Al Azhar Memorial Garden – Denny Sumargo memerankan Hajime Kondoh dalam film Baby Udon bukan karena sejak awal ia memang ditunjuk sebagai pemeran utama. Menariknya, Denny justru sempat enggan memainkan karakter tersebut.
Denny awalnya berada di balik layar sebagai produser. Ia bahkan sempat menawarkan karakter Hajime kepada beberapa aktor lain. Namun, karena para aktor yang ditawari tidak tersedia secara waktu, akhirnya Denny sendiri yang turun memerankan sosok Hajime Kondoh.
Keputusan tersebut membuat Denny harus menjalani persiapan yang cukup serius. Selain mendalami karakter yang terinspirasi dari sosok nyata, ia juga belajar bahasa Jepang, aksen, hingga gestur untuk membuat karakter Hajime terasa lebih meyakinkan.
Lalu, apa alasan Denny Sumargo akhirnya mau memerankan Hajime dalam Baby Udon?
Siapa Hajime Kondoh dalam Film Baby Udon?
Hajime Kondoh merupakan tokoh utama dalam kisah Baby Udon. Ia adalah pria Jepang yang menikah dengan Fanny Kondoh dan bersama-sama menjalani perjalanan rumah tangga, termasuk perjuangan untuk memiliki anak.
Dalam film, karakter Hajime diperankan oleh Denny Sumargo, sementara Fanny diperankan oleh Caitlin Halderman. Cerita film tersebut terinspirasi dari kisah nyata Fanny dan mendiang Hajime Kondoh.
Hajime digambarkan sebagai sosok suami yang lembut, sabar, dan sangat menyayangi keluarganya. Karakter inilah yang kemudian menjadi tantangan tersendiri bagi Denny karena menurutnya sifat Hajime cukup berbeda dengan dirinya.
Denny bahkan menggambarkan Hajime sebagai semacam “alter ego” atau kebalikan dari dirinya. Ia melihat Hajime sebagai sosok yang lebih tenang dan green flag.
Mengapa Denny Sumargo Dipilih Memerankan Hajime?
Sebenarnya, Denny bukan pilihan pertama untuk memainkan Hajime.
Dalam beberapa kesempatan, Denny menjelaskan bahwa pada awalnya ia tidak ingin mengambil peran tersebut. Posisi Denny dalam proyek ini adalah sebagai produser sehingga ia merasa akan lebih baik jika karakter utama dimainkan aktor lain.
Ia kemudian menawarkan peran Hajime kepada sejumlah aktor. Namun, para aktor yang ditawari tidak tersedia pada waktu yang dibutuhkan untuk produksi.
Situasi tersebut akhirnya membuat Denny mengambil keputusan untuk memainkan Hajime sendiri.
Dengan kata lain, alasan Denny Sumargo memerankan Hajime bukan karena sejak awal ia mengejar peran tersebut. Keputusan itu justru muncul karena kebutuhan produksi dan keterlibatannya yang sangat dekat dengan proyek Baby Udon.
Bagaimana Denny Sumargo Pertama Kali Mendengar Kisah Hajime?
Denny pertama kali mengenal kisah Fanny dan Hajime melalui podcast yang menghadirkan Fanny Kondoh.
Dalam podcast tersebut, Fanny menceritakan perjalanan hidupnya bersama Hajime, termasuk perjuangan mereka membangun keluarga dan menghadapi berbagai ujian dalam rumah tangga.
Cerita tersebut kemudian membuat Denny tertarik membawa kisah Fanny dan Hajime ke layar lebar. Dari sanalah proyek Baby Udon berkembang hingga akhirnya Denny terlibat sebagai produser sekaligus pemeran Hajime.
Kisah tersebut juga bukan sekadar cerita fiksi. Materi promosi resmi film menyebut Baby Udon terinspirasi dari kisah nyata cinta Fanny Kondoh dan Hajime Kondoh.
Apa yang Membuat Denny Tertarik dengan Cerita Fanny dan Hajime?
Salah satu hal yang membuat kisah ini menarik bagi Denny adalah perjalanan keluarga Fanny dan Hajime yang penuh dengan ujian.
Cerita tersebut tidak hanya berbicara tentang hubungan romantis, tetapi juga tentang kesetiaan, keluarga, perjuangan mendapatkan anak, serta bagaimana seseorang menghadapi situasi sulit bersama pasangan.
Setelah memerankan Hajime, Denny mengatakan dirinya mendapatkan banyak pelajaran tentang arti menjadi seorang suami, kesetiaan, dan pengorbanan untuk keluarga.
Bagi Denny, karakter Hajime juga memberikan perspektif berbeda tentang sosok laki-laki dalam sebuah keluarga.
