuk proses pemakaman.

Doa Setelah Sholat Jenazah yang Wajib Dilakukan

3 September 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

Melakukan sholat jenazah terhadap orang yang baru saja meninggal merupakan sebuah kewajiban. Doa setelah sholat jenazah juga harus dilakukan sehingga kita bisa memberikan syafa’at kepada orang yang baru meninggal. Mereka juga butuh pengampunan dari dosa yang dilakukan serta kehidupan di alam kubur yang jauh dari siksaan.

Rukun Sholat Jenazah

Terlebih dahulu kita harus melakukan beberapa rukun sholat jenazah sebelum mendoakannya. Pastikan jenazah yang hendak kita sholati sudah dimandikan dan dikafani terlebih dahulu, serta dilakukan. Letak jenazah juga harus diperhatikan, taruhlah di sebelah kiblat orang yang akan menyolatinya.

Hanya ada delapan rukun sholat jenazah, dan semuanya harus dilakukan dengan berdiri, pengecualian bagi yang tidak mampu berdiri sepanjang sholat. Bacalah niat terlebih dulu sebelum mulai sholat, yang berbunyi:

اُصَلِّى عَلَى هَذَاالْمَيِّتِ اَرْبَعَ تَكْبِرَاتٍ فَرْضَ الْكِفَايَةِ مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

Ushollii ‘alaa haadzal mayyiti arba’a takbirootin fardhol kifaayati ma’muuman lillaahi ta’aalaa. Artinya: “Saya niat sholat atas mayit ini empat kali takbir fardhu kifayah, sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”

Setelah membaca niat, barulah kita berdiri dan melakukan takbir sebanyak empat kali, dengan mengangkat tangan di takbir pertama. Selanjutnya, kita membaca surat Al-Fatihah, sholawat Nabi dan doa untuk jenazah. Apabila sudah selesai, ucapkan salam.

Baca juga: Memahami Tata Cara Sholat Jenazah Perempuan yang Benar dalam Islam

Doa setelah Sholat Jenazah Sesuai dengan Sunnah

Tidak berhenti sampai menyolati jenazah, kita juga harus mengamalkan doa setelahnya. Mendoakan jenazah juga merupakan bagian dari sabda Nabi Muhammad SAW karena ada keistimewaannya sendiri. Ketika seorang Muslim meninggal dan disholatkan oleh sesamanya yang jumlahnya mencapai seratus orang, mereka bisa memberikan syafa’at untuk jenazah.

Bila jenazah yang didoakan adalah orang yang benar-benar Anda sayang, pastinya ingin memberikan syafa’at dan doa terbaik untuk mereka, bukan? Karena itu, amalkan doa setelah sholat jenazah ini:

  • Bahasa Arab:

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

اَللّٰهُمَّ صَلِّى عَلٰى سَيِّدِنَامُحَمَّدٍوَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَامُحَمَّدٍ. اَللّٰهُمَّ بِحَقِّ الْفَتِحَةِ.اِعْتِقْ رِقَابَنَاوَرِقَابَ هٰذَاالْمَيِّتِ (هٰذِهِ الْمَيِّتَتِ) مِنَ النَّارِ٣× اَللّٰهُمَّ اَنْزِلِ الرَّحْمَةَ وَالْمَغْفِرَةَعَلٰى هٰذَالْمَيِّتِ (هٰذِهِ الْمَيِّتَتِ) وَاجْعَلْ قَبْرَهٗ(هَا)رَوْضَةًمِنَ الْجَنَّةِ.وَلاَتَجْعَلْهُ لَهٗ (لَهَا) حُفْرَةًمِنَ النِّيْرَانِ.وَصَلَّى اللّٰهُ عَلٰى خَيْرِخَلْقِهٖ سَيِّدِنَامُحَمَّدٍوَاٰلِهٖ وَصَحْبِهٖ اَجْمَعِيْنَ وَالْحَمْدُلِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

  • Romanisasi Arab:

Bismillaahirrahmaanirrahiim, Allaahumma sholli ‘alaa sayyidinaa Muhammadin wa’alaa aali sayyidinaa Muhammadin

Allaahumma bihaqqil fatihati i’tiq riqaa banaa wariqaaba haadzal mayyiti (haadzihil mayyitati) waj’al qabrahuu (haa) roudhotan minal jannati. Walaa taj’alhu lahuu (lahaa) hufratan minanniiraani. Washollallaahu ‘alaa khoiri kholqihi sayyidinaa Muhammadin wa aalihii washohbihii ajma’iina walhamdulillaahi rabbil ‘aalamiina

  • Bahasa Indonesia:

Ya Allah, curahkanlah rahmat atas junjungan kami Nabi Muhammad dan kepada keluarga Nabi Muhammad. Ya Allah, dengan berkahnya surat Al Fatihah, bebaskanlah dosa kami dan dosa mayat ini dari siksaan api neraka (3 x)

Ya Allah, curahkanlah rahmat dan berilah ampunan kepada mayat ini. Dan jadikan lah tempat kuburnya taman nyaman dari surga dan janganlah Engkau menjadikan kuburnya itu lubang jurang neraka. Semoga Allah memberi rahmat kepada semulia-mulia makhluk-Nya yaitu junjungan kami Nabi Muhammad dan keluarganya serta sahabat-sahabatnya sekalian. Segala puji bagi Allah Tuhan seluruh alam.

Baca juga: Sholat Jenazah Muslim Laki-Laki dan Perempuan Tata cara bacaan doa niat sholat

Baik sholat maupun mendoakan jenazah, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, yaitu menutup aurat, telah melakukan wudhu alias suci jasmani dari najis dan hadas, menggunakan pakaian yang bersih, dilakukan di tempat yang bersih dan harus menghadap kiblat. Bagaimanapun, kita sedang berhadapan dengan Allah SWT, jadi pastikan kita dalam keadaan suci dan niat kita juga murni. Setelah jenazah didoakan, barulah dimakamkan di lokasi pemakaman yang sudah ditentukan. Untuk makamnya, Anda bisa memilih Pemakaman Islam Al Azhar Memorial Garden, yang menyediakan prosesi pemakaman secara khidmat dan pastinya sesuai dengan syariat Islam.

Cara dan Doa Ziarah Kubur ke Makam Orang Tua sesuai Amalan

3 September 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

Kehilangan orang tua untuk selama-lamanya bukanlah hal yang diinginkan dalam kehidupan, meskipun pada akhirnya kita harus merelakannya, sebab itulah takdir yang sudah ditetapkan oleh Allah SWT. Kita tetap bisa menunjukkan rasa bakti kita kepada mereka dengan cara berziarah ke makam orang tua. Sebelumnya, ada cara doa ziarah kubur ke makam orang tua yang harus kita pahami agar amalan kita diterima oleh Allah SWT.

Ziarah kubur merupakan salah satu bentuk ibadah yang paling mulia di hadapan Allah SWT, sebab ajaran Islam mengajarkan untuk menghormati orang tua kita meskipun sudah meninggal. Itu sebabnya ziarah kubur dianggap sebagai amalan sunah yang harus dianjurkan. Selain itu, ziarah kubur juga mengingatkan kita bahwa kematian akan selalu ada dan tidak akan terpisahkan.

Cara Doa Ziarah Kubur ke Makam Orang Tua yang Harus Dilakukan

Agar lebih paham, berikut ini tata cara dan doa ziarah kubur yang sebaiknya dilakukan untuk menghormati orang tua dan mengamalkan sunah Allah SWT.

1. Berwudhu sebelum Berziarah

Karena ziarah merupakan bagian dari amalan kita kepada Allah SWT, ada baiknya kita melakukan wudhu terlebih dulu. Wudhu ini dilakukan untuk menyempurnakan niat ziarah makam orang tua kita.

2. Mengucapkan Salam kepada Ahli Kubur

Sebelum lanjut mendoakan orang tua kita, ada baiknya kita ucapkan salam ketika memasuki area pemakaman. Mengapa demikian? Karena itulah salah satu ajaran Nabi Muhammad SAW kepada kita yang ingin melakukan ziarah.

Untuk salamnya, kita bisa mengucapkan kalimat ini: Assalamu Alaikum Ahlad-Diyaar Minal Mu miniina Wal Muslimiin. Yarhamulloohul Mustaqdimiina Minnaa Wal Musta khiriin. Wa Inna Insyaa Alloohu Bikum La-Laahiquun. Wa As Alullooha Lanaa Walakumul Aafiyah.

Arti dari salam tersebut adalah: “Semoga keselamatan tercurah kepada kalian, wahai penghuni kubur, dari (golongan) orang-orang beriman dan orang-orang Islam, semoga Allah merahmati orang-orang yang mendahului kami dan orang-orang yang datang belakangan. Kami insya Allah akan menyusul kalian, saya meminta keselamatan untuk kami dan kalian.”

3. Menghadap ke Arah Kiblat

Seperti melakukan salat wajib pada umumnya, hendaknya kita mengarah ke arah kiblat pula saat kita ingin mengirimkan doa kepada almarhum orang tua kita. Tidak hanya itu, kita juga bisa berzikir, membaca tasbih dan takbir asalkan arah kita tetaplah pada kiblat.

Baca juga: Ziarah Kubur Doa dan Dzikir

4. Mengirimkan Doa untuk Almarhum Orang Tua

Inilah waktunya kita mendoakan almarhum orang tua sebagai bukti bakti kita selagi masih hidup.  Untuk doanya, bisa gunakan bacaan seperti ini:

A’udzubillahi minasyaithoonir rojim. Bismillahirrohmanirrohim.

Alhamdullilahi robbil ‘alamin, hamdan syakiriin, hamdannaa’imiin, hamdan yuwaafiini’amahu wayukaafii mazidah, yaa robbanaa lakal hamdu kamaa yanbaghi lijalali wajhika wa’adzimi sultonik, allohumma shoolli wasalim ‘ala sayyidina muhammad wa’ala alii sayyidina muhammad.

Alloh humma taqobal wa ausil sawaaaba maa qoro, nahu minal qur’anil ‘adzim, wa maa halalna wa maa sabahna wamastaghfarnaa wamaa sholaina ‘atsayyidina muhammad sollallohu’alaihi wasallam, hadiyatan wasilatan, warohmatan najilatan wa barokatan samilatan ilaa hadoroti habibina wasafi’ina waquroti a’ayuninaa sayyidina wamaulanaa muhammadin sollallohu ‘alaihi wa sallam, wa ila jami’ii ikhwanihi minal anbiyaai walmursaliina wal auliyaai, wassuhadai, wassolihina, wassohabati wattabi’ina wal’ulamail ‘alimina wal mushonnafiinal mukhlisiina wa jami’il mujaa-hidiina fi sabilillahi robbil ‘alaminn, wal malaikatil muqorrobina khusushan ila sayyidina syaih abdul qodir zailanii.

Summa ilaa jami’i ahlil qubur, minal muslimiina wal muslimati, wal mu miniina wal mu minaati, min masaarikil ardhi ila magooribiha barriha wabahriha khusushan ila aabaaina wa ummahaa tiinaa, wa ajdaadina, wanakhussu khusushan manijtam’anaa hahunaa bisababihi waliajlihi.

Alloh hummaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fu anhu wa akrim nujulahu wawasi’ madholahu, waghsilhu bilmai wassalji wal barodi wanaqihi minal khotooya, kama yunaqqo saubul abyadu minaddannasi wa abdilhu, darron khoiron min daarihi wa ahlan khoiron min ahlihi wa jaujan khoiron min jauzihi wa adhilhul jannata wa ‘aidhu min ‘adzabil qobri wa fitnatihi wa min ‘adzabinnar, allohhumaghfir lihayyina wa mayyitina wa sahhidiina wa ghoniina washogiirona wa kaabirona wadakirona wa ansana, allohumma man ahyaitahu minna fa ahyihi ‘alal islami wa man tawafaitahu minna fatawafahu alal iiman allohumma la tuhrimna azrohu wa laa tudillanaa ba’dahu birohmatikayaa arhamarroohimiin, wal hamdu lillahi robbil ‘aalamiin.

5. Membaca Beberapa Ayat Singkat

Penting juga untuk membacakan beberapa ayat pendek saat ziarah. Ahmad bin Hambal dalam riwayat al-Marwazi pernah berkata, “Bila kalian masuk ke dalam taman makam (kuburan), maka bacalah al-Fatihah, Surat al-Ikhlas, dan al-Falaq dan an-Naas. Jadikanlah pahalanya untuk mayit-mayit kuburan tersebut, karena sungguh pahalanya sampai kepada mereka.”

Intinya, membaca beberapa ayat singkat bisa menambah pahala bagi orang tua kita. Apabila kita sungguh-sungguh berbakti, bacakanlah keempat ayat tersebut di atas.
Itulah cara doa ziarah kubur ke makam orang tua yang harus diketahui. Untuk makamnya sendiri, Anda juga bisa memenuhi bakti kepada mereka dengan cara menyediakan makam Islami dan pastinya syariah di Pemakaman Muslim Al Azhar Memorial Garden.

Doa Sakaratul Maut dan Artinya

2 September 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

Doa sakaratul maut harus diucapkan menjelang masa kematian, saat di mana ruh dan jasad terpisah untuk selamanya. Sakaratul maut adalah momen yang menyakitkan dan tidak bisa dihindari bagaimanapun caranya. Rasulullah Muhammad SAW pun bersabda bahwa sakitnya sakaratul maut bagaikan ditusuk dengan tiga ratus pedang.

Kematian itu pasti dan tidak ada yang bisa lepas darinya. Saat kehidupan yang sudah digariskan tersebut berakhir, di situlah manusia harus mengalami sakitnya sakaratul maut sebagai proses menuju akhirat. Sakitnya sakaratul maut tidak hanya dirasakan dalam jiwa kita, tapi juga tubuh melalui tanda-tanda yang bisa kita lihat.

Baca juga: Apa Itu Sakaratul Maut Menurut Islam?

Doa Sakaratul Maut Ajaran Nabi Muhammad SAW

Kabar baiknya, Rasulullah Muhammad SAW mengajarkan cara berdoa saat sakaratul maut tiba. Imam Al Ghazali lewat haditsnya yang sudah diterjemahkan pun mengkonfirmasi bahwa doa sakaratul maut sebaiknya diucapkan sehingga rasa sakit perlahan-lahan menghilang.

Berikut ini adalah bacaan doa yang diajarkan Nabi Muhammad saat mengalami sakaratul maut:

اللهم أعني على سكرات الموت

Allahumma a’innii ala sakaratil mauti. Artinya: “Ya Allah Tuhanku, mudahkanlah sakaratul maut (hilangkanlah rasa sakit saat ajal) bagi-Muhammad.” 

Imam Al Ghazali pun menjelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW dan orang-orang lainnya yang bertakwa pada Allah takut dengan rasa sakit saat sakaratul maut. Doa itu harus keluar dari mulut mereka agar proses sakaratul maut pun diringankan sehingga ruh bisa keluar dari jasad dengan lancar tanpa rasa sakit yang kian berat.

Rasa sakit saat sakaratul maut juga dijelaskan oleh Nabi Isa AS kepada murid-muridnya. Dia juga memerintahkan untuk berdoa kepada Allah SWT dalam kondisi sakaratul maut sehingga diberikan kemudahan menghadapinya.

Nabi Muhammad SAW memberikan deskripsi kematian itu bagaikan mengambil nyawa dari setiap ujung anggota tubuhnya, karena itu lebih baik meminta doa agar proses sakaratul maut dimudahkan. Begini sabdanya, “Ya Allah Tuhanku sesungguhnya engkau mengambil nyawa dari ruas sendi, tulang belulang bahkan dari ujung jari. Ya Allah Tuhanku, mudahkanlah kematian itu untukku.”

Ada juga doa sakaratul maut lainnya yang bisa kita ucapkan, bunyinya:

اَللهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا فِىْ سَكَرَاتِ الْمَوْتِ

Allahumma Hawwin ‘Alaina Fii Sakarootil-Maut⁣

Artinya: Ya Allah, mudahkanlah bagi kami di dalam menempuh sakaratul maut.” (HR Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad).

Meskipun ajal belum menjemput, Anda tetap bisa mengucapkan doa ini setiap saat setelah melakukan salat wajib. Dengan mengucapkan doa ini, kita memohon kepada Allah SWT sehingga hidup kita mendapatkan berkah dan rahmat, dan nantinya kita akan dimudahkan dalam menjalani proses sakaratul maut, bahkan tanpa merasakan sakit yang tidak terkira.

Baca juga: Tanda – Tanda Kematian Menurut Islam

Doa Sakaratul Maut bagi Saksi Mata

Saksi mata juga tidak boleh pasif ketika melihat jasad atau manusia yang sedang mengalami sakaratul maut. Nabi Muhammad SAW juga memberikan tuntunan doa bagi apabila mereka menyaksikan proses sakaratul maut yang menegangkan tersebut.

“Allahumma ahyihi (ha) ma kanatil hayatu khairan lahu (laha), wa tawaffahu (ha) idza kanatil wafatu khairan lahu (laha),” yang artinya: “Ya Allah, panjangkanlah hidupnya jika itu lebih baik baginya, dan ambillah jika itu lebih baik baginya”. 

Perlu diperhatikan juga penggunaan lahu dan laha, karena itu menunjukkan jenis kelamin mayit yang hendak didoakan. Gunakan laha apabila orang yang didoakan berjenis kelamin perempuan, dan lahu untuk laki-laki.

Hadits HR Imam Muslim menyampaikan salah satu sunah Nabi Muhammad SAW bagi umat Muslim untuk mengajari kalimat syahadat kepada orang yang sedang sakaratul maut. Kalimat syahadat bisa disampaikan dengan cara yang halus dan tidak memaksa.

Beginilah sabda Nabi Muhammad SAW:

اقرؤوا عَلَى مَوْتَاكُمْ يس

yang artinya: Ajarilah orang yang mau meninggal di antara kalian dengan kalimat lâ ilâha illallâh.Seluruh doa sakaratul maut yang disebutkan dalam artikel ini hendaknya diamalkan, sehingga proses kematian dan pemisahan nyawa dari jasad pun semakin Allah SWT mudahkan. Selain itu, penting pula menyediakan pemakaman sesuai dengan syariat Islam agar kehidupan akhirat pun berjalan dengan damai. Pemakaman Islam Al Azhar Memorial Garden bisa menjadi jawaban dan pilihan bagi Anda dan keluarga yang ingin dimakamkan secara islami.

Husnul Khotimah atau Khusnul Khotimah? Apa Perbedaannya?

2 September 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

‘Husnul khotimah’ atau ‘khusnul khotimah’? Banyak yang bingung mana penulisan yang benar antara keduanya. Hal ini akan menyangkut kepada salah satu cita-cita umat muslim yang diinginkan setiap orang. Kira-kira mana yang benar dan apa yang menjadi perbedaan diantara keduanya?

Husnul Khotimah atau Khusnul Khotimah

Banyak yang menganggap bahwa perbedaan dari keduanya hanyalah dari cara penulisan. Namun hal ini sangat keliru. Mati dalam keadaan baik merupakan hal yang diidamkan banyak umat muslim di dunia. Kejadian ini biasa disebut dengan husnul khotimah bukan khusnul khotimah. Mengapa begitu?

Husnul khotimah (حسن الخاتمة) berasal dari kata حسن (husn), yang berarti baik, bagus. Serta kata الخاتمة (al-khatimah), yang berarti penghabisan, penghentian, penutup, kesimpulan, bagian terakhir. Jadi, husnul khotimah bisa diartikan sebagai akhir kehidupan seseorang dalam kondisi yang baik alias diridhai Allah SWT.

Sedangkan itu, kalimat khusnul khotimah ( خسن الخاتمة ) memiliki arti “akhir yang hina”. Bila salah menggunakannya maka artinya akan sangat berbeda. Jika seseorang mendoakan muslim lainnya khusnul khotimah, maka ini bisa berarti mendoakan keburukan.

Namun, pada penerapan atau penggunaannya dalam bahasa Arab kalimat خسن dengan huruf خ bermakna hina atau tidak baik. Namun kalimat ini sendiri jarang atau hampir tidak pernah dipakai, atau digunakan bersama dengan kata الخاتمة. Kalimat yang sering digunakan untuk akhir yang tidak baik adalah سوء الخاتمة atau Su’ul Khatimah

Meraih Husnul Khotimah

Mengutip buku Meraih Husnul khatimah karya Abdullah Ibnu Muhammad Al-Mutlaq, husnul khatimah dapat diraih seorang Muslim jika orang tersebut meningkatkan taqwanya kepada Allah SWT. Sebagaimana Allah perintahkan dalam Surat Ali Imran ayat 102 yang berbunyi:

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰتِهٖ وَلَا تَمُوۡتُنَّ اِلَّا وَاَنۡـتُمۡ مُّسۡلِمُوۡنَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim.”

Imam Sufyan Al-Tsauri menyebutkan beberapa kiat-kiat untuk mendapatkan akhir yang husnul khotimah, yaitu:

  1. Menjaga iman dan ketakwaan secara istiqomah kepada Allah SWT.
  2. Berusaha sungguh memperbaiki lahir dan batin.
  3. Senantiasa berdoa kepada Allah agar diwafatkan dalam keadaan iman.
  4. Perbanyak dzikir kepada Allah dalam keadaan apapun.

Baca juga: Apa Arti Husnul Khotimah? Dan Cara Agar Meninggal Husnul Khotimah

Tanda Husnul Khotimah

Sebagai seorang manusia, tentu kita tidak bisa menilai apakah seseorang meninggal dalam keadaan husnul khotimah atau tidak. Namun ada beberapa hadis yang menunjukan sejumlah tanda bahwa seorang muslim meninggal secara husnul khotimah. Tanda-tanda tersebut adalah sebagai berikut ini:

  1. Mengucap kalimat syahadat saat akan meninggal
  2. Meninggal dunia dengan kening berkeringat
  3. Mati syahid
  4. Meninggal saat nifas, ataupun saat sedang hamil bagi wanita
  5. Ketika hartanya ingin dirampas orang lain
  6. Meninggal ketika ribath (menjaga wilayah perbatasan) di jalan Allah
  7. Meninggal dalam keadaan melakukan amal shalih

Itulah informasi mengenai perbedaan dari husnul khotimah atau khusnul khotimah. Perbedaan ini seharusnya tidak membawa perpecahan apabila kita saling menyediakan waktu untuk mempelajarinya. Marilah kita sebagai muslim saling mendoakan yang baik satu sama lain, meraih husnul khotimah yang kita idam-idamkan. Sekian informasi yang bisa kami berikan, semoga bisa membantu Anda. Apakah Anda sedang mencari pemakaman yang sesuai dengan syariat-syariat Islam? Jika iya, maka Anda harus tahu makam modern Al-Azhar Memorial Garden. Ini adalah pemakaman sesuai syariat Islam yang bisa menjadi pilihan Anda. Kunjungi website kami sekarang juga untuk informasi lebih lanjut.

Apa Arti Husnul Khotimah? Dan Cara Agar Meninggal Husnul Khotimah

2 September 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

Bagi seorang muslim, mati dalam keadaan yang baik merupakan hal yang diinginkan. Keadaan ini biasa disebut dengan husnul khotimah. Mungkin kalimat ini sudah sering kita dengar dalam berbagai kajian atau ceramah. Mungkin juga sudah kita baca berkali-kali. Namun, apa arti husnul Khotimah yang sebenarnya? Lalu bagaimana kita bisa mencapai hal tersebut?

 Arti Husnul Khotimah

“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa, dan janganlah kalian mati melainkan dalam keadaan muslim (berserah diri) ”. (QS. Ali-Imran: 102).

Husnul khotimah berasal dari kata حسن (husn), yang berarti baik, bagus. Serta kata الخاتمة (al-khatimah), yang berarti penghabisan, penghentian, penutup, kesimpulan, bagian terakhir. Jadi, husnul khotimah bisa diartikan sebagai akhir kehidupan seseorang dalam kondisi yang baik alias diridhai Allah SWT. Sebuah keadaan yang menjadi idaman setiap muslim. 

Tanda Husnul Khotimah

Ada beberapa tanda yang bisa menunjukan apakah seorang muslim meninggal secara husnul khotimah. Tanda-tanda tersebut adalah:

1. Mengucap kalimat syahadat saat akan meninggal

Dari Mu’adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Barang siapa yang akhir perkataannya adalah kalimat ‘laa ilaha illallah’ (tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah), maka dia akan masuk surga.” (HR. Abu Daud)

2. Meninggal dunia dengan kening berkeringat

Dari Buraidah bin Al-Hashib radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Kematian seorang mukmin dengan keringat di kening.” (HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, An-Nasa’i, dan Ahmad)

3. Mati syahid

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Orang yang mati syahid ada lima, yakni orang yang mati karena tho’un (wabah), orang yang mati karena menderita sakit perut, orang yang mati tenggelam, orang yang mati karena tertimpa reruntuhan dan orang yang mati syahid di jalan Allah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

4. Meninggal saat nifas, ataupun saat sedang hamil bagi wanita

Dari ‘Ubadah bin Ash-Shamit radhiyallahu ‘anhu, bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan beberapa syuhada’, di antaranya,

“Dan wanita yang dibunuh anaknya (karena melahirkan) masuk golongan syahid, dan anak itu akan menariknya dengan tali pusarnya ke surga.” (Disebutkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Ahkam Al-Janaiz, hlm. 53. Beliau menyatakan bahwa sanad hadits ini shahih)

Baca juga: Mempersiapkan Makam Islam untuk Keluarga Muslim

5. Ketika hartanya ingin dirampas orang lain

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa ada seseorang yang menghadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia berkata, “Wahai Rasulullah, bagaimana pendapatmu jika ada seseorang yang mendatangiku dan ingin merampas hartaku?”

