Al Azhar Memorial Garden – Kisah cinta Fanny Kondoh dan Hajime kembali menjadi perhatian setelah perjalanan hidup mereka diangkat ke layar lebar melalui film Baby Udon.
Fanny Kondoh merupakan perempuan Indonesia yang dahulu bekerja sebagai kasir di Marugame Udon Semarang. Sementara itu, Hajime Kondoh adalah pria asal Jepang yang saat itu menjabat sebagai General Manager di kantor pusat Marugame Udon.
Pertemuan di lingkungan pekerjaan tersebut kemudian berkembang menjadi hubungan serius. Meski memiliki perbedaan usia sekitar 25 tahun dan berasal dari latar belakang budaya yang berbeda, Fanny dan Hajime memutuskan membangun kehidupan bersama.
Perjalanan mereka ternyata tidak berhenti pada kisah cinta. Setelah menikah, keduanya menghadapi berbagai ujian, termasuk perjuangan memiliki anak dan penyakit yang dialami Hajime.
Kisah nyata tersebut kemudian menjadi dasar cerita film Baby Udon, yang dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 3 September 2026.
Bagaimana Fanny Kondoh Bertemu Hajime?
Pertemuan Fanny Kondoh dan Hajime terjadi di lingkungan Marugame Udon.
Saat itu, Fanny bekerja sebagai kasir di salah satu gerai Marugame Udon di Semarang. Hajime sendiri menjabat sebagai General Manager.
Fanny kemudian menceritakan bahwa pertemuan mereka terjadi ketika Hajime datang dalam rangka pembukaan gerai Marugame Udon di Semarang.
Menariknya, Fanny mengaku langsung memiliki kesan terhadap Hajime. Dalam wawancara yang pernah diberitakan Kompas, Fanny mengatakan bahwa saat pertama kali bertemu, ia bahkan tidak menyangka usia Hajime sudah sekitar 45 tahun karena penampilannya terlihat jauh lebih muda.
Pertemuan yang awalnya terjadi karena pekerjaan tersebut kemudian berkembang menjadi sesuatu yang lebih serius.
Siapa Fanny dan Hajime Sebelum Menikah?
Sebelum dikenal sebagai Mama Udon, Fanny Kondoh merupakan perempuan Indonesia yang pernah bekerja sebagai kasir di Marugame Udon.
Sementara itu, Hajime merupakan pria asal Jepang yang memiliki karier di industri restoran. Ia kemudian dikenal sebagai salah satu pimpinan PT Sriboga Marugame Indonesia.
Perbedaan posisi pekerjaan membuat hubungan mereka cukup menarik. Fanny merupakan karyawan di outlet, sedangkan Hajime berada di posisi manajemen.
Kisah mereka kemudian berkembang dari hubungan profesional menjadi hubungan pribadi. IDN Times menyebut keduanya mulai menjalin hubungan serius pada 2015 setelah bertemu di lingkungan Marugame Udon.
Bagaimana Hubungan Mereka Bermula?
Hubungan Fanny dan Hajime berawal dari interaksi mereka di lingkungan kerja.
Fanny mengenal Hajime sebagai seorang pria Jepang yang bekerja di posisi manajemen. Seiring semakin sering berinteraksi, hubungan keduanya berkembang menjadi hubungan yang lebih dekat.
Salah satu hal yang membuat kisah mereka menarik perhatian adalah perbedaan usia dan latar belakang.
Fanny sendiri pernah mengungkapkan bahwa ketika pertama kali bertemu Hajime, ia tidak langsung menyadari bahwa pria tersebut berusia jauh lebih tua darinya. Menurut Fanny, Hajime terlihat seperti pria berusia sekitar 35 tahun, padahal ketika itu usianya sekitar 45 tahun.
Hubungan yang awalnya terjadi di tempat kerja akhirnya berubah menjadi hubungan yang serius.
Perbedaan Usia Fanny dan Hajime
Fanny Kondoh dan Hajime Kondoh memiliki perbedaan usia sekitar 25 tahun.
Fanny pernah mengungkapkan bahwa dirinya lahir pada 1995, sedangkan Hajime lahir pada 1970. Perbedaan tersebut menjadi salah satu hal yang cukup sering dibicarakan ketika kisah mereka mulai dikenal publik.
Namun, perbedaan usia tersebut tidak menghentikan keduanya untuk melanjutkan hubungan.
Dalam berbagai pemberitaan, perjalanan Fanny dan Hajime justru sering digambarkan sebagai contoh bahwa hubungan serius tidak hanya ditentukan oleh usia, tetapi juga oleh keputusan dan komitmen dua orang untuk menjalani kehidupan bersama.
Film Baby Udon juga menjadikan perbedaan usia tersebut sebagai bagian dari latar cerita. Lembaga Sensor Film secara resmi mencatat karakter Hajime sebagai pria yang berusia 25 tahun lebih tua daripada Fanny.
Kisah Cinta Indonesia dan Jepang
Kisah Fanny dan Hajime juga menarik karena keduanya berasal dari latar budaya yang berbeda.