Ia melihat Hajime sebagai karakter yang tetap berusaha menjadi pribadi baik dan sabar meskipun menghadapi situasi yang berat.
Mengapa Denny Sumargo Harus Memerankan Hajime Sendiri?
Keputusan Denny untuk memainkan Hajime akhirnya berkaitan erat dengan proses produksi.
Denny mengatakan bahwa pada awalnya ia memang tidak ingin menjadi pemeran. Ia merasa sebagai produser, dirinya seharusnya lebih fokus pada pekerjaan di belakang layar.
Namun, setelah beberapa aktor yang ditawari tidak tersedia, pilihan akhirnya kembali kepadanya.
Denny pun menerima peran tersebut dan harus menjalankan dua tanggung jawab sekaligus: sebagai bagian dari tim produksi dan sebagai pemeran utama.
Kondisi ini tentu membuat tantangannya menjadi lebih besar. Ia bukan hanya harus memastikan produksi berjalan, tetapi juga harus menjaga kualitas akting ketika memainkan tokoh yang kisah hidupnya menjadi dasar film.
Berapa Lama Proses Mencari Pemeran Hajime?
Proses pencarian pemeran Hajime berlangsung cukup lama.
ANTARA melaporkan bahwa pencarian aktor untuk karakter Hajime membutuhkan waktu sekitar delapan bulan sebelum akhirnya Denny Sumargo mengambil peran tersebut.
Lamanya proses tersebut menunjukkan bahwa karakter Hajime memang membutuhkan pemeran yang dianggap mampu membawa cerita tersebut dengan tepat.
Selain karakter yang lembut, pemerannya juga harus mampu menggambarkan sosok pria Jepang yang hidup dalam konteks keluarga Indonesia-Jepang.
Karena tidak menemukan aktor yang sesuai dengan kebutuhan waktu produksi, Denny akhirnya mengambil keputusan untuk memainkan karakter tersebut sendiri.
Bagaimana Persiapan Denny Memerankan Hajime?
Setelah menerima peran, Denny tidak sekadar mengandalkan kemampuan aktingnya.
Salah satu persiapan paling penting adalah mempelajari karakter Hajime sebagai sosok nyata.
Denny juga memutuskan untuk mempertahankan penggunaan bahasa Jepang dalam dialog karakter Hajime. Untuk itu, ia menjalani latihan bahasa Jepang secara intensif dengan pendamping langsung.
Persiapan tersebut juga dilakukan agar karakter Hajime tidak terasa seperti orang Indonesia yang sekadar berbicara bahasa Jepang.
Denny berusaha memperhatikan cara pengucapan, aksen, gestur, serta cara membawa karakter tersebut di dalam berbagai adegan.
Bagaimana Denny Belajar Bahasa dan Budaya Jepang?
Bahasa Jepang menjadi salah satu tantangan terbesar Denny ketika memerankan Hajime.
Denny mengungkapkan bahwa ia mendapatkan pendampingan langsung dari orang Jepang dan menjalani latihan seperti kursus setiap hari.
Salah satu orang yang membantunya adalah Hiroaki Kato, aktor asal Jepang yang ternyata merupakan sahabat Hajime di kehidupan nyata.
Kehadiran Hiroaki menjadi sangat penting karena ia tidak hanya memahami bahasa Jepang, tetapi juga mengenal sosok Hajime secara langsung.
Bantuan tersebut membuat proses pendalaman karakter menjadi lebih personal. Denny bisa mendapatkan referensi mengenai bagaimana seorang Jepang berbicara, bergerak, dan membawa dirinya.
Apa Tantangan Denny Memerankan Sosok Nyata?
Memerankan karakter fiksi dan karakter yang terinspirasi dari orang nyata tentu memiliki tantangan yang berbeda.
Dalam kasus Baby Udon, Denny tidak hanya harus membuat penonton percaya terhadap karakter Hajime. Ia juga harus membawa sosok yang pernah benar-benar hidup dan memiliki hubungan nyata dengan Fanny Kondoh.
Denny mengaku bahwa salah satu tantangan terbesarnya adalah bahasa Jepang. Ia harus membuat pengucapannya terdengar natural dan tidak kaku.
Selain itu, karakter Hajime memiliki kepribadian yang cukup berbeda dari Denny.
Denny sendiri mengatakan bahwa Hajime merupakan semacam kebalikan dari dirinya. Hajime digambarkan lebih lembut, sabar, dan tenang.
Tantangan tersebut justru membuat Denny semakin banyak belajar dari karakter yang diperankannya.
Bagaimana Tanggapan Fanny Kondoh terhadap Peran Denny?
Respons Fanny Kondoh terhadap akting Denny cukup positif.