Beliau bersabda, “Jangan kau beri kepadanya.” Ia bertanya lagi, “Bagaimana pendapatmu jika ia ingin membunuhku?” Beliau bersabda, “Bunuhlah dia.” “Bagaimana jika ia malah membunuhku?”, ia balik bertanya. “Engkau dicatat syahid”, jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. “Bagaimana jika aku yang membunuhnya?”, ia bertanya kembali. “Ia yang di neraka”, jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. (HR. Muslim).

6. Meninggal ketika ribath (menjaga wilayah perbatasan) di jalan Allah

Dari Salman Al-Farisi radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Berjaga-jaga sehari-semalam (di daerah perbatasan) lebih baik daripada puasa beserta shalat malamnya selama satu bulan. Seandainya ia meninggal, maka pahala amalnya yang telah ia perbuat akan terus mengalir, dan akan diberikan rezeki baginya, dan ia terjaga dari fitnah.” (HR. Muslim)

7. Meninggal dalam keadaan melakukan amal shalih

Dari Hudzaifah ibnul Yaman radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Barangsiapa mengucapkan laa ilaha illallah karena mencari wajah Allah kemudian amalnya ditutup dengannya, maka ia masuk surga. Barangsiapa berpuasa karena mencari wajah Allah kemudian amalnya diakhiri dengannya, maka ia masuk surga. Barangsiapa bersedekah kemudian itu menjadi amalan terakhirnya, maka ia masuk surga.” (Disebutkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Ahkam Al-Janaiz, hlm. 58. Beliau mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih).

Baca juga: Memikirkan Makna Hidup Ketika Mengunjungi Pemakaman Islam

Cara Agar Husnul Khotimah

Imam Sufyan Al-Tsauri menyebutkan beberapa kiat-kiat untuk mendapatkan akhir yang husnul khotimah, yaitu:

  1. Menjaga iman dan ketakwaan secara istiqomah kepada Allah SWT.
  2. Berusaha sungguh memperbaiki lahir dan batin.
  3. Senantiasa berdoa kepada Allah agar diwafatkan dalam keadaan iman.
  4. Perbanyak dzikir kepada Allah dalam keadaan apapun.

Itulah dia informasi mengenai salah satu hal yang didambakan muslim, meninggal dengan husnul khotimah. Sekian informasi yang bisa kami berikan, semoga bisa membantu Anda. Pemakaman Muslim Al-Azhar Memorial Garden adalah pemakaman sesuai syariat Islam yang bisa menjadi pilihan Anda. Kunjungi website kami sekarang juga untuk informasi lebih lanjut.

Mencari Makna Ditengah Pelayanan

1 September 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

Belum lagi sampai di rumah pada tengah malam, Abdul Aziz yang masih melaju dengan motornya di jalan harus kembali mendapat penugasan ke luar kota pada pukul 4 pagi. Tanpa sempat beristirahat, Staf Pelayanan Pemakaman Al-Azhar Memorial Garden yang berusia 29 tahun itu langsung memenuhi panggilan tugas mendampingi keluarga yang tengah berduka cita.  Sesampai di rumah duka, Abdul Aziz langsung menjalankan tugasnya mendampingi keluarga yang berduka dan membantu keperluan administrasi pemakaman, hingga mengantarkan jenazah ke liang lahat di Al-Azhar Memorial Garden. Sepanjang pendampingan, Abdul Aziz berkoordinasi dengan Unit Pelayanan Jenazah, menangani hingga tuntas keperluan yang dibutuhkan untuk pemakaman serta kebutuhan untuk memenuhi prosedur pemakaman, seperti pemulasaran jenazah dan prosesi pemakaman.              “Ketika ada kedukaan, biasanya keluarga dalam kondisi sangat berduka, bahkan ada yang panik, jadi tugas saya disana mendampingi mereka mempersiapkan berkas-berkas,” cerita Abdul Aziz, pria jebolan Universitas Islam Negeri Jakarta Jurusan Syariah dan Hukum Islam ini. “Saya juga menjembatani antara keluarga dan Ambulans (Unit Pelayanan Jenazah)”,lanjutnya menjelaskan tugas sebagai Staf Pelayanan Al-Azhar Memorial Garden.

Ketika prosesi pemakaman berlangsung, Abdul Aziz bertindak sebagai pemandu prosesi. Ditengah terik matahari dan guyuran hujan, tak jarang ia harus berhadapan dengan keluarga yang berada dalam kondisi terguncang karena kehilangan orang terkasih, sehingga terkadang terjadi kesalahpahaman.  Meski demikian, ia tetap menampung apapun keluhan keluarga yang ditinggalkan untuk kemudian dijadikan masukan agar pelayanan menjadi lebih baik dikemudian hari. “Pihak keluarga terkadang ada yang merasa tidak mendapatkan apa yang mereka harapkan dari pelayanan kita,” kata Abdul Aziz sulung dari tiga bersaudara. “Saya tampung semua keluhan mereka, meski saya tidak dalam posisi menjawab, namun saya berjanji akan meneruskan kepada yang memiliki kapasitas menjawabnya”.

Dibesarkan dalam lingkungan Islami, Aziz, demikian ia biasa disapa, menghabiskan masa pendidikan tak jauh dari dunia Keislaman, mulai dari Madrasah Ibtidaiah kemudian melanjutkan ke Madrasah Tsanawiyah, hingga pendidikan di pesantren. Meski minatnya mendalami tafsir, syariah dalam hokum Islam serta fiqih yang membawanya menuntut ilmu di Jurusan Syariah dan Hukum Islam, Aziz sempat bekerja didunia jurnalistik sebagai reporter disejumlah media online. Pekerjaan ini sempat tidak mendapat restu orangtua yang menginginkan Aziz mengamalkan ilmu agama yang  ia dapatkan dibangku kuliah. ”Kalau saya pulang ke rumah orang tua suka cemberut,” kenang Aziz menggambarkan  keberatan orangtuanya akan profesi lamanya “Mungkin ya, mereka bilang, punya anak disekolahin di sekolah agamis kok kerjanya begitu (menjadi reporter) ”. Lama kelamaan sikap orangtuanya ini mendorong Aziz untuk mengajar mengaji dan ekstrakurikuler ilmu agama di sekolah menengah, hingga akhirnya bergabung dengan Al-Azhar Memorial Garden, dimana ia dapat mengamalkan keilmuannya dibidang Syariah dan Hukum Islam. “Iya, disini apa yang saya dapatkan

dikuliah dulu terpakai” lanjutnya lagi.

Kisah Aziz mencari pekerjaan yang sesuai keilmuannya,sempat dipenuhi cerita penuh hikmah.  Ia sempat tertipu . “Saya sempat kena tipu oleh seseorang yang mengaku penyalur tenaga kerja,” kisah pria asli Betawi ini.”Setelah berkomunikasi dengan oknum itu,ternyata dia mempermainkan saya,yang saya rasa dahsyat lah menipunya. Karena dalam waktu tidak sampai sehari, orang itu berhasil menipu saya.” Akibat penipuan tadi, Aziz kehilangan uang jutaan rupiah.

tertipu, ia mendapat panggilan dari Al-Azhar Memorial Garden untuk bergabung menjadi Staf Pelayanan. “Belum ada sebulan saya bekerja, saya mendapatkan upah yang nilainya sama dengan uang saya yang hilang akibat kena tipu tadi,” cerita Aziz yang kembali berpikir mendalam akan hikmah kejadian yang dialaminya. “Sampai segitunya Tuhan membuat cerita  untuk hamba-hambaNya”

Mencari hikmah atas setiap kejadian ditengah perjalanan hidup, senantiasa menjadi perenungan bagi Aziz. “ Saya masih mencari apa yang Tuhan hadapkan kepada saya saat ini, dari sebelumnya saya menjadi reporter,hingga bekerja di Al-Azhar Memorial Garden,” kata Aziz berusaha menerjemahkan hikmah yang ia dapatkan selama bekerja dalam pelayanan. “Saya merasa semakin didekatkan dengan kematian. Artinya ketika kita sudah mulai didekatkan dengan hal-hal kayak gitu (kematian), tetapi kelakuan masih kayak gitu (perilaku tidak baik) ya gimana. Masa kita mau tetap seperti itu (perilaku tidak baik), kita mau uangnya (upah)  saja diambil, tetapi ngomongnya saja (yang) Allahu Akbar  tapi jadi ya paradoks (berlawanan), jadi kontradiksi kan (dengan perilaku tidak baik) ”

Lebih jauh Aziz memandang melalui pekerjaan sekarang, Tuhan sudah menghadapkannya pada pelajaran besar. “Tuhan sudah membenturkan kita dengan, itu lho lihat (kematian) didepan mata,” lanjut Aziz yang merasa pekerjaannya merupakan tolak ukur sensitifitas dalam memandang kematian. ”Sejauhmana hati kita melihat orang meninggal dunia. Ketika hati kita tergerak, bisa dikatakan, ada iman (dihati). Tetapi kalau mau dalam lagi, bergeraklah sejauh apa (yang bisa kita lakukan untuk berbuat baik).Tapi kalau kita menyaksikan orang yang meninggal hati kita biasa-biasa saja, itu (berarti) ada masalah (dalam hati kita) “. Getaran dalam hati ketika menyaksikan kematian bagi Aziz bisa menjadi ukuran untuk senantiasa mawas diri “Ketika melihat yang seperti itu (kematian) hati kita nggak merasa apa-apa, kita (mestinya) bertanya,kenapa melihat hal seperti itu hati kita tidak merasa apa-apa.”

Keseimbangan antara tugas dan fardhu kifayah dijalankan Aziz sebagai bentuk tanggung jawab akan kewajiban yang diserahkan kepadanya “Saya melihatnya balance. Satu sisi saya punya kewajiban terhadap kantor. Di lain sisi agama juga memandangnya sebagai fardhu kifayah, kewajiban bersama yang bisa digugurkan apabila ada orang lain sudah melakukannya.”kata Aziz yang sehari-hari mengendarai motor dalam menjalankan tugasnya menghampiri keluarga yang berduka.

Seperti halnya Abdul Aziz, pelayanan kami kepada Anda merupakan sebuah amanah yang harus dapat dipertanggungjawabkan, baik secara moril maupun  syariat , agar keluarga yang ditinggalkan senantiasa merasa tenang melepas orang terkasih dalam naungan akidah hingga hari akhir.(MD)

Ziarah Kubur Doa dan Dzikir

31 Agustus 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

Ziarah Kubur Doa dan Dzikir

Pada saat ziarah kubur dianjurkan memperbanyak dzikir dan doa. Di antara dzikir dan doa yang dibaca sebagai berikut:

Pertama, membaca istighfar tiga kali.

Kedua, membaca surat al-Fatihah.

Ketiga, Membaca surat al-Ikhlas tiga kali.

Keempat, membaca surat al-Falaq.

Kelima, membaca surat al-Nas.

Keenam, melafalkan kalimat tahlil tiga puluh tiga kali.

Ketujuh, membaca doa. Di antara doa yang bisa dibaca pada saat ziarah kubur adalah doa yang sering dibaca saat shalat jenazah:

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الذُّنُوبِ والْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنَ

الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ عَذَابِ النَّار, وَافْسَحْ لَهُ فِي قَبْرِهِ، ونَوِّرْ لَهُ فِيهِ

Allahummaghfirlahu war hamhu wa ‘aafihii wa’fu anhu, wa akrim nuzuulahu wawassi’ madholahu, waghsilhu bil maa’i watssalji walbaradi, wa naqqihi, minaddzzunubi wal khathaya kamaa yunaqqatssaubul abyadhu minad danasi.  Wabdilhu daaran khairan min daarihi wa zaujan khairan min zaujihi. Wa adkhilhul jannata wa aidzhu min adzabil qabri wa min adzabinnaari wafsah lahu fi qabrihi wa nawwir lahu fihi.

Ya Allah, ampuni dan rahmatilah dia. Selamatkanlah dan maafkanlah dia. Berilah kehormatan untuknya, luaskanlah tempat masuknya. Mandikanlah dia dengan air, es, dan embun. Bersihkanlah dia dari kesalahan sebagaimana Engkau bersihkan baju yang putih dari kotoran. Gantikanlah baginya rumah yang lebih baik dari rumahnya, isteri yang lebih baik dari isterinya. Masukkanlah dia ke dalam surga, lindungilah dari azab kubur dan azab neraka. Lapangkanlah baginya dalam kuburnya dan terangilah dia di dalamnya.” (HR. Muslim)

SumbeR:https://islami.co/bacaan-dzikir-dan-doa-saat-ziarah-kubur/

Pemakaman Islam Begini Seharusnya Memakamkan Mereka yang Pulang ke Rahmatullah

29 Agustus 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

Ada seorang anak gadis yang meninggal dunia. Lalu sang ayah menguburkannya seperti layaknya jenazah pada umumnya di pemakaman umum. Setelah itu sang Ayah setiap malam selama tiga hari selalu bermimpi di datangi anak gadisnya yang mengeluh, “Ayah tolong ayah, aku tidak bisa tidur suara pabrik kapur berisik sekali sampai aku tak bisa tidur”.

Lalu sang ayah mengecek memastikan di pemakamannya tak ada pabrik apapun sepi sunyi senyap. kemudian usut diusut ternyata makam anak gadisnya bersebelahan dengan makan seorang algojo yang seumur hidupnya selalu berbuat maksiat.

Demikian sepenggal kisah yang berkaitan dengan pemakanaman. Dalam Islam ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pemakamam seorang muslim. Ada beberepa syariat yang harus kita lakukan sebagai seorang muslim. Salah satunya adalah tidak mencampur makam seorang muslim dengan non muslim. Kenapa? jawabannya cerita diatas menunjukkannya.

Seperti yang dilakukan oleh kaum muslimin semenjak zaman rasulullah para khulafa’ ar rasyidun dan orang-orang setelahnya. Hal tersebut terus berlangsung dan menjadi ijma’ amali untuk memisah kuburan ummat islam dengan kuburan orang-orang musyrik.

Sebab, adzab bagi orang-orang musyrik tersebut akan dirasakan oleh seluruh penduduk kuburan tersebut. Padahal adzab kepada mereka tidak terputus. Jenazah umat muslim yang dicampur dengan muysrikin akan tersiksa.Tersiksanya mayit tergantung dengan siksaan yang ditimpakan pada tetangganya berupa pedihnya adzab, bau yang busuk ataupun kegelapan liang lahat dan yang lainnya.

Harus Menghadap Kiblat

Ketaqwaan seorang muslim di buktikan dengan tiga hal yaitu Qaulan; melalui kata-kata yang keluar dari mulut kita. Maka kita harus bersyahadat, mengucapkan dua kalimat syahadat. Qulbi; hati kita. Ketaqwaan kita juga harus dibuktikan dengan hati kita yang selalu hanya menyakini hanya Allah satu-satunya tuhan kita. Yang ketiga Fikli ketaqwaan kita juga dibuktikan dengan perilaku dan gerakan kita. Maka saat kita sholat kita harus dengan tertib baik dan menghadap kiblat.

Itulah mengapa saat sholat hingga saat kita meninggalpun harus menghadap ke kiblat. Sebagai bukti ketaqwaan kita.

Ku hadapkan muka dan hatiku kepada Dzat yang menciptakan langit dan bumi dengan keadaan lurus dan berserah diri dan aku bukanlah dari golongan kaum musrik. Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku hanyalah karena Allah, Tuhan semesta alam. Tidak ada sekutu bagiNya, demikianlah aku diperintah dan aku termasuk golongan orang-orang muslim

Pemakaman Islam Al Azhar Karawang 42
Pemakaman Islam Al Azhar Memorial Garden Karawang

Ziarah Kubur Muslim Bacaan Yang Diamalkan

28 Agustus 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

Ziarah Kubur Muslim Bacaan Yang Diamalkan

ertama, setelah masuk di pintu makam dan membaca doa masuk makam, lalu duduk dengan rapi dan membaca doa tawassul berupa surat al-fatihah. Berikut bacaanya :

اِلَى حَضْرَةِ النَّبِيِّ الْمُصْطَفَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَاٰلِهِ وَأَزوَاجِهِ وَاَ وْلاَدِهِ وَذُرِيَّاتِهِ لَهُمُ الْفَاتِحَة

ثُمَّ إلَى حَضْرَةِ إِخْوَانِهِ مِنَ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَاْلأَوْلِيَاءِ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَالصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَاْلعُلَمَاءِ وَاْلمُصَنِّفِيْنَ وَجَمِيْعِ اْلمَلاَئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ اَلْفَاتِحَةْ

ثُمَّ إليَ جَمِيْعِ أَهْلِ اْلقُبُوْرِ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ مِنْ مَشَارِقِ اْلاَرْضِ وَمَغَارِبِهَا بَرِّهَا وَبَحْرِهَا خُصُوْصًا اَبَاءَنَا وَأُمَّهَاتِنَا وَأَجْدَادَنَا وَجَدَّاتِنَا وَمَشَايِخَنَا مَشَايِخِنَا وَلِمَنِ اجْتَمَعْنَا هَهُنَا بِسَبَبِهِ وَخُصُوْصًا…….اَلْفَاتِحَةْ

*) …….. : sebut nama mayyit

Kedua, setelah selesai membaca tawassulan, bisa dilanjutkan dengan membaca Surat Yasin, atau surat-surat yang lain.

Ketiga, lalu dilanjutkan dengan membaca Surat Al-Ikhlas 3x, Surat Al-Falaq 1x, dan Surat An-Nas 1x, surat Al-Fatihah

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ(١) اللَّهُ الصَّمَدُ(٢) لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ(٣) وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ

لاَ إِلهَ إِالا اللهُ اَللهُ أَكْبَرْ وَلِلّهِ اْلحَمْدُ

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِقُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ(١) مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ(٢) وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ(٣) وَمِنْ شَرِّ النَّفَّـاثَـاتِ فِى الْعُقَدِ(٤) وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ

لاَ إِلهَ إِلا اللهُ اَللهُ أَكْبَرْ وَلِلّهِ اْلحَمْدُ

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِقُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ(١) مَلِكِ النَّاسِ(٢) إِلهِ النَّاسِ(٣) مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ(٤) الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ(٥) مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ

لاَ إِلهَ إِلَّا اللهُ اَللهُ أَكْبَرْ وَلِلّهِ اْلحَمْدُ

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ(١) الرَّحْمٰنِ الرَّحِيمِ(٢) مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ(٣) إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ(٤) اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ(٥) صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلاَ الضَّالِّين

Keempat, dilanjutkan dengan membaca Surat Al-Baqarah ayat 1-5

الم (١) ذَلِكَ الْكِتَابُ لا رَيْبَ فِيهِ هُدًى لِلْمُتَّقِينَ (٢) الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِالْغَيْبِ وَيُقِيمُونَ الصَّلاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ(٣) وَالَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ وَبِالآخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ (٤) أُولَئِكَ عَلَى هُدًى مِنْ رَبِّهِمْ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

Kelima, dilanjutkan membaca Surat Al-Baqarah ayat 163

وَإِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَاحِدٌ ۖ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الرَّحْمَٰنُ الرَّحِيمُ

Keenam, dilanjutkan dengan membaca ayat kursi

اللهُ لاَ إِلَهَ اِلاَّ هُوَ اْلحَيُّ الْقَيُّوْمُ لاَتَأْخُذُه سِنَةٌ وَلاَنَوْمٌ. لَهُ مَافِى السَّمَاوَاتِ وَمَافِى اْلأَرْضِ مَنْ ذَالَّذِى يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلاَّ بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَابَيْنَ أَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلاَيُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلاَّ بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ وَلاَ يَؤدُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ

Ketujuh, dilanjutkan dengan membaca istighfar 7x, shalawat 3 x

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ

 أَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

Kedelapan, dilanjutkan membaca tahlil (la ilaha illallah) 100x, dengan doa pengantarnya 1x

نَوَيْتُ تَقَرُّباً اِلَى اللهِ. أَفْضَلُ الذِّكْرِ فَاعْلَمْ أَنَّهُ

لاَ إِلهَ إِلا اللهُ

Kesembilan, dilanjutkan membaca tahlil 1x, dan shalawat 3x

لاَ إِلهَ إِلا اللهُ، لاَ إِلهَ إِلا اللهُ, لاَ إِلهَ إِلا اللهُ مُحَمَّدُ الرَّسُوْلُ الله

أَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّد، أَللّهُمَّ صَلِّ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ

Kesepuluh, dilanjutkan membaca tasbih 11x

سَبْحَانَ الله وَبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيْمِ

Kesebelas, membaca shalawat 3x

أَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى حَبِيْبِكَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ

Keduabelas, membaca doa penutup

اَعُوْذُبِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ، اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، حَمْدَ الشَّاكِرِيْنَ، حَمْدَالنَّاعِمِيْنَ، حَمْدًايُوَافِيْ نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ،  يَارَبَّنَالَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلاَلِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ. اَللهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ،

اَللهُمَّ تَقَبَّلْ وَاَوْصِلْ ثَوَابَ مَاقَرَأْنَاهُ مِنَ الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَمَاهَلَّلْنَا وَمَاسَبَّحْنَا وَمَااسْتَغْفَرْنَا وَمَاصَلَّيْنَا عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، هَدِيَّةً وَاصِلَةً وَرَحْمَةً نَازِلَةً وَبَرَكَةً شَامِلَةً، اِلَى حَضْرَةِ حَبِيْبِنَا وَشَفِيْعِنَا وَقُرَّةِ اَعْيُنِنَا سَيِّدِنَا وَمَوْلنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَاِلَى جَمِيْعِ اِخْوَانِه مِنَ الْاَنْبِيَآءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَالْاَوْلِيَآءِ وَالشُّهَدَآءِ وَالصَّالِحِيْنَ وَالصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَالْعُلَمَآءِ الْعَالِمِيْنَ وَالْمُصَنِّفِيْنَ الْمُخْلِصِيْنَ وَجَمِيْعِ الْمُجَاهِدِيْنَ فِى سَبِيْلِ اللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَالْمَلاَئِكَةِ الْمُقَرَّبِيْنَ خُصُوْصًا اِلَى سَيِّدِنَا الشَّيْخِ عَبْدِ الْقَادِرِ الْجَيْلاَنِيِّ ثُمَّ اِلى جَمِيْعِ اَهْلِ الْقُبُوْرِ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ مِنْ مَشَارِقِ اْلاَرْضِ اِلَى مَغَارِبِهَا بَرِّهَا وَبَحْرِهَا خُصُوْصًا اِلَى آبَآءِنَا وَاُمَّهَاتِنَا وَاَجْدَادِنَا وَجَدَّاتِنَا وَنَخُصُّ خُصُوْصًا مَنِ اجْتَمَعْنَاههُنَا بِسَبَبِه وَلِاَجْلِه،

اَللهُمَّ اغْفِرْلَهُمْ وَارْحَمْهُمْ وَعَافِهِمْ وَاعْفُ عَنْهُم، اَللهُمَّ اَرِنَاالْحَقَّ حَقًّا وَارْزُقْنَااتِّبَاعَهُ وَاَرِنَاالْبَاطِلَ بَاطِلاً وَارْزُقْنَااجْتِنَابَهُ، اَللهُمَّ اَنْزِلِ الرَّحْمَةَ وَالْمَغْفِرَةَ عَلى اَهْلِ الْقُبُوْرِ مِنْ اَهْلِ لَآاِلهَ اِلاَّ اللهُ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهِ، رَبَّنَا اَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ، سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ، وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، اَلْفَاتِحَةْ

Artinya : Baca Juga >  Ingin Istri Cepat Hamil, Ini Resep dari Rasulullah SAW

Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk, Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah penguasa alam semesta, sebagaimana orang-orang yang bersyukur dan orang-orang yang mendapat banyak kenikmatan memuji-Nya.

Dengan pujian yang sepadan dan nikmat-Nya dan memungkinkan pertambahannya. Wahai Tuhan kami, pujian hanyalah untuk-Mu, sebagaimana yang layak akan kemuliaan Dzat-Mu dan keagungan kekuasaan-Mu.

Ya Allah, limpahkanlah kesejahteraan dan keselamatan kepada Nabi Muhammad junjungan kami dan kepada keluarga beliau. Ya Allah, terimalah dan sampaikanlah pahala Al-Qur’an yang kami baca, tahlil kami, tasbih kami, istighfar kami dan shalawat kami kepada Nabi Muhammad SAW sebagai hadiah yang menjadi penyambung. Sebagai rahmat yang turun dan sebagai berkah yang menyebar kepada kekasih kami, penolong kami dan buah hati kami, pemuka dan pemimpin kami.