Fanny merupakan perempuan Indonesia, sedangkan Hajime adalah pria Jepang yang bekerja dan tinggal di Indonesia.
Perbedaan budaya tersebut menjadi bagian dari perjalanan hubungan mereka. Namun, film Baby Udon tidak hanya menempatkan perbedaan budaya sebagai daya tarik cerita.
Justru, inti kisahnya adalah bagaimana dua orang dengan latar berbeda berusaha membangun kehidupan bersama dan menghadapi ujian yang datang setelah mereka menikah.
RRI menggambarkan Baby Udon sebagai kisah tentang pasangan Indonesia-Jepang yang menghadapi berbagai cobaan dalam perjalanan membangun keluarga.
Karena itu, kisah Fanny dan Hajime tidak sekadar menjadi cerita tentang bagaimana dua orang dari negara berbeda bertemu, tetapi juga tentang perjalanan mereka mempertahankan hubungan ketika kehidupan mulai menghadirkan berbagai tantangan.
Bagaimana Reaksi Keluarga Fanny?
Hubungan Fanny dan Hajime pada awalnya tidak langsung mendapatkan dukungan penuh dari keluarga Fanny.
Menurut sinopsis resmi Lembaga Sensor Film, ibunda Fanny awalnya menentang hubungan tersebut.
Penolakan tersebut menjadi salah satu konflik dalam cerita Baby Udon. Perbedaan usia dan latar belakang Hajime menjadi bagian dari tantangan yang harus mereka hadapi.
Namun, Fanny dan Hajime tetap melanjutkan hubungan mereka hingga akhirnya membangun kehidupan sebagai pasangan.
Hal ini menunjukkan bahwa perjalanan mereka bukan hanya menghadapi tantangan dari dalam hubungan, tetapi juga harus melewati proses mendapatkan penerimaan dari keluarga.
Perjalanan Mereka Setelah Menikah
Setelah hubungan mereka menjadi serius, Fanny dan Hajime akhirnya menikah.
Menurut IDN Times, keduanya menikah pada 2017, setelah sebelumnya mulai menjalin hubungan serius pada 2015.
Kehidupan setelah menikah kemudian membawa babak baru.
Fanny dan Hajime tidak hanya menjalani kehidupan rumah tangga, tetapi juga menghadapi berbagai tantangan dalam membangun keluarga.
Mereka berusaha memiliki anak dan menjalani program bayi tabung. Pada saat yang sama, kondisi kesehatan Hajime kemudian menjadi ujian besar dalam kehidupan mereka.
Perjalanan inilah yang akhirnya menjadi bagian utama dari kisah Baby Udon.
Ujian Rumah Tangga Fanny dan Hajime
Seperti pasangan pada umumnya, kehidupan Fanny dan Hajime tidak selalu berjalan mudah.
Salah satu ujian terbesar mereka adalah perjuangan untuk memiliki anak. Di tengah proses tersebut, Hajime juga harus menghadapi penyakit kanker.
Kondisi tersebut membuat Fanny dan Hajime harus menghadapi dua persoalan besar dalam waktu yang berdekatan: mempertahankan harapan untuk memiliki anak sekaligus menghadapi masalah kesehatan Hajime.
Fanny kemudian menjadi orang yang mendampingi Hajime selama masa sulit tersebut.
Dalam wawancara menjelang penayangan Baby Udon, Fanny bahkan mengaku beberapa adegan dalam film mengingatkannya pada pengalaman nyata ketika merawat Hajime.
Perjuangan Memiliki Anak
Keinginan memiliki anak menjadi bagian penting dalam kisah Fanny dan Hajime.
Keduanya menjalani program in vitro fertilization (IVF) atau bayi tabung dalam usaha mendapatkan buah hati.
Perjuangan tersebut tidak mudah. Mereka sempat mengalami kegagalan sebelum akhirnya Fanny berhasil hamil.
Yang membuat kisah ini semakin emosional adalah kondisi Hajime yang semakin berat ketika proses tersebut berlangsung.
Hajime akhirnya meninggal dunia pada Oktober 2024, sementara Fanny kemudian melahirkan putra mereka, Kazuki, pada 2025.
Karena itu, perjalanan mendapatkan anak menjadi salah satu bagian yang sangat penting dalam kisah nyata yang menjadi dasar film Baby Udon.
Bagaimana Kisah Mereka Berakhir?
Kisah Fanny dan Hajime sebagai pasangan berakhir dengan kepergian Hajime.
Hajime meninggal dunia pada 15 Oktober 2024 setelah berjuang melawan kanker kandung kemih.
Namun, bagi Fanny, kehilangan tersebut bukan berarti seluruh kisah mereka berakhir.
Putra mereka, Kazuki atau KazKaz, kemudian lahir pada 2025. Kehadiran Kazuki menjadi bagian penting dari perjalanan Fanny setelah kehilangan suaminya.
Fanny juga terus mengenang Hajime melalui berbagai cerita dan dokumentasi kehidupan mereka.