Fanny bahkan memberikan apresiasi terhadap kemampuan Denny menghadirkan emosi yang menurutnya mengingatkan pada Hajime di kehidupan nyata.
Salah satu adegan yang sangat berkesan bagi Fanny adalah ketika Denny harus memainkan emosi yang berat. Menurut Fanny, Denny mampu mempertahankan emosi tersebut dalam beberapa kali pengambilan gambar.
Fanny melihat Denny mampu menyampaikan perasaan seorang laki-laki yang sedang mengalami rasa gagal dan tidak berdaya.
Bagi Fanny, hal tersebut menjadi salah satu alasan mengapa sosok Hajime terasa cukup dekat ketika diwujudkan kembali melalui film.
Menariknya, Fanny juga terlibat dalam perjalanan promosi film bersama Denny dan Caitlin Halderman. Kehadirannya menjadi pengingat bahwa cerita Baby Udon memang berangkat dari kisah kehidupan nyata.
Apa yang Dipelajari Denny Setelah Memerankan Hajime?
Peran Hajime ternyata memberikan pengalaman yang cukup personal bagi Denny.
Setelah menyelesaikan film, ia mengatakan bahwa karakter tersebut membuatnya belajar mengenai arti menjadi suami, kesetiaan, dan pengorbanan untuk keluarga.
Denny juga melihat Hajime sebagai sosok yang tetap berusaha baik dan sabar meskipun menghadapi rasa sakit dan keadaan yang sulit.
Dengan demikian, bagi Denny, Baby Udon bukan hanya proyek akting biasa. Karakter Hajime juga memberikan refleksi mengenai hubungan, keluarga, dan tanggung jawab seorang pasangan.
FAQ tentang Denny Sumargo sebagai Hajime
Denny Sumargo berperan sebagai siapa di Baby Udon?
Denny Sumargo memerankan Hajime Kondoh, tokoh utama pria dalam film Baby Udon yang terinspirasi dari kisah nyata Fanny dan mendiang Hajime Kondoh.
Apakah Denny Sumargo sejak awal ingin memerankan Hajime?
Tidak. Denny mengatakan bahwa awalnya ia tidak ingin bermain karena dirinya sudah terlibat sebagai produser. Ia sempat menawarkan peran tersebut kepada aktor lain sebelum akhirnya mengambilnya sendiri.
Mengapa akhirnya Denny Sumargo memerankan Hajime?
Salah satu alasannya karena aktor-aktor yang sempat ditawari peran tersebut tidak tersedia sesuai kebutuhan waktu produksi. Akhirnya Denny sendiri yang mengambil peran Hajime.
Apakah Denny Sumargo belajar bahasa Jepang untuk Baby Udon?
Ya. Denny belajar bahasa Jepang secara intensif dengan pendampingan langsung. Ia juga mempelajari aksen dan gestur untuk mendalami karakter Hajime.
Siapa yang membantu Denny belajar bahasa Jepang?
Denny mendapat bantuan dari Hiroaki Kato, aktor asal Jepang yang juga merupakan sahabat mendiang Hajime Kondoh di kehidupan nyata.
Bagaimana tanggapan Fanny Kondoh terhadap akting Denny?
Fanny memberikan apresiasi terhadap akting Denny dan merasa Denny mampu menghadirkan emosi yang mengingatkannya pada Hajime.
Kapan Baby Udon tayang di bioskop?
Film Baby Udon dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 3 September 2026.
Kesimpulan
Alasan Denny Sumargo memerankan Hajime Kondoh ternyata cukup unik. Ia bukan pemeran yang sejak awal direncanakan untuk karakter tersebut.
Denny awalnya lebih memilih berada di belakang layar sebagai produser dan sempat mencari aktor lain untuk memainkan Hajime. Namun, setelah kandidat yang ditawarkan tidak tersedia sesuai kebutuhan produksi, Denny akhirnya menerima peran tersebut.
Setelah menerima peran, Denny melakukan persiapan serius. Ia belajar bahasa Jepang secara intensif, mempelajari aksen dan gestur, serta mendapat bantuan dari Hiroaki Kato yang mengenal Hajime secara langsung.
Yang membuat peran ini semakin menarik adalah tanggapan Fanny Kondoh. Fanny menilai Denny mampu menghadirkan emosi yang mengingatkannya pada Hajime, sehingga karakter tersebut terasa lebih dekat dengan sosok yang pernah ia kenal dalam kehidupan nyata.
Pada akhirnya, Denny bukan hanya memerankan Hajime, tetapi juga mendapatkan pelajaran pribadi tentang kesetiaan, keluarga, dan arti menjadi seorang suami dari karakter tersebut.