Yaitu Nabi Muhammad SAW, juga kepada seluruh kawan-kawan beliau dari kalangan para Nabi dan Rasul, para wali, para syuhada’, orang-orang shalih, para sahabat, para tabi’in, para ulama yang mengamalkan ilmunya, para pengarang yang ikhlas dan orang-orang yang berjihad di jalan Allah Tuhan semesta alam, serta para malaikat yang selalu beribadah, khususnya ditujukan kepada Syekh Abdul Qadir Jailani.

Kemudian kepada seluruh penghuni kubur dari kalangan orang-orang islam laki-laki dan perempuan, orang mukmin laki-laki dan perempuan, dari belahan bumi timur dan barat,
di laut dan di darat, terutama kepada bapak-bapak dan ibu-ibu kami, kakek dan nenek kami, lebih utamakan lagi kepada orang yang menyebabkan kami berkumpul di sini.

Ya Allah, ampunilah mereka, kasihanilah mereka, berilah mereka kesejahteraan dan maafkanlah mereka. Ya Allah, turunkanlah rahmat dan ampunan kepada ahli kubur yang selalu mengucapkan “Laailaaha illallaah muhammadur rasuulullaah” (Tidak ada Tuhan selain Allah, Muhammad adalah utusan Allah)
Ya Allah, tunjukanlah kepada kami kebenaran adalah suatu kebenaran dan anugerahilah kami untuk mengikkutinya dan tunjukkanlah kepada kami kebatilan adalah suatu kebatilan dan anugerahilah kami untuk menjauhinya. 

Wahai Tuhan kami, berikanlah kami kebaikan didunia dan kebaikan di akhirat, serta jauhkanlah kami dari siksa api neraka. Maha suci Tuhanmu, Tuhan pemilik kemuliaan, dari sifat-sifat yang mereka (musuh-musuhNya) berikan. Keselamatan selalu tertuju kepada Rasul, dan segala puji bagi Allah penguasa alam semesta.

SUmber:https://bangkitmedia.com/ini-bacaan-yang-diamalkan-saat-ziarah-kubur/

Pemakaman Islam: Yang Harus Dilakukan Saat Seseorang dalam Keadaan Sakaratul Maut

23 Agustus 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, sakaratul maut didefinisikan sebagai keadaan saat-saat menjelang kematian.

Islam sebagai agama yang lengkap ajarannya, memberikan kita beberapa tuntunan yang harus dilakukan saat kita menemani orang yang sedang dalam keadaan sakaratul maut.

Apa saja tuntunan Islam tersebut?

Alhamdulillah, Al Azhar Memorial Garden telah menyusun pembahasannya.

Namun, sebelum membahas hal tersebut, alangkah baiknya kita mengetahui terlebih dahulu seperti apa gambaran sakaratul maut menurut Islam.

Gambaran Sakaratul Maut Menurut Islam

Islam memberikan gambaran kepada kita bahwa sakaratul maut adalah peristiwa yang sangat menyakitkan. Gambaran ini bisa kita peroleh dari ungkapan Fathimah radhiyâllahu ‘anhâ saat menemani ayahnya menjelang wafat.

Dari Anas radhiyallâhu anhu, ia bercerita:

“Tatkala kondisi Nabi makin memburuk, Fathimah berkata: ‘Alangkah berat penderitaanmu wahai ayahku.’ Beliau lalu menjawab, ‘Tidak ada penderitaan atas ayahmu setelah hari ini.” (HR al-Bukhari)

Gambaran serupa bisa kita lihat dari ungkapan ‘Aisyah radhiyâllahu ‘anhâ:

“Aku tidak iri kepada siapa pun atas kemudahan kematiannya, sesudah aku melihat kepedihan kematian pada Rasulullah.” (HR al-Tirmidzi)

Fakta bahwa sakaratul maut adalah peristiwa yang sangat menyakitkan bahkan pernah disampaikan oleh Nabi Muhammad Shallallâhu ‘alaihi wasallam lewat sabdanya:

“Sakaratul maut itu sakitnya sama dengan tusukan tiga ratus pedang” (HR al-Tirmidzi)

“Kematian yang paling ringan ibarat sebatang pohon penuh duri yang menancap di selembar kain sutera. Apakah batang pohon duri itu dapat diambil tanpa membawa serta bagian kain sutera yang tersobek?” (HR al-Bukhari)

Yang Harus Dilakukan Saat Menemani Orang yang Menghadapi Sakaratul Maut

Orang yang mengalami sakaratul maut berarti ia sedang mengalami peristiwa yang dahsyat. Dan Islam memberikan kepada kita beberapa tuntunan yang harus kita lakukan saat menemani orang yang sedang menghadapi sakaratul maut.

1. Men-talqîn (menuntun) dengan bacaan Lâ ilâha illallâh.

Dari Abu Hurairah radhiyallâhu ‘anhu, ia berkata, sesungguhnya Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:

لَقِّنُوْا مَوْتَاكُمْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله

“Tuntunlah orang yang akan meninggal di antara kalian dengan bacaan Lâ ilâha illallâh.” (HR Muslim)

Dari Mu’adz bin Jabal radhiyallâhu ‘anhu, Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ كَانَ آخِرُ كَلاَمِهِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ دَخَلَ الْجَنَّةَ

Barangsiapa yang akhir perkataannya Lâ ilâha illallâh, dia akan masuk surga. (HR al-Bukhari)

Apabila berbicara dengan ucapan yang lain setelah ditalqin, maka diulangi kembali, supaya akhir dari ucapannya di dunia kalimat tauhid.

2. Berdoa untuknya dan tidak berkata kecuali yang baik.

Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا حَضَرْتُمْ الْمَرِيضَ أَوْ الْمَيِّتَ فَقُولُوا خَيْرًا فَإِنَّ الْمَلَائِكَةَ يُؤَمِّنُونَ عَلَى مَا تَقُولُونَ

“Apabila kalian mendatangi orang sakit atau orang mati, maka janganlah berkata kecuali yang baik, karena sesungguhnya malaikat mengamini apa yang kalian ucapkan.” (HR Muslim)

Penutup

Demikian yang harus kita lakukan saat menemani orang yang mengalami sakaratul maut menurut Islam. Wallâhu a’lam bi al-shawâb.

Pemakaman Islam Al Azhar Karawang 20
Pemakaman Islam Al Azhar Karawang

Tata Cara Memandikan Jenazah Menurut Islam (+ Video)

21 Agustus 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

Sebelum dimakamkan di pemakaman muslim, jenazah orang Islam wajib dimandikan dan dishalatkan terlebih dahulu (hukum memandikan jenazah adalah fardhu kifâyah).

Sama seperti kewajiban lainnya dalam Islam, memandikan jenazah ada syarat dan tata caranya.

Apa syarat dan tata cara memandikan jenazah menurut Islam? Berikut pembahasannya.

Syarat Jenazah yang Wajib Dimandikan Menurut Islam

  1. Jenazah muslim atau muslimah.
  2. Ada tubuhnya.
  3. Bukan mati syahid.
  4. Bukan bayi yang meninggal karena keguguran.

Syarat Orang yang Memandikan Jenazah

  1. Muslim.
  2. Berakal.
  3. Balig.
  4. Berniat memandikan jenazah.
  5. Jujur dan saleh.
  6. Terpercaya, amanah, mengetahui hukum memandikan jenazah, dan mampu menutupi aib si jenazah.

Orang yang Berhak Memandikan Jenazah

Adapun orang yang berhak memandikan jenazah adalah sebagai berikut:

Orang yang paling utama untuk memandikan dan mengkafani jenazah laki-laki adalah orang yang diwasiatkan oleh si jenazah semasa hidupnya, kemudian ayah, kakek, keluarga terdekat, mahramnya, dan istrinya.

Apabila dari pihak keluarga tidak ada yang bisa memandikannya, maka boleh diwakili oleh orang laki-laki lain yang bisa memandikannya.

Orang yang paling utama untuk memandikan dan mengkafani jenazah perempuan adalah ibunya, neneknya, keluarga terdekat dari pihak wanita, dan suaminya.

Apabila dari pihak keluarga tidak ada yang mampu untuk memandikannya, maka boleh diwakili oleh perempuan lain yang mampu dan biasa memandikan jenazah.

Untuk jenazah anak laki-laki boleh perempuan yang memandikannya, dan sebaliknya untuk jenazah anak perempuan boleh laki-laki yang memandikanya.

Jika seorang perempuan dewasa meninggal, sedangkan yang masih hidup semuanya hanya laki-laki, dan dia tidak mempunyai suami, atau sebaliknya seorang laki-laki meninggal sementara yang masih hidup hanya perempuan saja dan ia tidak mempunyai istri, maka jenazah tersebut tidak dimandikan, tetapi cukup ditayamumkan.

Cara mentayamumkannya, yaitu seseorang menepukkan kedua telapak tangannya ke tanah, kemudian mengusapkannya ke bagian wajah dan punggung jenazah.

Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wasallam:

“Jika seorang meninggal ditempat laki-laki dan tidak ada perempuan lain atau laki-laki meninggal di tempat perempuan-perempuan dan tidak ada laki-laki selainnya, maka kedua mayat itu ditayamumkan, lalu dikuburkan karena kedudukannya sama seperti tidak mendapat air.” (HR Abu Daud dan al-Baihaqi)

Untuk semakin memahami penjelasan tentang siapa saja yang berhak memandikan jenazah, silakan saksikan video penjelasan Ustadz Dr. Khalid Basalamah di bawah ini.

Tata Cara Memandikan Jenazah Menurut Islam

Pertama-tama, siapkan semua peralatan untuk memandikan jenazah. Peralatan-peralatan tersebut antara lain:

  1. Ruang tertutup untuk memandikan jenazah.
  2. Tempat atau alas untuk memandikan jenazah. Usahakan agar tempat atau alas pemandian agak miring ke arah kakinya, tujuannya agar air dan semua yang keluar dari jasadnya bisa mengalir ke bawah dengan mudah.
  3. Air secukupnya.
  4. Sabun, air kapur barus, dan wangi-wangian.
  5. Sarung tangan untuk memandikan.
  6. Potongan atau gulungan kain kecil-kecil.
  7. Kain basahan, handuk, dan lain-lain.

Setelah tempat dan peralatan yang dibutuhkan tersedia, maka tibalah saatnya untuk memandikan jenazah.

Pertama kali yang harus dilakukan oleh petugas ialah melunakkan persendian jasad jenazah terlebih dahulu. Apabila kuku si jenazah panjang, maka hendaknya kukunya tersebut dipotong hingga memiliki ukuran panjang yang normal. Begitu pula dengan bulu ketiaknya. Adapun bulu kelamin, maka jangan dicukur, karena itu merupakan aurat besar.

Setelah itu kepala jenazah diangkat sampai setengah duduk, lalu diurut perutnya dengan perlahan hingga semua kotoran dalam perutnya keluar.

Petugas yang memandikan jenazah hendaknya memakai sarung tangan maupun kain untuk membersihkan qubul dan dubur jenazah tanpa harus melihat maupun menyentuh auratnya.

Setelah jenazah dimandikan, kemudian petugas ‘mewudhui’ jenazah sebagaimana wudhu sebelum sholat. Dalam ‘mewudhui’ jenazah tidak perlu memasukkan air ke dalam hidung dan mulut jenazah, akan tetapi petugas cukup membasahi jari yang dibungkus dengan kain, kemudian jari tersebut digunakan untuk membersihkan bibir jenazah, menggosok gigi dan kedua lubang hidungnya hingga bersih.

Selanjutnya petugas menyela jenggot dan mencuci rambut jenazah menggunakan busa perasan daun bidara, atau dengan menggunakan perasan sabun, kemudian sisa perasan daun bidara tersebut digunakan untuk membasuh sekujur tubuh jenazah.

Membasuh Tubuh Jenazah

Saat membasuh jenazah disunnahkan untuk mendahulukan anggota badan sebelah kanan. Pertama membasuh tekuknya yang sebelah kanan, kemudian bahu dan tangan kanannya, kemudian betis, paha dan telapak kaki sebelah kanannya.

Selanjutnya petugas membalikkan tubuhnya dengan posisi miring ke sebelah kiri, kemudian membasuh belahan punggungnya sebelah kanan. Setelah anggota tubuh sebelah kanan telah selesai, kemudian dengan cara yang sama membasuh anggota badan yang sebelah kiri.

Jumlah Bilangan dalam Memandikan Jenazah

Wajib memandikan jenazah sebanyak satu kali. Apabila dilakukan hingga kali maka itu adalah lebih utama (afdhal). Jumlah bilangan dalam memandikan jenazah tergantung pada kotoran yang terdapat pada jenazah.

Pada pembilasan terakhir, air yang digunakan hendaknya dicampur dengan kapur barus terlebih dahulu, agar air tersebut menimbulkan bau harum pada jenazah.

Catatan Penting:

  • Dianjurkan untuk menggunakan air yang sejuk untuk memandikan jenazah. Apabila dibutuhkan air panas untuk menghilangkan kotoran yang menempel pada jenazah, maka tidak mengapa.
  • Boleh menggunakan sabun dalam menghilangkan kotoran pada jenazah, akan tetapi dilarang untuk mengerik atau menggosok kulit jenazah.
  • Boleh menyiwaki gigi jenazah dan menyisir rambutnya.
  • Setelah semua proses pemandian sudah dilaksanakan, kemudian petugas menghanduki jenazah dengan kain atau semisalnya.
  • Jika jenazah tersebut perempuan, maka rambut kepalanya dipintal atau dipilah menjadi tiga pilahan, kemudiann diletakkan di sebelah belakang punggungnya.
  • Apabila jenazah sudah dimandikan sampai tujuh kali, akan tetapi masih keluar kotoran tinja dan sebagainya, maka hendaklah dibersihkan dengan menggunaka air dan menutupnya dengan kapas. akan tetapi jika keluarnya setelah dikafani, maka cukup dibiarkan saja.
  • Apabila ada orang yang meninggal dalam keadaan mengenakan kain ihram saat haji, maka cara pemandiannya sama seperti yang telah dijelaskan diatas dan ditambah dengan siraman dari perasan daun bidara. Akan tetapi yang membedakan adalah tidak perlu dikasih pewangi dan tidak perlu ditutupi kepalanya. Hal ini sesuai dengan sabda Nabi tentang jenazah yang menunaikan haji.
  • Orang yang meninggal karena peperangan membela agama atau syahid, maka jasadnya tidak perlu dimandikan dan ditunaikan shalat jenazah, melainkan hendaklah dikubur bersama pakaian yang dikenakannya.
  • Janin yang gugur berusia empat bulan, maka wajib diberi nama dan diurus sebagaimana mestinya orang dewasa yang meninggal.
  • Apabila ada halangan dalam memandikan jenazah, misalnya karena tidak ada air atau jenazahnya dalam keadaan tidak utuh, maka cukup ditayamumkan. Cara mentayamumkannya yaitu petugas menepukkan kedua telapak tangannya ke tanah, kemudian mengusapkannya ke bagian wajah dan punggung jenazah.
  • Hendaknya petugas yang memandikan atau yang mengurus jenazah menutupi semua aib yang ada pada jenazah, baik dari segi fisik maupun kejadian-kejadian yang lain.

Penutup

Demikian tata cara memandikan jenazah menurut Islam.

Untuk semakin memahami tata cara memandikan jenazah menurut Islam, kami sarankan Anda untuk juga menyaksikan video tutorial memandikan jenazah dari Dompet Dhuafa di bawah ini.

Sholat Jenazah Muslim

18 Agustus 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

Sholat Jenazah Muslim

Bagi umat Islam yang ada saudaranya meninggal dunia mereka berkewajiban mengurus jenazahnya. Hukum mengurus jenazah adalah fardhu kifayah.

Hukum dari fardhu kifayah artinya bila diantara mereka umat Islam ada yang mengurus dengan baik. Mulai dari memandikan, mensholatkan sampai dengan mengubur. Maka umat islam yang tidak ikut sudah tidak berkewajiban dan tidak berdosa.

Namun apabila diantara mereka tidak ada yang mengurusi jenazah yang meninggal, maka semuanya mendapatkan dosa.

Bagi keluarga yang ditinggal mati sekali-kali jangan diratapi kematiannya. Boleh menangis sebagai belasungkawa terhadap hatinya yang memperoleh pukulan pertama. Namun jangan sampai meratap yang sampai menyiksa.

Rasulullah bersabda:

“Segerakanlah mengubur jenazah, apabila dia orang baik berarti kamu mempercepat mengantar dia kepada kebaikan. Apabila dia orang jahat berarti kamu sama dengan menyingkirkan bencana kepada dirimu.” (HR.Muslim).

Keutamaan Sholat Jenazah

Rasulullah bersabda:

مَنْ صَلَّى عَلَى جَنَازَةٍ وَلَمْ يَتْبَعْهَا فَلَهُ قِيرَاطٌ فَإِنْ تَبِعَهَا فَلَهُ قِيرَاطَانِ. قِيلَ وَمَا الْقِيرَاطَانِ قَالَ أَصْغَرُهُمَا مِثْلُ أُحُدٍ

“Barang siapa menshalatkan jenazah dan tidak mengiringinya (ke pemakaman), ia akan memperoleh pahala sebesar satu qirath. Jika dia juga mengiringinya (hingga pemakamannya), ia akan memperoleh dua qirath.”

Ditanyakan, “Apa itu dua qirath?” Beliau menjawab, “Yang terkecil di antaranya semisal Gunung Uhud.” (HR. Muslim)

Dari hadist diatas dapat dipahami kalau sholat Jenazah memiliki keutamaan yang luar biasa. Bagi yang mengusrusi jenazah mulai dari memandikan, mengkafani, mensholatkan dan menguburkannya dengan layak, akan mendapat pahala sebesar 2 qirath.

2 qirath adalah sekitar sebesar gunung uhud. Sangat luar biasa pahalanya bagi yang mau mengurus jenazah kaum muslim di sekitar Anda.

Menunggu Orang Sakaratul Maut

Rasulullah bersabda:

لقنوا موتاكم لااله الا الله

Artinya:

“Tuntunlah orang yang akan meninggal dunia untuk mengucapkan kalimat laa ilaha illaallah.” (HR. Muslim).

Tuntunlah dia dengan kalimat-kalimat yang baik, kalimat tauhid (Laailaa ha ilallah) atau syahadat. Lirihkan tepat ditelinganya sampai lidahnya menirukan.

Misal ucapkan lafadz “Laailla ha illallah”, lirihkan ditelinga orang yang sakaratul maut. Perlu hati-hati, lafadzkan saja kalimat Allah, sebab jangan-jangan nanti ketika mengucapkan kalimat itu baru sampai Laailaa sudah putus nyawanya.

Laa ilaa artinya tidak ada Tuhan. Maka perbanyak lafadz jalalah dilirihkan ditelinganya. Apabila nyawanya sudah dicabut oleh malaikat.

Rasulullah bersabda:

“Tidakkah kamu lihat apabila manusia mati, matanya terbelalak ke atas! “ mereka menjawab , “Ya, kami melihatnya ya Rasulullah! “Rasulullah melanjutkan sabdanya, “Hal itu terjadi karena penglihatannya mengikuti ruh ketika sedang pergi.” (HR.Muslim, dari Abu Hurrairah ra.)

Jangan sekali-kali mendoakan jenazah dengan doa yang jelek melainkan doakan sebagus-bagusnya.

Kewajiban Terhadap Jenazah

Ada 4 kewajiban terhadap jenazah orang yang sudah meninggal:

  1. Memandikan
  2. Mengkafani
  3. Menshalati
  4. Mengubur

Kewajiban ke-1 : Memandikan Jenazah

Pertama-tama yang dilakukan adalah membersihkan kotoran-kotoran di badan termasuk najis-najis yang terdapat pada tubuh jenazah. Membersihkan lubang-lubang termasuk lubang hidung dan lain-lain.

Kemudian memberikan wudhu pada anggota wudhu-nya. Meratakan air keseluruh tubuh dengan tiga kali atau lima kali. Siraman pertama lebih baik menggunakan air yang dicampur dengan sabun. Kedua dengan air bersih dan ketiga (terakhir) dengan air yang dicampur kapur barus.

Jenazah laki-laki dimandikan oleh kaum laki-laki dan jenazah perempuan dimandikan oleh kaum perempuan. Setelah memandikan dan siap dikafani, apabila si mayyit memiliki rambut Panjang lebih praktisnya rambut itu dikepang atau disanggul.

Kewajiban ke-2 : Mengkafani Jenazah

Rasulullah bersabda:

“Dari Abu Salamah ra. dia berkata dan bertanya kepada Aisyah istri Rasulullah, “Berapa lapiskah kafan Rasulullah ya Aisyah?” Aisyah menjawab “Tiga lapis kain katun (putih).” (HR.Muslim)

Kain kafan untuk jenazah laki-laki sebanyak tiga lapis dan perempuan sebanyak dua lapis.

Apabila dua-duanya didalam tubuh ada pakaian lain misalnya kain sarung atau kain jarik maka kain sarung dan kain jarik itu termasuk hitungan tiga kali atau dua lapis.

Cara mengkafani jenazah yaitu letakkan kafan itu ditempat yang baik dan setelah itu letakkan jenazah diatasnya. Kemudian kafan itu ditelungkupkan ke atas untuk menyelubungi atau membungkus badan jenazah.

Kewajiban ke-3 : Mensholatkan Jenazah

Sholat Jenazah boleh dikerjakan di masjid atau di kuburan.

Menurut kitab Tanwiul qulub apabila jenazahnya laki-laki, maka ketika di sholatkan posisi kepala berada di selatan. Sedang jika jenazahnya perempuan posisi kepala disebelah utara.

Untuk jenazah laki-laki imam berdiri tepat kearah kepala jenazah sedangkan jika jenazah perempuan imam berdiri mengarah ke pinggang jenazah. Jadi kalau jenazah perempuan kepalanya ada disebelah kanan imam.

Sholat Jenazah tidak dengan rukuk atau sujud, hanya berdiri dengan 4 takbiran.

Apabila mensholatkan jenazah di daerah kuburan yang mungkin tanah dibawahnya tidak suci. Maka kalau memakai sandal maka jangan dipakai sandal itu, cukup lepas sandal dan berdiri diatas sandal.

Artinya sandal itu dipakai dibuat tempat sholat. Kalau sandal itu dipakai hukumnya adalah tetap sebagai sandal dan kalau dilepas dan ditumpangi atasnya hukumnya sudah berubah menjadi tempat sholat.

Niat Sholat Jenazah

Seperti sholat-sholat lainnya, sholat Jenazah juga diawali dengan membaca niat sholat jenazah dalam hati atau dengan suara lirih.

Untuk bacaan niat sholat Jenazah berbeda antara jenazah laki-laki dan perempuan. Simak ulasan bacaan niat sholat jenazah berikut ini.

Bacaan Niat Sholat Jenazah Laki-Laki Arab

اُصَلِّى عَلَى هَذَاالْمَيِّتِ اَرْبَعَ تَكْبِرَاتٍ فَرْضَ الْكِفَايَةِ مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

Bacaan Niat Sholat Jenazah Laki-Laki Latin

“Ushalli’alaahadzal mayyiti arba’a takbiraatin fardlal kifaayati ma’muuman lillahit ta’aala”

Arti Bacaan Niat Sholat Jenazah Laki-Laki

“Aku niat sholat atas mayit ini dengan empat takbir fardlu kirayah, sebagai makmum karena Allah taala.”

Bacaan Niat Sholat Jenazah Perempuan

Bacaan Niat Sholat Jenazah Perempuan Arab

اُصَلِّى عَلَى هَذِهِ الْمَيِّتَةِ اَرْبَعَ تَكْبِرَاتٍ فَرْضَ الْكِفَايَةِ مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

Bacaan Niat Sholat Jenazah Perempuan Latin

“Ushollii ‘alaa haadzihill mayyitati arba’a takbirootin fardhol kifaayati ma’muuman lillaahi ta’aalaa”

Arti Bacaan Niat Sholat Jenazah Perempuan

“Aku niat sholat atas mayit ini dengan empat takbir fardlu kirayah, sebagai makmum karena Allah taala.”

Syarat Sholat Jenazah

Syarat sholat Jenazah adalah:

  1. Orang yang melakukan sholat Jenazah harus Muslim.
  2. Dalam keadaan suci dari hadast kecil maupun hadast besar.
  3. Menutup aurat seperti layaknya melaksanakan sholat lainnya.
  4. Menghadap kiblat.
  5. Jenazah yang disholati adalah muslim atau beragama islam.
  6. Jenazah yang akan disholati sudah dalam keadaan bersih atau sudah dimandikan.

Sedangkan membungkus jenazah dengan kain kafan tidak termasuk dalam syarat sholat jenazah. Untuk itu boleh melakukan sholat jenazah kepada jenazah yang sudah dimandikan walau belum dikafani.