Dalam gala premiere Baby Udon, Fanny menyampaikan bahwa film tersebut menjadi salah satu cara agar kisah Hajime tetap dikenang dan putra mereka kelak dapat mengetahui sosok ayahnya.
Kisah Cinta Ini Diangkat Menjadi Baby Udon
Perjalanan Fanny dan Hajime kemudian diangkat menjadi film Baby Udon.
Film tersebut diproduksi oleh Sumargo Films dan LYTO Pictures, disutradarai Fajar Bustomi, dengan Caitlin Halderman sebagai Fanny dan Denny Sumargo sebagai Hajime.
Lembaga Sensor Film menyebut Baby Udon sebagai film yang diadaptasi dari kisah nyata perjuangan Fanny Kondoh bersama mendiang Hajime Kondoh.
Dalam sinopsis resminya, cerita berfokus pada Fanny, seorang kasir Marugame Udon Semarang, yang jatuh cinta kepada Hajime, General Manager kantor pusat yang usianya 25 tahun lebih tua. Cerita kemudian berkembang menjadi perjalanan rumah tangga yang menghadapi berbagai cobaan, termasuk perjuangan mendapatkan anak dan kondisi kesehatan Hajime.
Yang menarik, Fanny sendiri terlibat dalam proses pembuatan film. RRI melaporkan bahwa Fanny ikut terlibat mulai dari proses scripting hingga pengawasan proses syuting agar cerita yang ditampilkan tetap dekat dengan pengalaman hidupnya.
Namun, perlu dipahami bahwa Baby Udon merupakan film drama yang terinspirasi dari kisah nyata, bukan dokumenter. Artinya, beberapa adegan, dialog, karakter pendukung, atau susunan peristiwa dapat mengalami dramatisasi untuk kebutuhan film.
FAQ tentang Kisah Cinta Fanny Kondoh dan Hajime
Bagaimana Fanny Kondoh bertemu Hajime?
Fanny bertemu Hajime ketika bekerja di Marugame Udon. Fanny merupakan kasir di outlet Semarang, sedangkan Hajime ketika itu menjabat sebagai General Manager.
Berapa beda usia Fanny dan Hajime?
Fanny dan Hajime memiliki perbedaan usia sekitar 25 tahun. Fanny pernah menyebut dirinya lahir pada 1995 dan Hajime pada 1970.
Apakah Fanny dan Hajime menikah?
Ya. Fanny Kondoh dan Hajime Kondoh menikah setelah hubungan mereka berkembang dari lingkungan pekerjaan menjadi hubungan serius. IDN Times menyebut keduanya menikah pada 2017.
Apakah keluarga Fanny awalnya setuju?
Tidak langsung. Dalam sinopsis resmi LSF, ibunda Fanny disebut awalnya menentang hubungan Fanny dengan Hajime.
Apakah Fanny dan Hajime punya anak?
Ya. Mereka memiliki seorang putra bernama Kazuki, yang juga dikenal dengan panggilan KazKaz. Kazuki lahir setelah Hajime meninggal dunia.
Apa ujian terbesar dalam rumah tangga Fanny dan Hajime?
Salah satu ujian terbesar mereka adalah perjuangan mendapatkan anak melalui IVF sekaligus menghadapi penyakit kanker yang dialami Hajime.
Kapan Hajime Kondoh meninggal?
Hajime Kondoh meninggal pada 15 Oktober 2024 setelah berjuang melawan kanker kandung kemih.
Apakah kisah Fanny dan Hajime benar-benar menjadi film Baby Udon?
Ya. Baby Udon diadaptasi dari kisah nyata perjuangan Fanny Kondoh dan mendiang Hajime Kondoh. Film tersebut dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 3 September 2026.
Kesimpulan
Kisah cinta Fanny Kondoh dan Hajime bermula dari sebuah pertemuan di lingkungan Marugame Udon.
Fanny yang bekerja sebagai kasir bertemu Hajime, pria asal Jepang yang saat itu menjabat sebagai General Manager. Meski memiliki perbedaan usia sekitar 25 tahun dan berasal dari latar budaya berbeda, hubungan mereka berkembang menjadi hubungan serius hingga akhirnya menikah.
Setelah menikah, kehidupan mereka menghadapi berbagai ujian. Fanny dan Hajime berjuang untuk memiliki anak melalui program IVF, sementara Hajime juga harus menghadapi penyakit kanker.
Hajime akhirnya meninggal dunia pada 2024. Namun, kisah mereka terus dikenang melalui putra mereka, Kazuki, dan kini melalui film Baby Udon.
Film tersebut bukan hanya menceritakan kisah cinta dua orang, tetapi juga menggambarkan tentang keluarga, harapan, kehilangan, dan perjuangan untuk tetap bertahan ketika kehidupan tidak berjalan sesuai harapan.
Itulah yang membuat kisah Fanny dan Hajime menjadi lebih dari sekadar cerita cinta. Ini adalah kisah nyata yang kemudian diabadikan melalui film Baby Udon.