Rukun sholat Jenazah

Rukun sholat Jenazah ada 7, yaitu:

  1. Niat
  2. Takbir dengan empat takbiran
  3. Berdiri bagi yang kuasa
  4. Membaca Al-Fatihah
  5. Membaca shalawat kepada Nabi Muhammad setelah takbir kedua
  6. Doa terhadap jenazah setelah takbir ketiga
  7. Salam

Tata Cara Sholat Jenazah

1. Berdiri tegak Membaca Niat kemudian Takbiratul Ikhram dilanjutkan membaca Al Fatihah

Seperti sholat -sholat lainnya, setiap akan memulai sholat maka diawali dengan berdiri tegak dan membaca niat sholat jenazah sesuai dengan jenazahnya.

Setelah melafadzkan niat dalam hati atau dengan suara lirih, kemudian takbiratul ihram yang didalam digerakkan niat diatas.

Tangan disedekapkan di atas pusar, kemudian membaca Al-Fatihah, tanpa menambahi dengan surat-surat lain. Semua didalam takbir pertama termasuk niat yang diucapkan didepan tadi.

2. Takbir Kedua Kemudian Membaca Sholawat

Membaca takbir kedua dengan mengangkat tangan setinggi telinga atau sejajar bahu. Kemudian tangan kembali disedekapkan di atas pusar.

Kemudian membaca shalawat kepada Nabi Muhammad. Boleh membaca sholawat nabi yang pendek dan boleh juga yan panjang sebagaimana shalawat nabi yang umum berikut.

Bacaan Sholawat Nabi Arab

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَماَ صَلَّيْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنـَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ اَللَّهُمَّ باَرِكْ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَماَ باَرَكْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنـَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

Bacaan Sholawat Nabi Latin

“Allohumma solli ‘alaa muhammad, wa ‘alaa aali muhammad, kamaa sollaita ‘alaa aali ibroohim, wa baarik ‘alaa muhammad, wa ‘alaa aali muhammad, kamaa baarokta ‘alaa aali ibroohim, fil ‘aalamiina innaka hamiidummajiid.”

Arti Bacaan Sholawat Nabi

“Ya Allah, anugerahkan shalawat kepda Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad sebagaimana Engkau telah memberikan shalawat kepada Nabi Ibrahim.Berikanlah keberkahan kpada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad sebagaimana Engkau telah memberkahi kepada keluarga Nabi Ibrahim dan keluarganya. Di dalam alam inilah Engaku Tuhan yang Maha Terpuji dan Maha Mulya.”

3. Takbir Ketiga Kemudian Membaca Doa Untuk Jenazah

Mendoakan kepada jenazah, dengan membaca doa sholat jenazah sebagai berikut.

Doa Sholat Jenazah

Bacaan Doa Sholat Jenazah Arab

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ أَوْ مِنْ عَذَابِ النَّارِ

Bacaan Doa Sholat Jenazah Latin

“Allahummaghfirlahu wahamhu wa’aafihi wa’fu anhu, wa akrim nuzulahu wawassi’ madkhalahu wa aghsilhu minal khathaayaa kamaa yunaqqats tsaubulabyadlu minad danas. Wa abdilhu daaraan khairam mind daarihi wa ahlan khairam min ahlihi wa ad khilhul jannata waaidzhu min ‘adsaabil qabri wa min ‘adsaabin naar.”

Arti Bacaan Doa Sholat Jenazah

“Ya Allah, ampunilah din, belas kasihanilah dia, hapuskanlah dan ampinulah dosa-dosanya, mulyakan tempatnya (ialah surga) dan luaskanlah kuburannya. Basuhkanlah kesalahan-kesalahannya sampai bersih sebagaimana bersihnya kain putih dari kotoran.”

“Gantikanlah rumah lebih baik daripada rumahnya yang dulu, keluarganya lebih baik daripada keluarganya yang dulit; dan masukkanlah ia ke dalam surge dan jauhkanlah ia dari siksa kubur dan siksa api neraka.”

Apabila jenazahnya perempuan cukup mengganti lafadz “hu” menjadi “ha“, seperti contoh berikut.

“Allaahummagh firlahu war hamhu wa’aafihu wa’fu ‘anhu wa akrim nuzulahudiganti menjadi berikut.

“Allaahummagh firlaha war hamha wa’aafiha wa’fu ‘anha wa akrim nuzulaha

4. Takbir Keempat Kemudian Berdoa Untuk Jenazah Lagi

Setelah takbir keempat, kemudian membaca Doa sholat jenazah lagi sebagai berikut.

اللَّهُمَّ لاَ تَحْرِمْنَا أَجْرَهُ وَلاَ تَفْتِنَّا بَعْدَهُ وَ اغْفِرْ لَنَا وَلَهُ

“Allahumma laa tahrrimna aj-rahu walaa taftinnaa ba’dahu wagh firlanaa walahu”

Artinya :

“Ya Allah, janganlah engkau menutup-nutupi pahala mayit ini kepada kami dan janganlah diberikan fitnah kepada kami setelah kami meninggalkan mayit tersebut, ampunilah kami dan ampunilah dia.”

Jika jenazahnya perempuan, maka “hu” diganti “ha” menjadi:

اللَّهُمَّ لاَ تَحْرِمْنَا أَجْرَهَا وَلاَ تَفْتِنَّا بَعْدَهَا وَ اغْفِرْ لَنَا وَلَهَا

“Allahumma laa tahrrimna aj-raha walaa taftinnaa ba’daha wagh firlanaa walaha”

Dalam takbir ke empat ini apabila jenazahnya belum baligh diganti doa sebagai berikut.

Doa Jenazah Anak-Anak yang Belum Baligh

Doa Jenazah Anak-Anak yang Belum Baligh Arab

اَللَّهُمَّ اجْعَلْهُ فَرَطًا وَذُخْرًا لِوَالِدَيْهِ، وَشَفِيْعًا مُجَابًا. اَللَّهُمَّ ثَقِّلْ بِهِ مَوَازِيْنَهُمَا وَأَعْظِمْ بِهِ أُجُوْرَهُمَا، وَأَلْحِقْهُ بِصَالِحِ الْمُؤْمِنِيْنَ، وَاجْعَلْهُ فِيْ كَفَالَةِ إِبْرَاهِيْمَ، وَقِهِ بِرَحْمَتِكَ عَذَابَ الْجَحِيْمِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِأَسْلاَفِنَا، وَأَفْرَاطِنَا وَمَنْ سَبَقَنَا بِاْلإِيْمَانِ

Doa Jenazah Anak-Anak yang Belum Baligh Latin

“Allaahummaj ‘alhu farothon wa dzukhron liwaalidaihi, wa syafii’an mujaaban. Allaahumma tsaqqil bihi mawaaziinahumaa wa a’zhim bihi ujuurohumaa, wa alhiqhu bishoolihil mu’miniin, waj ‘alhu fii kafaalati ibroohiim, wa qihi birohmatika ‘adzaabal jahiim, wa abdilhu daaron khoiron min daarihi, wa ahlan khoiron min ahlihi. Allaahummaghfir li-aslaafinaa, wa afroothinaa wa man sabaqonaa bil iimaan.”

Arti Doa Jenazah Anak-Anak yang Belum Baligh

“Ya Allah, jadikanlah kematian anak ini sebagai pahala yang didahulukan, simpanan bagi kedua orang tuanya dan pemberi syafaat yang dikabulkan doanya. Ya Allah, dengan musibah ini, beratkanlah timbangan perbuatan mereka dan berilah pahala yang agung.”

“Anak ini kumpulkan dengan orang-orang yang shalih dan jadikanlah dia dipelihara oleh Nabi Ibrahim. Peliharalah dia dengan rahmatMu dari siksaan Neraka Jahim. Berilah rumah yang lebih baik dari rumahnya (di dunia), berilah keluarga (di Surga) yang lebih baik daripada keluarganya (di dunia). Ya Allah, ampunilah pendahulu-pendahulu kami, anak-anak kami, dan orang-orang yang mendahului kami dalam keimanan.”

5. Mengucapkan Salam

Setelah selesai membaca doa sholat jenazah pada takbir keempat, kemudian dilanjutkan dengan mengucapkan salam sambil menoleh kekanan dan kekiri.

Bacaan Salam

Bacaan Salam Arab

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Bacaan Salam Latin

“Assalaamu’alaikum warahmatullah wa barakaatuh”

Arti Bacaan Salam Arab

“Salam sejahtera untuk semua, rahmat Allah dan Barokah Allah juga untuk kamu semua.”

6. Doa Selesai Sholat Jenazah

Sebelum berdoa sebaiknya imam memimpin untuk memberikan kepada jenazah, membaca Al-Fatihah (kemudian berdoa dan makmum meng-Amiinkan doa imam tersebut).

Doa Setelah Sholat Jenazah

Doa Setelah Sholat Jenazah Arab

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
اَللّٰهُمَّ صَلِّى عَلٰى سَيِّدِنَامُحَمَّدٍوَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَامُحَمَّدٍ. اَللّٰهُمَّ بِحَقِّ الْفَتِحَةِ.اِعْتِقْ رِقَابَنَاوَرِقَابَ هٰذَاالْمَيِّتِ (هٰذِهِ الْمَيِّتَتِ) مِنَ النَّارِ٣× اَللّٰهُمَّ اَنْزِلِ الرَّحْمَةَ وَالْمَغْفِرَةَعَلٰى هٰذَالْمَيِّتِ (هٰذِهِ الْمَيِّتَتِ) وَاجْعَلْ قَبْرَهٗ(هَا)رَوْضَةًمِنَ الْجَنَّةِ.وَلاَتَجْعَلْهُ لَهٗ (لَهَا) حُفْرَةًمِنَ النِّيْرَانِ.وَصَلَّى اللّٰهُ عَلٰى خَيْرِخَلْقِهٖ سَيِّدِنَامُحَمَّدٍوَاٰلِهٖ وَصَحْبِهٖ اَجْمَعِيْنَ وَالْحَمْدُلِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Doa Setelah Sholat Jenazah Latin

“Bismillaahirrahmaanirrahiim, Allaahumma sholli ‘alaa sayyidinaa Muhammadin wa’alaa aali sayyidinaa Muhammadin.”

“Allaahumma bihaqqil fatihati i’tiq riqaa banaa wariqaaba haadzal mayyiti (haadzihil mayyitati) waj’al qabrahuu (haa) roudhotan minal jannati. Walaa taj’alhu lahuu (lahaa) hufratan minanniiraani. Washollallaahu ‘alaa khoiri kholqihi sayyidinaa Muhammadin wa aalihii washohbihii ajma’iina walhamdulillaahi rabbil ‘aalamiina.”

Arti Doa Setelah Sholat Jenazah

“Ya Allah, curahkanlah rahmat atas junjungan kami Nabi Muhammad dan kepada keluarga Nabi Muhammad. Oh Allah, dengan berkahnya surat Al Fatihah, bebaskanlah dosa kami dan dosa mayat ini dari siksaan api neraka (3 kali).”

“Ya Allah, curahkanlah rahmat dan berilah ampunan kepada mayat ini. Dan jadikanlah tempat kuburnya taman nyaman dari surga dan janganlah Engkau menjadikan kuburnya itu lubang jurang neraka. Semoga Allah memberi rahmat kepada semulia-mulia makhluk-Nya yaitu junjungan kami Nabi Muhammad dan keluarganya serta sahabat-sahabatnya sekalian. Segala puji bagi Allah Tuhan seluruh alam.”

Kewajiban ke-4 : Menguburkan Jenazah

Kewajiban yang keempat yaitu menguburkan jenazah secepatnya. Proses menguburkan jenazah untuk umat muslim tidak asal dimasukkan ke lubang dan ditimbun tanah begitu saja.

Ada beberapa aturan pe;aksanaan penguburan jenazah yang sudah ditetapkan dalam ajaran Islam. Ada perlakuan khusus yang harus dilakukan dan juga ada doa-doa yang harus diucapkan.

Allah berfirman dalam Al Quran surah Al-Isra ayat 70

وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آدَمَ

Artinya:

“Dan sungguh telah Kami muliakan anak keturunan Adam.” (QS. Al-Isra ayat 70)

Langkah-Langkah Menguburkan Jenazah Sesuai Syariat Islam

  1. Jenazah dikuburkan didalam sebuah lubang yang dalamnya sekitar tingginya orang dewasa berdiri dan dengan lebar seukuran satu dzira lebih satu jengkal.
  2. Ketika menaruh jenazah ke lubang kubur wajib memiringkan tubuh jenazah ke sebelah kanan dan menghadapkannya ke arah kiblat.
  3. Melepas tali ikatannya dimulai dari kepala setelah jenzah diletakkan dalam lubang kubur.
  4. Menutup lubang kubur dan memberikan batu nisan sebagai tanda biar mudah dikenali jenazah yang dikuburkan.

Sholat Jenazah Ghaib

Didalam kitab Sarah Imam Nawawi ada anjuran untuk melakukan sholat ghaib kepada jenazah.

Shalat ghaib adalah melakukan sholat jenazah yang kematiannya sudah berlalu, hal ini dishalati walaupun jenazahnya tidak ada didepan mereka.

Walaupun jenazah yang meninggal sudah berlalu atau meninggal pada hari itu, akan tetapi jenazahnya tidak ada di depan yang melaksanakn sholat jenazah bisa disebut juga dengan sholat ghaib.

Biasanya para umat muslim tersebut mengerjakan sholat jenazah kepada jenazah yang terkenal masa-masanya atau memiliki kedekatan lebih kepada Allah. Misalnya meninggalnya seorang kiyai atau ustadz yang lokasinya jauh.

Bisa juga untuk jenazah yang dulunya seorang pemimpin yang bijaksana. Dan kematiannya itu sangat jauh bilamana para jamaah ikut melayat ke sana, maka cukup dirumah dan menyampaikan dengan shalat ghaib.

Sesuai dengan Rasulullah ketika Raja Habsyah meninggal dunia. Rasulullah lantas mengumumkan kepada orang banyak atas kematian raja tersebut dan setelah itu mereka pergi ke masjid menunaikan shalat jenazah atas raja Habsyah.

Waktu itu raja Habsyah tidak ada di depan mereka, keadaan inilah yang disebut sholat ghaib.

Tata Cara Sholat Ghaib

Tata cara sholat ghaib atau rukun sholat ghaib tidak berbeda dengan tata cara sholat jenazah yang sudah dijelaskan sebelumnya.

Pada sholat ghaib hanya berbeda pada bacaan niatnya saja.

Bacaan Niat Sholat Ghaib

Bacaan Niat Sholat Ghaib Arab

أُصَلِّى عَلَى اْلمَيِّتِ (اْلمَيِّتَةِ) اْلغَائبِ أَرْبَعَ تَكْبِيْرَاتٍ فَرْضَ اْلكِفَايَةِ لِلّهِ تَعَالى

Bacaan Niat Sholat Ghaib Latin

“Ushalli ‘alaa mayyiti (sebut nama mayit) al ghaaibi arba’a takbiiraatin fardlu kifaayati lillaahi ta’aala.”

Arti Bacaan Niat Sholat Ghaib

“Aku niat shalat kepada mayit….(sebut nama mayit) yang ghaib dengan empat takbir fardlu kifayah karena Allah ta’aala.”

Mengenai doa setelah salam atau doa setelah sholat ghoib boleh menggunakan doa yang sudah dijelaskan sebelumnya.

Tata Cara Mengurus Bayi yang Meninggal

Bayi yang lahir kemudian langsung meninggal dunia biasanya kelahirannya sebelum 6 bulan kandungan. Bayi 6 bulan jelas sudah bernyawa akan tetapi kesempuraan didalam dirinya ada kekurangan, sehingga ada yang meninggal dan juga ada yang hidup.

Untuk mengurus kematian bayi seperti ini ada ketentuan-ketentuan yang harus diperhatikan, sebab tidak lamanya bayi maninggal di urus dengan tata kewajiban muslim kepada jenazah.

Ketentuan-ketentuan untuk mengurus Bayi yang meninggal

  1. Apabila bayi sudah lahir dan bayi sempat menjerit sebentar kemudian meninggal, hukumnya seperti anak yang meninggal. Perlu dimandikan, dikafani, dishalati dan dikubur.
  2. Bayi yang lahir tanpa ada jeritan dan langsung mati, sementara bentuk tubuhnya sudah sempurna, kita hanya berkewajiban memandikan, mengkafani dan mengubur.
  3. Bayi yang lahir tanpa ada jeritan dan langsung mati dan belum sempurna bentuk tubuhnya hanya berkewajiban mengubur saja.

Sumber:https://wisatanabawi.com/sholat-jenazah/

Tata Cara Ziarah Kubur Saat Bulan Ramadhan

2 Mei 2021 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

Berziarah saat bulan Ramadhan ke makam orang tua atau sanak saudara yang sudah meninggal merupakan tradisi turun-tumurun yang sering dilakukan orang Indonesia sejak dulu. Hal ini biasanya dilakukan berbarengan saat mudik ke kampung halaman, sehingga seseorang tidak hanya pulang untuk bersilaturahim dengan keluarga yang masih hidup saja, tapi juga untuk mengunjungi dan mendoakan mereka yang sudah tiada.

Baca juga: Adab dan Tata Cara Ziarah Kubur: Doa Ziarah Kubur Muslim

Menurut Prof. Dr. Muhammad Quarish Shihab, seorang cendikiawan muslim dan mantan Menteri Agama, ziarah kubur merupakan anjuran atau sunnah, tetapi bukan keharusan baik itu di bulan Ramadhan atau bukan. Selain untuk mendoakan, ziarah kubur juga hendaknya merupakan salah satu cara bagi kita agar selalu beriman dan ingat kepada akhirat.
Nah, lantas seperti apakah tata cara ziarah kubur yang baik dan benar saat bulan Ramadhan? Berikut ulasannya.

  1. Sebelum pergi berziarah sebaiknya peziarah berwudhu terlebih dahulu agar suci dari hadast, karena pada saat berziarah akan membaca beberapa surat dari Al-Qur’an.
  2. Mengucapkan salam saat memasuki area pemakaman. Salam ini merupakan bentuk doa keselamatan yang diperuntukkan bagi para penghuni kubur.
  3. Saat membaca doa, adab berdoa yang baik dan benar adalah sambil menghadap kiblat. Hal ini juga berlaku saat membacakan doa untuk keluarga yang sudah meninggal.
  4. Beberapa doa yang dibacakan saat berziarah adalah bacaan tahlil dan surat-surat pendek seperti Al-Fatihah, Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Naas. Ada pula doa ziarah kubur yang dipanjatkan adalah:

    يُنَقَّى كَمَا والْخَطَايَا الذُّنُوبِ مِنَ وَنَقِّهِ وَالْبَرَدِ وَالثَّلْجِ بِالْمَاءِ وَاغْسِلْهُ مَدْخَلَهُ وَوَسِّعْ نُزُلَهُ وَأَكْرِمْ عَنْهُ وَاعْفُ عَافِهِ وَ وَارْحَمْهُ لَهُ اغْفِرْ اَللَّهُمَّ
    النَّار عَذَابِ وَمِنْ الْقَبْرِ عَذَابِ مِنْ وَأَعِذْهُ الْجَنَّةَ وَأَدْخِلْهُ زَوْجِهِ مِنْ خَيْرًا جًاوْزَ وَ دَارِهِ مِنْ خَيْرًا دَارًا وَأَبْدِلْهُ الدَّنَسِ مِنَ الْأَبْيَضُ الثَّوْبُ
    فِيهِ لَهُ ونَوِّرْ قَبْرِهِ فِي لَهُ وَافْسَحْ

    Allahummaghfirlahu warhamhu wa ‘aafihi wa’fu anhu wa akrim nuzuulahu wa wassi’ madhollahu waghsilhu bil maa’i watssalji walbaradi wa naqqihi minaddzzuunubi walkhathaya kamaa yunaqqatssaubul abyadhu minad danasi. Wabdilhu daaran khairan min daarihi wa zaujan khairan min zaujihi. Wa adkhilhul jannata wa aidzhu min adzabil qabri wa min adzabin naari wafsah lahu fii qabrihi wa nawwir lahu fiihi.

    Artinya: “Ya Allah, berilah ampunan dan rahmat kepadanya. Berikanlah keselamatan dan berikanlah maaf kepadanya. Berikanlah kehormatan untuknya, luaskanlah tempat masuknya. Mandikanlah dia dengan air, es, dan embun. Bersihkanlah dia dari kesalahan sebagaimana Engkau bersihkan baju yang putih dari kotoran. Gantikanlah untuknya rumah yang lebih baik dari rumahnya, istri yang lebih baik dari istrinya. Masukkanlah dia ke dalam surga, berikanlah perlindungan kepadanya dari adzab kubur dan adzab neraka. Lapangkanlah baginya dalam kuburnya dan terangilah dia di dalamnya.” (Hadist Riwayat Muslim)

Baca juga: Pemakaman Muslim yang Bersih Membuat Ziarah Menjadi Lebih khusyuk

  1. Dianjurkan untuk berdiri saat sedang membaca doa, karena peziarah dilarang untuk duduk atau menginjak bagian atas makam.
  2. Dilarang untuk melakukan hal-hal yang berlebihan saat berziarah, misalnya dengan menjadikan makam seperti masjid, menyembah kuburan, mencium batu nisan, menangis tersedu-sedu sambil berteriak, dan lain sebagainya.

Itu dia beberapa tata cara berziarah kubur yang baik dan benar saat bulan Ramadhan menurut anjuran dan sunnah Rasulullah.

Nah, jika Anda ingin berziarah ke Taman Pemakaman Al-Azhar Memorial Garden Karawang, kami menyediakan fasilitas berupa tenda dan kursi ziarah agar waktu Anda berkunjung untuk mendoakan keluarga terkasih menjadi terasa lebih nyaman. Untuk pemesanan, silakan menghubungi admin kami di nomor 081218811883 minimal dua hari sebelumnya.

Pemakaman Islam Menjaga Syar’i Hingga Liang Lahat

7 Mei 2020 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

Tahukah anda bahwa dalam Islam ada petunjuk agar makam muslim dan non muslim tidak dianjurkan berada dalam satu komplek pemakaman? Mengapa. Karena Allah memuliakan orang muslim. Syariat Islam sudah memberi pedoman agar tidak menguburkan orang kafir di pemakan muslim demikian juga sebaliknya. Kuburan non muslim adalah tempat Allah akan memberi azab sementara pada makam muslim Allah akan memberikan rahmat Allah berupa ampunan dosa. Maka tak selayaknya tempat yang penuh adzab disatukan dengan tempat akan diturunkannya rahmat Allah.

Sebagaimana disabdakan Rasul SAW: “Aku terbebas dari orang muslim yang berdampingan dengan orang musyrik.” Kemudian Rasul bersabda lagi: Supaya api dari keduanya tidak saling berdampingan”. HR. Abu Daud).

Inilah  salah satu alasan mengapa kemudian Yayasan Pesantren Islam (YPI) lewat divisi usahanya mengembangkan komplek pemakaman muslim yang diberi nama Al-Azhar Memorial Garden yang terletak di Jalan Raya Peruri KM.53-54, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Sebagai bentuk kepedulian Al-Azhar terhadap persoalan yang berkaitan dengan pemakaman dan bagaimana melaksanakan prosesi kematian secara syar’i.

Manajemen Al-Azhar Memorial Gaden mengejawantahkan visi dan misi dengan benar-benar menjalankan prosesi pemakaman dari hulu ke hilir dengan bersandarkan pada nilai-nilai yang telah digariskan oleh agama.

Apa sajakah yang berkaitan dengan prosesi pemakaman yang sesuai dengan landasan syari itu?

  1. Makam Muslim tidak boleh bercampur dengan makam non muslim.
  2. Harus Menghadap kiblat.
  3. Sederhana hanya terdiri dari gundukan tanah tidak dibangun apapun diatasnya.
  4. Tidak boleh dilangkahi, diduduki atau diinjak-injak.
  5. Kedalaman makam 1,5 meter
  6. Boleh meletakkan batu nisan sebagai penanda.
  7. Berdasarkan Fatwa MUI DKI Jakarta tahun 2011, menumpuk jenazah hukumnya haram.
  8. Berdasarkan Fatwa MUI No.9 tahun 2014, membeli makam dimana terdapat unsur tabzir & israf didalamnya adalah haram.
  9. Syariat pemakaman dalam Islam ditujukan untuk memperlakukan jenazah dengan hormat.

Selain prosesi pemakaman yang berlandaskan nilai-nilai syar’i, Al-Azhar Memorial Garden juga memperlakukan semua area dengan konsep yang sama, tanpa hiasan yang berlebih kecuali nisan sebagai penanda.

Satu hal yang menarik dan layak diapresiasi adalah dibukanya pintu amal kebaikan kepada siapapun untuk bisa mewakafkan tanah kuburan di area makam ini kepada muslim lainnya sebagai bentuk kepedulian muslim terhadap muslim lainnya, Tentu saja ada aturan yang harus dilakukan bersama antara muwakif dan nadzir dalam hal ini adalah manajemen AMG agar proses wakaf ini dapat berjalan dengan sebaik-baiknya.

Dari luas 25 ha yang disediakan saat ini oleh AMG dengan kebutuhan tiap makam sekitar 3×2 meter persegi, maka lubang yang tersedia diperkirakan sekitar 29 ribu lubang yang disediakan kepada seluruh muslimim yang berniat menyiapkan makam untuk dirinya atau keluarganya. Saat ini AMG sudah memasuki tahap ke V pada aspek pemasarannya dengan jumlah lubang yang sudah dibeli sekitar 3.000 liang yang sudah dipesan sejak hadirnya AMG pada 2012.

Bagaimana dengan harga yang ditawarkan, mahalkah?

Bila melihatnya dari sisi ukuran tanah yang dibeli memang terkesan mahal, namun harus dilihat bahwa proses pemeliharaan tanah mulai dari awal dibeli hingga dikuburkan serta pemeliharaan sepanjang masa tentu nilai yang ditawarkan di Al-Azhar Memorial Garden akan terasa tidak ada artinya dengan jumlah nominal yang dikeluarkan.

Pemakaman Islam Al Azhar Karawang 15
Pemakaman Islam Al Azhar Karawang

Ramadhan Ziarah Kubur Tetap Syariah Hingga Peristirahatan Terakhir

7 Mei 2020 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

Memasuki bulan Ramadhan salah satu tradisi umat Islam di Indonesia ialah ziarah ke makam orang tua, keluarga atau kerabat. Dulu saya rutin melakukannya ketika masih di Semarang. Sejak tinggal dan bekerja di Jakarta, kegiatan ziarah biasanya saya lakukan menjelang hari Raya Idul Fitri.

Kegiatan ziarah ke makam awalnya bagi saya hanya sebatas mendoakan almarhum orang tua atau keluarga tanpa peduli di mana dimakamkan. Di beberapa daerah makam masih menjadi tempat yang menyeramkan untuk didatangi.

Namun beberapa tahun terakhir ada perubahan tren yang terjadi. Tempat pemakaman menjadi menyenangkan bahkan tempat rekreasi karena fasilitas hiburan seperti danau atau taman. Awalnya saya menyambut baik tren tersebut karena mengubah image makam menjadi keren dan berbobot. Tetapi kebanyakan orang yang dimakamkan di tempat tersebut beragama non Muslim dan dengan harga yang mahal. Tak lama muncul pemakaman syariah yang dikelola lembaga pendidikan ternama di Karawang Timur.

Ada dua hal penting dalam hakikat pemakam Islam yang harus diketahui yaitu menguburkan jenazah dengan hormat dan melakukan ziarah kubur untuk mengingat kematian. Selain itu ada tujuh hal penting dalam memilih pemakaman sesuai dengan syariat Islam antara lain :

a. tidak boleh bercampur dengan makam non muslim

b. harus menghadap kiblat

c. sederhana

d. tidak boleh dilangkahi atau diinjak

d. kedalaman hanya 1,5 meter

e. boleh meletakkan nisan sebagai penanda

f. jenazah tidak boleh ditumpuk dan tidak boleh berfungsi sebagai tempat wisata

Mendengar hal itu saya menjadi terkejut karena baru mengetahuinya dan menganggap wajar tempat makam yang dijadikan hiburan. Ternyata hakikat manusia melakukan ziarah kubur agar membuat kita merasa cukup dan bersyukur, mengenang jasa orang yang telah meninggal dan mendorong jadi lebih baik dalam beribadah.

Pemakaman Islam Al Azhar Memorial Garden Karawang Taman Pemakaman Muslim 14
Pemakaman Islam Al Azhar Memorial Garden Karawang Taman Pemakaman Muslim

Tata Cara Shalat Jenazah Muslim Sesuai Sunnah Islam

7 Mei 2020 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

Tata cara shalat jenazah sesuai sunnah dan doa shalat jenazah penting diketahui oleh umat Islam. Walaupun hukum menyelenggarakan shalat jenazah adalah fardhu kifâyah (wajib dilaksanakan minimal oleh satu orang), tapi setiap individu muslim perlu menguasainya agar muslim yang satu bisa menggantikan muslim yang lain untuk memimpin shalat jenazah secara berjama’ah.

Sebab, berdasarkan fakta di lapangan, terutama di daerah-daerah, sangat sedikit yang menguasai tata cara shalat jenazah dan doa shalat jenazah yang sesuai dengan sunnah.

Nah, bagaimana tata cara shalat jenazah sesuai sunnah?

Al Azhar Memorial Garden telah menyusun pembahasannya.

Berikut penjelasannya.

Tata Cara Shalat Jenazah Sesuai Sunnah

Shalat jenazah berbeda dengan shalat pada umumnya, karena di dalam shalat jenazah tidak ada gerakan rukuk, i’tidâl, dan sujud. Shalat jenazah harus dilakukan sebelum jenazah diantarkan ke pemakaman.

Rukun shalat jenazah meliputi:

  1. Niat.
  2. Melakukan empat kali takbir.
  3. Berdiri (bagi yang mampu).
  4. Membaca surah Al-Fatihah usai takbir pertama.
  5. Membaca shalawat kepada Nabi Muhammad Shallallâhu ‘alaihi wa sallam usai takbir kedua.
  6. Membaca doa shalat jenazah usai takbir ketiga.
  7. Mengucapkan salam usai takbir keempat.

Adapun tata cara shalat jenazah sesuai sunnah urutannya adalah sebagai berikut:

  1. Berniat.
  2. Melakukan takbiratul ihram (takbir pertama). Setelah melakukan takbir pertama, tidak perlu membaca istiftah, melainkan langsung membaca basmalah, lalu surah Al-Fatihah.
  3. Setelah membaca surah Al-Fatihah, maka dilanjutkan dengan melakukan takbir kedua yang diikuti dengan bershalawat kepada Nabi Muhammad Shallallâhu ‘alaihi wa sallam semisal shalawat yang dibaca pada tasyahud akhir dalam shalat wajib lima waktu, yaitu Allâhumma shallî ‘alâ Muhammad wa ‘alâ âli Muhammad.
  4. Setelah itu melakukan takbir yang ketiga dan mendoakan jenazah dengan doa-doa yang terdapat di dalam hadis-hadis shahih.
  5. Setelah itu melakukan takbir keempat. Setelah melakukan takbir keempat, berhentilah sejenak, lalu salam dengan salam yang sempurna ke arah kanan dengan satu kali salam (berdasarkan hadis riwayat Abu Hurairah), atau dua kali salam sebagaimana salat pada umumnya (berdasarkan hadits riwayat al-Baihaqi).

Niat Shalat Jenazah

Niat wajib digetarkan dalam hati. Apabila dilafalkan secara lisan, maka niat shalat jenazah bisa dilafalkan dengan lafaz berikut:

Niat shalat jenazah apabila jenazahnya laki-laki:

أُصَلِّي عَلىٰ هٰذَا الـمَيِّتِ أَرْبَعَ تَكْبِيْرَاتٍ فَرْضَ كِفَايَةٍ للهِ تَعَالىٰ

Niat shalat jenazah apabila jenazahnya perempuan:

أُصَلِّي عَلىٰ هٰذِهِ الـمَيِّتَةِ أَرْبَعَ تَكْبِيْرَاتٍ فَرْضَ كِفَايَةٍ للهِ تَعَالىٰ

Apabila kita bertindak sebagai imam, maka kita harus menambahkan lafaz إِمَامًا sebelum للهِ تَعَالىٰ, apabila kita sebagai makmum, maka lafaz إِمَامًا diganti menjadi مَأْمُوْمًا.

Doa Shalat Jenazah

Seusai melakukan takbir yang ketiga, kita disunnahkan membaca doa shalat jenazah dengan doa-doa yang terdapat di dalam hadis-hadis shahih.

Apa saja doa shalat jenazah yang terdapat di dalam hadis-hadis shahih? Berikut di antaranya.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الذُّنُوبِ والْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ عَذَابِ النَّار, وَافْسَحْ لَهُ فِي قَبْرِهِ، ونَوِّرْ لَهُ فِيهِ

“Ya Allah, berikanlah ampunan dan rahmat-Mu kepadanya, maafkanlah kesalahannya, muliakanlah kematiannya, lapangkanlah kuburnya, dan cucilah ia dengan air, salju, dan embun. Bersihkanlah ia dari dosa sebagaimana bersihnya pakaian putih dari noda. Berikanlah ia kediaman yang lebih baik dari pada kediamannya selama di dunia, keluarga yang lebih baik dari pada keluarganya selama di dunia, dan pasangan yang lebih baik dari pada pasangannya selama di dunia. Perkenankanlah ia untuk memasuki surga-Mu, hindarkanlah ia dari azab kubur dan siksa neraka. Lapangkanlah baginya dalam kuburnya dan terangilah ia di dalamnya.” (HR Muslim)

Apabila yang dishalatkan itu jenazah perempuan, maka dhamir muzakkar (kata ganti jenis laki-laki) diganti menjadi dhamir muannats (kata ganti jenis perempuan), sehingga doa shalat jenazah menjadi berbunyi:

للَّهُمَّ اغْفِرْ لَهَا وَارْحَمْهَا وَعَافِهَا وَاعْفُ عَنْهَا، وَأَكْرِمْ نُزُلَهَا، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهَا، وَاغْسِلْهَا بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهَا مِنَ الذُّنُوبِ والْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهَا دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهَا، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهَا، وَأَدْخِلْهَا الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهَا مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ عَذَابِ النَّار, وَافْسَحْ لَهَا فِي قَبْرِهَا، ونَوِّرْ لَهَا فِيهِ

Apabila yang dishalatkan itu jenazah anak kecil laki-laki, maka doa shalat jenazah yang dibaca adalah…

اللّهُمَّ اجْعَلْهُ لِوَالِدَيْهِ فَرَطًا وَأَجْرًا وشَفِيعًا مُجَابًا‏

“Ya Allah, jadikanlah dia sebagai simpanan, pahala, dan sebagai syafaat yang mustajab untuk kedua orang tuanya.” (HR al-Bukhari)

اللَّهُمَّ ثَقِّلْ بِهِ مَوَازِينَهُمَا، وَأَعْظِمْ بِهِ أُجُورَهُمَا، وَأَلْحِقْهُ بِصَالِحِ سَلَفِ الْمُؤْمِنِينَ، وَاجْعَلْهُ فِي كَفَالَةِ إِبْرَاهِيمَ، وَقِهِ بِرَحْمَتِكَ عَذَابَ الْجَحِيمِ‏

“Ya Allah, perberatlah karenanya timbangan kebaikan kedua orang tuanya, perbanyaklah pahala kedua orang tuanya, dan kumpulkanlah dia bersama orang-orang shalih terdahulu dari kalangan orang yang beriman, masukkanlah dia dalam pengasuhan Ibrahim, dan dengan rahmat-Mu, peliharalah dia dari azab api neraka.”

Apabila yang dishalatkan itu jenazah anak perempuan, maka dhamir muzakkar (kata ganti jenis laki-laki) diganti menjadi dhamir muannats (kata ganti jenis perempuan), sehingga doa menjadi berbunyi:

اللّهُمَّ اجْعَلْهَا لِوَالِدَيْهَا فَرَطًا وَأَجْرًا وشَفِيعًا مُجَابًا‏

اللَّهُمَّ ثَقِّلْ بِهَا مَوَازِينَهُمَا، وَأَعْظِمْ بِهَا أُجُورَهُمَا، وَأَلْحِقْهَا بِصَالِحِ سَلَفِ الْمُؤْمِنِينَ، وَاجْعَلْهَا فِي كَفَالَةِ إِبْرَاهِيمَ، وَقِهَا بِرَحْمَتِكَ عَذَابَ الْجَحِيمِ‏

Doa shalat jenazah lainnya yang bisa dibaca seusai melafazkan takbir ketiga adalah sebagai berikut:

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِحَيِّنَا وَمَيِّتِنَا وَشَاهِدِنَا وَغَائِبِنَا وَصَغِيرِنَا وَكَبِيرِنَا وَذَكَرِنَا وَأُنْثَانَا

“Ya Allah, ampunilah orang-orang yang masih hidup di antara kami, orang-orang yang telah meninggal dunia, orang-orang yang hadir, orang-orang yang tidak hadir, baik anak kecil maupun dewasa, baik laki-laki maupun perempuan.” (HR al-Tirmidzi)

Abu Hurairah radhiyallâhu ‘anhu meriwayatkan dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan beliau menambahkan:

اللَّهُمَّ مَنْ أَحْيَيْتَهُ مِنَّا فَأَحْيِهِ عَلَى الْإِيْمَانِ وَمَنْ تَوَفَّيْتَهُ مِنَّا فَتَوَفَّهُ عَلَى الْإِسْلَامِ اَللَّهُمَّ لَا تَحْرِمْنَا أَجْرَهُ وَلَا تَفْتِنَّا بَعْدَهُ

“Ya Allah, siapa pun di antara kami yang Engkau masih berikan kesempatan hidup, maka hidupkanlah ia dalam keadaan memegang keimanan. Dan siapa pun di antara kami yang Engkau akan wafatkan, maka wafatkanlah ia dalam keadaan beragama Islam. Ya Allah, janganlah Engkau halangi pahala yang akan sampai kepada kami, dan janganlah jadikan kami mendapatkan fitnah sepeninggalnya.” (HR Abu Dawud)

Dari ‘Auf bin Malik radhiyallâhu ‘anhu, ia berkata bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mensalati jenazah dan beliau berdoa:

للَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الْأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ عَذَابِ النَّار

“Ya Allah, ampunilah dia, rahmatilah dia, maafkanlah dia, ampunilah kesalahannya, muliakanlah tempat peristirahatannya, lapangkanlah kuburannya, cucilah dia dengan air, es, dan embun sebagaimana Engkau mencuci pakaian putih dari kotoran. Gantilah rumahnya dengan rumah yang lebih baik, keluarganya dengan keluarga yang lebih baik, dan istrinya dengan istri yang lebih baik. Masukkanlah ia ke dalam surga, dan lindungilah ia dari azab kubur dan siksa api neraka.” (HR Muslim)

Catatan Penting Seputar Pelaksanaan Shalat Jenazah

  1. Bacaan dalam salat jenazah tidak dikeraskan, tapi dibaca dengan sirr (tidak keras). Standar tidak keras di sini ialah hanya terdengar oleh diri sendiri saja, sedangkan orang yang di samping kita tidak mendengarnya. Atau dalam kata lain, mulut kita bergerak, tapi tidak keluar suara yang bisa didengar oleh orang lain di samping kita.
  2. Disunnahkan mengangkat tangan pada setiap takbir. Imam Ibnu Hajar berkata, “Terdapat riwayat shahih dari Ibnu ‘Abbas, bahwasanya beliau mengangkat tangannya pada seluruh takbir dalam shalat jenazah.” Hal lain yang menunjukkan bahwa mengangkat tangan pada setiap kali takbir dalam shalat jenazah hukumnya sunnah ialah berdasarkan hadits shahih dari Ibnu Umar radhiyallâhu ‘anhumâ bahwa beliau mengerjakannya. Hadits yang diriwayatkan secara mauqûf ini memiliki hukum marfû’, karena hal seperti ini tidak mungkin dikerjakan oleh seorang sahabat nabi berdasarkan hasil ijtihad pribadi.
  3. Tidak diperbolehkan menunaikan shalat jenazah pada tiga waktu yang dilarang untuk mengerjakan shalat, yaitu ketika matahari terbit hingga naik setinggi tombak, ketika matahari sepenggalah hingga tergelincir, dan ketika matahari condong ke barat hingga terbenam.
  4. Bagi kaum wanita, diperbolehkan untuk menunaikan shalat jenazah secara berjama’ah, dan boleh juga secara sendirian (munfarid). Alasannya, dahulu ‘Aisyah radhiyallâhu ‘anhâ pernah menyalatkan jenazah Sa’ad bin Abi Waqqash radhiyallâhu ‘anhu secara sendirian.
  5. Apabila terkumpul lebih dari satu jenazah dan terdapat mayat laki-laki dan perempuan, maka boleh dishalatkan secara bersamaan. Jenazah lelaki meskipun anak kecil, diletakkan paling dekat dengan imam, sedangkan jenazah wanita diletakkan di arah kiblatnya imam.
  6. Apabila seseorang masbûq setelah imam salam, maka dia meneruskan shalatnya sesuai dengan sifatnya.
  7. Apabila seseorang tertinggal dari shalat jenazah secara berjama’ah, maka dia shalat sendirian selama jenazah belum dikubur. Apabila sudah dikubur, maka dia diperbolehkan menunaikan shalat jenazah di kuburannya.
  8. Shalat jenazah boleh dikerjakan di dalam masjid.
  9. Usai shalat jenazah sebaiknya tidak membaca doa lagi, karena tidak ada riwayat tentangnya. Karena tidak ada riwayat tentangnya, sebagian ulama seperti Syaikh Abu ‘Umar Usamah al-Utaibi bahkan menganggap membaca doa setelah shalat jenazah termasuk perbuatan bid’ah. Oleh karena itu, doa untuk jenazah sebaiknya hanya diucapkan di dalam shalat jenazah saja, yaitu usai melakukan takbir yang ketiga.
  10. Dianjurkan untuk memperbanyak peserta shalat jenazah. Semakin banyak jumlahnya, semakin baik.

Rasulullah Shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَا مِنْ مَيِّتٍ تُصَلِّي عَلَيْهِ أُمَّةٌ مِنْ الْمُسْلِمِينَ يَبْلُغُونَ مِائَةً كُلُّهُمْ يَشْفَعُونَ لَهُ إِلَّا شُفِّعُوا فِيهِ

“Tidaklah seorang meninggal dunia, kemudian dishalatkan oleh kaum muslimin, jumlahnya mencapai seratus orang, semuanya mendo’akan untuknya, niscaya mereka bisa memberikan syafa’at untuknya.” (HR Muslim)

مَا مِنْ رَجُلٍ مُسْلِمٍ يَمُوتُ فَيَقُومُ عَلَى جَنَازَتِهِ أَرْبَعُونَ رَجُلًا لَا يُشْرِكُونَ بِاللَّهِ شَيْئًا إِلَّا شَفَّعَهُمْ اللَّهُ فِيهِ

“Tidaklah seorang muslim meninggal dunia, kemudian dishalatkan oleh empat puluh orang yang tidak menyekutukan Allah, niscaya Allah akan memberikan syafa’at kepada mereka untuknya.” (HR Muslim)

pemakaman islam al azhar memorial garden karawang 8
Pemakaman Islam Al Azhar Memorial Garden Karawang

Lebaran Doa Ziarah Kubur Muslim

30 April 2020 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

Lebaran: Doa Ziarah Kubur Muslim

Imam Nawawi dalam kitabnya al-Adzkar memberikan penjelasan bahwa para peziarah hendaknya mengawali dengan mengucapkan salam kepada ahli kubur sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kemudian memperbanyak bacaan Al-Qur’an, dzikir, serta mendoakan ahli kubur di daerah yang diziarahi dan semua umat Islam. ويُستحب للزائر الإِكثار من قراءة القرآن والذكر، والدعاء لأهل تلك المقبرة وسائر الموتى والمسلمين أجمعين “Kepada para peziarah disunnahkan memperbanyak membaca Al-Qur’an, dzikir, dan doa untuk para ahli kubur, seluruh orang yang telah meninggal dunia, dan umat Islam secara keseluruhan.” Dari keterangan di atas dapat diambil kesimpulan bahwa semua ayat Al-Qur’an, dzikir, mendoakan terhadap para pendahulu dengan doa yang baik boleh dibaca ketika kita berziarah kubur tak terkecuali makam orang tua. Secara singkat bisa dijelaskan, setelah mengucap salam lalu kita duduk bersila, selanjutnya kita membaca Surat al-Fatihah tiga kali yang pahalanya dihadiahkan untuk Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, para sahabat, dan para ulama, para ahli kubur dari kalangan umat Islam, khususnya orang tua, guru atau sahabat yang sedang kita ziarahi. Selanjutnya kita membaca Surat al-Ikhlas sebanyak tiga kali, al-Falaq dan an-Nas, lalu Surat Al-Fatihah, awal Surat al-Baqarah, ayat kursi, lalu beberapa bacaan dzikir dan shalawat seperti biasa dibacakan dalam kegiatan tahlil. Sebelumnya juga bisa kita tambah dengan bacaan Surat Yasin.

Intinya dalam berziarah kubur adalah mendoakan para ahli kubur di satu sisi, dan bagi kita ziarah kubur adalah sarana untuk mengingatkan kematian agar kita segera memperbaiki jalan hidup kita. Adapun doa yang kita baca adalah sesuai kemampuan kita.

Sumber:https://islam.nu.or.id/post/read/60735/doa-ziarah-kubur-di-musim-lebaran

Saat Berziarah Kubur Baca Doa ini

30 April 2020 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

Saat Berziarah Kubur Baca Doa ini

Ziarah kubur juga dapat menurunkan rasa cinta terhadap kehidupan duniawi. Lalu, apakah doa yang baiknya dibaca ketika berziarah?

Imam Nawawi dalam kitabnya al-Adzkar menjelaskan bahwa para peziarah hendaknya mengawali ziarah dengan mengucapkan salam kepada ahli kubur sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Baru selanjutnya memperbanyak bacaan Alquran dan zikir.

Secara singkat, setelah mengucap salam, hendaknya membaca surat Al-Fatihah 3x, surat al-Ikhlas 3x, al-Falak, dan an-Nas, lalu kembali surat Al-Fatihah, awal surat al-Baqarah, ayat kursi, lalu beberapa bacaan zikir dan salawat seperti biasa dibacakan dalam kegiatan tahlil. Sebelumnya juga dapat ditambahkan dengan bacaan surat Yasin.

Sumber:https://www.liputan6.com/ramadan/read/3955530/baca-doa-ini-saat-berziarah-kubur

Doa Ziarah Kubur Muslim Syariah Islam

30 April 2020 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

Syariah Islam: Doa Ziarah Kubur Muslim

Rasulullah bersabda :

إِنِّي كُنْتُ نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُورِ فَزُورُوهَا فَإِنَّهَا تُذَكِّرُكُمْ الْآخِرَةَ

Artinya :

“Dulu aku melarangmu melakukan ziarah kubur. Sekarang, lakukanlah ziarah kubur, karena akan mengingatkan kalian terhadap akhirat.” (HR. Muslim).

Rasulullah juga pernah bercerita kepada sahabatnya, dan diriwayatkan oleh Muslim.

Pada suatu waktu beliau meminta ampunan untuk ibunya, tetapi Allah tidak mengizinkan. Lalu, Rasulullah meminta izin untuk menziarahi makam ibunya. Maka diperbolehkan agar selalu ingat dengan kematian.

Jadi, ziarah kubur itu diperbolehkan sepanjang tidak mengundang kesyirikan. Dalam artian hanya boleh berdoa kepada Allah, meminta pengampunan kepada Allah bukan kepada orang yang sudah dikubur tersebut.

Maka jika ketika ziarah kubur malah meminta kepada yang sudah dikubur, maka itu tergolong syirik. Syirik adalah menyekutukan Allah dan merupakan dosa yang tidak diampuni oleh Allah.

Allah berfirman dalam Al Quran surah An Nissa ayat 116 :

إِنَّ اللّهَ لاَ يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَن يَشَاءُ

Artinya :

“Sesungguhnya Allah tidak akan memberi ampun terhadap dosa syirik kepada-Nya dan Dia akan memberi ampun terhadap dosa lainnya yang berada di bawah tingkatannya bagi siapa saja yang dikehendaki oleh-Nya.” (QS. An Nisaa ayat 116)

Berdasarkan firman Allah diatas, maka jangan sekali-kali melakukan perbuatan syirik (menyekutukan Allah), karena dosa syirik adalah dosa yang tidak akan diberi ampun oleh Allah.

Termasuk juga ketika Anda melakukan ziarah kubur ke makam orang tua, makam keluarga atau ke makam para wali, doakanlah mereka bukan malah meminta kepada yang sudah meninggal.

Doa Ziarah Kubur

Ketika melakukan ziarah kubur dianjurkan untuk memperbanyak dzikir dan doa.

Simak dzikir dan doa yang dibaca ketika ziarah kubur berikut :

  1. Membaca Salam (1x)
  2. Membaca Istigfar (3x)
  3. Membaca Surah Al Fatihah (1x)
  4. Membaca Surah Al Ikhlas, Al Falaq, An Naas (3x)
  5. Membaca doa tahlil (33x)
  6. Membaca doa keselamatan atau doa jenazah

Silahkan simak penjelasan tentang bacaan doa ziarah kubur berikut ini.

1. Membaca Salam

Setiap akan keluar rumah pada akhir malam, Rasulullah menyapa penduduk makam dengan salam. Begitu juga ketika Anda akan memasuki makam, dianjurkan mengucapkan salam kepada penduduk makam.

Bacaan salam ketika ke makam sesuai sunnah

Bacaan salam ketika ke makam sesuai sunnah Arab

السَّلامُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنينَ وَأتاكُمْ ما تُوعَدُونَ غَداً مُؤَجَّلُونَ وَإنَّا إنْ شاءَ اللَّهُ بِكُمْ لاحقُونَ

“Assalamu‘alaìkum dara qaumìn mu’mìnîn wa atakum ma tu‘adun ghadan mu’ajjalun, wa ìnna ìnsya-Allahu bìkum lahìqun”

Artinya :

“Assalamuallaikum, hai tempat bersemayam kaum mukmin. Telah datang kepada kalian janji Allah yang sempat ditangguhkan besok, dan kami insyaallah akan menyusul kalian.”

Bacaan salam ini dapat Anda panjatkan ketika Anda memasuki makam atau ketika Anda akan mulai berdzikir.

2. Membaca Istighfar

Bacaan selanjutnya adalah dengan membaca doa istighfar.

Bacaan Istighfar

Bacaan Istighfar Arab

أَسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ اَلَّذِي لآ إِلَهَ إِلَّا هُوَ اْلحَيُّ اْلقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

“Astaghfirullah Hal Adzim Alladzi La ilaha Illa Huwal Hayyul Qoyyumu Wa atubu Ilaihi.”

Artinya :

“Aku mohon ampun kepada Allah yang Maha Agung, yang tiada Tuhan selain Dia Yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri, dan aku bertaubat kepada-Nya.”

3. Membaca Al Fatihah

Selanjutnya adalah mengirim doa Al Fatihah kepada para keluarga yang sudah meninggal, dan kepada para wali lainnya. Karena semua doa yang baik akan diterima oleh Allah.

Bacaan Al Fatihah

Bacaan Al Fatihah Arab

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ . الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيم . مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ . إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ . اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ . صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ

“Alhamdu lilla_hi rabbil ‘a_lamin. Ar Rahmaanirrahiim. Maaliki yaumiddiin. Iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin. Ihdinash-shirraatal musthaqiim. Shiraathal ladziina an’amta ‘alaihim ghairil maghduubi ‘alaihim waladh-dhaalliin”

Arti Bacaan Al Fatihah

“Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam, Yang Maha Pengasih, Lago Maha Penyayang, Pemilik hari pembalasan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan.”

“Tunjukilah kami jalan yang lurus (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya, bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.”

4. Membaca Surah Al Ikhlas, Al Falaq dan An Naas

Bacaan Surah Al Ikhlas

Bacaan Surah Al Ikhlas Arab

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ . اللَّهُ الصَّمَدُ . لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ . وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُوًا أَحَدٌ

“Qul huwallahu ahad, allahu somad, lam yalid wa lam yụlad, wa lam yakul lahụ kufuwan ahad.”

Artinya :

Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa, Allah tempat meminta segala sesuatu, (Allah) tidak beranak dan tidak juga diperanakkan, Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan-Nya.”

Bacaan Surah Al Falaq

Bacaan Surah Al Falaq Arab

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ . مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ . وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ . وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ . وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ

“Qul auudzu birobbil falaq. Min syarri maa kholaq. Wa min syarri ghoosiqin idzaa waqob. Wa min syarrin naffaatsaati fil ‘uqod. Wa min syarri haasidin idzaa hasad.”

Artinya :

“Aku berlindung kepada Allah Yang Menguasai subuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki.”

Bacaan Surah An Naas

Bacaan Surah An Naas Arab

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ . مَلِكِ النَّاسِ . إِلَهِ النَّاسِ . مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ . الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ . مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ

“Qul auudzu birobbinnaas. Malikin naas. Ilaahin naas. Min syarril waswaasil khonnaas. Alladzii yuwaswisu fii shuduurin naas, minal jinnati wan naas.”

“Aku berlindung kepada Allah (yang memelihara dan menguasai) manusia. Raja manusia. Sembahan manusia. Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia.”

5. Membaca Tahlil

Kemudian dilanjutkan dengan membaca doa tahlil atau kalimat tahlil sebanyak 33 kali. Atau anda bisa mengikuti imam yang memimpin tahlil. Simak bacaan tahlil seperti berikut ini.

Bacaan Doa Tahlil

Bacaan Doa Tahlil Arab

لَا إِلَهَ إِلَّا اللهَ

“Laailaaha Illallah.”

Artinya :

“Tiada Tuhan selain Allah.”

6. Membaca Doa Jenazah

Terakhir, adalah membaca doa. Silahkan membaca doa jenazah ketika ziarah kubur.

Bacaan Doa Jenazah Arab

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الذُّنُوبِ والْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنَ

الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ عَذَابِ النَّار, وَافْسَحْ لَهُ فِي قَبْرِهِ، ونَوِّرْ لَهُ فِيهِ

“Allahummaghfìrlahu war hamhu wa ‘aafìhìì wa’fu anhu, wa akrìm nuzuulahu wawassì’ madholahu, waghsìlhu bìl maa’ì watssaljì walbaradì, wa naqqìhì, mìnaddzzunubì wal khathaya kamaa yunaqqatssaubul abyadhu mìnad danasì.”

“Wabdìlhu daaran khaìran mìn daarìhì wa zaujan khaìran mìn zaujìhì. Wa adkhìlhul jannata wa aìdzhu mìn adzabìl qabrì wa mìn adzabìnnaarì wafsah lahu fì qabrìhì wa nawwìr lahu fìhì.”

Artinya :

“Ya Allah, berilah ampunan dan rahmat kepadanya. Berikanlah keselamatan dan berikanlah maaf kepadanya. Berikanlah kehormatan untuknya, luaskanlah tempat masuknya. Mandikanlah dia dengan air, es, dan embun. Bersihkanlah dia dari kesalahan sebagaimana Engkau bersihkan baju yang putih dari kotoran.”

“Gantikanlah untuknya rumah yang lebih baik dari rumahnya, isteri yang lebih baik dari isterinya. Masukkanlah dia ke dalam surga, berikanlah perlindungan kepadanya dari azab kubur dan azab neraka. Lapangkanlah baginya dalam kuburnya dan terangilah dia di dalamnya.” (HR. Muslim).

Atau jika Anda makmum dengan pemimpin tahlil yang ada, silahkan mengaminkan dari doa yang sudah dipanjatkan imam.

Doa ziarah kubur diatas dapat dilakukan sendirian atau bersama-sama yang dipimpin oleh seorang imam. Dengan membaca doa ziarah kubur di makam ini ada beberapa manfaat yang akan Anda dapatkan.

Ziarah kubur sering dilakukan oleh umat muslim ke makam para wali Allah. Baik itu berziarah sendiri atau bersama dengan rombongan. Acara ziarah ke makam wali ini disebut dengan Zaroh.

Mengapa dianjurkan untuk berziarah dan berdoa ziarah kubur?

Manfaat ziarah kubur sangat banyak sekali, silahkan simak poin-poin di bawah ini.

1. Mengingatkan Akan Kematian

Faedah ziarah kubur yang pertama adalah dapat mengingatkan kita akan kematian. Sering kali manusia lupa seolah-olah dia akan hidup selamanya. Maka dari itu dia senantiasa tidak mengingat kematian dan hidup berfoya-foya.

Sering kali juga manusia menyakiti hati orang lain seolah-olah orang tersebut hidup selamanya dan masih punya kesempatan untuk meminta maaf. Tetapi sejatinya, semua orang akan mati dan tidak tahu kapan waktu tersebut datang.

Bisa jadi ketika kita berbuat dosa atau bahkan kebaikan. Sehingga ziarah kubur menjadikan kita selalu ingat bahwa kematian itu nyata adanya dan selalu berusaha baik terhadap sesama dan Allah SWT.

2. Ziarah Kubur Dapat Melembutkan Hati yang Keras

Faedah ziarah kubur yang kedua adalah berguna untuk melembutkan hati yang keras.

Bagaimana bisa, ziarah kubur dapat melembutkan hati yang keras?

Karena ketika ziarah kubur kita ingat akan kenangan, kebaikan dan pengorbanan orang yang diziarahi.

Apalagi itu adalah seorang wali yang perjuangannya luar biasa itu akan melembutkan hati kita karena tidak melulu senang tetapi juga ada air mata.

Air mata bisa melembutkan hati, asalkan masih dalam batas yang wajar dalam artian tidak berlebihan karena akan menyusahkan yang diziarahi dan agar tidak menganggu orang di sekitarnya.

3. Tidak Berorientasi Kepada Dunia Saja

Ketiga, ziarah kubur bisa membuat kita tidak hanya berorientasi kepada dunia saja, tetapi juga ada akhirat yang harus kita capai.

Apalagi jika sebelum berziarah membaca cerita para wali yang hidup dalam kesederhanaan dan mendedikasikan hidupnya hanya untuk agama Allah.

4. Bermanfaat Bagi Orang yang Berziarah dan yang Diziarahi

Faedah keempat yaitu bahwa doa ziarah kubur yang dilantunkan bisa bermanfaat untuk yang berziarah dan yang menziarahi.

Hal ini karena doa-doa yang dipanjatkan untuk para wali akan sampai kepada Allah. Dan untuk yang mendoakan akan lebih rendah diri ketika mengunjungi makam para wali.

5. Lebih Rendah Hati

Faidah dari ziarah kubur dapat membuat kita rendah hati, mengapa demikian?

Karena mengingatkan kita bahwa sekaya apapun, secantik apapun, seganteng apapun. Peristirahatan terakhirnya tetap sama yaitu tanah, tanpa ada harta sedikitpun yang dibawa.

Hanya berbungkus kain kafan yang semuanya sama, bukan baju mewah. Sehingga ziarah kubur mengingatkan bahwa hendaknya kita tidak boleh mempunyai sifat yang sombong.

Selanjutnya, apa saja yang harus dibaca ketika berziarah kubur ke makam wali, dan bagaimana saja tahap-tahap dan do’anya?

ketika berada di makam para wali, ada aturan, sopan santun atau adab untuk ziarah kubur. Simak adab ziarah kubur pada ulasan berikut.

Adab Ziarah Kubur

Ziarah kubur juga ada adabnya. Adab ini harus Anda lakukan sebagai bentuk penghormatan kepada yang meninggal atau waliyulloh :

1. Berpakaian yang sopan dan menutup aurat

Sudah seharusnya seseorang yang akan berziarah ke makam para Wali menggunakan pakaian yang sopan dan tertutup hingga menutu aurat.

2. Tidak duduk di makam orang lain

Sebagai wujud penghormatan dan sopan santun bagi peziarah, dianjurkan jangan pernah sesekali duduk di atas makam wali.

3. Tidak membawa makanan dan minuman

Ketika berziarah ke makam para wali dianjurkan tidak membawa makanan dan minuman. Hal ini agar ketika Anda membaca tahlil atau berdoa, Anda tetap khusu’.

4. Tidak bergurau

Silahkan tenang dan khusu’ mengikuti dan menyimak bacaan ziarah kubur. Jangan bergurau saat berdoa di makam wali.

5. Khusyu’ berdoa kepada Allah

Usahakan Anda fokus dan khusu’ ketika membaca doa ziarh kubur atau ketika makmum doa tahlil yang dippimpin oleh imam.

6. Dianjurkan Membawa Bunga dan Air

Dianjurkan untuk sebisa mungkin membawa bunga dan air untuk ditabur atau disiramkan di atas makam para wali.

7. Membersihkan Makam yang Diziarahi

Ketika sampai di makam para wali usahakan membantu membersihkan makamnya terlebih dahulu.

8. Berdoa Dengan Suara yang Pelan

Dianjurkan ketika berziarah ke makam para wali disaat membaca doa ziarah kubur dengan nada dan suara yang lembut dan pelan. Hal ini agar tidak mengganggu peziarah lainnya yang mungkin sudah selesai membaca doa.

9. Tidak Berkata Kotor

Selama berada di maka para wali jagalah omongan Anda. Jangan pernah mengucapkan kata-kata yang kasar dan kotor.

10. Bermuhasabah Diri Ketika Berziarah

Akan lebih baik jika Anda juga bermuhasabah saat berziarah kubur. Perbanyak sedekah untuk pembangunan makam dan biaya untuk kebersihan makam.

Sumber:https://wisatanabawi.com/doa-ziarah-kubur/

Sholat Jenazah Muslim Laki-Laki dan Perempuan Tata cara bacaan doa niat sholat

30 April 2020 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

Sholat Jenazah Muslim Laki-Laki dan Perempuan Tata cara bacaan doa niat sholat

Berikut syarat sah dan tata cara sholat jenazah laki-laki dan perempuan yang dikutip dari Kementrian Agama RI Panduan Sholat: Syarat-syarat shalat jenazah :

1. Shalat jenazah sama halnya dengan shalat yang lain, yaitu harus menutup ‘aurat, suci dari hadas besar dan kecil, suci badan, pakaian dan tempatnya serta menghadap qiblat.

2. Mayit sudah dimandikan dan dikafani.

3. Letak mayit sebelah kiblat orang yang menyalatinya, kecuali kalau shalat dilakukan di atas kubur atau shalat ghaib.

Berdiri tegak sebagaimana akan mengerjakan shalat.

1. Niat Sholat Jenazah

Niat untuk Jenazah Laki-Laki

Tata Cara Sholat Jenazah Laki-Laki dan Perempuan
Tata Cara Sholat Jenazah Laki-Laki dan Perempuan (Risalah Tuntunan Shalat Lengkap (Kemenag))

Artinya :

“Aku niat shalat atas mayit ini empat takbir fardlu kifayah karena Alllah. Allah Akbar

Niat untuk Jenazah Perempuan

Niat Sholat Jenazah untuk Perempuan
Niat Sholat Jenazah untuk Perempuan (Tribunsumsel.com)

Artinya :

“Aku niat shalat atas mayit ini empat takbir fardlu kifayah karena Alllah. Allah Akbar”

Setelah takbiratui ihram, yakni setelah mengucapkan “ALLAHU AKBAR” bersamaan dengan niat, sambil meletakkan tangan, kanan diatas tangan kiri diatas perut (sedakep).

Kemudian dilanjutkan dengan membaca surat Al-Fatihah (tidak membaca surat yang lain).

2. Takbir yang kedua

Setelah takbir yang kedua, terus membaca shalawat atas Nabi

اَللَٰهُمُّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ

ALLAHUMMA SHALLI ‘ALAA MUHAMMADIN.

Artinya ;

“Ya Allah, berilah shalawat atas Nabi Muhammad”.

Lebih sempurna bacalah shalawat sbb. :

وعلي أل محمد كما باركت علي إبراهيم وعلي أل إبراهيم في العالمين إنك حميد مجيد

ALLAAHUMMA SHALLI ‘ALAA MUHAMMADIN W A ALAA AALI MUHAMMADIN KAMAA SHALLAITA ‘ALAA IBRAAHIIMA WA’ALAA AALI IBRAAHIIMA WABAARIK ‘ALAA MUHAMMADIN WA’ALAA AALI MUHAMMADIN KAMAA BAARAKTA ALAA IBRAAHIIMA WA’ALAA AALI IBRAAHIIMA FIL ‘AALAMIINA INNAKA HAMHDUM MAJHDUN.

Artinya :

“Ya Allah, berilah shalawat atas Nabi dan atas keluarganya, sebagaimana Tuhan pernah memberi rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Dan timpanilah berkah atas Nabi Muhammad dan para keluarganya, sebagaimana Tuhan pernah memberikan berkah kepada Nabi Ibrahim dan para keluarganya. Di seluruh alam ini Tuhanlah yang terpuji Yang Maha Mulia”.

3. Takbir yang Ketiga

Setelah takbir yang ketiga, kemudian membaca do’a sekurang – kurangnya sbb. :

للّٰهُمَّ اغْفِرْ لَهُ (لَهَا) وَارْحَمْهُ (هَا) وَعَافِهِ (هَا) وَاعْفُ عَنْهُ (هَا

ALLAAHUMMAGHFIR LAHUU WARHAMHU WA’AAFIHI WA’FU ‘ANHU.

Artinya :

“Ya Allah, ampunilah dia, berilah rahmat dan sejahtera dan maafkanlah dia”.

Lebih sempurna membaca doa sebagai berikut:



وَنَقِّهِ مِنْ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الْأَبْيَضَ مِنْ الدَّنَسِ وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ أَوْ مِنْ عَذَابِ النَّار

ALLAAHUMMAGHFIR LAHU (LAHAA) WARHAMHU (HA) WA’AAFIHI (HA) WA’FU ‘ANHU (HA) WAKRIM NUZUULAHU (HA) WAWASSI’ MADKHALAHU (HA) WAGHSILHU (HA) BIL MAA I WATS TSALJI WALBARADI WANAQQIHI (HA) MINAL KHATHAAYAA KAMAA YUNAOOATS TSAUBUL ABYADLU MINAD DANASI WABDILHU (HA) DAARAN KHAIRAN MIN DAARIHH (HA) WA AHLAN KHAIRAN MIN AHLIHI (HA) WAZA UJAN KHAIRAN MIN ZAUJIHI (HA) WAQIHI (HA) FIT NATAL OABRI WA’ADZAABAN NAARI

Artinya :

“Ya Allah, ampunilah dia, dan kasihanilah dia, sejahterakan ia dan ampunilah dosa dan kesalahannya, hormatilah kedatangannya, dan luaskanlah tempat tinggalnya, bersihkanlah ia dengan air, salju dan embun. Bersihkanlah ia dari segala dosa sebagaimana kain putih yang bersih dari segala kotoran, dan gantikanlah baginya rumah yang lebih baik dari rumahnya yang dahulu, dan gantikanlah baginya ahli keluarga yang lebih baik dari pada ahli keluarganya yang dahulu, dan peliharalah (hindarkanlah) ia dari siksa kubur, dan adzab api neraka”.

Keterangan: jika jenazah perempuan lafazh lahu menjadi laha dan seterusnya.

Jika mayit anak anak do’anya sbb :

اَللَّهُمَّ اجْعَلْهُ فَرَطًَا لِاَبَوَيْهِ وَسَلَفًا وَذُخْرًا وَعِظَةً وَاعْتِبَارًا وَشَفِيْعًا وَ ثَقِّلْ بِهِ مَوَازِيْنَهُمَا وَاَفْرِغِ الصَّبْرَعَلىٰ قُلُوْبِهِمَا وَلاَ تَفْتِنْهُمَا بَعْدَهُ وَلاَ تَحْرِ مْهُمَا اَجْرَهُ

ALLAAHUMMAJ’ALHU FARATHAN LI ABAWAIHI WA SALAFAN WADZUKHRAN WATZHATAN WATIBAARAN WASYAFIIAN WATSAQQIL BIHI MAWAAZIINAHUMAA WAFRIGHISHSHABRA ALA A QULUUBIHIMAA WALAA TAFTINHUMAA BA’DAHU WALAA TAHRIMNAA AJ RAHU.

Artinya :

“Ya Allah, jadikanlah ia sebagai simpanan pendahuluan bagi ayah bundanya dan sebagai titipan, kebajikan yang didahulukan, dan menjadi pengajaran ibarat serta syafa ‘at bagi orang tuanya. Dan beratkanlah timbangan ibu bapanya karenanya, serta berilah kesabaran dalam hati kedua ibu-bapaaya. Dan janganlah menjadikan fitnah bagi ayah bundanya sepenmggalkannya, dan janganlah Tuhan menghalangi pahala kepada dua orang tuanya”.

4. Takbir yang keempat.

Selesai takbir keempat, membaca do’a sebagai berikut:

اَللَّهُمَّ لاَ تَحْرِمْناَ أَجْرَهُ وَلاَ تَفْتِنَا بَعْدَهُ وَاغْفِرْ لَناَ وَلَهُ

“Allahumma laa tahrimnaa ajrahu wa laa taftinnaa ba’dahu waghfir lanaa wa lahu.”

Artinya :

“Ya Allah, janganlah kiranya, pahalanya tidak sampai kepada kami (janganlah Engkau meluputkan kami akan pahalanya), dan janganlah Engkau meluputkan kami – fitnah sepeninggalnya, dan ampunilah kami dan dia”.

Lebih sempurna dan lengkap membaca do’a sebagai berikut:

اَللّٰهُمَّ لَا تَحْرِمْنَا اَجْرَهُ وَلَا تَفْتِنَّا بَعْدَهُ وَاغْفِرْ لَنَا وَلَهُ وَلَاِ خْوَا نِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالْاِيْمَانِ وَلَاتَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلًّا لِّلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا رَبَّنَااِنَّكَ رَؤُفٌ رَّحِيْمٌ

“Allaahumma laa tahrimnaa ajrahu walaa taftinnaa ba’da – hu waghfir lanaa walahu wali ikhwaaninal ladziina saba- quuna bil iimaani walaa taj’al fii quluubinaa ghillan lil- ladziina aamanuu rabbanaa innaka ra’uu fur rahiimun.”

Artinya :

“Ya Allah, janganlah kiranya pahalanya tidak sampai kepada kami, dan janganlah – Engkau memberi kami fitnah sepeninggalnya, dan ampunilah kami dan dia, dan bagi – saudar –saudara kita yang mendahului kita dengan iman, dan janganlah Engkau men – jadikan unek – unek/gelisah dalam hati kami dan bagi orang–orang yang beriman. Wahai Tuhan kami, sesungguhnya Engkaulah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.

5. Salam

Kemudian (selesai) memberi salam sambil memalingkan muka – ke kanan ke kiri dengan ucapan sebagai berikut

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْتُ اللّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ

“Assalaamu ‘alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.”

Artinya :

”Keselamatan dan rahmat Allah semoga tetap pada kamu sekalian”.


Sumber:https://sumsel.tribunnews.com/2020/02/18/sholat-jenazah-tata-cara-bacaan-doa-niat-sholat-jenazah-laki-laki-dan-perempuan?page=4

Bacaan Tata Cara Sholat Jenazah Muslim

30 April 2020 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

Tata Cara Bacaan Sholat Jenazah Muslim

Rukun Salat Jenazah

  1. Niat
  2. Empat kali takbir
  3. Berdiri bagi yang mampu
  4. Membaca Al-Fatihah
  5. Membaca shalawat Nabi Muhammad setelah takbir kedua
  6. Doa terhadap jenazah setelah takbir ketiga
  7. Salam

Salat Jenazah tidak dilakukan dengan rukuk dan sujud, serta tidak adanya adzan dan iqamah. Dalam sebuah hadis, yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam MusliM, Rasulullah SAW bersabda :

“Barangsiapa yang menyaksikan jenazah sampai ia menyolatkannya, maka baginya satu qiroth. Lalu barangsiapa yang menyaksikan jenazah hingga dimakamkan, maka baginya dua qiroth. Ada yang bertanya, Apa yang dimaksud dua qiroth? Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam lantas menjawab, Dua qiroth itu semisal dua gunung yang besar.” (Muttafaqun alaih)

Bacaan Tata Cara Salat Jenazah

1. Membaca Niat


Bacaan Niat Jenazah Laki-Laki


USHOLLI ‘ALAA HAADZIHIL MAYYITI ARBA’A TAKBIRATATIN FARDHOL KIFAYAATAI IMAAMAN / MA’MUUMAN LILLAHI TA’AALA

Artinya: Saya niat salat atas mayit laki-laki ini empat kali takbir fardhu kifayah, sebagai imam / makmum karena Allah Taala

Bacaan Niat Jenazah Perempuan

USHOLLI ‘ALAA HAADZIHIL MAYYITATI ARBA’A TAKBIRATATIN FARDHOL KIFAYAATAI IMAAMAN / MA’MUUMAN LILLAHI TA’AALA


Artinya: Saya niat salat atas mayit perempuan ini empat kali takbir fardhu kifayah, sebagai imam / makmum karena Allah Taala 3 dari 14 halaman

2. Takbiratul Ihram (takbir pertama)

Mengangkat kedua tangan sambil berucap “Allahu Akbar” dan dalam hati membaca niat salat jenazah. Dilanjutkan membaca surat Al-Fatihah, tanpa surat pendek Al-Quran.

BISMILLAHIR RAHMAA NIRRAHIIM. ALHAMDU LILLA HI RABBIL ‘ALAMIN. AR RAHMAANIRRAHIIM. MAALIKI YAUMIDDIIN. IYYAAKA NA’BUDU WA IYYAAKA NASTA’IIN. IHDINASH SHIRRAATAL MUSTHAQIIM. SHIRAATHAL LADZIINA AN’AMTA ‘ALAIHIM GHAIRIL MAGHDUUBI ‘ALAIHIM WALADH-DHAALLIIN.

Artinya : “Dengan nama Allah yang maha pengasih, maha penyayang. Segala puji bagi Allah, tuhan seluruh alam, yang maha pengasih, maha penyayang, pemilik hari pembalasan. Hanya kepada engkaulah kami menyembah dan hanya kepada engkaulah kami mohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus (yaitu) jalan orang-orang yang telah engkau beri nikmat kepadanya, bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.”

3. Takbir kedua

Membaca shalawat Nabi : ALLAHUMA SHALLI ALAA MUHAMMAD
Artinya : Ya Allah, berilah shalawat atas Nabi Muhammad

Lebih sempurna lagi, bila dibaca dengan lengkap :
Membaca sholawat Nabi,

ALLOHUMMA SHOLLI ALAA SAYYIDINAA MUHAMMAD WA ALAA ALI SAYYIDINAA MUHAMMAD, KAMAA SHOOLAITA ALAA SAYYIDINA IBROHIM WA ALAA ALI SAYYIDINA IBROHIM, WA BAARIK ALAA SAYYIDINAA MUHAMMAD WA ALAA ALI SAYYIDINA MUHAMMAD, KAMA BARAKTA ALAA SAYYIDINA IBROHIM WA ALAA ALI SAYYIDINA IBROHIM, FIL ALAAMIINAA INNAKA HAMIIDUM MAJIID

Artinya :

Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada Nabi Muhammad. Ya Allah, limpahilah rahmat atas keluarga Nabi Muhammad, sebagaimana telah Engkau beri rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya, dan limpahkanlah berkah atas Nabi Muhammad beserta keluarganya, sebagaimana Engkau telah beri berkah kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya, Bahwasanya Engkau Tuhan yang sangat terpuji lagi sangat mulia di seluruh alam.

4. Takbir Ketiga

Membacakan doa untuk jenazah laki-laki :

ALLAAHUMMAGHFIR LA-HU WARHAM-HU WA’AFI-HI WA’FU AN-HU, (doa versi pendek yang mudah dihapal). Lanjutkan kalimat doa berikut :

WA AKRIM NUZUULA-HU, WAWASSI’ MADKHOLA-HU, WAGHSIL-HU BIL MAA-I WATS TSALJI WAL-BARADI, WANAQQI-HI MINAL KHATHAYAAYAA KAMAA YUNAQQATS TSAUBUL ABYAD-HU MINAL DANASI, WA ABDIL-HU DAARAN KHAIRAN MIN DAARI-HI, WA AHLAN KHAIRAN MIN AHLI-HI, WA ZAUJAN KHAIRAN MIN ZAU-JI-HI, WAQI-HI FITNATAL QABRI WA’ADZABAN NAARI

Artinya :

Ya Allah, ampunilah dia (laki-laki) berilah rahmat kepadanya, selamatkanlah dia (dari beberapa hal yang tidak disukai), maafkanlah dia dan tempatkanlah di tempat yang mulia (surga), luaskan kuburannya, mandikan dia dengan air salju dan air es. Bersihkan dia dari segala kesalahan, sebagaimana Engkau membersihkan baju yang putih dari kotoran, berilah rumah yang lebih baik dari rumahnya di dunia, berilah keluarga (atau istri di surga) yang lebih baik daripada istrinya di dunia, dan masukkan dia ke surga, jagalah dia dari siksa kubur dan neraka.

Takbir Ketiga, Doa Jenazah Perempuan :

ALLAAHUMMAGHFIR LA-HAA WARHAM-HAA WAAFI-HAA WAFU AN-HAA” (doa versi pendek yang mudah dihapal). Lanjutkan kalimat doa berikut :

WA AKRIM NUZUULA-HAA, WAWASSI MADKHOLA-HAA, WAGHSIL-HAA BIL MAA-I WATS TSALJI WAL-BARADI, WANAQQI-HAA MINAL KHATHAYAAYAA KAMAA YUNAQQATS TSAUBUL ABYAD-HAA MINAL DANASI, WA ABDIL-HAA DAARAN KHAIRAN MIN DAARI-HAA, WA AHLAN KHAIRAN MIN AHLI-HAA, WA ZAUJAN KHAIRAN MIN ZAU-JI-HAA, WAQI-HAA FITNATAL QABRI WAADZABAN NAARI

Artinya :

“Ya Allah, ampunilah dia berilah rahmat kepadanya, selamatkanlah dia (dari beberapa hal yang tidak disukai), maafkanlah dia dan tempatkanlah di tempat yang mulia (Surga), luaskan kuburannya, mandikan dia dengan air salju dan air es. Bersihkan dia dari segala kesalahan, sebagaimana Engkau membersihkan baju yang putih dari kotoran, berilah rumah yang lebih baik dari rumahnya (di dunia), berilah keluarga (atau suami di Surga) yang lebih baik daripada keluarganya (di dunia), suami yang lebih baik daripada suaminya, dan masukkan dia ke Surga, jagalah dia dari siksa kubur dan Neraka.

Takbir Ketiga : Bacaan Doa Jenazah Anak Kecil

ALLAHUMAJALHU FARATHAN LI ABAWAIHI WA SALAFAN WA DZUKHRAN WA IZHATAN WA TIBAARAN WA SYAFIIAN WA TSAQILUUBIHIMAA WA LAA TAFTUNHUMAA BADAHU WA LAA TAHRIMHUMAA AJRAHU

Artinya : Ya Allah, jadikanlah ia sebagai simpanan pendahuluan bagi ayah bundanya dan sebagai titipan, kebajikan yang didahulukan, dan menjadi pengajaran ibarat serta syafaat bagi orangtuanya. Dan beratkanlah timbangan ibu bapaknya karena, serta berilah kesabaran dalam hati kedua ibu bapaknya. Dan janganlah menjadikan fitnah bagi ayah bundanya sepeninggalnya, dan janganlah Tuhan menghalangi pahala kepada kedua orangtuanya.

5. Takbir keempat

Membaca doa, untuk jenazah laki-laki

ALLAHUMMA LAA TAHRIMNAA AJRO-HU WALAA TAFTINAA BA’DA-HU WAGHFIR LANAA WA LA-HU” (doa versi pendek yang mudah dihapal)

WA LI IKHWANINA LADZINA SABAQQUUNA BIL IMAANI WA LA TAJ’AL FI QULUUBINA GILAL LILADZINA AMANUU ROBBANA INNAKA ROUUFUR ROHIIM

Jenazah perempuan :

ALLAHUMMA LAA TAHRIMNAA AJRO-HAA WALAA TAFTINAA BADA-HAA WAGHFIR LANAA WA LA-HAA (doa versi pendek yang mudah dihapal)

WA LI IKHWANINA LADZINA SABAQUUNA BIL IMAANI WA LA TAJAL FI QULUUBINA GILLAL LILLADZINA AMANUU ROBBANA INNAKA ROUUFUR ROHIIM

Artinya :

Ya Allah, janganlah Engkau haramkan Kami dari pahalanya, dan janganlah Engkau beri fitnah pada kami setelah kematiannya serta ampunilah kami dan dia, dan juga bagi saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian terhadap orang-orang yang beriman (berada) dalam hati kami. Wahai Rabb kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.

Lebih sempurna lagi jika doanya dibacakan keseluruhan. Menggabungkan kedua kalimat doa di atas.

6. Salam

Memalingkan kepala ke kanan dan ke kiri sambil mengucap salam : ASSALAMUALAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKAATUH

Artinya : Keselamatan dan Rahmat Allah Semoga tetap kepada Kamu sekalian

Doa Sesudah Salat Jenazah

Ada dua kalimat doa sesudah salat jenazah yang dapat dipanjatkan untuk mayit, Anda bisa memilih salah satu.

Pertama


Bismillahhir-rahmaanir-rahiim

ALLAHUMMAGHFIRLI HAYYINA WA MAYYITINA WA SHAHIDINA WA GHAIBINA WA DHAKARINA WA UNTHANA WA SAGHIRINA WA KABIRINA. ALLAHUMMA, MAN AHYAYTAHU MINNA FA AHYIHI ALAL ISLAM WA MAN TAWAFFAYTAHU MINNA FA TAWAFFAHU ALAL IMAN WA KHUSSA HADHAL MAYYITA BIRRAWHI WARRAHATI WAL MAGHFIRATI WARRIDWAN. ALLAHUMMA IN KANA MUHSINAN FAZID FI IHSANIHI WA IN KANA MUSIAN FATAJAWAZ ANHU WA LAQQIHIL AMNA WAL BUSHRA WAL KARAMATA WAZZULFA BIRAHMATIKA YA ARHAMARRAHIMIN.

Artinya :

Ya Allah ampunilah di antara kami orang yang masih hidup dan yang mati, yang hadir dan yang tidak, yang kecil dan besar, laki-laki dan perempuan. Ya Allah, siapa pun di antara kami yang masih Engkau anugerahkan kehidupan, hidupkanlah ia atas Islam, dan orang yang Engkau wafatkan di antara kami, wafatkankan ia atas iman. Ya Allah, janganlah Engkau jauhkan kami dari pahalanya dan jangan Engkau sesatkan kami sepeninggalnya. (HR. Muslim dan empat imam), Kitab Bulughul Maram.

Kedua

“Bismillahhir-rahmaanir-rahiim”

ALLOHUMMA SHOLLI ALAA SAYYIDINAA MUHAMMA WA ALAA ALI SAYYIDINAA MUHAMMAD. ALLAHUMA BI HAQQIL-FAATIHAH. ITIQ RIQAABAANAA WA RIQAABA HAADZAL-MAYYITI (jenazah laki-laki) / HAADZIHIL MAYYITATI (jenazah perempuan) MINAN-NAAR ( 3 X ).

ALLAHUMA ANZILIR-RAHMATA WAL MAGHFIRATA ALAA HAADZAL MAYYITI (jenazah laki-laki) / HAADZIHIL MAYYITATI (jenazah perempuan) WAJAL QABRAHU (HAA)

RAUDHATAN MINAL-JANNAH. WA LAA TAJALHULAHU (LAHAA) HUFRATAN MINAN-NIIRAAN. WA SHALLALLAHU ALAA KHAIRI KHALQIHI SAYYIDINA MUHAMMADIN WA AALIHI WA SHAHBIHI AJMAIINA WAL-HAMDULILLAHI RABBIL-AALAMIIN.

Artinya :
Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang

Ya Allah, curahkanlah rahmat atas junjungan kita Nabi Muhammad dan kepada keluarga Nabi Muhammad. Ya Allah, dengan berkahnya surat al-Fatihah, bebaskanlah dosa kami dan dosa mayit ini dari siksaan api neraka. Ya Allah, curahkanlah rahmat dan berilah ampunan kepada mayit ini. Dan jadikanlah tempat kuburnya taman nyaman dari surge dan janganlah Engkau menjadikan kuburnya itu lubang jurang neraka. Dan semoga Allah memberi rahmat kepada semulia-mulianya makhluk-Nya, yaitu junjungan kami Nabi Muhamamad dan keluarganya, serta sahabat-sahabatnya sekalian, dan segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam.

Penjelasan doa : ganti menjadi akhiran HUU untuk jenazah laki-laki, serta akhiran HAA untuk jenazah perempuan.
Doa ini dibacakan seusai salat Jenazah dan salat Gaib. 11 dari 14 halaman

Tata Cara Salat Jenazah Laki-Laki


Tata cara salat jenazah laki-laki memiliki perbedaaan dengan prosesi menyalatkan jenazah perempuan. Posisi imam berada sejajar dengan kepala sang jenazah.

Berdasarkan yang telah diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Abu Dawud dari Nafi bin Abi Gholib Al-Khoyyat berkata :

Saya menyaksian Anas bin Malik mensalati jenazah laki-laki dan beliau berdiri searah dengan kepalanya (HR. Ahmad no. 12701, Dawud no. 3141).
Sebaiknya salat jenazah dilakukan di masjid, namun jika terlalu jauh bisa ditunaikan di mushola terdekat. Bagi yang tertinggal salat jenazah, dapat melakukannya setelah dimakamkan. Bila ternyata jenazah sudah dimakamkan namun belum disalatkan, bisa dilakukan di dekat kuburnya.

Tata Cara Salat Jenazah Perempuan



Tata cara salat jenazah perempuan, posisi imam berada sejajar dengan bagian perut atau tali pusar. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Samurah bin jundub radhiallahuanhu, berkata :
Saya salat di belakang Nabi sallallahualaihi wa sallam terhadap wanita yang meninggal karena nifasnya, kemudian beliau berdiri di tengahnya. (HR. Bukhori, 1331 dan Muslim, 964).

Paling Berhak Mengurus Jenazah

  1. Orang yang diwasiyatkan, dengan syarat, orang yang diwasiatkan bukan orang fasik atau ahli bidah.
  2. Ulama atau pemimpin agama
  3. Orang tua dari jenazah tersebut
  4. Anak-anak si jenazah ke bawah
  5. Keluarga terdekat
  6. Kaum Muslimin

Syarat Salat Jenazah

  1. Salat jenazah sama dengan salat lain, yakni menutup aurat, suci dari hadats besar dan kecil, suci badan, pakaian, dan tempatnya, serta menghadap kiblat.
  2. Jenazah sudah dimandikan dan dikafani.
  3. Letak jenazah berada di sebelah kiblat orang yang menyalatinya, kecuali kalau salat dilakukan di dekat makamnya atau salat Gaib.

Sumber:https://www.merdeka.com/trending/bacaan-tata-cara-salat-jenazah-laki-laki-dan-perempuan-mudah-dihapal-kln.html

Cara Sholat Jenazah Muslim Laki-Laki dan Wanita

30 April 2020 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

Cara Sholat Jenazah Muslim

Berbeda dengan sholat lainnya, cara sholat jenazah tidak memiliki gerakan rukuk, sujud, duduk di antara dua sujud, dan lain-lain. Hanya ada gerakan takbiratul ihram, karena memang dalam cara sholat jenazah kamu hanya berdiri, tanpa gerakan lainnya.

Selain itu, cara sholat jenazah untuk jenazah laki-laki dan perempuan berbeda pula. Jadi kamu harus memperhatikannya karena bahkan bacaan sholat jenazah untuk laki-laki dan perempuan juga berbeda sebagai bagian dari cara sholat jenazah. Begini rukun sholat jenazah:

1. Niat

2. Berdiri bagi yang mampu

3. Empat kali takbir

4. Mengangkat tangan pada saat takbir pertama

5. Membaca surat Al Fatihah

6. Membaca sholawat Nabi

7. Berdoa untuk jenazah

8. Salam

Dalam sebuah hadits dikatakan bahwa:

“Barangsiapa yang menyaksikan jenazah sampai ia menyolatkannya, maka baginya satu qiroth. Lalu barangsiapa yang menyaksikan jenazah hingga dimakamkan, maka baginya dua qiroth. Ada yang bertanya, Apa yang dimaksud dua qiroth? Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam lantas menjawab, Dua qiroth itu semisal dua gunung yang besar.” (HR. Bukhari dan Muslim)


Cara sholat jenazah untuk jenazah perempuan

Cara sholat jenazah untuk perempuan yang pertama adalah posisi imam berada pada searah tali pusar jenazah. Di belakang imam, para makmum disarankan untuk membuat shaf yang ganjil dengan urutan makmum laki-laki dewasa di depan, lalu di belakangnya makmum perempuan dewasa. Menyolatkan jenazah memberikan pahala yang sangat besar untuk orang-orang yang melaksanakannya.

Selanjutnya, ada beberapa bacaan yang harus dilafalkan saat menyolatkan jenazah perempuan sebagai cara sholat jenazah yang akan dilakukan. Cara sholat jenazah pertama adalah niat. Pengucapan niat sholat jenazah antara laki-laki dan perempuan berbeda.

Niat sholat jenazah perempuan:

Usholli ‘alaa haadzihil mayyitati arba’a takbiratatin fardhol kifayaatai ma’muuman lillahi ta’aala.

Yang Artinya: Saya niat sholat atas mayit ini empat kali takbir fardhu kifayah, sebagai makmum karena Allah Ta’ala.

Setelah niat, langsung takbir pertama dengan membaca Surat Al-Fatihah.

Selanjutnya pada takbir kedua membaca sholawat,  

Allahumma sholli alaa muhammad wa ala aali muhammad. Kamaa sholaita ala ibroohim wa ala aali ibroohim. Innaka hamiidun majiid. wa baarik ala muhammad wa ala aali muhammad. Kamaa baarokta ala ibroohim wa ala aali ibroohim. Fil aalamiina Innaka hamidun majiid.

Dilanjutkan dengan takbir ketiga dengan membaca:

Allohummaghfirlahaa warhamhaa wa’aafihaa wa’fu ‘anhaa wa akrim nuzulahaa wawassi’ mudkholahaa waghsilhaa bil maa-i wats tsalji wal barod. Wa naqqihaa minal khothooyaa kamaa naqqoitats tsaubal abyadho minad danas. Wa abdilhaa daaron khoiron min daarihaa wa ahlan khoiron min ahlihaa wa zaujan khoiron min zaujihaa wa adkhilhal jannata wa a’idzhaa min ‘adzaabin qobri au min ‘adzaabin naar

Atau bisa juga dibaca versi pendek saja, seperti di bawah ini:

Allahummagh firlahaa waa warhamhaa wa’aafihaa wa’fuanhaa.

Pada takbir keempat membaca:

Allahumma la tahrim naa ajrahaa walaa taftinnaa ba’dahaa waghfirlanaa walahaa.

Kemudian salam ke kanan dan ke kiri dalam posisi berdiri.


Cara sholat jenazah untuk jenazah laki-laki

Sedangkan cara sholat jenazah untuk jenazah laki-laki posisi imam berbeda dengan menyolatkan jenazah perempuan. Cara sholat jenazah untuk laki-laki adalah posisi imam berada sejajar dengan kepala jenazah. Menyolatkan jenazah lebih diutamakan dilaksanakan di masjid atau musholla terdekat, namun bila masjid atau musholla jauh maka bisa dilakukan di rumah.

Niat sholat jenazah laki-laki:

Usholli ‘alaa haadzihil mayyiti arba’a takbiratatin fardhol kifayaatai ma’muuman lillahi ta’aala.

Yang Artinya: Saya niat sholat atas mayit ini empat kali takbir fardhu kifayah, sebagai makmum karena Allah Ta’ala.

Setelah niat, langsung takbir pertama dengan membaca Surat Al-Fatihah.

Selanjutnya pada takbir kedua membaca sholawat,  

Allahumma sholli alaa muhammad wa ala aali muhammad. Kamaa sholaita ala ibroohim wa ala aali ibroohim. Innaka hamiidun majiid. wa baarik ala muhammad wa ala aali muhammad. Kamaa baarokta ala ibroohim wa ala aali ibroohim. Fil aalamiina Innaka hamidun majiid.

Dilanjutkan dengan takbir ketiga dengan membaca:

Allohummaghfirlahu warhamhu wa’aafihi wa’fu ‘anhu wa akrim nuzulahu wawassi’ mudkholahu waghsilhu bil maa-i wats tsalji wal barod. Wa naqqihi minal khothooyaa kamaa naqqoitats tsaubal abyadho minad danas. Wa abdilhu daaron khoiron min daarihi wa ahlan khoiron min ahlihi wa zaujan khoiron min zaujihi wa adkhilhul jannata wa a’idzhu min ‘adzaabin qobri au min ‘adzaabin naar

Atau bisa juga dibaca versi pendek saja, seperti di bawah ini:

Allohummaghfirlahu warhamhu wa’aafihi wa’fu ‘anhu

Pada takbir keempat membaca:

Allohumma laa tahrimnaa ajrohu wa laa taftinnaa ba’dahu waghfirlanaa walahu

Kemudian salam ke kanan dan ke kiri dalam posisi berdiri.

Sumber:https://www.liputan6.com/ramadan/read/3989702/cara-sholat-jenazah-untuk-jenazah-laki-laki-dan-perempuan-jangan-sampai-salah

Tata cara sholat jenazah Muslim dan doa serta niatnya

30 April 2020 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

Tata cara sholat jenazah Muslim dan doa serta niatnya

Tata cara sholat jenazah Muslim dan doa serta niatnya

Berikut beberapa keutamaan shalat jenazah yang penulis kutip dari rumaysho.com.

1. Pahalanya sebesar dua gunung bagi yang mengerjakannya.

Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Barangsiapa yang menyaksikan jenazah sampai ia menyolatkannya, maka baginya satu qiroth. Lalu barangsiapa yang menyaksikan jenazah hingga dimakamkan, maka baginya dua qiroth. “Ada yang bertanya, “Apa yang dimaksud dua qiroth?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas menjawab, “Dua qiroth itu semisal dua gunung yang besar.” (HR. Bukhari no. 1325 dan Muslim no. 945).

2. Allah perkenankan syafa’at bagi jenazah dari doa orang-orang yang menyolatinya.

Dari Kuraib, ia berkata,

“Anak ‘Abdullah bin ‘Abbas di Qudaid atau di ‘Usfan meninggal dunia. Ibnu ‘Abbas lantas berkata, “Wahai Kuraib (bekas budak Ibnu ‘Abbas), lihat berapa banyak manusia yang menyolati jenazahnya. “Kuraib berkata, “Aku keluar, ternyata orang-orang sudah berkumpul dan aku mengabarkan pada mereka pertanyaan Ibnu ‘Abbas tadi. Lantas mereka menjawab, “Ada 40 orang”. Kuraib berkata, “Baik kalau begitu. “Ibnu ‘Abbas lantas berkata, “Keluarkan mayit tersebut. Karena aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah seorang muslim meninggal dunia lantas dishalatkan (shalat jenazah) oleh 40 orang yang tidak berbuat syirik kepada Allah sedikit pun melainkan Allah akan memperkenankan syafa’at (do’a) mereka untuknya.” (HR. Muslim no. 948)

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau bersabda,

“Tidaklah seorang mayit dishalatkan (dengan shalat jenazah) oleh sekelompok kaum muslimin yang mencapai 100 orang, lalu semuanya memberi syafa’at (mendoakan kebaikan untuknya), maka syafa’at (do’a mereka) akan diperkenankan.” (HR. Muslim no. 947)

Syarat sah shalat jenazah.

1. Seorang Muslim

2. Dalam keadaan suci dari hadats besar maupun kecil

3. Menutup aurat seperti melakukan shalat lainnya

4. Menghadap kiblat

5. Jenazah yang disholati beragama Islam

6. Jenazah yang akan disholati telah dalam keadaan bersih dan suci atau sudah dimandikan

Tata cara shalat jenazah.

Shalat jenazah tidak memiliki gerakan rukuk, sujud, duduk di antara dua sujud dan duduk tahiyat akhir. Hal ini membuat shalat jenazah sangat berbeda dengan shalat- shalat lainnya. Dalam shalat jenazah sendiri hanya ada gerakan takbiratul ihram, kita berdiri tanpa melakukan gerakan lainnya.

Tidak ada perbedaan gerakan dalam shalat jenazah bagi laki-laki ataupun perempuan. Hanya saja, bacaan shalat jenazah berbeda disesuaikan dengan jenis kelamin orang yang meninggal.

Pada shalat jenazah laki-laki posisi imam berada sejajar dengan kepala jenazah. Lebih diutamakan untuk menyolatkan jenazah di masjid atau musholla terdekat.

Jika jenazah adalah seorang perempuan maka posisi imam berada sejajar atau searah dengan tali pusar jenazah. Para makmum di belakang imam disarankan untuk membuat barisan atau shaf yang ganjil dengan urutan makmum laki- laki berada di depan, lalu di belakangnya makmum perempuan dewasa.

1. Membaca niat sholat jenazah.

– Untuk jenazah laki- laki

Usholli ‘alaa haadzal mayyiti arba’a takbirootin fardhol kifaayati makmuuman lillahi ta’aalaa.

Artinya: Saya niat sholat atas mayit ini empat kali takbir fardhu kifayah, sebagai makmum karena Allah Ta’ala.

– Untuk jenazah perempuan

Usholli ‘alaa haadzihil mayyitati arba’a takbiratatin fardhol kifayaatai ma’muuman lillahi ta’aala.

Yang artinya: Saya niat sholat atas mayit ini empat kali takbir fardhu kifayah, sebagai makmum karena Allah Ta’ala.

2. Melakukan takbir pertama diikuti dengan membaca surat Al- Fatihah.

3. Melakukan takbir kedua, diikuti dengan membaca sholawat Nabi.

Allahumma sholli ‘alaa muhammad wa ‘ala aali muhammad. Kamaa sholaita ‘ala ibroohim wa ‘ala aali ibroohim. Wa baarik ‘ala muhammad wa ‘ala aali muhammad. Kamaa baarokta ‘ala ibroohim wa ‘ala aali ibroohim. Fil ‘aalamiina Innaka hamiidum majiid.

Yang artinya: “Ya Allah, limpahkanlah rahmat-Mu kepada Nabi Muhammad.Ya Allah, limpahkanlah rahmat atas keluarga Nabi Muhammad.Sebagai mana telah engkau beri rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya.Dan limpahilah berkah atas Nabi Muhammad beserta para keluarganya. Sebagaimana engkau telah memberi berkah kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Bahwasannya engkau adalah tuhan yang sangat terpuji lagi sangat mulia di seluruh alam.”

4. Melakukan takbir ketiga diikuti dengan membaca doa.

Doa pada takbir ketiga versi panjang.

Allohummaghfirlahu warhamhu wa’aafihi wa’fu ‘anhu wa akrim nuzulahu wawassi’ mudkholahu waghsilhu bil maa-i wats tsalji wal barod. Wa naqqihi minal khothooyaa kamaa naqqoit ats tsaubal abyadhu minad danas. Wa abdilhu daaron khoiron min daarihi wa ahlan khoiron min ahlihi wa zaujan khoiron min zaujihi wa adkhilhul jannata wa a’idzhu min ‘adzaabin qobri au min ‘adzaabin naar.

Yang artinya: “Ya Allah, ampunilah din, belas kasihanilah dia, hapuskanlah dan ampunilah dosa-dosanya, muliakan tempatnya (ialah surga) dan luaskanlah kuburannya. Basuhkanlah kesalahan-kesalahannya sampai bersih sebagaimana bersihnya kain putih dari kotoran. Gantikanlah rumah lebih baik daripada rumahnya yang dulu, keluarganya lebih baik daripada keluarganya yang dulit; dan masukkanlah ia ke dalam surge dan jauhkanlah ia dari siksa kubur dan siksa api neraka.”

Doa pada takbir ketiga versi pendek.

Allohummaghfirlahu warhamhu wa’aafihi wa’fu ‘anhu

Yang artinya: “Ya Allah, ampunilah din, belas kasihanilah dia, hapuskanlah dan ampunilah dosa-dosanya. “

Apabila jenazahnya perempuan cukup mengganti lafadz “hu” menjadi “haa“, seperti contoh berikut.

“Allaahummagh firlahu war hamhu wa’aafihu wa’fu ‘anhu wa akrim nuzulahu”

Diganti menjadi berikut:

“Allaahummagh firlahaa war hamhaa wa’aafihaa wa’fu ‘anhaa wa akrim nuzulahaa”

5. Melakukan takbir keempat diikuti dengan membaca doa.

Allohumma laa tahrimnaa ajrohu wa laa taftinnaa ba’dahu waghfirlanaa walahu

Yang artinya: “Ya Allah, janganlah engkau menutup-nutupi pahala mayit ini kepada kami dan janganlah diberikan fitnah kepada kami setelah kami meninggalkan mayit tersebut, ampunilah kami dan ampunilah dia.”

Jika jenazahnya perempuan, maka “hu” diganti “haa” menjadi:

“Allahumma laa tahrrimna aj-rahaa walaa taftinnaa ba’dahaa wagh firlanaa walahaa”

Dalam takbir ke- empat ini apabila jenazahnya belum baligh seperti balita dan anak-anak maka diganti doa sebagai berikut.

“Allaahummaj ‘alhu farothon wa dzukhron liwaalidaihi, wa syafii’an mujaaban. Allaahumma tsaqqil bihi mawaaziinahumaa wa a’zhim bihi ujuurohumaa, wa alhiqhu bishoolihil mu’miniin, waj ‘alhu fii kafaalati ibroohiim, wa qihi birohmatika ‘adzaabal jahiim, wa abdilhu daaron khoiron min daarihi, wa ahlan khoiron min ahlihi. Allaahummaghfir li-aslaafinaa, wa afroothinaa wa man sabaqonaa bil iimaan.”

Yang artinya: “Ya Allah, jadikanlah kematian anak ini sebagai pahala yang didahulukan, simpanan bagi kedua orang tuanya dan pemberi syafaat yang dikabulkan doanya. Ya Allah, dengan musibah ini, beratkanlah timbangan perbuatan mereka dan berilah pahala yang agung. Anak ini kumpulkan dengan orang-orang yang shalih dan jadikanlah dia dipelihara oleh Nabi Ibrahim. Peliharalah dia dengan rahmat-Mu dari siksaan Neraka Jahim. Berilah rumah yang lebih baik dari rumahnya (di dunia), berilah keluarga (di Surga) yang lebih baik daripada keluarganya (di dunia). Ya Allah, ampunilah pendahulu-pendahulu kami, anak-anak kami, dan orang-orang yang mendahului kami dalam keimanan.”

6. Mengucap salam.

Setelah membaca doa pada takbir keempat, kemudian diakhiri dengan mengucap salam sambil menolehkan kepala ke kanan dan ke kiri.

Berikut tata cara shalat jenazah secara singkat yang penulis rangkum dari penjelasan sebelumnya.

1. Membaca niat sholat jenazah

2. Berdiri bagi yang mampu

3. Melakukan takbir pertama diikuti dengan membaca surat Al-Fatihah

4. Melakukan takbir kedua diikuti dengan membaca sholawat Nabi

5. Melakukan takbir ketiga diikuti dengan membaca doa tertentu

6. Melakukan takbir keempat diikuti dengan membaca doa tertentu

7. Melakukan salam

Sumber:https://www.brilio.net/creator/tata-cara-sholat-jenazah-beserta-bacaan-niat-dan-doanya-bef419.html

Sholat Jenazah Muslim

30 April 2020 by tidak ada komentar Diterbitkan di artikel

Sholat Jenazah Muslim

Sholat Jenazah Muslim

Kullu nafsin zaikatul maut. Setiap yang bernyawa pasti akan mati. Karena pada dasarnya dunia bukanlah tempat tinggal tetapi tempat untuk meninggal.

Dunia adalah penuh dengan intrik permainan yang apabila tidak dapat dimainkan dengan baik maka kita akan terjebak pada permainan tersebut.

Sebagaimana firman Allah SWT, Article-Inline

وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَعِبٌ وَلَهْوٌ ۖ وَلَلدَّارُ الْآخِرَةُ خَيْرٌ لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ ۗ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

Kehidupan dunia ini hanyalah main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka tidakkah kamu memahaminya? (QS. Al-An’am: 32)

Kembali pada pembahasan tentang maut. Pada akhirnya setiap orang akan menjadi jenazah. Dan setiap jenazah ada hak untuk disholatkan.

Dalam Islam ada perintah untuk melaksanakan sholat jenazah. Dan pada artikel kali ini, akan dibahas tentang sholat jenazah.

Hukum Sholat Jenazah

Setiap jenazah seorang muslim memiliki hak untuk disholatkan. Tidak hanya sholat, tetapi mengurus segala keperluannya.

Dalam Islam, hukum fardhu terbagi menjadi dua yaitu fardhu’ain dan fardhu kifayah. Fardhu’ain diperuntukkan untuk ibadah yang wajib dikerjakan oleh semua orang tanpa terkecuali.

Adapun fardhu kifayah adalah hukum yang sifatnya apabila sudah ada yang mengerjakan maka hukum tersebut gugur untuk yang lainnya.

Untuk sholat jenazah hukumnya adalah fardhu kifayah.

Artinya, bila ada yang sudah melakukannya maka hukum ini gugur untuk orang lain di sekitarnya.

Namun, apabila tidak ada satupun orang yang mengurusi jenazahnya termasuk mensholatkannya maka semua orang mendapatkan dosanya.

Keutamaan

Salah satu keutamaan melaksanakan sholat jenazah maka ia akan mendapatkan pahala. Bila ia tidak hanya mensholatkan tetapi juga mengantarkan maka pahala yang didapatkan menjadi lebih banyak.

Rasulullah SAW menggambarkan pahala dari dilaksanakannya sholat jenazah hingga mengantarkannya dalam bentuk qirath.

Sebagaimana hadist Nabi SAW,

Barang siapa menshalatkan jenazah dan tidak mengiringinya (ke pemakaman), ia akan memperoleh pahala sebesar satu qirath. Jika dia juga mengiringinya (hingga pemakamannya), ia akan memperoleh dua qirath.

Ditanyakan, “Apa itu dua qirath?” Beliau menjawab, “Yang terkecil di antaranya semisal Gunung Uhud.” (HR. Muslim)

Jadi, kalau kamu melaksanakan sholat jenazah sekaligus mengantarkannya maka akan mendapatkan pahala sebesar gunung uhud.

Tata Cara

Tidak seperti sholat pada umumnya yang mana diawali dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam. Sholat jenazah memiliki tata cara khusus dalam pelaksanaannya.

Sholat ini dilakukan dengan empat kali takbir. Setiap takbir dibacakan ayat dan doa yang berbeda.

Namun, yang paling awal untuk dilakukan sebelum memulai sholat jenazah adalah dengan melafadzkan niat.

Lafadz niat sholat jenazah adalah sebagai berikut,

Untuk laki-laki:

اُصَلِّى عَلَى هَذَاالْمَيِّتِ اَرْبَعَ تَكْبِرَاتٍ فَرْضَ الْكِفَايَةِ مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

Ushalli’alaahadzal mayyiti arba’a takbiraatin fardlal kifaayati ma’muuman lillahit ta’aala”

Artinya,

Aku niat sholat atas mayit ini dengan empat takbir fardlu kirayah, sebagai makmum karena Allah taala.

Untuk Perempuan:

اُصَلِّى عَلَى هَذِهِ الْمَيِّتَةِ اَرْبَعَ تَكْبِرَاتٍ فَرْضَ الْكِفَايَةِ مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى

Ushollii ‘alaa haadzihill mayyitati arba’a takbirootin fardhol kifaayati ma’muuman lillaahi ta’aalaa

Artinya,

“Aku niat sholat atas mayit ini dengan empat takbir fardlu kirayah, sebagai makmum karena Allah taala.”

Setelah itu maka mulai membaca ayat dan doa-doa di setiap takbir. Bacaan sholat jenazah yang berada di dalam keempat takbir tersebut adalah sebagai berikut:

Pada takbir pertama diawali dengan membaca ummul kitab yaitu surat Al-Fatihah.

Dilanjut dengan takbir kedua dengan membaca sholawat nabi.

Lalu, dilanjut dengan takbir ketiga dengan membaca doa untuk mayit.

Terakhir, takbir keempat membaca doa untuk jenazah lagi dan untuk umum.

Doa Sholat Jenazah

Bacaan doa sholat jenazah yang diucapkan ketika takbir ketiga adalah sebagai berikut,

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَأَهْلاً خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ أَوْ مِنْ عَذَابِ النَّارِ

“Allahummaghfirlahu wahamhu wa’aafihi wa’fu anhu, wa akrim nuzulahu wawassi’ madkhalahu wa aghsilhu minal khathaayaa kamaa yunaqqats tsaubulabyadlu minad danas. Wa abdilhu daaraan khairam mind daarihi wa ahlan khairam min ahlihi wa ad khilhul jannata waaidzhu min ‘adsaabil qabri wa min ‘adsaabin naar.”

Artinya,

“Ya Allah, ampunilah din, belas kasihanilah dia, hapuskanlah dan ampinulah dosa-dosanya, mulyakan tempatnya (ialah surga) dan luaskanlah kuburannya. Basuhkanlah kesalahan-kesalahannya sampai bersih sebagaimana bersihnya kain putih dari kotoran.”

“Gantikanlah rumah lebih baik daripada rumahnya yang dulu, keluarganya lebih baik daripada keluarganya yang dulit; dan masukkanlah ia ke dalam surge dan jauhkanlah ia dari siksa kubur dan siksa api neraka.”

apabila yang meninggal adalah peremupuan maka kata hu pada doa tersebut diganti menjadi ha.

Kemudian dilanjutkan sebagaimana yang juga dilafadzkan pada takbir keempat, yaitu:

اللَّهُمَّ لاَ تَحْرِمْنَا أَجْرَهُ وَلاَ تَفْتِنَّا بَعْدَهُ وَ اغْفِرْ لَنَا وَلَهُ

Allahumma laa tahrrimna aj-rahu walaa taftinnaa ba’dahu wagh firlanaa walahu

“Ya Allah, janganlah engkau menutup-nutupi pahala mayit ini kepada kami dan janganlah diberikan fitnah kepada kami setelah kami meninggalkan mayit tersebut, ampunilah kami dan ampunilah dia.”

Source:https://qazwa.id/blog/sholat-jenazah/

Doa Ketika Memasukkan Jenazah Muslim ke Liang Lahat

30 April 2020 by tidak ada komentar Diterbitkan di doa menguburkan jenazah muslim

Doa ketika memasukkan jenazah muslim ke liang lahat

Dalam buku Kumpulan Doa Berdasarkan Alquran dan Sunah karya Sa’id Ali bin Wahf al-Qahthoni dijabarkan, terdapat doa yang dianjurkan untuk dibaca ketika ditimpa kesulitan. Doa ini bersumber dari hadits Rasulullah SAW.

Hadis tersebut berbunyi: “Bismillahi wa ala sunnati Rasulillahi.” Yang artinya: “Dengan nama Allah dan di atas sunah Rasulullah.” Hadits ini merupakan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dengan sanad yang shahih.

Adapun setelah jenazah dimakamkan, terdapat beberapa adab yang diajarkan dalam Islam. Rasulullah SAW, setelah selesai memakamkan jenazah, berdiri di atasnya lalu bersabda: “Mintakan ampun kepada Aklah untuk saudaramu, dan mohonkan agar dia teguh dan tahan hati (ketika ditanya oleh dua malaikat), sesungguhnya dia sekarang sedang ditanya.”

Source:https://republika.co.id/berita/q6izdl366/doa-ketika-memasukkan-jenazah-ke-liang-lahat

Sesuai Sunnah Mengubur Jenazah Muslim Pria dan Wanita

30 April 2020 by tidak ada komentar Diterbitkan di tata cara menguburkan jenazah muslim

Ada empat tahapan mengurus jenazah dalam Islam. Ketika seorang Muslim meninggal maka yang masih hidup wajib memandikan, mengkafani, dan mensholatkan jenazahnya.

Setelah mensholatkan, mereka kemudian mengubur jenazah tersebut menurut ajaran Islam atau sesuai dengan sunnah.

Cara mengubur jenazah tidak boleh sembarangan. Dalam tata cara mengubur jenazah sesuai sunnah, ada adab dan perlakuan khusus yang harus diperhatikan.

Di sana ada perlakuan khusus dan doa-doa yang harus diucapkan dalam tata cara mengubur jenazah menurut Islam.

Adanya doa dan perlakuan khusus dalam tata cara mengubur jenazah sesuai sunnah ini menunjukkan bahwa Islam sangat memuliakan manusia.

Tidak hanya di masa hidupnya, ketika meninggal dunia pun manusia masih mendapat perlakuan yang baik dari sesamanya.

Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam Alquran, yang artinya, ” Dan sungguh telah Kami muliakan anak keturunan Adam.” (QS. Al-Isra: 70)

Dirangkum dari berbagai sumber, Dream akan menjelaskan bagaimana tata cara mengubur jenazah laki-laki dan perempuan yang benar sesuai sunnah.

Tata Cara Mengubur Jenazah Laki-laki dan Perempuan Yang Benar Sesuai Sunnah

Mempersiapkan Lubang Kubur

Sebelum sampai pada cara mengubur jenazah menurut Islam, maka yang harus dilakukan adalah mempersiapkan lubang kubur untuk si mayit.

Ada beberapa hal yang harus dilakukan dalam tata cara mengubur jenazah saat mempersiapkan lubang kubur ini.

1. Lubang kubur harus dalam

Dalam mempersiapkan lubang kubur, maka harus dalam setinggi orang berdiri dengan tangan melambai ke atas. Sementara lebarnya seukuran satu dzira (hasta) lebih satu jengkal atau kira-kira 50 cm.

Lubang kubur digali pada tanah yang kuat dan dalam agar saat membusuk bau jasadnya tidak tercium dan aman dari gangguan hewan pemakan bangkai. Selain itu, untuk menghindari longsor akibat aliran air yang mengalir saat hujan.

2. Bentuk lubang kubur

Bila tanahnya keras, disunahkan membuat liang lahat di dalam lubang kubur. Yang dimaksud liang lahat di sini adalah lubang yang dibuat di dinding kubur sebelah kiblat seukuran yang cukup untuk menaruh jenazah.

Jenazah diletakkan di liang lahat tersebut kemudian ditutup dengan batu pipih lalu diurug dengan tanah. Namun di Indonesia, orang-orang umumnya memakai papan kayu sebagai pengganti batu pipih agar tanahnya tidak runtuh mengenai jenazah.

Namun jika tanahnya gembur, disunahkan membuat semacam lubang lagi di dasar kubur seukuran yang dapat menampung jenazah. Jenazah diletakkan di lubang tersebut kemudian di bagian atasnya ditutup dengan batu pipih atau papan kayu lalu diurug dengan tanah.

3. Dikubur di pemakaman Muslim

Idealnya jenazah seorang Muslim dikubur di pemakaman yang memang khusus Muslim. Namun apabila tidak terdapat pemakaman muslim dan harus dilakukan penguburan segera, maka bisa dikubur di pemakaman umum asalkan tata cara mengubur jenazahnya tetap menurut Islam atau sesuai sunnah.

4. Waktu menguburkan jenazah

Soal waktu menguburkan jenazah juga perlu diperhatikan karena bisa berdampak pada proses pemakaman dan ketersediaan panitia penguburan. Beberapa waktu yang sebaiknya dihindari saat akan menguburkan jenazah:

  • Ketika matahari terbit hingga naik
  • Ketika matahari berada di tengah-tengah
  • Ketika matahari hampir terbenam atau benar-benar terbenam.

Membawa dan Mengiringi Jenazah ke Kuburan

Setelah bagian penggali kubur mempersiapkan lubang kubur, sekarang saatnya keluarga, kerabat, teman atau tetangga membawa dan mengiringi jenazah ke kuburan atau pemakaman.

Berikut adalah hal-hal yang perlu diperhatikan saat membawa dan mengiringi jenazah ke kuburan:

1. Mengiringi jenazah dengan kusyuk

Saat mengiringi jenazah, hendaknya dilakukan dengan kusyuk. Karena ini adalah momen terakhir bagi keluarga, kerabat, teman atau tetangga mendampingi jenazah ke tempat peristirahatan terakhirnya. Maka dari itu, saat mengiringi jenazah hendaknya dengan khidmat dan tidak diselingi dengan bercanda. Selain itu, dilarang untuk membaca dzikir atau membaca Alquran.

2. Adab pengiring jenazah

Pengiring jenazah yang berjalan kaki di sekitar keranda mayat, sementara yang menggunakan kendaraan berada di belakang iringan jenazah. Jika kendaraan mau lewat, maka mendahulukan iringan jenazah.

3. Adab memasuki kuburan

Ketika sampai di kuburan, para pengiring jenazah tidak dianjurkan untuk duduk terlebih dahulu sebelum jenazah diturunkan dari pundak yang membawanya. Selain itu, para pengiring pun juga harus mengucapkan salam yang diajarkan oleh Rasulullah berikut ini.

” Assalamu alaikum ya ahlad diyar minal mukminin wa muslimin,wa inna insya Allahu bikum la hiqun, nasalullahi lana walakumul ‘afyah.”

Artinya: ” Semoga keselamatan tercurah kepada kalian, wahai penghuni kubur, dari (golongan) orang-orang beriman dan orang-orang Islam. Kami insya Allah akan menyusul kalian, saya meminta keselamatan untuk kami dan kalian.”

Memasukkan Jenazah ke Dalam Lubang Kubur

Khusus untuk jenazah perempuan, maka dibentangkan kain di atas lubang kubur. Saat memasukkan jenazah ke dalam lubang kubur, yang melakukan sebaiknya dua atau tiga orang laki-laki yang paling dekat dengan keluarga si mayit pada saat hidupnya.

Selain itu, orang-orang yang memasukkan jenazah ke dalam lubang kubur diusahakan adalah mereka yang saat malam harinya tidak junub. Jenazah diletakkan dengan mendahulukan kepala dan kemudian meluruskan kakinya.

Pada saat meletakkannya di liang lahat disunahkan membaca Bismillahi wa ‘ala sunnati Rasulillahi shallallâhu ‘alaihi wa sallama yang artinya ” Dengan Nama Allah dan atas agama Rasulullah” .

Cara mengubur jenazah dengan membaca doa ini sesuai sunnah Rasulullah sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Imam Abu Dawud.

” Dari sahabat Abdullah bin Umar, bahwa bila Rasulullah meletakkan jenazah di dalam kubur, beliau membaca Bismillahi wa ala sunnati Rasulillahi shallallâhu ‘alaihi wa sallama.”

Posisi Jenazah di Dalam Lubang Kubur

Wajib memiringkan jenazah ke sebelah kanan atau menghadapkannya ke arah kiblat. Jika jenazah tidak dihadapkan ke arah kiblat namun terlanjur diurug tanah, maka lubang kubur wajib digali kembali dan menghadapkan jenazahnya ke arah kiblat.

Setelah jenazah diletakkan secara pelan di dasar kubur, disunahkan untuk melepas tali ikatannya dimulai dari kepala dan membuka kain yang menutupi pipi serta jari-jari kaki sehingga bisa menempel ke tanah.

Seperti penjelasan sebelumnya, disunahkan meletakkan jenazah di liang kuburnya dengan posisi tubuh miring ke sebelah kanan. Karena kalau tubuhnya miring ke sebelah kiri, hukumnya makruh.

Dalam konteks wilayah Indonesia, arah kiblatnya cenderung ke arah barat. Sehingga kepala selalu berada utara. Bila posisi kepala ada di sebelah selatan, maka untuk menghadapkannya ke arah kiblat mesti memiringkan tubuhnya ke sisi kiri.

Proses Menutup Lubang Kubur

Untuk menutup jenazah, maka digunakan beberapa papan kayu dengan memberikan rongga yang cukup di sela-selanya. Setelah itu liang kubur ditimbun dengan tanah yang ditinggikan satu jengkal.

Setelah selesai ditimbun, maka lubang kubur dipasangi batu, kayu, atau bambu di bagian kepala tanpa diberi tulisan apa pun. Jika proses menutup kuburan sudah selesai, pengiring jenazah dan para pengantar jenazah menaburkan tanah ke atas kuburan sebanyak tiga kali.

Hal-hal Yang Dilarang Saat Mengubur Jenazah

Ada beberapa hal yang dilarang dalam tata cara mengubur jenazah laki-laki dan perempuan yang benar sesuai sunnah.

  • Meninggikan timbunan kuburan lebih dari satu jengkal di atas permukaan tanah.
  • Menembok kuburan atau membangun kijing di atasnya
  • Membuat tulisan pada nisan atau kayu penanda kuburan
  • Duduk di atas kuburan
  • Menjadikan kuburan sebagai tempat sholat atau membaca Alquran
  • Berjalan di atas kuburan tanpa menggunakan alas kaki
  • Melakukan perbuatan-perbuatan yang dapat menjurus ke arah syirik dan takhayul, seperti minta doa, cari jimat dan perbuatan mistis lainnya.

Demikian tadi tata cara mengubur jenazah laki-laki dan perempuan sesuai sunnah. Semoga hal ini menambah pengetahuan tentang hukum Islam.

Hukum Azan Sebelum Mengubur Jenazah

Seolah sudah menjadi bagian dari tradisi di Indonesia, masyarakat selalu mengumandangkan azan saat jenazah hendak dimasukkan ke liang lahat.

Lalu, apakah mengumandangkan azan sebelum menguburkan jenazah memang sesuai dengan ajaran Islam?

Salah seorang ulama mazhab Syafi’i yang bernama Ibnu Hajar Al Haitsaimi rahimahullah pernah ditanya pertanyaan yang senada.

Beliau menjawab, perbuatan tersebut tidak ada tuntunan dalam syariat.

Siapa yang menyangkanya sebagai sunah yang dilakukan ketika turun ke liang kubur, karena meng-qiyaskan dengan anjuran mengazani bayi yang baru lahir, sebagai bentuk penyamaan antara akhir kehidupan dengan awal kehidupan, maka dia telah keliru.

Di mana sisi kesamaannya sehingga bisa dikaitkan? Semata-mata ini dilakukan di awal, kemudian yang ini dilakukan di akhir, tidak bisa kemudian dianalogikan seperti itu. (Al-Fatawa Al-Fiqhiyyah Al-Kubro 3/24).

Source:https://www.dream.co.id/your-story/tata-cara-mengubur-jenazah-sesuai-sunnah-islam-190912t.html

Doa ketika memasukkan jenazah muslim ke liang lahat

30 April 2020 by tidak ada komentar Diterbitkan di doa memasukkan jenazah muslim

Dalam buku Kumpulan Doa Berdasarkan Alquran dan Sunah karya Sa’id Ali bin Wahf al-Qahthoni dijabarkan, terdapat doa yang dianjurkan untuk dibaca ketika ditimpa kesulitan. Doa ini bersumber dari hadits Rasulullah SAW.

Hadis tersebut berbunyi: “Bismillahi wa ala sunnati Rasulillahi.” Yang artinya: “Dengan nama Allah dan di atas sunah Rasulullah.” Hadits ini merupakan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dengan sanad yang shahih.

Adapun setelah jenazah dimakamkan, terdapat beberapa adab yang diajarkan dalam Islam. Rasulullah SAW, setelah selesai memakamkan jenazah, berdiri di atasnya lalu bersabda: “Mintakan ampun kepada Aklah untuk saudaramu, dan mohonkan agar dia teguh dan tahan hati (ketika ditanya oleh dua malaikat), sesungguhnya dia sekarang sedang ditanya.”

Hadits tersebut merupakan riwayat Imam Abu Dawud dan al-Hakim. Hadits ini memiliki kedudukan yang shahih dan adz-Dzahabi juga menyetujuinya.

Source:https://republika.co.id/berita/q6izdl366/doa-ketika-memasukkan-jenazah-ke-liang-lahat

Doa setelah memakamkan jenazah Muslim

30 April 2020 by tidak ada komentar Diterbitkan di doa memakamkan jenazah

Riwayat yang shahih dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang kami jumpai adalah hadis dari Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu, beliau menceritakan,

كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، إِذَا فَرَغَ مِنْ دَفْنِ الْمَيِّتِ وَقَفَ عَلَيْهِ، فَقَالَ: «اسْتَغْفِرُوا لِأَخِيكُمْ، وَسَلُوا لَهُ بِالتَّثْبِيتِ، فَإِنَّهُ الْآنَ يُسْأَلُ»

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila selesai memakamkan jenazah, beliau berdiri di samping kuburannya, lalu bersabda,

اسْتَغْفِرُوا لِأَخِيكُمْ، وَسَ